>>[FF EXO] Let’s Break Part 2<<

Standar

Sekuel Diamond House (Adventure in China)

Title : Let’s Break

Main Cast : 

>> Xi Lu Han – Zhang Hyeon Hyo

>> Kim Jun Myun – Shin Aegy

>> Oh Se Hoon – Lee Je Hwa

>> Wu Yi Fan – Shin Rin Rin

>> Do Kyungsoo – Park Hae Yeon

>> Huang Zi Tao – Han Min Rin 

Warning : OOC, Typos anywhere~

Author : Ririn Cross

Disclaimer : EXO’s belong to themselves, but this story original by me! Don’t copas anywhere~

Link FF Part Sebelumnya 

Part 1

Let’s Break Part 1

 

~XXX~

Seluruh member EXO dan ketiga gadis itu telah berkumpul di ruang tengah setelah mereka berbenah diri.

“Gwaenchana Aegy?” tanya Junmyun masih khawatir. Ia duduk bersebelahan dengan kekasihnya itu. Aegy tersenyum tipis dan mengangguk. Suho menarik nafas lega.

Sedangkan, Je Hwa dan Sehun di sisi lain malah saling bersandar. Sepertinya Je Hwa masih lemah. Kondisinya masih belum benar-benar pulih setelah keluar dari Rumah Sakit kemarin, terlebih lagi dia ikut beraksi untuk menolong dua dongsaeng kesayangannya itu, membuat kondisi tubuhnya agak drop.

Rinrin, ia memilih duduk di dekat Baekhyun oppanya. Jauh dari Kris yang sekarang duduk diapit Tao dan Lay. Ia masih malu mengingat apa yang ia lakukan sebelumnya. Benar-benar sesuatu yang tidak SMART –ia berpikir sudah seperti Kotaro di tokoh anime Eyeshield21.

“Baiklah… Tidak membuang banyak waktu lagi, aku, ingin membicarakan tentang kasus ini…” Luhan mengawali pembicaraan. Semua mata kini menatap pemuda bersuara lembut itu dengan seksama, sebagian terlihat lelah dan hampir menutup matanya. Mungkin karena kecapekan setelah adegan heroik yang mereka lakukan dalam kasus “Diamond House” sebelumnya. Itu benar-benar menguras tenaga dan perasaan bagi sebagian dari mereka.

“Ayahku bilang komplotan mafia itu memang telah buron. Beliau sangat berterima kasih, khususnya pada kalian semua terutama Rinrin, Aegy, dan Je Hwa karena membuat kasus ini terbongkar. Jika tidak karena kalian, mungkin kejahatan di balik dinding dunia kegelapan itu takkan bisa ditembus oleh polisi…” Luhan bicara panjang lebar, seluruh member EXO terlihat menganggukkan kepala.

“Tapi kami hampir dijual…” desis Aegy sarkastis. Ia sedikit ngeri mengingat kejadian di cafe itu. Suho langsung menatap kekasihnya dan memeluk pundak Aegy. Keadaan tiba-tiba hening. Mereka semua terlarut dalam pikiran masing-masing.

“Mianhae Aegy, ini karena salah oppa. Kudengar karena ingin bertemu oppa kalian jadi seperti ini…” Luhan tertunduk merasa bersalah. Rinrin tertegun, Je Hwa juga, Aegy pun sadar.

“Bukan salahmu oppa, ini karena aku yang salah mencatat alamat…” desis Rinrin. Ia merasa menyesal, dan malu. Gadis itu masih tak berani menatap kekasihnya. Kris di sudut lain hanya tersenyum miris. Ia pun sepertinya ikut bersalah, namanya menjadi faktor lain dari penyebab kasus ini. Lucu sekali, tapi ini masalah yang serius.

“Aku tak bisa melindungi dongsaeng-dongsaengku…” tambah Lee Je Hwa. Suaranya terdengar lirih.  Atau karena dia tidak sehat?

“Sejujurnya aku juga salah menunjukkan arah bis..” tambah Aegy. Ini semua terjadi juga karenanya. Gadis itu menggigit bibirnya. Ternyata kejadian Diamond House itu masih belum dapat ia lupakan. Pundaknya sedikit gemetar.

“Aku bahkan menyembunyikan semua ini dari kalian…” Suho memberikan pengakuan. Ia menatap miris ke arah Aegy, lalu melemparkan tatapan sendu pada member yang lain. Mereka semua tertunduk.

Entah kenapa ajang ini dijadikan evaluasi bagi kasus sebelumnya. Yah, setidaknya mereka kini tau bahwa tidak ada yang bisa disalahkan. Semuanya, kecelakaan.

Hening lagi. Mereka mencoba mencerna apa yang telah diungkapkan. Insiden sebelumnya memang tidak begitu mudah dilupakan.

“Cukup. Lebih baik jangan saling menyalahkan. Ini semua menjadi pelajaran bagi kita untuk ke depannya.” Lay mencoba mencairkan ketegangan yang sempat menyelimuti mereka.

Dimulai dari saat mereka berangkat secara diam-diam, salah mencatat alamat, nyasar ke tempat tak dikenal, bertarung melawan mafia hingga hampir dilelang itu mungkin sudah takdir mereka. Mereka hanya perlu mengambil hikmah dari semua itu, tidak patut jika menyesali hal yang telah terjadi, sebaiknya kasus yang telah lalu dijadikan sebagai pembelajaran tentang kehidupan.

Mereka akhirnya terdiam untuk beberapa saat. Luhan mencoba memilih kata-kata untuk melanjutkan pertemuan ini.

“Baiklah.. Yang penting sekarang semua telah berkumpul dan kembali. Kuharap tidak akan ada kejadian seperti ini lagi.” Luhan mencoba bijak dalam membawa keadaan.

“Interupsi hyung…” teriak Sehun tiba-tiba. Memangnya ini sidang? Abaikan.

Semua mata menatap magnae itu. Ia terlihat cemas dan khawatir. Ada apa dengan Sehun?

“Ya, silahkan Sehun-ah…” balas Luhan.

“Je Hwa noona sakit…” Sehun langsung menunjuk pada Je Hwa yang sudah terlihat mulai tidak sadar. “Badannya panas hyung…”

“Ani Sehun-ah.. Aku baik-baik saja!” elak Je Hwa.

“Tapi noona. Badanmu panas!”

Semua member EXO yang ada disana terlihat khawatir.  “Bawa ke kamar. Biar kubantu…” Rinrin kemudian bangkit. Je Hwa perlu perawatan. Eonninya itu memang sudah terlihat pucat.

Saat gadis itu ingin menghampiri Je Hwa, tiba-tiba ia memegang dadanya. Nyeri. Benturan saat ia berkelahi masih membuatnya sakit. Apalagi kakinya masih belum sembuh.  Tubuh gadis itu sedikit limbung akibat tak bisa menahan beban tubuhnya.

“Putri tidur.. Kau baik-baik saja?” Kris tiba-tiba sudah berdiri menyangga gadis itu. Rinrin terdiam. Ia menatap Kris yang terlihat khawatir. Mata beningnya memancarkan sorot kecemasan. Ekspresi yang sangat jarang ia temukan dari sang pangeran es. ‘Ternyata kau peduli padaku…’ batin Rirnin. Yeoja itu tersenyum lemas. Ia cukup senang.

“Putri Tidur?”

Rinrin tersadar. Ia menggeleng cepat, tidak ingin membuat Kris lebih khawatir. Ia senang, tapi rasa sakitnya memang tidak bisa berbohong. Benar-benar sakit. Dadanya sesak.

“Sehun-ah, bawalah Je Hwa ke kamar. Dia harus minum obat dari dokter kemarin. Kris juga, bawa Rinrin istirahat. Sepertinya mereka dalam keadaan tidak sehat. Suho, juga sebaiknya bawa Aegy. Mereka butuh perawatan…” titah Xiumin mengambil alih komando. Sedangkan Luhan mengangguk-angguk, ide tetua memang sangat bijaksana.

Ketiga namja itu dengan sigap membawa yeoja mereka masing-masing ke kamar yang ada di asrama itu. Sepertinya malam ini EXO oppadeul akan begadang jaga malam, atau akan tidur bersama di ruang tengah. Manajer hyung EXO-M pun sudah mengijinkan, apalagi jadwal mereka untuk besok kebetulan kosong. EXO member punya waktu luang, untuk istirahat dan bernostalgia lebih lama.

~XXX~

TING TONG TING TONG TING TONG

Tak lama setelah HoAe, K-Rin, HunHwa menghilang dari ruang santai, EXO member dikejutkan oleh suara bel. Siapa hampir tengah malam begini masih bertamu?

Luhan memberikan isyarat pada Tao untuk membuka pintu. Sebagai magnae yang patuh dan berbakti pada hyungnya, ia melaksanakan perintah dengan lapang dada.

~XXX~

Magnae Tao melangkah agak berat, pinggangnya sedikit sakit akibat beraksi tadi. Cederanya masih belum sembuh benar. Tidak masalah, Huang Zhi Tao bisa mengatasi ini. Cedera pinggang tidak mungkin bisa membuatnya terhenti.

Tao sebenarnya ingin istirahat, walau sejenak. Ia merasakan penat. Mungkin kopi setidaknya bisa sedikit menenangkannya dan membuat ia rileks, starbuck coffe favoritnya. Namja itu mulai memutar kenop pintu asrama secara perlahan.

Kembali pada Starbuck Coffe, sejujurnya bukan itu yang Tao inginkan, seseorang yang bisa membuatkannya kopi yang sangat nikmat menyerupai yang ada di Starbuck coffe itu sendiri yang ia inginkan…. Ia ingin bertemu dengan orang itu. Ia sangat ingin bertemu dengan…

“Min Rin… Noona…” desis Tao tak percaya saat melihat seseorang yang kini ada dihadapannya. Hening sejenak diantara mereka. Hanya ada Tao yang terlihat tidak percaya memperhatikan sesosok gadis yang kini hadir di hadapannya. Gadis itu tersenyum lembut pada Tao. Sudah berapa lama mereka tidak bertemu? Hal ini membuat Tao sedikit bergetar. Noona Min Rin hadir di hadapannya dengan senyum malaikat yang menyejukkan hatinya. Membuat rasa nyeri di pinggangnya menghilang.

“Tao….” Min Rin tersenyum dan menatap namja itu. Tao sudah besar tentu saja. *plak*

“Bagaimana kau bisa kesini noona!?” Namja itu kini mengubah ekspresinya. Alisnya sedikit berkerut. Ia senang, tapi sekaligus khawatir, agak marah juga. Mengapa semua datang dengan begitu mendadak? Mengapa Min Rin datang di saat seperti ini?

Saat di telepon tadi Tao hanya memberi kabar tentang keadaannya dan yang lain pada Min Rin, ia tak mempunyai maksud untuk membuat kekasihnya mengkhawatirkan dirinya. Apalagi sampai menyusul ke dorm EXO-M. Ini sungguh di luar dugaan.

“Noona rindu padamu…” desis Min Rin jujur. Mata gadis itu penuh dengan sorot kerinduan.

Tao masih mencerna kata-kata kekasihnya itu. “Noona.. tapi ini sudah hampir tengah malam..”

Min Rin menggeleng. “Kau tidak senang aku datang?”

DEG. Tao sedikit bergetar mendengar suara sendu kekasihnya. Mata Min Rin berkaca-kaca. Bukan begitu maksudnya. Tao tidak bermaksud membuat Min Rin sedih, apalagi menangis. Astaga.

Tao langsung memeluk kekasihnya itu. Membenamkan tubuh kecil Min Rin ke dalam dadanya yang bidang. “Tidak. Bukan begitu. Aku merindukanmu noona chagi, Huang Zhi Tao sangat merindukan kekasihnya, Han Min Rin…” bisik Tao. Min Rin tak bisa membendung air matanya. Ia menangis dalam pelukan pangeran Pandanya. Tao pun ikut menangis.

Ternyata, Pangeran Pandanya tidak berubah. Huang Zhi Tao kekasih Han Min Rin, tetap saja magnae yang cengeng. Pada akhirnya, sepasang kekasih itu menghabiskan waktu mereka melepas rindu di depan pintu. Dengan suasana yang mengharu-biru.

“Sudah cukup nangis-nangisnya!”

PRANG

“Kami ingin masuk!” ucap Haeyeon. Ia memecahkan suasana romantis Tao dan Min Rin. Sontak Panda couple itu melepaskan pelukannya, dan salah tingkah. Sementara itu Hyeon Hyo terlihat menghela nafas, ia mencoba tersenyum.

“Kalian tidak seharusnya bermesraan di depan pintu,” sela Hyeon Hyo. Ia mulai menjahili Min Rin dan Tao, mengikuti jejak Haeyeon. Gadis itu mencoba menghapus pikiran buruknya tentang Luhan. Menjahili pasangan lain, adalah jalan baginya untuk tidak stress dan terlalu larut dalam keputus-asaan.

Sedangkan Hye Min sudah tak berada disana. Sepertinya ia menerobos diantara pasangan itu, tak peduli sudah diijinkan masuk atau belum, Hye Min tak ingin membuang waktu lebih lama. Ia sangat ingin bertemu Chan Yeol.

“Darling~ Yuhuuu….”

~XXX~

@Ruang Santai

Chan Yeol yang saat itu sibuk menghitung nyamuk-nyamuk yang beterbangan langsung menghentikan aksinya. Matanya dengan gerakan slow motion mencari sumber suara yang ia kenal. Tidak mungkin ia salah dengar, itu tadi suara Park Hye Min kekasihnya!

“Darling, kau kah itu?!” Chan Yeol membuat rapat dadakan semakin kacau. Dengan perginya Suho, Kris, dan Sehun, tidak kembalinya Tao dari membuka pintu, kini tindakan Chan Yeol yang membuat semua mata EXO member menatapnya aneh benar-benar bukan suatu pertanda yang baik bagi rapat dadakan yang dipimpin oleh Luhan itu.

“Ada apa Yeol hyung?” bisik Chen menyenggol Chan Yeol yang mulai bersikap abnormal.

“Hye Min!” teriak Chan Yeol mulai panik.

“Tidak mungkin…” desis Baekhyun.

“Tapi aku mendengarnya…” yakin pemuda itu. “Ah, pasti dia salah jalan!” Chan Yeol langsung berdiri.

“Mau kemana hyung?” tanya Kai yang sedari tadi diam.

“Menjemput darlingku~”

EXO Member jawdrop mendengar alasan tak logis Chan Yeol yang kini sudah menghilang menuju ruang depan.

~XXX~

“Lho, ini dimana? Kok lorongnya panjang sekali…” desis Hye Min tak mengerti. Ternyata asrama EXO-M itu seperti labirin. =.=

“Aish… Ini merepotkan.”

Tiba-tiba ada yang menggenggam pundak Hye Min. Gadis itu langsung waspada dan tanpa sengaja mendorong sikunya ke belakang. DUG.

“APPO!!” jerit suara bass itu. Hye Min terperanjat lalu segera berbalik. Di dapatnya si Happy Virus sedang kesakitan memegangi perutnya. Pasti namja itu sempat menjadi korban dari sodokan siku Hye Min. “Aigo oppa!!” Hye Min panik. “Mianhae aku tak sengaja. Sakit ya?”

“Sakit…” Chan Yeol mengangguk dengan muka melas.

“Aduh… Bagaimana ini!?” Hye Min semakin panik. “Aku tak sengaja darling, bukan maksudku!” Hye Min hampir menangis melihat Chan Yeol kesakitan. “Ayo kita ke dokter!”

Chan Yeol menggeleng. Ia masih meringis, menunjukkan kesakitan yang membuat Hye Min tak karuan. “Mendekatlah,” bisik pemuda itu. Suaranya hampir tak terdengar.

Hye Min segera menuruti kata-kata Chan Yeol, dengan cepat ia mendekatkan dirinya pada pemuda itu yang entah mengapa kini sudah melingkarkan tangan pada pinggangnya. Satu kecupan singkat mendarat di pipi Park Hye Min dengan tiba-tiba. “Begini, sudah tidak sakit…” Chan Yeol tersenyum.

“Heh!? Kau menipuku!” Hye Min hampir menjitak Chan Yeol tetapi pemuda itu mengelak.

“Aniya~ Kau adalah obat paling mujarab bagiku Park Hye Min darling…”

“BABO!!” jerit Hye Min.

“Babo? Tapi setidaknya aku bisa menemukanmu yang tersesat di dorm ini bukan?” Chan Yeol melakukan wink singkat membuat  Hye Min diam. Happy virusnya begitu pintar ternyata. “Kau menyebalkan Happy Virus-ku…” desis gadis itu sambil menjepit hidung Chan Yeol.

~XXX~

“Luxian gege…..!!!”

“Dio oppa…..!!!”

Otomatis kedua nama yang disebut tadi langsung menatap pada pintu ruang santai yang terbuka dan muncullah sosok dua gadis itu.

“Hyeon Hyo?”

“Hae Yeon?”

Luhan dan Dio mengatakannya secara bersamaan. Mereka tersenyum manis. Namun, entah mengapa ekspresi Hyeon Hyo tidak secerah biasanya. Luhan agak sedikit bertanya-tanya. Tentu saja, Hyeon Hyo meski bersikap seolah kuat ia masih tidak dapat menyembunyikan segalanya dari Luhan. Luhan seperti dapat membaca suasana hati gadis itu.

Tak lama kemudian, kedua gadis itu langsung menghambur pada kedua pemuda itu.

“Dio koko kangen~…”

“Luhan oppa bogoshipo~…”

Member EXO yang tersisa (Lay, Chen, Kai, Xiumin, Baekhyun) sweatdrop, suasana hening mendadak. Sepertinya ada yang tidak beres terjadi di ruang santai itu? Hingga kemudian datang Tao dan Min Rin yang memecahkan atmosfir kelengangan tersebut.

“Apa-apaan ini?!” Min Rin kaget.

“Mereka terlalu stress noona…” Tao mendecak saat melihat yang ada di hadapan mereka.

Dilihatnya justru Haeyeon mendekati Luhan, sedangkan Hyeon Hyo mendekati Dio. Mungkin karena lama di Korea Haeyeon jadi merindukan Luhan. Sedangkan, Hyeon Ho kan memilih ikut pergi dengan Luhan sehingga dia rindu pada Dio yang sudah ia anggap sebagai oppanya itu. Dio dan Luhan sendiri hanya geleng-geleng menyaksikan kedua magnae ini.

“Enough… Return Hae-ah!” Hyeon Ho menjentikkan jarinya. Kode pertukaran selesai.

“Ready Hyeon-ah!”

~DoYeon~

“Opppaaaaa!!” Haeyeon langsung berbalik memutar tubuhnya dan memeluk Dio. Pemuda itu terkejut sampai mereka berdua jatuh.

“Appo!” Ringis Dio. Tubuh Haeyeon menindihnya tetapi itu tak masalah. Kini saat membuka mata Dio dapat melihat mata bening kekasihnya itu. “Chagiya… Kau disini?” tanya Dio setengah terkejut, setengah kaget. Namun, sepenuhnya bahagia.

“Haeyeon yang sudah tersadar langsung mengangguk. “Aku datang demi untukmu oppa..”

“Aigo!! Jinjja…” Dio masih shock, dan ia menyibak poninya.

“Kau tidak senang oppa?” tanya Haeyeon kini ia memilih bangkit. Dio segera menahan kekasihnya itu hingga posisi mereka masih tetap sama. “Bukan tidak senang! Tapi ini mengejutkan!”

“Lalu??” Haeyeon masih menantikan.

“Kau benar-benar nakal Haeyeon! Kenapa tidak mengabari oppa?” tanya Dio sedikit kesal.

“Hehe.. Karena aku ingin memberi kejutan~” Dio menjitak pelan kepala Haeyeon.

“Appo! Mianhae oppa..” Haeyeon mengerucutkan bibirnya. Dio tersenyum.

“Baiklah, kumaafkan. Setidaknya kau sehat dan selamat sampai ke tempat ini!” Dio akhirnya memeluk erat tubuh Haeyeon. “Jangan nakal lagi…” bisik pemuda itu.

“Baik oppa..”

~XXX~

Sedangkan Hyeon Ho sendiri kini tersenyum pada Luhan. Waktunya kembali pada pangeran Chinanya yang manis itu. Xi Lu Han yang ia rindukan.

“Luxian Ge, Baby Xiao Lu…”

Luhan tersenyum manis padanya. Panggilan yang tidak biasa namun sangat ia rindukan dan mempunyai makna spesial.

“Hyo Xin, come here…” bisik Luhan, memberikan kode pada Hyeon Hyo untuk menerima uluran tangannya.

“I’ll go…” balas Hyeon Hyo dan ia menyambut uluran tangan Luhan.

“Miss you ge…”  desis Hyeon Hyo ketika kedua tangan mereka bertaut dan kedua manik mata mereka bertemu.

Keduanya larut dalam irama, mereka saling menyelami hati masing-masing tanpa mengucap kata. Entahlah, bahasa cinta memang tidak selalu dapat diungkapkan dengan deretan kalimat yang panjang. Kata yang tak terucap bisa dimaknai dengan sebuah pandangan dan sorot kerinduan. Itu terbaca dari sorot mata Luhan yang sendu namun bersinar penuh kerinduan saat bertemu dengan manik mata kekasihnya. Luhan benar-benar merindukan Hyeon Hyo.

“So do I, my princess.” Luhan kemudian segera memeluk kekasihnya  dengan lembut. Hyeon Hyo membalas pelukannya, ia menikmati pelukan dari orang yang sangat ia sayangi. Hyeon Hyo juga merindukan sentuhan halus Luhan saat membelai lembut rambut panjangnya.

Hm… wangi shampoo Hyeon Hyo, ini bisa menenangkan namja China itu setelah ketegangan tadi yang menyelimutinya. “I miss you baby..” ucap Luhan semakin mempererat pelukannya.

Luhan dan Hyeon Hyo, seperti halnya Tao dan Min Rin, mereka memang jarang bertemu semenjak debut dengan EXO. Jadwal promosi mereka begitu padat. Sehingga, mereka hanya bisa berkomunikasi paling banyak dengan saling menelpon. Kini mereka melepas rindu di ruang santai dengan disaksikan member EXO dan Min Rin.

“Aigo… Kenapa Hye Raa tidak ikut!! Aku merindukannya!” desis Kai lalu mengacak rambut frustasi. Sedangkan Baekhyun hanya dapat menerawang. ‘Cupid, kapan aku mendapatkan pasanganku?’ desisnya perlahan.

~XXX~

“Kau merindukanku?” tanya Hyeon Hyo.

“Tentu. Aku sangat merindukanmu… Bahkan lebih merindukanmu daripada Nancy..”

JDER

Sakit.  Itu yang dirasakan Hyeon Hyo. Nancy. Nancy terus! Siapa sih dia? Kenapa sepertinya orang itu bahkan lebih penting daripada Hyeon Hyo sendiri sebagai kekasih Luhan. Sudah cukup.

Hyeon Hyo mulai dapat mengatur nafasnya meskipun masih dalam pelukan kekasihnya itu. Tapi, ia sudah bertekad. Tiba-tiba Hyeon Hyo mendorong namja itu dengan kuat. Hampir Luhan terjatuh saat itu juga.

Dengan sedikit tatapan dingin yeoja itu menatap Luhan. Luhan mengibaskan tangannya, menangkap udara kosong. Sedetik yang lalu tangannya masih membelai lembut rambut Hyeon Hyo, sekarang kenapa tiba-tiba gadis itu menjadi seperti ini.

“What’s wrong?” tanya Luhan tak mengerti. “Kenapa Hyo-ah?”

Masih tatapan dingin dan datar dari gadis itu. Ia kemudian menatap lurus pada Luhan yang tak mengerti. Sementara itu EXO member yang ada disana beserta Min Rin, Haeyeon, serta Chanyeol dan Hye Min yang baru datang terdiam. Situasi menjadi genting, atmosfir berubah menegang. Ada apa dengan Hyeon Hyo?

“Let’s break…” desis yeoja itu.

_TO BE CONTINUED_

Akhirnya part 2 rilis.. kalau ga karena ada yang mendesakku, mungkin belum kuentuh T.T

 mianhae all lama~ karena kemarin sibuk ngurus proyek ultah Yesung oppa yang begitu mendadak, ckck

Gimana?? 

Apakah gaya menulisku sudah lebih baik?? Atau semakin buruk? T.T

Oh iya.. ini part udah panjang kan?

Jangan lupa RCL yah :)  

Coment kalian adalah semangat untukku ^^

kita jumpa di Let’s Break part 3 ya… Annyeong~ 

5 responses »

  1. lanjut thorr
    kerennn ^^b
    daebak..
    lanjutannya jangan lama2 ya thor kekekeke
    eh iya kenapa ga di pingsanin aja ya c rinrin nya biar agak di dramatisir aja gitu kekekek

    • iyaaa say.. ini jga baru mau post yg part 3 nya😀 hehe
      gomawo udah mampir.. sering2 mampir ya ^^
      eh??? klo rinrin pingsan nnti sesuatu >.< *plak
      wkwk~ trnyata chingu ska yg mendramatisir kyk gtu O.o

  2. Ping-balik: >>[FF EXO] LET’S BREAK PART 3 – ENDING<< « ★EXOplanet★

  3. What???baru kangenan peluk2an minta putus…
    Ya udah om luhan ama aq aja *tendang chanyeol #plaaak yeollie always love you….
    Lanjut thor…
    Nice epep…
    #promosi follow my twitter…@pandaryuna…
    Gomawo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s