>>[FF EXO] Let’s Break Part 1 <<

Standar

Sekuel Diamond House (Adventure in China)

Title : Let’s Break

Main Cast :  You Can Find in The Story

Warning : OOC, Typos anywhere~

Author : Ririn Cross

Disclaimer : EXO’s belong to themselves, but this story original by me! Don’t copas anywhere~

Post on ririncrosslovesuju.wordpress.com

 Link FF Sebelumnya : 

Rated :  T+ 

FF Terkait :

>>My Beloved Brother, Luhan Hyung<<

>>Confession<<

 >>Happy Black Day<<

Link FF Part Sebelumnya :

Part 1 

>>Diamond House Part 1<<

Part 2

>>Diamond House Part 2<<

Part 3 

>>Diamond House Part 3<<

Part 4

>>Diamond House Part 4<<

Part 5

>>Diamond House Part 5<<

~Let’s Break~
Senyummu bahkan lebih cantik dan bersinar daripada musim semi. Kesedihanmu akan merenggut kebahagiaanku. Kau harus selalu tersenyum walau tanpa diriku, wahai tuan putri. – All Boys

Memang benar, tidak akan ada yang berubah tanpamu, tapi akan ada yang berbeda. Dan perlu kau tahu, aku benci perbedaan itu. – All Girls

Kepercayaan itu yang kubutuhkan. Kita akan bertahan karena kita saling percaya. – Luhan

Sulit mengatakan bahwa aku percaya padamu di saat kau bahkan tak bisa membuatku percaya dengan kata-katamu. – Hyeon Hyo

 

~XXX~

“Hoahmm…” Aegy terlihat menguap. Namun sebuah tangan tiba-tiba menutupi mulut mungilnya. “Aegy sayang… Jangan menguap lebar-lebar…” Suho berbisik halus dengan tangan masih menekap mulut gadis itu. Yeoja itu mengedip-ngedipkan matanya beberapa saat. Terlihat manis dan imut, ia kemudian mengangguk, tanda mengerti.

Van kemudian berguncang sejenak. Sepertinya mereka telah sampai di tempat tujuan. Aegy segera menatap pemandangan di luar. Ini seperti sebuah kompleks apartemen, tidak bisa dibilang biasa, ini tergolong luar biasa. Apakah itu berarti mereka sudah sampai di asrama EXO-M?

“Baiklah.. Anak manis.. Kita sudah sampai.. Ayo turun…” Suho segera memberi kode pada Aegy untuk mengikutinya. Pertanyaan gadis itu terjawab sudah. Entahlah, Suho kadang seperti tahu apa yang ia pikirkan.

“Myunnie oppa…” bisiknya perlahan. Suho menatap gadis itu dengan alis bertaut, lalu tersenyum.

“Wae?”

“Ulurkan lenganmu…” Pinta yeoja itu manja.

Sedikit tak mengerti, Suho lalu mengangsurkan lengannya. Dengan sigap Aegy menyambut lengan itu dan bergelayut manja. “Kajja…”

Suho tersenyum dan mengacak pelan rambut kekasihnya itu. Aegy masih sama seperti Aegy yang biasanya. Suho bisa sedikit lebih lega. Syukurlah kekasihnya itu dalam keadaan baik-baik saja mengingat insiden besar yang terjadi beberapa saat lalu.

Mereka berjalan masih saling bergandengan. Namun sebelum turun mereka melihat sebagian besar member EXO telah habis, yang tersisa hanya HunHwa yang masih tidur dengan kepala saling beradu (?) dan Luhan di sisi belakang van yang telah bersiap turun.

“Ya!! Je eon dan HunHun masih saja tidur…” gerutu Aegy. =.=

“Bagaimana kalau kita bangunkan mereka?” Suho menjentikkan jarinya~

“Ide bagus!” Aegy langsung berlari menghampiri Lee Je Hwa dan Sehun yang masih tetap tidur dengan pulasnya.

“Bumma… Kita sudah sampai.” Aegy menggoyang-goyangkan tubuh Lee Je Hwa. Namun, tak ada hasil. “Eonnie..bangunlah…” Gadis itu mencoba lagi.

“Sehunnie??” Suho mencoba membangunkan Sehun juga. Namun, mereka sama sekali tak ada reaksi. Sebenarnya mereka tidur atau hibernasi? =.=

Sudah lima menit Aegy dan Suho melakukan itu namun tiada hasil, karena kesal akhirnya Aegy berteriak. “Bumma… Bangunlah!!”

Otomatis Je Hwa terkejut mendengar suara keras itu, Sehun juga sama halnya. Lee Je Hwa refleks mengangkat kepalanya membuatnya bukan hanya beradu, tapi membentur kepala Sehun dengan keras.

“Appo!!” teriak Sehun dan Je Hwa bersamaan. Sedangkan Aegy dan Suho hanya saling berpandangan dan pura-pura tidak tahu.

~XXX~

Sehun dan Je Hwa masih saling mengelus kepala mereka yang nyut-nyutan. Sedangkan Suho dan Aegy hanya bisa tersenyum di belakang mengikuti pasangan itu. Je Hwa masih belum banyak bicara.. Tapi ia memang harus berterima kasih pada HoAe, kalau ia dan Sehun tak dibangunkan, kemungkinan mereka takkan pindah tempat dari van itu, dan akan menghabiskan malam berdua saja disana mengingat betapa lelahnya hari ini.

Je Hwa masih tak kuasa untuk mengomel, ia benar-benar kelelahan hari ini. Entah kenapa ia merasa kondisinya sedikit down.

“Noona, gwaenchana?” tanya Sehun.

Je Hwa hanya tersenyum lemah. Ia memang masih sedikit pucat. “Setelah ini kau harus banyak istirahat ne? Jangan membantah.”

“Arraseo Sehun-ah…” Je Hwa mengangguk. Sehun mulai melingkarkan tangannya di pundak Je Hwa, berniat mendekatkan diri dengan kekasihnya itu. Lee Je Hwa melihat ke arah magnae itu sejenak, namun kemudian ia tersenyum.

“EHEM…” Aegy berdeham membuat Sehun langsung melotot padanya. Kenapa yeoja itu selalu mengganggu kemesraannya? Ini tidak menyenangkan.

Kedua pasangan itu  kemudian melihat ke depan. Mereka segera berjalan ke pintu masuk asrama EXO-M. Saat itulah mereka berempat melihat Rinrin dan Kris masih berdiri di depan pintu asrama. Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu. Waktunya mendengarkan~ HoAe dan HunHwa mempertajam telinga.

~XXX~

Member EXO M yang lain sudah bergegas ke kamar masing-masing. Sementara itu, Rinrin yang pertama menjejakkan kaki ke tempat itu masih  terdiam memandang gedung asrama ini. Ia meneliti tiap sudutnya. Yeoja itu terpaku pada tulisan Xing Street No. 17 di papan penunjuk dekat pagar. Ia segera menarik-narik ujung kemeja Kris yang tadi hendak berjalan masuk ke dalam.

“Ada apa?” tanya Kris bingung.

Rinrin menunjuk papan itu, bermaksud memastikan. Kris menajamkan penglihatannya, melihat fokus pada apa yang ditunjuk kekasihnya. Papan penunjuk itu.

“Ini daerah Xing Street?” tanya Rinrin.

“Xing Street. Districk Haidian…” Pemuda China-Kanada itu membenarkan sekaligus melengkapi.

Rinrin langsung menepuk dahinya. “Jadi bukan Wu Fan Street??”

“Wu Fan? Seperti namaku saja…” Kris mengernyit.

GLEK

Rinrin terdiam, tak berani menatap Kris yang kini melemparkan pandangan penuh pertanyaan padanya.

“Aniyaa…” Wajah Rinrin langsung memerah. Ia mengelak.

“Kau sakit? Mengapa wajahmu merah?” tanya Kris khawatir. Namja itu hendak menyentuh pipi yeoja itu namun ditepis perlahan.

“I’m okay..” balas gadis itu. Kris semakin curiga, namun pria itu sudah tak terlalu memperhatikan lagi. Rinrin pun tak berharap namjanya itu terlalu mempermasalahkan pertanyaan konyolnya tadi. Ini bisa jadi hal yang memalukan.

Kris berusaha mengajak Rinrin untuk memasuki asrama EXO M tersebut. Namun saat yeoja itu hendak mengikuti kekasihnya tiba-tiba terdengar tawa cekikikan mengejek dari arah belakang. Gadis itu mencium aura tidak beres. Pasti ada penganggu.

Rinrin langsung membalikkan tubuhnya ke belakang. Disana ada HoAe dan HunHwa.  Aegy dan Je Hwa juga terlihat sedang menahan tawa. Sepertinya mereka memang menguping?

“Kau duluan saja.. Tao sepertinya membutuhkan bantuanmu!” Rinrin mendorong namjanya masuk ke dorm terlebih dahulu. Kris tersentak.

“Lalu bagaimana denganmu?”

“Aku akan menyusul…” balas yeoja itu sambil tersenyum manis. Kemudian ia meninggalkan Kris masih dengan tanda tanya hampir jatuh di kepalanya. Yeojanya benar-benar aneh.

 

~XXX~

“Aegy ada apa denganmu?” Suho terlihat bingung.

“Iyaa… Je Hwa noona.. Kenapa kau juga ikut-ikut tertawa tak jelas seperti Aegy? Kau pasti sakit…” Sehun lalu memeriksa dahi yeojachingunya itu. “Aigoo.. Kau benar-benar sakit…” Sehun tampak panik.

“Aniya hunnie.. Noona tidak sakit kok.. tapi..hem..hem…” Belum sempat Je Hwa melanjutkan tiba-tiba Rinrin sudah berjalan ke arahnya.

“Eonnie… Aegy.. Berhentilah tertawa! Tidak ada yang lucu!!” Rinrin terlihat mengerucutkan bibirnya tanda kesal.

“Habisnya kau lucu.. hahaha…” Aegy bahkan tidak bisa menahan tawanya lagi. Ia sampai harus berpegangan pada Suho agar tidak jatuh karena over laugh, sedangkan Suho masih tak mengerti.

“Kami sekarang tahu mengapa kita bisa tersesat sampai tempat itu,” lanjut Lee Je Hwa.

“Ah ne eonni.. Kau benar sekali~ Ternyata memang karena Shin Rinrin yang ceroboh itu makanya kita bisa tersesat..hahaha~”

“Berhenti tertawa!” Rinrin terlihat kesal. Mengapa mereka tidak bisa sedikit diam saja, setidaknya jangan sampai kebodohannya terbongkar. Rinrin takkan punya muka untuk menghadapi Kris nantinya.

“Memangnya ada apa dengan Rinrin?”

Rinrin langsung terdiam. Aigoo, suara itu.. Rinrin segera membalikkan badannya. Kris terlihat berdiri disana dengan alis bertaut. Ternyata Kris bukannya masuk ke dalam malah menyusulnya. Padahal sebelum menyusul ke tempat HoAe dan HunHwa, Rinrin sempat memaksa Kris untuk mengejar Tao di dalam. Siapa tau maknae kesayangan itu butuh bantuan? Sebenarnya sih untuk modus, ia tak mau kebodohannya terbongkar. Itu memalukan.

“Oh.. Tiang Listrik (?) oppa?! Kebetulan sekali…” Aegy terlihat senang. Rinrin menepuk dahinya.

“Memangnya ada apa Aegy-ah?” Kris justru semakin penasaran.

“Ehm… Pangeran es.. Ayo ke dalam…” Rinrin tiba-tiba menggandeng tangan Kris. Kris langsung terdiam menatap Rinrin yang tiba-tiba manja, dengan modus untuk mengalihkan perhatian Kris dari masalah ini. “Tapi…”

“Aku haus…” Rinrin tiba-tiba mulai merajuk.

Kris mengernyit.

“Pangeran es…”

“Sebentar…” Kris menatap yeojanya dengan sedikit tidak biasa. Rinrin benar-benar aneh.

“Sekarang jelek!” HoAe dan HunHwa hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan pasangan K-Rin yang tidak seperti biasanya itu.

“Baiklah..” Kris akhirnya menyerah. ‘Yes’ sorak Rinrin dalam hati. Ia segera memutar tubuhnya dan membawa Kris bersamanya sebelum kemudian seseorang berseru.

“District Haidian. Wu Fan Street no 17. Beijing!!”

‘Sialan…,’ batin Rinrin. Sontak Kris langsung memalingkan wajahnya pada Aegy yang kini sedang tersenyum misterius, apalagi Je Hwa yang sudah tak bisa menahan tawanya. Sehun mengernyit sedangkan Suho terkejut.

“Wu Fan Street?” Kris meyakinkan lagi. Aegy dan Je Hwa mengangguk mantap. “Sejak kapan namaku jadi nama jalan??” Terlihat alisnya saling bertautan tanda ia tak mengerti.

“Sejak kekasihmu yang ditanya tentang dimana alamat asrama EXO M.”

JDEEEERRR

Semua kecuali Kris langsung menatap Rinrin yang mematung di tempat, gadis itu meremas ujung baju Kris yang kini lecek (?).

“Bukankah.. Oppa sudah mengatakan Xing Street, Rin-ah?” Suho terkejut dengan apa yang dikatakan Aegy tadi. Seingat dia waktu memberi tahu Rinrin, dia memberikan alamatnya dengan benar dan jelas. Rinrin semakin meremas ujung baju Kris.

“Mungkin Rin Rin salah tulis?” Balas Sehun setelah ia tahu duduk pembicaraan masalah. “Karena terlalu rindu dengan kekasih tercintanya, jadi ia malah salah tulis alamat dengan nama Kris hyung…” tambah devil magnae itu. Aegy dan Je Hwa saling berhighfive. Sedangkan Suho mengangguk-angguk, ia memaklumi itu.

Wajah Rinrin kini sudah semerah tomat. Ia malu sekali. Sedangkan Kris sendiri masih belum memberikan reaksi nyata.

~XXX~

“Osh, kau sudah siap?!”

“Sudaaah… Apalagi yang perlu kubawa??”

“Hm… Apa yang sudah kausiapkan?”

“Bekal makanan untuk makan besar kita, dompet, peta, dan cintaku untuk Dio oppa..”

GUBRAK

“Hae-ah, bisa tidak kau lebih serius!” =.=

“Hehehe… Iya Hyeon-ah, aku serius kok untuk Dio oppa…”

“Lupakan!” Gadis yang ternyata Hyeon Hyo itu sedikit memijat pelipisnya. Kadang kelakuan partnernya itu sedikit berlebihan. Walaupun sebenarnya Hyeon Hyo juga kurang lebih sama dengannya kalau sudah berkaitan dengan Luhan. Luhan, ah, mengapa yeoja itu jadi benar-benar merindukan kekasihnya itu.

“Kotak obat Hae-ah! Mereka sepertinya sedang dalam bahaya. Tadi Luxian gege bilang akan menggrebek Diamond House~ Itu kan berbahaya sekali…” Hyeon Hyo berpikir.

“Ah iya! Aku lupa! Ya ampun, kuharap Dio oppa semoga tidak terluka!”

“Hey Park Hae Yeon, Zhang Hyeon Hyo! Kalian berisik sekali!!” Terlihat dua orang yeoja yang datang. Satunya berkacak pinggang menatap Haeyeon dan Hyeon Hyo yang malah saling adu argumen itu, satunya sibuk dengan ponselnya.

“Eonnie….” Haeyeon dan Hyeon Hyo yang tadi sibuk mempersiapkan –lebih tepatnya mengacak acak benda-benda yang seharusnya mereka bawa– kini harus menghadapi kemarahan Park Hye Min.

“Haeyeon, jauh-jauh kita ke China bukan untuk berkelahi,” Hye Min menuding-nuding Haeyeon, sesaat kemudian ia melanjutkan menatap Hyeon Hyo. “Dan Hyeon Hyo, butuh waktu untuk ke asrama oppadeul EXO-M, tapi kalian masih saja ribut berdebat tentang barang bawaan?!”

“Ah mianhae eon…” Haeyeon dan Hyeon Hyo tertunduk, merasa bersalah. Hye Min benar, waktu sudah malam dan duo magnae itu masih berdebat tentang barang bawaan. Mereka seharusnya bergegas ke asrama EXO M.

“Sudah sudah. Berhenti membuat keributan, ayo kita berangkat. Tao bilang mereka sudah di asrama.” Yeoja satunya yang tadi menelepon kini terlihat menutup flip ponselnya. Ia mungkin sedikit jengah mendengar pertengkaran yang terjadi di saat yang tidak tepat ini.

“Baik Min Rin eonni…” Kedua magnae itu mengangguk patuh tapi tetap saja saling berbisik menyalahkan dan tak mau mengalah.  Sedangkan Park Hye Min malah terlihat mengubah ekspresinya.

“Hyemin, waeyo?” tanya Min Rin sedikit khawatir dengan perubahan mood Hye Min. Apakah yeoja itu tiba-tiba sakit? Atau karena saking marahnya hingga ia hanya diam dan memasang ekspresi yang sulit ditebak seperti itu.

“Eon, tidak kau tanyakan apakah Yeolku lecet atau tidak? Senyumnya masih menawan bukan?”

Min Rin dan duo magnae hanya bisa sweatdrop melihat keanehan Hye Min. YeolHye couple memang ajaib.

~XXX~

Mereka semua melepas lelah sejenak di sofa ruang santai. Sehun dan Je Hwa lagi-lagi saling bersandar. Mereka benar-benar merasa bahwa dunia adalah milik mereka. Sedangkan Suho sedang memijat pundak Aegy. Untuk menghilangkan stress dan tekanan, kata namja itu.

Saat itu Luhan yang juga duduk bersama mereka tiba-tiba mendapat sebuah panggilan. Sehun kemudian mengarahkan pandangan pada hyungnya itu. Ia melihat Luhan hyungnya menjauh, ia sedang bicara dengan siapa?

“Hannie oppa telepon siapa tuh?” tanya Aegy penasaran. Masih menikmati dipijat Suho. “Ke kanan oppa,” lanjut Aegy saat Suho mengarahkan pijatannya pada titik yang tepat.

“Entahlah…” Suho mengangkat bahu, melanjutkan acara memijatnya. “Bagian sini??” Suho mencoba mencari kepastian.

“Iya situ-situ.. pegal sekali…“

“Banyak uratmu yang kaku, kau sepertinya butuh refreshing Aegy sayang.. ckck”

Lee Je Hwa melirik iri pada HoAe yang masih saling memijat. Namun, ia menyandarkan kepalanya pada bahu Sehun lagi. “Hyeon Hyo mungkin?” Je Hwa memprediksi. Ia menikmati bersandar pada bahu Sehun. Ini tempat paling nyaman untuknya.

“Bagaimana kalau bukan?” Aegy menyahut. Mereka semua berpandangan satu sama lain, saling mengangkat bahu.

“Ayo pasang telinga…” Sehun tiba-tiba memberikan isyarat. Mereka bertatapan lagi, namun sejurus kemudian mereka serempak mengikuti langkah magnae itu. Ternyata rasa penasaran bisa mengalahkan rasa lelah.

~XXX~

“Halo..”

“Bagaimana keadaan disana?”

“Sehat…” ujar Luhan. Ia terlihat berbicara dengan seseorang agak menjauh.

“Syukurlah… Jangan terlalu memaksakan diri…” desis suara yeoja di seberang.

“Iya.. pasti…”

“Apa aku perlu datang kesana?”

“Kalau kau tidak sibuk..”

“Baiklah, tunggu saja..”

“Oke…”
“Sudah dulu ya… Bye..”

“Bye.. Nancy..” Luhan tersenyum sangat cerah. Ia terlihat bahagia?

*Di tempat persembunyian*
“Nancy?!” HoAe dan HunHwa saling berpandangan. Nancy? Siapa itu?!

“Panggilan baru untuk Hyeon Hyo kah?” tanya Je Hwa. “Kenapa mereka sepertinya mesra sekali? Hunnie, kau tau sesuatu?”

“Aku bahkan tidak tahu noona…” Sehun menggeleng.

Aegy cepat-cepat mengambil ponselnya, menghubungi nomor seseorang. Ia ingin memastikan sesuatu.

 

~XXX~

“Hyo-ah, kau kenal dengan Nancy?” Yeoja itu terpaku sejenak saat Aegy bicara tentang itu di telepon. Nancy…

_FLASHBACK_

“Nancy.. aku baik-baik saja, kau jangan terlalu khawatir begitu. Sudah ya, aku tutup…” Luhan tersenyum lalu menutup flip ponselnya.

“Luxian ge?” Hyeon Hyo tiba-tiba datang dan bertanya.

“Er… kau sudah datang…” Luhan terlihat mengantongi ponselnya. “Hem, apa yang kau bawa Hyo-ah? Sepertinya enak sekali?” Luhan sepertinya mengalihkan pembicaraan, namun, Hyeon Hyo segera melupakan keraguannya.

“Dubboki.. Kau mau? Aku membuatnya sendiri lho…”

“Benarkah? Boleh kucoba?”

Hyeon Hyo mengangsurkan sumpit. “Makanlah, ini memang kubuat khusus untukmu…”

Luhan tersenyum. Ia mencicip sebentar, merasakannya.

“Bagaimana?” Hyeon Hyo penasaran.

“Tidak buruk…” balas namja itu. Hyeon Hyo cemberut. Ia ingin jawaban pasti.  Luhan segera  membaca situasi.

“Enak sekali. Mashita!” puji namja itu. Ia kemudian melahapnya dengan nikmat. Sedangkan Hyeon Hyo hanya tersenyum menatap namja imutnya yang manis itu dengan bahagia. Luhan terlihat lucu dan manis saat makan. Ia seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Begitulah, itu yang ia suka dari sosok Xi Lu Han.

Tidak berapa lama kemudian.

“Aku selesai… Terima kasih untuk makanannya. Nikmat sekai Hyo Xin…” Luhan tersenyum dan menaruh sumpitnya.

“Lain kali aku akan membuatkannya lagi untukmu..” Hyeon Hyo terlihat puas. Ia kemudian membereskan kotak makanan itu. Ia terlihat rajin menatanya, dan Luhan memperhatikan kekasihnya itu. “Kau terlihat seperti Nancy..” Luhan lagi-lagi tersenyum.

Hyeon Hyo tertegun. Ia lalu menatap Luhan. “Nancy siapa?”

“Er… Someone special..” Namja itu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sedangkan Hyeon Hyo semakin menautkan alisnya curiga.

_FLASHBACK END_

Tidak hanya sekali dua kali Luhan mengatakan tentang orang bernama Nancy itu, berkali-kali mungkin. Tapi Luhan bahkan tak menjelaskan padanya siapa orang itu. Hyeon Hyo hanya bisa diam, dan ia tak terlalu mempedulikannya. Toh, Zhang Hyeon Hyo adalah kekasih sah (?) Xi Lu Han. Tak ada yang bisa menyangkal hal tersebut.

Namun, Hyeon Hyo terlihat semakin gelisah. Ia merasa memang Luhan dan Nancy itu punya hubungan khusus. Entah apa dia tidak tahu, tapi sepertinya Hyeon Hyo benar-benar tidak suka jika Luhan mengatakan tentang Nancy itu lagi? Hem..

“Hyohyo.. kau masih disana??” Telepon itu masih terhubung. Hyeon Hyo tersadar dari lamunannya. Tiba-tiba mood gadis itu untuk bertemu dengan Luhan menghilang, ia menjadi lesu.

“Someone special Xiao Lu baby…” jawabnya sambil menutup panggilan. Hyeon Hyo menghela nafas berat. Ia merasakan nyeri di dadanya.

_TO BE CONTINUED_

 

Bersambungg~~~

Nancy siapa?? *lirik Lulu oppa *dijitak Hyo-ah

Itu bagian Aegy sama Suho pijit-pijitan ga sengaja kebaca adikku dia ngakak guling-guling  ._____.

Apanya yang aneh coba?? *jitak Lia

 Okee~~ sebelum lumutan ini FF aku rilis segera~ kebetulan ini juga kan ultahnya Hyeon Hyo *colek2 Lulu oppa*

klo ga dirilis kemungkinan ga lanjut.. akan aku pikirkan dulu gimana ngatasin ini WB yang mulai menggerogoti gairah menulis saya sampai habis u.u *banting PSP Kyu

gaya menulisku pun kelihatannya mulai berubah dan sedikit berantakan.. tolong di maklumi ya T.T

BTW anyway busway~ RCLnya jangan lupa yaaaaa…. Mungkin part 3 ending😀

Doakan semoga ada ilham :3

Itu poster FF lama setelah aku ngeluncurin teaser.. jangan pada demo karena ulzzangnya belum ganti.. saya nggak sempet bikin poster yang baru.. mianhae T.T kalau ada yang dengan senang hati mau buatin boleh boleh ajaaaa😄 *bow bareng kris jelek

 Lagi-lagi.. Jangan lupa coment yah… coment kalian adalah nutrisi bagi saya .. jeongmal gomawo *deep bow

7 responses »

  1. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Break Part 2<< « ★EXOplanet★

  2. Ping-balik: >>[FF EXO] LET’S BREAK PART 3 – ENDING<< « ★EXOplanet★

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s