>>[FF EXO] Let’s Get Married Part 6 : “Maafkan Aku” << Colaboration Cast

Standar

Main Cast :

>> Kris EXO-M (Wu Yi Fan)

>> Suho EXO-K (Kim Joon Myun) 

>> Shin Rinrin

>> Shin Aegy

>> Cho Kyuhyun

>> Yang Yoseob

 

Other :

>> EXO Member and All Couple

 

Author : Ririn Cross & Aegyoppa

 

Disclaimer : EXO’s belong to themselves, but this story original by us! Don’t copas anywhere~

 

WARNING : OOC, saya ga bisa lepas dari salah ketik, makanya typo bertebaran dimana2 T.T

 

Rated : T

 

Genre : Romance, Hurt/Comfort

 

Link FF Part Sebelumnya :

>>Let’s Get Married Part 1<<

>>Let’s Get Married Part 2<<

>>Let’s Get Married Part 3<<

>>Let’s Get Married Part 4<<

>>Let’s Get Married Part 5<<

Recomended Song :

Secret of My Heart – Kuraki Mai

Maafkan Aku – Enda (Ungu)

 

Part 6  : Maafkan Aku

 

~HAPPY READING ^^~

“Lebih baik kita berpisah..”

Senyum manis Kris langsung menghilang. Apakah ia salah dengar?

You must be kidding?

I’m serious..” balas Rinrin datar.

Terlihat raut kekecewaan di wajah pemuda itu. “What a game!?.

Nothing..

Shin Rinrin.. Please. I don’t understand..

Rinrin tersenyum getir. “I’m sorry.”

Wh.. why!?” teriak Kris agak tersendat. Rahang namja itu menguat. Ia memegang pundak Rinrin. Berharap gadis itu memberikan jawaban yang sesungguhnya. Namun hanya ekspresi dingin yang diberikan Rinrin.

I’ll married another guy..”

Kris perlahan melepaskan cengkramannya. Tangannya bergetar. “So, let’s break.” Rinrin mengatakannya tanpa ekspresi. Kris mengacak rambutnya frustasi. Terlihat dari raut wajah namja itu, dia sangat terluka.

Gadis itu kemudian melangkah menjauh dari tempat itu. Membiarkan Kris dalam kekecewaan. Berharap Kris membenci dirinya. Bukankah akan lebih mudah bagi namja untuk melupakan yeoja jika namja itu membencinya?

            ‘Maafkan aku..’ 

~XXX~ 

 

“Jadi, mereka pergi kesini?” Yoseob memperhatikan sekitarnya. Berusaha mencari sosok yang dicarinya.

“Eum, menurut signal GPS ponsel mereka sih seperti itu.” Kyuhyun tampak serius memperhatikan alat pendetektor (?) ditangannya dengan serius.

“Ini tempat yang bagus untuk kencan, lain kali aku kan mengajak Aegy kemari ah~”

PLETAK

Yoseob meringis sambil mengelus-elus kepala kecilnya dan menatap Kyuhyun tajam. “Tidak bisakah kau tidak menjitakku Hyung? Kau sama sadisnya dengan Aegy.”

“Jangan sama kan aku dengan gadis mengerikan itu.” Yoseob langsung menendang kaki jenjang Kyuhyun kilat.

“Apa yang kau lakukan eoh!!!!!”

“Waaaaaaaaaaa!!!!!!!!” Yoseob yang tidak ingin terkena amukan setan marah itu memilih berlari menjauhinya. Bisa gawat nanti. Ckck.

“Berhenti kau pendek!!!!” teriak Kyuhyun dibelakang sana. Yoseob tidak memperdulikannya dan terus berlari. Tapi tiba-tiba dia berhenti. “Baekhyun?” Yoseob menyipitkan matanya. Meyakinkan penglihatannya.

“Baekhyun-ah!!!!” Yoseob melambai-lambaikan tangannya semangat. Baekhyun yang merasa namanya dipanggilpun mengalihkan pandangannya kearah sosok yang sedang melambai-lambai itu.

“Nuguseyo?” Tanya Chanyeol penasaran.

“Temanmu?” Kini Lay ikut bertanya.

Yoseob langsung berlari menghampiri Baekhyun dan memeluknya kencang membuat Baekhyun terjungkal. Tentu saja dengan Yoseob berada diatasnya.

Chanyeol yang melihat dengan mata kepalanya sendiri couple plus soulmatenya ini dipeluk namja lain hanya dapat membuka mulutnya lebar. Untung saja saat itu tidak ada lalat ataupun nyamuk yang masuk kedalam mulutnya. -_-

“Bogoshipoyo~ sudah lama aku tidak melihatmu” ujar Yoseob senang.

“Ahhh, nde.. tapi bisakah kau menyingkir Yoseob-ah? Kau berat” Yoseob yang menyadari posisinya langsung bangkit dan tersipu malu. Wajar saja malu. Dia langsung menindih Baekhyun dan disaksikan oleh berjuta mata. Oke ini lebay -_-

“Mereka semua temanmu Baekhyun-ah?” Yoseob memperhatikan wajah para member EXO dan couple dengan takjub. Banyak sekali, apa dia membawa seluruh temannya? Tapi kenapa Kyuhyun bilang Aegy ada disekitar sini? Apa dia pergi bersama dengan Baekhyun?

Haeyeon memperhatikan Yoseob dengan seksama. “AH!!! Kau kan yang waktu itu keluar dari apartemen AeRin eonnie!” pekik Haeyeon. Sontak semua member EXO dan couple melihat kearah Yoseob “Wae? kenapa melihatku seperti itu?”

“Jadi kau yang namanya Yoseob? Waaahh~ kyeopta~” Sehun langsung melotot saat kata-kata pujian itu meluncur bak air sungai yang mengalir deras dari mulut Je Hwa. Sedangkan Yoseob hanya tersenyum kikuk. Bagaimana tidak, saat ini dia sedang menjadi pusat perhatian.

“Sedang apa disini?” Baekhyun buka suara. “Ah, iya, aku sedang mencari Aegy, apa dia bersamamu Baekkie?”

“Aegy? Bukankah Aegy tadi pergi dengan Joon Myun oppa?” Min Rin menjelaskan tapi langsung mendapat death glare dari Je Hwa. “Wae?” bisiknya pelan.

“Joon Myun? Nuguya??” Yoseob mengerutkan alisnya.

“Kau tidak tahu, dia itu namjachi__”

“Seobie?” sontak Yoseob langsung mengalihkan pandangannya. “Aegy-ah~” senyumnya kembali mengembang cerah.

“Sedang apa disini?”

“Aku menyusulmu, kau sedang piknik dengan teman-temanmu ya?”

Aegy menatap semuanya satu persatu. “Ayo kita pergi” Aegy langsung menarik tangan Yoseob menjauh. “Tapi___”

“Semuanya, aku pulang dulu, terima kasih untuk hari ini. Aku harap kalian bahagia. Jangan pernah bertengkar arra?” Aegy sedikit membungkukkan badannya dan kembali menyeret Yoseob menjauh. Langkahnya terhenti saat Suho menatapnya tidak jauh dari sana. Hatinya sakit. Sangat sakit. Aegy hanya tersenyum singkat dan pergi menjauh.

“Omo!!!! Ada apa dengan Aegy eonnie? Ini tidak seperti biasanya?” Tanya Hyeon hyo heran.

Min Rin mengangguk setuju. “Dan kenapa dia kembali sendirian? Bukankah tadi dia menghilang bersama dengan Joon Myun oppa?”

Hening.

Semuanya tampak larut dalam pikirannya masing-masing. “Ah, HoHo oppa?” Haeyeon menatap Suho yang telah kembali dengan heran. Tatapan mata Suho terlihat sendu dan menerawang. Seperti tidak ada kehidupan didalamnya.

“Ada apa hyung?” Tanya Baekhyun yang tidak jauh dari Suho.

Suho mencoba tersenyum. “Aku dan Aegy sudah berakhir”

“MWO????”

 

~XXX~ 

 

“Haish… Namja pendek itu enak sekali?” Kyuhyun mengacak rambutnya. Ada Aegy disana berarti pasti ada Shin Rinrin. Kyuhyun menghampiri kerumunan itu yang masih terlihat shock. Entah karena Yoseob yang pergi dengan Aegy atau karena namja berkulit seputih susu di depannya ini yang terlihat seperti mayat hidup?

Ia tak mau berurusan dengan  namja yang aneh itu, ia lebih memilih bertanya dengan namja di sebelah namja itu. “Permisi dek..” tanya Kyuhyun mencoba sopan pada namja di sebelah namja mayat hidup itu yang terlihat seperti anak TK?

“Eh?! Baekhyun..” pekik Kyuhyun saat namja itu menatapnya garang.

“Apa yang kau bilang tadi Kyuhyun!?” teriak Baekhyun dengan nada tinggi. Mentang-mentang lead vocal.

“Er… Mian…” Kyuhyun hanya tersenyum salah tingkah. Sementara itu orang-orang masih tak bisa mencerna yang terjadi. Ditambah dengan kehadiran sosok namja tampan bernama Kyuhyun ini membuat beberapa orang disana semakin gila.

“Siapaaaaa itu…??! Cakeppp!!!” jerit Min Rin. Tao langsung membekap mulut kekasihnya.

“Tampann ya~~ Itukah yang namanya Kyo?”

“Kyuhyun Hyeon Hyo-ah! Dia benar-benar handsome~~” Hye Min menatap dengan pandangan berbinar-binar. Chan Yeol langsung mengamankan kekasihnya.

Sementara itu, Luhan langsung menjitak Hyeon Hyo. “Aku lebih tampan…” dia cemberut. “Aish.. Xiao Lu. Kau cemburu ya?”

Suho masih tak bersemangat. Ia langsung berjalan ke tenda tanpa gairah. “Temanmu merana sekali?” bisik Kyuhyun pada Baekhyun.

“Ish.. Bukan urusanmu!” balas Baekhyun sengit. Tadi Yoseob, sekarang ada Kyuhyun penganggu. Baekhyun yakin ia sedang mencari Rinrin, tapi takkan ia beritahu.

“Kyuhyun…” Suara itu membuat fokus Kyuhyun berubah. Baekhyun terbelalak. Oh tidak, jangan lagi. Rinrin takkan seperti Aegy bukan? Ia punya cara sendiri untuk tidak membuat gempar EXO member dengan kabar yang tidak terduga. Semoga semua baik-baik saja.

Semoga juga tadi yang ia dengar dari Suho itu tidak benar. Lucu sekali,  HoAe putus? Apa kata dunia? Pasti mereka hanya sedang bercanda.

“Hai..” sapa Kyuhyun sambil mencoba tersenyum manis. Rinrin berdiri menatapnya. Gadis itu  menghela nafas mencoba mengatur emosi.

“Makanan sudah siap~” teriak Dio. Semua fokus langsung teralih. Je Hwa yang masih tak percaya dengan apa yang terjadi, dibantu Sehun ia duduk lesehan di tikar.

HoAe putus? Mustahil. Pikiran eomma ppappiyong itu mirip sekali dengan Baekhyun. Gadis itu lalu menatap Rinrin. Akankah dongsaengnya itu juga melakukan hal yang sama dengan Kris? Je Hwa sudah mencium gelagat aneh dari dua dongsaengnya itu sejak kepulangan mereka dari Busan. Sementara itu yang lain kecuali Baekhyun sepertinya tidak sadar.

“Kau darimana? Aku mencarimu..” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya lucu.

“Jalan-jalan…” jawab Rinrin sekenanya.

“Ayo semua makan!!” teriak Lay. Ia membantu Dio olah-olah bahan makanan. “Anak muda. Kau juga boleh makan..” Lay tersenyum. Hey, kenapa Lay jadi seperti ahjumma-ahjumma?

“Aku boleh ikut?” Kyuhyun menunjuk dirinya sendiri. Rinrin mengangguk. Membiarkan Kyuhyun bergabung. Namja itu terlihat senang.

Mereka lalu duduk melingkar. Makanan yang terhidang menggugah selera. Kyuhyun memilih duduk di samping Rinrin. Pasangan lain berbisik curiga. Baekhyun kesal. Sedangkan Suho hanya terdiam.

“Kris mana?” tanya Xiumin. Ia menyadari ada yang kurang. “Bukankah tadi ia bersamamu Rin-ah?”

Rinrin menggeleng. “Mollayo..”

Kyuhyun menatap Rinrin. Kris? Dia kah namja yang Rinrin sukai? Suasana mendadak hening. Mereka menyantap makanan dalam diam.

Seorang namja jangkung berjalan gontai menuju tenda. Ia tak bergairah sama sekali. Tapi ia harap tadi hanyalah lelucon, bukan suatu yang nyata. Rinrin pasti akan kembali lagi padanya. Gadis itu takkan bisa jauh lebih lama darinya. Kris yakin itu.

“Kris!!” panggil Luhan. Ia menatap rekannya itu sambil melambaikan tangan. Kyuhyun melihat namja itu. Bukankah itu pria yang ditabraknya saat keluar dari restoran? Berarti benar.. Dia adalah namja yang disukai Shin Rin Rin?

Kris tertegun saat melihat Rinrin duduk dengan Kyuhyun. Namun namja itu langsung duduk di sisi lain samping Luhan, tepat menghadap Rinrin. Rinrin saat itu sedang menyuap nasinya sedikit-sedikit.

“Putri tidur..” panggil Kris. Semua terlihat serius. Rinrin menghentikan makannya. Sedangkan Kyuhyun terkejut. Hey, itu panggilan yang sama seperti ia lakukan pada Rinrin? Sedekat itukah hubungan siapa itu tadi Kris dan  Rinrin?

Rinrin menaruh sumpitnya. “Kyuhyun..” panggil gadis itu. “Dia Kris, yang ingin kukenalkan padamu..” Kyuhyun mengangguk, mengamati Kris. Ia tinggi, tampan, dan kelihatan cerdas. Selera Rinrin benar-benar tinggi.

“Kris.. Dia Kyuhyun, yang ingin kukenalkan padamu beberapa waktu lalu.”

Kyuhyun kemudian mengulurkan tangannya. Kris hampir menyambut uluran itu tapi terhenti saat Rinrin bilang, “Dia calon tunanganku..”

 

~XXX~ 

 

Suho mengaduk vanilla latte nya tanpa semangat. Dia menatap cangkirnya dan tersenyum masam. “kesukaan Aegy..” pikirannya kembali kejadian tadi siang.

_Flashback_

 

Suho menatap Aegy bingung. “Wae? kenapa? Apa aku berbuat salah padamu?”

“Aniyo.. aku hanya lelah Joon Myun-sShi.” Suho kembali mematung. Bahkan kali ini Aegy memanggilnya dengan formal. Apa dia serius? Bohong! Pasti dia sedang mengerjainya lagi kan?

“Kau pasti bercanda Ae-chan, hentikan lelucon yang tidak lucu ini. Kau membuatku takut.” Namun Aegy menatap Suho dingin.

“Kau tahu, aku lelah memiliki namjachingu seorang Artis. Harus menahan diri saat melihatnya tertawa dengan yeoja lain, besentuhan dengan yeoja lain dan mungkin… berciuman dengan yeoja lain.” Aegy menarik nafas pelan. “Aku lelah berhubungan seperti itu. Aku ingin seperti gadis normal lain nya yang bisa memamerkan namjachingunya, mengajaknya kencan di akhir pekan ke tempat umum tanpa penyamaran.” Aegy tersenyum sinis. “Aku hanya lelah Joon Myun-shii, aku harap aku bahagia, terima kasih telah mengisi hariku selama ini. Maaf membuatmu repot.”

Aegy bangkit dari duduknya dan beranjak meninggalkan suho.

_Flashback end_

 

Apa maksudnya ini? Apa benar karena yeoja itu lelah? Tapi kenapa tiba-tiba seperti itu? Suho menyentuh bibirnya. Bahkan bibirnya masih merasakan kehangatan dari ciuman Aegy. Apa Aegy menyembunyikan sesuatu padanya? Apa ini ada kaitannya dengan Yoseob?

“Arrgghh!!” Suho mengacak rambutnya frustasi. Hatinya perih. Kenapa bisa? bukankah Aegy berjanji akan terus disampingnya? Kenapa dia mengingkari janjinya sendiri? Kenapa dia berbohong?

“Bagaimana kau bisa menyuruhku bahagia sementara aku kehilangan sumber kebahagiaanku Shin Aegy.. bagaimana bisa…” Suho mencengkram dadanya kuat. Airmatanya kini sudah tidak terbendung lagi. Dia tidak perduli dengan pandangan orang disekitarnya yang menatapnya aneh. “Kenapa kau lakukan hal ini padaku Aegy-ah.. Kenapa?” Suho menghapus airmatanya kasar. “Pelayan, aku pesan Soju.”

Suho benar-benar terlihat frustasi. Dia terus menenggak Soju dihadapannya. Entah sudah yang ke berapa kali. Tapi itu belum cukup untuk membuatnya mabuk.

“Hey~ bukankah kau temannya Aegy yang tadi?” Suho mendongkakan kepalanya. Menatap sesosok namja mungil yang berdiri dihadapannya dengan senyum mengembang.

“Yoseob??” ujarnya lirih. Yoseob –namja mungil itu- menarik kursi dihadapan Suho dan duduk disana. “Nde~ aku Yoseob, Yang Yoseob” Yoseob mengulurkan tangannya. Tanda perkenalan. Suho membalas jabatan tangan Yoseob “Aku Kim Joon Myun, aku nam__”

“Kau temannya Aegy kan? Aku tahu. Oya, Kenalkan, aku calon tunangan Shin Aegy.”

DEG

~XXX~

Namja itu meremas buku yang ia baca. Pikirannya tak bisa fokus. Ia takkan sebodoh Jun Myun yang malah mabuk-mabukkan gara-gara putus dengan Aegy. Tindakan leader seperti apa itu? Ia tak memberi contoh baik untuk member yang lain.

Kris juga tak bisa hanya duduk diam. Ia benar-benar kacau. Terlebih saat Rinrin dengan mudahnya memperkenalkan pria itu padanya. Benarkah Rinrin sudah tak mencintainya lagi? Lalu apa arti hubungan mereka selama ini?  Naega mandeun history – kalau yang disebut rekan-rekan satu tim-nya di EXO K, sejarah ini ia yang memulai, membuat, dan pada akhirnya berakhir seperti ini.

“Hai…”

Seseorang menepuk pundak Kris. Kris terkesiap. Seorang pemuda tampan duduk di depannya. Mereka di perpustakaan kota Seoul.

“Kau sendirian? Boleh bergabung?” Kris mengangguk. Kyuhyun lalu duduk di seberang Kris.

Mereka terdiam lama.

“Kris, kuharap kita bisa berteman akrab.” Kyuhyun tersenyum. Mencairkan suasana dingin di yang meliputi mereka.

Kris mengerutkan alisnya. “Akan sulit Kyuhyun-sshi..” balas pemuda itu.

“Kau serius sekali…” Kyuhyun bertopang dagu. “Kukira karena kau teman Rinrin aku bisa mengakrabkan diri denganmu.”

“Apakah kau bisa berteman dengan orang yang memcin— membenci— calon tunanganmu?” sahut Kris dingin. “Jika kau bisa aku sangat menghargai itu.”

Kyuhyun tertegun. Apa yang sebenarnya terjadi disini? Rinrin suka dengan namja ini, tapi namja ini bilang membencinya? Walaupun itu tak sepenuhnya benci. Mungkin. Kyuhyun menangkap ada makna lain dari kata-kata namja itu.

“Semoga kalian bahagia..” ucap Kris.

Benar seperti dugaan Kyuhyun, itu bukan sorot benci.

Kris menutup bukunya lalu ia bangkit dan menghilang diantara deretan ilmu filsafat.

“Apakah berbohong menjadi salah satu trend masa kini?” decak Kyuhyun.

~XXX~ 

 

Aegy mengeliat pelan saat merasakan sentuhan halus di pipinya. “Biarkan aku tidur sebentar lagi Ri-ah..”’ Aegy mengumam pelan dengan mata tertutup. Dia terlalu mengantuk.

“Tapi kau harus bangun Aegy-ah.” tangan itu masih setia membelai lembut pipi Aegy. “Kau sakit Ri-ah? Suaramu berubah aneh sekali, kau harus minum obat,” ujar Aegy dengan mata yang masih tertutup.

“Tapi aku bukan Rinrin Aegy-ah~” Aegy mengerjapkan matanya berkali-kali. Mencoba membiasakan dengan keadaan. Bibirnya membentuk senyuman kecil. “RaMyun-ah…”

“Mwo? Kau lapar? Kau ingin makan ramyeon?” Aegy langsung membelalakkan matanya. “YANG YOSEOB!!!!! KELUAR DARI KAMARKU HMmmppttt___”

Dengan cepat Yoseob membekap mulut Aegy. “Bisakah kau tenang Aegy-ah? Ini masih terlalu pagi untuk berteriak.”

“Ehm.. hemm.. eheemmm!!!” Yoseob menautkan kedua alisnya. “Kau bicara apa sih Aegy? Aku tidak mengerti.” Yoseob melirik tangannya yang masih membekap mulut Aegy. Opps! Pantas saja Aegy tidak bisa bicara dengan benar. Sontak Yoseob melepas bekapannya.

“Mau apa kau kesini eoh! Menganggu tidurku saja!” Aegy bangun dan bersandar di kepala ranjang. Kepalanya terasa pening. Sepertinya tadi malam dia terlalu banyak menangis.

“Matamu sembab, apa kau habis menangis?” Yoseob menginterogasi. Tangannya beranjak menyentuh lingkaran hitam dibawah mata Aegy.

“Aku hanya habis menonton drama,” dusta Aegy. Tidak mungkin kan dia bilang kalau dia habis menangisi kisah cintanya yang tragis? “Ada apa kemari pagi-pagi.” Kini Aegy menatap Yoseob tajam.

“Ingin mengajakmu kencan.”

~XXX~  

Rinrin menatap kosong layar televisi. Tangannya terus-menerus memindah channel tanpa henti. Pikirannya tak berada di sana. Entahlah, gadis itu kehilangan gairah hidup. Bahkan saat Yoseob membuat keributan dengan Aegy di kamar pun ia tak peduli sama sekali. Karena kesadarannya tidak ada di sini. Pikirannya berkelana ke tempat lain.

Kemudian channel itu berhenti tepat di sebuah acara yang khusus yang tepat memutar sebuah music video.

Listen Ganjue dao meiyou

Dengar! Kau bisa merasakannya

Wo de xinzang Ting diaole jiezou

Hatiku telah berhenti berdetak

My heart be breakin’

Hatiku telah patah

Leishui cengjing fennu de diao luo

Air mata kemarahan pernah jatuh 

Dasheng sihou (Ha!) Yi bu xiang yihou

Keras berteriak (Ha!) Berpindah ke masa depan

My pain be creepin’ 

Rasa sakitku yang merayap 

DEG

Suara Kris itu membuat Rinrin tak kuasa menangkup mulutnya. Air matanya mengalir deras saat yeoja itu mendengar opening ‘History’ – EXO M. Apakah itu yang sekarang Kris rasakan seperti yang ia lantunkan. Itu juga yang Rinrin rasakan, tak jauh berbeda.

Rinrin tak kuasa dan ia memilih channel lainnya. Kalau seperti ini apa yang harus ia lakukan?

Lagi Rinrin mengganti-ganti channel tanpa minat. Seseorang langsung menarik remote itu. “Hentikan Putri tidur, televisinya akan rusak kalau kau terus melakukan hal ini.”

“Tapi aku sedang ingin nonton..” jawab Rinrin datar.

Kyuhyun menyibak poninya. Semakin lama Rinrin semakin sulit di mengerti. Sudah jelas pandangan yeoja itu tak disana, bagaimana bisa ia bilang ingin menonton tv?

PIP…

“Hentikan ini dan ikutlah denganku..” Kyuhyun mematikan televisi itu dan ia segera menarik Rinrin mengikutinya.

“Mau kemana?”

“Ke tempat yang kau suka..”

~XXX~ 

 

“Huaaaaaaaa~ sudah lama tidak pergi ketaman hiburan.” Yoseob meregangkan tubuhnya. Dia melirik Aegy yang terlihat tidak berminat. “Wae? kenapa wajahmu seperti itu? Ayo kita bersenang-senang.” Yoseob tersenyum ceria dan menggandeng tangan Aegy lembut.

Yoseob langsung menyeret Aegy untuk mengantri permainan. Untuk pemanasan, Yoseob memutuskan untuk naik kuda-kudaan dulu. “Seperti anak kecil saja.” Cibir Aegy.

“Biar saja, naik ini juga menyenangkan kok. Kajja!” Yoseob kembali menarik Aegy saat tiba gilirannya untuk naik wahana. “Aish! Shireo! Aku tidak mau!” Aegy malah berbalik menarik tangan Yoseob menjauh. “Ya! ya! Shin Aegy, kita mau Kemana?” Aegy sama sekali tidak mengubris panggilan Yoseob.

“Lebih baik kau coba yang ini…” Aegy berhenti di wahana roller coster. Itu jauh lebih baik daripada naik kuda-kudaan. Memangnya dia anak berumur 5 tahun? Ck! “Mwo? Ya! kenapa aku?” Tanya Yoseob bingung.

“Karena aku tidak ingin naik, kan kau yang memaksaku kemari.”

“Tapi kan karena aku ingin mengajakmu bersenang-senang Aegy-ah.”

“Aku akan senang saat kau naik itu.” Aegy menatap Yoseob sendu. “Kau tidak ingin aku senang ya?”

Yoseob menggaruk tengkuknya kaku. “Arraseo, tapi kau jangan jauh-jauh dari sini nde? Lebih baik kau menunggu disana.” Yoseob menunjuk kearah bangku taman yang tidak jauh dari antrian. Aegy mengangguk “Siap captain!”

Tanpa menunggu lama Aegy langsung meninggalkan Yoseob yang masih mengantri. Aegy terkekeh, rencananya berhasil. Tidak disangka namja itu bisa luluh dengan mudah. Dia memang sengaja membiarkan Yoseob bermain sendiri. Dia malas.

Aegy duduk dibangku taman sambil memakan cemilan yang dia beli. Terlalu banyak orang membuat kepalanya pusing atau karena terlalu banyak menangis? Molla, yang pasti dia merasa sangat pening.

“Meongg… Meonggg..” Aegy mengedarkan pandangannya. Suara kucing darimana?

“Meongg… Meonggg..”

“Aigoo,, darimana suara itu?” Aegy mengelongok (?) ke bawah bangkunya. “Tidak ada kucingnya?”

Plukk

Aegy mendongkakkan kepalanya saat merasakan sesuatu menjatuhinya sesuatu dari atas. “Omo! Kau disana rupanya!” pekik Aegy saat mengetahui kucing itu ada diatas pohon disamping bangku. “Apa yang kau lakukan disana eoh?” Aegy mencoba bertanya. Tapi tunggu, kenapa dia malah bertanya? Mana mungkin kucing bisa menjawab pertanyaannya?

“Aigoo.. jangan bilang kau tidak bisa turun?” sepertinya Aegy sudah gila. Dia bertanya sendiri dan dia pula yang menjawabnya sendiri. Benar-benar yeoja ajaib.

“Meeonnggg~ meongg~”

“Arraa, aku akan membantumu turun.” Aegy mendekati pohon itu. Mencoba memanjat.

“Kemarilah kucing manis, kau pasti takut.” Aegy langsung meraih kucing kecil itu dalam dekapannya.

“Kucing kecil yang manis, bulumu putih sekali.” gumam Aegy sambil mengelus-ngelus kucing itu lembut.

“Kau mengingatkanku pada seseorang,” lanjutnya dengan sambil tersenyum miris. Kucing itu hanya menatap Aegy dengan mata besarnya. Tentu saja, kucing itu tidak mungkin bisa membalas perkataan Aegy bukan? -_-

“Lebih baik kita tu… run..” seketika tubuh Aegy bergetar. Lututnya lemas. Wajahnya berubah pucat. Dasar pabo! Dia kan takut ketinggian. “Kucing.. bagaimana caranya turun?” ujarnya memelas. “Tinggi sekali disini.”

“Meongg.. meoonggg…”

“Kau mengkhawatirkan aku? Uwaaa, bagaimana kita turun?”

Yoseob yang telah selesai menaiki wahana mengerikan itu berlari kecil menuju bangku taman yang ditunjuknya kepada Aegy.

“Aegy-ah!” serunya saat dia tidak melihat Aegy dibangkunya. “pergi kemana yeoja itu? Bukankah sudah ku bilang untuk menungguku?”

“Seo..biee…” Yoseob mengedarkan pandangannya. Itu suara Aegy. Tapi dimana dia?

“A.. aku diatas..” sontak Yoseob langsung mendongkak. “Aegy-ah! Apa yang kau lakukan disana?” pekiknya keras. Dia terkejut.

“Aku, ingin menolong kucing ini, tapi.. aku tidak bisa turun,” suara Aegy terdengar lemah. Dia benar-benar takut.

“Aish! Dasar bodoh! Kenapa kau memanjat kalau kau tahu kau takut dengan ketinggian!” omel Yoseob. Dulu mereka juga pernah seperti ini. Saat mereka SD, Aegy pernah menolong burung yang tersangkut diatas pohon. Tapi sama dengan sekarang, dia tidak berani turun karena dia phobia dengan ketinggian. Tapi yang membuatnya heran adalah, kenapa dia bisa memanjat? “Loncatlah! Aku kan menangkapmu!” serunya kemudian.

Aegy menggeleng. “Aku takut.”

“Percayalah padaku! Cepat, aku pasti menangkapmu!”

Aegy tampak berfikir sejenak. Namun sedetik kemudian dia mengangguk. “Lompatlah” Yoseob merentangkan tangannya siap menangkap Aegy.

“Kyaaaaaaaaaaa~”

~XXX~

Starbuck Coffe

Rinrin mencium aroma mocchacino. Kopi selalu bisa membuatnya lebih tenang. Rinrin berharap dunianya akan tenang seperti ini. Bahkan kalau perlu ia hanya ingin hidup di dunianya sendiri. Tidak ada Kris, Kyuhyun, atau siapapun itu.

“Kau suka kopi bukan?” Kyuhyun menyodorkan secangkir kopi. Gadis itu menatap Kyuhyun sejenak, ia menerima cangkir itu perlahan. Diciumnya lagi aroma itu. Kemudian menyesapnya perlahan. Kehangatan menjalar dalam tubuhnya. Menyiram hati yang terluka. Menutup sedikit lubang, hanya sedikit. Perlu diingat, benar-benar sedikit.

“Kemarin itu kau benar serius mengatakannya?” Kyuhyun bertanya. Ia tak peduli Rinrin akan menjawab atau tidak. “Aku calon tunanganmu?”

Rinrin terhenti. “Bisa tidak kau berhenti membicarakan tentang itu dulu Cho Kyuhyun-sshi..”

Kyuhyun tersenyum. Nyatanya Putri Tidurnya itu masih tetap dingin seperti biasa. “Baiklah…”

Hening.

Kyuhyun dengan PSP dan kopinya. Sedangkan Rinrin dengan cangkirnya. Mereka terbalut dalam kebisuan. Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan Rinrin dan Kyuhyun.

“Kakak ip— ah maaf, Rinrin noona dan Kyuhyun hyung.“

Rinrin menaruh cangkirnya. Menatap dua sosok itu. Tao dan —Kris.

“Kalian..” Kyuhyun tersenyum. “Mari bergabung.”

Tao hampir menolak, tapi tidak enak juga. Kris hanya diam, tak memberikan reaksi. Ia menatap Rinrin.

“Aku ke toilet.” Rinrin berdiri. Ia melangkah ke lain arah.

“Shin Rinrin, toilet di sebelah kanan,” desis Kyuhyun.

“Oh iya..” gadis itu kemudian berbalik. Perlahan ia melewati Kris. Namun, tangan namja itu menggenggam tangannya sejenak. Kehangatan menyalur dalam diri Rinrin. Astaga. Cepat-cepat Rinrin tepis tangan itu. Jika ia mengenggamnya lagi, ia takkan rela untuk melepaskannya.

Kris benar-benar tertolak. Hatinya semakin terluka.

 

~XXX~

Aegy memeluk erat leher yang ada dihadapannya. Hidungnya mencium aroma collage yang dikenakan orang itu. Hangat. Dalam gendongannya dia merasa nyaman. Aegy mengembuskan nafasnya perlahan. Rasanya terlalu malas untuk membuka mata.

“Sampai kapan kau akan tertidur Ae-chan?” Aegy mengeratkan pelukannya. “Aku tidak tidur raMyun-ah, aku hanya sedang menikmati hidup.”

“Aigoo.. kau yang menikmati hidup tapi aku yang tersiksa.” protes Suho –namja itu- sambil membenarkan posisi gendongannya. Saat ini Suho sedang menggendong Aegy dipunggungnya karena kaki gadis itu terkilir akibat terjauh. Dasar ceroboh.

“Jadi kau tidak ikhlas mengendongku?” Aegy memukul pundak Suho kesal. Bibirnya mengerucut.

“Aish! Bukan itu!”

“Lalu?” Tanya Aegy incconect.

“Pokoknya kau tidak boleh bernafas di leherku!”

Aegy mengerutkan keningnya. “Wae?” tanyanya bingung. Memang dia harus bernafas dimana? Jelas-jelas leher Suho yang ada dihadapannya. Tepat didepan hidungnya.

“Pokoknya tidak boleh! Atau kau akan menerima hukumannya!”

“Ya!!! dasar bodoh! Salahkan lehermu yang ada dihadapanku, memangnya aku harus bernafas dimana eoh!” Aegy menjambak rambut Suho sadis.

“Aish! Bernafaslah ditempat lain, asal jangan dileher! Atau aku benar-benar tidak bisa menahannya!”

“Mwo?! Menahan apa? Aish! Bicaralah yang benar raMyun pabo!” Aegy masih tidak mengerti. Tapi tiba-tiba ada ide jahil yang melintas dibenaknya. Aegy semakin mengeratkan pelukannya pada leher Suho. dia sengaja menghembuskan nafasnya disana. “Jangan bilang kalau kau tergoda raMyun-ah~” bisik Aegy perlahan.

“Yak! Shin Aegy! Sudah ku bilang jangan bernafas dileherku!!!!” jerit Suho frusatsi.

“Hahaha…”

Aegy menggeliat pelan. “Kau sudah bangun Aegy-ah?”

Aegy membuka matanya perlahan. “RaMyun-ah…”

“Heh? Ramyeon? Kau ingin makan ramyeon ya?” Aegy mempertajam pendengarannya. Ini bukan suara RaMyun pabonya. Ini suara siapa?

Aegy kembali mempertajam penglihatnya.”Yoseob!!!!!!” pekik Aegy keras. Tepat disamping telinga Yoseob. Membuat telinga namja itu berdenging. “Bisa tidak kau tidak berteriak nona Shin? Ini kah balasanmu setelah aku menolongmu?”

“Tapi, bagaimana bisa? bukankah tadi aku dengan raMyun? Lalu tadi apa?” Aegy tampak linglung. Bagaimana bisa? bukankah tadi dia memang berada dalam gendongan Suho? jelas-jelas dia mengingatnya. Kenapa sekarang Suho berubah jadi Yoseob? Apa mereka transformasi (?) *plak

“Aigo, dari tadi kau mengigau ramyeon terus. Apa kau benar-benar menginginkannya?” Aegy hanya terdiam. Sepertinya dia benar-benar sudah gila. Apa karena putus dari Suho? kenapa efeknya menyeramkan sekali?

“Kenapa diam? apa kakimu masih sakit?”

“Euh?” Aegy menautkan kedua alisnya. “Lain kali jangan bertindak bodoh Shin Aegy. Sudah tahu takut ketinggian, tapi masih nekat. Bagaimana kalau tidak ada orang yang menolongmu?” omel Yoseob panjang lebar.

“Tidak mungkin, taman itu kan banyak orang.” Aegy membela diri. “Berhenti menjawab saat orang menasehatimu! Dulu juga pernah seperti ini bukan? Dan akhirnya akulah yang menggendongmu.”

“Kalau kau tidak suka, ya jangan dilakukan. Aku bisa jalan sendiri.” Aegy mengerucutkan bibirnya. Dasar, kalau tidak ikhlas kenapa harus dilakukan, Daripada mengerutu?

“Aku bukannya tidak suka Aegy-ah, aku hanya khawatir. Berhentilah membuat orang khawatir dengan tingkahmu yang abnormal itu.”

“Mwo?! Kau bilang aku abnormal?!” Aegy langsung mencubit kedua pipi tembam Yoseob gemas. Untung tangan Yoseob sedang menahan berat badannya, jadi dia bisa dengan leluasa mencubit pipi gembul itu.

“Ya! appo! Hentikan!” Yoseob meringis. Yeoja ini kenapa suka sekali menyiksanya sih?

“Shireo~” Aegy terkekeh pelan. Dia masih gemas dengan pipi Yoseob.

“Ae-chan…”

Sontak Aegy langsung menurunkan tangannya. Suho? sedang apa diberdiri disana? “Aaa, kau kan temannya Aegy yang kemarin. Apa kabarmu?” Yoseob mendekat kearah Suho yang hanya menatap Aegy dalam. Matanya tampak mengintrogasi dalam diam. “Turun kan aku seobie.”

Yoseob menoleh kearah Aegy. “Kau yakin? Kakimu bagaimana?”

“Gwenchana, kau bisa menungguku di dalam.” Yoseob mengangguk dan menurunkan Aegy perlahan dari punggungnya.

Yoseob mengacak rambut Aegy perlahan “Aku pergi nde?” Aegy tersenyum dan hanya mengangguk pelan. Sedetik kemudian Yoseob melangkahkan kakinya meninggalkan Aegy dan juga Suho.

“Mau apa kau?” Tanya Aegy dingin. Suaranya sedikit bergetar karena menahan tangis. Dia tidak boleh menangis dihadapan Suho. tidak boleh.

“Inikah alasanmu meninggalkanku? Karena tunanganmu.. Yoseob?”

DEG

Tubuh Aegy tegang seketika. Darimana Suho mengetahuinya? “Aku tahu dari tunanganmu, kemarin dia yang memberitahuku,” ujar Suho yang seakan tahu apa yang dipikirkan Aegy.

“Kenapa kau tidak bicara langsung padaku? Kenapa kau membohongiku? Wae?” Suara Suho meninggi. Kini dia menguncang bahu Aegy meminta penjelasan. Airmatanya sudah menetes. Hatinya hancur. “Kenapa kau lakukan hal ini padaku Shin Aegy! Kenapa? Kenapa kau mengingkari janjimu?! Apa kau pikir aku ini mainan yang bisa kau gunakan sesuka hatimu?”

Aegy menatap Suho tidak percaya. Bagaimana bisa dia berbicara seperti itu? Airmata yang sedari tadi ditahannya pun turun dengan deras. Dia mengeleng keras. “Mianhae… mianhae… mianhae… Joon Myun-ah.. mianhae..” Hanya kata itulah yang mampu keluar dari bibir mungilnya. Bahunya bergetar hebat akibat tangisannya. Dia benar-benar bersalah. Dia sangat jahat. Tapi jika kalian dihadapkan pada dua pilihan yang sulit, mana yang akan kalian pilih? Keluarga kah? Atau cintamu?

“Berhenti meminta maaf Aegy.. aku membutuhkamu.. bukan maaf mu, kenapa kau lakukan ini? Apa aku tidak cukup baik untukmu?” lagi-lagi Aegy menggeleng keras. Isakannya semakin kencang. “Aku.. aku tidak bisa raMyun-ah… aku tidak bisa.. kakek membutuhkanku..”

“Tapi aku juga membutuhkanmu Aegy-ah! Sangat membutuhkanmu!”

“Jangan egois raMyun-ah…” Aegy menundukkan kepalanya. Mencoba untuk menghentikan tangisnya. Hatinya benar-benar sakit. Kenapa jadi seperti ini? Ini kah resiko yang harus diambilnya karena menyakiti Suho? Iya.. pasti seperti itu.

Suho menatap Aegy tidak mengerti. Hatinya pilu melihat yeoja yang di cintainya menangis. Dia benar-benar merasa gagal menjadi seorang namja. “Aku benar-benar minta maaf  raMyun-ah.. aku mohon.. jangan persulit aku. Bukan hanya kau yang takut kehilangan, Aku juga. Aku juga tidak ingin, tapi hanya ini yang bisa aku lakukan..” Aegy masih terisak  pelan. Mencoba menyusun kata-kata agar Suho memahaminya. Jika seperti ini terus, dia tidak yakin akan bisa melepaskan Suho. Dia terlalu mencintai Suho, raMyun pabo-nya.

Suho menarik Aegy dalam dekapannya. Dia mendekapnya kencang seakan tidak ingin melepaskan gadis itu. Airmatanya masih senantiasa menetes diwajah tampannya.

“Aku mohon… lepaskan lah aku.. kau akan membuatku semakin tersiksa jika seperti ini.” Aegy mencengkram baju dipunggung Suho kencang, berharap dengan begitu rasa sakit dihatinya akan ikut berkurang. Namun nihil, hatinya semakin sakit.

“Saranghae Aegy-ah… jeongmal saranghae…” bisik Suho ditelinga Aegy lirih. Bisakah dia menerima hal ini? “Nado.. Joon Myun-ah.. nado saranghae…” Aegy semakin merengatkan pelukannya. Dia benar-benar tidak ingin kehilangan ‘bintang’nya.

Tak jauh dari sana tampak seorang namja tengah menatap Suho dan Aegy. Tangannya mengepal. Entahlah.. hatinya bergemuruh. Egoiskah dia? Bisakah dia membuat yeoja yang menangis itu kembali tersenyum?

Yoseob –namja itu- mengeleng kuat. Dia harus yakin. Bukankah dia pernah mengatakannya pada Aegy. Bahwa dia yang akan membahagiakannya?

Yoseob buru-buru memasang senyumnya saat Aegy berjalan menghampirinya. Airmatanya masih setia menetes dipipi indahnya. “Gwenchana?” Aegy menoleh kearah Yoseob dan mengangguk pelan.

“Dia..” Yoseob tampak mengantung pertanyaannya. Aegy tersenyum singkat. “Dia adalah kunci hatiku Yoseob-ah.. dia.. adalah bintangku” Yoseob memandang Aegy tidak percaya. Jadi, Aegy sudah memiliki namjachingu?

“Bagaimana kalau aku mengatakan, aku sudah memiliki namjachingu? Apakah kau akan tetap mempertahankanku? Bukankah kau terlihat jahat?” perkataan Aegy kembali berputar di memori Yoseob. Hatinya seperti tertimpa batu yang sangat berat.

Dan kemarin saat dia bertemu Suho.. “Aku Kim Joon Myun, aku nam__” jangan katakan jika Suho sedang mencoba memberitahunya? “Aku tidak tahu kalau dia namjachi___”

“Gwenchana, toh cepat atau lambat dia akan mengetahuinya. Kau pulanglah, aku ingin sendiri.”

“Tapi__”

“Aku mohon..”

Yoseob mengangguk singkat dan meninggalkan Aegy.

“Kau bodoh Shin Aegy.. kau bodoh!!” Aegy kembali menangis kencang. Bahkan kini dia memukul-mukul dadanya sendiri. “Rasanya sesak sekali..” kakinya tidak mampu lagi menahan tubuhnya. Hingga akhirnya dia terduduk. Dia tidak meperdulikan orang lain yang melewatinya dengan tatapan mengejek. Yang dia inginkan hanya lah menangis, berharap rasa sakit itu sedikit berkurang.

~XXX~

Sekembalinya Rinrin gadis itu langsung menempatkan diri. Tepat di samping Kyuhyun namun berhadapan langsung dengan Kris. Matanya dan mata Kris sempat bertemu namun Rinrin berusaha menghindar.

“Jadi kalian akan kembali ke China besok?” Kyuhyun mengulangi pertanyaannya.

Rinrin menatap ke samping tak percaya. Dia mau kembali ke China?

“Kami penerbangan pagi,” balas Kris.

“Kalian cukup sibuk.” Kyuhyun mendecak. “Pernahkah kalian meluangkan waktu untuk berkencan? Ehm, pacar?” Rinrin tersentak. Apa maksud Kyuhyun menanyakan pertanyaan itu.

Tao hanya bisa nyengir. “Kami melakukannya di waktu luang..” jawab magnae itu malu-malu.

“Ah jadi kau sudah punya kekasih? Menarik sekali..” Kyuhyun terkekeh. Kemudian pandangan Kyuhyun tertuju pada Kris. “Bagaimana denganmu —Kris?”

Hening sejenak. Rinrin menahan nafas. Suasana berubah sedikit menjadi tegang, “Untuk saat ini tidak.” Kris menjawab dengan tenang. Hati Rinrin mencelos. Tao menatap iba pada hyung leadernya itu. Sedangkan Kyuhyun mengangguk.

“Tidak ingin mencoba berkencan?” Hey Kyuhyun mengapa kau tiba-tiba jadi pakar cinta seperti itu? Rinrin geram. Kesal memuncak. Ia raih cangkir mocchacinonya hendak menyesap kopi favoritnya itu.

“Cho Kyuhyun,” desis Rinrin. Ia menatap tajam ke arah namja itu.

“Ada apa Putri Tidur?” Kyuhyun tersenyum ke arah Rinrin.

“Kau terlalu cerewet..” desis Rinrin. Kyuhyun tertawa.

“Meskipun begitu aku masih tetap akan jadi suamimu bukan?” Kyuhyun mengatakan itu dengan senyum evil. Rinrin bungkam. Tao tersenyum getir. Kris masih tetap diam tanpa ekspresi.

“Eung.. bagaimana Kris? Kau belum memberi jawaban?” Kyuhyun kembali pada topik awal. Rinrin menggigit bibirnya, gugup. Dalam hati ia berharap Kris menolak itu.

“Boleh..”

DEG

Apa-apaan ini?! Rinrin menatap Kris tak percaya. Ia ingin bicara tapi lidahnya kelu.

“Aku punya seorang teman, dia sangat cantik, kau mungkin bisa menghubunginya..” Kyuhyun memberikan sebuah kartu nama pada Kris, ia mencoba akrab dan tersenyum. Butuh beberapa waktu, namun Kris perlahan mengulurkan tangan hendak menerima.

PRANG

Semua fokus langsung beralih. Rinrin menjatuhkan cangkirnya—dengan sengaja.

“Mianhae..” Gadis itu tersenyum kikuk. Ia kemudian segera membungkuk memunguti pecahan-pecahan kaca itu. Tao juga langsung tanggap, ia ikut membantu.

Tajam, pecah belah berkeping-keping seperti hatinya.

“Kakak  ipar!! Tanganmu—!!” jerit Tao. Entah bagaimana yeoja itu malah menggenggam pecahan-pecahan itu. Rinrin bahkan tak merasakan apa-apa saat kaca itu merobek kulitnya. Hatinya lebih sakit daripada tergores kaca. “Berdarah..” Magnae itu tertegun.

Kris dan Kyuhyun sontak berjongkok. “Kau bodoh!” desis Kris. Ia segera meraih tangan Rinrin.

“Darahnya!” desis Kyuhyun.

Kris segera menyobek ujung lengan kemejanya. Namja itu membalut untuk menghentikan pendarahan. Rinrin menatap Kris. Ia ingin menangis tapi ditahan. Kris menatap sejenak gadis itu namun segera membuang pandangannya saat Rinrin berhasil menangkap basah ia memperhatikan.

Sakit. Hati ini begitu pedih. Apakah Kris membencinya hingga pemuda itu bersikap seperti ini?

Shin Rinrin, kau yang telah membuatnya terluka. Kau juga yang harus mengambil hasilnya. Kris sudah membencimu. Sadarlah.

“Bawa dia segera ke klinik!” perintah Kris. Kyuhyun mengangguk lalu memapah Rinrin menuju mobil.

Sampai di mobil. Rinrin langsung terisak Membuat Kyuhyun panik. “Sakit sekali kah?” tanya pemuda itu khawatir.

“Sakit… Jeongmal appoyo..” desis gadis itu. Ia kembali terisak.

~To Be Continue~

 

Aish jinja.. makin lama kok makin hurt aja ini ff T_T hueeeee

Kasian ya K-Rin, HoAe😥

Mereka harus berkorban perasaan… T.T

Oke… Seperti biasa.. Jangan lupa tinggalkan jejak ya.. Coment, kritik atau apapun author terima.. Please, JANGAN JADI SILENT READER.. author akan sangat mengapresiasi coment apapun yg kalian tinggalkan untuk FF ini🙂 Gamsha~

29 responses »

  1. Daebakk…..*muncul dr pipi baozi*

    Anak TK, hahaha *pukpuk Baekhyun*
    sedih bgt Rin-ah , tp jujur paling sedih yg bgian terakhir, pangeran es benar2 seperti es…

    Benar2 ditunggu kelanjutannya… *kembali kepipi baozi*

  2. huaaaaaa #nangisdipojokan
    authorrrr tanggung jawabb aku nangis benerannn
    authorr lanjutin lagii T_T
    k-rin ga boleh pisahh
    kalo hoae mah boleh2 aja #ditabokhoae
    ditunggu banget kelanjutannya T_T
    jangan lama2 ya authorrr

    • gomawo hyunmi-sshi mian ya baru bsa online T.T
      kmrn masih uts soalnya.. bsok pgi aku post berikutnya mian T.T
      krin tergntung sikon T,T
      aish.. kasian hoae O.o
      jangan nangis… *lempar bias

  3. Ping-balik: >>[FF EXO] Let’s Get Married Part 7 : “Kepingan Yang Hilang” << Colaboration Cast « ★EXOplanet★

  4. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 8 : “Because of You..”<< FF EXO Colaboration SJ & Beast « ★EXOplanet★

  5. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 9 : “You And I”<< FF EXO Colaboration SJ & Beast « ★EXOplanet★

  6. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 10 : “Finally…”<< ENDING « ★EXOplanet★

  7. ahh, sumpah eonni,
    aku nangis bacanya T_T …

    eon, maaf ya , dari aku baca ff lets get married part 1 sampe sekarang , aku kurang dapet feelnya cho kyuhyun *karna terlalu sering baca ff kris* ,
    tapi sumpah eon , kalo kris aku dapet banget feel nya ^^

    yaudah ya eonni,
    nice ff :*

  8. Wah ririn dan aegy kasihan banget thor
    Sedih ngebacanya thor
    Ak suka ff ini thor tapi ak baru komen disini🙂
    Tapi apa jadinya suho sama kris kalau gak bersama aegy dan ririn??
    Wah seru ceritanya buat deg deg serr thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s