>>[FF EXO] Diamond House Part 2<<

Standar

Tittle : Diamond House (Adventure in China)

Author : Aegyoppa & Ririn Cross

Main cast: Find next in the story ^^

Warning : Author POV inside, Any trouble, Typos and other~

Disclaimer : Oppadeul EXO are themselves, but this story is own…

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Action, little Comedy

Rated :  T+ (Go to M-)

FF Terkait :

>>My Beloved Brother, Luhan Hyung<<

>>Confession<<

 >>Happy Black Day<<

Link FF Part Sebelumnya :

Part 1 

>>Diamond House Part 1<<

ENJOY IT ^^

=====================================

DIAMOND HOUSE PART 2

Prang~

Aku menoleh ke arah sumber suara.

“Omo! Siapa mereka? Kenapa banyak sekali?” Je Hwa eonnie tampak ketakutan. Err.. Sebenarnya aku juga takut. Kalian tahu? Mereka sangat banyak. Dengan tampang yang penuh dengan  bekas luka. Hii..

Wah.. ada wanita cantik boss..” ujar salah satu dari mereka. Mereka sangat menyeramkan. Mereka semua bawa senjata. Aku harus bagaimana? Kemampuan karateku juga tidak akan mempan kalau di kepung seperti ini. Aku beralih memandang Aegy. Dia mundur teratur. Oke. Aku juga mengikuti langkahnya, begitu juga dengan Je Hwa eonnie.

“Setelah hitungan ketiga, kita lari…” ujar Aegy perlahan. Aku dan Je Hwa eonnie mengangguk setuju.

“TIGAAAAAAA!!!!!!” Aku langsung berlari sekuat tenaga. Kris~ tolong aku~

::Rinrin POV End::

Ketiga yeoja itu masih sibuk berlari tanpa arah, yang dipikirkan saat ini adalah agar mereka tidak tertangkap. Apa jadinya jika mereka benar-benar tertangkap?

“Hah.. eon.. eon.. lelah saeng…” Je Hwa mencoba menetralkan nafasnya. Sudah dua kali dia berlari hari ini. Ya, itu sangat melelahkan. “Sepertinya mereka sudah tidak mengejar lagi saeng?” Je Hwa menoleh ke belakang untuk memastikan.

“Ne eon. Aku juga sangat lelah.” Rinrin langsung duduk ditempat. Dia sudah tidak perduli lagi dengan pakaiannya. Yang terpenting adalah dia bisa meregangkan otat kakinya. Bahkan ia tak tahu kalau ponselnya terjatuh saat berlari tadi.

“Tunggu. Kita sudah berlari berapa lama?” Aegy melirik jam tangannya. “Dan dimana ini?” wajahnya tampak panik.

“MWO?? Kau tidak tau ini dimana?” Rinrin mengerutkan keningnya.

“Aishh! Mana aku tau! Aku kan hanya berlari dari kejaran pria-pria seram itu!” Aegy mendengus kesal. Sedangkan Rinrin mengacak rambutnya kasar. “Tenanglah dulu.. sekarang kita istirahat saja dulu. Bukankah sekarang sudah malam? Lebih baik kita cari penginapan.” Je Hwa mencoba menenangkan kedua saengnya itu.

Permisi. Apakah kau tau Wufan street no 17?” Aegy bertanya kepada seorang pejalan kaki. Walau tidak bisa dibilang mahir. Tapi Aegy jauh lebih baik daripada Rinrin dan Je Hwa yang tidak bisa bahasa mandarin sama sekali.

Pria itu terlihat sedikit mengernyit saat Aegy menanyakan hal itu. Je Hwa benar-benar mengamati pria itu. Orang itu berkumis dan sedikit menyeramkan.

Wah, itu sangat jauh dari sini. Kau butuh setengah hari untuk sampai kesana,” jawab orang itu kemudian.

Heh? Setengah hari? Apa Anda yakin tuan?”

Iya. Saya sangat yakin. Apa kalian turis disini?

Iya tuan. Kami turis. Sedang mencari alamat sepupu kamiApa Anda tahu tempat menginap terdekat dari sini?”

Tentu. Kalian tinggal lurus saja melewati jalan ini. Nanti di ujung sana akan ada hotel

Terima kasih tuan..

Aegy kembali mendekat ke arah Rinrin yang sedang menatapnya dengan penuh rasa kagum. Sedangkan Je Hwa semakin curiga.

“Kau hebat Aegy~ kau fasih sekali!” puji Rinrin.

“Haha.. jinja? Ada gunanya juga aku belajar bahasa mandarin.” Aegy terkikih.

“Lalu? Kita harus kemana?” tanya Je Hwa. Ia sedikit mencuri pandang pada pria tadi, tapi kenapa ia merasakan ada sesuatu yang tidak beres ya?

“Kata paman tadi, kita hanya perlu lurus untuk sampai Hotel. Sepertinya kita memang butuh istirahat. Badanku pegal semua.”

“Aku juga sama. Kajja…” ujar Rinrin. Je Hwa hanya bisa mengangkat bahu, ia mencoba mengabaikan pria itu, saat ini yang terpenting adalah istirahat.

Namun tanpa mereka sadari setelah mereka berlalu pria tadi menyunggingkan senyum jahat.

 

~XXX~

::Van EXO K::

Show champion baru saja usai. Mereka bersiap-siap untuk pulang. Suho melemparkan pandangan pada seluruh member yang terlihat lelah. Hari ini memang cukup menguras tenaga. Kai dan Dio terlihat sudah tertidur lelap di kursinya. Mereka memang paling bekerja keras. Kai sebagai main dancer harus menghabiskan banyak tenaganya selama debut mereka ini. Sedangkan Dio sebagai main vokal juga tak kalah keras, ia benar-benar total untuk performa stage mereka. Semua juga bekerja keras dan mempunyai bagian masing-masing. Chan Yeol sendiri, ia terlihat sedang sibuk dengan ponselnya. Mungkin dia sedang sibuk calling-calling dengan kekasihnya, Park Hye Min. Ah, Suho lagi-lagi rindu pada yeojachingunya, Shin Aegy.

Sang leader tersebut kemudian menatap Sehun sang magnae yang sibuk dengan ponselnya. Anak itu terlihat kesal. Pasti karena Lee Je Hwa.

“Ish… Noona.. kau kemana? Kenapa tak bisa dihubungi?” cecarnya sambil mengacak rambut. Namja itu juga terlihat begitu cemas. Suho menatap iba pada Sehun. Tapi ia tak bisa menjelaskan, ia sudah berjanji pada Je Hwa untuk tidak mengatakan ini pada Sehun. Je Hwa bahkan sangat memohon padanya sehingga Suho tak mempunyai pilihan lain selain harus merahasiakan kepergian yeoja itu dengan yang lain.

“Noona.. Apa kau marah padaku?” Sehun lemas. Ia akhirnya rebah di kursinya.

“Sehun-ah… Mungkin Je Hwa sedang sibuk…” Baekhyun menenangkan sang magnae.

“Tapi hyung.. Sepertinya dia memang marah padaku. Selama ini aku terlalu manja dan kekanakan..” Sehun mulai sadar diri tapi di waktu yang tidak tepat. Baekhyun menatap namja itu sambil tersenyum.

“Jangan berpikir yang macam-macam.. Kau percaya padanya bukan?” Baekhyun mengacak rambut Sehun.

“Ne hyung.. Aku sangat percaya padanya…” Sehun mencoba tersenyum. “Dan aku sangat menyayanginya…” Segera setelah itu Sehun menguap, ia lelah kemudian terlelap.

Baekhyun tersenyum menatap Sehun.

Tapi ini semakin mencurigakan. Je Hwa tidak ada kabar. Aegy? Baekhyun menatap pada Suho yang baru saja melemparkan tatapan kesedihan pada mereka dan sejak tadi hyungnya itu selalu memegang ponsel seperti menanti kabar atau panggilan? Tak ada yeoja yang bisa membuat hyungnya seperti orang kebakaran jenggot selain yeoja itu, Shin Aegy.

Sedangkan yang Baekhyun benar-benar sangat cemaskan adalah Rinrin. Yeoja itu juga sama sekali tak bisa dihubungi. Ia benar-benar khawatir akan keadaannya. Tentu saja, siapa yang tak khawatir pada orang yang disayangi?

~XXX~

::08:00 PM Waktu China::

Aegy, Rinrin, dan Je Hwa berjalan sesuai arah yang ditunjukkan pria tadi.

“Hotelnya mana Aegy?” tanya Rinrin sambil mengamati sekitar. Kenapa jalanan semakin sepi?

Aegy menggeleng. Ia juga tak tau.

Rinrin menghela nafas. Tak ada gunanya mengeluh. Ia mencoba membuka tasnya. Ia mencari ponsel. Satu-satunya jalan agar ia tenang di saat seperti ini adalah menghubungi Kris. Namun, ia tak menemukan benda itu dimanapun. Tentu saja, benda itu jatuh saat mereka lari dari para penjahat itu, Rinrin tak menyadarinya.

Mereka akhirnya tiba di sebuah gedung. Bukan sebuah hotel seperti yang mereka harapkan, tapi sebuah bar yang sangat besar. Je Hwa sempat mengamati tulisan yang tercantum disana. Ia memang buta huruf China, tapi jelas-jelas tulisan Diamond House dalam bahasa Inggris menjadi pembuka di pintu gerbang club malam itu.

Tiba-tiba, para berandalan itu kemudian muncul satu persatu dengan senyum licik.

“OMO!” pekik Je Hwa. Mengapa ada orang-orang itu lagi!? Oh tidak, apa ini jebakan?

Kedua dongsaengnya langsung siaga. “Sial! Mereka lagi!” Rinrin mendengus kesal.

Ah~ aku lelah! Kenapa kalian mengikuti kami terus sih?” Aegy kembali menggunakan mandarinnya.

Kemudian muncullah seorang pria yang menghisap cerutu di balik topinya.

Hahaha~ setelah kalian memukul anak buahku, kalian pikir kalian akan lolos? Maaf saja. Aku ingin bersenang-senang dengan kalian terlebih dulu..” Boss berandalan itu menunjukkan smirknya. Hal ini membuat Aegy, Rinrin, dan Je Hwa bergidik ngeri.

Kalian juga sangat manis, kuijinkan kalian tinggal disini untuk menghibur pria-pria ini..” ujar seorang wanita cantik yang berdiri di sebelah pria bercerutu itu. Sudah jelas, ia pemilik rumah bordir ini.

Rinrin mendecih, meskipun ia tidak bisa bahasa China, tapi sedikit banyak ia paham maksud dari pria itu. Kris sering kali mengajarkan beberapa kosa kata bahasa China padanya. Kris, Oh God, kenapa ia benar-benar merindukan namja itu sekarang?

Ketiga yeoja itu mulai siaga. Bersiap-siap untuk lari, karena melawan kelompok mafia itu sama saja mencari mati. Terlebih di belakang mereka ternyata juga terdapat banyak komplotan mafia itu. Mereka terkepung.

Kalian pikir kalian akan bisa lolos seperti tadi? Jangan harap! Tangkap mereka!”

Para berandalan itu langsung menyerang.

::Aegy POV::

Aish! Mereka ini! Apa tidak bosan mengejar kami? Sepertinya kami memang harus bertarung sungguhan. Aigoo~ aku tidak bisa berkarate. Woooaaaaa… Mereka datang! Eottohkae???

Duak!

Yes! Aku berhasil memukul wajahnya. Hahha.. rasakan itu. Eh tunggu! Dia masih bisa tersenyum? Yaaakkk!!!! “YA!! APPPO!! Jangan jambak rambutku!” Sial! Dia menjambak rambutku. Aku berusaha melepaskannya. Tapi pria ini menariknya dengan kuat.

Kau tampak manis nona. Tapi akan lebih manis lagi kalau kau menurut..” Pria itu tersenyum! Cuiihh! Aku tau aku manis! Tapi pujianmu tidak tepat! Aku lebih suka kalau Myunnie oppa yang mengatakannya. Heh? Aku jadi rindu dengannya. Omo! Aku lupa menghubunginya lagi.

Jebal saranghae~ saranghae~

Ponselku?! Pasti itu Myunnie oppa! Pria itu menautkan kedua alisnya saat mendengar ringtone ponselku. Hehehe.. aku menunjukan senyum tiga jari kearahnya.

Krauukk!

Hiaakks! Tangannya tidak enak! Puiiihh!!

“Awwww!” Hahaaha~ maaf tuan~ itu cara satu-satunya untuk aku lepas dari jambakanmu. Ah! Ponselku.

“Yeoboseyo?”

“Aegy-ah! Kalian dimana sekarang? Kenapa belum menghubungiku dari tadi?”

“Hehe~ maaf oppa~ kami sedang sibuk! Aw!!! Ya! Berani sekali kau mengganggu ku saat sedang bicara dengan Suho oppa! Kau pikir tidak sakit apa?!”

Aku menginjak kaki pria itu dengan keras. Sekarang dia sedang meringis kesakitan. Mengganggu saja!

“YA! Aegy! Kau kenapa? Apa yang sakit? Itu tadi siapa-”

Pranggg!! Aku mematung. Ponselku. Suho oppa. Terbelah menjadi dua. “Ya! Berani sekali kau hah!!!!! Tidak akan ku maafkan!” Aku menatap pria itu geram! Menyebalkan sekali dia! Seenaknya membanting ponsel milik orang lain! Omo! Koleksi fotoku?! Huuuaaaaaa!!!!! Kau benar-benar membuatku murka pria asing! Hiiaaaatttt!!!

Aku menghadiahinya dengan pukulan bertubi-tubi. Terserah mau kena atau tidak, yang penting aku bisa memukulnya.

Grep! Omo! Dia menangkap tanganku. Membalikkan tubuhku dan mengunci tanganku dibelakang.

Sudah cukup bermain-mainnya nona…” bisiknya tepat ditelingaku. Omo! Dia benar-benar kejam.

Aku kembali menginjak kakinya dan berbalik dengan cepat. Sebelum dia kembali fokus aku menendang selangkangannya seperti yang ku lakukan terhadap pencopet tadi siang. Pria itu langsung meringis kesakitan. Aku kembali menendangnya sehingga di tersungkur. Aku mengambil tongkat yang ada didekatku dan memukulnya sampai dia pingsan. Huft~ aku selesai~

::Aegy POV END::

 

~XXX~

At EXO K’s Dorm

EXO K baru saja selesai dari acara Show Champion dimana mereka menempati juara ke-9. EXO sebagai boyband yang baru debut mendapat prestasi seperti itu sangatlah luar biasa. Kancah musik K-POP sekarang ini mengalami persaingan ketat, dan SM sebagai agensy mereka memang telah memikirkan semua hal secara matang. Oke, sekarang kita lihat member EXO K yang tampak kelelahan, namun sang leader tidak, dia malah terlihat cemas. Ada apa gerangan?

Ia menatap ponselnya. Setelah tadi sore Aegy meneleponnya, kekasihnya itu tak lagi mengabari. Suho masih sangat cemas akan keadaan mereka.

Suho kemudian membuka flip ponselnya. Ia harus menghubungi yeoja itu, harus. Suho berdoa dalam hati, ia berharap kekasihnya dalam keadaan sehat dan selamat tak kurang suatu apapun.

“Yeoboseyo?” Suara itu membuat Suho tersenyum kala berhasil terhubung dengan panggilan di daratan China sana.

“Aegy-ah! Kalian dimana sekarang? Kenapa belum menghubungiku dari tadi?” Suho langsung melontarkan pertanyaan yang selama seharian ini memenuhi otaknya.

“Hehe~ maaf oppa~ kami sedang sibuk! Aw!!! Ya! Berani sekali kau mengganggu ku saat sedang bicara dengan Suho oppa! Kau pikir tidak sakit apa?!”

DEG

Suara berisik apa itu. Aegy kenapa?

“YA! Aegy! Kau kenapa? Apa yang sakit? Itu tadi siapa- Tut tut tut… “ belum selesai Suho bicara panggilan sudah terputus. Suho mematung di tempat. Suara-suara tadi bukan datang dari film action yang kadang ditonton oleh Aegy, tapi suara-suara itu terdengar nyata. Suho mencoba menghubungi Aegy lagi, namun tak bisa. Ia mencoba menghubungi Rinrin dan Je Hwa, namun hasilnya sama saja. Wajah namja itu benar-benar terlihat pucat sekarang.

“Hyung…  Suho hyung….” Kai mengibas-kibaskan tangannya tepat di depan wajah Suho. Di belakang menyusul Chan Yeol yang berwajah penuh tanda tanya.

“Kau ada masalah hyung?” Tiba-tiba Baekhyun sudah berdiri di belakang dengan wajah menghakimi.

“Tak ada yang bisa disembunyikan dari kami…” tambah Dio sambil menepuk bahu Suho. Sehun yang ada di dalam kamar langsung ikut keluar ketika mendengar semua member sepertinya sedang berkumpul.

“Ada apa hyungdeul?” tanyanya masih tak mengerti. Namun dari wajahnya ia masih terlihat begitu cemas. Je Hwa masih belum dapat ia hubungi.

Suho terjatuh di tempat. “Mereka bertiga pergi…”

“Apa maksudmu hyung?” Kai mencoba mencari kejelasan.

“Mereka bertiga sekarang ada di China…”

“Mereka bertiga siapa?” Sehun mulai curiga dengan gerak-gerik Suho.

“Jangan katakan…” Baekhyun belum sempat meneruskan kata-katanya tapi Suho telah bicara. “Ya… Mereka bertiga, Aegy, Rinrin, dan Je Hwa… Mereka ke China…”

“MWOYA?!” Semua member EXO K tak percaya dengan hal tersebut. Sehun langsung bergetar. Ia kembali menekan nomor yang ia kenal. Namun hasilnya sama saja. Baekhyun segera menekan nomor Rinrin, tapi sama seperti rekannya, itu tak ada gunanya karena nomor yeoja itu juga tidak aktif. Sedangkan Kai dan Chanyeol juga berusaha menghubungi Aegy. Sama seperti hyungnya, mereka tak menemukan titik terang.

“Hyung, apakah terjadi sesuatu dengan mereka?” tanya Dio membuat semua diam. Suho tanpa sadar menangis. Ia benar-benar khawatir. Ya, sangat khawatir.  “Seharusnya tak kubiarkan mereka pergi sendiri…”

~XXX~

 

::Rinrin POV::

Aku terdiam menatap orang-orang itu. Ada banyak sekali. Kulihat Aegy sedang sibuk dengan kegiatannya, tapi Je Hwa eonni? Omo!! Dia dikepung! Aku bermaksud menolong eonni tapi tiba-tiba ada yang menghalangi pandanganku.

Hey cantik, ikutlah dengan kami…” Ahjussi-ahjussi itu tersenyum mesum. Aku mual melihatnya, apalagi dia hampir menyentuhkan tangan kotornya pada wajahku. Tak kan kubiarkan! Segera kuarahkan tendangan salto tepat di dadanya. Ia terdorong ke belakang menabrak anak buahnya yang lain. Kesempatan ini kumanfaatkan untuk melakukan serangan pada berandalan yang menganggu Je Hwa eonni.

“Eonni mundur!! Tetaplah di belakangku!”

Je Hwa eonnie terlihat ketakutan. Aku harus melindunginya, bisa-bisa Sehun akan marah kalau sampai eonni terluka.

Hufff…

Kuhela nafas mencari udara segar. Aku mencoba berkonsentrasi menenangkan pikiran. Ini baru awal, aku harus dapat menghabisi mereka semua. Haraboji, Eomma, Appa berkatilah anakmu ini. Dan Kris…

“Wo ai ni my ice prince…” bisikku lirih. Kemudian kubuka mata dan mencoba tersenyum.

::Rinrin POV END::

 

~XXX~

Tak sengaja liontin itu jatuh menggelinding menimbulkan bunyi gemerincing yang membuat semua orang menatap pada sang leader.

Kris tersadar. Ia tadi larut dalam lamunannya. Cepat-cepat ia mencari dimana liontin itu berada. Benda yang sangat berharga itu tak boleh hilang. Ia tak peduli semua staf di studio itu menatapnya aneh.

“Mencari apa Kris?” tanya Luhan ikut berjongkok.

“Liontinku…”

“Yang biasanya kau kantongi?” Kris mengangguk cepat. Luhan langsung ikut mencari, ia tahu bentuknya.

“Ya! Sebentar lagi kita mulai interview lagi~” teriak sang manajer memberi isyarat. Member EXO M lain baru saja masuk setelah dari cafetaria. Mereka terlihat bingung melihat sang leader dan lead vocal sedang menggerayangi (?) lantai.

“Kalian sedang apa?” tanya Lay.

“Mencari liontin…” desis Luhan. Ini karena Kris yang biasanya tenang terlihat panik dan tak berkonsentrasi.

“Apa benda itu?” tunjuk Chen pada sesuatu yang mengkilat di pojok ruangan. Semua mata langsung mengarah ke tempat itu.  Luhan segera menghampiri, namun saat ia hendak mengambil sudah di dahului Kris.

Kris membuka liontinnya. Betapa terkejutnya pemuda itu saat ia melihat kaca liontin pecah, tepat di foto sang kekasih. Luhan tak sengaja melihatnya juga.

Perasaan Kris tiba-tiba tidak enak. Ia segera mencari ponsel di saku, tapi tak ada. Ia melihat saat itu Tao sedang mengutak-atik ponselnya.

“Tao pinjam…” Dengan cepat Kris menekan nomor yang telah ia hapal. Beberapa lama ia menunggu. Nomor tidak aktif.

Luhan segera membalikkan tubuh Kris. “Ada apa Kris!” tanyanya mencari kepastian.

“Kau bisa hubungi Rinrin? Ponselnya tidak aktif…” Kris terlihat semakin panik. Luhan tercekat.

Tanpa banyak bicara Luhan segera menarik ponselnya. Ia menghubungi yeoja itu namun sama saja. Member EXO M lain terlihat masih belum mengerti.

Namun ponsel Xiumin tiba-tiba berdering. Dio calling.

“Yeobosoyeo Kyungsoo…?”

“Minseok hyung… Mereka sudah sampai ke tempat kalian?”

“Mereka siapa?”

“Rin-ah, Aegy, dan Je Hwa noona…”

“Mwoya? Memangnya ketiga yeoja itu kesini?” Kris langsung menyambar ponsel Xiumin.

“Rinrin.. kau tau bagaimana keadaannya?!” tanya Kris

“Jadi, mereka belum sampai? Lalu…” Dio terlihat memutus perkataannya.

“Apa maksudmu!?” teriak Kris. Semua kini menatap mereka. Member EXO M segera mendorong leader mereka ke tempat sepi dan meminta maaf pada semua.

“Sepertinya terjadi hal buruk…” desis Dio.

Kris hampir menjatuhkan ponsel Xiumin saat mendengar semua penjelasan itu.

_TO BE Continued_

Gimana nasib 3 yeoja aneh itu selanjutnya??O.o *plak

Ikuti terus ya Diamond House di part berikutnya :) 

Berikan kritik dan saran yang membangun untuk author😄

Sekali lagi bagi yang tak sengaja mampir ataupun disengaja, dan sengaja di tag~ diharap RCLnya~ Kami butuh RCL dari kalian… Jeongmal gamshamnida bagi yang udah RCL ^^

Semoga kalian bisa segera ketemu bias masing2… AMIN!!!

Untuk chapter 3 akan di publish segera🙂 *bow with Kris 

22 responses »

  1. yeyeye part 2…
    Kok pendek bgt sih, ini malah penasaran kuadrat…

    Msh belum ada sayang2annya ternyata, pyuuhh (apanya yg pyuh, Rinrin, Je Hwa, sama Aegy kan msh dalam bahaya)

    mereka msh berurusan sama penjahat…
    Kris terbang dong, kamu kan naga(?) Vampire

    • hehehe😄
      pendek yah??? besok aku publish lanjutannya ^^
      eh?? sayang2an =_= hiyaaa kau itu~~ iya.. mrka dalam bahaya.. kasian~ *dijitak
      ne… masih byk rintangan itu😄
      iyaaa.. harusnya dia terbang~ yeojanya kan dalam bahaya~ =.=

  2. hiaaaaaa~ dipost toh~ hahahhahah😄
    mereka kasihan ya??? T.T *plak
    siapa sih yang tega bikin tiga yeoja itu merana dan EXO gelimpungan seperti itu??? *plak
    author’a pasti oran gila nih!! *ditabok ri-ah
    hahahhahhaha😄
    aku suka😄
    ga bosen~ fufufufufufu~
    aku kan kembali nyampah lagi~ *ngilang

    • iyaaa wkwkwk kan dlu aku bilang emang mau ngepost😄
      iyaa kasian.. siapa sih yg buat dulu eh =_= *plak*
      kau juga gila kan =.= *jitak aegy
      neee… gppp😄 lanjutkannnn😛

      • hahahhaha~ klo aku dah selesai~ *plak
        spa ya??? pasti dua orang yeoja abstrak yang gila akan petualangan *plak
        kau lebih gila ri-ah =.= *dijitak
        hahaha~ aku kangen WP~ *plak

      • knapa ngntuk sekali yah.. padahal smlem aku tidur cepat😥
        wahhh ditempatmu sudah selesai?
        haahhh.. sama2 gila tak usah saling menghina =_= *plak*
        aku juga kangen wp~~

  3. Ping-balik: >>[FF EXO] Diamond House Part 3 : “Noona…”<< « ★EXOplanet★

  4. Ping-balik: >>[FF EXO] Diamond House Part 4 : “Escape…”<< « ★EXOplanet★

  5. Ping-balik: >>[FF EXO] Diamond House Part 5 : “Forever Love” – ENDING<< « ★EXOplanet★

  6. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Break Part 1 << « ★Rin-Kyu★

  7. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Break Part 1 << « ★EXOplanet★

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s