>>[FF EXO] LET’S BREAK PART 3 – ENDING<<

Standar

Sekuel Diamond House (Adventure in China)

Title : Let’s Break

Main Cast : 

>> Xi Lu Han – Zhang Hyeon Hyo

>> Do Kyungsoo – Park Hae Yeon

>> Huang Zi Tao – Han Min Rin 

>> Park Chan Yeol – Park Hye Min

>> Kim Jun Myun – Shin Aegy

>> Oh Se Hoon – Lee Je Hwa

>> Wu Yi Fan – Shin Rin Rin

Author : Ririn Cross

Disclaimer : EXO’s belong to themselves, but this story original by me! Don’t copas anywhere~

WARNING : ADA ADEGAN KISSUE, YANG BELUM CUKUP UMUR HARAP JAUH-JAUH!! *plak

Typo bertebaran dimana2 T.T

Link FF Part Sebelumnya 

Part 1

Let’s Break Part 1

Part 2 

Let’s Break Part 2

 

 

-LET’S BREAK-
“Karena kau pergi begitu cepat sebelum kutangkap… Untunglah, aku berhasil menemukanmu dan membuatmu menjadi milikku…” – Luhan.

 

~XXX~

“Let’s break…” desis yeoja itu.

“MWO!?”

Seluruh mata yang ada disana menatap tak percaya pada Hyeon Hyo. Dari bibir tipis gadis itu terucap kata-kata yang tak bisa mereka bayangkan, terlebih ini pada Luhan? Masalah apa yang mendasari semua ini?

“Hyo-ah, jangan bercanda…” Luhan menyahut. Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang dikatakan yeojanya itu. “Ini—“

“Cukup…” Sahut Hyeon Hyo. Ia bahkan tak memberikan kesempatan Luhan bicara lebih banyak. Yeoja itu kemudian menunduk. Bahunya bergetar. Ia kelihatannya menangis? Atau marah?

“Hyeon-…” Haeyeon mencoba memanggilnya tetapi Dio langsung menahan kekasihnya.

“Berikan mereka waktu untuk bicara…” desis namja itu. Akhirnya Dio menarik Haeyeon keluar dari ruangan tersebut. Pemuda itu memberikan isyarat pada yang lain untuk mengikutinya. Satu persatu orang-orang itu keluar dari ruang santai meninggalkan pasangan itu bicara empat mata, menyelesaikan masalah mereka.

 

~XXX~

 

“Oppa.. kau yakin meninggalkan mereka dalam keadaan seperti itu?” Haeyeon terlihat cemas. Ia masih mencoba melihat ke arah ruang santai. Kini pintu ruangan tersebut telah tertutup setelah mereka meninggalkan Luhan dan Hyeon Hyo dalam konflik mereka.

“Biarkan mereka selesaikan masalah mereka. Kita tidak bisa ikut campur lebih jauh…” jelas Dio perlahan.

“Tapi oppa… Hyeon-ah?”  Haeyeon hampir menangis. Ia benar-benar cemas. Belum pernah ia melihat Hyeon Hyo semarah itu dengan Luhan. Terlebih Hyeon Hyo mengatakan bahwa ia ingin ‘putus’? Astaga. Cobaan apalagi ini?

“Jika mereka memang saling mencintai dan mereka berjodoh, mereka akan tetap bersama.” Dio melihat Haeyeon yang mulai gemetaran. “Percayalah padaku…” Dio mulai menggenggam jemari Haeyeon. Yeoja itu menatap Dio. Melihat kekasihnya seperti itu Haeyeon merasa sedikit lebih tenang. Meskipun Dio bertubuh kecil tapi ia begitu bijaksana.

Mereka berdua melihat sekeliling koridor asrama EXO M. Member EXO yang lain dan Min Rin sudah tak ada disana. Sepertinya mereka kembali ke kamar masing-masing. Atau mereka mungkin sedang di ruang tamu?

“Kajja…” Dio menggandeng Haeyeon untuk mengikutinya. Haeyeon mengangguk dan terus mengikut kemana Dio akan membawanya.

 

~XXX~

Sehun menatap sosok itu. Yeoja yang ia cintai sedang terbaring lemas di ranjang dengan dahi dikompres. Namja itu dengan sabar mengganti tiap kompresan itu. Ia harap Je Hwa segera membaik. Yeoja  itu demam. Sehun bahkan tidak tahu harus bagaimana. Ia hanya bisa terdiam sambil merawat Je Hwa. Terlalu banyak hal yang berkecamuk dalam pikirannya. Terlalu khawatir ia rasakan. Terlalu sedih ia melihat kekasihnya terbaring tak berdaya sekarang. Sehun benar-benar bodoh. Seharusnya ia melarang kekasihnya itu untuk ikut aksi heroik di Diamond House. Seharusnya ia bisa melarang Je Hwa untuk nekat. Tapi mengapa untuk tegas ia tak bisa?

Sehun memang tak pernah bisa menolak permintaan Je Hwa. Namun, jika akhirnya seperti ini bukankah Sehun sendiri yang merasa bersalah? Merasa tidak bisa menjaga kekasihnya sendiri? Ia merasa janjinya sewaktu di rumah sakit untuk selalu menjaga Lee Je Hwa tidak bisa ia tepati.

“Oh Sehoon… Jeongmal paboya..” Namja itu berbisik untuk dirinya sendiri. Lagi-lagi ia mengganti kain kompres untuk Je Hwa. Kali  ini ia melakukannya dengan sedikit gemetar. Karena apa? Tentu saja karena ia menangis dalam diam.

“Noona.. cepatlah sembuh..” bisiknya dalam kesedihan. Sehun benar-benar merasa menyesal.

 

~XXX~

“Oppa-ya…” Yeoja itu menatap kesal pada kekasihnya yang sama sekali tak memberikan respon.

“Ramyun pabo!! Bangunlah!!” Semakin kesal Aegy langsung menggoncangkan tubuh Suho yang saat itu terbaring di ranjang.

“Aegy, tidak bisakah kau sedikit lebih halus dengan namjachingumu?” gerutu Rinrin kesal.

“Habisnya dia malah tidur..” Aegy ngambek.

Saat itu datanglah Kris membawa empat cangkir cappuccino. Dua ditaruhnya di meja, satunya ia langsung berikan untuk Rinrin yang sedang duduk di ranjang lainnya dalam ruangan itu. sebenarnya itu ranjang tempat tidur Kris. Tentu saja karena ini adalah kamar Kris dan Chen.

Rinrin melihat Kris yang dengan gentle memberikan kopi itu padanya. “Gomawo..”

Kris kemudian ikut duduk di samping Rinrin. Ia menyesap pelan kopinya. Hangat. Namun, inilah kenikmatan minum kopi. Akan lebih terasa jika meminumnya dalam keadaan hangat. “Mereka sedang apa?” Kris mengerutkan alisnya setelah ia menyelesaikan acara minum dan tak sengaja melihat Aegy masih menggoncang-goncangkan tubuh Suho.

“Entahlah..” Rinrin menggeleng. Ia ikut-ikutan menyesap kopinya. Hm.. Nikmat sekali. Gadis ini memang pecinta kopi. Apalagi kopi yang dibuat Kris tidak begitu buruk. “Kau menambah krim vanilla di dalamnya?”

“Hn..” Kris mengangguk. Rinrin tersenyum. Kris ternyata tahu apa yang ia suka.

Kembali pada Suho dan Aegy yang sedang ribut.  Pada saat itu Suho mencoba membuka matanya perlahan. Namja itu bangun. Sesaat kemudian ia menatap Aegy. “Aegy sayang. Ada apa?”

“Kau susah dibangunkan…” Aegy mengerucutkan bibirnya. Ia masih kesal.

Suho mengacak rambutnya perlahan. “Mianhae.. aku ketiduran chagi..”

“Tidurnya nanti saja. Kita main lagi..”

UHUK

Rinrin tiba-tiba tersedak. Membuat Kris langsung terbelalak, dan HoAe menatapnya bersamaan.

“Ri-ah.. Ada apa?” Aegy bertanya dengan polosnya.

“Ani.. aku tidak apa-apa..” Rinrin mencoba menyingkirkan pikiran anehnya. Entahlah, kalau melihat HoAe kadang ia sering berpikir tidak-tidak. Mungkin karena mereka berdua itu adalah pasangan skinship yang romantis tapi aneh? Hm.

Aegy menggeleng sejenak menatap sepupunya yang aneh. Ia lalu melanjutkan kesibukannya pada Suho yang kini telah sepenuhnya sadar. Suho memang terlihat lelah, tapi entah kenapa Aegy tidak ingin Suho tidur begitu cepat. Dua hari tak bertemu Suho itu sungguh menyesakkan. Ia ingin seperti yang dia bilang tadi, ‘main’ dengan namjanya itu malam ini.

“Kau ingin main apa?” Suho mengerutkan alisnya.

Aegy berpikir sebentar. Ia menggigit bibirnya mencoba berpikir. Suho yang menatap gadis itu terpesona sejenak. Ternyata Aegy begitu imut dan seksi (?). Tiba-tiba sebuah ide jahil terlintas di benak namja itu.

“Ehem.. Bagaimana kalau kita main gaui baui bo?”

Aegy menautkan alisnya. Rock, paper, and scissors.  Suho menawarkan permainan itu. Tumben sekali. “Boleh deh..” Aegy mengangguk. Sedikit ragu tapi sepertinya bagus juga. Tanpa Aegy sadari Suho melakukan evil smirk. Entah apa yang akan dia rencanakan nantinya.

Kris yang menatap pasangan itu merasa sedikit iri. Suho memang punya rencana. Sudahlah, biarkan mereka menikmati dunia mereka. Kris langsung menatap pada Rinrin yang terlihat menepuk-nepuk dadanya karena tersedak tadi. Terlebih ia sakit bukan hanya karena tersedak, rasa nyeri mulai memenuhi rongga dadanya lagi. Ia mencoba tidak menunjukkan rasa sakitnya.

“Kau yakin tidak apa-apa?”

“He,em..” Rinrin mengangguk. Ia lalu meminum kopinya lagi.

DEG

Ya ampun. Kenapa rasa sakit itu datang lagi, sekarang bahkan lebih sakit. Pandangan Rinrin pun mulai berkunang-kunang. Tangannya yang bebas mulai meraih benda terdekatnya. Ia mencengkeram lengan Kris menahan sakit. Ya Tuhan. Jangan sekarang.

“Aku mau tidur..” bisik yeoja itu lirih. Bahkan cenderung tak terdengar.  Kris mengerutkan alisnya. Tak berapa lama kemudian gadis itu bersandar di bahu Kris, terlelap.

 

~XXX~

 

Sudah beberapa menit berlalu sejak EXO member yang lain beserta ketiga yeoja itu meninggalkan ruang santai. Kini tinggal Luhan yang masih tak mengerti. Sedangkan Hyeon Hyo masih tertunduk. Luhan menatap sendu pada kekasihnya. Ia meremas tangannya. Namja itu mencoba melangkah perlahan mendekati kekasihnya. Namun, Hyeon Hyo malah berjalan mundur seolah tak ingin disentuh.

“Hyo-ah…” panggil namja itu dengan penuh kegetiran.

“Jangan mendekat…” Hyeon Hyo menggerakkan tangannya menandakan ia tak ingin Luhan lebih mempersempit jarak diantara mereka lagi. Luhan menghela nafas berat. Ini pukulan yang sangat berat.

“Katakan padaku apa alasanmu…”  desis namja itu. Suara merdu halusnya terdengar lemah dan tanpa gairah.

Yeoja itu menggeleng. Ia menatap kekasihnya sejenak. Lalu kini melangkahkan kaki mendekati Hyeon Hyo lagi. Ia tak peduli sekalipun Hyeon Hyo tak menginginkannya. “Hyo-ah!” sentak pemuda itu. Suaranya lebih tegas, sedangkan tangannya mencoba meraih pundak Hyeon Hyo. “Sebenarnya apa yang terjadi denganmu! Aku tahu  kau tidak serius mengatakan ini. Ada apa?”

“Haruskah kau tau alasannya?” Hyeon Hyo berucap datar tanpa ekspresi. Luhan terlihat semakin frustasi.

“Tentu saja! Aku harus tahu karena kau kekasihku..” Pemuda itu meminta Hyeon Hyo bicara.

Yeoja itu melemparkan tatapan sinis pada Luhan.  Luhan berdiri mematung di tempatnya.  Ia ingin mendengarkan kejelasan dari kekasihnya sendiri. Pengakuan Hyeon Hyo dan kesalahannya yang tak disengaja mungkin menyakiti gadis itu.

“Karena kau!” Akhirnya. Memang benar, Luhan merasa dirinya yang menyebabkan semua ini. tapi dengan alasan apa?

“Me?”

“Iya! Kau selalu mengoceh! Tak henti-hentinya mengoceh.” Hyeon Hyo meluapkan amarahnya. Matanya menatap Luhan tajam. Tubuhnya menegang, tangannya terkepal. Luhan terdiam. Membiarkan Hyeon Hyo bicara. Membuat semuanya terungkap. Ada alasan apa dibalik ini semua? Hal apa yang membuat Hyeon Hyo marah sampai seperti ini? “Kau selalu membicarakannya. Bahkan saat bersamaku!” Gadis itu bergetar karena menahan amarah, sekarang saatnya ia luapkan semua. “Kau tahu.. Hatiku begitu sakit saat kau menyebut namanya. Kau tidak pernah bisa mengerti perasaanku. Bahkan tadi kaupun terus melakukannya…”

“Mwo!?” Luhan menautkan alisnya.

“Nancy terus yang selalu ada dalam pikiranmu! Bahkan sepertinya kau lebih banyak memikirkannya daripada memikirkanku!” Hyeon Hyo menangis dan ia menjatuhkan dirinya ke lantai. Tenaganya tiba-tiba menghilang. Ia telah luapkan semua. Ia memang kesal, sangat kesal. Mungkin Nancy memang yang terbaik untuk Luhan. Karena itulah, meski bagaimanapun dia cemburu, itu tak ada hasil, Luhan pasti akan tetap membela orang itu.

Ia berharap akan percaya pada Luhan sampai akhir, tapi bahkan pemuda itu tak membuatnya teguh akan kepercayaannya. Ini sulit sekali. Setiap saat Luhan menyebut tentang Nancy, Hyeon Hyo hanya bisa diam. Untuk sekarang, Hyeon Hyo tak bisa diam. Kalau memang Luhan lebih memilih Nancy, dia akan pergi, dan kalau Luhan memutuskan memilihnya, Luhan harus bisa meninggalkan Nancy.

Luhan speechless untuk beberapa saat mendengar pengakuan Hyeon Hyo. Namun, sejurus kemudian ia tersenyum tipis. “Hyo Xin, kau bicara apa?” Luhan bersuara lembut, alisnya bertaut membuat wajahnya yang imut terlihat berkerut. Ekspresinya yang tadi tegas kini melunak. Ia kini tahu apa yang menjadi penyebab gadis itu uring-uringan belakangan ini. “All of this because of Nancy?”

Hyeon Hyo tak menjawab. Ia sudah lelah. Menangis dan marah itu melelahkan. Gadis itu hanya bisa mengusap air matanya dengan lengan blazer yang ia kenakan. Ia tak peduli sekarang bagaimana keadaannya. Hingga sebuah tarikan membuatnya tersadar. Itu genggaman tangan Luhan.

“Lepaskan aku..” desis Hyeon Hyo.

“Tidak!” Luhan membantah dengan keras dan tegas untuk kali ini. “Kau milikku.. Aku tidak akan pernah melepaskanmu…” desis namja itu pelan tapi dalam. Hyeon Hyo terdiam. Ia tak bisa menolaknya. Luhan serius dengan ucapannya.

 

~XXX~

            Semilir angin malam menerpa dedaunan. Terlihat bulan purnama sedang tersenyum di atas langit. Pemandangan seperti ini sangat jarang terlihat di sudut kota Beijing. Entahlah, untuk malam ini sepertinya sang Dewi Malam berusaha muncul untuk menyebarkan lebih banyak cinta. Termasuk untuk mendamaikan sepasang kekasih yang kini masih saling terdiam di tengah bangku taman kota.

Tak jauh dari taman itu tampak sebuah jam besar yang terpasang di sebuah gedung sekolah. Pukul 12 malam tepat. Dentingan kerasnya membuat suasana tengah malam terasa semakin menakutkan. Namun sepasang kekasih itu sepertinya tidak mempermasalahkan hal itu.  Batu besar yang menjadi penghalang mereka lebih menakutkan daripada sekedar suasana mistis yang ada.

Tidak ada yang memulai bicara. Sang pemuda terlihat memandang langit malam, mencoba mencari kepastian. Darimana ia akan memulai untuk menjelaskan? Sedangkan sang gadis terlihat mematung di tempat. Ia pun tidak berusaha mengatakan sesuatu. Ia sudah jenuh. Hatinya sudah kalut.

“Ini tempat favoritku..” Luhan memecah keheningan diantara mereka. Hyeon Hyo tak menjawab. “Disinilah… aku selalu meluapkan segala..” Pemuda itu bicara sendiri. Ia tak peduli bahwa Hyeon Hyo tak memberikan respon apapun, ia hanya ingin kekasihnya tahu. “Inilah tempat dimana aku pertama kali melihat seseorang dan jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya…”

 

_FLASHBACK_

“Luhan!! Jangan jauh-jauh!” terdengar sebuah teriakan.

“Tenanglah… Aku hanya sebentar.” Luhan mengerling. Luhan kecil yang masih berusia 12 tahun.

Anak itu duduk di bawah sebuah pohon di taman itu. Ia menatap langit. Kemudian ia melihat ke depannya. Ada banyak anak kecil sedang bermain bola. Luhan yang masih begitu kecil itu merasakan dorongan untuk bergabung. Bermain bola adalah permainan yang paling ia sukai.

Tak lama, pemuda itu sudah masuk dalam permainan. Ia terlihat paling bersinar diantara yang lain. Anak itu menendang bola dengan lincah tanpa beban. Ia tertawa dengan lepas sambil membawa benda itu di kakinya. Saat itulah Luhan merasakan, bola adalah bagian dari dirinya.

Saking asyiknya main Luhan bahkan tidak merasakan lelah. Teman-temannya satu persatu mulai jatuh. Mereka heran dengan Luhan yang tetap asyik menggiring bola, bahkan ia menganggap ada bayangan musuh di depannya sehingga ia terus memainkan teknik-teknik yang belum tentu dikuasai oleh anak seumuran. Calon bintang di masa depan.

Luhan tak menyadari, bahwa teman-temannya sudah pergi dari tempat itu. Luhan tetap asyik memainkan bola. Kali ini dengan trik. Ia menendang bola agak keras. Tak terduga, bola itu melambung tinggi ke ujung taman.

BUKKK

Suara pantulan keras bola itu diiringi suara tangisan seorang anak perempuan. Luhan cepat-cepat mencari sumber suara. Bola itu menggelinding. Lalu di seberang kursi taman terlihat seorang gadis kecil menangis. Lutut gadis itu terluka. Sepertinya ia terjatuh karena terkejut dengan bola itu.

Maafkan aku…” Luhan berbicara menggunakan aksen China. Namun gadis itu tetap menangis. Luhan menjadi panik dan ia tak tahu harus melakukan apa. “Lututmu berdarah, sebaiknya kuobati..” Luhan lagi-lagi berusaha membujuk gadis itu. Tetap saja gadis itu menangis dan tak mempedulikan apa yang Luhan katakan.

Tanpa pikir panjang Luhan langsung merogoh saku bajunya. Ia ambil sapu tangan kesayangannya. Ia balutkan sapu tangan itu pada luka sang gadis. “Tenanglah.. Ini tak akan sakit..” Luhan mencoba tersenyum dan menenangkan gadis itu. Gadis itu pun mulai berhenti menangis dan menatap Luhan tak mengerti.

Nah sudah selesai. Kau takkan kesakitan lagi..” Luhan tersenyum senang. Ia menatap gadis kecil itu yang masih sedikit sembab karena menangis. “Adik kecil yang manis, maafkan kakak ya. Kau akan segera sembuh…” Luhan memeluk gadis itu lalu mengecup pelan keningnya. Entah mengapa Luhan merasakan ia begitu tenang saat itu.

Luhan kemudian mengajak gadis kecil itu duduk di bangku taman. Ia memberikan satu cup es krim yang dibeli tak jauh dari taman itu. Matahari mulai terbenam, namun suasananya begitu indah. ”Mashita…” bisik gadis kecil itu. Luhan langsung menatapnya penuh tanda tanya.

Kau bukan orang China?” tanya Luhan. Gadis itu mengangguk. Sepertinya gadis itu bisa mengerti apa yang Luhan katakan.

Darimana asalmu?” Luhan mencoba bertanya pelan-pelan.

“Korea,” jawabnya. Gadis itu lalu sibuk menghabiskan es krimnya. Sedangkan Luhan hanya menatap gadis itu sambil tersenyum. Mereka kemudian bermain-main sejenak. Lutut gadis itupun sepertinya sudah membaik.

Hari akhirnya menjelang malam. Mereka berdua harus berpisah. Luhan mengantar gadis itu sesuai arah yang ditunjukkan oleh Luhan. Luhan dengan telaten mengikutinya. Akhirnya setelah sampai mereka berpamitan. “Kakak pulang dulu… Jaa…” pamit Luhan sambil mengacak rambut gadis kecil itu. Gadis kecil itu tersenyum bahagia. “Annyeong yeoppo oppa..” bisiknya kemudian mengecup pipi Luhan sebagai tanda perpisahan. Seketika pemuda itu tersenyum. “Annyeong…”

_END OF FLASHBACK_

 

“Begitulah kisahku…” Luhan mengakhiri ceritanya. “Kau tau siapa gadis kecil itu Hyo Xin?” Luhan menatap Hyeon Hyo sambil tersenyum. Namja itu mencoba menggenggam tangan Hyeon Hyo.

“Pasti itu Nancy…” Hyeon Hyo membuang mukanya, tidak ingin menatap Luhan. Sedangkan Luhan malah semakin terbahak. “Kau lucu sekali…”

“Tidak ada yang lucu.. Bukankah itu semua benar?” ketus Hyeon Hyo. Ia sangat kesal.

“Benarkah kau tidak tahu?” Luhan tersenyum. Dengan sekali sentakan ia sudah dapat membuat Hyeon Hyo menatap wajahnya. “Lihat aku…” Luhan berusaha serius. Ia tak ingin main-main lagi kali ini. Luhan kemudian menangkup wajah Hyeon Hyo. Manik mata keduanya bertemu kembali. Luhan menatap mata bening Hyeon Hyo yang terlihat sendu.

Lalu pemuda itu perlahan mengecup dahi Hyeon Hyo. Hyeon Hyo terkesiap. Ia tak bisa menolak karena tangan Luhan menguncinya. Luhan menciumnya dengan penuh rasa kasih sayang, penuh perasaan. Hal itu meluluhkan hati Hyeon Hyo. Setelah cukup, Luhan kemudian mulai memiringkan kepalanya. Ia mendekatkan bibirnya pada bibir mungil Hyeon Hyo. Pemuda itu memberikan kecupan yang lembut pada bibir gadis itu. Ciuman yang hangat. Pembuka tabir misteri dari sebuah rahasia dari Xi Lu Han. Perasaannya, dari dulu sampai sekarang tidak berubah.

“Bagaimana, apakah sudah ingat?” tanya Luhan setelah mengakhiri ciuman singkat namun manis pada Hyeon Hyo. Gadis itu terlihat tak percaya.

“Yeoppo oppa…” desis Hyeon Hyo tak percaya. Gadis itu menangkupkan tangan di mulutnya. Buliran bening mengalir di pipi gadis itu, lagi. Hyeon Hyo masih tak percaya dengan apa yang terjadi. Gadis itu mencoba menyentuh wajah Luhan untuk memastikan. Ia melihat setiap sudut wajah Luhan. Membelainya dengan tangan mungilnya. Tidak salah lagi. “Kau benar yeoppo oppa?”

Luhan tersenyum. “Ne.. Aku adalah yeoppo oppa.” Luhan tersenyum. Hyeon Hyo langsung memeluk Luhan. Perasaannya meluap tak tertahankan. Oppa yang selama ini ia kagumi dan sangat ia rindukan ternyata adalah kekasihnya sendiri? Bagaimana ia bisa tidak mengenalinya? Hyeon Hyo, jeongmal paboya.

Sementara itu Luhan merasakan kehangatan dan kebahagiaan menjadi satu. Hyeon Hyo kekasihnya, adalah cinta pertamanya dan ia harap akan jadi cinta terakhirnya. Tentu saja, karena perasaan Luhan sejak sepuluh tahun yang lalu bahkan sampai detik ini pun tidak akan pernah berubah. Semua karena ia mencintai Zhang Hyeon Hyo.

“Cintaku sejak dulu tidak pernah berubah.” Luhan menghentikan kata-katanya. Ia menatap Hyeon Hyo dalam. Tangan pemuda itu mengelus pipi Hyeon Hyo dengan lembut. “Aku menyusul dan melanjutkan study di Korea hanya untuk mencarimu..” Namja itu mulai mendekatkan wajahnya lagi pada Hyeon Hyo. “Karena kau pergi begitu cepat sebelum kutangkap… Untunglah, aku berhasil menemukanmu dan membuatmu menjadi milikku…” Pemuda itu memberikan ciuman yang lembut. Hyeon Hyo pun kini tak menolak. Ia sudah tahu semua, ia mengerti dan merasakan ketulusan cinta Luhan. Gadis itu menautkan jemarinya pada jemari Luhan. Ia membalas ciuman lembut dari kekasihnya itu. Ciuman yang sangat manis.

Sinar bulan purnama menerangi mereka. Pancaran cinta dari Sang Dewi Malam adalah keajaiban yang ada di dunia ini. Ia sebagai saksi berseminya cinta antara Luhan dan Hyeon Hyo.  “Aku akan selalu mencintaimu adik kecilku yang manis… Aku  berjanji..” bisik Luhan.

 

~XXX~

“Kok disini sepi sekali?” Chan Yeol terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Ada apa darling?” Hye Min berusaha melihat apa yang dilihat kekasihnya itu.

“Banyak orang darling. Tadi rapat dadakan dengan Luhan hyung dan hyungdeul serta saengdeul yang lain. Banyak kendala dalam rapat, hingga kalian datang.  Tapi entah mengapa sekarang sepi sesepi kamar mayat..” Chan Yeol menggeleng.

“Bisakah kau bicara lebih simple? Aku tak mengerti” =.= Hye Min menyilangkan tangannya. Ia kadang jengah dengan sikap ribet Chan Yeol yang seribet rambut keriting pemuda itu.

“Darling, kau tidak peka..” Chan Yeol mengerucutkan bibirnya. “Maksudku tadi ramai sekarang tidak ada orang sama sekali. Sudah mengerti? Kalau kau bilang tidak nanti kucium…” Terlihat wajah serius Chan Yeol yang keren.

Hye Min memandang Chan Yeol. Mengapa pemuda itu terlihat tampan sekali malam ini. Terlalu menggodanya. Benar-benar melemahkan iman.

“Tidak…” spontan Hye Min merespon. Aish. Gadis itu langsung menutup mulutnya. Apa-apaan ini?

“Bagaimana aku harus memberikan pengertian padamu lagi?” Chan Yeol menatap Hye Min lagi-lagi dengan pandangan serius.

Hye Min menggeleng. “Kau bilang mau menciumku kan jika aku berkata tidak?” Hye Min tersenyum evil. Entah, setan darimana yang mengajarkan itu padanya, yang jelas Hye Min suka mengerjai Chan Yeol.

Chan Yeol tampak gugup. Ia harus melakukannya. Atau kalau tidak kejantanannya akan diragukan (?). “Eung.. Baiklah…” Pemuda itu mulai bersiap mendekati Hye Min. Hampir satu centimeter lagi wajah mereka bertemu. Namun suara langkah kaki mendekat itu membuat mereka berdua menghentikan aksinya.

“Ada orang..” bisik Hye Min.

“Ayo sembunyi!” Chan Yeol menggandeng Hye Min dan mencari tempat bersembunyi yang strategis. Mereka tidak ingin ketahuan sedang berduaan.

 

~XXX~

“Oh tidak.. Bagaimana mereka?” Min Rin terlihat khawatir. Ia bersama Tao mencoba melihat keadaan di ruang santai. Perlahan-lahan mereka mengendap-endap. Siapa tahu keadaan di dalam sana semakin panas.

Tao mencoba menggandeng Min Rin. Dengan cara seperti ini, Tao bisa merasakan kehadiran Min Rin di dekatnya. Ia tidak akan takut lagi. Min Rin akan selalu ia lindungi apapun yang terjadi. Selain itu, setidaknya dengan cara ini sebagai bentuk siaga Tao. Ia berjaga-jaga bila memang ada bahaya, dengan cara seperti ini Tao akan lebih mudah membawa kabur Min Rin.

Sampai di tempat tujuan mereka terlihat kecewa. “Dimana mereka?” Min Rin langsung melepaskan tangan Tao. Yeoja itu kecewa karena tak mendapati targetnya. Sedangkan Tao pun kecewa –lebih karena Min Rin melepaskan genganggamannya–, magnae Tao yang kasihan. Pertempuran seru yang beberapa menit lalu terjadi di ruang santai menghilang sudah. Luhan dan Hyeon Hyo memang telah meninggalkan tempat itu sejak tadi.

“Mollayo noona..” Tao menggeleng. Ia benar-benar tidak mengerti.

Min Rin terduduk di ruangan itu, menyusul Tao di sampingnya. “Semoga mereka baik-baik saja…” desis Min Rin.

“Tentu saja noona, mereka akan baik-baik saja…” Tao mulai memberanikan diri menggenggam tangan Min Rin. Min Rin menatap magnae itu sejenak lalu tersenyum. “Aku percaya padamu..” Kemudian gadis itu melemparkan tatapan ke sudut ruangan. “Meraka pasti akan baik-baik saja…”

Tao merasakan hatinya bergemuruh. Entahlah, perasaan ini memang seringkali muncul saat ia bertemu dengan Min Rin. Karena itulah Tao tak bisa menepisnya. Min Rin adalah gadis yang ia cintai. Tao nyaman berada di dekat Min Rin. Bahkan rasa sakit yang selama tadi melingkupinya hilang sudah. Min Rin adalah energi bagi Tao. Ia seperti vitamin, bisa membuat Tao bersemangat bahkan hanya dengan melihat senyumannya saja.

“Noona.. Saranghae…” ucap magnae itu. Min Rin langsung menatap pada kekasihnya.

“Mengapa tiba-tiba sekali Tao?” tanya Min Rin.

“Aku benar-benar mencintaimu noona..” Tao menggenggam tangan Min Rin dan menekan pada dada bidang namja itu.

“Ne arraseo..” Min Rin tersenyum. Ah, senyum itu. Begitu menggoda bagi Tao. Senyum penyemangatnya. Tao kini mulai mengelus wajah Min Rin. Bibir itu, ingin sekali ia miliki. Sekali saja, sekalipun nanti Kris memarahinya karena masih di bawah umur itu tak masalah. Hasrat ini begitu menggodanya.

“Eung.. Tao?” Min Rin seakan tak percaya. Tao mulai mendekatkan jarak diantara mereka. Pada akhirnya gadis itu hanya bisa pasrah. Tentu saja, siapa tahu malam ini akan jadi malam dimana mereka melakukan ciuman pertama selama masa pacaran mereka ini bukan? Suasana juga cukup romantis dan sangat mendukung kebersamaan mereka.

DOR!!!

Sebuah suara mengagetkan TaoRin couple.

“Hayo… Kalian ketahuan…!!” Hye Min bersmirk ria.

“Tao magnae.. Ternyata kau mengikuti jejak Suho hyung ya…” Chan Yeol tersenyum misterius. Kedapatan sedang berduaan dan hampir berciuman memang sangat memalukan. Min Rin hanya bisa membuang mukanya. Sedangkan Tao sudah merah padam. Ia segera meraih tongkat wushu yang kebetulan tergeletak manis disana.

“Ya!!! Kalian mengganggu!!”

“KYAAAAA!!!” YeolHye couple langsung bergandengan sambil menyelamatkan diri dari amukan Pangeran Panda.

 

~XXX~

_EPILOG_

“Lalu Nancy itu siapa Xiao Lu Ge?”

“Kau masih penasaran dengannya?”

“Tentu saja… Kau terus menyebutnya, bahkan kau sering membanding-bandingkannya denganku…”

“Kau cemburu?!”

“Menurutmu?” Hyeon Hyo membuang muka.

“Aish…” Luhan mengacak rambutnya dan memeluk Hyeon Hyo. “Honey, kau salah paham..” Ia memegang tangan Hyeon Hyo lembut.

“Aku tidak salah paham! Aku hanya tidak suka!”

Luhan tertawa. “Tidak suka itu berarti kau cemburu bukan?” Luhan mencoba menggoda Hyeon Hyo. Gadis itu hanya bisa mengerucutkan bibirnya.

“Baiklah! Memangnya salah kalau aku cemburu?”

“Ternyata benar… Ah senangnya…”

“Jadi, bisa kau jelaskan dia siapa?!”

“Kau masih menyimpan sapu tangan pemberianku?” Hyeon Hyo segera  mengangguk. Sapu tangan itu selama ini memang selalu Hyeon Hyo bawa. Ia bilang itu sebagai jimat pelindungnya. Tentu saja karena ini dari pahlawan yang menolongnya.

Ia mengangsurkan sapu tangan itu pada Luhan. “Ini adalah sapu tangan rajutan Nancy…” Luhan tersenyum. “Dia nenek yang paling kusayang… Jadi kau tidak perlu cemburu lagi…” Pemuda itu tersenyum. Sedangkan Hyeon Hyo terbelalak. Ia tak percaya. Mengapa hari ini seolah ia baru tahu semua. Rahasia Luhan baru terbongkar malam ini, di tempat kenangan mereka sepuluh tahun yang lalu, dan disaksikan oleh bulan purnama. Unik sekali…

“Ia memberikan ini saat ulang tahunku yang ke-12. Tentu saja itu saat kita bertemu, pada hari itu Hyo Xin…” Luhan tersenyum. Hyeon Hyo semakin terkesiap. Ia melirik arlojinya. Sekarang sudah pukul satu dini hari dan ini telah masuk 20 April. Aigoo… Bahkan gadis itu tak menyiapkan kado-nya karena tadi marah-marah. Kado yang telah ia bungkuskan ada di mobil. Mana bisa ia mengambilnya sekarang.

Hyeon Hyo dengan cepat membuat Luhan menatapnya. Ia memberanikan diri. Gadis itu kini yang memulai, ia mendekatkan wajahnya pada Luhan. Ia memejamkan matanya menikmati bibir tipis Luhan. Luhan terkejut. Namun ia segera bisa membalasnya.

“Saengil chukkahamnida Xiao Lu oppa..” bisik gadis itu. “Sekarang, hanya ini yang  bisa kuberikan. Setelah kita menikah nanti aku akan memberikan segalanya padamu oppa..” Hyeon Hyo tersenyum sangat manis. Luhan juga tersenyum.

“It’s oke.. Aku sangat beruntung mendapatkannya Hyo Xin.. Asalkan kau ada bersamaku, selamanya mencintaiku itu bahkan lebih dari cukup…” Luhan memeluk  Hyeon Hyo.

“Let’s break..” Hyeon Hyo mengatakan itu. Membuat Luhan terkesiap. Lagi-lagi Luhan hampir jantungan.

“Bukankah kita sudah berbaikan Hyo Xin…” Luhan seperti ingin menangis saat mendengar kekasihnya mengatakan itu.

Namun justru Hyeon Hyo tersenyum.. “Let’s break the wall between us.. I will always love you forever Yeoppo oppa…”

 

~LET’s BREAK FINISH ~

 

Yuhuuu… Akhirnya selesai jugaaaa~~😄

Satu, dua, tiga!! Wow… HanHyo memecahkan rekor, dalam satu FF kissing scene 3 kali~ Harap ditekankan, tiga kali sodara-sodara, pasti mabok tuh *tebar paku payung bareng kris jelek

Ehem.. Aku juga lihat YeolHye dan TaoRin hampiiiirrrrrr kissue juga, sayang momentnya ga pas u.u *duakkk.  HoAe ngapain tuh main-main segala di tengah malam lagi? *DOR*. Kalau DoYeon romantis abis… X3 *kibar banner magnae. Btw.. K-Rin surem banget ya? T_T *plak*. HunHwa juga.. sepertinya harus diluruskan nih masalah magnae EXO~ T.T

Kenapa saya jadi ngerevieuw FF sendiri??? .____. *PLAK* Maklum ya readers sekalian, saya rasa  hasrat menulis kembali hidup :*

Saya akan kembali lagi dengan FF yang baru di episode selanjutnya u.u

Mohon kritik, saran dan recehannya ya buat author :) ThanKYU buat kalian semua.. Aku sayang kalian~~

15 responses »

  1. thor itu c rinrinya pingsankah ?? O.o
    kekeke aku malah menantikan c rinrin pingsan #plak
    miris amat ya thor c hyeon hyo cemburru ama niniknya c luhan gege kekekeek
    keren thor ^^b
    eh thor kenapa pasangan k-rinnya ga kisseu ?? #yadongakutkumat #plak
    ditunggu ff k-rin nya ya author sayangg
    heheheheh ^^

    • eh??? rinrin pingsan ga ya?? O.o *ditabok reader
      knpa pada suka rinrin pingsan -___- *plak
      iyaa stuju denganmu sis… hyeonhyo cemburu sma ni2k~ kakakka lol
      tenang aja -_- ada saatnya k-rin kissue :3 *dijitak
      ne… sering2 mampir yaahh😄

      • kerenan pingsan loh thor c rin2 nya kekekek
        kenapa gw jahat amat yah ama c rin2 -_- 😄
        pengennya c rin2 pingsan terus #dijitakauthor
        oke siap #hormat kekekek
        aku akan setia mantengin (?) blog ini kekekek ^^
        author aku tunggu loh k-rin kisseu nya😄 #yadongakutkumatlagi (?)
        yang hot kalo bisa kekekkeke #ditabokauthor

      • -____- rinrin kasian klo pingsan >.<
        gomawo yaaa udah mau setia😄 *lempar bias
        aigoo-ya -_- kau masih setia menunggu k-rin kissue ternyata *tepok jidat kris
        iyaa nnti kuushakan (?) O.o *eh?

      • author punya blog lagi kah selain blog ini ??
        kalo ada boleh minta linknya ??
        gomawoo #lemparkolorsehun #eh?

    • -___- knpa kau lpakan pacarnya kris? T^T *author pundung
      kyaaa… gomawo >.<
      ada kok sekuel :3
      tpi soal pacarnya kris belum jelas~ *dijitak rinrin
      iyaa nancy-nya mengejutkan kan😄 gomawo udah mmpir :3

  2. aq ssuukkaaa,,,,
    neomu joahae,,,
    apalagi paz bagian mereka smw nyelesain masalah tanpa saling menyalahkan tp mlah mengakui kesalahan masing2 dan mengerti 1 sama lain,,,
    benar – benar mengaharukan,,,
    aq suka karya2 rin,,, (y)
    terus berkaya,,, ^^

  3. Ping-balik: >>[FF EXO] What is Love << « ★EXOplanet★

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s