>>[FF EXO] Let’s Get Married Part 5 : “Decision”<< Colaboration Cast

Standar

Main Cast :

>> Kris EXO-M (Wu Yi Fan)

>> Suho EXO-K (Kim Joon Myun)

>> Shin Rinrin

>> Shin Aegy

>> Cho Kyuhyun

>> Yang Yoseob

 

Other :

>> EXO Member and All Couple

 

Author : Ririn Cross & Aegyoppa

 

Disclaimer : EXO’s belong to themselves, but this story original by us! Don’t copas anywhere~

 

WARNING : OOC, saya ga bisa lepas dari salah ketik, makanya typo bertebaran dimana2 T.T, lihat rated PG 17 ya.. dibawah itu tanggung sendiri akibatnya -_- *plak*

 

Rated : PG-17

 

Genre : Romance, Hurt/Comfort

 

Link FF Part Sebelumnya :

>>Let’s Get Married Part 1<<

>>Let’s Get Married Part 2<<

>>Let’s Get Married Part 3<<

>>Let’s Get Married Part 4<<

 

Recomended Song : Secret of My Heart – Kuraki Mai

 

Yuhuuuuu~ akhirnya author kece Aegyoppa duet lagi bareng sama author paling yahud Ririn cross~ *dijitak

Kali ini kami datang bawa cerita baru~ *halah* dan semoga duet kali ini tidak mengecewakan. *hiks* oke~ daripada kebanyakan ngomong mending langsung baca aja~😄 – Aegyoppa

 

*kurung HoAe di kamar* Ayo cap cus ke cerita ^^ – Ririn Cross *bow with Kris jelek

 

 

Part 5  : Decision

 

~HAPPY READING ^^~

 

 

            “Kakek Kyuhyun dan Yoseob masuk rumah sakit..” jelas Soo Man haraboji. Rinrin dan Aegy terdiam. Ternyata karena itulah dua pemuda itu terlihat terburu-buru kemarin.

 

“Sujin (nama kakek Kyuhyun dan Yoseob), menginginkan segera ada kejelasan hubungan kalian,” lanjut Soo Man. Ia menarik nafas panjang. Mencari oksigen. Umurnya yang sudah lanjut memang membuatnya tidak bisa sebugar anak muda. Penyakit pun mulai menggerogoti tubuhnya di kala tubuhnya mulai menua. Keinginannya tak jauh berbeda dengan keinginan sahabatnya sendiri, Cho Sujin.

 

Rinrin menggenggam tangannya yang mulai mendingin. Gugup. Pasti kakek akan mengatakan sesuatu yang penting karena itulah mereka dipanggil ke sini. Sementara itu Aegy menatap kakeknya tajam. Ia tidak akan suka dengan apa yang terjadi selanjutnya. Alamat akan terjadi sesuatu yang buruk.

 

“Karena itulah kalian harus cepat menikah.”

 

Rinrin seketika lemas. Sedangkan Aegy menggeretakkan giginya. Ia tidak mau dan tidak suka dengan cara ini.

 

“Tapi kek—“ belum selesai Aegy menyangkal, kakeknya terbatuk-batuk. Gadis itu mengurungkan niatnya. Rinrin segera beranjak membantu kakeknya.

 

“Kakek sudah minum obat?” tanya Rinrin khawatir.

 

Pria paruh baya itu menggeleng. “Kakek tidak apa-apa..” balasnya. “Kakek akan sehat jika melihat kalian segera menikah.” Soo Man tersenyum perlahan. Rinrin tertegun. Tak tega ia melihat kakeknya yang kesakitan seperti ini.

 

“Tapi jika kalian menolak, bersiap-siaplah menghadiri pemakaman kakek.”

 

DEG

 

Rinrin dan Aegy mematung di tempat. Mereka benar-benar tak punya pilihan lain. Oh Tuhan, mengapa dunia sekejam ini?

 

~XXX~

 

Satu minggu kemudian 

 

Suho terlihat bertopang dagu. Ada banyak hal yang menganggu pikirannya akhir-akhir ini. Sikap aneh Aegy terhadapnya dan kata-kata yang diucapkan oleh gadis itu. Apakah sesuatu terjadi pada Aegy setelah dari Busan?

 

Sang leader hanya bisa melemparkan pandangan ke seluruh penjuru asrama. Semua member sedang berkumpul di sana, sibuk dengan kegiatan masing-masing. Lagi-lagi, akhir pekan ini jadwal mereka kosong.

 

“Kau sedang memikirkan apa hyung?” tanya sang magnae. Ia khawatir. Suho akhir-akhir ini menjadi pendiam, padahal kalau dengan member biasanya agak cerewet.

 

“Aniyo… Aku tidak sedang memikirkan apa-apa Hunnie.” Suho tersenyum, tidak ingin membuat magnae ini khawatir.

 

“Tapi kau terlihat aneh. Seperti Kris hyung juga yang hanya bisa melamun..” Sehun menunjuk Kris yang sedang memegang buku, tapi pandangannya menerawang. Pikiran pemuda itu jelas tidak disini. Kris, dia tahu sesuatu kah?

 

Suho bangkit dari tempat duduknya. “Mau kemana hyung?” tanya Sehun.

 

“Rapat leader dadakan…” bisik Suho. Sehun memandangnya tak mengerti.

 

~XXX~

 

Kris sejak tadi tidak bisa menemukan fokusnya. Semua kata-kata di buku yang ia baca tak ada yang masuk. Pikirannya masih melayang pada kejadian seminggu lalu. Shin Rinrin yang menciumnya tiba-tiba. Mengapa ia menginginkan hal itu lagi? Benar sekali kata orang, jika kau sudah menciumnya di bibir kau takkan bisa lepas darinya. Kris apa yang kau pikirkan, bukan itu yang harus kau pikirkan sekarang. -_-

 

Pikiran Kris kembali melayang. Senyum Rinrin yang terlihat sedikit dipaksakan. Kata-kata gadis itu yang ambigu. Pikiran Kris dipenuhi oleh sosok Shin Rinrin.

 

Sejak kejadian itu mereka belum berjumpa kembali. Entahlah, ini karena kesibukan EXO atau karena gadis itu yang menghindar?

 

“Argh!!” Kris mengacak rambut frustasi. Masih ada hal yang tersembunyi. Sebenarnya apa yang dirahasiakan kekasihnya itu. Kris masih belum mendapatkan petunjuk.

 

“Memikirkan sesuatu?” tanya Suho. Kris langsung menatapnya jengah. Ia sedang tidak ingin diganggu. “Rinrin kah?”

 

Kris akhirnya mulai fokus pada Suho. Bagaimana namja itu bisa tahu apa yang ia pikirkan. “Karena aku juga sedang memikirkan Shin Aegy..”

 

Sementara itu, member EXO yang lain mulai serius melihat ke arah leader mereka.

 

“Apa yang terjadi?” tanya Tao. Ia begitu penasaran.

 

“Suho hyung bilang akan rapat leader dadakan..” Sehun mengangkat bahu.

 

“Rapat macam mana pula?” desis Chan Yeol. Sejak kapan logat Batak dikuasai Chan Yeol? .___.

 

“Mereka mencurigakan…” lanjut Kai. Ia memang tidak tahu menahu tentang hal ini, tapi ia cukup mengerti kegalauan dua leader itu. Ia juga pernah mengalami. “Mungkin mereka memang sedang galau asmara?”

 

Tepat sekali tebakan Kai. Ternyata pikirannya sejalan dengan Chan Yeol. Tumben?

 

PLETAK PLETAK PLETAK DUAK

 

Tiga jitakan kecil mendarat di ketiga magnae EXO tersebut. Sedangkan satu pukulan mendarat telak di perut Chan Yeol.

 

“Appo!!” jerit Trio Magnae EXO.

 

“Iyunggg!!” pekik Chan Yeol.

 

“Anak kecil tidak usah ikut campur..” seru Baekhyun. “Dan kau Yeol-ah? Jangan mengajari yang macam-macam..” bisiknya.

 

“Kau hebat hyung…” ringis Tao. Ia tak menyadari kedatangan Baekhyun dalam menyerang. Ternyata ia kalah cepat dari  hyungnya itu. Sementara itu Chan Yeol, Kai, dan Sehun memberikan death glare pada Tao karena ia memuji Baekhyun.

 

“Kami hanya penasaran…” Sehun menggembungkan pipinya.

 

“Sebenarnya apa yang terjadi?”

 

“Mengapa leader kita tidak bersemangat akhir-akhir ini?”

 

Baekhyun menghela nafas. Lontaran pertanyaan dari Sehun, Kai, dan Chan Yeol itu membuatnya pening. Ia bingung harus menjawab apa. Sebenarnya ia juga tidak tahu apa yang terjadi, tapi ia yakin ada hal yang tidak bisa diungkapkan, mungkin sebelum waktunya nanti tiba.

 

“Morning everybody~~~” teriakan Je Hwa seketika menggetarkan dorm EXO, membuyarkan fokus semua member.

 

“Je Hwa noona…” Sehun langsung melotot. Dengan sekali tarikan namja itu sudah berdiri di depan Lee Je Hwa. “Morning my princess.. Chuuu”

 

Hening.

 

Semua  menatap ke arah Sehun dan Lee Je Hwa skeptis. Keduanya langsung mengurungkan niat karena ada banyak orang. Je Hwa pura-pura tidak melihat, sedangkan Sehun menghitung semut di lantai.

 

“Kita piknik yuk~” seru Min Rin memecahkan kesenyapan yang ada. Ia kemudian langsung menghampiri Tao. “Noona bawa banyak makanan untukmu.”

 

“Noona~~” Tao langsung mengekor Min Rin. Baru seminggu tidak bertemu, Tao sudah seperti anak manja lagi di hadapan noonanya itu.

 

“Yeon-ah~ Kau juga datang?” pekik Dio. Haeyeon hanya tersenyum menatap namjanya yang kurus itu. “Tentu saja oppa.. Tak mungkin aku meninggalkanmu.”

 

“Xiao Lu baby!! Apa yang kau lakukan?! Kenapa mencomot makanan yang kubawa!” Hyeon Hyo marah karena tiba-tiba Luhan mencuri makanan yang ia bawa. Maklum, dia seperti kucing, kata sepupuku. *DOR*

 

“Aku lapar Hyo Xin…” Luhan merengek. Kalau sudah seperti ini Hyeon Hyo tak bisa menolak.

 

“Darling~~ Kau tidak kangen padaku?” Hye Min berteriak. Chan Yeol langsung melompat dari tempat duduknya, menjemput kekasihnya itu. “Tentu saja darling… Kau tidak tahu betapa kosongnya hatiku tanpamu?” Ceilah,, Chan Yeol mulai menggombal lagi. Hye Min hanya tersipu. Kedua orang ini kemudian berdansa di ruang santai. ._.

 

“Siluman kucing~~~ Kau dimana?”

 

“I’m here baby~” Kai langsung melesat cepat ke hadapan Hye Raa. Ia langsung mencium punggung tangan gadis itu. “Kau bertambah maskulin~”

 

“Tentu saja. Hanya untukmu…” bisik Kai.

 

“Kalau begitu kau bawakan botol-botol jus ini ya?” Hye Raa tersenyum tiga jari. Kai sweatdrop.

 

Sementara itu Kris dan Suho hanya dapat menghela nafas mengamati setiap couple yang ada, bersama dengan Xiumin, Lay, dan Chen yang sementara ini sendiri karena yeojachingu mereka tidak hadir. Sedangkan Baekhyun yang jomblo abadi hanya bisa ikut merusuh di setiap couple yang ada, terutama Chan Yeol dan Hye Min.

 

“STOP STOP~ Kalian berdua apa-apaan? Ini bukan lantai dansa. Minggir, aku mau ngepel…” teriak Baekhyun sadis sambil membawa kain pel. Chan Yeol geram, hampir ia menjitak Baekhyun, tapi ditahan karena pemuda couplenya itu terlalu imut.

 

“Mereka tidak datang?” Kris menerawang.

 

“Sepertinya…” balas Suho.

 

Duo leader terlihat semakin lesu karena pasangannya tak ikut.

 

“Kalian tidak menjemput kami seperti yang lain Kris jelek?”

 

“Aku sudah menunggu lama RaMyun pabo…”

 

Sontak Kris dan Suho langsung menatap pintu asrama yang terbuka. Astaga. Itu bukankah?

 

“Shin Rinrin!! Shin Aegy! Ayo cepat kemari, bantu bunda~” teriak Je Hwa.

 

“Ah ne.. bunda~”

 

“Oke bumma..”

 

 

~XXX~

 

Mereka ber-20 (?) akhirnya sampai di bukit HokSan, dekat pinggiran Sungai Han. Tentu saja dengan penyelundupan dan pergi diam-diam. Mereka tidak ingin para fans mengetahui tentang acara mereka. Fans hanya tahu kalau mereka sedang beristirahat di dorm karena akhir pekan.

 

Para namja mulai menurunkan barang-barang dan membangun tenda. Sedangkan para yeoja menyiapkan makan siang. Tempat yang mereka pilih lumayan sepi namun begitu indah karena langsung bisa melihat Sungai Han dari ketinggian. Tempat yang romantis untuk berkencan.

 

Setelah selesai akhirnya mereka duduk melingkar, tentu saja yang mempunyai pasangan duduk di sebelah pasangan mereka.

 

“Kau makanlah ini.. Sangat enak..” Rinrin menyuapkan sepotong dubboki pada Kris. Pemuda itu membuka mulutnya dengan patuh, mengunyahnya lalu menelan dengan lembut. Sebelum Rinrin sempat menyendok dan menjejalkan makanan lain pada namja itu, Kris sudah terlebih dulu menahan tangannya.

 

“Kau juga harus makan…” Kini giliran Kris yang menyuapkan sepotong daging panggang. Rinrin terkejut, namun ia kemudian membuka mulutnya.

 

“Minum ini juga.. Kesukaanmu.” Kris menyodorkan segelas jus jeruk padanya.

 

“Kris…”

 

“Selesaikan makanmu atau kucium..”

 

Rinrin melotot. Semua mata langsung menatap couple itu. Sangat terkejut. Apa itu tadi? Kris bilang mau mencium?

 

“Interupsi.. Kak, kenapa tidak cium kakak ipar langsung aja sekalian~”

 

PLETAK

 

Min Rin menjitak Tao. Anak kecil sudah berpikir macam-macam. Itu tidak baik. Sedangkan yang lain mengangguk-angguk, dalam hal ini mereka setuju dengan ide Tao. Keke

 

Rinrin terlihat menelan makanannya dengan susah payah. Terkejut dengan hal yang dilakukan Kris, tidak biasanya. Sedangkan Suho tak mempedulikan itu, ia memperhatikan Aegy yang tengah asyik dengan ramyeon-nya? Ramyeon?!

 

“Masih ada banyak makanan lain Shin Aegy, kenapa kau memilih ramyeon?” tanya Suho. Ia khawatir, kalau-kalau Aegy sakit karena makan terlalu banyak ramen.

 

Aegy menghentikan kegiatannya. Ia tersenyum pada Suho. “Kau menyuruhku untuk memilih yang lain?” Suho mengangguk.

 

“Aniya.. Sampai kapanpun yang aku suka dan kucintai tetap Ramyun.. Walaupun dia pabo,” ujar Aegy membuat Suho tercengang.

 

“Makanan Ae-chan.. Bukan ramen yang itu..” Suho menggaruk kepalanya. Senang tapi juga bingung?

 

“Tenanglah, nanti aku akan makan yang lain. Tapi saat ini, biarkan aku memakan RaMyun-ku, karena aku sangat rindu padanya…” Aegy tersenyum miris. Ia kemudian menatap Rinrin yang di ujung sana. Pikirannya sama dengan gadis itu.

 

Kris terlihat mengamati Rinrin menyelesaikan makanannya. Tanpa ia sadari pemuda itu tersenyum kecil.

 

“Kris jelek, jangan melihatku terus. Kau juga harus makan makanan ini..” bisik yeoja itu.

 

“Aku akan menunggumu sampai selesai..” Rinrin menautkan alisnya. Yeoja itu kemudian memilih tersenyum.

 

“Lebih baik kau habiskan makananmu sebelum dingin. Jangan menungguku lagi.”

 

Uhuk!

 

Jee Hwa yang sedang minum pun tersedak. Entahlah, dari tadi dia memang memperhatikan Rinrin dan Aegy yang tambah aneh.

 

“Noona gwenchana?” Sehun menepuk-nepuk pelan punggung Je Hwa. “Gwenchana.” Je Hwa tersenyum.

 

“Eonnie, apa yang kau perhatikan sampai seperti itu?” Tanya Hyemin yang sedang menyuapi Chanyeol cake. Tapi karena matanya fokus kepada Je Hwa, dia tidak menyadari bahwa suapannya meleset dan mengenai hidung Chanyeol. “Darling~” rengek Chanyeol yang kini hidungnya belepotan krim cake.

 

“Aigo.. darling~ siapa yang berbuat seperti ini? Kau belepotan” Hyemin segera mengelap hidung Chanyeol dengan tissue. Baekhyun yang duduk disamping Chanyeol menatap jengah pasangan itu. Dia menggigit roti ditangannya dengan kasar. Miris sekali hidup Baekhyun yang tidak mempunyai pasangan.

 

“Tentu saja kau.” Chanyeol membalas Hyemin. Dia mencolek krim yang ada di hidungnya ke hidung Hyemin. “Ya!!” Hyemin cemberut. Sedangkan Chanyeol tertawa keras.

 

“Aigoo.. tidak kah kalian lihat ada Baekhyun disamping kalian?” Xiumin menatap Baekhyun yang sedang mengunyah kasar rotinya dengan prihatin. YeolHye ikut menatap Baekhyun dengan prihatin.

 

“Wae? kenapa menatapku seperti itu? Kalian lanjutkan saja,” ujar Baekhyun sengit.

 

Tao dan Min Rin tertawa melihat ekspresi Baekhyun. Sedangkan Hyeon Hyo dan Luhan saling suap. *cieee* Dio dan Haeyeon tak mempedulikan hal itu. Mereka menikmati makanan mereka dengan tenang. *Tumben ga romantis-romantisan?* keke~

 

“Aish! Mereka berisik, ayo kita pergi oppa.” Aegy yang sudah menyelesaikan makannya menarik tangan Suho untuk mengikutinya. Tapi tunggu, Aegy memanggil Suho apa tadi? Oppa? “Kenapa diam, ayo~” Suho pun menurut. Mereka berdua pergi dari perkumpulan couple yang sedang memadu kasih itu.

 

 

~XXX~

 

HoAe @Tepi sungai Han 

 

“Haaa.. disini segar~” Aegy meregangkan tubuhnya. Angin yang berhembus lembut membelai rambut panjangnya yang terurai. Matanya terpejam menikmati sapuan sang angin. Sampai tangan itu memeluknya dari belakang.. Suho.

 

“Aku merindukanmu,” bisiknya perlahan. Kini Suho membenamkan kepalanya di cengkuk leher Aegy, membuat Aegy  menggeliat pelan. Kemudian dia tersenyum dan membelai lembut rambut Suho yang berwarna kayu manis itu. “Aku tahu, aku juga merindukanmu.. sangat..”

 

“Kenapa kau tidak pernah menghubungiku lagi? Aku merasa kau seperti menjauh.”

 

DEG

 

Aegy hanya mematung. Tapi sedetik kemudian dia tersenyum. “Aku tidak pernah menjauh oppa.. kau ingat? Aku selalu dihatimu.. selamanya..” Suho mengeratkan pelukannya. Kenapa dia jadi merasa takut kehilangan gadis yang dalam dekapannya ini? Ada apa?

 

“Oppa…sesak..” perkataan Aegy membuat Suho melepaskan pelukannya dan memutar tubuh gadis itu untuk menghadapnya. “Kau panggil apa aku tadi?” ulangnya tidak yakin.

 

“Oppa~” Aegy menunjukkan Aegyonya.

 

Blussshh. Seketika wajah putih Suho berubah menjadi merah. “Aigooo… lihat wajahmu oppa. Kyeoptaaaaaaa” Aegy mencubit pipi Suho gemas. “Diamlah.” Suho memalingkan wajahnya malu. Haha.. Aegy suka saat melihat Suho tersipu malu, wajahnya terlihat lucu :3

 

“Uwwwo~ ngambek nih rupanya?” Aegy menoel-noel (?) lengan Suho dengan telunjuknya. “Aniyo.” Bibir Suho mengerucut lucu. Dia masih memalingkan wajahnya menghindari ke isengan dari Aegy.

 

Aegy yang makin gemas mengerjai Suho kini menangkup kedua tangannya di pipi namja itu. Menatap mata teduh itu. Sekarang mata indah itu mempunyai kantung mata yang tebal. Apa Suho begitu lelah? Apa dia tidur dengan cukup?

 

Aegy tersenyum manis. “Kau sangat manis raMyun pabo-ku.. dan aku tidak bohong..” Aegy mendekatkan wajahnya dan mengecup kening, mata, hidung.. wajahnya terhenti tepat di bibir merah Suho. Bibir itu beralih ke telinga Suho. “Dan karena aku sudah memuji dan menciummu, kau harus mentraktir aku es krim, oppa~” bisiknya seduktif.

 

Hening. Suho hanya menatap Aegy heran, takjub, bingung? Semuanya bercampur menjadi satu. Kenapa dengannya? Apa Aegy kerasukan hantu? Kenapa dia berubah jadi seperti itu?

 

“Kau.. kau siapa?”

 

Doeenggg

 

Suho mundur teratur. Mwo? Dia bilang apa? Apa karena shock otaknya jadi tidak berfungsi? Sontak Aegy langsung menjambak rambut Suho dengan kencang.

 

“Awwww!”

 

“Dasar raMyun pabo jelek!! Tentu saja aku Shin Aegy! Memangnya dari tadi kau sedang bersama orang lain eoh!? Dasar menyebalkan! Aku kan hanya sedang bersikap manis!” Kini Aegy mengembungkan pipinya. Bagaimana bisa Suho menanyakan pertanyaan konyol seperti itu? Dia kan hanya ingin menjadi manis T.T *pundung*

 

“Eungg.. minhae.. aku tidak bermaksud..”

 

“Terserah! Pergi sana! Kau menyebalkan!! Aarrgghhhh!!! raMyun pabo jelek! Jelek! Jelek! Jelek!!”

 

“Aigoo, aku akan membelikan mu es krim berapapun yang kau mau. Asalkan kau mau memaaafkanku, ya? ya?” Aegy menatap Suho yang kini tengah menatapnya dengan puppy eyesnya. Sial. Jurus tersembuyinya dia keluarkan. Kalau seperti ini Aegy tidak akan bisa berkutik.

 

“Aku mau dua.”

 

“Berapapun untukmu Ae-chan.”

 

 

~XXX~ 

 

“Hey Pangeran Es Jelek…”

 

Kris menatap Rinrin yang sedang membuka telapak tangannya menentang langit. Mereka sedang rebahan di padang rerumputan bukit Hoksan.

 

“Langit itu indah bukan? Selama ini langit itulah yang menemaniku saat aku kesepian dan mengingatmu…” bisiknya. Mata Rinrin menatap langit biru.

 

Kris tertegun. Ia menatap gadisnya lekat. Selama ini Kris memang jarang bisa bersama Rinrin. Terlebih jika dia ada kegiatan dengan EXO-M di China. Semakin jarang waktunya untuk bertemu dengan Rinrin. Ia mengerti perasaan kekasihnya itu.  Karena ia juga merasakan hal yang sama. Ia selalu merindukan Rinrin setiap saat.

 

Perlahan Kris menyentuh tangan Rinrin lembut. Ia genggam tangan yeoja itu. Menyalurkan kehangatan satu sama lain. Kris mengenggamnya erat, tentu saja masih dengan posisi menentang langit. “Aku takkan membiarkanmu kesepian, aku akan selalu bersamamu..”

 

“Benarkah?” Rinrin tersenyum.

 

Of course.”

 

Rinrin kemudian memiringkan tubuhnya, ia kembali tersenyum. Rinrin menatap lekat Canadian Prince-nya itu. Rambut blonde lembutnya, dahi lebarnya yang ia suka, ekspresi coolnya yang menawan, sorot mata tajam itu, dan bibir tipis yang lucu. Rinrin memeluk Kris erat. Tubuh ini miliknya.

 

Mereka dalam posisi itu lama. Menikmati sejuknya alam dan padang rerumputan. Semilir angin membuat namja itu mulai mengantuk. Namun Rinrin malah terbangun. Ia menatap Kris yang mulai terpejam.

 

“Main. Ayo main Kris jelek!!” teriak Rinrin sambil mengguncang-ngguncangkan tubuh Kris. Pangeran Es itu terbangun dengan mata sedikit terbuka. Baru saja ia hampir tertidur karena rebahan di padang rerumputan ini, sudah terganggu akibat rengekan kekasihnya sendiri.

 

“Apa yang kau inginkan?” jawab Kris dengan suara parau khas orang mengantuk.

 

Rinrin tersenyum. “Ayo main rock, paper, and scissors…”

 

Namja itu mengerutkan alisnya, terlihat seksi sekali. “Tidak mau.”

 

Rinrin cemberut. Kris tersenyum lalu mengacak rambut yeoja itu. “Oke.. Tapi kalau kau kalah kau harus menuruti apa yang kuminta. Begitu juga sebaliknya~” Kris tersenyum seduktif.

 

Giliran Rinrin yang menautkan alisnya curiga. Namun akhirnya ia mengangguk. Ia tak mungkin kalah kali ini. “Tapi.. kita pake rock, paper and scissor versi Korea ya..”

 

“What? Kenapa harus yang Korea?”

 

“Kau harus ikut apa kataku Duizhang…” Kris tertegun. Belum pernah kekasihnya memanggil dengan julukan itu. Kebanggan tersendiri bagi Kris. “Oke..” Ia berjabat tangan dengan Rinrin.

 

Gangman dokkaebi, jjak! Isanghago areumdaun ddokkaebi nara..” Rinrin menyanyi. Kris mengikuti. Ia tak hapal lagu itu tapi pernah dengar. Mereka mulai menepuk-nepukkan kedua tangan mereka seperti main ‘Cublak-cublak suweng’ kalau orang Jawa bilang. O.o

 

Bangman-iro dudeurimyeon muoshil dwaelkka..”

 

PLAK

 

Rinrin langsung memukul kepala Kris karena namja itu mengeluarkan ‘gunting’ sedangkan dia ‘batu’. Yeoja itu meneruskan nyanyian.

 

PLAK.

 

Lagi ia memukul kepala Kris karena tentu saja ‘duizhang’ itu mengeluarkan ‘gunting’. Gadis itu melakukan evil smirk. “Kau akan kalah Kris jelek.”

 

Kris merasa tertantang. “Kau pikir bisa mengalahkanku dengan mudah Shin Rin Rin?”

 

~XXX~

 

Back to HoAe 

 

“Makanlah dengan tenang.” Suho mengelap sudut bibir Aegy yang terkena es krim. Saat ini mereka sedang menikmati es krim mereka sambil duduk di tepi sungai Han dan memandang ke indahan sungai itu.

 

“Oppa, kau tahu kenapa aku sangat suka es krim vanilla?” Suho menggeleng. “Akh, payah! Coba tebak.” Aegy kembali merajuk. Kenapa hari ini dia manja sekali?

 

“Karena manis?” Suho menebak sekenanya. Memangnya apa lagi? Memang es krim rasa vanilla itu manis kan?

 

“Salah!! Jawabannya adalah karena es krim vanilla itu mengingatkanku padamu”. Alis Suho bertaut. “Wae??”

 

“Karena es krim ini putih seperti kau~ ahhh~ atau kau yang putih seperti es krim ini?” Aegy menatap Suho dan es krimnya secara bergantian. Perkerjaan bodoh sebenarnya. Tapi sangat lucu menurut Suho. namja itu mengacak rambut Aegy perlahan.

 

“Kenapa hari ini kau begitu banyak mengombal euh? Apa kau sudah tertular Chanyeol? Aku rasa kau tidak boleh terlalu dekat dengannya.” Suho memasang wajah sok serius. Membuat Aegy cemberut. “Kau ini, aku kan sedang mencoba untuk romantis.”

 

“Kau menakutkan jika sedang romantis.” Aegy kembali menjambak rambut Suho dengan keras. Membuat yang empunya rambut meringis. “Tidak bisakah kau lebih lembut Shin Aegy?”

 

“Nanti saat aku lembut kau malah Tanya aku siapa!?” cibir Aegy. Sedangkan Suho hanya tertawa kecil. “Kau sangat manis jika sedang seperti itu.”

 

“Dasar raMyun pabo jelek!” Aegy mengalihkan pandangannya ke Sungai. Pikirannya kembali melayang saat mereka bertemu disini. Haha, pertemuan konyol. Tapi, saat pertama dia melihat Suho.. dia tahu.. bahwa hatinya telah memilihnya. Jika kau bertanya kenapa dia bisa menyukai Suho, Aegy tidak akan bisa menjawabnya. Kerena dia memang tidak punya alasan untuk mencintai Suho. Yang dia tahu adalah, dia mencintai Suho karena Suho adalah Suho. sebuah alasan yang simple bukan? (SuJu : bwara mr. simple, simple,) -_-

 

“Kenapa melamun?” suara lembut itu membuat Aegy kembali ke alam sadarnya. “Aku hanya mengingat pertemuan kita disini. Itu benar-benar diluar dugaan.” Aegy terkekeh pelan. Dia kembali ingat bagaimana dia yang langsung memeluk Suho karena dia pikir Suho akan bunuh diri ditempat itu. Hal konyol bukan?

 

“Haha.. iya.. dan di tempat ini juga aku menyatakan perasaanku.” Suho menggenggam erat tangan Aegy. “Eum.. dan aku malah menyuruhmu melihat sungai~ hahaha~” Aegy tertawa sambil memakan es krim terakhirnya.

 

“Dari dulu kau memang selalu iseng nona Shin” Suho kembali mengacak pelan rambut Aegy. “Tapi kau suka kan~” Kini Suho menjitak kepala Aegy pelan. Yeoja ini benar-benar ajaib.

 

“Nde, aku suka, dan aku sangat menyukai yeoja iseng ini.” Aegy tersenyum manis. Dia mengubah posisi duduknya menjadi menatap Suho.

 

“Kau akan bahagia kan?” Suho menautkan kedua alisnya. Lagi-lagi perkataan aneh itu keluar dari mulut Aegy. Ada apa sebenarnya? “Kenapa malah berwajah seperti itu? Katakan, kau akan bahagia kan?” Suho yang tidak mengerti pun hanya mengangguk kaku.

 

“Baguslah.. aku akan bahagia jika kau juga bahagia.” Lagi-lagi Aegy tersenyum manis. Sangat manis. Kini Aegy menarik kerah kemeja yang Suho gunakan. Mendekatkan bibirnya ke telinga namja itu lagi “Saranghae Kim Joon Myun, jeongmal saranghae.” Sedetik kemudian bibirnya beralih ke bibir Suho. melumatnya perlahan. Suho membelalakkan matanya tidak percaya. Dari mana Aegy belajar semua ini? Selama ini memang dirinyalah yang memulai tautan diantara mereka, tapi kali ini Aegy yang mendahuluinya. Apakah ini benar-benar Shin Aegy-nya? Tiba-tiba Aegy menarik tautan bibirnya.

 

“Kenapa diam saja? Kau tidak suka aku melakukannya?” Aegy menatap Suho sendu. Matanya terlihat sedikit berkaca-kaca. Suho yang menyadari itu langsung menarik tengkuk Aegy dan mencium bibir yeoja itu cepat. Dia melumatnya dengan lembut. Menyalurkan semua perasaannya melalui ciuman itu. Ia benar-benar mencintai Aegy.

 

Setelah merasa kekurangan pasokan oksigen di paru-paru mereka. Suho melepas tautannya. Aegy menatap Suho malu. Baru kali ini dia berani mencium Suho terlebih dahulu. “Manis.. rasa es krim..” Aegy terkekeh pelan. Dia menggigit bibirnya.

 

Suho tersenyum dan kembali mengecak rambut Aegy gemas. “Bagaimana bisa kau bicara aku tidak menyukainya? Aku akan selalu suka dengan apa yang kau berikan Ae-chan, Semua kejutan yang kau berikan, aku pasti akan menyukainya.”

 

Aegy tersenyum getir. Apakah nanti Suho akan menyukai kejutannya yang satu ini? Apa kah mungkin? Kurasa tidak.

 

“Kenapa diam Ae-chan?”

 

Aegy menatap Suho dingin. “Ayo kita akhiri ini.”

 

~XXX~

 

At K-Rin 

 

Beberapa lama kemudian.

 

“Stop!!” teriak namja itu frustasi.

 

“Waeyo?” Rinrin tercengang.

 

“Kau sudah memukulku lebih dari 16 kali Putri Tidur.” Kris mengerucutkan bibirnya. Ekspresi yang sangat langka. Rinrin tertawa melihatnya.

 

“Masih kurang satu lagi, itu angka kesukaanku..” Kris menggeretakkan giginya. Kesal. Rinrin tertawa lagi. Kris benar-benar lucu saat ini.

 

“Permainan konyol…” desis Kris.

 

“Ini sangat mudah Kris jelek. Karena kau pabo seperti Aegy makanya kau tak bisa..” Kris melotot. Ingin sekali ia menjitak Rinrin. Sudah jelas, ini karena permainan versi Korea lebih merepotkan dari apapun. Aish, lihat saja Hangeng, ia juga sulit melakukannya waktu pertama kali.

 

“Terlalu rumit. Versi China lebih mudah. Hey, dan kenapa bawa-bawa si Nona galak itu..” desis Kris. Ia tak ingin kalah argument.

 

Rinrin tersenyum geli. “Karena Aegy dan kau sama-sama tidak pintar memainkan ini…” Rinrin mencibir.

 

“Baiklah.. Sekarang apa yang kau inginkan?” Namja itu dengan terpaksa mengakui kekalahannya. Tentu saja ia ingin jadi pria yang gentle.

 

Rinrin berpikir sejenak, lalu menatap Kris. “Apa yang kau inginkan dariku?” tanya Rinrin.

 

Kris menautkan alisnya. Mengapa yeoja itu malah balik bertanya? “Shin Rinrin..” Kris menghela nafas. Gadis itu tertawa. Mengerjai Kris itu mengasyikkan.

 

“Iya Tuan Wu.. Akan kulakukan apa yang kau minta.” Rinrin membelai wajah Kris lembut. “Jadi sekarang lakukan saja yang kau mau..”

 

“Ini tidak logis.” Kris menggenggam kedua tangan Rinrin. “Kau terlihat aneh..” Wanita itu kadang sulit dimengerti baginya. “Kau sakit?” Kris memeriksa jidat Rinrin. Gadis itu menggembungkan pipinya.

 

“Aku sehat. Aku serius, dan kalau kau tidak mau ya sudah perjanjian batal..” Rinrin menyilangkan tangan. Ia bangkit, membalikkan tubuhnya, lalu berjalan menjauh. Aish, Rinrin mulai ngambek. Tentu saja, karena Kris malah meragukannya. Memangnya gadis itu sedang terlihat bercanda?

 

Kris langsung mengejar Rinrin. Kaki panjang namja itu tentu saja sangat mudah menyusul langkah Rinrin. Dengan sekali sentakan Kris telah membuat yeoja itu menghadapnya. Kemudian namja itu kini tak gentar lagi. Kris menunduk, kemudian memiringkan kepalanya, lalu memberi satu kecupan hangat di bibir Shin Rin Rin. Yeoja itu mengerjap.

 

“Ini balasanku.. Dan ini yang kuinginkan..” bisik namja itu.

 

“Pervert..”

 

Seperti dijatuhi setumpuk bata, Kris sweatdrop. Astaga, kenapa yeojachingunya begitu ajaib? Bukankah tadi gadis itu sendiri yang memintanya untuk melakukan apa yang ia mau? Jujur saja, sejak awal Kris memang ingin sekali melakukan itu. Ciuman mereka. Tapi kemarin Rinrin sudah mendahului, dan sekarang saat ia ingin membalas ciuman itu malah Rinrin menyebutnya ‘pervert’?

 

“Tapi aku suka. Lakukan lagi..” Jedaarrr

 

“Tidak mau.” Kris pura-pura menolak.

 

Rinrin cemberut. Aish. Pangeran Es jelek ini juga moody.

 

“Kalau begitu aku yang memulai?” Rinrin kesal. Tapi namja itu sangat tinggi. Sial. “Kau terlalu tinggi, bahkan sudah berjinjit pun aku tak sampai.” Gadis itu mengerucutkan bibirnya. Mengapa kekasihnya bisa setinggi ini? Merepotkan…

 

Kris tersenyum penuh kemenangan. Dalam permainan kali ini ia yang memimpin. Punya tinggi yang fantastik itu menguntungkan juga ya?

 

“Pangeran es jelek..” Rinrin mulai merajuk. Ia kemudian memegang dada Kris. Saat itu, Rinrin bisa merasakan debaran jantung namja itu. Ternyata Kris deg-degan juga? “Kau berdebar?” Rinrin menggoda Kris. Namja itu menggeleng cepat. Gengsinya memang sangat tinggi. “Kau tidak bisa berbohong padaku pangeran es jelek..” bisik Rinrin, tepat di telinga namja itu. Kris merinding.

 

“Jangan menggodaku Shin Rinrin!” Terlihat wajah Kris mulai memerah.

 

Rinrin hanya bisa tertawa kecil melihat ekspresi dan rona yang mewarnai wajah Kris. Dia tampak lucu saat itu. “Kau manis sekali K.Li..” Rinrin memiringkan kepalanya kemudian menatap Kris. Tadi dia memang sengaja. Menggoda Kris itu menyenangkan. Ckck. “Kalau kau tidak mau, baiklah, tidak masalah.” Rinrin kemudian mengembangkan senyum. Senyum termanisnya. Ia takkan memaksa lagi.

 

Kris menelan ludah dengan susah payah. Godaan lagi baginya. Senyum itu manis sekali. Bagaimana bisa ia menolak?

 

Perlahan Kris mengelus pipi Rinrin. Agak ragu, namun kemudian Kris menangkup lembut wajah gadis itu. Mereka bertatapan sejenak. Rinrin sedikit terkejut. Ternyata Kris mau melakukannya juga. Namun sorot mata lembut Kris mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Rinrin akhirnya memejamkan mata, ia percaya pada Kris.

 

Mendapat sinyal, namja itu semakin mendekatkan jarak diantara mereka. Kris mencium lembut dahi Rinrin. Kemudian perlahan bergerak menuju kedua matanya. Kedua pipi chubby Rinrin. Hidung. Saat itu aroma mint tercium dari perfume Kris. Rinrin menyukai aroma itu.

 

Kris berhenti sejenak. Ia menatap Rinrin dengan penuh cinta. Perlahan Kris mulai mencium gadis itu dengan lembut. Mengulum bibir tipisnya. Ia melakukannya seperti mengulum kembang gula? Manis. Ciuman mereka semakin dalam karena Rinrin mulai membalas. Rinrin memeluk namja itu semakin erat seolah tak ingin lepas. Sementara itu Kris menopang Rinrin dengan kuat. Kris benar-benar memperlakukannya dengan sangat lembut.

 

Dada gadis itu bergemuruh. Perasaan aneh timbul. Ia tak ingin jauh, ia ingin selalu dekat dengan Kris. Tapi, pada kenyataannya ini tidak mungkin. Tanpa terasa butiran bening mengalir dari sudut mata gadis itu. Semakin lama semakin deras.

 

Kris menghentikan ciumannya. “Kau menangis? Apa aku menyakitimu?” Ia menyeka air mata Rinrin. Gadis itu menggeleng, lalu tersenyum.

 

“Lakukan lagi…” bisiknya.

 

Kris sedikit ragu. Tapi akhirnya memenuhi permintaan Rinrin lagi. Kris mencium Rinrin lagi dengan lembut. Ia menggenggam tangan yeoja itu erat. Telapak tangan mereka saling bertaut. Mereka bersatu dalam circle of love.

 

Beberapa saat kemudian mereka menyelesaikan ciuman indah itu. Kris tersenyum lembut pada Rinrin.  “Gomawo..” bisik Rinrin. Ia tersenyum malu menatap Kris. Baru sadar dengan apa yang terjadi. Mereka tadi berciuman? Ckck.. O.o

 

“Sekarang aku ingin minta sesuatu padamu..” Yeoja itu mengusap matanya yang sembap. Kris mengangguk.

 

“Akan kulakukan apa yang kau minta Putri Tidur.” Kris membelai rambut panjang Rinrin. Ia suka melakukannya. Namja itu tersenyum lagi. Senyum termanis yang pernah Rinrin lihat. Ia sangat tampan saat itu.

 

“Jeongmal?” tanya Rinrin. Kris mengangguk tegas.

 

Rinrin menghela nafas panjang. Ia menyingkirkan tangan Kris perlahan. Gadis itu memberi jarak diantara mereka. Oksigen. Ia butuh oksigen lebih banyak. Ini tidak mudah. Mengapa gadis itu mendadak sesak nafas?

 

Hening sejenak.

 

“Lebih baik kita berpisah..” ujar gadis itu.

 

~To Be Continue~

 

HoAe dan K-Rin berakhir? Lalu bagaimana kelanjutan kisah ini? T___T *author nyesek sendiri

 

Semoga kalian tidak bosan membacanya u.u

Kami harap jangan ada silent reader ya🙂 Gomawo ^^

 

sign : Ririn Cross & Aegyoppa 

40 responses »

  1. tuh kan tuh kan tuh kan… Udah adegan ciumannya bikin nyesek, terakhirnya diputusin… Demi apa aku gak relaaa… Please Rinrin jangan sakiti Kris, dia tuh rapuh gampng nangis walaupun keliatannya tangguh…

    Beneran nyesek bgt loh chingu, daebakk lah….

    Suho, Kris tabah yah #apasih

    • sabar yaaa… adegan ciumannya jga bikin author yg bikin nyesek sndiri -_- *digeplak
      T.T sebenarnya rinrin jga ga rela itu.. tpi tuntutan keadaan ai-chan…
      ne.. kris mmg rapuh dan mudh trsakiti.. tapi itu keadaan yg memaksa rinrin bgtu T.T *hug kris jelek

      gomawo yaa..

      ne semoga mrka diberi kekuatan T.T

      • sebenernya sih lebih ke mupeng #hehehe

        Rinrin pasti sedih bgt, tp keadaan huaaaa…

        Kenapa aku lebih perhatian ke Kris sama Rinrin daripada Suho n Aegy #dijitakHoAe

      • -_____-

        iyaa rinrin sedihnya bgt itu T.T
        eh?? knpa ya??? O.o
        apakah kris sama rinrin lebih adem tapi menusuk kah??
        klo hoae kan rame + berisik😄 *ditabok

      • karena aku lebih ngeBias ke Kris #jeder *awan hitam dikepala Suho* gak denk ya lebih misterius(?) aja hubungan mereka tuh

        (aku raja reply yah?)

      • wkwkwk~~~ itu udah pasti~
        *tambahin efek chen* kasian suho😄 *elus2 baekhyun *eh??
        iyaa… mrka emang agak misterius gmna gtu??
        gpp😄 raja reply itu keren kok😀

  2. huaaaaa #nangisdipojokann
    kenapa jadi ginii T_T
    authorr chagii jangan pisahin k-rin u.u
    huahaahahah gua baca nya sambil berdebar😀
    makasihh ya author udah adain kisseu k-rin nya udah hott #yadongakutkumat
    lama lagi ampe 3 kali pula😀
    senengg dehh..
    ditunguu ya next chap nyaa😀
    penasarrann bangettt !!!
    HWAITINGG thorr \(^.^)/

    • author jga ga ngrti T.T
      ini tuntutan skenario.. kasian ya k-rin😦
      usss…. gmna?? kissuenya udah mantap belum?? >//<
      bgslah klo akhrnya seneng~~ *lega
      nee… tunggu ya next chap ^^
      gomawo hyunmi-sshi

  3. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Get Married Part 6 : “Maafkan Aku” << Colaboration Cast « ★EXOplanet★

  4. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Get Married Part 7 : “Kepingan Yang Hilang” << Colaboration Cast « ★EXOplanet★

  5. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 9 : “You And I”<< FF EXO Colaboration SJ & Beast « ★EXOplanet★

  6. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 10 : “Finally…”<< ENDING « ★EXOplanet★

  7. Anyeong thor…salam kenal ∂ķΰ reader baru loo nemu blog ini nggak sengaja n langsung jatuh cinta#walaupun nggak kenal EXO samsek
    *kyaaa  ĶăÅaBűŮŘŕŖ  sebelum dijitak exotic =D. ‎╋╋ム╋╋ム╋╋ム
    Sebelumnya mian karena dari part 1 sampe 4 cuma jadi sider tapi khan akhirnya coment juga “̮hϱ♥hϱ♥hϱ”̮‎​”̮hϱ♥hϱ♥hϱ”̮.. Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴͡
    ∂ķΰ suka niy FF walau spt yg kubilang tadi#nggak kenal ama EXO tapi dari baca niy FF jadi pengen nyari tau >_<
    Oya ƙɪ̇tα tetanggaan lo ternyata ∂ķΰ asli wonosobo

    • annyeong chingu🙂 gomawo ya udah nyempetin mampir..
      aish knpa bsa belum kenal exo?? >.<
      apakah ga sengaja mampir gara2 kyu?? O.o *lirik si evil
      ne.. cari tau aja,.. mereka amazing lho😀 hehe
      chingu dari wonosobo?? aku purworejo😄 keke
      salam kenal ^^

  8. hhhuuuaaaa,,,,
    kenapa di part ini aura sedih’na muncul ???
    Huhuhu,,,
    kalo aq jdi mereka pasti hatiku nakal lgsung remuk,,,
    ttooopp,,,
    byk jempol buad kalian,,,
    feel’na dpet bged,,,

  9. Sedih ;(
    padahal kris lagi cute-cutenya (?)
    jadi kasian sama Baekhyun… Ckckck
    nasibmu nak….
    Chap selanjutnya di protec, minta pwnya dimana nih?

    • hehehe.. gomawo udah baca dari part awal ya.. knpa aku selalu ngakak baca comentmu O.o *plak*
      kris lagi cute2nya (?) *shock
      yoseob jdi xiumin?? mirip kok ~~~😄
      pw kmu bisa mention ke twitter aku @RirinCross
      atau pm ke fb Ririn Cross
      atau kamu kirim email kamu.. trus aku balas via email🙂
      gomawo..

  10. annyeong ^^
    aku reader baru🙂
    chapter 1-5 aku gabung dsini aja ya komen nya ^^
    dri chapter 1 udah mulai menarik bgt ceritanya and bikin penasaran,,
    aku ska banget thor pas bagian K-Rin,😀
    tapi waktu dichapter ini, beneran deh,,, nyesek banget thor T.T
    huaaa ~ Kris yang sabar yaaa…

  11. Annyeong chingu…
    Perkenalkan aku reader baru disini.
    Dari part 1 udah baca sebenernya tapi baru komen disini soalnya udah keasikan baca. Waktu pertama kali baca sumpah aku senang pake banget , soalnya main cast nya suho oppa. Aku nyari kemana-mana susah banget dapet maincastnya itu suho oppa. Disini nih baru nemu. Gomawo chingu udah jadiin suho oppa maincastnya😀 aku suka banget sama ceritanya , romance banget deh. Udah gitu koplak banget sama tingkah masing-masing couple😀 apalagi aegy sama suho oppa. Horor banget dah aegy nya sukak banget jambakin rambut suho oppa. Pokoknya suka-suka !!! Tapi disini jleb banget waktu aegy nya minta pisah sama suho oppa nya😦 chingu gak bakalan misahin mereka kan?
    Please jangan yaaa , soalnya udah klop banget. Chingu boleh minta pw buat part selanjutnya gak? Soalnya aku penasaran sama nasib ramyun oppa😀
    Dan mian karna comennya kepjangan *bow

  12. hello chingu, ini nadya lagi, duh, sampe bagian ini rasanya nyesek banget deh
    ga mau kalo sampe HoAe sm K-Rin bubar, soalnya mereka itu sweet bgt dgn caranya masing-masing
    moga-moga pisahnya cm part ini doang deh

  13. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 8 : “Because of You..”<< FF EXO Colaboration SJ & Beast | ★EXOplanet★

  14. Annyeonghaseyo

    Suka bgt sama ini ff
    apalagI main castx semua bias saya
    ^_^

    apalagi ff buatan Rinrin cross and aegyoppa KEREN DAN GA BOSENIN!
    Sempet jadi Sider Sih!
    Mianhae authornim
    V^_^V

    Saya lupa udah ninggalin Jejak ato belum di Chap 1 sampe end!

    Mian Neomu mianhae!
    Author
    fbx Aku add kok ga bisa y?

  15. andweeee… Uri leader sedang patah lagi sepertinya..😦 author pacarnya jongin!! Aku envviiii…. Tolong bikin.. Jongin jomblo di ff berikutnya ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s