>>[FF EXO] Diamond House Part 3 : “Noona…”<<

Standar

Tittle : Diamond House (Adventure in China)

Author : Aegyoppa & Ririn Cross

Main cast: Find next in the story ^^

Warning : Author POV inside, Any trouble, Typos and other~

Disclaimer : Oppadeul EXO are themselves, but this story is own…

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Action, little Comedy

Rated :  T+ (Go to M-)

FF Terkait :

>>My Beloved Brother, Luhan Hyung<<

>>Confession<<

 >>Happy Black Day<<

Link FF Part Sebelumnya :

Part 1 

>>Diamond House Part 1<<

Part 2

>>Diamond House Part 2<<

ENJOY IT ^^

=====================================

DIAMOND HOUSE PART 3

~XXX~

“Hyung kau mau kemana?!” tanya Kai. Ia melihat Suho sudah mengemasi barang-barangnya. “Jangan bilang kau mau menyusul ke China?” tuding Chan Yeol.

Suho tak menjawab. Ia membawa semua benda yang menurutnya berguna. Uang, passport, ponsel, peta, kamus Bahasa Korea-China, bahkan ia juga membawa kompas.

“Kau gila hyung!” pekik Dio. Suho tak membalas. Ia memasukkan pakaian secara serampangan dan menenteng tas kecil itu hendak pergi.

Saat ia sudah mencapai pintu tiba-tiba sebuah tangan menahannya. “Hyung, bersabarlah sedikit…” Ternyata itu Sehun.

“Maksudmu?”

Tak berapa lama kemudian Baekhyun datang dengan nafas terengah. “Penerbangan terakhir jam 10 malam… Kita hanya punya waktu sebentar!”

Mata Suho terbelalak. Sekarang sudah jam 10 kurang 15 menit. “Dan syukurlah, aku sudah mendapatkan tiketnya~” Baekhyun tersenyum. Suho terlihat lega.

“Ada 6 tiket. Kalian mau ikut?” Baekhyun memawari Kai, Dio, dan Chan Yeol yang ada di dalam. Ketiga orang itu tanpa banyak bicara langsung menuju kamar masing-masing untuk berkemas.

“Lalu bagaimana dengan manajer?” Sehun bertanya.

“Beres!!” Baekhyun mengacungkan dua ibu jarinya. 

 

~XXX~

::Je Hwa POV::

Mengapa bisa terjadi seperti ini? Mereka pria-pria berandalan. Kulihat Aegy dan Rinrin yang sedang bertarung. Aku takut. Aku merasa bodoh tak bisa lakukan apapun.

Tiba-tiba seseorang seperti mencengkeramku dari belakang. Sehunnie… tolong aku…

“Argh….” Teriakku. Rinrin yang sedang fokus pada pertarungannya kemudian berbalik menatapku. “Eonni!!!” teriaknya. Ia segera berlari ke arahku dan menendang pria yang tadi hampir mencekikku. Pria itu jatuh tanpa ampun membentur tiang. Namun, tiba-tiba seorang pria lain tanpa sengaja mendorongnya hingga tubuhnya membentur tembok. Kulihat ia meringis kesakitan. Pria itu semakin mendekati dongsaengku dengan senyum liciknya. Astaga, aku tak bisa diam seperti ini. Pria lalu mencengkeram tangan dongsaengku, dia benar-benar terlihat kesakitan.

BUKK Pria itu jatuh setelah kupukul dengan tongkat ini yang kudapat tak jauh dari tempatku . Ya, aku memang harus menolong dongsaengku.

“Eonni.. kau baik-baik saja kan?” Ia terengah, penampilan yeoja ini sudah sangat berantakan, nafasnya memburu, namun ia masih mengkhawatirkan keadaanku?

Aku membelai lembut pipinya. “Saeng… Sudah cukup… Jangan bertarung lagi…” desisku. Air mataku mengalir deras tanpa sadar. Aku benar-benar merasa tak berguna.

Aegy pun mendekati kami. “Eonni kau terluka?” Aku menggeleng. Dia juga dalam kondisi yang sama.

Pria-pria itu kemudian mulai mendekati kami lagi.

Rinrin hanya tersenyum menatapku. “Eonni… aku tidak apa-apa…” Ia kemudian menatap Aegy. “Stt… Aegy…” desisnya memberi isyarat. Mereka berdua kemudian saling berbisik. Sedangkan aku, kuamati pria-pria jahanam itu. Lalu sosok pria yang ada di sudut sana sedang duduk bersantai sambil menghisap pipa. Dia terlihat seperti bos dari pria-pria itu. Sepertinya aku pernah melihat orang itu? Tapi dimana?

Pria itu kemudian menyunggingkan senyum jahat. Oh astaga! Bukankah itu pria yang tadi kami temui di jalan?

“Eonni..” Rinrin berbisik memanggilku. Aku menatap padanya. “Kami akan membuka celah.. Bersiaplah eon…”

Eh? “Ne eon.. Eon larilah sejauh mungkin… Kami akan memberi jalan untukmu…” bisik Aegy.

“Tapi…” Aku tercekat.

“Kau harus selamat eonni…” Rinrin tersenyum ke arahku.

“Sampaikan pesanku untuk Myeonni oppa… Aku mencintainya..” Aegy tersenyum. Astaga, dia terlihat cantik sekali kala itu. Namun ia kemudian langsung menghadang para mafia itu. Ia merentangkan tangannya membuat tameng dan berseru dalam bahasa China yang tak bisa kupahami.

Sedangkan Rinrin berusaha menutupiku dan memberikan senyumannya yang benar-benar sangat manis padaku. “Eonnie.. Tolong katakan pada Kris, ‘Putri Tidur’ sangat merindukan ‘Pangeran Es-nya’ …” Ia langsung mendorongku menjauh dari tempat itu.

Tadi, mereka berdua seolah mengatakan perpisahan? Andwae! Aku tidak mau berpisah dari mereka. Tapi langkahku telah membawaku lari menjauh dari tempat nista itu meninggalkan para dongsaengku tersayang. Semoga mereka selamat. Tuhan, lindungilah mereka, kumohon….

::Je Hwa POV END::

 

 

~XXX~

 

“EXO K sedang penerbangan kemari…” jelas Xiumin.

Keadaan menegang. Seluruh member EXO M yang ada di sana tak bisa tinggal diam. Sudah jelas, terjadi sesuatu pada ketiga yeoja itu.

“Aku harus mencarinya!” Kris segera meraih jaket denimnya. Lay mengikuti namja itu. Namun ia segera menyambar topi.

“Kabari kami jika kalian menemukan sesuatu!” teriak Lay kemudian menghilang di balik pintu. Kris telah mendahuluinya.

“Aku juga akan mencari kakak ipar…” Tao segera meraih tongkat dan mantelnya.

“Aku ikut!” Chen berinisiatif. Tao mengangguk. Mereka kemudian bergerak cepat.

“Luhan… Kita ke bandara?”

Luhan masih belum sadar. Ia sedari tadi melamun. Pikirannya benar-benar kacau. Ketiga yeoja itu sangat berarti baginya, dan karena ia, ketiga yeoja ini mengalami masalah. Shin Aegy, yeoja hiperaktif yang selalu membuatnya tertawa dengan sikap tak terduganya. Lee Je Hwa, yeoja yang paling Sehun cintai dan ia juga sudah seperti dongsaengnya sendiri. Lalu Shin Rin Rin walau sulit mengatakan yang sebenarnya, Luhan memang benar-benar menyayangi yeoja itu, ya, melebihi rasa sayang terhadap dongsaeng, terlebih selama ini Rinrin-lah yang selalu dapat membuatnya semangat dalam keadaan apapun.

Mereka ingin merayakan ulang tahunnya bersama. Seharusnya mereka tidak ke China tanpa pendamping! Tahu begini Luhan lebih memilih terbang ke Korea sendiri daripada membiarkan ketiga yeoja yang ia sayangi dalam bahaya demi menemuinya. Luhan mengacak rambutnya frustasi.

“Luhan??” panggil Xiumin.

“Ne…” Luhan langsung tersadar. Ia lalu menyambar rompi dan topi miliknya. Tak ada gunanya diam di tempat dan menyalahkan diri sendiri, ia hanya berharap semoga saja ketiga yeoja itu dalam keadaan baik-baik saja.

 

~XXX~

 

Je Hwa tertatih. Ia terus berlari tanpa mempedulikan sekelilingnya. Kiri kanannya memang masih rumah penduduk tradisional. Ia tak menyangka bahwa mereka akan tersesat di tempat seperti ini. Tapi Je Hwa tak ingin mengulangi kesalahan, ia harus mencari tempat ramai. Setidaknya untuk memastikan bahwa tak ada mafia di tempat itu. Je Hwa terus memacu kakinya berlari. Ia tak peduli bahwa kakinya sudah tak bersahabat. Ia tak peduli pada apapun. Bahkan air matanya yang sedari tadi terus mengalir sudah kering. Ia tak tahu sudah seberapa jauh ia berlari.

Saat melihat jalan raya itu, Je Hwa seperti melihat sebuah harapan. Ia sampai di kota. Kemegahan dan kerlap-kerlip kota Beijing menyambutnya.

Bukannya berhenti tanpa sadar Je Hwa malah berlari ke tengah jalan raya itu. Akal sehatnya memang sudah terganggu. Pada saat itu kepalanya benar-benar terasa pening, dunia seperti berputar-putar.

TINNNNNN

Suara klakson panjang mewarnai jatuhnya tubuh yeoja itu di tengah lalu lalang kendaraan, tapi mengapa ia merasa semua begitu ringan? Aroma ini? Parfum lavender yang biasa Sehun kenakan.

“Noona!!” Suara itu.

Apakah ia mimpi? Atau memang ia sudah mati? Yang jelas setelah itu semua gelap.

 

~XXX~

::SEHUN POV::

Aku benar-benar khawatir pada keadaannya. Sejak mendengar berita itu seolah duniaku runtuh. Je Hwa kau dimana? Noonaku, apa yang terjadi denganmu? Yeoja yang paling kusayang, kenapa kau membuatku khawatir seperti ini?

“Sehun-ah…”

Seseorang menepuk bahuku perlahan. Kulihat Luhan hyung tersenyum padaku, tapi dari ekspresi wajahnya itu kulihat ada kesedihan dan penyesalan yang ia rasakan.

Hyung… Tanpa sadar mataku memanas dan akhirnya aku menangis di pundaknya. “Hyung…” desisku penuh kepiluan.

“Tenanglah.. Je Hwa dan yang lain pasti akan baik-baik saja,” ucapnya lirih sambil menepuk pundakku yang bergetar.

Luhan hyung. Dia memang hyung terbaik. Aku sangat menyayanginya, aku bahagia bisa bertemu dengannya kembali, tapi saat ini hatiku tak bisa mengatakan itu. Tentu saja, siapa yang tidak cemas jika kekasihnya hilang tanpa kabar? Aku kesal. Ia pergi ke negeri orang tanpa memberitahuku? Tapi, aku bahkan tak bisa marah. Rasa kesalku yang seharian ini menumpuk karena dia tak bisa kuhubungi menjadi sebuah kekhawatiran tak berujung. Ya, tentu saja aku sangat mengkhawatirkan Je Hwa noona. Aku tak akan bisa tenang jika belum menemukannya dan aku merasa sangat bersalah karena tuntutanku juga ia nekat menyusul hyungku ini ke China. Je Hwa noona benar-benar mengkhawatirkanku. Aku memang namja yang sangat bodoh, aku tak bisa menjaga kekasihku dengan baik. Aku gagal sebagai seorang kekasih.

Selama di mobil itu aku terus menangis di pundak Luhan hyungku. Kutumpahkan semua padanya.

“Sehunnie.. Je Hwa pasti akan segera ditemukan…” Kata-katanya benar-benar membuatku sedikit lebih tenang. Ya hyung, aku pasti akan menemukan Je Hwa noona. Aku berjanji.

Beberapa saat kemudian aku bisa lebih tenang. Aku menghela nafas.

Suho hyung masih berwajah muram. Senyum yang tiap hari bahkan tiap waktu menghiasi wajahnya menghilang sudah. Aku tahu apa yang ia rasakan. Ya, kami dalam posisi yang sama.

Kini kuarahkan mataku keluar jendela meneliti setiap sudut kota Beijing. Sangat megah, namun tak jauh berbeda dengan Seoul. Kerlap-kerlip dan semaraknya kota di waktu malam tetap tak bisa memberikan cahaya di hatiku. Aku masih jatuh dalam penyesalan.

Mataku menatap setiap kendaraan yang berlalu lalang. Berharap menemukan suatu titik pencerahan. Ah noona, sekarang pikiranku dipenuhi oleh bayang-bayang wajahmu. Aku benar-benar merindukanmu… “Noona…”

Tiba-tiba mataku terpancang pada sosok itu. Tidak mungkin. Aku mencoba memfokuskan pandangan dan memperjelas penglihatanku. “Noona?!” Kini suaraku lebih terdengar seperti teriakan.

Semua orang yang ada di dalam mobil itu terkejut dan menatapku. “Tolong berhenti!!! Jebal!” teriakku cepat. Sosok itu terus berjalan ke jalan raya. Oh tidak. “BERHENTI!”

Aku langsung berlari keluar saat mobil itu berhenti. Tak peduli apapun aku harus menyelamatnya. Dia gila! Kenapa berjalan di tengah hiruk pikuk kendaraan ini? Dan aku lebih gila lagi karena ia aku bahkan tak mempedulikan sekelilingku, suara klakson-klakson mobil tak kuhiraukan.

TINNNNNN

Tepat sebelum ia terserempet mobil itu aku meraih tubuhnya. Kami sama-sama terjatuh di pinggir trotoar. “Noona!!” teriakku khawatir. Namun ia sudah tak sadarkan diri. Wajahnya terlihat letih dan tertekan namun masih terlihat cantik dan begitu manis di mataku. Astaga, dia memang benar-benar Je Hwa noona. Oh Tuhan, terima kasih Engkau telah mempertemukanku dengannya lagi. Aku memeluknya erat tak ingin melepaskannya. Setelah itu hyung-hyungku datang.

::SEHUN POV END::

 

~XXX~

 

Sudah hampir dua jam Kris dan Lay memutari seluruh penjuru kota.

Kris menyusuri jalan dengan penuh rasa khawatir. Ia benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya. Belum sempat ia bertemu dengan yeoja yang sangat ia sayangi itu, mengapa harus ada masalah seperti ini? Kalau harus jujur, setengah nyawa Kris seperti telah lenyap saat mendengar berita hilangnya Rinrin. Sekarang Kris baru sadar, dia ternyata memang benar-benar sangat menyayangi yeoja itu. Bukan hanya sebagai seorang kekasih saja, tapi lebih dari itu, Rinrin sudah seperti belahan jiwanya.

“Tenanglah Kris…” Lay mencoba memberikan sugesti positif.

Namun Kris justru berlari lebih jauh.

Daerah yang mereka lewati ini benar-benar sepi dan memang menurut kabar, daerah ini banyak sekali perampok dan mafia yang berkeliaran. Maklum, dataran China memang sangat luas dan tindak  kriminal tidak bisa dikategorikan aman. Termasuk di kota ini, distrik Haidian, Beijing, tingkat kriminalitas bahkan lebih tinggi dari yang lain karena ini ibu kota. Kris tidak ingin sampai yeojanya disentuh oleh orang-orang bejat itu. Ia bersumpah akan menemukan Rinrin dalam keadaan selamat. Jika tidak, sepertinya ia bisa gila.

Sampai di sebuah tempat. Tiba-tiba Kris menemukan sesuatu yang mengkilap. Gantungan kunci bentuk bintang dan ponsel itu! Tidak salah lagi ponsel itu…

“Ponsel itu bukankah.. milik Rinrin?” tanya Lay. Kris mengangguk tertahan. Ia genggam benda itu sangat kuat seolah tak ingin melepaskannya. Bahunya bergetar hebat. Lay tertegun.

Saat itulah ponsel Lay berbunyi.

Belum sempat Lay menyapa, suara diseberang mendahului.

“Kembalilah cepat!!” Terdengar teriakan Xiu Min.

“Kenapa?”

“Je Hwa telah kami temukan…”

 

~XXX~

Je Hwa merasakan kepalanya bagai ditusuk ribuan jarum. Yeoja itu enggan membuka mata, tapi sebuah sentuhan dan bisikan itu membuatnya sadar, Sehun ada di dekatnya.

“Noona.. Sadarlah…”

“Lee Je Hwa noona…”

Perlahan Je Hwa menggerakkan jari jemarinya. Sehun yang memang sejak tadi malam setia menanti kekasihnya itu terlihat bahagia. “Noona…”

Lee Je Hwa telah membuka matanya. Ia benar-benar mendapati Sehun  di dekatnya. Namja itu menggenggam tangannya erat tak ingin kehilangan. Senyum kelegaan terasa nyata terpasang di wajah tampan Sehun, tapi ia masih terlihat khawatir.

“Sehun-ah..”

“Noona.. Bagaimana keadaanmu? Mana yang sakit?”

“Gwaenchana…” Je Hwa mencoba berdusta. Ia tak ingin membuat namjanya itu khawatir.

“Noona jangan bohong…” Sehun cemberut. Je Hwa tersenyum sekilas. “Jangan tinggalkan aku noona..” Sehun benar-benar memohon dan ia langsung mencium punggung tangan Je Hwa. Je Hwa lagi-lagi hanya tersenyum.

“Akhirnya kau bangun…” Luhan menghampiri. Ia tersenyum manis sekali.

“Ne.. Luhan oppa..” Semua member EXO yang hadir di sana tersenyum. Mereka lega akhirnya Lee Je Hwa sadar. Namun, Kris dan Suho masih tampak muram di ujung sana.

Je Hwa menaburkan pandangan menuju sekeliling. Ia tak mendapati sosok dua orang dongsaengnya.

“Rinrin dan Aegy?” Ia mengernyit. Kris dan Suho mengangkat kepalanya.

Tiba-tiba tangan Je Hwa menegang. Ia langsung bangun tak mempedulikan bahwa tangannya masih di infuse.

“Sehun-ah… Rinrin dan Aegy… Mereka.. mereka…”

Je Hwa langsung menangis keras. “Noona.. tenanglah.. bicara pelan-pelan…” Suho dan Kris langsung bangkit.

“Je Hwa.. Istirahatlah…” Suho mencoba tersenyum walau dalam hati perih. Ia memang ingin tahu keadaan Aegy, tapi ia tak mungkin memaksa Je Hwa yang sedang dalam kondisi terguncang seperti ini.

“Suho oppa… Kris oppa!!” Je Hwa memekik.

“Tenanglah…” Kini Kris berusaha menenangkan yeoja itu. Je Hwa semakin histeris saat menatap Kris. Senyum Rinrin selalu terbayang jelas.

Je Hwa menghempaskan tangan namja-namja itu termasuk Sehun. Ia menaikkan lututnya dan terduduk. Tangannya menutupi wajahnya. Sehun benar-benar cemas dengan keadaan yeojachingunya ini.

“Aegy ingin aku mengatakan bahwa ia sangat mencintaimu, Suho oppa…”

DEG. Suho mundur teratur saat mendengar berita itu. Ia hampir terjatuh, untung saja Kai segera menangkap hyungnya dan menuntunnya kembali ke tempat duduk.

“Lalu Rinrin… ia bilang padaku bahwa Putri Tidur sangat merindukan Pangeran Es-nya..”

Kris lemas mendengar hal itu. Ia mengacak rambutnya frustasi. Lay langsung menyangga namja itu. Kedua leader tersebut benar-benar dalam keadaan kalut.

“Dan aku..aku tak tahu bagaimana keadaan mereka sekarang. Mereka membiarkanku pergi. Mereka menghadapi mafia-mafia itu hanya berdua… Hanya berdua… Aaaaa!!”

Sementara itu Je Hwa benar-benar menangis keras dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Sehun segera memeluknya, mencoba menenangkan.

 

~XXX~

 

Aegy membuka mata. Ia mengamati ruangan itu. Kamar yang begitu mewah. Ini dimana? Saat ia hendak menggerakkan tangannya kenapa tidak bisa, susah sekali? Astaga.. Ternyata ia diikat. Yeoja itu terduduk lesu karena perjuangannya membuka tali itu sia-sia. Namun ia tersadar, ada sesuatu yang kurang.

Rin Rin. Dimana dia? Mengapa tidak ada? Dimana Shin Rin Rin sepupu sekaligus sahabat terbaiknya itu berada?

Kemudian ada seseorang membuka pintu. Masuklah seorang wanita cantik yang berjalan angkuh ke arahnya. Ia mengenakan cheongsam, pakaian China seksi.

Sudah bangun sayang?” wanita itu bicara dalam bahasa China.

Ini dimana!? Dan kau siapa!?” tanya Aegy tak sopan sedikitpun karena ia tahu, wanita ini bukan wanita baik-baik.

Wanita itu tersenyum manis tapi iblis dalam penglihatan Aegy. “Kau di tempat kami.

Aegy mengernyit.  

Ya… Wanita menjadi ratu disini..

Maksudmu?”

Welcome to Diamond House.. Tempat laki-laki mencari kenikmatan..”

GLEK. Aegy terdiam di tempat… Ia masuk dalam lubang penuh ular berbisa.

 

~XXX~

Secara perlahan Je Hwa menceritakan apa yang terjadi. Ia benar-benar terguncang tapi ia harus kuat.

“Mereka berdua yeoja yang hebat…” isaknya masih tak berhenti.

“Ini salahku.. Seharusnya aku tak menyuruhnya mengejar pencopet itu..” Ia menangis dipelukan Sehun yang dengan sabar menenangkannya.

Sedangkan Kris dan Suho terhanyut dalam pikiran masing-masing. Kris menggenggam ponsel milik kekasihnya itu. Hatinya benar-benar perih.

“Memangnya kalian terakhir di hadang mafia itu dimana noona?” tanya Tao walau dengan bahasa Korea yang sedikit belepotan.

Je Hwa tiba-tiba merinding memikirkan tempat itu. “Diamond House…” jawabnya lirih.

Lay, Luhan, bahkan Tao tampak terkejut. Terlebih Kris. Tangannya semakin bergetar hebat.

“Itu tempat…”

“Aku tau.. itu tempat pelacuran. Disana jelas banyak laki-laki biadab!!”

“Tenanglah noona..” Sehun mengeratkan pelukannya. Sehun benar-benar menjadi protektif sekarang.

Lay segera mengutak-atik ponselnya. Ia menelepon seseorang, membuatnya harus menjauh dari tempat itu. Baekhyun mengamati gerak-gerik Lay. Ia mendekati namja itu untuk memastikan. Lay bicara sebentar, namun Baekhyun mengerti maksudnya. Setelah Lay selesai Baekhyun tersenyum pada namja itu. “Jadi??”

Lay tersenyum. “Masih ada kesempatan…” ujarnya membuat semua orang menatap padanya.

“Apa maksudmu Lay?” tanya Chan Yeol.

“Mafia di distrik ini memang sangat kejam. Tapi mereka bukan tipe yang sembrono…” jelas Lay. Ia kemudian duduk.

Luhan tersadar. Benar yang dikatakan Lay, masih ada kesempatan. “Mereka sangat menghormati wanita…” lanjut Luhan.

“Aku masih belum mengerti…” Dio menginterupsi.

“Jika mereka menyerang wanita, terlebih sudah ditargetkan seperti yang Je Hwa ceritakan, maka yeoja-yeoja itu akan dimasukkan ke lokalisasi…” sambung Lay.

“Jadi mereka selamat?” tanya Xiumin.

“Apanya yang selamat!! Itu sama saja mereka tetap brengsek! Mafia-mafia itu!” amuk Je Hwa. Itu memang lebih baik daripada mereka terbunuh atau dinodai. Tapi tidak, ketiga hal itu sama-sama tidak menyenangkan. Lokalisasi? Bukankah sama saja terjun dalam dunia kegelapan secara perlahan dan menjadi kupu-kupu malam? Itu bahkan lebih hina dari apapun.

“Tenanglah noona.. mereka belum selesai bicara..” Sehun merengkuh lembut tubuh Je Hwa.

“Pelelangan…” sahut Kris tiba-tiba. Namja itu segera berdiri, yang lain terkejut dan menatapnya tak mengerti.

“Benar sekali.. Dan berdasarkan informasi yang aku terima dari temanku yang bekerja sebagai bartender disana, yeoja dari Korea yang semalam mereka tangkap sedang dipersiapkan untuk dilelang malam ini..” Lay membenarkan.

Je Hwa langsung pingsan saat mendengar itu. “Noona.. Lee Je Hwa.. sadarlah…” Sehun benar-benar panik. Semua mematung di tempatnya, larut dalam pikiran masing-masing.

_TO BE CONTINUED_

 

Hore~~ Akhirnya Je Hwa ditemukan!! *plak* Lalu apa yang akan dilakukan Aegy selanjutnya?O.o Terus dimana Rinrin berada? 

Ada HUNHAN di FF iniiiiii… Saya bahagiaaaa😄 *dijitak kris*

Ikuti terus ya Diamond House part berikutnya :) 

Berikan kritik dan saran yang membangun untuk author😄

Sekali lagi bagi yang tak sengaja mampir ataupun disengaja diharap RCLnya~ Kami butuh RCL dari kalian… Jeongmal gamshamnida ^^ *bow*

15 responses »

  1. jaket denim oh jaket denim… Kekeke

    serasa mau mati pas bagian Kris (?),
    untung ada Lay… yg penting udah ketauan tempatnya… Tp mereka mau dilelang… Tar Kris yg nawar lg.. Ow ow
    lanjutkan…

    Oh ya Ririn chingu, panggil aja namaku sesuai nicknameku @aieadhitya or Aie aja dah cukup.

    • hahaha iyaa.. jaket denim itu kris jelek😄 *plak*
      sbar ya Aie~~ iyaa untung ada lay disitu >.<a
      ne….. kita tunggu aja apa yg terjadi selanjutny?😀
      gomawo udah baca *bow*

      iyaaaa…. aku panggil aie aja yah🙂 bangapseumnida~

  2. selama FF ini bolehkah aku pindah ke Lay dulu #plakk

    iya panggil aie aja, panjangnya aieshiteru *oek*

    aku tunggu sampai tamat…. Kris jelek, Wu fan jelek, Vampire gagal, cepat selamatkan kekekekekasihmmmu… Lama bgt seh!!! *dilempar Tao*

    aku pengen nangis pas Jehwa sampein pesan Aegy n Rin Rin ke Suho sama Kris, kayak pesan2 terakhir gmana gitu…

    • boleeehhhhh tenang aja😄 *plak*
      *gubrak* kepanjangannya aneh skli =_=
      iyaaa./… hahaha😄 tenang saja~~ kris jelek pasti dapat menyelamatkan kekasihnya.. klo ga berrti dia bukan laki2 tapi……. namja T3T *dilempar sendal
      iyaa… je eon menyampaikannya dg penuh perasaan itu~~ huaaahhhh.. jangan.. kasian mrka kalo mati =_=

  3. Ping-balik: >>[FF EXO] Diamond House Part 4 : “Escape…”<< « ★EXOplanet★

  4. Ping-balik: >>[FF EXO] Diamond House Part 5 : “Forever Love” – ENDING<< « ★EXOplanet★

  5. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Break Part 1 << « ★Rin-Kyu★

  6. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Break Part 1 << « ★EXOplanet★

  7. aq tungu kelanjutanx thor…. Kris jelek ;p cepat selamatkan kakekasihmu ntu… Lama bgt seh!!! *dlempar tao pake samurai*
    nangis thor….Jehwa sampein pesan Aegy n Rin Rin ke Suho ma Kris, kyak pesan2 terakhir gmana gito…
    Next chapt…nice epep

  8. UWOW,,,,
    ddaebak thhoorr,,,
    sbner’na sich cemburu (?) jg liad sehun perhatian sama je hwa,,,
    tp,,,
    jinjja ddaebak,,,😀
    bagus thor,,,
    lanjutkan,,,😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s