>>[FF EXO] Diamond House Part 4 : “Escape…”<<

Standar

Tittle : Diamond House (Adventure in China)

Author : Aegyoppa & Ririn Cross

Main cast: Find next in the story ^^

Warning : Author POV inside, Any trouble, Typos and other~

Disclaimer : Oppadeul EXO are themselves, but this story is own…

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Action, little Comedy

Rated :  T+ (Go to M-)

FF Terkait :

>>My Beloved Brother, Luhan Hyung<<

>>Confession<<

 >>Happy Black Day<<

Link FF Part Sebelumnya :

Part 1 

>>Diamond House Part 1<<

Part 2

>>Diamond House Part 2<<

Part 3 

>>Diamond House Part 3<<

ENJOY IT ^^

=====================================

DIAMOND HOUSE PART 4

Aegy dipaksa untuk mandi dengan air bunga. Jika ia memberontak, ia akan disiksa. Akhirnya walau dengan sangat terpaksa ia menurut juga. Saat ini yang terpenting adalah mengetahui bagaimana keadaan sahabatnya, Rinrin, sekaligus sepupu jauhnya itu sambil ia menyusun rencana kabur dari tempat maksiat ini.

Aromaterapy yang menyegarkan membuat tubuhnya yang hampir remuk menjadi segar kembali. Untung tak ada luka serius yang ia derita.

Kemudian wanita-wanita penghibur itu berniat memoles Aegy. Aegy sempat menolak. Namun lagi-lagi wanita iblis itu mengancamnya.

Kau sebenarnya sangat cantik nona…” desis yeoja yang meriasnya. Ia terlihat ramah dan baik. Yeoja itu sedang menaburkan bedak di pipi Aegy. “Tak kalah cantik dari gadis Korea tadi yang kami dandani…” tambahnya.

DEG

Apa maksudmu nona?

Tadi kami juga mendandani seorang gadis cantik dari Korea. Ia sangat manis, namun sayang, wajahnya selalu murung. Padahal jika ia tersenyum, aku yakin, banyak pria kaya yang akan memperebutkannya…”

“Jincha?…” Aegy sadar ia bicara dalam bahasa Korea, buru-buru ia memperjelas. “Benarkah? Apakah dia berambut panjang sepinggang?”

Iya.. Rambutnya juga sangat indah…”

Lalu ia dimana sekarang?” Aegy mencoba mengatur nafasnya. Itu sudah pasti Rinrin.

“Ia telah keluar…”

Mwoya!!? Mata Aegy hampir keluar karena terkejut. Namun ia mencoba tenang. Ia harus sabar. Ia juga harus bertemu Rinrin dan memastikan bahwa yeoja itu memang benar-benar adalah Shin Rin Rin.

~XXX~

Aegy mencoba berjalan dengan sepatu highheels ini. Namun bagaimanapun ia berusaha, ia tak bisa berjalan biasa dengan sepatu berujung lancip itu. Terlebih bukan itu saja, bajunya ini benar-benar terbuka. Oh God! Myeonnie oppa pasti akan menertawakannya jika melihat dirinya berpenampilan seperti ini. Baju khas wanita China atau yang biasa disebut Cheongsam, tapi kalau di Beijing disebut Qipao berwarna biru muda dengan rok pendek ia kenakan. “Aku pasti akan masuk angin..” desis Aegy pasrah. Ia diperintahkan untuk masuk ke sebuah ruang khusus.

Aegy menaburkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan kerlap kerlip dengan musik yang berisik ini. Ini benar-benar klub malam yang mewah. Aegy harus menemukan yeoja itu.

‘Shin Rin Rin, kau dimana?’ desisnya dan saat itu Aegy menangkap sosok Rinrin dengan balutan Qipao berwarna merah sedang terduduk di sebuah ruang khusus dengan wajah –jutek. Mirip dengan kekasihnya yang memang selalu berwajah jutek, Kris.

“Ri-ah…” bisik Aegy saat ia menuju ke tempat itu. Ia berusaha berjalan, dan ia benci sekali dengan sepatu ini. Ia tak habis pikir, kenapa ada orang yang menciptakan bentuk lancip sepatu yang justru membuat kaki sakit ini!

“Aegy….” Rinrin langsung terbelalak.

“Kau selamat Ri-ah?”

“Tentu saja, bagaimana denganmu?”

“Aku juga…” Aegy kemudian meneliti yeoja di sebelahnya.

“Ya!! Apa yang kau lihat!” Rinrin segera menutupi tubuhnya dengan kipas yang ia pegang. Ia risih dilihat seperti itu. Pakaian Rinrin memang lebih tertutup dibanding Aegy (bayangkan saja gaun China merah yang dipakai Heechul oppa di Miss Intimate Note, saat ia jadi Heesica~ kekeke), tapi ia tetap tidak nyaman memakainya, apalagi ia harus memakai rok. Astaga, sudah dua tahun ia tidak memakai benda (?) itu. Terakhir ia memakai saat upacara masuk perguruan tinggi. Dan sekarang semua pakaiannya tak ada yang berjenis rok.

“Aniyo.. Hanya saja kau cantik Ri-ah…” ungkap Aegy jujur.

“Tapi aku tidak suka…” Ia cemberut.

“Aigoo… Apa yang akan dikatakan Kris ya kalau dia melihatmu seperti ini? Aku yakin imannya akan langsung runtuh~”

PLETAK

Jitakan keras Rinrin mendarat telak di kepala Aegy. “Kris tak akan melihatku seperti ini, ini sangat memalukan…” desisnya.

Aegy hanya menggerutu di tempat. Sekarang giliran Rinrin yang melihat Aegy. Aegy juga sangat cantik dengan gaun China biru itu (anggap saja seperti kostum yang digunakan Eunhyuk di Miss Intimate Note sebagai Eunjae, kekeke~~ tapi roknya lebih mini lagi~)

“Oke.. Sekarang kau punya rencana?” tanya Aegy sambil berbisik.  Rinrin baru ingat misinya.

“Nah, itu yang sedang kupikirkan sejak tadi…”

“Lalu? Kau sudah menemukan cara untuk kabur dari sini?” tanya Aegy.

Rinrin menggeleng. Aegy lemas. “Tapi aku sudah menyelidikinya…”

“Maksudmu?”

“Semua pintu utama dijaga, bahkan setiap sudut bar ini pun dijaga..”

Rinrin menunjuk dengan cepat dan akurat ke titik yang ia maksud. Aegy mengikutinya. Benar sekali yang dikatakan yeoja ini.

“Lalu… jika kita kabur di saat seperti ini percuma saja… Di luar kurasa pengamanan semakin ketat, kau lihat kan mafia-mafia kemarin??”

Aegy mengangguk. “Jadi, intinya kita tak bisa kabur?”

“Tidak…” Rinrin sengaja memotong ucapannya. Aegy mengernyit. “Kita hanya punya satu kesempatan untuk kabur…” lanjut yeoja berpakaian serba merah itu.

“Kapan itu?”

“Di ranjang..”

“Mwoya!?” Rinrin membekap mulut Aegy.

“Stt… Bisa tenang tidak! Maksudku saat kita di bawa ke kamar saat itulah kita bisa lari..”

“Lalu bagaimana caranya? Bukankah itu sangat beresiko Ri-ah.. Aku tak mau bermain dengan pria-pria itu.. Aku mau main sama Myeonnie oppa saja…” :(

Rinrin mendecak.

“Ambil ini…” Rinrin menyodorkan beberapa buah tablet.

“Apa ini?”

“Obat tidur….”

“Untuk apa?”

“Membuat pria-pria itu tertidur tentunya, aku juga tak mau main dengan ahjussi-ahjussi tak jelas itu… Minumkan pada mereka, biasanya selalu disediakan air putih kalau di tempat-tempat seperti ini…” Rinrin mulai sewot. =.=

“Heh… Bagus juga idemu.. Jadi nanti kita kabur saat paman-paman itu tertidur?” Aegy tersenyum cerah.

“Iya… Kita nanti lewat pintu belakang, tempat itu kulihat tidak terkunci dan aman dari penjagaan. Itulah sistem lemah dari tempat ini..” jelas Rinrin sambil tersenyum.

“Kau jenius Ri-ah… Tak salah kau itu terpilih jadi yeojachingunya Kris yang jutek itu…”

“Kau memuji atau menghina?” =.=

Aegy terkekeh. Namun ia mengernyit lagi. “Tapi, darimana kau dapat obat tidur ini?”

“Aku memang selalu membawanya, sejak aku mengidap insomnia..”

~XXX~

 

“Sudah siap?” Baekhyun bicara memakai walkie talkie.

“Pos 1 beres!” terdengar suara Sehun di seberang.

“Bagaimana dengan pos 2?”

“Trapped telah siap~” terdengar suara tenor Chen di ujung sambungan.

“Baiklah.. Berarti sekarang saatnya!” Baekhyun memberi isyarat pada Lay yang sedang berdiri di sampingnya. Kemudian mereka masuk ke tempat itu dengan memakai penyamaran yang sempurna. Mereka harus benar-benar memastikan keadaan benar-benar aman saat rencana di jalankan.

Lay segera mengajak Baekhyun mendekat ke meja bartender sahabatnya.

Rei…”

Bartender itu mencari sumber suara. “Hey.. Kaukah itu Yi Xing?” sapa namja itu senang.

Stt…” Lay langsung menekapkan jarinya pada mulut, meminta temannya yang bernama Rei untuk diam.

Oops, benar juga, kau sudah menjadi bintang ternama.. Aku harus menjaga mulutku…” ujar pria itu terkekeh. Lay tersenyum.

Pesan apa?

Dua jus jeruk…

Satu untuk temanmu kah?

Lay mengangguk. Rei tersenyum.

Ngomong-omong, dimana kedua gadis Korea itu?

Kau penasaran sekali?” tanya Rei perlahan. Lay hanya mengangkat bahunya. Sedangkan Baekhyun sedang menaburkan pandangan ke sekeliling. Benar-benar klub malam mewah kelas tinggi.

Pada akhirnya, matanya terpaku pada dua sosok yang sepertinya ia kenal. Benarkah itu Rinrin dan Aegy? Atau matanya salah lihat? “Mereka yang memakai gaun biru dan merah di ruang khusus itu… dan proses lelang akan dimulai sebentar lagi..” jelas Rei.

Baekhyun kini yakin matanya tak salah melihat, dengan cepat ia menuliskan pesan singkat. Sekarang waktunya beraksi.

~XXX~

 

Baiklah.. Kalian sudah tau kan kalau kami mempunyai barang bagus hari ini…” teriak sang wanita angkuh tadi.

Aegy sebenarnya geram. Kini mereka berdua di pertontonkan. Sedangkan Rinrin lagi-lagi dia memasang wajah super juteknya, dia belajar dari siapa lagi kalau bukan Kris?

Kami mempunyai dua putri dari Korea… Mereka masih polos lho…

Orang-orang itu saling berbisik dan tersenyum genit. Kebanyakan dari mereka memang memakai jas. Sepertinya mereka ahjussi-ahjussi ber-uang atau lebih tepatnya beruang yang suka berfoya-foya. Aegy mendecih. Dia benar-benar jijik melihat orang-orang itu, terlebih melihat wanita jalang itu.

Karena itulah, kami akan segera membuka sesi pelelangan untuk menghabiskan semalam bersama salah satu dari kedua gadis ini..” Wanita itu tersenyum ke arah Aegy yang langsung melemparkan death glare padanya, sedangkan Rinrin masih dengan ekspresi dinginnya.

Oke.. Sesi pertama dibuka untuk yeoja bergaun biru!!

“MWO?!” Aegy berdiri. Roknya sedikit tersingkap. Orang-orang itu langsung berlomba menawar. Astaga, Aegy jadi makin geram. “Ri-ah, tolong aku,” bisiknya.

“Tenanglah Aegy, kau cukup jalankan instruksiku…” Yeoja itu terlihat yakin dan masih memasang ekspresi jutek, walau dalam hati sebenarnya ia bahkan lebih takut dari Aegy.

5000…

10.000…

25.000…

Setelah penawaran sengit akhirnya suara terakhir. “75.000..” (Ini dalam mata uang China~)

75.000?” Wanita itu bertanya.

75.000 aku akan membayarnya…” ujar seorang pria tua sambil tersenyum mesum. Aegy menepuk jidatnya. Kenapa ia mendapat seorang pria tua?

‘Myeonnie oppa… Help me~’ jeritan hati yeojachingu Leader EXO K.

Baiklah… Adakah yang mau menawar lebih tinggi lagi? Jika tidak maka akan kusahkan?

Hening sejenak. Sudah tak ada yang bersuara. Wanita itu kemudian hendak memukul palunya tapi ada yang menghentikan. “100.000..” Seseorang mengangkat tangannya.

100.000? Tuan yang disana kau yakin?” Pria itu mengangguk. Pria berjas dengan topi menutupi hampir sebagian wajahnya. Aegy mendesah. Setidaknya bukan kakek-kakek yang memilihnya. Nah lho?

Baiklah… 100.000!” Wanita itu memukul palunya.

Pria itu tersenyum di balik topinya. Ia kemudian menyelesaikan administrasi (?) lalu menjemput Aegy. Aegy sebenarnya enggan. Ia menatap ke arah Rinrin, namun yeoja itu mengangguk dan memberikan semangatnya! ‘Sialan…’ batin Aegy.

Aegy berjalan bersisian dengan pria itu. Tak ada suara sama sekali yang mereka ciptakan. Keheningan seperti ini lebih baik. Hufh… Aegy menghela nafas. Ia benar-benar sangat rindu pada Suho oppanya di daratan Korea sana, tanpa sadar Aegy telah menangis.

~XXX~

Sekarang giliran gadis berbaju merah!” Rinrin memejamkan matanya. Dalam hati ia berdoa. Semoga ia mendapatkan pria yang baik hati dan dengan senang hati akan melepaskannya. Ah, tapi mustahil ada pria baik hati di tempat seperti ini? Rinrin mendesah. Rencananya harus berhasil, jika tidak, mungkin jalan satu-satunya hanya itu.

Mati. Ya, dia lebih baik mati daripada harus bercumbu dengan pria lain. Ish… Rinrin bergidik sendiri membayangkannya. Ia masih kuliah semester 4 tetapi harus menghadapi hal seperti ini?

Angka-angka penawaran terus berlomba-lomba diserukan. Hingga tiba pada peminat terakhir yang tentu saja menawar dengan harga lebih tinggi dari yang lain.

Rinrin benar-benar merasa hina saat itu. Ia telah dibeli?

Pria itu kemudian menjemputnya seperti yang telah dilakukan pada Aegy tadi. Pria itu mengulurkan tangannya pada Rinrin tapi ia menolak. Karena mengerti dengan keinginan yeoja itu maka mereka sama-sama berjalan di sisi terpisah. Rinrin sudah berniat mengeluarkan pisau kecil yang memang sudah ia siapkan sejak tadi. Ia tak memberitahu Aegy, ia tak ingin membuat sahabatnya itu ikut jalan sesatnya.

Pria berjubah dan bertopi itu mengijinkan Rinrin masuk terlebih dahulu ke dalam kamar itu. Kamar khusus yang terlihat sangat mewah. Rinrin menghentikan langkahnya. Ia menatap punggung pria tinggi kurus itu. Kris.. hanya satu nama yang ia ingat, tapi tidak mungkin.

Setelah memastikan pintu benar-benar terkunci. Pria itu kemudian berjalan mendekati Rinrin. Pada awalnya yeoja itu diam, tapi saat pria itu makin mendekat, Rinrin mulai mundur teratur menghindari kontak fisik dengan pria itu.  Semua rencananya benar-benar buyar. Ia takut, sangat takut. Pria asing ini benar-benar seperti monster di hadapannya.

“Maafkan aku tuan…” desis yeoja itu mundur ke dinding. Tapi pria itu mengikutinya. “Aku tak bisa melakukannya…” ujarnya semakin mundur ke tembok.

Tapi pria itu masih berusaha mendekati.

“Jangan mendekat!!” teriaknya. Kini Rinrin mengulurkan belati itu. Pria itu terdiam di tempat. Pada saat itu punggung Rinrin langsung membentur tembok. Tubuhnya benar-benar lemas dan yeoja itu jatuh terduduk. Saat itu ia masih menggenggam pisau.

“Maafkan aku Kris…” ujar yeoja itu kalap.

Hampir pisau itu menggores nadinya kalau pria itu tak menepisnya. Rinrin menangis keras dan ia menyembunyikan wajahnya diantara kedua kakinya. Ia benar-benar putus asa, sekarang ia pasrah.

Tiba-tiba sebuah tepukan halus ia rasakan. Tepukan yang sangat ia kenal.

Rinrin menegakkan kepalanya. Sebuah senyuman menyambutnya. Senyuman dari namja yang sangat ia rindukan.

“Kris?” Rinrin mencoba meyakinkan penglihatannya. Ia kemudian menatap namja yang sedang jongkok di depannya itu. “Kaukah itu?”

Namja itu hanya mengangguk. Rinrin memegang wajah namja itu. Merasakan setiap sentuhan pada lekuk wajah tampan namja kekasih hatinya. Semua itu memang benar-benar milik Kris. Pandangan mata teduh, wajah yang tampan, dan senyuman khas milik Kris.

“Aku datang untuk membawamu pulang, Putri Tidur…” desis namja dengan suara bass yang benar-benar meyakinkan Rinrin bahwa dia memang adalah Kris.

“KRIS!!” Rinrin langsung melompat dan memeluknya. Mereka berdua jatuh di lantai. Rinrin menangis tersedu di dada Kris yang hanya bisa pasrah.

“Hiksss… Aku tak percaya.. Benarkah ini kau?”

“Kau pikir siapa lagi hem?”

“Hueee… Kris bodoh, kenapa kau baru datang!!”

“Maafkan aku Putri Tidur…” desisnya sambil mengelus pelan rambut Rinrin. Akhirnya Rinrin menghabiskan sejenak waktunya di dada bidang namja itu.

Setelah Rinrin puas, yeoja itu bangkit. Ia memang masih menangis, tapi ia mencoba menghapus air matanya. Ia senang luar biasa, dan ia tak membayangkan bahwa Kris yang datang. Sungguh sangat beruntung dirinya.

“Sudah jangan menangis lagi..” Kris menepuk-nepuk kepala Rinrin.

“Habisnya aku takut…”

Kris segera melepas mantelnya dan menyelimuti tubuh Rinrin dengan benda itu.

Rinrin merapatkan mantel itu. Aroma peppermint khas milik Kris, membuatnya lebih nyaman.

Kris kemudian menoyor kepala Rinrin. “Ya! Gadis bodoh!”

Rinrin hanya cemberut. “Aku tidak bodoh =.=”

“Siapa yang ijinkan kau datang kemari.”

“Mian.. ” Rinrin hanya pasrah, ia tahu. Kris pasti akan marah juga. Rinrin bahkan takut menatapnya. “Mianhae.. Setelah ini aku akan pulang..” Rinrin benar-benar takut, ia gemetar.

Fiuh. Kris menghela nafas dan mengacak rambutnya frustasi.

“Putri tidur… Seharusnya kau bilang padaku. Aku benar-benar khawatir..” ungkapnya. Ia kemudian merengkuh bahu Rinrin dan menatap wajah yeoja itu.

“Aku takut sesuatu terjadi padamu, aku hampir gila karena mencarimu bodoh..”

Rinrin terdiam. “Tak akan ku biarkan kau pergi sendiri lagi…” Kris kemudian merengkuhnya dalam pelukan. Hangat. Itu yang Rinrin rasakan saat ia masuk dalam pelukan Pangeran Es-nya.

Rinrin tahu Kris mengucapkannya dengan tulus. Tapi ia tak yakin. Jarak yang memisahkan mereka adalah penghalang besar. Ya, setidaknya sekarang mereka telah bersama. Rinrin harus memanfaatkan waktu seperti ini dengan sebaik-baiknya.

“Aku rindu padamu pangeran es…” ungkapnya jujur. Kris hanya tersenyum dan semakin mempererat pelukannya.

Lama dalam posisi itu tiba-tiba Rinrin ingat sesuatu.

Aegy… Aegy.. Bagaimana dengan sahabatnya itu?!

Yeoja itu menatap Kris. “Aegy?! Kita harus menyelamatkan Aegy!?” Rinrin panik.

~XXX~

 

Aegy terduduk di ujung bed kamar itu. Tangisnya telah berhenti. Namun ia tak berniat melihat wajah pasangannya. Mana air putih? Kenapa Cuma ada gelasnya? Astaga, jangan-jangan pelayan klub ini lupa mengisi tekonya. Kalau ia menjadi bos dari tempat ini, sudah ia pecat pegawai yang lalai itu. Ah tidak, ia lebih memilih akan menggusur tempat ini dan mendirikan panti asuhan saja. Itu lebih bermanfaat bukan, daripada sebuah tempat maksiat seperti ini?

Apa yang harus ia lakukan? Bagaimana caranya memberikan obat tidur pada pria yang sudah bersiap-siap melepas jasnya itu, bahkan mungkin sekarang pakaiannya? Aegy bahkan tak berani mengintipnya. Ia sangat takut.

Sebuah sentuhan mendarat di pundaknya. Oh tidak, jangan sekarang. Aegy menepis tangan pria itu. “Maaf…” desisnya dalam bahasa Mandarin.

Tapi lagi-lagi tangan itu memegang pundaknya. Ia menepisnya lagi.

Tangan itu naik lagi ke pundaknya, bahkan sekarang merangkulnya!

Sudah kubilang maaf ya maaf!!” teriak Aegy dalam bahasa China dengan mantap. Ia kesal dan menepis kasar tangan pria itu. Tapi namja yang di depannya itu tampak shock dan hanya bisa mematung di tempat.

“Eh.. Myeonnie oppa?” Aegy tercekat.

Ya, pria itu yang ternyata Suho terlihat shock mendadak. Untung saja ia tak punya penyakit jantung. Jika iya dia pasti sudah mati sejak tadi.

“Oppa… Kaukah itu?”  Aegy melirihkan volume suaranya. “Atau kau hanya orang yang mirip dengan Suho oppa?” tanya Aegy ragu. Mana mungkin Suho menyusulnya ke China hanya gara-gara ia hilang dan sekarang dijadikan wanita penghibur di sebuah klub malam? Malang sekali nasib yeoja ini. Aegy tertunduk.

Namja itu tersadar lalu menyentil dahi Aegy. “Oppa disini, Aegy-ah… Kau tidak percaya kalau aku ini Myeonnie oppamu hem?”

“Tapi oppa…”

Suho mengangkat dagu Aegy. “Masih tidak percaya?” tanya Suho. Mereka kini bersitatap. Mata bening Suho dan senyum manis itu menyambut Aegy. Hati yeoja itu tiba-tiba langsung terasa sejuk. Senyuman yang membuatnya terbuai, senyuman termanis yang pernah ada, dan  tatapan mata bening itu menyihirnya. Dia benar-benar Kim Joon Myeon, kekasih yang sangat yeoja itu rindukan. Ya, dia adalah Suho oppa.

“Huwaaa oppa, ini tidak mungkin…. Bagaimana bisa kau ada disini?!” Aegy menangis dan menepuk-nepuk dada Suho.

“Tak ada yang tak mungkin untukmu…” Suho membelai lembut rambut Aegy.

“Huwaa.. Myunnie Oppa….” Aegy memeluk Suho lebih erat sehingga membuat keduanya jatuh ke ranjang.

Suho hanya tersenyum.  Namja itu tak peduli apa yang terjadi, yang jelas ia sangat bahagia kekasihnya selamat dan aman dalam pelukannya. Tak ada yang membuat Suho lebih tenang selain keselamatan yeoja itu. Apapun yang terjadi, Kim Jun Myeon akan selalu mencintai Shin Aegy. “Shin Aegy… Jeongmal saranghae..” bisiknya perlahan dan namja itu mengeratkan pelukannya tak ingin membiarkan yeojanya pergi lagi.

~XXX~

Kris tersenyum menatap Rinrin yang panik dan mulai menggigiti kuku jarinya. Seperti itulah kalau dia panik. Namja itu menjawab dengan tenang sambil meraih tangannya. Tangan Rinrin dingin sekali, tanda ia benar-benar panik. Kris menggenggamnya erat. “Tenanglah.. Aegy pasti sedang menikmati kebersamaannya dengan kekasih tercinta~”

Rinrin terdiam. Ia tak lagi menggigiti kuku jarinya, tangannya mulai menghangat. “Eh?? Jangan-jangan…”

Kris mengangguk.

“Suho oppa?” “Ne.. Dia sedang bersamanya,,,”

Rinrin tidak percaya. Mana mungkin Suho ke China? Tapi Kris mengatakan bahwa itu benar? Jadi leader EXO K ada di China?

“Ne… Mereka sedang bersama sekarang..”

“Eh? Bagaimana bisa?!” Rinrin terlihat heran.

“Tak ada yang tak bisa kami lakukan putri tidur… “ Kris bersedekap. ‘Apalagi demi untukmu,’ tambahnya dalam hati.

Rinrin hampir tertawa. Ekspresi namja itu lucu sekali.

“Lalu apa yang mereka lakukan?”

Kris menggeleng.

“Jangan-jangan mereka…” Pikiran yang tidak-tidak mulai melintas di kepala Rinrin, apalagi mengingat HoAe couple itu suka sekali skinship dan mengumbar kemesraan di hadapan publik.

“Mereka apa?”

“Itu…”

“Itu apa?”

“Kris babo! Kau lebih tua dariku masa tak tahu..” =.=

“Oh itu…” Kris kemudian bersmirk ria. “Kau juga, tidakkah ingin seperti yang dilakukan mereka, menghabiskan malammu bersamaku Putri Tidur?”

Hening.

Rinrin menatap namja di hadapannya itu dengan pandangan tak percaya.

“Baekki oppa, Lulu oppa! Tolong aku!!” teriaknya tiba-tiba.

“Ya! Shin Rin Rin!!”

~XXX~

Jebal saranghae, saranghae saranghae…

Ponsel Suho berbunyi menganggu keasyikannya saat akan menikmati hidup (?). Keduanya kemudian langsung menjauhkan diri. Suho segera mengangkat panggilannya.

“HYUNG buruan!! Kami diluar sudah dimakan nyamuk nih!!” terdengar teriakan Chan Yeol.

“Iya HYUNG! Jangan enak-enakan di dalam sana!” itu suara Dio.

“Kalau kau tidak segera keluar, kami bom tempat itu!” ancam Kai.

“Ne ne.. kami akan segera ke sana… Ya! Kai, jangan bom tempat ini!” Suho segera mematikan sambungan dan mendesah. ‘Gagal deh’

“Oppa.. Ada apa?”

“Kita harus kabur secepatnya dari sini…” lanjut Suho sambil memakai rompinya kembali. Namun ia memakaikan jasnya pada Aegy. “Ayo kita keluar…” ajaknya sambil tersenyum manis.

“Ne oppa…” Aegy balas tersenyum. Ah, senyum malaikat itu. Ia sangat menyukainya. Tapi hey, bagaimana dengan Rinrin?!

Saat itu Suho memegang ponselnya. “Kris, kau dan Rinrin sudah siap??”

“Ne..” jawab panggilan di seberang.

Aegy tertegun. “Rinrin sudah bersama Kris?”

Suho mengangguk dan tersenyum.

“Aigo… ini keren sekali~ Pasti sangat romantis!”

“Apa maksudmu?” =.=

“Akhirnya K-Rin bertemu, oppa! Kau juga harusnya senang!”

Suho menepuk jidatnya. Benar sekali yang dikatakan Aegy, K-Rin bertemu kan jarang sekali. Ah, Suho menyesal tadi tidak meminta Kris membawa kameranya, dokumentasi itu penting! *plak*

Akhirnya mereka kemudian membuka pintu kamar itu. Kebetulan mereka berada di kamar dekat dengan pintu belakang. Ini kesempatan emas. Suho mengintip ke kanan kiri, tak ada siapa-siapa. Ia segera keluar. Namun sebelum itu ia mengulurkan tangan pada Aegy yang langsung disambut dengan senang hati.

Mereka berjalan mengendap-endap. Kamar kanan kiri mereka memang terlihat sepi. Tapi Aegy sadar, disana ada banyak orang sedang menikmati hidup. Aegy hanya bisa mengelus dada.

Di ujung lorong keduanya bertemu dengan pasangan Kris dan Rinrin yang ternyata telah mendahului.

Kris mencoba membuka pintu belakang itu tapi, terkunci! SIAL!

“Pasti bibi itu yang menguncinya!” geram Aegy.

“Aegy tenanglah.. Kita pasti bisa keluar dari tempat ini…” Suho membelai lembut pundak yeoja itu. Joonmyeon memang tau bagaimana memenangkan Aegy. Mereka semakin mengeratkan genganggamannya. Sedangkan Kris dan Rinrin hanya  menghela nafas menatap kemesraan pasangan itu. Kris mencoba membuka pintu itu lagi. Tapi pintu itu benar-benar terkunci. Rinrin juga ikut mencoba, tapi nihil. Kris menatap Rinrin. Kemudian matanya terpaku pada benda yang menghias kepala yeoja itu.

“Jepit rambut?”

“Eh??”

“Bisa berikan padaku?”

Rinrin masih belum sadar ketika tangan Kris terayun mengambil jepit itu lembut dari rambutnya. “Pinjam sebentar ya…” Rinrin mengangguk.

“Ehem ehem…” Aegy sengaja berdeham. Tapi pasangan K-Rin tak  mempedulikannya.

Kris mencoba membuka pintu yang terkunci itu dengan jepit rambut milik Rinrin. Saat mereka sudah hampir berhasil tiba-tiba terdengar langkah menuju tempat mereka berada.

“Aigoo… Ada orang!”

“Kita harus bersembunyi..” Suho segera menarik Aegy ke balik tiang. Maklum, mereka bertubuh kecil. Sedangkan Rinrin dan Kris terlihat masih di tempat.

“Kris bagaimana?” Rinrin panik. Kris bingung. Tubuh tingginya tak mungkin sembunyi di balik tiang itu. Tentu saja mereka akan segera ketauan dan mereka bisa dalam keadaan bahaya. Langkah itu semakin mendekat. Tiba-tiba Kris mendorong pelan Rinrin ke pintu itu. Ia menghimpit yeoja itu tiba-tiba.

“Kris?!”

“Sttt…” Namja itu memberi isyarat agar Rinrin diam dan menurutinya. Wajah namja itu mendekat dengan tangan masih memegang erat tangan yeoja itu. Astaga, apa yang akan Kris lakukan? Sementara langkah kaki itu terus mendekat.

_TO BE CONTINUED_

 

Waaa Kris mau apa tuh? *dijitak kyu

K-Rin ketemu~ kakaka Kris benar-benar abstrak di FF ini =__= *plak*

HoAe malah menegangkan (?) 

Ikuti terus ya Diamond House, kemungkinan part besok adalah part akhir :)  

Berikan kritik dan saran yang membangun untuk author😄

Dimohon RCLnya ya~ Kami butuh RCL dari kalian… Jeongmal gamshamnida bagi yang udah RCL ^^

Semoga kalian bisa segera ketemu bias masing2… AMIN!!!

Untuk chapter 5 harap ditunggu ya :) *bow with Kris & Suho 

14 responses »

  1. sesak sesak sesak demi apa tapi lega(?), jd ikut byangin kejadiannya, chiyeee…

    Itu Kris mau ngapain, mau itu ya…
    Ya ya ya kayaknya udah ada sdikit gambaran apa yg akan dilakukan Kris…

    Ditunggu part 5 nya… Ririn chingu hwaithing.

  2. Ping-balik: >>[FF EXO] Diamond House Part 5 : “Forever Love” – ENDING<< « ★EXOplanet★

  3. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Break Part 1 << « ★Rin-Kyu★

  4. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Break Part 1 << « ★EXOplanet★

  5. hayo.. Kris mau pura2 cium rinrin ya? Biar yg jln itu liat, trus salah paham. Dan akhirnya mereka lolos? Heh~ penasaran. Lanjut part slnjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s