>>[FF EXO] Let’s Get Married Part 3 : “Pilihan Yang Sulit”<< Colaboration Cast

Standar

Tittle : Let’s Get Married

Main Cast :

>>Wu Yi Fan (Kris EXO-M)

>>Kim Joon Myun (Suho EXO-K)

>>Shin Rinrin

>>Shin Aegy

>>Cho Kyuhyun

>>Yang Yoseob

 

Other :

>> EXO Member and All Couple

Author : Ririn Cross & Aegyoppa

FB : Ririn Cross & Ana Chan

Disclaimer : EXO’s belong to themselves, but this story original by me! Don’t copas anywhere~

WARNING : OOC, saya ga bisa lepas dari salah ketik, makanya typo bertebaran dimana2 T.T

Link FF Sebelumnya :

>>Let’s Get Married Part 1<<

>>Let’s Get Married Part 2<<

 

Part 3 : Pilihan Yang Sulit

 

 ~XXX~

 

Aegy hanya menatap langit dengan pandangan kosong. Walau banyak bintang yang tampak, dia merasa kesepian. Rinrin tak jauh berbeda dengan sepupunya itu. Dia hanya bisa mencungkil-cungkil tanah beranda rumah kakeknya itu.

 

“Ri-ah..” panggil gadis itu membuka keheningan di antara mereka.

 

“Hm…” balas Rinrin. Ia masih tetap pada aktivitas mencungkil-cungkil tanah kakeknya, siapa tahu ada harta karun terpendam disitu. *dor

 

“Bagaimana pendapatmu tentang perjodohan ini?”

 

Rinrin menghentikan kegiatannya. Ia menepuk-nepukkan tangannya menjauhkan debu. Gadis itu menghela nafas berat. “Aku tidak mau!” ucapnya tegas. “Bagaimana mungkin aku menikah dengan pangeran iblis jelek itu…”

 

“Euhm!! Setuju!! Aku juga tidak mau! Aku kan sudah punya raMyun pabo itu.” Aegy menatap Rinrin. Ia satu pikiran dengan sepupunya itu. Kebetulan.

 

Rinrin tersenyum sinis. “Aku juga, bagaimana dengan Kris jelek kalau aku menikah dengan pangeran iblis itu? Tidak masuk akal..”

 

Aegy mengangguk. “Lalu kita harus bagaimana Ri-ah? Aku… aku tidak mau jika bukan dengan raMyun…” desisnya. Gadis itu menggigit bibir. Mengapa tiba-tiba ia jadi ingat pada raMyun pabo jeleknya itu.

 

“Entahlah..” gadis itu menerawang. Bahkan ia tidak yakin Kris akan peduli tentang masalah ini. Perjodohan adalah hal kolot, itu tidak rasional. Kris yang lahir di kalangan cendekiawan tidak mengenal tentang itu. “RaMyun oppa pasti tidak akan membiarkan hal ini terjadi padamu Aegy. Aku yakin, dia pasti akan menyelamatkanmu dari masalah ini.”

 

“Tentu saja. RaMyun pabo itu pasti akan menyelamatkanku. Jika ia tidak sibuk sih…” desis Aegy. Entah mengapa ia jadi pesimis. Suho sebagai leader dari band rookie yang naik daun adalah orang tersibuk saat ini. Waktu yang Aegy habiskan dengan namja itu semakin sedikit karena kesibukan kerja mereka. Sedangkan dengan Yoseob orang yang akan dijodohkan dengannya itu, ia bahkan satu tempat kerja. Mereka bisa bertemu tiap hari, tapi hey mengapa jadi mencari kelemahan namja sendiri dan memuji si pendek itu. Lagian tetap saja, siapa yang sudi menikah dengan lelaki chibi itu.

 

“Pasti ia akan datang menjemputmu. RaMyun oppa sangat sayang dan peduli padamu Aegy-ah.” Rinrin tersenyum. “Tapi kalau aku, tidak yakin pangeran es jelek itu mau berpusing-pusing tentang masalah seperti ini.” Rinrin menghela nafas berat mengingat kejadian tempo hari di apartemen. Sudah jelas tidak mungkin Kris tidak melihat hal itu, saat Cho Kyuhyun kurang ajar itu seenaknya mencium pipinya. Tapi apa reaksi dari pemuda itu? Ia hanya menyuruh masuk karena  udara dingin? Kenapa ia tidak marah? Harusnya dia marah? Ya, sewajarnya dia marah?

 

“Kau aneh Ri-ah…”Aegy sedikit terkejut mendengar penuturan sepupunya itu.

 

“Pada kenyatannya memang seperti itu kan Aegy?” Rinrin hanya bisa tersenyum hambar.

 

 

~XXX~

 

“Kalian sudah tahu bukan dengan hal ini?” Aegy menyilangkan kedua telapak tangannya menghakimi dua namja itu. Yoseob hanya bisa tersenyum, sedangkan Kyuhyun terdiam.

 

“Kalian tidak menolaknya!?”

 

“Untuk apa menolak? Aku suka padamu Aegy-ah. Jadi aku akan senang jika kau mau menerima perjodohan ini…” Yoseob tersenyum cerah.

 

“Hey pendek, aku tidak mau! Jadi jangan pernah kau tunjukkan wajah bahagiamu di atas penderitaanku seperti ini!!” Aegy kesal. Ia menatap sinis pada Yoseob. Yoseob lagi-lagi harus mengerucutkan bibirnya karena ucapan kasar Aegy.

 

“Cho Kyuhyun! Kau juga! Kenapa kau mau menerima hal aneh semacam ini!” Aegy menghakimi. Ia benar-benar tidak suka dengan acara yang dinamakan perjodohan.

 

“Karena aku ingin…” balas Kyuhyun datar. Ia kemudian berlalu dari tempat itu, malas mendengarkan perdebatan antara Yoseob dan Aegy. Biarkan saja Yoseob menjinakkan Aegy disana.

 

“Ikut denganku..” bisik Kyuhyun sambil menggandeng Rinrin. Yeoja itu menatap Kyuhyun tanpa kata, dan mengikutinya.

 

 

~XXX~

 

Mereka berdua terdiam. Rinrin dan Kyuhyun tak ada yang mulai bicara. Pemuda itu memilih mengunyah permen karetnya santai.

 

“Disini dulu tempat bermain kita…” Pemuda itu mengingat masa lalu. Taman ini memang dulunya tempat yang sangat ramai oleh anak-anak sebaya mereka. 10 tahun yang lalu.

 

“Disini juga tempatku selalu menjahilimu..” Kyuhyun tertawa mengingat tingkah konyolnya.

 

“Dan sampai sekarang kau masih sering menjahiliku Cho Kyuhyun.. Bahkan kau semakin menyebalkan,” balas Rinrin. Ia masih mengingat semua. Sedangkan Kyuhyun terlihat senang, Rinrin tak melupakan kejadian lama saat mereka masih kanak-kanak waktu dulu.

 

“Tentu saja. Menjahilimu itu mengasyikkan..” Kyuhyun mengerling. Rinrin mengerucutkan bibirnya. “Dan kau tahu.. Perasaanku sejak dulu sampai sekarang tidak pernah berubah Shin Rinrin..” bisiknya.

 

Gadis itu bingung dengan maksud pernyataan Kyuhyun terakhir itu. Apa maksudnya?

 

“Aku suka padamu, Shin Rinrin.”

 

DEG

 

Apalagi ini? Mengapa namja itu mengatakan suka sekarang. Tidak mungkin. Rinrin menatap Kyuhyun tak mengerti. “Dari dulu sampai sekarang aku masih tetap menyukaimu..” desisnya.

 

Rinrin tak menjawab, tak menyangkal juga.

 

“Bagaimana? Kau mau menerimaku?” Pemuda itu kini mulai serius. Bukan seorang Kyuhyun yang suka bermain-main lagi dan usil, tapi ia sekarang tampak seperti lelaki sejati yang dengan gentle menyatakan perasaannya sendiri.

 

Seandainya Kyuhyun sejak dulu mengatakan itu mungkin gadis itu tidak akan seperti ini. Tahukah Kyuhyun, dulu Shin Rin Rin menyukaimu, tapi sekarang, Rinrin sudah menetapkan hatinya pada Kris, Wu Yi Fan, pemuda yang sangat ia cintai.

 

“Putri Tidur…” bisik Kyuhyun. Rinrin terperanjat. Suara Kyuhyun membuyarkan lamunannya. Pemuda ini memang yang pertama kali memberinya julukan Putri Tidur, bukan Kris. Pemuda ini juga yang pertama dalam cintanya, bukan Kris. Tapi pelabuhan akhir Shin Rin Rin bukan pemuda ini, tapi Kris.

 

“Maaf Kyu.. Aku tak bisa.” Tolak Rinrin. “Aku sudah mempunyai orang yang kusukai…” Rinrin kemudian beranjak dari tempat itu. Seketika Kyuhyun terdiam meresapi kata-kata yeoja itu. Kemudian ia tersenyum getir. “Ternyata begini rasanya patah hati?”

 

 

~XXX~

 

Aegy menghela nafas dengan kasar. Dia meniup poninya kesal. Dia masih jengkel. Apa-apaan ini? Memang nya ini film drama? Lelucon yang tidak lucu. Tapi kakek tua itu mana bisa membuat lelucon? Dia kan kakek angkuh yang bisanya merusak kebahagian orang lain.

 

“Aegy-ah…” panggil Yoseob pelan. Aegy melirik sekilas. “Wae?”

 

“Apa segitu bencinya kau padaku? Apa segitu sebalnya kau padaku? Apa aku punya salah padamu?” Suara Yoseob terdengar parau. Sepertinya dia sedih. Dia hanya tertunduk dan tersenyum pilu.

 

Aegy menatap Yoseob heran. Ada apa dengan wajah Yoseob? Apa dia sedang berakting? Tapi.. kenapa hatinya sedikit merasa bersalah? “Aku tidak membencimu” Ujar Aegy pelan.

 

Yoseob mendongkakkan wajahnya. Matanya terlihat berbinar. “Tapi, aku juga tidak menyukaimu” lanjut Aegy yang membuat mata binar Yoseob berubah sendu. “Mianhae…” Aegy ingin beranjak pergi. Tapi seseorang menahan tangannya. Siapa lagi kalau bukan Yoseob?

 

“Kalau begitu aku akan membuatmu menyukaiku” Ujar Yoseob mantab. Aegy hanya diam mematung. Sempat shock dengan keputusan singkat Yoseob. Dia sudah memiliki Suho.

 

Aegy tersenyum dan menggeleng pelan. “Jangan melakukan hal yang sia-sia Seobie-ah. Aku sudah menemukan kunci hatiku, Dan hanya dia yang bisa membukanya”

 

Yoseob tampak sedikit bingung. Bukankah kemarin Aegy bilang bahwa dia dalam ‘proses pencarian’ apa dia sudah menemukan orang yang disukainya? Dan apa itu tadi? Aegy memanggilnya Seobie, bukan di pendek lagi? Apa dia tidak salah dengar? Seobie adalah panggilannya saat mereka kecil dulu. Dan Aegy lah yang memberinya panggilan itu. Sampai sekarang hanya Aegy yang dia perbolehkan memanggilnya Seobie. Apa dia sudah tidak marah lagi padanya?

 

“Tidak akan tahu sebelum mencoba bukan? Aku, aku yang akan menjadi kuncimu. Dan aku yang akan membuka hatimu” Yoseob tersenyum manis. Dia yakin dengan pilihannya. Tadinya dia memang sempat ragu dengan perjodohan ini mengingat dia dan Aegy selalu bertengkar saat kecil. Tapi, saat kemarin dia melihat Aegy di Seoul, hatinya bergemuruh saat melihat yeoja itu tersenyum. Jadi tidak ada salahnya kan kalau dia mencoba?

 

“Bagaimana kalau aku mengatakan, aku sudah memiliki namjachingu? Apakah kau akan tetap mempertahankanku? Bukankah kau terlihat jahat?” Aegy masih tampak tenang. Entah kemana perginya Shin Aegy yang suka marah-marah. Yang ada sekarang hanyalah Aegy yang lembut dan manis.

 

“Aku tidak perduli. Bukankah cinta itu egois?” jawaban Yoseob yang diluar dugaan membuat Aegy beku. Bagaimana ini? Bagaimana cara membuat namja ini menyerah? “Apa kau tetap akan memaksaku walau kau tahu aku tidak mencintaimu?”

 

“Aku pasti akan membuatmu mencintaiku. Dan aku akan membahagiakanmu. Itu pasti” Yoseob mengangguk kilat. Dia pasti bisa membuat Aegy bahagia. Itu adalah janjinya.

 

“Aku tidak yakin akan bahagia jika aku kehilangan kunci hatiku.”

 

 

~XXX~

 

“Bisakah kau lebih cepat menyetirnya?” Suho sedikit panik mengoncang tubuh Kris yang sedang dibangku kemudi.

 

“Kau pikir aku ini supir? Ini adalah batas amannya Kim Joon Myun,” desis Kris sinis. Masih untung dia mau menyetir. Masih saja disuruh cepat-cepat.

 

“Apanya yang batas aman eoh! Kalian gila hyung! Ini sudah sangat cepat!” pekik Baekhyun dibangku belakang. Tangannya mecengkram sisi jok dengan kencang. Dua namja ini gila pikirnya. Kecepatan 120/km dibilang batas aman? Dan yang satu lagi masih meminta untuk tambah kecepatan? Tidak tahu kan mereka dia dibelakang sedang terombak-ambik akibat Kris yang menyetir seperti orang balapan di circuit.

 

Akhirnya dengan keputusan yang sedikit nekad, Kris dan Suho memutuskan untuk menyusul para Tuan putri mereka. Mereka tidak perduli jika seandainya mereka akan diusir dari sana. Yang ada dibenak mereka hanya ada Rinrin dan juga Aegy. Sedangkan Baekhyun, tentu saja dia jadi petunjuk jalan. Baekhyun itu teman dekat Rinrin dan juga Aegy bukan? Siapa lagi yang tahu rumah kakek Rinrin dan juga Aegy jika bukan Baekhyun?

 

Suho masih tampak cemas. Dia mengutak-atik ponselnya. Mencoba melakukan panggilan dengan Aegy.

 

“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.” Suho memasukkan poselnya dengan kasar. Tadinya dia ingin membanting ponsel itu karena kesal, tapi tidak jadi karena cicilannya masih belum lunas.

 

“Masih tidak bisa?” Baekhyun yang duduk dibelakang sama cemasnya dengan para Hyungnya. Dia tahu, kakeknya Aegy dan Rinrin bukanlah orang yang mudah.

 

Suho menggeleng lemah. Dia tidak bersemangat. Bagaimana bisa Aegy tidak memberitahunya. Suho menghela nafas pelan. Kris yang daritadi melirik rekan leadernya *cieeee* hanya ikut menghela nafas. Walaupun dia tidak menunjukkannya. Kris juga khawatir. Dia khawatir dengan Shin Rinrin. Tapi dia terlalu gengsi untuk menunjukkannya.

 

“Tenangkan dirimu hyung..” Baekhyun mencoba menenangkan kedua hyungnya ini. Suho dan Kris hanya mengangguk lesu. “Sebentar lagi kita sampai” lanjutnya.

 

~XXX~

 

Aegy duduk sambil memeluk lututnya. Dia sedang memandang langit. Hal yang selalu dilakukannya saat Aegy merindukan bintangnya. raMyun pabo jeleknya.

 

Aegy menyentuh layar ponselnya. Tampak wajah Suho yang tengah terlelap yang menjadi wallpapernya. Dia ingat saat dia diam-diam mengambil gambar itu. Dia suka sekali saat melihat Suho tidur. Sangat manis dan imut. Apa dia menghubunginya saja?

 

“Merindukannya eoh?”

 

Aegy mendongkak menatap Rinrin yang kini mengambil posisi duduk disampingnya. Dia menggeleng pelan.

 

Alis Rinrin berkerut. “Wae?” tidak biasanya seperti ini. Biasanya Aegy akan dengan senang hati saat menghubungi Suho. kecuali dia sedang mempunyai masalah yang mengganjal pikirannya.

 

“Apa lebih baik kita beritahu kakek?” ujar Aegy lirih. Dia masih menatap layar ponselnya. Berusaha untuk kuat. “Memberitahu tentang Suho dan Kris.” Lanjutnya.

 

Rinrin menghela nafas. “Jangan dulu. Kalau kakek sakit jantung bagaimana? Kakek kan tubuhnya lemah,” Rinrin tertunduk. Satu sisi dia tidak ingin perjodohan ini, tapi disisi lain dia juga tidak ingin kakeknya sakit.

 

“Lalu, kita harus terima dengan perjodohan ini?”

 

“Tidak ada pilihan lain” suara Rinrin terdengar parau.

 

“Hanya itukah jawabanmu? Tidak adakah pilihan lain? Lalu kau akan jelaskan apa pada Kris jelekmu itu eoh?!” Tanya Aegy sengit. Dia terlihat frustasi.

 

Rinrin hanya terdiam. “Aku.. tidak tahu bagaimana menjelaskan pada Kris jelek nanti,” bisiknya pelan. Kini dia menatap langit. Mengingat wajah tampan sang pangeran Es-nya.

 

“Huuuaaaaa!!!! Aku bisa gila!!!!!” Aegy mengacak rambutnya kasar. Dia benar-benar frustasi. Ini bukan hal yang mudah.

 

Rinrin menoleh kearah Aegy. “Berhenti berteriak Shin Aegy, aku pusing.” Dia menarik nafas sebentar. “Lebih baik kita pulang.” lanjutnya kemudian.

 

“Kabur maksudmu? Kau kan tidak bawa mobil, kau tidak ingat kita ke sini dengan mobil namja setan itu?” Aegy menatap Rinrin malas. Masa iya mereka harus berjalan kaki sampai Seoul? Itu sama saja dia bunuh diri secara tidak langsung.

 

Rinrin tersenyum kecil. Tangannya mengambil sesuatu disakunya. “Taaarrraaa” Rinrin memamerkan sebuah benda kecil ditangannya.

 

“Kunci mobil!!! Punya siapa eoh?” Tanya Aegy antusias.

 

“Aku mengambil punya pangeran iblis tengil itu.” Rinrin menjulurkan lidahnya.

 

“Kyaaaaa!!! Kau daebak!!” Aegy yang senang langsung memeluk Rinrin dengan erat. “Kapan kau mengambilnya eoh?” tanyanya setelah melepas pelukannya.

 

“Itu tidak penting.” ujar Rinrin sok misterius. Aegy memutar kedua bola matanya malas. Dia tidak suka jika Rinrin sudah mulai menyembunyikan sesuatu darinya. “Sekarang kita harus cepat pergi. Setelah sampai Seoul akan ku titipkan mobil itu ke kantor polisi. Biar mereka tahu rasa,” lanjut Rinrin dengan penuh dendam membara disetiap kata-katanya. Hey.. hey.. =_=

 

“Kenapa tidak kau buang saja sekalian mobil itu ke jurang? Itu lebih bagus. Biar tidak punya sekalian.” Rinrin hanya menatapnya diam. Oke. Shin Aegy memang lebih sadis darinya. Aegy, jika sudah kesal otaknya bisa berubah sangat jahat. Hiii…

 

Sudahlah.. kajja!”

 

~XXX~

 

“Aish! Mobil sialan! Pakai acara mogok segala!” Suho mengomel sambil menendang-nendang ban mobil dengan sadis. Dia kesal, bagaimana tidak. Baru saja Baekhyun bilang bahwa sebentar lagi mereka sampai, tapi mobilnya malah mogok ditengah jalan. Eum.. sepertinya harus sedikit diubah kalimat akhirnya, karena mereka sedang ada dipinggir jalan bukan ditengah jalan. Dia masih terlalu muda untuk mati tertabrak mobil -_-

 

“Bisakah kau diam Joon Myun? Kau sudah mengomel dan menendang mobil itu selama setengah jam. Apa kau tidak puas?” gerutu Kris yang mulai bosan dengan oceh dari Suho. kenapa sekarang namja itu mirip sekali dengan Aegy?

 

“Aku akan berhenti mengomel setelah mobil ini bisa bergerak lagi.” ujarnya. Entahlah, jika sudah menyangkut dengan Shin Aegy, Suho seperti bukan dirinya yang sabar. Dia terlalu panik.

 

“Jika kau ingin mobilnya berjalan, kau saja yang mendorongnya Hyung.” Usul Baekhyun di iringi anggukan cool dari Kris.

 

Suho menatap Baekhyun tajam. Sedangkan yang ditatap hanya nyengir tidak jelas. “Memang tidak ada bengkel ya di dekat sini?” tanyanya sambil mengedarkan pandangannya. Eung.. sepi dan gelap.

 

Tentu saja, saat itu mobil mereka berhenti dijalan yang cukup sepi, terlebih lagi hari sudah larut. Hanya ada mereka bertiga disana. tiba-tiba Suho merinding. Aigoo.. apa ada setan? Pikirnya konyol.

 

Baekhyun terkesikap saat dia merasakan ponselnya bergetar. “Ah, Chanyeolie~” ternyata Chanyeol sang roommate yang menghubunginya.

 

“Apa kalian sudah sampai? Bagaimana Rinrin dan Aegy, apa ada perang?” Suara Chanyeol mengecil saat melontarkan kalimat terakhirnya. Perang? Memang dia pikir ini itu pertempuran? Lagipula siapa yang akan berperang? Aish! Bocah bodoh.

 

“Belum, mobil kami mogok”

 

“Mwo?! Jadi kalian belum bertemu dengan Yeppo dan juga Chubby??” kini Je Hwa yang mengambil alih panggilan. Baekhyun mengernyit. Siapa yeppo dan Chubby? Memangnnya dia mau menjemput orang lain?

 

“Eungg.. itu siapa Je Hwa? Aku tidak kenal mereka” jawab Baekhyun dengan polosnya.

 

“Aigoo.. tentu saja itu__” tuuttt.. tuuutttt. Baekhyun menatap layar ponselnya. Aigoo! Batrainya habis. Dia mengacak rambutnya pelan. Padahal Je Hwa belum menjawab siapa itu Yeppo dan Chubby?

 

“Itu Aegy dan juga Rinrin” ujar Kris singkat. Baekhyun memandangnya bingung. “Itu julukan untuk Aegy dan Rinrin, akhir-akhir ini Je Hwa sering menggunakannya,” timpal Suho.

 

“Jinja? Aku tidak tahu.” Baekhyun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

 

“Sudahlah, tidak penting mengurusi itu. Sekarang bagaimana kalau kita jalan saja? Tidak ada gunanya juga berdiam diri disini,” usul Kris.

 

“Jalan? Kau yakin?” Suho menautkan kedua alisnya. Apa dia tidak salah dengar? Masa iya ingin jalan? Tengah malam.. sepi.. bagaimana kalau ada hantu?! *tabok suho*

 

“Eum.. daripada bengong disini,” jawab Kris dengan santainya.

 

“Tapi masih lumayan jauh lho Hyung, jika.. jalan kaki..” jelas Baekhyun. Dia juga tidak mau jika harus berjalan kaki. Itu sangat jauh.

 

“Lalu? Apa kalian akan tetap berdiri disana tanpa melakukan apa-apa?” ceramah Kris yang membuat Suho dan Baekhyun seperti mendapat tamparan keras *plak*

 

“Chankamman! Lihat itu.” Baekhyun menunjuk sebuah mobil yang melaju kearah mereka. “Kita minta tolong saja.”

 

Tanpa aba-aba Suho langsung menyetop mobil itu dengan cepat.

 

Ckiiiitttt…

 

Mobil itu berhenti mendadak tepat di depan Suho.

 

BLAM

 

Seseorang keluar dari mobil itu dengan marah-marah. “Woy! Kalau mau mati jangan di tengah jalan dong!!” Seketika Suho, Baekhyun, dan Kris langsung menatap gadis itu.

 

Sementara itu gadis lainnya ikut menyusul keluar dari bagian pengemudi berniat menghentikan amukan yeoja tadi. “Sudahlah, ayo kita pulang. Kita tidak punya banyak waktu untuk marah-marah. Cepat atau lambat mereka akan sadar kalau kita menghilang…” desisnya. Baekhyun, Kris dan Suho juga langsung menatap yeoja itu.

 

“Tapi–”

 

“Aegy?!” Suho tercengang. Kedua gadis itu kemudian lekat menatap orang di depannya yang tadi hampir mereka tabrak. “RaMyun pabo!!” Gadis yang berteriak-teriak tadi langsung terkejut. Ternyata dia Aegy. Sedangkan gadis satunya langsung menatap ke pengendara lain yang berdiri tidak jauh dari Suho.

 

“Baekhyun oppa…” tersendat kemudian ia lanjutkan menatap sosok tinggi jangkung yang berada di sebelah Baekhyun. “Kris jelek!?”

 

Mereka terdiam lama. Masih tidak mengerti, Aegy dan Rinrin tidak berpikir akan bertemu Myunpa dan yang lain disini. “Apa yang sedang kalian lakukan disini?” Rinrin memperjelas. Ia masih benar-benar bingung.

 

Kris tiba-tiba berjalan dan menggandeng Rinrin. Yeoja itu tak sadar kalau ‘pangeran es’-nya begitu cepat. “Ku jelaskan nanti…” bisik pemuda itu. Kris kemudian membukakan pintu mobil sebelah kemudi agar Rinrin mau duduk. Sedangkan ia duduk di kursi pengemudi. Sementara itu tiga yang lain masih berdiri di jalanan.

 

TIN TINNN

 

“Kalian ingin tetap di situ atau pulang?” Kris membunyikan klakson membuat Aegy, Suho, dan Baekhyun tersadar. Kompak mereka langsung masuk ke jok belakang mobil.

 

“Baekhyun, kau mau tukeran denganku ga?” pinta Suho memelas.

 

“NO!” tolak Baekhyun tegas.

 

“Oppa.. tidak bisakah kau di pinggir saja?” Aegy ikut-ikutan memelas.

 

“NO! NO! NO!” ucap Baekhyun. Ia memilih duduk di tengah untuk menghindari hal yang tidak-tidak. Jika HoAe telah bertemu apapun bisa terjadi kan? Kkk~ so smart Baekki oppa :3 (aegy : =_=)

 

Aegy dan Suho hanya bisa tertunduk lesu. Gagal deh acara kangen-kangenan mereka. Sementara itu Kris segera menyalakan mesin mobil, menginjak gas kemudian mobil segera meluncur mulus. Rinrin menatap namja itu sambil tersenyum. Kris dalam keadaan baik-baik saja, itu sudah cukup baginya.
~XXX~

 

Pilihan yang sulit.. apa yang akan dilakukan Rinrin dan Aegy selanjutnya? Bagaimana kelangsungan hubungan K-Rin dan HoAe yang mengalami hambatan sebuah tembok besar dengan nama perjodohan?

 

 

 

 

 

24 responses »

  1. huaaaaa lanjuttt😄
    eh itu yang nyetir tuh aegy atau rin2 ??
    hahahahha emag ya c aegy itu kelakuannya ajaib -_-
    lanjut thorr kalo bisa jangan lama2 ya😄
    ehh iya ini kayaknya aga kecepetan alur ceritanya ^^
    sekian dari saya wassalam dan terima kasih ^^

  2. AUTHOOR, KO BELOM DILANJUUT #NANGIS .. mian capslock jebol, hehe .. dilanjut ya author ririn ssi yg neomu yeppeo dan yeobo nya kris oppa, hehe, gomawo ..

  3. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Get Married Part 4 : “Secret” << Colaboration Cast « ★EXOplanet★

  4. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Get Married Part 5 : “Decision”<< Colaboration Cast « ★EXOplanet★

  5. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Get Married Part 6 : “Maafkan Aku” << Colaboration Cast « ★EXOplanet★

  6. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Get Married Part 7 : “Kepingan Yang Hilang” << Colaboration Cast « ★EXOplanet★

  7. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 8 : “Because of You..”<< FF EXO Colaboration SJ & Beast « ★EXOplanet★

  8. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 9 : “You And I”<< FF EXO Colaboration SJ & Beast « ★EXOplanet★

  9. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 10 : “Finally…”<< ENDING « ★EXOplanet★

  10. mikir ngga kalo Shin sister ini kelewat b’untung bayangkan sodara sodari punya pacar Leader’s EXO mau d’jodohin sama Kyu n Seobie weewwwww

  11. aduoh,, hpnya suho melum lunas?? Kredit dong?? Bwuahahaha😀 katanya kayak.. Eh.. Ternyata..mlarat *ditabok suho.. Next lanjut part 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s