>>[FF EXO] My Friend is My Twin<< Special Lay’s Birthday

Standar

Cast :

>> Lay (Zhang Yi Xing)

 

>> Lian (Lim You Quan)

 

>> Sehun (Oh Se Hoon)

 

>> Mei Rin (Chang Mei Rin)

 

Genre : Romance, Family, Friendship

 

Author : Shiinta Desirer Heureux ft Ririn Cross

 

Cre Pict : Lidya Deviana Marantika

 

Warning : Typo anywhere.. mian T_T

 

A/N : Karena hari ini ultah Lay gege untuk itulah FF ini rilis >.< Sebenarnya ini FF buatan Shinta saeng featuring saya (Ririn Cross)… Kebetulan Shinta saeng juga ultah hari ini.. Jadi ini FF untuk merayakan ultah mereka berdua O.o

Kebetulan yang sangat unik ya.. Lahir pada 7 Oktober~ Oke ga banyak cuap lagi, langsung ke story aja ^^

 

^ Happy Reading ^

 

Monday, 7 October 1991 @Changsha,Hunan, China 

>Author POV

Hari yang cerah di desa Changsha, Hunan, China Lahirlah dua bayi kembar di keluarga Zhang. Bayi itu sangatlah cantik dan tampan, namun nasib berkata lain pada salah satu bayi kembar itu.

Salah satu bayi tersebut di adopsi oleh sahabat Ny. Zhang karena mereka tidak memiliki keturunan setelah 4 tahun menikah, sebenarnya Ny.Zhang sangat berat hati merelakan salah satu bayinya untuk di adopsi tapi karena masalah ekonomi pada saat itu yang tidak memungkinkan untuk merawat dua bayi sekaligus sehingga Ny.Zhang merelakan bayinya untuk diadopsi. Oleh karena itu ia percaya pada sahabatnya akan merawat bayinya dengan baik.

>POV End

>>>>> 888

 

@Seoul, 7 October 2010 

 

“Heemmmmhhh, udara malam ini segar sekali.” Lian menghembuskan nafas menikmati suasana taman kota ini.

Ahh~ tumben taman ini sepi sekali, biasanya banyak anak muda yang sedang berkumpul disini. Oiya, aku belum memperkenalkan diri ya~ Haii namaku Lim You Quan, atau akrab dipanggil Lian, Li diambil dari awal namaku sedangkan An dari nama belakangku, aku gadis kelahiran Hunan, China 7 Oktober 1991.

Aku tinggal di Seoul saat umurku 2 tahun karena ayahku Lim Wu Seok ada bisnis besar di Korea, dan sejak itulah aku tinggal dan sekolah di Seoul. Ehh..tunggu tunggu.. 7 October(?) hari ini ulang tahunku dong. Ah~ karena sibuk kuliah aku lupa sekarang hari apa, kenapa tak ada yang ingat hari ulang tahunku?😦 malangnya nasibku.

_Author Pov_

Lian menghabiskan waktunya beberapa lama menikmati keindahan malam. Ia sedang merenung. Sepi, sendiri, saat ini yang ia rasakan. Namun, tiba-tiba ada dua pria yang mendekati Lian di tempat itu.

“Hai.. cantik, kenapa sendirian malam-malam seperti ini. Apa tidak takut? Mau kita temani tidak?” kata salah satu pria itu.

Lian mengerutkan alisnya.  “Oh, tidak terima kasih,” tolaknya halus.

“Tidak usah sungkan kita nggak ngapa-ngapain kok. Apa mau ikut kita ke suatu tempatyang asyik?” kata pria satunya sambil memegang tangan Lian.

“Maaf tuan, jangan macam macam ya!!” sentak Lian sambil menarik tangannya dari pria itu, namun pria itu malah memegangnya lagi dan memaksa Lian untuk ikut.

“Kami tidak akan kasar padamu jika kau menurut,” ujar pria itu dengan senyum seduktif. Lian bergidik ngeri.

“TOLOOONGG!!” jeritnya.

Lian mulai ketakutan. Ia tak ingin pemuda-pemuda bejat ini melakukan sesuatu padanya. Dalam hati gadis itu berharap ada seseorang yang menolongnya.

“HEY!! LEPASKAN! Atau sesuatu yang buruk akan menimpa kalian berdua!” kata seorang laki laki.

Sesosok namja berpostur sedang menatap tajam ke arah dua pria yang menganggu Lian.

Tanpa aba-aba dia menghajar dua pemuda itu.

Bugh Bugh Bugh, laki laki itu menolong Lian. Mereka berdua kemudian berlari meninggalkan dua pria tadi.

“Hosh hosh hosh~~”

Lian dan laki laki itu berlari cukup jauh sampai mereka tidak menyadari sekarang berada cukup jauh dari Kota.

“Apa yang sedang kau lakukan malam-malam sendirian di taman tadi?” tanya laki laki itu. Ia sedikit mengerutkan alisnya. Tampan. Aksi heroiknya tadi membuatnya terlihat semakin tampan. Lian sempat terpesona namun ia baru sadar kalau namja itu menggenggam erat tangannya.

“Bisakah kau lepaskan tanganku tuan? Kau menggenggamnya cukup erat,” bisik gadis itu.

“Ah maaf,” ujar laki laki itu sambil melepas genggamannya.

Mereka kemudian duduk di pinggir trotoar. Beristirahat sejenak.

“Aku memang sering ke taman itu hampir setiap malam, tapi malam ini cukup aneh karena taman itu sepi tidak seperti biasanya,” kata Lian menjawab pertanyaan namja itu.

“Kenapa sedirian? Tidak baik seorang gadis sendirian saat malam malam seperti ini”.

“Aku biasanya tak sendiri, biasanya aku bersama temanku. Tapi entah mengapa malam ini aku ingin sendiri.” Lian menjawab dengan menerawang. Namja itu menatapnya. “Oh iya kita belum kenal namaku Lim You Quan kau bisa panggil aku Lian,” ucap Lian memperkenalkan diri sambil tersenyum.

“Namaku Zhang Yi Xing kau bisa panggil aku Lay.”

“Kau Chinese juga?” tanya Lian.

“Nde!!” jawab Lay.

“Wah kau juga bisa berbahasa Korea ternyata,” kata Lian.

“Tidak sehebat itu,” jawab Lay sambil merendah.

“Sepertinya sudah cukup larut aku harus pulang takut ayahku khawatir.”

“Mau ku antar?” tanya Lay.

“Oh Aniyo aku naik taksi saja, tidak enak merepotkanmu, eh sampai lupa aku.. gomawo untuk pertolonganmu tadi ya..Bye~” Lian membungkukkan badannya.

 

@ Seoul National University of Arts.

–Kantin– 

“Saengil chukkae Lian, mianhae aku lupa kemarin padahal ingin memberi kejutan untukmu,” kata Mei Rin sahabat Lian. Ia benar-benar minta maaf, karena kesibukannya yang mendadak membuatnya melupakan ulang tahun sahabatnya sendiri.

“Tidak masalah..” Lian tersenyum. “Aku kira tak ada seorangpun yang ingat hari ultahku, semalam aku hampir kena musibah Mei.”

“Kau kenapa? Musibah apa Lian?” tanya Mei Rin. Dia mulai panik jika terjadi hal buruk pada Lian.

“Aku baik baik saja Mei, untung ada seseorang yang menolongku.”

“Ahh~ syukurlah aku takut kejadian yang tidak-tidak menimpamu. ehh siapa yang menolongmu?” tanya Mei Rin.

“Seorang pria yang tampan~” Oops. Lian menutup mulutnya. Mei Rin terbelalak.

“Tampan?”

“Eung~ Begitulah..” Lian tersenyum kikuk. “Mana kado untukku?” todong Lian mengalihkan topik.

“Iya iya. Nanti pulang kuliah kuberikan padamu,” jawab Mei Rin sambil berdecak. Padahal ia masih penasaran dengan sosok pria yang menolong sahabatnya itu.

“Boleh bergabung?” tanya seseorang karena tidak mendapat tempat duduk di kantin.

“Boleh, silahkan.. Ehhh Kauu??” tanya Lian. Ia terkejut saat melihat pria itu. Pria itu juga tak kalah terkejut.

“Lian??”

“Kuliah disini juga?” Lian bertanya setelah Lay duduk. Sedangkan Mei Rin menatap keduanya bingung.

“Ne aku baru di universitas ini. Dulu aku dari Beijing Central Ethnical University baru seminggu yang lalu aku pindah ke sini,” jawab Lay.

“Pantas saja aku baru melihatmu..Siapa dia Lian?” sela Mei Rin.

“Dia yang semalam menolongku. Lay kenalkan ini sahabatku Chang Mei Rin. Mei Rin kenalkan dia Zhang Yi Xing kau bisa panggil dia Lay.

“Kau Chinese juga??”tanya Lay dan Mei Rin kompak. Keduanya mengerjap.

“Wah wah kalian ini baru bertemu sudah kompak saja,” kata Lian sambil tertawa. Mei Rin dan Lay lalu diam, sudah tau jawaban masing-masing.

“Oh iya Lay kau ambil jurusan apa disini?” tanya Lian.

“Aku Seni, kalau kau sendiri?” tanya Lay.

“Sama dong, tapi aku ambil study drama bisa dibilang Teater Musical, berarti kita satu gedung, pasti sering ketemu nih nanti, oiya kita duluan ya Lay ada kelas setelah ini,” kata Lian.

“Okai sampai ketemu nanti ya.”

–Kelas Drama–

“Li~ dia itu tampan ya, ahh tatapannya itu sesuatu,” kata Mei Rin sambil menyenggol-nyenggol lengan Lian.

“Aaa~ kau suka ya? Bilang saja kau suka Lay?” kata Lian meledek.

“Siapa bilang, aku tidak bilang begitu,” sangkal Mei.

“Aku tau dirimu Mei, kau tak bisa bohong padaku, lihat tuh wajahmu sudah seperti tomat siap petik, whaha..” ledek Lian lagi.

“Isshh~~ dasar kau awas ya??” kata Mei Rin sambil mengerucutkan bibirnya.

“Tok,Tok..Psstt~ Sudah jangan berisik, anak anak kita akan ketambahan murid baru di kelas drama, ayo silahkan masuk,” kata Han songsaenim sambil mengetok meja dan mempersilahkan murid baru masuk.

“Annyeong perkenalkan namaku Oh Se Hoon kalian bisa memanggilku Sehun, aku pindahan dari Baekjae Junior College of Arts, Mannaseo Bangapseumnida Yeorobun,” kata Sehun sambil membungkukkan badannya.

“Silahkan duduk di kursi kosong dekat Lim YouQuan, Sehun-ssi.” Han songsaenim mempersilahkan.

“Ne, songsaenim,” jawab Sehun.

“Li.. Lian, heh..” kata Mei Rin sambil menyenggol Lian.

“Love at First Sight,” gumam Lian lirih.

“Kau bilang apa barusan? Kau melamun ya?” tanya Mei Rin.

“Oh, ani ani..hhehe,” jawab Lian sambil terkekeh.

“Ehh, wajahmu kenapa merah begitu? Ahh, jangan jangan kau suka murid baru itu ya?” todong Mei Rin.

“Enak saja. Itu tidak mungkin,” dusta Lian.

“Oh iya Mei, nanti pulang kuliah kau pulang duluan saja, aku mau ke Perpus dulu. Ada yang ku perlukan disana, nanti kadonya kamu taruh dimeja kamarku saja ya,” kata Lian.

“Masalah kado saja kau pasti ingat dasar kau. Hm tapi baiklah..” gumam Mei Rin.

“So pasti itu nomor satu, weee :P” jawab Lian meledek.

“Isshh~~” jawab Mei sambil manyun.

 

 

–PerPus— 

“Hay  Lian, kita ketemu lagi disini,” kata Lay.

“Eh Lay sini sini duduk di depanku,” kata Lian.

“Benar katamu tadi Li, kita akan sering bertemu,” kata Lay sambil tersenyum.

“Iya ya.” jawab Lian sambil tertawa.

“Hei Lian-ssi Saengil Chukkae ne, mian telat,” kata salah satu teman Lian di Perpus memberi ucapan lalu pergi.

“Ne, Gomawoyo,” jawab Lian sambil tersenyum.

“Ehh, kau Ulang Tahun Li ? Saengil chukkaeyo,” kata Lay.

“Gomawo, sebenarnya kemarin ultahku,” jawab Lian.

“Mwo!! 7 Oktober??” kata Lay kaget.

“Ne,Waeyo??”

“Aku juga 7 Oktober Li.”

“Jinjja? Kenapa bisa sama saengil chukkae Lay-ssi.”

“Gomawo Li, aku kelahiran Changsha, Hunan, 7 Oktober 91. Jinjja?” kata Lian kaget.

“Waeyo?? Aku juga lahir di Changsha, Hunan, tahun kelahiranku juga 1991, kenapa bisa sama dan kebetulan ya?? Saat di Taman kita kebetulan bertemu, di kantin juga, sekarang kita juga bertemu di Perpus,” kata Lian.

“Iya juga ya, aku baru sadar,” kata Lay yang juga bingung.

 

==SKIP==

 

 

 

–SuperMarket—

“DUGGHH!! Ehh, mianhae Troli belanjaku tak sengaja menabrak Troli blanja anda,” kata Lay membungkuk untuk minta maaf.

Namun saat pemuda itu menegakkan tubuhnya ia terkejut. “Lian?? kita bertemu lagi,” spontan Lay saat melihat Lian yang ternyata ia tabrak.

“Eh, Lay kau di supermarket juga? kenapa bisa kebetulan bertemu lagi?” kata Lian.

“Ahh, aku membeli beberapa keperluan untuk bulan ini, kau sendiri?” tanya Lay.

“Sepertinya aku sama denganmu,” jawab Lian sambil tersenyum.

“Li, aku duluan ya aku sudah selesai belanja,” kata Lay.

“Ne, silahkan,” jawab Lian dan Lay pun pergi ke kasir.

 

 

>>>>> 888

Lim You Quan dan Zhang Yi Xing (Lian dan Lay) adalah dua bayi kembar Ny.Zhang yang terpisah saat mereka masih bayi. Mereka selama ini tidak pernah menyadari kalau mereka sering bertemu di tempat yang sama bahkan apa yang mereka lakukan selalu sama. Saat bertemu di taman mereka sama sama sendiri di taman, di kantin mereka juga bertemu saat makan siang, diperpus juga bertemu saat ingin membaca buku, di supermarket juga bertemu dan sama sama membeli keperluan bulanan, Eiitss~ ketinggalan satu lagi Jurusan Universitas mereka pun sama. Semua itu tidak serba kebetulan, seperti yang mereka pikir selama ini. Namun semua itu suara Hati mereka dan Takdir kelahiran mereka yang sudah ada sejak mereka lahir, karena mereka satu rahim. Mereka tidak menyadari kalau itu semua kekuatan Batin mereka.

 

Wednesday, 15 Juni 2011

@Kelas Music, Seoul National University of Arts

“Yi Xing, Sehun, Mei Rin, You Quan kalian satu kelompok karena tinggal kalian yang belum memiliki kelompok untuk Perform akhir semester nanti,” kata Kim Songsaenim.

“Yey, kita satu kelompok Li,” kata Mei girang.

“Iya Mei, kan tinggal kita yang tak punya kelompok,” jawab Lian sambil menepuk bahu Mei Rin.

“Tapi kau juga suka kan?? Karena ada Sehun,” ledek Mei Rin.

“Psst..diam kau ntar mereka berdua tau,” jawab Lian sambil senyum-senyum.

“Kita berdua langsung gabung ya,” kata Sehun mendekatkan kursinya untuk mengelompok dan diikuti Lay.

“Ne,” jawab Mei Rin.

“Kita langsung bahas saja kalo gitu, enaknya tema kita apa buat tugas akhir semester, terus pakai lagu apa,” kata Lian membuka pembicaraan.

“Lay, kau pintar main gitar kan?” tanya Sehun dan di jawab anggukan oleh Lay.

“Kalo begitu kau yang memainkan gitar aku yang main piano terus yang nyanyi biar dua yeoja itu,”celoteh Sehun.

“Tapi kita kan belum tau mau pakai tema apa Sehun-ssi?”sahut Mei Rin.

“Tiba tiba ponsel Lian berbunyi, Sebentar ya aku angkat telefon dulu,” kata Lian.

“Eh..eh..apa nama nada dering ponsel Lian tadi?” tanya Sehun pada Mei Rin.

“Kalo ngga salah itu Ost.nya Naughty Kiss.” Mei Rin berpikir.

“Judulnya Mei..aku butuh judulnya,” kata Sehun.

“Mollayo, tanya aja langsung ke Lian.” kata Mei sedikit kesal. Sehun mengangkat bahu. Ia melihat gadis itu telah menyelesaikan panggilannya.

“Lian nada ponselmu tadi apa judul lagunya?” tanya Sehun.

“Oh..itu lagunya G-NA judulnya Kiss Me, waeyo?” jawab Lian sambil duduk.

“Boleh juga tuh buat tugas akhir kita, pinjam ponselmu sebentar boleh?” kata Sehun dan memutar nada dering ponsel Lian. Namun pemuda itu sedikit tertegun. Pada akhirnya ia tersenyum sejenak kemudian mereka mulai menggarap tugas kelompok mereka.

Kelompok Lian akhirnya mendapat lagu yang akan mereka nyanyikan saat perform akhir semester nanti dan semua sepakat akan memakai tema percintaan remaja pada lagu itu sehingga mereka akan membawakan lagu itu dengan sentuhan sentuhan orang yang sedang jatuh cinta, pembagian tugas pun sudah mereka lakukan, Lay yang akan bermain gitar, Sehun memainkan Piano, sedangkan Lian mendapat bagian suara 1 dan Mei suara 2.

 

Saturday, 2 Juli 2011

@Aula, Seoul National University of Arts, 19.50 PM KST

>Author POV< (saran sambil dengerin Ost. Naughty Kiss – Kiss Me)

“Huh, aku gugup sekali Li. Sepuluh menit lagi kita akan tampil,” kata Mei Rin sambil menggenggam tangan Lian.

“Sudahlah kita pasti bisa Mei, sekarang tarik nafas dalam dalam lalu hembuskan lewat mulut lakukan berulang ulang sampai gugupmu hilang, arra?”

“Ne arraseo..”

“Lima menit terakhir saatnya bersiap siap untuk perform,” kata HaRin salah satu panitia dan memberi aba aba naik panggung dan memulai..

Hana Dul Set dengan telunjuknya. Mereka kemudian menyanyi dengan sungguh-sungguh.

PROK PROK PROK…..

Tepuk tangan audience terdengar tanda pertunjukan kelompok Sehun, Lay, Lian, Mei Rin usai menyelesaikan penampilan mereka. Keempat orang itu segera membungkuk. Senyum mengembang di wajah mereka.

@Backstage

“Ahhh~~ lega rasanya kita sudah perform, setelah ini saatnya liburan,” kata Mei Rin girang.

“Iya Mei serasa beban di dada hilang seketika, eh Mei kau liburan mau kemana?” tanya Lian.

“Belum tau mau kemana, mungkin akan kuhabiskan liburan dirumah baca Novel atau nonton DVD.”

“Ahh~ nggak asyik tau Mei kalo liburan cuma di rumah, kita jalan jalan yukkk~~ ke Nami Island gimana, tahun lalu aku ngak jadi kesana.”

“Ehh, kalian mau liburan bareng ya?” tanya Sehun ikut gabung.

“Masih rencana sih, kalo Mei mau ku ajak liburan baru deh kita  liburan bareng,” jawab Lian.

“Aku ikut ya.. ntar Lay aku ajak sekalian jadi kita liburan rame-rame,” kata Sehun.

“Emmh, oke deh Li aku jadi ikut,” kata Mei menyetujui.

“Yey~~ Akhirnya..kita berangkat besok ya, kumpul di rumahku jam 9 pagi besok,” kata Lian.

 

Sunday, 3 Juli 2011

@Lian House, 08.30 AM KST 

“Sudah siap?” tanya Mei Rin.

Lian tersenyum dan mengangguk. Ia lalu menggendong tas ranselnya keluar rumah. Sebelum itu ia berpamitan pada ibunya.

“Sini kubawakan…” Sehun tiba-tiba menyambut barang bawaan Lian. Membuat gadis itu terkesiap, namun sesaat kemudian ia tersenyum. “Gomawo Sehun-ah..”

Lay hanya bisa mendesah di balik kursi kemudi melihat kedekatan Lian dan Sehun.

“Yo, Let’s go to Nami island~” teriak Mei Rin yang duduk di kursi kemudi samping Lay.

@Nami Island

“Woaa.. Ini indah sekali~” Lian menatap langit biru yang terbentang di depannya, dan lautan luas di tepian pulau. Tempat yang sangat indah. Pulau ini terkenal sebagai tempat paling romantis di Korea. Mengingat kisah cinta yang terjadi di “Winter Sonata”.

Ke empat anak muda itu melangkahkan kakinya menelusuri tiap tempat di pulau Nami. Mereka kini melewati jalan cemara. Deretan pohon-pohon cemara menjulang tinggi membentuk barikade di sisi kiri kanan mereka.

“Indah sekali..” puji Mei Rin. Ia keasyikan menikmati tempat itu hingga ia tak sadar telah menabrak seseorang.

“Appo!!” ringisnya.

“Mianhae…” sebuah tangan terulur membantu Mei Rin bangkit.

“Gomawo..” bisik Mei. Namun ia segera terpesona saat melihat pria itu. Pria tinggi dengan wajah tampan dan ekspresi cool. “Duizhang..” gumamnya tanpa sadar.

“Kau chinesse?” tanya pria itu. Mei Rin mengangguk malu. Namun ia segera melihat ke sekeliling. Lian, Sehun dan Lay kemana!? Dia kehilangan teman-temannya.

@Danau

Lian terus menatap pinggiran danau dengan tersenyum. Tanpa ia sadari dua pria itu tak lepas dari menatap dirinya, Sehun dan Lay. Mata mereka tak berpaling dari gadis itu.

Lian terus melangkah. Ia mulai tak sadar bahwa kakinya tak seimbang.

“Awas…” teriak Sehun.

Ia dengan segera menangkap Lian yang hampir terpeleset ke pinggir danau. Pria itu menangkap pinggang Lian dan menopangnya. Lian mengerjap. Ia benar-benar tidak sadar tadi hampir terjatuh.

“Terima kasih Sehun…” bisiknya. Lian hampir kehabisan nafas karena jaraknya yang sangat dekat saat itu bersama Sehun. Jantungnya berdebar tidak karuan. Ternyata ia benar-benar menyukai pria dihadapannya ini.

“Tidak masalah..” Sehun segera melepaskan genggamannya dan membiarkan Lian berdiri.

“Kau tidak apa-apa Lian?” tanya Lay. Ia terlihat khawatir.

“Gwaenchana..” balas Lian. Ia tersenyum kikuk. Namun saat gadis itu mencoba melangkahkan kakinya.

NYUT…

Rasa nyeri menjalar. Ternyata kakinya terkilir.

Lay yang tanggap segera sadar. “Kau keseleo??”

Lian hanya bisa mengangguk sambil menahan sakit. Tanpa ragu Lay segera menyodorkan punggungnya. “Ayo naiklah..”

Sehun tertegun. Lian terdiam. Namun pada akhirnya gadis itu naik juga ke punggung Lay. Ia memegang pundak Lay. Nyaman sekali. Kehangatan menyebar pada gadis itu. Mengapa Lian merasa Lay seperti bagian dari dirinya?

Tanpa ragu Lian semakin mengeratkan pelukannya pada Lay, membuat pemuda itu tersenyum. Setidaknya Lay tahu, Lian merasa nyaman bersama dengannya.

“Kemana Mei Rin?” tanya Sehun. Lian dan Lay langsung tersadar, mereka menatap sekeliling. Tidak ada. Mereka baru sadar Mei Rin menghilang. -_-

 

~XXX~

@Penginapan

“Kalian meninggalkanku…” Mei Rin mengerucutkan bibirnya.

“Mei Rin.. Kau selamat..” Lian terlihat bahagia. Ia berjalan agak terseok. Hampir terjatuh  lagi, tapi Sehun segera membimbingnya. Lay harus menghela nafas, dan ikut bergabung dalam kelompok itu.

“Lian kau kenapa? Kakimu??”

“Hanya keseleo..” Lian tersenyum.

“Aish jinja.. Ini harus segera diobati..” Mei Rin terlihat khawatir. Mereka kemudian segera masuk ke kamar. Untung Mei Rin membawa kotak obat. Gadis itu memang selalu siap sedia dimanapun itu.

~XXX~

 

7 Oktober 2012

Lian mematut dirinya di depan cermin. Ia lihat pantulan dirinya di depan sana. Ia kemudian tersenyum. Hari ini adalah hari yang penting dalam hidupnya.

“Lian.. Bergegaslah nak.. Acara hampir dimulai..” teriak eomma Lian.

Lian menatap jam dinding. Hampir pukul tujuh malam, seperti yang ada di rundown acara. Entah mengapa orang tuanya tiba-tiba mengadakan sebuah pesta ulang tahun untuknya. Tidak biasanya.

“Iya eomma..” Lian segera berdiri. Ia menghela nafas panjang, menghilangkan nervous. Orangtuanya bilang mereka mengundang rekan-rekan kerjanya juga, karena itulah ulang tahun Lian tidak seperti ulang tahun seperti biasanya. Mereka juga bilang akan ada sebuah kejutan untuk Lian di hari ini. Kejutan yang sangat besar. Lian yang penasaran hanya bisa menuruti kata orangtuanya. Ia akan mendapat jawabannya saat pesta itu dimulai.

Lian langkahkan kakinya perlahan menuruni tangga. Banyak tamu undangan telah hadir. Di bawah sana, ada Mei Rin yang segera menjemputnya.

“Lian kau sangat cantik!!” ujarnya. Mei Rin menatap Lian yang sedang mengenakan setelan dress ungu selutut, dengan riasan natural dan sebuah tiara kecil menghiasi rambutnya. Sangat cantik.

“Terima kasih.. Kau juga Mei..” balas gadis itu.  Lian memperhatikan Mei yang mengenakan dress merah rok selutut juga, dengan bandana dan jepit merah yang menghiasi rambutnya. Khas Mei Rin. Mei Rin hanya tersipu mendengar pujian sahabatnya itu.

“Kalian seperti tuan Putri…” puji Sehun yang tiba-tiba ada disana. Lian dan Mei Rin langsung menatap Sehun tak percaya, terlebih Lian, pipinya langsung memerah.

“By the way.. Happy Birthday Princess.. Best wishes for you..” Sehun membungkukkan badannya. Kemudian ia mencium punggung tangan Lian seperti pangeran-pangeran di dalam dongeng. Lian terkejut. Ia membekap mulutnya. Sangat tersanjung dengan perlakuan Sehun.

 

~XXX~

Sedangkan Mei Rin hanya tersenyum melihat itu. Kelihatannya Sehun dan Lian harus ditinggalkan berdua saja. Gadis itu lalu menuju tempat dessert.

Mei Rin berjalan memilih-milih mana dessert yang ingin ia makan.

JDUK

Langkahnya terhenti akibat menabrak sesuatu. “Ah mianhae..” rintih gadis itu.

“Tidak masalah..” sahut sosok itu. Suara berat itu membuat Mei Rin terkesiap.

“Duizhang!!” Lagi-lagi tanpa sadar Mei Rin menyebut itu.

Pria itu mengerutkan alisnya. Gadis di depan ini terlihat lucu dengan ekspresi kagetnya.

“Mengapa kau terus memanggilku duizhang?”

Mei Rin tersenyum malu dan menggaruk kepalanya. “Eung.. Mungkin karena kau terlihat seperti duizhang..”

“Kris.. Namaku, tapi terserah kau mau memanggilku dengan apa..” ujar pria itu.

“Eh??” Mei Rin terkejut. “Kris?”

“Namamu?”

“Chang Mei Rin.. Kau bisa panggil aku sesukamu..”

“Oke.. Senang bertemu denganmu Rin..” Kris tersenyum. Ternyata tidak selamanya ia punya ekspresi cool. Mei Rin ikut tersenyum. Pahlawan yang menolongnya tersesat saat di Pulau Nami ternyata adalah seseorang yang ramah walau pada awalnya dia terlihat begitu dingin.

~XXX~  

Sementara itu Lay di ujung sana langsung terhenti. Ia mengurungkan niatnya menghampiri gadis itu. Selalu saja langkahnya keduluan Sehun. Lay kemudian hanya bisa menyandarkan punggungnya di dinding. Pikirannya melayang entah kemana.

“Lay…” Suara itu membuyarkan lamunan pemuda itu. Lay menatap Lian yang kini berdiri di depannya dengan senyum tipis. Sangat manis.

“Mengapa kau tidak ikut bergabung?” tanyanya bingung.

Lay tersenyum ragu. Dia memang sengaja. Lay menggeleng. “Aku hanya sedang membiasakan dengan keramaian ini..” balas Lay.

Lian tersenyum. Lay kadang memang tidak pintar bicara. “Anggap saja ini acara kita.. Bukankah ulang tahun kita sama..” Lian tersenyum ceria. Lay tertegun. Senyuman itu, ia ingin memilikinya. Bolehkah?

“Lian.. Aku ingin mengatakan sesuatu..” Lay mendadak serius.

“Ne?” Lian menatap Lay bingung. Mengapa Lay jadi sedikit berbeda?

“Wo ai—“

“Baiklah… Sepertinya hadirin semua telah berkumpul.. Ada hal penting yang ingin saya umumkan..” Suara Nyonya Lim membuat fokus Lian berubah. Lay menghentikan ucapannya. Terlebih karena lampu sorot tiba-tiba mengarah pada mereka berdua.

Lian dan Lay berpandangan. Ada apa lagi ini??

“Kalian bisa lihat.. Inilah Lian Putri saya yang berulang tahun hari ini… Dan — depannya adalah Lay, putra dari sahabat saya sendiri Nyonya Zhang yang juga berulang tahun pada hari dan tanggal yang sama dengan Lian.. Karena itulah kami membuat pesta besar ini..”

Ucap Nyonya Lim, yang saat itu entah mengapa di sampingnya telah berdiri Nyonya Zhang. Semua orang langsung mengangguk dan bertepuk tangan.

“Mama…”  Lay menatap tak mengerti. Ia segera berdiri dan menghampiri ibunya.

Lian menatap Lay bingung. Mengapa orangtuanya tiba-tiba mengumumkan hal ini.

“Kenapa mama bisa disini?” bisik Lay. Ia menarik ibunya menjauh.

“Nak.. kau perlu tau sesuatu..” Nyonya Zhang tersenyum.

“Memangnya ada apa?” Lay bingung.

“Lian.. Adalah saudara kembarmu..” Nyonya Lim tiba-tiba menyahut. Mata Lay membulat. Ini tidak mungkin. Lian yang saat itu berdiri di samping ibunya juga terlihat tidak percaya. Apakah semua kebetulan ini memang telah diatur sejak awal.

“Aku dan Lay bersaudara?”

~XXX~

Lian menatap pinggir kolam. Acara telah usai. Namun masih banyak pertanyaan yang menghantui pikirannya. Lay adalah saudaranya, untuk itulah mengapa ia begitu merasa nyaman dengan Lay?

Oh tidak.. Ini sesuatu yang tidak terduga. Lian menyibakkan rambutnya. Bagaimana ini bisa terjadi? Sekalipun orangtuanya sudah bercerita ia masih belum mengerti. Di saat ia mulai nyaman dan mulai menyukai Lay mengapa ini bisa terjadi?

“Hey…”

Lian menatap sosok itu yang tersenyum padanya. “Sehun?”

“Boleh aku duduk disini?” tanya Sehun.

Lian mengangguk. “Aku tidak menyangka nya Sehun..” bisik Lian sambil bertopang dagu. “Aku tidak menyangka Lay adalah saudaraku..” bisiknya lirih.

Sehun tertegun menatap Lian. “Lay saudaramu?”

“Ne.. Orangtua kami baru saja menjelaskan tentang semua ini..” Lian melempar sebuah batu ke kolam. “Seharusnya sejak awal mereka memberitahu padaku..”

“Bukankah itu berarti kalian bisa semakin dekat?”

Lian menatap Sehun nanar. “Tapi aku merasa ini tidak adil..”

Sehun kemudian membuat Lian menghadapnya. “Sekarang katakan padaku, apa yang membuatmu merasa ini tidak adil? Apakah karena kau —mencintai Lay?”

Lian menegakkan kepalanya. Mencintai Lay, saudara kembarnya sendiri? Itu tidak mungkin. Namun jika iya, itu tetap tidak bisa. Mereka sedarah mana mungkin bisa bersatu. Lian menolak keras. “Bukan seperti itu.. Aku hanya merasa nyaman jika dekat dengannya,” bisik Lian. Ia sedikit berdusta. Entahlah, rasa pada Lay itu tumbuh sejak kapan. Namun Lian tetap tidak bisa mengatakan itu.

Sehun tersenyum tipis. Lalu memeluk Lian. “Mungkin karena kau belum terbiasa. Untuk itu kau harus bisa menerimanya.. Lay adalah saudaramu.”

Lian mengangguk walau berat. “Kau baik sekali Sehun.. Terima kasih.. Maaf ya sering merepotkanmu..”

“Ssh.. Jangan bilang begitu. Mulai sekarang, kau juga harus terbiasa menerima kebaikanku.. Karena aku mencintaimu Lim You Quan..”

Lian membulatkan matanya. “Sehun??” tanyanya sedikit tak percaya. Apakah ia salah dengar?

Sehun tersenyum tulus. “Aku mencintaimu Lian… Would you be my girlfriend?”

“Tapi… Sejak kapan?” Lian masih belum yakin.

“Kau masih ingat dulu saat aku meminjam ponselmu?” Lian mengangguk ragu. Itu saat ia dan Sehun dalam satu kelompok. “Saat itu aku melihat di ponselmu banyak fotoku. Mulai saat itulah aku memperhatikanmu karena kau ternyata cukup memperhatikanku.” Sehun tersenyum.

“Kau tidak perlu menjawab sekarang.. Aku akan menunggumu..” Sehun mengacak rambut Lian pelan. Gadis itu terdiam. Mengapa semua terjadi begitu mendadak? Lay, Sehun, kedua pemuda itu memberinya banyak kejutan.

Lian. Sejujurnya mencintai keduanya. Entahlah, dia memang tidak bisa menjawab untuk saat ini. Ia hanya bisa tersenyum ragu.

 

_Sementara itu_

Lay menyandarkan dirinya di tembok. Menatap langit. Cintanya kandas sebelum ia dapat mengungkapkannya. Apakah ini memang takdirnya?

“Lian adalah saudaramu Lay.. Kau harus ingat itu..” Pemuda itu menerawang, menatap rasi bintang oricon yang ada di langit sana. Mengapa hatinya begitu sakit.

Lay harus bisa melupakan semuanya. Ya, harus melupakannya. Ia menghela nafas dalam, merasakan sensasi alam.

“Permisi..” Tiba-tiba terdengar suara seorang yeoja. Membuat fokus Lay teralih.

Seorang gadis tersenyum ragu ke arah Lay. “Apakah acara telah selesai?”

Lay mengerutkan alisnya. “Kau teman Lian?”

“Oh ne.. Annyeong Park Ah Young imnida..” Gadis itu membungkuk dan tersenyum. Lay terpesona sesaat. Senyum gadis itu menyihirnya. Dan hey, mengapa Lay merasa berdebar?

“Senang bertemu denganmu..” ucapnya. Pemuda itu membalasnya dengan senyuman.

Sepertinya sebuah kisah akan segera mewarnai lembaran hidup Lay yang baru.

~FIN~

HAPPY BIRTHDAY buat Lay gege dan Shinta saeng~~ *tebar paku payung bareng kris jelek* *plak*

Semoga kalian panjang umur dan selalu happy :3

 

So  don’t be a silent reader ya… Please RCLnya ^^
biar author bisa lebih banyak buat FF tentang EXO.. gamsha ^^ *deep bow

12 responses »

  1. aniyoo duizhang kan sama rinrin T^T
    tp ga papa lah kekekek
    johae !!! \(^.^)/
    terus berkarya ya bikin ff nya..
    daebak deh pokoknya !!
    tapi aku tadi aga bingung ama alur ceritanya..
    end endingnya juga nanggung..
    kalo bisa di terusin lagi ya ^^
    eh iya autor rinrin
    terusin lagi dong ff k-rinnya kekekke😄
    aku masih menunggu k-rin kisseu kekekek #yadongakutkumat #ditabokauthor
    segitu aja dari saya wassalam😄

    • tenang aja.. mei rin itu nama chinanya rinrin (?) kok? O.o
      gomawo iya hyunmi-sshi😄
      alurnya mmg agak cepet… jadi berasa ngebut itu O.o tntutan dari author awal >.<
      endingnya dibuat smpe situ.. klo mmg bsa lnjt mgkn kpn2 :3 hehe
      -_____- ya ampun *tepok jidat kris jelek
      iyaa.. tenang aja.. kapan2 (?) k-rin kissue deh O.o smga ada wktu yg baik (?) yah… *eh?
      gomawo again😄 hehe
      ff k-rin akan sgera lanjut kok :3

  2. hehehe jd malu *ngumpet di pipi Xiumin* #mikir *emang bisa* tanyakan pada Chen.

    Jdnya Lian sama Sehun ya… Yg ini gak ada kaitannya sama ff yg lalu kah… Cz Sehun kan ada yg atau bkal ada yg punya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s