>>[FF EXO] Let’s Get Married Part 7 : “Kepingan Yang Hilang” << Colaboration Cast

Standar

Main Cast :

 

>> Kris EXO-M (Wu Yi Fan)

 

>> Suho EXO-K (Kim Joon Myun) 

 

>> Shin Rinrin

 

>> Shin Aegy

 

>> Cho Kyuhyun

 

>> Yang Yoseob

 

Other :

 

>> EXO Member and All Couple

>> Shin Soo Man – Rinrin And Aegy’s Haraboji

 

Author : Ririn Cross & Aegyoppa

 

Disclaimer : EXO’s belong to themselves, but this story original by us! Don’t copas anywhere~

 

WARNING : OOC, author ga bisa lepas dari salah ketik, makanya typo bertebaran dimana-mana ~T.T disini ada sedikit kissue lagi…. 

 

Rated : T

 

Genre : Romance, Hurt/Comfort

New Cover FF presented by @ririnim / Riri Dancekyu *thankyu saeng ^^

Link FF Part Sebelumnya :

>>Let’s Get Married Part 1<<

>>Let’s Get Married Part 2<<

>>Let’s Get Married Part 3<<

>>Let’s Get Married Part 4<<

>>Let’s Get Married Part 5<<

>>Let’s Get Married Part 6<<

Recomended Song :

Secret of My Heart – Kuraki Mai

Maafkan Aku – Enda (Ungu)

 

Part 7  : Kepingan Yang Hilang

 

~HAPPY READING ^^~

“Shin Rinrin!! Buka pintunya!!” teriak Aegy. Ia kesal. Sejak ia pulang Rinrin tak membuka pintu. Kyuhyun bilang tangan gadis itu terluka tak sengaja terkena pecahan cangkir kopi. Namun, sampai kini gadis itu tak merespon. “Kau harus rawat lukamu dengan baik!!”

Tak ada hasil. Aegy menyerah. Dengan terpincang Aegy memilih tidur di sofa. Mungkin Rinrin butuh waktu menenangkan diri seperti dirinya. Aegy memejamkan matanya. Bayangan Suho selalu berkelebat di pikirannya. Rasa bersalah dan duka besar menyelimutinya. “RaMyun pabo.. Aku merindukanmu..” bisiknya.

~XXX~

 

Rinrin menangkupkan wajahnya dan menangis. Sudah cukup terluka hatinya sekarang ini. Mengapa dunia ini tidak adil padanya? Kapan ia bisa bahagia seperti remaja-remaja lainnya. Di saat ia sudah mempunyai tambatan hati mengapa takdir tidak mengijinkan.

“Kris jelek..” bisik gadis itu.

Ia menatap langit-langit kamar. Pikirannya lalu menerawang jauh, melintasi dimensi waktu.

 

“Putri tidur… Seharusnya kau bilang padaku. Aku benar-benar khawatir..” ungkapnya. Pemuda jangkung itu kemudian memegang bahu Rinrin dan menatap wajah yeoja itu.“Aku takut sesuatu terjadi padamu, aku hampir gila karena mencarimu bodoh..”

 

Rinrin terdiam. “Tak akan ku biarkan kau pergi sendiri lagi…” Kris kemudian merengkuhnya dalam pelukan. Hangat. Itu yang Rinrin rasakan saat ia masuk dalam pelukan Pangeran Es-nya.

 

“Aku rindu padamu pangeran es…” ungkapnya jujur. Kris hanya tersenyum dan semakin mempererat pelukannya. 

Ririn menengadah. Kilasan waktu kejadian saat di “Diamond House” itu benar-benar membekas di dalam ingatannya. Itu saat terakhir dimana ia hampir melakukan hal bodoh namun Kris datang menyelamatkannya. Entah mengapa namja itu selalu datang di saat Rinrin memang membutuhkan pertolongan. Kris menyelamatkannya dari para mafia dan wanita jalang yang hampir menjualnya dan Aegy. Kisah yang begitu tragis.

Tapi sekarang sepertinya itu akan mustahil. Rinrin benar-benar membutuhkan Kris saat ini namun namja itu takkan mungkin ada di sisinya. Tidak akan pernah lagi mungkin. Gadis itu kembali terisak untuk waktu yang cukup lama.

Beberapa waktu kemudian gadis itu menatap jam dinding. Sudah hampir pukul dua dini hari. Tapi Rinrin sama sekali tidak mengantuk? Bagaimana bisa mengantuk? Untuk tidur saja ia enggan. Namun ia harus tidur, kalau tidak rasa sakit ini akan semakin menjalar. Luka di tangannya tidak menjadi penghalang, tapi luka di hatinya yang tidak bisa dihindari. Rinrin ingin tidur untuk menghilangkan stres itu. Ia harus bisa tidur bagaimanapun caranya.

~XXX~

 

Esok harinya~

Aegy membuka mata. Ia tidur tak nyenyak, bahkan mungkin bisa dibilang ia tak tidur. Gadis itu melirik ke kamar mereka yang masih tidak terbuka. Rinrin tumben belum bangun?

Aish. Gadis itu masih merasakan nyeri akibat terjatuh kemarin. Masih dengan terpincang ia berjalan ke kamar itu. “Ri-ah. Sudah pagi, ayo buat sarapan. Aku lapar..” Aegy menggedor pintu lebih kuat.

“Ri-ah..” Sekali lagi Aegy menggedornya. Namun tiba-tiba pintu itu terbuka perlahan. Ternyata tidak dikunci? Hey, kok bisa?

Aegy segera memasuki kamar miliknya itu. Ia merasakan sesuatu yang tidak beres. Mengapa terasa suram? Rinrin dimana?

Hey, Apa itu di samping tempat tidur? Aegy mencoba memastikan.

“Ri.. Ri-ah?” ia dekati sepupunya yang terbaring tak sadarkan diri disana. Astaga!

 

~XXX~ 

 

“Pasien mengalami overdosis obat tidur. Ia mengidap insomnia akut. Sepertinya pasien memaksakan diri untuk tidur dengan menelan pil tidur berlebih..” jelas dokter.

“Lalu bagaimana keadaannya uisa?” tanya Je Hwa. Ia benar-benar terguncang, tetapi ia harus kuat demi yang lain. Sementara itu Aegy sesenggukkan di pundak Min Rin. “Dia bodoh..” desis gadis itu.

“Sangat kritis..”

Hye Min bergetar, Haeyeon dan Hyeon Hyo menangis. Mereka tak bisa lakukan apapun. Mengapa jadi seperti ini?

“Tapi dia pasti selamat kan?” tanya Kyuhyun. Yoseob hanya bisa terduduk dan menatap Aegy. Pasti gadis itu sangat terpukul.

“Kami akan berusaha,” jawab Dokter. “Oh iya, adakah disini yang bernama Kris— Kris jelek?”

DING DONG

Hening sejenak. Semua mata langsung menatap dokter itu. “Kenapa dok?” tanya Aegy. Ia bangkit. Ia sedih, penasaran, tapi heran juga. Bagaimana bisa Rinrin masih tetap menyebut Kris menjadi Kris jelek dalam igauannya. Tidak masuk akal.

“Pasien beberapa kali menggumamkan namanya. Saya rasa jika orang bernama Kris Jelek itu menemuinya akan sangat membantu pasien melewati masa kritis.”

“Kris oppa!? Iyaaa dia!!” Aegy tersenyum getir. Satu-satunya jalan menyelamatkan Rinrin adalah membawa Kris kesini.

“Kris oppa! Akan penerbangan ke China!” sentak Min Rin. Setengah jam yang lalu Tao meng-sms dia berpamitan akan segera take off.

Cepat-cepat Hyeon Hyo mencoba menghubungi Luhan. Siapa tahu mereka belum lepas landas. Namun, gadis itu kemudian menggeleng. Nihil.

“Ponsel Xiao Lu sudah tak aktif, sepertinya mereka telah di pesawat…” Hyeon Hyo bergetar memberikan penjelasan.

Aegy terkulai lemas. Apa yang harus ia lakukan. “Bagaimana ini? Ri-ah… Andwae!!!” jeritnya. Semuanya menunduk. Kyuhyun meninju tembok. Yoseob menenangkan Aegy.

“Bagaimana keadaan Rinrin?” Tiba-tiba member EXO-K datang. Suho terpaksa menepis pandangan saat melihat Aegy lagi-lagi bersama namja chibi itu.

Namun justru saat itulah, suara Suho seperti mata air yang menyejukkan di tengah padang gersang bagi Aegy. “RaMyun-ah..” sentak gadis itu. Ia menepis tangan Yoseob dan berlari ke arah Suho, memeluk namja itu. Suho tersentak.

“Ri-ah.. hiks…” Aegy menangis sesenggukkan di dada Suho. Namja itu segera membalas pelukan Aegy. Ia terkejut, namun segera menenangkan Aegy. “Tenanglah Ae-chan. Ia akan baik-baik saja…” Suho mengelus lembut rambut panjang Aegy. Namja itu rindu sentuhan kekasihnya.

Tiba-tiba dari ujung lorong datanglah sepasukan pemuda tampan, mereka adalah member EXO-M. Kris, namja paling jangkung di gerombolan itu terlihat benar-benar khawatir. Ini juga ekspresi langka dari ‘duizhang’ EXO.

“Kris oppa!!” Pappiyong bersamaan menyerukan nama namja itu.

“Kalian disini?!” Min Rin terkesiap.

“Penerbangan kami di tunda 2 jam karena ada badai taifun..” jelas Xiu Min.

“Rinrin, Rinrin bagaimana!?” Luhan panik. Kris terkesiap. Ia menatap pada Kyuhyun.  Kyuhyun menghela nafas. Ia memberi jalan, mengijinkan Kris untuk menjenguk ‘putri tidur’-nya.

~XXX~

Namja itu menatap nanar pemandangan di ruangan serba putih ini. Selang infus, pendeteksi jantung yang berjalan agak melemah, suara bip bip yang ditimbulkan, bau obat yang menyengat. Tempat ini bukan tempat yang akan disukai Shin Rinrin. Tapi nyatanya gadis itu disana, terbaring tak sadarkan diri dengan selang-selang membelit tubuhnya.

Kris mendekati Rinrin. Ia menatap kekasihnya —ralat— mantan kekasihnya yang terbaring tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit. Ia menatap nanar gadis keras kepala itu.

“Putri Tidur. Mengapa kau menyakiti dirimu seperti ini..” bisik Kris. Ia menggenggam tangan Rinrin. Berniat menyalurkan energinya untuk gadis itu, seperti yang biasa ia lakukan.

“Bangunlah. Hiduplah seperti biasanya. Shin Rinrin bukan orang yang lemah..” Kris memperat genggamannya. “Aku akan hidup bahagia. Kau juga harus bahagia demi aku..” Kris mencium punggung tangan Rinrin lembut.

Kris lalu membelai wajah Rinrin. Mata gadis itu masih terpejam. Wajahnya pucat. Ia benar-benar terlihat seperti Putri Tidur dalam dongeng-dongeng kalau seperti ini. Kris tersenyum miris.

Apa yang harus ia lakukan? Akankah ia membiarkan orang yang dicintainya terbaring tak sadarkan diri seperti ini?

“Aku akan membangunkanmu wahai Tuan Putri..” Kris mendekat, agak ragu. Leader EXO-M itu kemudian mencium lembut Rinrin. Kali ini menyalurkan energi yang lebih besar. Energi cintanya yang selalu ada untuk Rinrin.

“Perlu kau tahu, aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun. Seperti janjiku padamu..” Setetes air mengalir dari sudut mata ‘duizhang’. Pangeran es itu menangis.

Kris kemudian mengecup dahi Rinrin lembut. Kecupan perpisahan. “Bangunlah. Setelah ini kau akan melupakan semuanya..” Kris mengucapkan mantra.

~XXX~

“Kenapa dia seperti ini? Apa dia sudah tidak punya otak? Di simpan kemana otaknya eoh? Kau benar-benar sangat bodoh Shin Rinrin!!” Aegy masih tampak mengomel. Tapi airmata masih turun dipipi chubbynya. Dia sangat cemas. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya?

“Tenanglah…” sentuh halus itu selalu berhasil membuatnya tenang. Suho.

“Aku.. aku..” airmata Aegy tampak semakin deras. “Aku tahu kau mencemaskannya” Suho tersenyum lembut dan kembali mengelus puncak kepala Aegy. Itu adalah hal yang bisa membuat Aegy tenang.

“Kenapa dia begitu bodoh raMyun-ah, apa dia tidak ingat dengan orang-orang yang menyayanginya. Dia tidak ingat aku?” Aegy tertunduk. Pikirannya kacau.

“Dia tidak bermaksud seperti itu Ae-chan, dia sangat menyayangimu. Kau harus tenang. Demi Rinrin, kau harus kuat.” Aegy menatap Suho dalam. Bagaimana ini? Kenapa disaat seperti ini dia tidak bisa lepas dari Suho? bukankah kemarin dia yang meminta Suho untuk melepaskannya, tapi kenapa malah dia sendiri yang tidak bisa melepasnya?

“Kau kuat Ae-chan.” Lagi-lagi senyum itu mampu membuatnya nyaman. Senyum favorit miliknya, ah ani.. sekarang senyum itu bukan lagi miliknya. Aegy mengangguk singkat. “Gomawo.. maaf merepotkanmu.” Suho sedikit tersentak dengan perubahan suara Aegy yang menjadi dingin. Bahkan kini dia menjauhkan diri dari Suho.

“Makanlah ini Aegy-ah.” Aegy dan Suho mendongkak menatap Yoseob yang menyodorkan sebungkus roti kepada Aegy. “Kau belum makan dari kemarin, jangan sampai kau juga ikut sakit.” Suho menatap keduanya  pilu. Hatinya seperti disayat-sayat. Ini menyakitkan. “Makanlah Aegy, jangan sampai maagmu kambuh.” Suho ikut membujuk Aegy saat gadis itu menggeleng menunjukkan dia tidak ingin makan. Gadis itu memang susah sekali makan. “Aku baik-baik saja.”

“Tapi setidaknya kau harus mengganjal perutmu.” Yoseob masih bersikeras membujuk Aegy untuk makan. “Kau tidak ingin membuat Rinrin sedihkan?” Aegy menatap Yoseob sejenak. Benar juga. Dia harus memiliki energi untuk menjaga Rinrin. Dia juga tidak boleh sakit.

Aegy meraih roti ditangan Yoseob dan mulai memakannya perlahan. Yoseob dan Suho tersenyum lega. “Duduklah disampingku.” Aegy menarik tangan Yoseob untuk duduk. Seketika senyum di bibir Suho lenyap. Kau harus sadar Kim Joon Myun.

~XXX~

 

Satu bulan kemudian

Aegy duduk memandang langit. Tatapannya hanya menerawang. Entah apa yang ada di pikirannya. Yang dia lakukan hanyalah menatap langit yang tiada bintang.

Sudah satu bulan sejak Rinrin masuk rumah sakit. Kini mereka sudah bertunangan, hanya tinggal seminggu lagi menuju pernikahannya. Aegy tersenyum miris. Dia menatap cincin yang melingkar di jari manisnya. Sudah terlambat untuk kembali bukan?

“Sedang apa disini Aegy-ah?” Aegy menoleh ke arah sumber suara. Tampak kakeknya yang dibantu Rinrin berjalan mendekat ke arahnya. “Tidak ada, hanya duduk,” jawabnya ketus.

“Apa kau masih marah padaku Aegy?” Aegy hanya diam. tidak berniat membuka suara. Seharusnya kakek itu sudah mengetahuinya sejak awal bukan?

“Aku melakukan itu untuk kebahagiaan kalian, Aegy..”

“Kebahagiaan kami? Kebahagiaan kakek, maksudnya kan?”

“Jangan bicara seperti itu Aegy-ah,” Rinrin berusaha menenangkan sepupunya.

“Kenapa bukan kakek saja yang menikah dengan mereka? Kenapa harus kami yang kau libatkan dalam perjanjian bodoh itu!? Kau sama saja seperti menjual kami kek! Aku belum tentu suka dengan apa yang kau suka, begitu juga dengan sebaliknya. Tidak kah kau pikirkan perasaan kami?”

PLAAKK

“Cukup Aegy, cukup!”

Rinrin menyembunyikan genggaman tangannya yang gemetar. Aegy menatapnya sinis sambil memegang bekas tamparan itu. Rinrin baru saja menampar Aegy, sepupunya yang paling ia sayangi. Saat itu Soo Man terlihat shock. Seketika Rinrin menghampirinya dan memapah orang tua itu. Dia takut penyakit kakeknya kambuh.

Aegy tersenyum getir. Dasar segar mengalir disudut bibirnya. “Haha, kau bahkan menamparku Ri-ah?” Gadis itu masih dapat tersenyum sinis. Ia seka darah itu, lalu melanjutkan emosinya. “Tidak ingatkah kau hampir mati karena putus dengan Kris?! Tidak ingat kah!!!! Haruskah kau menahannya dan mati secara perlahan.”

Rinrin tertegun. Tiba-tiba seluruh tubuhnya bergetar. Mati. Kris. Apa ini? “Jaga ucapanmu Shin Aegy!! Aku bahkan tidak mengerti dengan apa yang kau katakan!!”

“Oh.. Jadi secepat itukah kau melupakan Kris?” Aegy tersenyum sinis. “Kasihan sekali dia mempunyai kekasih sepertimu.”

Kyuhyun tertegun di tempat. Sedangkan Yoseob yang telah memegang setumpuk undangan harus mengikuti langkah sepupunya. Berdiri memandang dua orang gadis yang mereka cintai bertengkar. Ini pertama kalinya mereka melihat Shin Aegy dan Shin Rinrin seperti ini.

“Cukup hentikan!! Jangan sebut namanya di depanku!” jerit Rinrin. Entah mengapa ia jadi sedikit terlihat frustasi? Ada sesuatu yang membuat yeoja itu merasa kehilangan sesuatu. Ada sebuah ruang kosong dalam ingatannya. Kepingan itu menghilang. Kris. Bagaimana bisa ia melupakan namja itu? Oh astaga..

Aegy mengusap bibirnya. “Kau akan menyesal Shin Rinrin!!”  Aegy langsung beranjak meninggalkan Rinrin dan kakeknya. Dia sangat kacau saat ini.

“Kau puas Kyu?!” desisnya saat berjalan melewati Kyuhyun.

“Aegy! Ya! Aegy!” Yoseob yang masih bingung hanya mengejar Aegy. Ada apa ini?

Aegy berjalan cepat. Dia tidak memperdulikan suara Yoseob yang terus memanggilnya di belakang.

“Ya! Shin Aegy tunggu!” Yoseob kembali berteriak. Entah yang sudah keberapa kalinya. Apa mendadak Aegy tuli jadi tidak mendengarkan teriakannya? Yoseob menambah kecepatan kakinya. Dengan sekali tarikan, Aegy jatuh dalam pelukannya. “Tidak kah kau mendengarku Shin Aegy?” ujar Yoseob dengan nafas tersenggal-senggal.

“Tinggalkan aku sendiri.”

~XXX~ 

 

Aegy hanya menatap kolam dihadapannya tanpa minat. Dia membuang batu kerikil di sampingnya ke dalam kolam. Sehingga menimbulkan bunyi di tengah kesunyian malam.

“Kau ini benar-benar tidak bisa diam ya?” Aegy melirik sekilas Yoseob yang kini duduk disampingnya dengan membawa kotak obat. “Aku diam ko, kau tidak lihat aku berbicara kan dari tadi?”

Yoseob menjitak kepala Aegy pelan. Membuat Aegy meringis dan mengerucutkan bibir mungilnya yang kini terdapat luka. “Sini aku obati.” Yoseob memalingkan wajah Aegy kehadapannya. Kemudian dia mengoleskan obat ke sudut bibir Aegy. “Perih..” ringis Aegy.

Yoseob mengangguk dan memelankan gerakkannya. Dengan jarak sedekat ini dengan Aegy membuatnya gugup. Mata bulat Aegy yang kini tengah menatapnya. Deru nafasnya yang dapat Yoseob rasakan. Aigoo..

“Kenapa melihatku seperti itu?” Perkataan Aegy membuat Yoseob sadar dari lamunannya. Buru-buru dia menggeleng. “Aniyo.. aku sedang mengobati lukamu.”

“Modus..”

Jdeeerrrr

Yoseob langsung membeku ditempat. “Sini, aku bisa sendiri.” Aegy langsung ingin mengambil obat ditangan Yoseob. Tapi dengan gesit namja itu menjauhkannya dari jangkauan Aegy. “Wae?”

“Aku saja” dengan cekatan Yoseob kembali mengoleskan obat ke bibir Aegy. “Apa sakit?” Aegy hanya mengangguk sebagai jawaban. “Apa sakit sekali?” Yoseob menurunkan tangannya dari pipi Aegy dan memasukkan obat itu kembali ke kotak obat.

Aegy memalingkan wajahnya menatap langit. “Yang sakit hatiku Yoseob-ah.”

Yoseob tertegun. Apa Aegy masih belum bisa membuka hatinya? Setelah Aegy memutuskan untuk bertunangan dengannya, dia sudah mencoba segala cara untuk membuat Aegy membuka hatinyanya. Mulai dari berkencan, menggambar bersama, berpiknik dan berada disampingnya. Apakah itu masih belum bisa membuka hatinya? Selama ini Aegy memang tersenyum dan tertawa seperti biasa, tapi dia tidak merasakan kebahagiaan dari senyum dan tawanya. Apa sesedih itu kah dia kehilangan ‘kunci hatinya’?

“Gomawo sudah mengobati luka ku, aku tidak apa-apa.” Aegy tersenyum ke arah Yoseob. “Tidak masalah, itu sudah tugasku sebagai calon suamimu.” Yoseob mengelus pelan kepala Aegy.

“Arraseo.”

Hening.

Aegy kembali dengan kegiatannya menatap bintang. Dia sangat merindukan ‘bintang’nya. Bahkan waktu sebulan yang dia habiskan bersama Yoseob belum bisa menghilangkannya dari pikiran Aegy. Suho. nama itu akan selalu ada sampai kapanpun.

Yoseob yang daritadi menatap Aegy hanya dapat menghela nafas. Dia tahu Aegy masih memikirkannya.

“Kau istirahatlah, sudah malam. Besok kita harus pergi untuk mencoba gaun.” Yoseob bangkit dari duduknya. “Aku tahu,” ujar Aegy tanpa mengalihkan pandangannya. “Jangan tidur malam-malam.” Yoseob mengecup puncak kepala Aegy singkat dan beranjak meninggalkan Aegy yang masih merenung sendiri.

“Apa kau lihat? Bahkan saat dia memperlakukan ku dengan lembut aku tetap tidak bisa melupakanmu raMyun-ah… hatiku sakit.. apa ini adalah hukuman untukku? Hukuman karena aku menyakitimu?” Aegy hanya tersenyum miris. Tanpa dia sadari, airmatanya kembali jatuh. Dan kini hanya isakan kecilnya yang terdengar di kesunyian malam.

~XXX~

“Gwaenchana?” Rinrin langsung membalikkan tubuhnya. Kyuhyun, disana. Hampir ia mengira dia adalah seseorang itu. Kris. Kris selalu menanyakan padanya,apakah dia baik-baik saja?

Rinrin mengangguk. Ia menggenggam tangannya, sedikit bergetar. Kyuhyun melihat itu dan langsung menyentuh tangan Rinrin. “Sakit?”

Mata Rinrin tiba-tiba berkaca-kaca. Ia sedih, tadi dengan sengaja menampar sepupunya sendiri. Ia menyesal. Sangat menyesal.

“Semua akan baik-baik saja..” bisik Kyuhyun.

DEG.

Mengapa Kyuhyun mirip sekali dengan Kris. Tidak jangan. Mengapa Rinrin ingin menangis saat menyebut nama Kris?

Gadis itu langsung menepis tangan Kyuhyun. “Tolong… Jangan bersikap lembut seperti itu padaku,” bisik Rinrin. “Jadilah Kyuhyun yang biasanya, karena kau mengingatkanku padanya.” Rinrin kemudian berjalan melewati namja itu.

Kyuhyun tertegun.  Sebesar itukah cinta Rinrin pada namja itu –Kris? Apakah Kyuhyun tidak bisa sekalipun menempati posisi itu? Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.

~XXX~

Rinrin masih terdiam di beranda dan menatap langit. Di kepalanya masih terbayang perkataan Aegy. Rinrin menatap tangannya. Kenapa dia bisa menampar Aegy? Kenapa tangannya bisa bergerak sendiri seperti itu?

Kriieettt

Tampak Aegy muncul dari balik pintu. Dia langsung naik keatas ranjang tanpa menyapa Rinrin. Biasanya saat dia ingin tidur atau apa pun, pasti dia akan bertanya dan menyapa Rinrin. Tapi ini tidak, apa dia marah?

“Aegy-ah…” dengan segenap keberanian Rinrin membuka suara. Sedangkan Aegy hanya menoleh kearah Rinrin tanpa minat.

“Kau marah?” Kini Rinrin beranjak mendekati Aegy yang kini sedang duduk ditepi ranjang.

Aegy menggeleng pelan. “Aku tidak marah.” Rinrin menatap mata Aegy lurus. “Benarkah?”

Aegy mengangguk. “Aku hanya sedikit kecewa.”

Sontak Rinrin hanya diam membisu. Separah itu kah? “Kecewa? Wae?”

“Aku hanya kecewa.. kenapa kau bisa melupakan orang yang cintai begitu cepat.. sedangkan aku, aku bahkan belum bisa melupakannya sama sekali.” Aegy tertunduk dan terseyum miris.

Rinrin ikut tertunduk. “Aku tidak bermaksud untuk melupakannya Aegy-ah. Kau tahu, saat aku sadar dari rumah sakitpun.. aku merasa ada yang hilang disini.” Rinrin menyentuh dadanya. Rasa sakit itu masih ada. “Aku tidak tahu kalau kepingan yang hilang itu adalah Kris..” lanjutnya parau. Sepertinya Rinrin sedang menahan tangis.

“Hidup kita seperti drama saja ya?” Aegy tertawa hambar. Dia tahu itu bukanlah hal yang perlu ditertawakan. “Menikah dengan cara dijodohkan, aku bahkan belum memikirkan soal pernikahan sedikitpun. Tapi sepertinya aku kalah langkah dengan kakek tua itu.”

“Aegy-ah.” Rinrin menatap Aegy tajam. “Baiklah, baik.. aku tidak akan menyebut dia kakek tua, aku akan menyebutnya kakek muda. Kau puas?” Keduanya hanya tersenyum kecil.

“Aku juga tidak tahu akan seperti ini Aegy-ah.. aku pikir kisah hidupku akan seperti gadis lainnya. Kuliah, kerja, pacaran dan menikah dengan orang yang kita cintai. Tidak ada daftar perjodohan dalam khayalanku.”

“Hm..  Lalu akankah kita seperti ini terus? Aku..aku.. sepertinya sudah tidak sanggup Ri-ah.” Aegy bersuara parau.

Rinrin menghela nafas. “Aegy.. kita tak punya pilihan lain. Ini demi keluarga kita, aku tak bisa egois. Maaf..”

_To Be Continued_

Kris jelek~~ Mianhae T^T

Bener-bener nyesek saia T.T

 

Ini lanjutannya ^^

Semoga kalian suka membacanya u.u

Kami harap jangan ada silent reader ya🙂

Please comentnya ^^

22 responses »

  1. pas bgt lg mau nangis gara2 Rin kritis, eh ada Kris jelek #gubrak ngakak smbil berderai air mata #lebay

    Aegy sampai gak sadar begitu peluk Suho…

    Aku kira Rin hlang ingatan, gak ya??

    Kyuppa Evil tertampan lepaskan Rinrin ya,hehe

    udah mau menikah lg, huaaa culik aja Rinrin ma Aegy nya…

    Lanjutannya ditunggu ya Ririn chingu… (@_@)

    • wkwkwk~ iyaa kris jelek jdi penyelamat ai-chan T^T
      ne… si aegy udah kalut bgt… n yg bsa nenangin ya cuma suho O.o
      eung???masalah ilang atau enggak kita liat aja nnti O.O
      kyuppa evil trllu cinta sma rinrin~ *digeplak kris jelek
      iyaaa ni mrka mau nikah…hueee
      oke ai-chan… klo ini kilat :3 hehe

  2. wahhh akhirnya ya alloh ada juga #sujudsukur
    rinrin kritis o.o

    ini yang aku tunggu2 #gubrak -_-v
    rinrin ekstrim banget ya minum obat tidur ampe overdosis -_-
    wih udah kaya putri salju aje nihh😄
    c rinrin nya lagi kritis dicium kris jelek😄
    ini mah mesti kudu harus wajib pisan di lanjutin !!!
    ditunggu banget kelanjutannya !!
    chap ini pendek banget ya thor
    baru aja baca udah tbc lagi u.u
    FIGHTING !! ^^9

    • trnyata kau begitu menanti jga ya hyunmi-sshi😄
      iyaa kritis O.o
      tpiii kok kau senang skli -__-
      ne.. dia mmg bsa melakukan hal ekstrim bgtu.. ckck -_-
      hahahaha😄 keren ya dicium kris jelek *pletak
      pasti lanjut kok :3
      pendek ya?? O.o perasaan ini panjang deh *jedaaar
      oke.. gomawo ya… ne fighting ^^

  3. Hiks.. Hiks… Cerita nya seperti di drama drama di jodohkan .. Huweeee… Rinrin eonni kok nampar aegy eonni hiks.. Dan juga kyu oppa yg evil nya ketulungan # plakkk. Buk bak.. Di hajar sparkyu dan elf# – ralat – kyu oppa yg tampan sedunia deh.. Tolong biarin rinrin eonni dgn kris oppa.. Kan kyu oppa tampan jadi banyak cewe yg kejar – kejar kyu oppa termasuk aku.. Hehehe.. Moga akhir nya senang.. Amin.. Author ff selanjut nya di cepetin ya.. Ya.. Yaa… # pasang puppy eyes#.
    AUTHOR.. FIGHTING..!!!!!!

    …………….gamsamitha……………….

    • bener bgt saeng..hdup mrka bener2 udh diatur sma kakek sooman -___-
      biar lebih dramatis jdi rinrin nampar aegy..hoho😀
      wesss.. O.o bener jga ya… kyu byk cewe2 yg ngejar.. trmasuk dirimu dan aku jga😄 *dijitak kris
      Amin… kita lihat aja nnti ya saeng ^^
      ne.. ini udah mau publish..hehe
      fighting!! gamshae ^^

  4. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 8 : “Because of You..”<< FF EXO Colaboration SJ & Beast « ★EXOplanet★

  5. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 9 : “You And I”<< FF EXO Colaboration SJ & Beast « ★EXOplanet★

  6. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 10 : “Finally…”<< ENDING « ★EXOplanet★

  7. Exo M persis kayak pendekar…
    Miris banget nasib kris ama rinrin…
    Untung g kenapa”…
    Tp kris kenapa permintaannya buat galau reader sih…..?

  8. part akhir-akhir nya bner2 nyesek bgt, T.T
    nggak kuat… #lambai2 tangan ke kamera
    *emang dunia lain(?)
    kasihan Rinrin sma Aegy,
    tpi FF nya sukses bgt buat galau (y)
    xD

  9. T……..T jleb bgt FFnyaa.. Huwaaaaaa… Yakk!! Rin’onni kmu knp nampar aegy??

    enddingnya k-rin yaaa!!Kan kyu udh nikah ama sayah *plakgedebuk

    AUTHOR.. FIGHTING..!!!!

  10. Niatnya hari ini mau ngerjain tugas , karena senin udh masuk. Eh tpi terlanjur di kasih pw sama eonni -_-” jdi kecanduan baca Hehe😀 recommended song dari aku eon , in the night when i miss you , lagu yg kris nyanyi di happy camp . Sukses bikin nangis T_T

  11. Wahh sedih banget dibagian ini T°T
    Kasihan banget kalau berada di posisinya ririn dan aegy harus melepas orang yang disayangi demi keluarganya..
    Uwahhhhh gak bayang kalau ak berada disitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s