>>[FF EXO] Diamond House Part 1<<

Standar

Tittle : Diamond House (Adventure in China)

Author : Aegyoppa & Ririn Cross

Main cast: Find next in the story ^^

Warning : Author POV inside, Any trouble, Typos and other~

Disclaimer : Oppadeul EXO are themselves, but this story is own…

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Action

Rated :  T+ (Go to M-)

FF Terkait :

>>My Beloved Brother, Luhan Hyung<<

>>Confession<<

 >>Happy Black Day<<

 

=====================================

14th April at Rinrin Apartment

 

“Sebentar lagi Lulu oppa ultah?” ujar seorang yeoja sambil memegang sebuah kalender meja A-CHA Super Junior di tangannya.

“Hmm.. kau ingin memberinya apa saeng?” tanya seorang yeoja lainnya. Dia sedang membolak-balik majalah yang ada ditangannya.

“Mollayo eon~” yeoja itu yang ternyata adalah Rinrin hanya mengangkat bahunya. Ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah yeoja yang tengah asyik menikmati keripik kentang “Kalau kau Aegy?”

“Aku?” Aegy menunjuk dirinya sendiri. “Entah…” Aegy mengangkat bahunya.

Haahh~ Rinrin dan Je Hwa menarik nafas lesu. Mereka sama sekali tak mempunyai bayangan apapun.

“Aahhh! Aku tau!” Spontan Rinrin dan Je Hwa menatap Aegy.

“Mwoya?”

“Bagaimana kalau beri kejutan?”

“Kejutan???” Rinrin mengernyit. Aegy mengangguk mantap.

PLETAK “Ya! Appo Eonnie!” Aegy memegang kepalanya yang mendapat hadiah jitakan kecil dari Je Hwa.

“Makanya kalau kasih ide itu yang benar! Luhan oppa itu di China lho. China.  Bagaimana kita bisa memberinya kejutan?!” Je Hwa menekankan setiap kata ‘China’

“Lalu apa masalahnya? Kan kalian tinggal menyusul kesana saja”

PLETAK

“Ya!” Aegy menatap geram kearah Rinrin. Kali ini Rinrin yang menghadiahi Aegy dengan sebuah jitakan manis.

“Kau pikir ke China itu dekat Aegy?” Rinrin mendecak. Aegy hanya tersenyum tidak jelas.

“Lalu kenapa hanya ada kata ‘kalian’? kenapa bukan ‘kita’?” Je Hwa menatap Aegy tajam.

“Wae? Memang kalian yang kan yang berkepentingan kesana?” Rinrin dan Je Hwa mentap Aegy dengan pandangan tidak mengerti.

“Aishh! Eonnie! Eonnie bisa mewakili Sehun untuk menemui Luhan oppa. Dan Rin-ah. Kau bisa bertemu Kris disana bukan?” Aegy berkacak pinggang. Hening. Tidak ada satupun dari mereka yang mengeluarkan pendapat. Mereka larut dalam pikiran masing masing.

::Rinrin POV::

China? Apa tidak apa-apa? Bagaimana kalau dia menyuruhku pulang begitu melihat wajahku? Bagaimana kalau aku tidak bisa bertemu dengannya walaupun sudah sampai ke tempat itu?

Sebenarnya aku merindukannya. Ne, aku benar-benar merindukannya. Aku rindu kehangatannya, wajah tampannya, dan bahkan aku merindukan sikap juteknya Tapi… Aku takut. Aku takut jika harus berhadapan dengannya. Ya, aku benar-benar takut.

Aku melirik ke arah Je Hwa Eonnie. Ia terlihat bingung mungkin ia mengalami konflik batin yang sama denganku?

“Haaahh~ sudahlah. Aku pulang dulu. Aku ingin tidur.” Aegy meregangkan badannya dan melangkah keluar.

“Pikirkan baik-baik Rin-ah. Kapan lagi kau akan dapat bertemu dengan ‘Pangeran Es’-mu yang jutek itu? Annyeong~” ujarnya sebelum menghilang dibalik pintu. Aku semakin galau.

~XXX~

Beijing – China – EXO M’s Dorm

 

“Capek sekali….” Lay merebahkan diri di kasurnya.

“Ne..” Chen ikut-ikutan rebah. Matanya tiba-tiba terkatup dan suara dengkuran halus menghiasai ruangan itu. Xiu Min yang baru masuk langsung mendecak. Chen belum ganti baju, dia tidak seharusnya tidur!

Tao dan Kris menyusul. Kemudian yang terakhir Luhan. Ia terlihat sibuk dengan ponselnya. Biasalah.. SMS-an dengan Sehun. Kekeke =.=

From : Sehun

To : Luhan hyung

Hyung… Sebentar lagi kamu ulang tahun kan? Aku tak bisa berikan hadiah apa-apa untukmu, Mianhae😥

From : Luhan

To : Sehun Magnae

Tidak apa-apa Sehun-ah. Sebenarnya hyung ingin sekali kembali ke Korea. Hyung ingin makan sup rumput laut lagi saat ulang tahun nanti :’)

From : Sehun

To : Luhan hyung

Je Hwa noona pintar sekali memasaknya hyung. Kau harus mencoba!

Luhan tersenyum tipis membaca pesan itu. Sedangkan Kris terlihat sedang duduk termangu. Apa yang sedang ia pikirkan? Luhan tak tahu, tapi mungkin ia sedang memikirkan kekasihnya yang ada jauh di daratan Korea sana, atau entahlah? Yang jelas setelah itu Kris terlihat menghubungi seseorang.

“Halo Rin-chan…”

Luhan tersenyum semakin lebar, ternyata dugaannya tidak salah.

PLAK

Tiba-tiba Tao mengagetkan Kris dari belakang.

“Ya Tao! Nakal sekali, kembalilah ke tempat tidurmu…”

“Kau terlihat pucat kak… Kau sakit?” Tao berkata, ia tak sadar kalau saat itu Kris sedang teleponan dengan Rinrin. Kris langsung membekap mulut anak itu dan melanjutkan panggilannya.

“Mianhae Rin-chan.. Kami baru saja pulang, tadi Tao ada masalah…”

“Kau sakit?”

“Aniya… Aku baik-baik saja…” dusta Kris. Padahal sejujurnya seluruh badannya seakan remuk. Kegiatannya beberapa hari ini benar-benar menguras energinya.

“Istirahatlah… Kau harus dalam keadaan sehat saat kita bertemu…” seru suara di seberang. Kris tertegun.

Seoul – Korea – EXO K’s Dorm

 

“Noona…”

“Ne?”

“Bisa kau buatkan sup rumput laut?”

“Kau mau sup rumput laut?”

“Bukan untukku…” Sehun terlihat kesulitan bicara.

“Ya! Lalu?”

“Untuk Luhan hyung.. Sebentar lagi dia ulang tahun, dia bilang sangat menginginkan itu,” adu Sehun. Namja itu terlihat sedih sekali. Ia sedih tak bisa hadir di saat hyungnya merayakan pergantian usia.

Tak berapa lama akhirnya Je Hwa menjawab, “Baiklah tenang… Noona akan membuatkannya.”

Sehun terdiam. Dia malah bingung dengan jawaban kekasihnya. “Noona..?”

“Ne?”

“Kau serius?”

“Sehun-ah, akan noona lakukan apapun untuk kebahagiaanmu…” Segera setelah itu sambungan terputus.

~XXX~

 

Je Hwa Room’s

Lee Je Hwa sengaja memutuskan panggilan dari Sehun. Ia akhirnya dapat mengambil keputusan, ya, ia mempunyai tekad dan harus melakukannya. Perkataan Aegy tadi membuatnya tersadar, tak ada salahnya untuk pergi ke China. Je Hwa harus menemui Luhan dan menyampaikan segalanya pada namja itu demi kekasihnya, Oh Se Hoon.

Sekarang saatnya bagi Je Hwa untuk membujuk Rinrin. Namun belum sempat Je Hwa memencet nomor tujuan, orang yang dimaksud telah lebih dulu menghubunginya.

“Yeobsoyeo eonnie…”

“Ne.. Rin-ah? Wae?”

“Aku ingin ke China.. Aku ingin merayakan ultah Lulu oppa…” Namun suara yeoja itu sedikit tertahan. Je Hwa mengernyit, menanti kata-kata berikutnya yang akan Rinrin lontarkan. “Sejujurnya eonni… Aku sangat khawatir dengan keadaan Kris…”

Senyum Je Hwa mengembang. Ini akan jadi perjalanan yang menyenangkan~

~XXX~

::Aegy POV::

2 days later 17th  April Aegy’s Apartement

 

“Ya! Shireo! Lepaskan aku! Myunnie oppa~ tolong aku…” Aku menatap ke arah Suho dengan penuh kecemasan. Berharap dia akan menyelamatkanku dan melepaskanku dari tarikan Rin-ah dan Je Hwa eonnie. Myunnie oppa~~ Jadilah pahlawanku sebentar saja saat ini? ibaku dari tatapan mataku padanya.

“Tunggu, ada apa ini?” Suho oppa menatap bingung ke arahku dan kedua yeoja gila ini. Ternyata kekasihku ini memang agak lola =.= sedangkan untuk dua yeoja ini, Oke, jangan salahkan aku memanggil kalian gila. Karena itu salah kalian sendiri yang menggangguku bermesraan dengan Suho oppa~ >///

“Aku ingin mengajaknya pergi ke China Oppa..” MWO?? Aku menatap Rinrin tajam. Dia bilang apa tadi? China?

“Yaa~ wae?! Kenapa aku harus ikut? Kan yang aku usulkan hanya kalian berdua!”

“Justru karena kau yang mengusulkan.”

“Dan karena diantara kami berdua hanya kau yang bisa mandarin Aegy-ah.” Je Hwa eonnie menatapku dengan puppy eyesnya. Cih! Dia pikir aku mempan dengan cara seperti ini?

“Shiero! Jeongmal shiero!” Aku mencoba melepas paksa genggaman tangan mereka, tapi kenapa susah sekali? Apa mereka ini benar-benar wanita? Genggamannya kuat sekali. “Kalau kau tidak ikut…” Rinrin menggantung kata-katanya.

“Wa.. Wae?” Sepertinya ada firasat buruk.

“Aku akan melenyapkan semua koleksi Komikmu Shin Aegy!”

MWO!? Aku langsung mematung mendengar perkataan Je Hwa eonnie barusan. Melenyapkan semua koleksi komikku? Komik yang sudah aku kumpulkan dengan susah payah sejak aku SD? Komik-komik kesayanganku.

“Andweeeee!!!! Ya! Awas saja kalau kalian berani menyentuh semua komik ku!”

“Terlambat~” Rinrin menunjukkan smirk andalannya. Oh god. Mereka benar-benar berbahaya.

“Ikut? Atau lenyap?” Je Hwa tersenyum penuh kemenangan. Astaga.. kenapa aku memiliki eonnie macam ini sih??

“Aiisshhh!! Iya! Aku ikut! Kalian puas! Sekarang jangan sentuh koleksi komikku!” Aku menyerah. Mereka terlalu licik. Huuaaa… rasanya aku ingin menangis. Mereka kejam. T.T

“Oke! Kalau begitu besok kita berangkat!” Je Hwa eonnie tampak bahagia. =.=

“Ne eon~. Ayo kita pesan tiket…” Rinrin terlihat ikut bahagia, namun wajahnya berkata lain. Apakah dia masih bimbang?

Hiks.. Tapi mereka benar-benar kejam. Setelah menarikku dengan paksa, lalu mengancamku dengan komik, dan sekarang mereka meninggalkanku begitu saja? Huuaaaa… eomma~

“Aegy-ah~ gwencahana?” Aku melihat Suho oppa yang menatapku dengan tatapan teduhnya. “Oppa..”

Senyum itu. Senyum sang selalu berhasil membuatku melayang. Senyum yang selalu membuatku tidak bisa bernafas dengan benar. Senyum yang selalu terekam dalam otak ku dan tidak akan pernah aku lupakan. Kenapa rasanya aku ingin menangis melihatnya?

“Ya, Aegy.. kenapa malah menangis?” Suho oppa menarikku dalam rengkuhannya. Hangat. Pelukannya selalu hangat. “Tenanglah Aegy.. ini tidak seperti kau yang biasanya. Kemana perginya Shin Aegy-ku yang kuat? Hem..” Dia mengelus-elus rambutku pelan. Hiks.. kenapa air mataku malah tambah banyak?

Aku mendongkak menatapnya. Menatap kedua bola matanya yang indah. Menikmati setiap lekukan wajahnya yang sangat aku sukai. Wajah yang begitu aku kagumi. Wajah yang membuatku selalu merindukannya.“Hmm.. aku tidak akan menangis oppa…” Aku menghapus air mataku. Menyentuh pipinya dengan kedua tanganku. Menatap lekat kearahnya dan menyimpan seluruh memori wajahnya di dalam kepalaku. ‘Aku pasti akan merindukanmu selama di China nanti oppa..’ bisikku perlahan.

~XXX~

::Still Aegy POV::

18th April Bandara Chaoyang District, Beijing 

“Akhirnya kita sampai juga…” Rinrin meregangkan kedua lengannya menikmati hembusan udara segar.

Ya~ disini lah aku. China. Aigoo~ badanku pegal~ tapi sebenarnya tidak rugi juga, hitung-hitung liburan gratis. Kekeke..

Setelah adegan pemaksaan itu aku meminta eonnie Je hwa dan Rinrin untuk menanggung semua biaya perjalananku. Hahha… aku tidak mau rugi. Mereka yang memaksaku, kenapa aku harus keluar biaya? Kekke~

“Badanku pegal~ lalu kemana kita sekarang? Kau sudah mencatat alamat dorm mereka kan Rin-ah?” tanya Je Hwa eonnie.

“Ne… Sebentar, aku taruh mana ya?” Rinrin terlihat sibuk mencari sesuatu. Aku hanya terdiam menatapnya curiga, aku benar-benar tak yakin dengan yeoja ini. Akhirnya sebuah kertas ia ambil dari dalam buku catatan kecilnya yang setiap hari ia bawa.

District Haidian, Wufan Street no 17, Beijing.

“Coba kulihat…”

Rinrin segera menyerahkan kertas itu padaku. Nama jalannya aneh sekali?? Aku seperti pernah tahu, ah sudahlah, nanti tanya saja. Sepertinya kita harus naik Bus dulu, tapi aku sangat lapar.

::Aegy POV END::

 

~XXX~

 

Suho terlihat berputar-putar di belakang stage. Aegy belum menghubunginya sama sekali. Padahal sudah 5 jam sejak penerbangan mereka. Aegy berjanji akan memberitahunya jika ia telah sampai, namun sampai sekarang yeoja itu belum memberi kabar juga.

“Ada apa hyung?” tanya Baekhyun.

“Ani.. Gwaenchana…” jawab Suho sedikit tersenyum, namun Baekhyun tahu ada sesuatu yang  disembunyikan oleh sang Leader, mungkin belum saatnya.

“Hm.. Baiklah, sudah saatnya kita tampil hyung..” Baekhyun menepuk punggung Suho dan pada saat yang bersamaan ponsel Suho berbunyi. Suho cepat-cepat mengangkatnya.

“Annyeong oppa…” Suho lega mendengar suara itu.

“Aegy-ah kau sudah sampai China?”

“Ne oppa. Sehabis dari airport kami makan dulu, setelah ini baru kami akan ke dorm EXO M oppadeul…”

“Syukurlah.. Hati-hati ya..” Suho sangat senang dan ia tak bisa melepas senyumnya. Kelegaan mengalir dari sudut hatinya.

“Hyung… Memangnya Aegy kemana?” Baekhyun yang ternyata tidak sengaja mendengar pembicaraan tersebut terlihat curiga. Oops, Suho kan berjanji akan merahasiakan perjalanan ketiga yeoja itu walau dengan perasaan was-was.

“Ke China?” Baekhyun mencoba meyakinkan pendengarannya. Saat itu Sehun lewat.

“Siapa yang ke China hyung?” Sehun memang benar-benar sensitif dengan negara itu.

Suho terdiam mematung di tempat.

~XXX~

“Kenyang sekali….” Je Hwa terlihat puas setelah dapat mengisi perutnya. Sedangkan Aegy baru menyelesaikan panggilannya dengan Suho.  Sedangkan Rinrin terlihat menerawang jalanan di depan kafe itu. Ia masih tidak percaya, sekarang ia berada di satu tanah yang sama dengan Kris. Tanah kelahiran Kris, walau pada dasarnya pemuda itu dibesarkan di Kanada.

“Rin-ah…” panggil Aegy. Namun yeoja itu masih tenggelam dalam lamunannya.

“Hello~” Aegy mengibaskan tangannya tepat di depannya. Namun, Rinrin masih tak bergeming, dia masih belum sadar. Aegy kesal. Je Hwa yang melihat itu ikut mencoba menyadarkan Rinrin. Sentuhan halus Je Hwa membuat Rinrin tersadar dari pikirannya.

“Kau kenapa saengie?” Tanya Je Hwa halus. Aegy pun memberi tatapan yang sama walaupun tidak bersuara.

“Aniyo~” Rinrin mencoba tersenyum. Tapi terlihat gagal.

“Kau tidak pandai berbohong didepan kami Shin Rinrin~” Aegy mengetuk-ngetuk kening Rinrin dengan telunjuknya.

“Ceritakanlah saeng.. Apa kau sedang memikirkan Kris?”

Blusshh. Seketika wajah Rinrin berubah menjadi merah.

“Hahaha~ memang apa lagi eon yang ada dipikiran Rin-ah selain Kris?” Aegy tertawa keras. Rinrin menatap Aegy geram.

“Ani..aniya! Ya! Aegy! Menyebalkan sekali!” Rinrin tampak kesal karena Aegy belum berhenti tertawa. “Aku.. aku hanya takut.. eon..”

Aegy menghentikan tawanya dan menatap sahabatnya itu dengan heran.

“Takut kenapa saeng?”

“Ak.. Aku takut. Bagaimana kalau dia menyuruhku pulang? Bagaimana kalau dia tidak senang melihatku?” Rinrin menggigit kukunya. Dia panik.

“Tenanglah~” Je Hwa menepuk pundak saengnya itu dengan penuh kasih sayang. Dia tau bahwa Rinrin sangat merindukan kekasihnya itu. Tapi masalahnya adalah bahwa mereka pergi tanpa memberi tahu Kris terlebih dahulu. Bisa jadi Leader EXO M itu akan marah.

“Tapi kan belum tentu Rin-ah~ . Ya.. mungkin dia akan memarahimu sedikit karena kau kesini tanpa memberi tahunya. Tapi aku yakin dia juga akan senang. Hilangkanlah pikiran negatif mu itu…” Aegy meyakinkan sahabatnya. Rinrin tampak diam. Sepertinya dia sedang mencerna kata-kata dari keduanya.

“Baiklah~ ayo kita berangkat..” Rinrin mencoba tersenyum, masalah Kris bisa diurus nanti.

“Nah, ini dia Shin Rin Rin yang biasa~” Je Hwa mengacak pelan rambut Rinrin. Yeoja itu hanya tersenyum simpul.

“Let’s Go!” teriak Aegy

~XXX~

 

::RinRin POV::

Hatiku kenapa tidak mau diam ya? Kenapa dari tadi aku berdebar terus? Aegy bilang hanya butuh satu dua jam perjalanan jika naik bus. Karena akan sangat mahal jika kami naik taksi. Aku tidak punya uang sebanyak itu. Lagi pula ini kan rencana dadakan.

Aku menoleh kearah Aegy yang duduk disamping kananku. Dia tengah asyik mendengarkan i-podnya sambil bersenandung kecil. Kenapa dia terlihat santai sekali?

Aku menoleh kearah Je Hwa eonnie yang duduk disamping kiriku. Omo! Enak sekali dia? Kenapa dia malah tidur disaat seperti ini? Apa hanya aku yang khawatir disini?

Aku mengedarkan pandanganku keseluruh penjuru bus. Kenapa sepi ya? Padahal tadi saat kami naik tampak ramai. Apa masih jauh?

“Ya.. Aegy…” Aku menyenggol lengan Aegy pelan.

“Hemm..”

“Apa masih jauh? Kenapa sekarang penumpangnya sepi?” Aegy mengangkat wajahnya dan memandang sekeliling. “Ini dimana?” Mataku hampir keluar saat dia bertanya seperti itu.

“Ya! Kan tadi kau bilang kalau kita harus naik Bus ini? Aku mana tahu ini dimana?!” teriak ku kesal. Dia ini bodoh atau apa sih? Kan yang bisa mandarin itu dia bukan aku. =.=

“Ada apa ini? Apa kita sudah sampai?” Je Hwa terbangun dari tidurnya. Dia tampak lelah.

“Mollayo eon..” Aku memangangkat bahuku. Tiba-tiba kurasakan Busnya terhenti. Apa kita sudah sampai?

Maaf nona. Ini adalah pemberhentian terakhir” (Nb: yang pake tulisan miring anggep aja pake bahasa China)

Aku menatap seorang pria paruh baya itu dengan tatapan bingung. Dia bicara apa?

“Ayo turun!” Aegy merapikan tas ranselnya. Aku juga segera bersiap-siap. Kami pun turun dari Bus .

“Ini dimana Aegy?” tanya Je Hwa eonnie. Aku memandang sekeliling. Sangat ramai~ tidak beda jauh dengan Seoul. Banyak  gedung-gedung pencakar langit. Tapi kenapa semua rambu jalannya berbahasa mandarin? Aku kan tidak bisa baca tulisan aneh itu =.=

“Ini dimana?” Je Hwa eonnie menatapku bingung. Aku hanya menaikkan bahu. Ku lihat Aegy sedang bertanya kepada pejalan kaki.

“Sekarang kita Kereta bawah tanah..” Aegy menunjuk kearah pejalan kaki lain yang sedang memasuki terowongan. Sepertinya itu pintu masuk ke stasiun bawah tanah.

Aku dan Je Hwa eonnie mengikuti Aegy dari belakang. Untung aku memaksanya untuk ikut. Kalau tidak bagaimana dengan nasib kami nanti?

::Rinrin POV END::

 

~XXX~

Kris merasakan ponselnya bergetar. Suho calling.

“Yeobosoyeo…”

“Kris.. Kau sedang sibuk?”

“Iya.. Kami ada interview.. Ada apa Joonmyeon?”

“Ah tidak apa-apa.. Hanya menanyakan kabar, bagaimana keadaanmu?”

“Baik… Kau?”

“Ya.. Lumayan…” Kris mengernyit. “Kalau bisa pulanglah lebih cepat…” tambah Suho.

“Kenapa?”

“Supaya kalian cepat sampai apartement. Mungkin kau akan bertemu dengan sesuatu yang menyenangkan?”

“Eh??”

“Sudah ya… Pokoknya usahakan kalian pulang cepat!” teriak Suho di seberang. Kemudian panggilannya terputus. Kris mengernyit. Apa maksudnya ‘bertemu dengan sesuatu yang menyenangkan’? Kris benar-benar tak mengerti maksud dari leader EXO K itu.

~XXX~

Ketiga yeoja itu tidak sadar kalau ada mata tajam yang memperhatikan gerak-gerik mereka sejak mereka masuk kedalam kereta.

“Woah~ keren ya eon??” seru Aegy. Dia yang paling bersemangat. Je Hwa mengangguk setuju. Dari kereta itu mereka bisa menikmati panorama kota Beijing.

“Tidak rugi juga kita kesini, hitung-hitung liburan~” Rinrin tersenyum. Dia tampak lebih relaks dari pada saat di bandara dan di dalam Bus tadi. Sepertinya dia sudah tidak terlalu khawatir lagi.

“Sebentar lagi kita turun.” Aegy memperingatkan kedua sahabatnya untuk merapikan barang mereka.

“Kajja..” Aegy berdiri didepan pintu kereta

“Ne~” Rinrin mengikuti dari Aegy dari belakang.

“Tunggu~”

Tingg~ pintu kereta terbuka

Sreeetttt

Tas Lee Je Hwa tiba-tiba di sambar seseorang.

“Kyaaaa.. tas ku!” teriak Je Hwa. “Pencuri! Maling! Copet!” lanjut Je Hwa yang langsung memicu keramaian.

“Eoddie eon?” Rinrin tampak panik dan mencari-cari orangnya. Dengan kemampuan karate yang diajarkan oleh kakeknya saat kecil, sepertinya dia masih bisa menyelamatkan tas milik Je Hwa. “Disana!” Je Hwa menunjuk seorang laki-laki yang sedang menerobos ke arah kerumunan orang.

“Ayo jangan diam saja!” Aegy langsung keluar dan ikut menerobos kerumunan. Begitu pula dengan Rinrin dan Je Hwa.

“Aishh! Awas saja kalau tertangkap kau pencuri!” teriak Je Hwa penuh emosi.

“Ayo eon! Lebih cepat!” seru Rinrin tidak sabar.

“Ya!!! Tunggu! Jangan lari kau pencuri! Kembalikan tas milik eonnieku!” Teriak Aegy.

“Memang mandarin ada kata ‘eonnie’?” Tanya Rinrin dengan tampang bodohnya.

“Mana eonnie tau? YA! KEMBALIKAN TASKU PABOOOO!!!” Je Hwa berlari sekuat tenaga.

Rinrin berlari paling depan. Tangannya mencoba meraih-raih pencopet yang berlari didepanya.

Aegy menyusul diposisi kedua dan Je Hwa diposisi ketiga. Adegan kejar mengejar itu berlangsung cukup lama.

::Rinrin POV::

“YA! Kemana dia tadi? Bukankah tadi dia belok kesini?”

“Itu!” teriak Je hwa eonnie sambil menunjuk pencopet yang sedang memasuki salah satu gang. Tanpa pikir panjang aku langsung mengejarnya. Dan.. huuupp! Tertangkap!

“Ya! Mau kemana kau? Cepat serahkan tas itu sekarang!” Aku memegang kerah bajunya dengan kuat. Aku tak akan membiarkan penjahat ini kabur! “Cepat berikan tasnya!” bentakku lagi. Tapi dia malah menepis tanganku.

Grepp!

Belum sempat dia kembali kabur, Aegy terlebih dulu menyengkat kakinya sehingga membuatnya terjatuh. Aegy langsung menindihnya sebelum pencopet itu bangun.

“Cepat serahkan!” Aishh.. aku harus mengulang berapa kali sih!? Apa dia tidak mengerti ucapanku?!

“Hah~ aigoo~ eon lelah~” Je Hwa eonnie tampak kelelahan. Nafasnya tersenggal. “Ahh.. copet itu. Kembalikan tasku sekarang.” Je Hwa eonnie menarik-narik tasnya dengan paksa.

“Memang dia mengerti bahasa Korea eon?” Aegy bertanya  dengan tampang bodohnya sambil tetap menindih pencopet itu.

Tiba-tiba.. “WAAAAAA” Pencopet itu berdiri. Sehingga Aegy terjatuh.  Aku memasang kuda-kudaku. Aku lihat Aegy segera bangkit dan memasang kuda-kuda. Heh?

“Memang kau bisa berkelahi?”

“Kalau asal pukul saja aku juga bisa Rin-ah. Lagi pula kan berdua lebih baik.” Aiggooo~ bocah ini. Aku tau dia memang tomboy. Tapi kalau dia lecet, bagaimana aku mempertanggung jawabkannya kepada Suho oppa? =.=

Aku melirik Je Hwa eonnie yang sedang memeluk tasnya yang berhasil dia ambil. Dia berdiri agak jauh dibelakang kami. Aku ingat dengan jelas. Dia tidak bisa berkelahi.

Pencopet sialan itu bergerak memukul Aegy. Ternyata gerakan refleks Aegy bagus juga. Dia bisa menghindar dengan baik. Oke. Sekarang giliranku.

Aku menendang punggunya dengan keras hingga tubuhnya menabrak tembok. Gang ini sangat sempit.

Pencopet itu bangkit lagi. Kepalan tangannya menuju kearahku. Dengan cepat aku langsung menangkisnya. Dan berbalik menghadiahinya dengan pukulan manis dariku.

Buukk! Dengan sukses Aegy menendang titik vital pencopet itu. Aku tersenyum senang kepada Aegy. “Kerja bagus!” Aegy hanya tersenyum dan kembali menendang pencopet itu. Sekarang pencopet itu sudah tidak berdaya lagi. Bukan kah kami hebat? Hahhaha😀

“Woaaaahhhh~ kalian daebakk! Sangat keren!” Je Hwa eonnie mengacungkan kedua jempolnya untuk kami.

Prang~

Aku menoleh ke arah sumber suara.

“Omo! Siapa mereka? Kenapa banyak sekali?” Je Hwa eonnie tampak ketakutan.

_TO BE CONTINUED_

New FF About EXO yang dibuat oleh dua author jenius, Ririn Cross & Aegy Oppa  XD *ditabok*

 Ya~~ Ini petualangan China~ Dan cerita akan berkembang seiring jalannya waktu… ^^

 Berikan kritik dan saran yang membangun untuk author😄

Sekali lagi bagi yang tak sengaja mampir ataupun disengaja, dan sengaja di tag~ diharap RCLnya~ Kami butuh RCL dari kalian… Jeongmal gamshamnida bagi yang udah RCL ^^

Semoga kalian bisa segera ketemu bias masing2… AMIN!!!

 Untuk chapter 2 akan kami publish besok🙂 *bow with Kris 

18 responses »

      • pertama sesak nafas liat picnya, terus baca ceritanya jd tambah sesak (lebay bgt deh)…
        Tp skarang aku malah penasaran kapan Vampire kanada sama Rin Rin bisa berjumpa, berpelukan, sayang2an (bunuh saja aku)…
        Tp beneran aku penasaran…

      • sabar sabar aja yah =_= pictnya ga deket2 banget kok~ *plak*
        baru mau aku post part 2😄
        uwaahhhh.. masalah itu lihat saja nnti😄

  1. Ping-balik: >>[FF EXO] Diamond House Part 2<< « ★EXOplanet★

  2. Ping-balik: >>[FF EXO] Diamond House Part 3 : “Noona…”<< « ★EXOplanet★

  3. Ping-balik: >>[FF EXO] Diamond House Part 4 : “Escape…”<< « ★EXOplanet★

  4. Ping-balik: >>[FF EXO] Diamond House Part 5 : “Forever Love” – ENDING<< « ★EXOplanet★

  5. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Break Part 1 << « ★Rin-Kyu★

  6. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Break Part 1 << « ★EXOplanet★

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s