>>[FF EXO] Let’s Get Married Part 4 : “Secret” << Colaboration Cast

Standar

Main Cast :

>>Wu Yi Fan (Kris EXO-M)

>>Kim Joon Myun (Suho EXO-K)

>>Shin Rinrin

>>Shin Aegy

>>Cho Kyuhyun

>>Yang Yoseob

 

Other :

>> EXO Member and All Couple

 

Author : Ririn Cross & Aegyoppa

 

Genre : Romance, Hurt/Comfort

 

Disclaimer : EXO’s belong to themselves, but this story original by me! Don’t copas anywhere~

 

WARNING : OOC, saya ga bisa lepas dari salah ketik, makanya typo bertebaran dimana2 T.T, ada sedikit kissue.. cuma sedikit.. jadi jangan berpikir yang macam2 -_-

 

Link FF Part Sebelumnya :

>>Let’s Get Married Part 1<<

>>Let’s Get Married Part 2<<

>>Let’s Get Married Part 3<<

 

Part 4 : Secret Makes A Woman, Woman

 

 

~XXX~

 

            “Dimana mobilku!?” desis Kyuhyun frustasi. Ia tadi hendak membersihkan mobilnya sebelum niatnya besok akan dipakai comeback to Seoul. Sekarang mobil yang dimaksud telah menghilang.

 

“Ada apa Kyu?” Yoseob menguap lebar. Ia menikmati waktu istirahat. Namja chibi itu masih terlihat mengantuk. Kelelahan mungkin.

 

“Mobilku..” Kyuhyun tertunduk lesu. ‘Leopard’ kesayangannya hilang. Siapa yang tega mencuri mobil itu dari tangannya. Takkan ia ampuni.

 

“Hah… Kok bisa?!” Yoseob kaget. Ia ikut mengamati jejak tempat parkir mobil itu. Sebuah benda mengkilap jatuh di sekitar tempat parkir mobil. “Apa ini?”

 

Kyuhyun segera merebut benda itu dari Yoseob. Sebuah jepit rambut hitam kecil. Ingatan namja itu langsung mengarah pada satu orang. “Yoseob!! Kau tau kemana Rinrin dan Aegy?!”

 

“Terakhir kulihat mereka duduk di taman belakang…” jawabnya.

 

“Cari mereka segera!” perintah Kyuhyun. Kalau prediksi Kyuhyun benar kedua gadis itu pasti kabur. Tentu saja ia tahu siapa pelaku utama dalam kasus ini. “Shin Rin Rin… kau tidak akan lepas dariku…” bisiknya pasti.

 

~XXX~

 

Sinar mentari menerobos masuk melalui celah-celah jendela. Tampak dua orang yeoja sedang membungkus diri mereka dalam selimut tebal. Keduanya tampak tidak perduli dengan cahaya matahari yang kian panas. Mereka tetap tidur terlelap seperti tidak pernah tidur ratusan tahu.

 

Kriinggg.. kringgg…

 

Suara jam weker yang maha dahsyat itu bahkan tidak mampu membuat mereka bangun. Keduanya masih tampak betah memejamkan matanya. Bahkan untuk bergerakpun tidak, jangan-jangan mereka mati?

 

Drrttt… drrrttttt… 

 

            Seorang yeoja tampak terbangun dari tidurnya. Matanya mengerjap-ngerjap menandakan dia sedang berusaha membiasakan dengan cahaya. Tangan mungilnya meraih ponselnya yang ia letakkan di samping tempat tidur.

 

“Yeoboseyeo,” ujarnya serak.

 

“Yak! Shin Rinrin! Jam segini kau belum bangun?!” teriak suara yeoja lain di seberang sana. Rinrin sontak langsung menatap ponselnya kaget.

 

“Bunda Je Hwa?”

 

“Nde! Cepat bangun! Bukankah kau janji akan berkumpul bersama kami?”

 

“Ah.. aku lupa bunda,” Rinrin melirik kesamping, tampak Aegy yang masih terlelap. Dia sendiri pun sebenarnya sedang malas keluar.

 

“Aish! Tidak mau tahu. Kau harus kesini! Atau kau akan tahu akibatnya.” Tepat mendengar kata terakhir membuat mata Rinrin terbuka lebar. “Arraseo! Aku akan segera datang dengan Aegy!” Rinrin mematikan panggilannya dan membangunkan Aegy.

 

“Shin Aegy ireeonnaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!” teriak Rinrin di telinga Aegy. Membuat sang empunya telinga bangun dengan kaget. Sehingga keningnya terbentur kepala Rinrin yang memang berada didepannya.

 

“Appooo…” ringis keduanya sambil mengelus kening masing-masing.

 

“Tidak bisakah kau bangunkan aku dengan cara yang indah Shin Rinrin? Kenapa kau harus berteriak?” omel Aegy. Tidurnya terganggu.

 

“Indah yang bagaimana menurutmu? Memberimu kecupan selamat pagi gitu?” cibir Rinrin. Dia tahu, Aegy tidak akan bangun dengan mudah. Apalagi jika dia terlalu lelah. Dasar kebo.

 

“Tidak seperti itu juga.” Aegy mendengus. Masih terlalu pagi untuk berdebat dengan Rinrin. “Ada apa membangunkanku?” tanyanya.

 

“Ah! Iya! Kita harus berkumpul dengan Ppapiyong, bunda sudah menunggu disana.” Rinrin langsung bangkit dari tempat tidur. Menyambar handuk dan menuju kamar mandi. Sedangkan Aegy hanya merentangkan kedua tangannya dan menguap. “Masih pagi.” Aegy bermaksud merebahkan dirinya kembali, tapi..

 

“Berani tidur lagi, kau tamat Shin Aegy!” teriak Rinrin dari kamar mandi. Aigoo.. apa sekarang Rinrin sudah berubah menjadi cenayang? Darimana dia tahu kalau Aegy berniat untuk melanjutkan tidurnya lagi? Benar-benar menakutkan.

 

~XXX~

 

“Jadi, ada apa sebenarnya?” Je Hwa membuka suara saat Rinrin dan Aegy sudah datang ke apartmennya. Mereka semua sedang berkumpul Karena memang kebetulan adalah weekend. Sekalian bersantai bersama.

 

“Apanya bumma?” Tanya Aegy sok polos. Tangannya menyendok sesendok es krim vanilla masuk kedalam mulutnya. Kebiasaanya yang lain.

 

“Apanya yang ‘apanya bumma’ eonnie?” Tanya Haeyeon yang sedang berusaha mencuri sesendok es krim yang di kuasai oleh Aegy. Tapi dengan gesit Aegy menjauhkan mangkuk es krimnya sehingga Haeyeon hanya dapat menggigit sendoknya.

 

“Heh? Apanya yang ‘apanya yang apanya bumma, eon’ Hae-ah?” Hyeon Hyo yang dari tadi sibuk memakan keripik kentang di samping Min Rin buka suara.

 

Min Rin hanya mengangguk-angguk dan tetap asyik dengan keripik kentangnya. Mungkin takut kehabisan?

 

“Lalu apa yang kau maksud dengan ‘apanya yang, apanya yang apanya bumma, eon, Hae-ah? Magnae?” Timpal Hyemin yang mengaruk-garuk kepalanya. Mungkin karena dia belum mencuci rambutnya jadi terasa gatal.

 

Rinrin dan Je Hwa hanya cengo melihat keanehan dari ppappiyong. Apa-apaan ini? Sebenarnya siapa yang tidak nyambung disini? Kenapa kalimatnya berubah jadi ribet seperti itu?

 

“Kalian ini bicara apa sih?” Rinrin menautkan kedua alisnya tidak mengerti.

 

“Aku? Aku dari tadi makan keripik Rin-ah, aku tidak bicara” jawab Min Rin yang membuat Rinrin dan Je Hwa gemas ingin mencekik semuanya. Hi.. sadis..

 

“Ya Tuhan.. kenapa aku bisa mempunyai saeng yang ajaibnya tak terhingga Tuhan? Tidak bisakah kau kirimkan aku saeng yang baik hati, tidak sombong, rajin menabung dan menurut kepada orang tua.” Kini Je Hwa malah berdoa sambil sujud-sujud ala dance MAMA-EXO *promo* sedangkan Rinrin semakin sweatdrop.

 

“Kalian aneh,” celetuk Aegy yang membuat Je Hwa melempar bantal sofa ke arah Aegy. Namun karena gerakan refleks Aegy yang kilat, alhasil bantal itu mengenai Haeyeon yang posisinya tepat di samping Aegy. Ckck, eternal magnae yang malang.

 

“Je eon! Kenapa aku yang kena eoh!” Haeyeon kembali melempar bantal itu kearah Je Hwa, namun lemparannya meleset hingga mengakibatkan pendaratan secara mulus di keripik kentang Hyeon Hyo dan berakhir dengan tumpahnya makanan ringan itu ke lantai.

 

“Kyaaaa!!! Keripikku!!!!” Jerit Hyeon Hyo histeris. Mungkin jika dibandingkan dengan teriakan Kai di MV MAMA, maka itu tidak ada tandingannya.

 

“Huuaaaa!! Lantaiku!!” timpa Hyemin yang juga histeris. Karena memang kali ini adalah rumahnya yang dipakai untuk berkumpul semua keluarga Ppappiyong. Rinrin hanya menepuk keningnya. Sepertinya hanya dia yang masih terlihat normal.

 

“STOP!!! Tidak bisakah kalian lebih serius!?” Lee Je Hwa mencoba menenangkan forum. Jika semua tidak serius tujuannya mengumpulkan ‘kupu-kupu’ ini semua akan sia-sia.

 

Semua langsung terdiam. Kelihatannya Lee Je Hwa telah masuk pada batasnya. Ia ingin mendapat kejelasan dari couple paling eksis di ‘Pappiyong’, AeRin. *cieeee*

 

“Sebenarnya, dalam hal ini aku sependapat dengan Je Hwa eonni…” Min Rin mengangguk, sebagai modus mengalihkan perhatian dari tumpahnya keripik kentang Hyeon Hyo. Mencairkan suasana intinya sih begitu. “Aku penasaran, mengapa kalian tiba-tiba harus pulang ke Busan? Apalagi dengan dua orang namja yang diutus kakek kalian.. jadi, sepertinya ada sesuatu mungkin menyangkut….”

 

“Warisan!!” teriak Hyeon Hyo. *DOR

 

Semua mata langsung menatap sengit padanya. “Kau bicara apa saengiyang?” desis Je Hwa skeptis.

 

Sementara itu Hye Min berpikir. Fokusnya telah beralih dari kripik kentang menuju masalah uang. Ia yakin, bukan karena warisan. Kalau masalah warisan tentu saja keluarga yang diutus sekalian, bukan malah dua orang pemuda yang ga jelas itu. Bukankah appa dan eomma Rinrin serta Aegy juga menetap di Seoul? Hanya saja mereka berbeda tempat, Aegy dan Rinrin memilih tinggal di apartemen yang dekat dengan tempat kerja dan universitas sedangkan orangtua mereka lebih jauh. Kalau mengenai warisan atau hal-hal yang berkaitan dengan itu mengapa Aegy dan Rinrin tidak bersama orangtuanya saja? Apalagi umur Aegy dan Rinrin belum termasuk umur dewasa untuk membahas hal-hal seperti itu. Hye Min mulai penasaran, dan pikirannya hanya ada satu kesimpulan.

 

“Perjodohan? Maybe..” desisnya.

 

Rinrin dan Aegy menelan ludah. Semua mata kini langsung menatap ke arah mereka berdua.

 

~XXX~

 

Aegy berjalan sambil bersenandung pelan. Saat ini dia sedang di perjalanan ke gedung SM, hanya untuk melihat Suho. Tiba-tiba saja yeoja itu rindu dengannya. Hanya menunggu di luar tidak apa-apa kan?

 

Aegy berhenti dan menatap lobbi gedung SM. Matanya melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. “Biasanya jam segini mereka sudah selesai latihan, kenapa belum keluar juga?” gumamnya sendiri. Matanya masih menatap jauh kearah pintu masuk gedung.

 

Tak lama terlihat beberapa orang mulai bertebaran (?) maksudku berhamburan (?) keluar. Matanya masih sibuk mencari, tiba-tiba matanya berhenti menatap sosok yang kini sedang tertawa bersama seorang yeoja.

 

Deg

 

Suho.. dengan.. siapa? Alisnya bertaut. Aish! Dia tidak terlalu pandai menghafal wajah orang. Tapi sepertinya wajah itu tidak asing, iya! Aegy pernah melihatnya, tapi dimana? Ayolah~ kenapa di saat seperti ini penyakit pelupanya kambuh lagi?

 

Suho tampak err.. bahagia? Senyumnya sangat cerah dan matanya terlihat berbinar. Apakah Suho juga seperti itu saat bersama dengan dirinya? Aegy menggeleng kasar. Dia tidak boleh berfikir yang macam-macam. Tidak boleh. Dia harus percaya dengan Suho.

 

Aegy mencoba tersenyum. Lalu dia membalikkan badannya. Memang itu kan tujuannya ke sana? Hanya melihat Suho, dan.. seorang yeoja..

 

Aegy tertunduk, dia mencengkram dadanya. Kenapa sakit? Kenapa dia merasa kesal dan sedih?

 

Lagi-lagi Aegy menggeleng. “Pikiran bodoh! Cepat pergi!” omel Aegy dan memukul-mukul kepalanya sendiri.

 

“Pikiran siapa yang bodoh eum?”

 

“Waaaaaaaaaaaaaa!!!!! Setan!!!!!!!!!!!”

 

Pleeetak!

 

“Siapa yang kau sebut setan eoh!?” protes Yoseob. “Manusia manis gini ko dibilang setan, kalau malaikat iya~” Yoseob mulai narsis.

 

“Iya, kau malaikat pencabut nyawa!” cibir Aegy. Dia kesal. Bagaimana mungkin namja itu terus mengikutinya? Bukankah dia sedang di Busan kemarin? Apa dia mempunyai radar yang bisa melacak keberadaanya?

 

“Bukankah kau ada di Busan? Bagaimana bisa disini?” Tanya Aegy tidak percaya. Ini benar-benar amazing.

 

“Tentu saja kekuatan cinta~” Yoseob memberikan wink terbaiknya dan tidak lupa dengan senyuman lebarnya.

 

“Apanya yang kekuatan cinta eoh?!” Aegy menjitak kepala Yoseob sadis. Membuat namja itu cemberut.

 

“Apa kau tidak bisa lebih lembut, kau ini sadis sekali Aegy-ah?” protes Yoseob sambil mengelus-ngelus kepalanya.

 

“Kau baru tahu? Kemana saja selama ini!” ketus Aegy.

 

“Aiigooo~ kenapa kau tampak manis jika sedang mengomel seperti ini?” Yoseob mencubit pipi Aegy gemas. Gadis ini benar-benar susah ditaklukkan. Baru kemarin dia melunak, tapi kenapa sekarang kembali kesifat awalnya yang galak?

 

“Ae-chan…”

 

Suara lembut itu membuat Aegy dan Yoseob menoleh ke arah sumber suara.

 

DEG

Mata Aegy membulat. Suho. sejak kapan berdiri disana? Aegy melirik tangan Yoseob yang masih berada di pipinya. Segera dia melepaskan tangan itu.

 

“Kau pergilah duluan Yoseob” Aegy langsung mendorong tubuh Yoseob menjauh. “Tapi___”

 

“Pergi atau mati,” ancam Aegy yang membuat Yoseob mengkerut. Yeoja ini kenapa suka sekali mengancam sih? Apa tidak ada kata lain selain tamat dan mati? Kenapa tidak diganti dengan game over saja sekalian?

 

“Arraseo.”

 

            ~XXX~

 

            “Kemana Aegy?” Rinrin menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia baru saja bangun tidur siang. Setelah dari Busan dan rapat dadakan ppappiyong kemarin, badannya benar-benar pegal. Satu hal, mungkin karena ia terlalu lama menyetir mobil, meninggalkannya di kantor polisi setelah Kris dan yang lain mengembalikan mereka ke apartemen, + menjambak rambut K_ skip, yeoja itu tidak ingin membicarakan orang yang tidak penting itu.

 

“Aku lapar… Tidak adakah makanan?” desisnya sambil membolak-balik (?) isi lemari pendingin. Tak ada sama sekali. Ia belum belanja.

 

Rinrin kemudian meraih jaketnya. Terpaksa ia harus cari makan di luar jika memang tak ada yang bisa dimakan. Perutnya telah memberi kode seperti genderang mau perang.

 

Namun, saat ia membuka pintu apartemen, sosok itu yang menyambutnya. “Kyuhyun?!”

 

BLAM

 

Gadis itu langsung menutup dan mengunci pintu rapat-rapat. Aaaaa…. Bagaimana bisa ada namja setan itu disini? Sepertinya ia akan balas dendam. Hiii.. Rinrin ngeri membayangkannya, bagaimana kalau Kyuhyun nanti akan menyiksanya karena kemarin mencuri mobilnya. Ataukah Kyuhyun akan mengirisnya tipis-tipis dan akan dijadikan menu makan malam? Oh ayolah Shin Rinrin, pikiranmu mulai melantur. Kyuhyun takkan sekejam itu.

 

Rinrin mengatur nafas lalu membuka pintu. Kyuhyun masih berdiri di sana dengan wajah malas. “Ada perlu apa Cho Kyuhyun-sshi?” desis yeoja itu gugup.

 

“Mengambil kunci mobil orang, membawanya pergi tanpa bilang-bilang, menitipkannya ke kantor polisi…” Kyuhyun sengaja menghentikan perkataannya dan menatap Rinrin tajam. “Kau tahu, kau akan kena hukuman Shin Rin Rin,” desis pemuda itu tajam.

 

Rinrin menunduk. Ia gemetar, ini memang salahnya, dan memang Rinrin sengaja. Demi keselamatan. Terserah jika sekarang Cho Kyuhyun benar-benar membencinya, itu malah lebih baik sehingga tidak ada lagi perjodohan sialan ini. “Mi..mianhae…” balasnya ketus.

 

Pemuda itu kemudian memegang dagu Rinrin. “Kau tampak manis kalau seperti ini…”

 

PLAK

 

Rinrin menyingkirkan tangan Kyuhyun dengan kasar. Namja ini tidak sopan. Seenaknya menyentuh. Rinrin yang tadi takut kini mulai berani. “Apa yang kau inginkan Tuan Cho? Hukuman apa yang kau maksud?” tanya Rinrin dingin. Namun justru Kyuhyun semakin tersenyum. Rinrin seperti inilah yang ia suka. Gadis yang tegas.

 

“Pertemukan aku dengan orang yang kau sukai itu.” Kyuhyun menjadi serius.

 

DEG

 

Apa-apaan ini?

 

~XXX~

 

“Jadi… itu tadi yang namanya Yoseob?”

 

Kini Suho sedang mengantar Aegy untuk kembali ke apartemennya. Tangan mereka saling bertaut. Kebetulan jalanan itu cukup sepi, jadi tidak masalah jika Suho menggandeng Aegy. Walaupun dia tetap menggunakan topi untuk menutupi wajahnya.

 

Aegy hanya menunduk. Dia tidak sanggup melihat wajah Suho saat ini. Dia takut.. takut tidak bisa melepaskannya.

 

“Dia tidak lebih tinggi dari aku.”

 

Gubrak!

 

Aegy sweatdrop. Kenapa jadi membahas tinggi badan? Aegy pikir Suho akan bertanya macam-macam. Atau yang lebih buruk lagi adalah dia akan marah. Tapi kenapa malah membahas tinggi badan?

 

“Berapa umurnya?”

 

Aegy terkesikap. Alisnya bertaut. Mencoba mengingat. “Eung, dia lahir tahun.. 90 mungkin? Aku tidak yakin?” Aegy mengaruk tengkuknya. Dia memang payah dalam hal mengingat sesuatu. Apa lagi hal yang tidak terlalu penting menurutnya.

 

Alis Suho tampak berkerut. “Bukankah dia temanmu? Masa kau tidak ingat?”

 

“Aish! Kau tahu kan aku sulit mengingat tanggal-tanggal seperti itu. Lagi pula dia bukan temanku.” Bibir Aegy mengerucut. Memang salahnya jika dia tidak ingat kapan Yoseob lahir? Perduli saja tidak. *author berdusta >.

 

“Arraseo… kau memang payah dalam urusan mengingat.”

 

“Jangan mengejekku raMyun pabo!” Aegy mengerucutkan bibirnya kesal. Dasar menyebalkan.

 

“Tapi sepertinya kau dekat dengannya ya?” Suara Suho sedikit memelan dan tampak sendu. Aegy hanya menatap Suho bingung. “Apanya yang dekat? Kalau sering bertengkar iya!”

 

“Tapi bukan kah itu menandakan kalian sangat dekat?” Suho tiba-tiba menjadi takut. Dia mengeratkan genggaman tangannya. Aegy menghentikan langkahnya dan menatap Suho. “Aku tidak dekat dengannya Joon Myunnie-ah. Aku hanya dekat denganmu.” Aegy menyentuh dada bidang Suho dengan telunjuknya dan tersenyum manis. Dia tahu jika Suho sedang cemas. Sama seperti dirinya, Aegy sendiri masih bingung perihal pertunangannya itu. Bagaimana caranya memberitahu Suho? atau cara meyakinkan kakeknya bahwa yang dia cintai adalah namja yang ada dihadapannya ini.

 

Suho tersenyum dan mengacak rambut Aegy pelan. Gadis ini memang bisa membuatnya nyaman. “Arraseo.. kau hanya boleh dekat denganku Shin Aegy, kau sudah berjanji padaku” senyum Suho masih setia di wajah tampannya. Sangat manis.

 

“Joonmyun-ah..”

 

“Hmm?”

 

“Boleh aku meminta satu permintaan?” Suho menautkan kedua alisnya. Ada apa dengan Aegy? Kenapa dia terlihat berbeda? Adakah yang disembunyikan darinya? “Kau bicara apa Ae-chan?” Suho tidak mengerti.

 

“Bisa tidak?” Suho mengangguk. “Bisakah kau selalu tersenyum? Apapun yang terjadi.. jangan pernah kehilangan senyum itu dari wajahmu.” Aegy menahan nafasnya sebentar. Hatinya perih, tapi dia harus kuat bukan? “Dengan, atau tanpa aku. Tetaplah tersenyum. Karena aku paling suka senyummu.” Aegy tersenyum manis saat dia menyelesaikan kalimatnya.

 

~XXX~

 

“Kau sedang apa?”

 

“Sedang latihan…” ucap namja di seberang dengan datar. Rinrin menghela nafas.

 

Hening sejenak di ujung sana. “Terjadi sesuatu?”

 

“Aniyo~ Hanya saja… Temanku ingin bertemu denganmu..”

 

“Teman?”

 

“Hm… begitulah..”

 

“Kapan?”

 

“Kalau bisa sekarang…”

 

“Oke, dalam setengah jam sepertinya ini akan selesai…”

 

“Tentu, aku akan selalu menunggumu..”

 

Rinrin menutup ponselnya. Matanya kemudian mengamati buku menu yang tergeletak manis di meja, pelayan ramah yang tadi berusaha memberikan layanan yang memuaskan, dan Kyuhyun yang sejak tadi memperhatikannya.

 

“Bagaimana? Dia akan datang?”

 

“Setengah jam lagi…”

 

“Aku sudah tak sabar untuk bertemu dengannya..” Kyuhyun tersenyum dengan santai.

 

“Kuharap kau tidak macam-macam Cho Kyuhyun..”

 

Kyuhyun hanya menunjukkan seringai kecil. Rinrin menghela nafas berat. Apakah keputusannya untuk mempertemukan Kyuhyun dengan Kris itu tepat?

 

Mereka lama terdiam dalam hening. Menunggu itu melelahkan, tapi kali ini sepertinya Kyuhyun cukup menikmati. Sementara itu hati Rinrin berdegup kencang sejak tadi. Ia tak siap jika Kris harus bertemu dengan Kyuhyun saat ini. Sesuatu yang buruk bisa saja terjadi bukan? Coba kalian bayangkan, jika Pangeran Es dan Pangeran Iblis itu bertemu jadi apa dunia ini? Astaga Shin Rin Rin kau memang cari mati.

 

“Kau terlihat pucat? Belum makan ya?” Kyuhyun terlihat khawatir (?).

 

Ah benar juga. Rinrin kan memang belum makan sejak kemarin dari Busan. Saat tadi ia mencari makanan pun tak ada yang bisa di makan. Dengan terpaksa gadis itu mengangguk. Rinrin kalau lapar memang tak bisa berpikir jernih.

 

“Baiklah… kupesankan sesuatu…” Kyuhyun membuka buku menu. Namja itu terlihat serius. Sementara itu Rinrin sedikit banyak mengamati gerak-gerik Kyuhyun. Kalau diam seperti itu Kyuhyun memang terlihat manis. Tapi hey, kenapa sekarang malah melihat Kyuhyun? ‘Shin Rinrin kau sudah punya K.Li, jangan lirik-lirik..’ Suara hati kekasih Leader EXO-M.

 

“Kau daritadi terus mengamatiku? Apakah sekarang kau baru sadar kalau aku ini menarik?”

 

What? Namja ini percaya diri sekali. “Hanya dalam mimpimu Cho Kyuhyun yang tampan…” desis Rinrin dengan nada merendahkan dan terdengar sinis. Ia kesal, kalau Kyuhyun sudah terlalu narsis dan kepede-an seperti ini hanya bisa membuat amarah langsung naik ke ubun-ubun.

 

Kyuhyun malah tersenyum saat mendengar Rinrin mengatakan itu. Sudah lama gadis itu tak memanggilnya dengan ‘Cho Kyuhyun yang tampan’, walau ia selalu melakukannya dengan sadis tapi Kyuhyun menyukainya.

 

“Chicken Dounburi.. Kau mau ini?” tanya Kyuhyun. Rinrin mulai dapat mengendalikan emosinya. Ayam~ itu kesukaannya. Apalagi masakan jepang. Rinrin mengangguk senang. Seulas senyum menghiasi wajah Kyuhyun.

 

“Minum?”

 

“Cappuchino… Es.” Rinrin semangat.

 

Kyuhyun segera memesan menu. Mereka menunggu beberapa saat. Namun tiba-tiba telepon Kyuhyun berdering. Pemuda itu terlihat berbicara sebentar. Sedangkan Rinrin melamun.

 

“Aku harus pergi. Ada urusan penting…”

 

“Eh??” Rinrin terlihat mematung saat dengan tergesa Kyuhyun keluar.

 

~XXX~ 

 

Aegy berjalan di lorong apartemennya dengan langkah gontai. Dia kehilangan seluruh semangatnya. Masalahnya bertambah banyak. Yoseob, pertunangan, kakek, dan Suho. Aegy kembali mencengkram dadanya. Hatinya pilu. Kenapa hidupnya seperti drama? Dijodohkan dengan orang yang tidak dia cintai. Atau jangan-jangan kakeknya adalah penggemar drama-drama yang seperti itu makanya dia menjodohkannya dan juga Rinrin? Konyol.

 

Kepalanya tiba-tiba pusing. Ini tidak baik. Apa dia akan sakit? Aegy mengeleng kuat. Semoga saja tidak. Sakit itu tidak enak.

 

Aegy tiba didepan pintu apartemennya. Tapi siapa itu yang sedang duduk meringkuk memeluk lututnya disamping pintu?

 

“Chogiyo…” Aegy mencoba mengoyang-goyangkan sesosok yang sedang tertunduk itu. “Eunggg..” erangnya pelan. Omo! Jangan-jangan itu..

 

“Hantuuuu!!!!!!” Aegy yang terkejut langsung mundur tidak teratur hingga akhirnya malah jatuh terduduk. “Awww..” ringisnya pelan.

 

“Aigooo.. Aegy-ah, sudah berapa kali kau mengataiku hantu hari ini?” Yoseob –sosok itu- tengah membantu Aegy untuk berdiri. Malang sekali nasibnya yang terus menerus dibilang makhluk halus. Tadi setan, sekarang hantu, besok apa lagi? Padahalkan yang setan sesungguhnya itu Kyuhyun. Mana ada setan semanis dia?

 

“Salah sendiri kau selalu muncul dihadapanku. Memang kau tidak punya tempat tinggal?” Aegy sudah berdiri dibantu Yoseob. Tumben mau?

 

“Aku memang tidak punya tempat tinggal, aku boleh menumpang ya~” Yoseob mengeluarkan wajah memelasnya. Dengan mata yang dibuat sendu, bibir melengkung ke bawah. Tampak manis. Eh?

 

“Kalau bohong yang kreatif dong!” ketus Aegy. Dengan cepat dia memasuki apartemennya. Lama-lama berada didekat Yoseob, otaknya bisa gila. Ya walaupun dia memang sudah sedikit gila.

 

“Aigoo.. sepi sekali? Apa Rinrin tidak ada dirumah?” Tanya Yoseob yang masih mengekor dibelakang Aegy. Tadi dengan cepat kilat dia ikut masuk saat Aegy membuka pintu. Untung saja dia tidak ditendang keluar lagi. Apa itu tandanya Aegy sudah mulai menerima keberadaannya? Aish! Jangan terlalu berharap Yang Yoseob.

 

Aegy menghempaskan tubuhnya disofa. Tangannya meraih remote TV yang tidak jauh darinya dan menyalakannya. Yoseob yang merasa diabaikan hanya menggaruk kepalanya dan ikut duduk disamping Aegy. Matanya melirik Aegy sekilas. Kenapa dengan Yeoja ini? Kenapa jadi begitu pendiam?

 

“Kau kenapa Aegy-ah?” Yoseob mencoba memberanikan diri bertanya. Jika yeoja ini kembali mengomel berarti dia tidak apa-apa, tapi kalau dia..

 

“Gwenchana.”

 

Deg!

 

Jantung Yoseob berdetak dengan cepat. Apakah itu benar Aegy? Shin Aegy yang dia kenal suka marah-marah dan membentaknya? Tapi apa itu tadi? Dia tersenyum? Dan menjawab pertanyaanya dengan lembut? Dia pasti sedang bermimpi. Iya! Pasti mimpi. Yoseob mengeleng-geleng keras kepalanya.

 

“Kenapa seperti itu? Kau sedang dugem?” Tanya Aegy asal. Merasa aneh dengan tingkah Yoseob. Tadi sewaktu dia menjawab pertanyaanya Yoseob malah mematung, dan sekarang dia malah geleng-geleng tidak jelas. Bocah aneh. -_-

 

“Haha.. aku hanya heran.. tidak biasanya kau__” perkataan Yoseob terhenti saat melihat Aegy sangat fokus dengan apa yang dilihatnya. Yoseob mengikuti arah pandangan Aegy ke televisi. Saat itu sedang tayangan acara musik.

 

“Kau suka EXO??” Aegy tampak terkejut. Dia langsung menoleh kearah Yoseob. “Aaaa.. pantas saja tadi kau ada di gedung SM, apa kau tadi sekedar ingin melihat mereka?” Tebak Yoseob sok tahu. Aegy hanya mengangguk kaku. Sepertinya dia tidak menyadari Suho yang tadi bertemu dengannya di depan gedung.

 

Tiba-tiba ponsel Yoseob berdering… namja itu berbicara sejenak dan terlihat memasang wajah serius. “Aegy.. Aku harus pergi, sampai jumpa..” Namja chibi itu berlari keluar dengan tergesa.

 

“Apa terjadi sesuatu padanya?” Aegy kemudian menghela nafas, banyak hal terjadi. Fokus pikirannya kembali pada layar televisi. Suho ada disana, tersenyum manis. Senyum favoritnya yang mungkin tidak akan ia miliki lagi.

 

            ~XXX~

           

Kris berjalan cepat menuju tempat janjian. Shin Rin Rin pasti telah menunggu lama, dan temannya itu mungkin juga? Kris mengenakan jaket denim dan topi warna hitam. Menutupi penampilannya sebagai leader EXO-M. Ia harap takkan ada yang mengenali penyamaran ini.

 

Dengan terburu-buru ia masuk ke dalam restoran. Namun di pintu ia sempat bertabrakan dengan seorang pemuda jangkung, tampan, dan terlihat terburu-buru.

 

“Sorry…” desis Kris.

 

“Nothing…” balas namja itu. Ia kemudian berlalu.

 

Kris hanya menggeleng. Ia kemudian mengedarkan pandangan ke penjuru restoran  mencari sosok Shin Rinrin. Seorang yeoja memakai jaket krem sedang termenung di sudut sana. Sendirian?

 

Cepat-cepat Kris menuju tempat itu. “Menunggu lama?” tanyanya pada Rinrin. Gadis itu cukup terkejut dengan kedatangan Kris.

 

“Tidak..” balasnya sedikit terbata. Kris mengerutkan alisnya.

 

“Temanmu?”

 

Rinrin terlihat memutar dua bola matanya. “Baru saja pergi…” jawabnya sedikit gugup. “Ehm, sudahlah.. Lain kali saja kalian bertemu…” Gadis itu segera mengalihkan topik. “Kau sudah makan?”

 

Kris menggeleng. Akhirnya Rinrin memesankan sesuatu untuknya. Mereka makan dalam diam. Tidak seperti biasanya, kadang Rinrin mengoceh beberapa hal yang menganggu pikirannya, atau masalah kampusnya  sedangkan Kris selalu saja mendengarkan kekasihnya itu dengan baik.

 

Mereka kemudian segera membayar di kasir lalu pulang dengan jalan kaki. Kebetulan jarak antara restoran itu dengan apartemen Rinrin cukup dekat. Lagi-lagi mereka terdiam. Hingga Kris dan Rinrin menghentikan langkah mereka di depan gedung apartemen.

 

“Disini saja…” bisik gadis itu. “Terima kasih untuk hari ini..”

 

“Oke..” balas Kris singkat. Pemuda itu tersenyum sekilas, namun terlihat sangat manis. Rinrin hanya bisa tertegun melihatnya. Ia tidak ingin senyum itu hilang. Ia ingin Kris terus tersenyum seperti itu.

 

“Kris jelek, bisa kau tundukkan kepalamu sedikit?”

 

Namja itu mengerutkan alisnya tak mengerti, namun ia melakukannya juga. Rinrin menarik nafas panjang, lalu dengan cepat ia mengecup lembut bibir tipis Kris, tak ada satu detik.

 

Ciuman singkat yang mempunyai makna dalam kehidupan gadis itu. Ciuman pertamanya bersama Kris. “Maaf aku mendahului…” ujar gadis itu ambigu. Banyak makna yang bisa diserap dari kata itu.

 

“Hiduplah bahagia demi aku…” bisik Rinrin. Ia tersenyum saat mengatakan itu, namun hatinya menangis.

 

Kris menautkan alisnya. Ia membelai wajah Rinrin lembut.  Mengapa ia merasa sesuatu akan terjadi? Namja itu akhirnya merengkuh tubuh yeoja itu dalam pelukannya. “Aku akan bahagia, jika kau selalu ada di sisiku Putri Tidur..”

 

~To Be Continued~

 

Udah ada tanda-tanda~ T.T hueee…. 

Mian ya publishnya agak lama.. Author habis UTS…

Aku tunggu Kritik, saran dan komentarnya.. PLEASE JANGAN JADI SILENT READER… Author butuh komentar kalian untuk bisa buat karya yang lebih baik, so silahkan tinggalkan RCL Anda ^^ 

Gamsahamnida *deep bow*

 

sign : Ririn Cross & Aegyoppa 

 

32 responses »

  1. huaaaaa akhirnya ya allah di publish jugaaa \(^.^)/
    langsung joget2 sama teriak2 ga jelas pas lagi pengecekan blog ini ada ff baru muncul (?)
    pappiyong itu perkumpulan yeoja2 yang aneh -_- #dibunuhmemberpappiyong
    senangnyaa rin2 direbutin namja2 gantengg+tinggi hihihi😀
    kalo aegy direbutin namja2 pendek#ups+ imut2😀 #dibunuhsuhoyoseob
    authorr terima kasih udah adain kisseu nya k-rin walaupun sebentar -_-v
    next chap semoga lebih lama lagi ya thorr kekekke ^^
    next chapnya jangan lama-lama ya thor kalo bisa ^^
    FIGHTING !!!

    • senangnya ada yg menunggu jugaaa >.<
      apa kabar hyunmi-sshi? aku kangen dirimu lho😄 *plak
      iyaaa begitulah -_- kau harus maklum dengan ppappiyong~ kekekeke
      iyaaa kan😄 senang bgt tuh rinrin direbutin yang tampan2nya pada overdosis😄
      dan aku suka comentmu yg bilang namja2 pendek + imut😄 kkkk lol
      hehe.. maap sebentar.. namanya jga first -_- *eh?
      oke… kita lihat next ya🙂
      sip… chap 5 akan lbih cepat kok ^^
      gomawo ya! fighting jga untukmu!!🙂

  2. :(( :(( perasaan disini agak2 sedih ya, please jangan sakiti K.li #gubrak

    Jaketnya tetep aja eksis, hehe

    Kecupan itu, (nyungseb di bantal) sweet bgt…

    Lanjut ya chingu…
    Tp aku bingung sama nama2 yeojachingunya member Exo…

    • itu trgntung skenario T^T
      iyaa dong😄 jaketnya kan keren~ hoho

      mklum kecupan prtama -_- anggap aja dsitu dirimu O.o *eh?

      ne.. pasti🙂
      seiring berjalannya wktu nnti kau akan trbiasa dg nama2 yeojachingunya exo :3

  3. yayaya itu aku #eh ogah amat nyium vampire gagal (aku fans durhaka) tar yg lama yah adegannya, aku sih nonton aja *dikira film*
    Please Kyuhyun oppa yg baik, tampan n bersuara indah jangan rebut Rinrin dr K.Li, kasihan mamanya kan jauh di China #plakk
    Yeosob kayaknya lebih “sesuatu” perjuangannya, jd takut Aegy tergoda(?) Suho oppa pertahankan Aegy…

    Iya semoga terbiasa… Bhkan Tao dah punya yeoja, Baebaek kamu kapan??

    (komen yg ini kayaknya lebih pnjng ya)

    • -___- *kris banting setir*
      jangan lama2 ntar sesuatu lagi?? O.o
      kau trllu memuji pangeran iblis itu aeia O.o *dijitak kyu*
      iyaa sih mamanya kris jauh -_-
      hu,um… Yoseob lebih keras dia… Aegy mah mmg agak mudah tergoda (?) hnya saja dia gengsi *dilempar panci sama suho

      iyaa tao adik iparku.. dia sudah besar O.o baek kyknya jomblo abadi😄 *ditampar

      hu,um.. gpp lebih pnjang lebih enak😄 kkk

  4. aku emang paling ngefans sama suaranya Kyuhyun manusia ajaib… Walaupun bukan suara pling bgus di Industri kpop(oot)

    Baek susah move on karna dia terlalu mencintaiku #eh Rinrin maksudnya, hehe

    Ini dah komen (nyampah) ketiga , mianhae mianhae *bow breng Mireu* *di glare ssong* *kabur*

    • kau jga suka sma kyu?? knpa selera kita selalu sama?? O.o
      iyaa suaranya kyu mmg keren :3

      wkwkwk~ biarkan cinta tumbuh spti biasa pada baekki oppa… dia akan ttp awet muda kok krna sudah ada eyeliner yg menemaninya O.o

      gpp lagi…. lnjutin aja aiea😄
      mireu? ssong?? O.o

  5. di SuJu aku sukanya sama Sungmin, tp kalau suara Kyuhyun lah… #tosdeh

    Iya, Baekhyun kan msh 13thn #fitnah

    Mireu tuh Mir mblaq loh (tunjuk gravatar), n Ssong itu Seungho mblaq (oppaku) *ngaku-ngaku*

    Ririn chingu, cepet lanjutin ff nya , biar gak disini terus ngelanturnya #plakk

    • wahhh kita jadi kyumin couple nih😄 kkkk~~
      aku bias utama kyu ke2 teuki oppa :3

      tentu dong😄 baekki itu masih kyk anak SD~ *ditimpuk

      kukira siapa O.O ah iyaa jga dirimu… A+ ya Aiea… eh itu MIR yg jd gravatar!? kukira anime apa gtu… kok cantik n kyeopta banget~ *ditabok mir
      seungho oppamu?? aku mantannya lee joon :3 *ditampar kris

      iyaaa udah kok ai-chan😄 *ganti2 nampang orang lgi

      • iya jd Kyumin…
        wkwkwk itu kan buatan aku sendiri gambarnya, jd gak mirip2 bgt, haha
        iya aku A+ juga, maklumlah aku mah bnyak bgt fandomnya… #jitak
        Aku udah komen gaje tuh saking galaunya… Hehe

      • hahaha😄 bisa klop nih~
        kamu sendiri yg gambar?! daebakk!! malah manis lho mnrtku gmbarmu ini :3
        hahaha.. aku jga banyak kok😄 tpi yg utama elfexotic :3
        iyaa part itu menggalau bgt ya T.T ckck

  6. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Get Married Part 5 : “Decision”<< Colaboration Cast « ★EXOplanet★

  7. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Get Married Part 6 : “Maafkan Aku” << Colaboration Cast « ★EXOplanet★

  8. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Get Married Part 7 : “Kepingan Yang Hilang” << Colaboration Cast « ★EXOplanet★

  9. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 8 : “Because of You..”<< FF EXO Colaboration SJ & Beast « ★EXOplanet★

  10. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 9 : “You And I”<< FF EXO Colaboration SJ & Beast « ★EXOplanet★

  11. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 10 : “Finally…”<< ENDING « ★EXOplanet★

  12. give aplause to you,,,
    di part ini sdh mulai serius dan aura menegangkan sdh bertebaran dmn2,,,
    mian mgkn aq coment’na telat,,,
    soal’na bru bbrp waktu lalu nemu epep ini,,,
    rinrin aegy,,,
    FIGhTING,,,😀

  13. “Aku akan
    bahagia, jika kau selalu ada di
    sisiku Putri Tidur..”
    aseek.
    Ga nyangka cwo sejutek se’cool kaya kris bkal blg gitu.
    Sooman oh Sooman ga di ff ga di dunia nyata,namamu slalu saja membuat SESUATU.
    #abaikan yg terakhir

  14. Annyeong reader baru disini, mian baru smpat komen skr.
    Keren thor ffnya, konflik sama komedinya keren

    p.s h munkin aku jarang komen ya thor, soalnya browse lwt hp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s