>>Let’s Get Married Part 8 : “Because of You..”<< FF EXO Colaboration SJ & Beast

Standar

Main Cast :

 

>> Kris EXO-M (Wu Yi Fan)

 

>> Suho EXO-K (Kim Joon Myun) 

 

>> Shin Rinrin

 

>> Shin Aegy

 

>> Cho Kyuhyun

 

>> Yang Yoseob

 

Other :

 

>> EXO Member and All Couple

 

Guest Star : TTS + Jessica

 

Author : Ririn Cross & Aegyoppa

 

Disclaimer : EXO’s belong to themselves, but this story original by us! Don’t copas anywhere~

 

WARNING : OOC, author ga bisa lepas dari salah ketik, makanya typo bertebaran dimana2 T.T

 

Rated : T

 

Genre : Romance, Hurt/Comfort

New Cover FF presented by @ririnim / Riri Dancekyu *thankyu saeng ^^

 

Link FF Part Sebelumnya :

>>Let’s Get Married Part 1<<

>>Let’s Get Married Part 2<<

>>Let’s Get Married Part 3<<

>>Let’s Get Married Part 4<<

>>Let’s Get Married Part 5<<

>>Let’s Get Married Part 6<<

>>Let’s Get Married Part 7<<

Recomended Song :

You And I – Boyfriend

Maafkan Aku – Enda (Ungu)

 

Part 8 : Because of You

 

~HAPPY READING ^^~

~XXX~

 

@ 5th Mengniu Annual Billboard Music Festival

“Ladies and gentlement, the winner ‘Best Group of the Year’ of 5th Mengniu Annual Billboard Music Festival are……” MC sengaja memberikan jeda beberapa waktu, membuat sebagian finalis menghela nafas. Begitupula para namja tampan dari EXOplanet. Siapa lagi kalau bukan EXO.

“EXO-M!!!!”

Yey!! EXO-M member tampak terkejut. Mereka tak menyangka masuk sebagai the winner. Lebih terkejut lagi ketika pertama kali tadi mereka dinobatkan sebagai ‘Best Outfits’ bersama saudara mereka EXO-K! Meskipun mereka tidak menang di kategori ‘Best Rookie Group’ namun itu tak masalah. Kemenangan kali ini sesuatu yang berbeda bagi mereka. Kerja keras mereka setidaknya membuahkan hasil yang tidak sia-sia.

Semua member saling berpelukan. Sebagian terharu. Tapi yang tak disangka-sangka adalah duizhang yang menangis. Kris terlihat mengusap air matanya. Ia berusaha menahan itu namun kelihatannya tidak bisa. Semua member langsung memeluknya. Sebenarnya ia menangis selain karena ini, dia mungkin menangis karena sesuatu yang hilang. Sampai sekarang, Kris masih tetap tidak bisa melupakan orang yang dicintainya. Siapa lagi kalau bukan Shin Rinrin.

~XXX~

Yoseob tampak membolak-balikkan majalah di tangannya dengan malas. Dia sedang menunggu Aegy mencoba gaun pengantin yang akan Aegy gunakan. Dia melirik Kyuhyun yang tampak asyik mendengarkan  playlist di ponselnya. Kyuhyun juga sedang menunggu Rinrin mencoba gaun pengantin.

“Ah, aku bosan Kyu-ah~” Yoseob bertopang dagu. Dia benar-benar bosan menunggu. Apa para gadis biasa berlama-lama diruang ganti?

“Tidak bisakah kau tenang?” ujar Kyuhyun yang masih tetap fokus pada ponselnya. Yoseob hanya cemberut.

“Maaf telah membuat kalian menunggu,” ujar pelayan toko sambil tersenyum ramah. Yoseob dan Kyuhyun menatap ruang ganti dengan rasa penasaran. Seperti apakah rupa kedua yeoja itu?

“Silahkan keluar nona-nona,” pelayan itu membuka gerai penutup ruang ganti dengan lebar. Memperlihatkan dua orang gadis yang berbalut dengan gaun panjang berwarna putih. Seperti para bidadari yang turun dari langit.

Yoseob menatap Aegy tidak percaya. Aegy tampak sangat manis dengan gaun putih panjang dan tanpa lengan. Membuat lengan Aegy terekspos dengan sangat indah. Rambut Aegy tampak digulung dengan dibuat berantakan ke atas dan menampakkan leher putihnya yang jenjang. Dengan dilengkapi penutup kepala transparan dan mahkota kecil yang menghiasi kepalanya membuat Aegy semakin cantik.

Bayangin aja Aegy pake gaun ini .

“Benarkah kau Shin Aegy?” Yoseob mendekati Aegy dengan pandangan yang masih tidak percaya. Dia benar-benar terpesona.

“Tentu saja, apa aku terlihat aneh dengan baju seperti ini?” Aegy meneliti tubuhnya. Sebenarnya dia tidak terlalu suka memakai gaun-gaun seperti ini. Ini akan membuatnya susah berjalan, terlebih lagi dia harus menggunakan sepatu berhak tinggi yang terkutuk itu.

“Kau sangat cantik,” puji Yoseob. Bahkan sampai kini Yoseob masih betah memandang Aegy tanpa berkedip. Seakan-akan dia tidak ingin menghilangkan satu detik pun pemandangan di depannya ini.

Keadaan Kyuhyun pun tidak jauh beda dari Yoseob. Kyuhyun menatap Rinrin dalam. Yeoja itu tampak sangat cantik dengan balutan gaun putih. Tampak sederhana namun terlihat elegan. Sesuai dengan karakternya.

Rambutnya yang panjang diikat dengan manis. Bunga-bungaan menghiasi kepalanya dan dilengkapi dengan veil yang menutupi rambutnya. Sebuket bunga ia genggam, mempercantik  penampilannya.

“Kau terlihat manis putri tidur..” kalimat pujian itu mengalir begitu saja dari mulut Kyuhyun. Tampaknya dia juga sangat terpesona dengan Rinrin.

Rinrin menatap pantulan dirinya dicermin. Dia tersenyum simpul.

Bagaimana reaksi Kris jika dia meperlihatkan gaun ini padanya? Rinrin menggeleng keras. Apa yang dia pikirkan barusan?

“Waah~ kau cantik sekali Ri-ah~” Aegy menatap Rinrin kagum. Rinrin hanya tersenyum. “Kau juga cantik Aegy-ah.”

“Silahkan merapat, kami akan mengambil foto untuk kalian,” ujar sang pelayan toko yang sudah menyiapkan kamera ditangannya.

Kyuhyun mengambil posisi di sebelah kanan Rinrin dan Aegy di samping kirinya, urutan yang  terakhir ada Yoseob. “Siap ya? Hana.. dul.. set..”

Jpreeetttt!

~XXX~

 

 

“2 jam lagi jemput kami disini..” Aegy menekankan kata-katanya.

“Kau yakin tidak ingin kami temani Aegy?” Yoseob terlihat khawatir.

“Tidak perlu..” balas Aegy ketus. Gadis itu kemudian membuka pintu mobil dan keluar. Sedangkan Rinrin terlihat memandang sejenak lurus ke arah depan.

“Aku akan selesaikan semuanya dengan cepat dan menjemput kalian.” Kyuhyun berusaha mengajak Rinrin bicara. Namun gadis itu tak menghiraukan pemuda itu. Ia melepas sabuk pengaman lalu keluar dari mobil.

“Gomawo..” bisiknya. “Hati-hati..”

Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya. Suasana sejak kejadian kemarin membuat Kyuhyun sedikit canggung dengan Rinrin. Gadis itu menjadi lebih diam dan terlihat aneh.

“Kajja Ri-ah..” Aegy segera menggandeng Rinrin memasuki tempat itu. Tempat yang hampir sebulan ini tidak pernah mereka datangi.

~XXX~

 

“Ayo kita pesta!!!” teriak Chanyeol. Ia terlihat bersemangat. Sementara itu EXO member yang lain mengikuti jejaknya. Mereka tentu masih bahagia dalam suasana kemenangan yang diraih kemarin.

“Suho hyung, kau ingin kita makan kemana? Ini wajib dirayakan!” Sehun terlihat antusias. Sedangkan Suho hanya menatap magnae itu dengan tersenyum. “Aku terserah pada kalian..”

“Hem.. Bagaimana kalau ke Hokba?” Baekhyun memberikan ide.

Semua member mengerutkan alis, mempertimbangkan. “Aku setuju dengan Baekhyun hyung!!” Chen bersuara. “Disana kimchinya sangat lezat… Bulgoginya pun begitu nikmat. Restoran favorit ayahku!” Chen malah promosi.

Uwooo.. Semua langsung bersemangat. “Kajja kita kesana!!” Kai menyeret Sehun. Namun, tiba-tiba ada yang menahan tangan sang magnae itu dari arah lain.

“Kai-ya… Biarkan aku bersama Sehun.” Luhan memberikan wajah innocent.

“Tapi hyung~ Aku ingin bersama Sehun.”

“Kalian berdua ada apa?” Sehun terlihat bingung. Ia tak bisa memilih. Kai atau Luhan? Eh, Lee Je Hwa kau taruh mana Sehun-ah? -_-

“Kau ingat HunHan kan? Jangan menjadi penghalang hubungan kami.” Luhan tiba-tiba menjadi sedikit sinis.  Kai speechless. Sedangkan Sehun terkejut.

“Aish Luhan hyung.. Sudahlah, kita bertiga tidak apa-apa kan? SeKaiLu juga lucu?” Sehun memelas.

“Tidak mau!” Luhan melengos. Hampir ia hempaskan tangan Sehun tapi Kai sudah melepasnya duluan. “Baiklah hyung, aku sama Kyungsoo hyung aja..” Kai mengalah lalu menepuk pundak Dio.

Sehun menghela nafas lega. Perang dingin sudah berakhir. “Hyung, sekarang kau bersamaku. Tidak marah lagi kan?”

“Tentu. Kajja!!” Senyum Luhan terkembang. Ia menggandeng Sehun mesra (?).

TING TONG TING TONG

Tiba-tiba bel pintu asrama berbunyi. Siapa malam-malam begini bertamu? Belum terlalu malam sih, karena masih jam 7. Kris yang sejak tadi tidak terlalu ribut tentang pesta itu langsung mengambil langkah untuk membukakan pintu. Namja tinggi itu melangkah dengan pasti dan membukanya.

“Annyeonghaseyo!!”

Suara-suara manis itu membuat Baekhyun tersentak.

“Siapa Kris?!” Baekhyun langsung antusias. Ia segera melesat ke depan, tak terkecuali EXO member yang lain. Kris hanya memberikan kode dan melirik ke arah di sampingnya.

“So Nyeo Shi Dae sunbaenim!!!”  jerit Baekhyun. Hampir dorm EXO ini berguncang. Ternyata SNSD member sedang datang berkunjung ke asrama EXO. Tidak semua, hanya 4 orang yang datang. Taeyeon sang leader, Tiffany, Seohyun dan Jessica. Mereka tersenyum manis sambil membungkuk. EXO member juga ikut membungkuk.

“Silahkan masuk..” Suho mencoba bersikap formal.

“Apakah kami menganggu kalian?” tanya Taeyeon. Ia sedikit merasa tidak enak, karena sepertinya EXO sedang akan bersiap keluar?

“Tidak sama sekali..” ujar Baekhyun. “Ayo silahkan masuk dulu..” Namja itu langsung mempersilahkan gadis-gadis itu untuk duduk. Mereka hanya mengangguk.

“Ada perlu apa sunbaenim kemari?” Suho mencoba bersikap formal. Sedangkan Kris ikut duduk di samping rekan leadernya.

“Kami sebenarnya hanya ingin memberi selamat atas kemenangan kalian.” Taeyeon tersenyum.

Suho terlihat salah tingkah. Ia senang sunbaenya begitu mendukung mereka. Kemarin Super Junior baru saja berkunjung sambil memberikan beberapa hadiah untuk mereka, sekarang SNSD member. EXO merasa sangat berterima kasih atas dukungan mereka.

“Kami yang seharusnya berterima kasih pada sunbaenim sekalian karena telah membantu kami selama ini.” Suho menundukkan kepalanya.

“Jangan terlalu formal,” desis Tiffany.

“Dan kami mempunyai hadiah untuk kalian, terimalah.” Jessica memberikan sebuah bungkusan yang ia ambil dari Seohyun. Kris segera menerima hadiah itu.

“Ghamsahamnida..” ujar namja itu datar. Jessica tersenyum kaku. Kris begitu dingin. Tidak jauh berbeda dengan dirinya. Maklum, kedua orang ini punya julukan yang sama, ‘ice prince’ untuk Kris, dan ‘ice princess’ untuk Jessica. Mereka terlihat cocok ya?

“Baiklah, sepertinya kami tidak bisa terlalu lama. Kalian akan ada acara ya?” tanya Taeyeon.

EXO member mengangguk. Sedikit canggung. Tapi Baekhyun tiba-tiba berseru. “Kalau sunbaenim tidak keberatan, sunbaenim bisa ikut. Kami hanya pergi untuk makan.”

“Benarkah?” tanya Tiffany. Kelihatannya yeoja itu sedikit tertarik.

“Tapi eonni..” Seohyun hendak menyenggol Tiffany. Sepertinya ia tak ingin ikut terlibat terlalu jauh. Apalagi Sunny sedang menunggunya di asrama untuk nge-gym.

“Tidak masalah,” ujar Taeyeon. Membuat seluruh member EXO dan SNSD lainnya sedikit tercengang. “Bagaimana Suho-ya?”

Suho sedikit ragu. Tapi ia akhirnya berujar, “Jika memang kalian tidak keberatan, kami akan merasa sangat terhormat.” Ia tersenyum manis sekali.

Tepat saat itu berdirilah Rinrin dan Aegy di depan pintu asrama EXO.

Errr…. Aegy yang melihat Suho tersenyum manis seperti itu. Dan Rinrin yang tertegun menatap Kris.

“Sepertinya ini bukan waktu yang tepat Ri-ah,” bisik Aegy. Nada getir terdengar dari suara gadis itu. Rinrin menatap sepupunya, sedikit merasa iba. Tapi suasana hatinya tak lebih baik dari Aegy.

“Rinrin, Aegy?” teriak Lay memecahkan suasana. Hanya dia yang dari tadi diam dan memperhatikan semuanya. Pintu asrama masih terbuka dan dua yeoja itu berdiri di sana, mematung. Sejak beberapa detik yang lalu.

Suho langsung memalingkan pandangannya, menatap Aegy. Kris juga melihat Rinrin.

“Lho, kenapa kalian malah diam Yeppo? Chubby?” Je Hwa tiba-tiba telah berada di belakang Aegy dan Rinrin. Saat itu Je Hwa segera memalingkan wajahnya ke arah dorm EXO. Tatapannya lurus kepada penampakan empat yeoja yang menganggu pemandangannya. Ia kini tahu apa yang membuat Aegy dan Rinrin terdiam.

“Noona~” Jerit Sehun saat menyadari Je Hwa datang. Dia pun langsung lari menuju ke arah Je Hwa dan memelukknya kencang. Sehingga membuat Je Hwa sedikit tersentak. “EXO M menang lho noona~ mereka menang~” ujar Sehun ceria. Seperti anak kecil yang sedang bercerita kepada eommanya.

“Arraseo Hunnie-ah~” Je Hwa langsung mengelus kepala Sehun sayang.

“Ekhemm.. ekheemm..” HunHwa pun sontak menoleh ke arah sumber suara. Tampak Haeyeon, Hyeon Hyo, Hyemin, Min Rin, Aegy dan Rinrin menatap datar ke arah mereka.

“Kalian menghalangi pintu masuk,” celetuk Hyemin. Sedangkan HunHwa hanya tersenyum tidak jelas. “Darling~ I’m coming~” Hyemin pun langsung melesat ke dalam dan memeluk Chanyeol.

I miss you~

I miss you too darling~” Chanyeol mendekap tubuh Hyemin dengan kuat dan sedikit mengangkatnya lalu mereka berputar-putar seakan-akan tidak ada manusia lain di dalam drom. -_-

“Xiao Lu~ wo xiang ni~”

“Dororo~ bogoshipoyo~”

Hyeon Hyo dan Haeyeon pun tidak mau kalah dengan para eonnienya. Mereka pun menyusul para pangeran hati mereka dan memeluknya dengan penuh sayang.

Hanya Min Rin, Aegy dan Rinrin yang masih mematung di depan pintu. Mereka terlalu bingung untuk melakukan apa.

“Kau tidak ingin memelukku noona?” Min Rin sontak menatap Tao yang entah sejak kapan berdiri di sampingnya dengan tatapan mata pandanya. “Kau mau juga yang seperti itu?” Min Rin mencoba menggoda Tao.

Tao mengangguk dengan mantap. “Tentu saja, memang mereka saja yang bisa mesra-mesraan?” Min Rin tersenyum singkat, tangannya memberi isyarat Tao untuk sedikit menunduk. Tao yang tidak mengerti hanya menurut dengan perintah Min Rin.

Chu~

Mata Tao membulat sempurna saat Min Rin mengecup pipinya. “Chukkae untuk kalian ya My Baby panda~” Min Rin mengerlingkan matanya dan langsung masuk meninggalkan Tao yang masih membeku.

Hanya Aegy dan Rinrin yang tertinggal. Mereka hanya diam. Kini Aegy tidak bisa seperti dulu, Mungkin jika saat ini Aegy masih menjalin hubungan dengan Suho, Aegy akan langsung memeluk Suho erat. Tapi kini sudah tidak bisa.

Aegy melirik Rinrin yang masih diam menatap Kris. Sepertinya gadis itu juga sama dengannya. Tidak seharusnya mereka datang ke sini. Jika bukan karena paksaan dari Je Hwa dan juga Ppappiyong, mungkin sekarang mereka tidak akan muncul disini.

“Kalian tidak ingin masuk?” Tao yang sudah sadar dari shocknya memandang Rinrin dan Aegy heran.

“Apa boleh?” Aegy sedikit ragu. Ini pertama kalinya dia kembali melihat Suho dari jarak dekat setelah mereka ‘putus’, karena selama ini dia hanya mencari berita tentang Suho di internet.

“Tentu saja, kajja!”

Tao memimpin Aegy dan Rinrin untuk masuk dorm. Aegy dan Rinrin hanya tersenyum kikuk saat melihat personil SNSD yang tengah tersenyum kepada mereka.

“Sudah lama tidak bertemu Aegy-ah.”

“XiuPao!!!!!” sontak Aegy langsung memeluk namja imut dengan pipi gembul yang kini sedang tersenyum manis padanya. “Aku merindukanmu…” desisnya. Rasanya Aegy benar-benar ingin menangis saat ini.

“Gwenchana?” Xiumin tampak sedikit bingung dengan kelakuan Aegy. Tidak biasanya dia seperti ini? Mereka memang dekat tapi dia juga sedikit terkejut saat Aegy memeluknya tiba-tiba. “Nan Gwenchana, aku hanya merindukanmu.” Aegy melepaskan pelukannya.

Suho yang melihat Aegy memeluk Xiumin hanya bisa tersenyum getir. Seharusnya dia yang berada diposisi Xiumin. Tapi itu dulu.. sebelum mereka putus. “Wae Suho?” Suho sempat tersentak dengan suara Taeyeon yang masih berada disampingnya. Sepertinya tadi dia melupakan kalau ada orang disampingnya. “Aniyo..”

“Apa kabarmu Rin-ah?” Baekhyun mendekati Rinrin yang hanya berdiam diri. Dia tidak tahu ingin berbuat apa sementara semua orang tampak dengan pasangannya masing-masing.

Rinrin tersenyum. “Aku baik-baik saja oppa, kau sendiri?” Baekhyun mengangguk dan tersenyum kecil. “Tentu aku baik,” lanjutnya semangat. Entah dia bersemangat karena ada Rinrin yang sudah tidak lama ia temui atau karena dia memang bersemangat karena ada sunbae mereka yang cantik-cantik. (re : SNSD)

“Kalian ingin pergi?” Tanya Je Hwa yang sedang meneliti para member EXO yang sepertinya memang sudah bersiap untuk pergi.

“Iya, kami ingin pergi ke pesta untuk merayakan keberhasilan EXO M!” seru Chen semangat. Sepertinya dia benar-benar suka dengan restoran itu.

“Karena kalian mau pergi, kalau begitu kami pulang saja.” Rinrin melirik Aegy. Dia merasa tidak nyaman dengan suasana ini.

“Kenapa pulang? Kalian ikut saja?” usul Seohyun. Sedangkan member yang lain tampak mengangguk-ngangguk setuju. Kecuali dengan Kris dan Suho yang mencoba tidak peduli.

“Lagipula kan kita sudah lama tidak bertemu, lebih baik kalian ikut saja,” bujuk Je Hwa

“Iya eonnie~ memang kau tidak rindu denganku?” Haeyeon mendekati Aegy dan memeluk lengan Aegy erat.

“Kau juga eonnie~” Hyeon Hyo mendekati Rinrin dan melakukan hal yang sama dengan Haeyeon. Sepertinya para magnae sedang beraksi dengan jurus merayu mereka.

Rinrin menghela nafas. Dia melihat ke arah Aegy meminta pendapat. Aegy hanya mengangguk singkat tanda setuju. “Arraseo.. kami akan ikut..” desis Rinrin pelan.

“Yeeyyy!! Ayo kita pergi~”

 

At Hokba restaurant’s

Semua member EXO, Ppapiyong dan SNSD tampak berkumpul dengan ceria. Mereka semua memesan sebuah ruangan khusus agar mereka bisa bersenang-senang tanpa ada gangguan dari pengunjung lain yang kemungkinan besar adalah penggemar mereka.

Mereka tampak duduk melingkar. Dengan urutan Kris, Jesicca, Lay, Chen, Tao, Min Rin, Hyemin, Chanyeol, Rinrin, Baekhyun, Seohyun, Tiffany, Kai, Sehun, Je Hwa, Luhan, Hyeon Hyo, Haeyeon, Dio, Aegy, Xiumin, Suho dan terakhir Taeyeon. Semuanya tampak menikmati hidangan mereka masing-masing. Kecuali dengan Rinrin dan Aegy.

Aegy hanya mengaduk milk shake-nya dengan tidak semangat. Matanya tertuju pada Suho yang duduk di hadapannya yang sedang bercengkrama akrab dengan Taeyeon. Bahkan mereka kini saling berbisik. Hatinya sakit melihat pemandangan itu. Apa ada hal yang menarik sehingga mereka berbisik-bisik seperti itu?

“Berhenti melihat sesuatu yang membuatmu sakit Aegy-ah.” Aegy menoleh ke arah sumber suara. Tampak Xiumin sedang tersenyum manis. “Aku tidak melihat apapun.” Aegy langsung mengalihkan pandangannya ke tempat lain.

“Kau tidak pandai berbohong eon,” celetuk Haeyeon yang langsung terkena lemparan kacang dari Aegy. “Eonnie!!!” jerit Haeyeon keras. Sedangkan Aegy pura-pura tidak tahu. Sepertinya Aegy merindukan saat-saat menjahili saengnya ini.

“Kau benar-benar sadis eon.” Haeyeon mengeluarkan aegyonya lagi. Sedangkan Aegy hanya mengangkat bahunya santai. “Kau seperti itu tidak akan mempan terhadapku.”

Haeyeon mengerucutkan bibirnya. “Kalian ingin bertukar tempat? Aku pusing melihat kalian yang bertengkar terus,” omel Dio yang memang berada di tengah-tengah Aegy dan Haeyeon. “Salahkan eonnie yang selalu mengangguku oppa.” Haeyeon tampak ngambek. Ck, kekanakan sekali.

“Kenapa aku? Salahkan kepalamu yang melambai-lambai ingin di lempar sesuatu,” jawab Aegy santai.

“Ssshh… Diamlah Shin Aegy..” sentak Rinrin. Sejak tadi sepupunya itu tak bisa tenang. Aegy kemudian terdiam. Ia menatap kesal pada Rinrin.

Sementara itu Kris terlihat menatap kosong pada hidangan yang ada disana. Matanya sejak tadi sejujurnya tak bisa teralih pada sosok di seberang sana. Shin Rinrin. Kris suka sekali menatap yeoja itu saat makan.

“Mengapa kau tak menyentuh makananmu?” tanya Jessica.

Kris segera mengalihkan fokusnya dan menatap gadis di sebelahnya, Jessica Jung. “Aku sedang diet,” jawab namja itu datar.

Tawa Jessica meledak. Ia tak berpikir namja sekurus Kris akan melakukan diet juga. “You’re kidding me!

Kris menautkan alisnya. Baru pertama kali ini ia melihat gadis setenang Jessica tertawa seperti itu. “What’s funny?

You!!” Jessica menjawab tegas. Dan lagi-lagi gadis itu tertawa. Membuat Kris sedikit mengembangkan senyum.

Rinrin melahap makanannya tanpa memperhatikan apa yang ia makan. Yeoja itu kemudian mengarahkan pandangan lurus ke depan. Kris kelihatan sedang mengobrol dengan Jessica dan ia tersenyum?

Kris. Kepingan yang hilang itu. Masih samar-samar membekas di pikiran Rinrin. Shin Rinrin, coba-coba ingatlah. Rinrin meremas rambutnya frustasi. Ada sesuatu yang masih hilang dari masa lalu itu.

“Rin-ah.. kau pusing?” tanya Baekhyun.

“Aniyo oppa.. Gwaenchana..” bisik Rinrin. Ia berdusta.

“Uhm begitu.” Baekhyun masih menatap khawatir Rinrin. “Rin-ah, sejak kapan kau suka makan kepiting?”

Rinrin langsung menautkan alisnya. “Apa maksudmu oppa?!”

“Itu yang kau makan daging oseng kepiting bukan?”

Mata Rinrin membulat sempurna. Ia menatap hidangan yang ia makan. Pantas saja rasanya aneh. Dan seperti biasanya, tubuh Rinrin tak bisa menampung makanan itu.

“H-hmph…” Rinrin membekap mulutnya dan langsung lari keluar dari ruangan itu.

“Rin saeng kenapa?” Min Rin terlihat cemas. Kris mengalihkan fokusnya.

“Dia makan kepiting,” desis Baekhyun. Hampir leader vocal EXO-K itu bangkit untuk menyusul namun Baekhyun lihat Kris telah mendahuluinya.

~XXX~

Rinrin keluarkan seluruh isi perutnya. Karena ketidak fokusannya membuat gadis itu terkena masalah. Ia melihat pantulan cermin di depannya yang membiaskan bayangan dirinya di dalam sana. Wajah sendu pucat gadis itu.

Ia kembali mengeluarkan semuanya. Rinrin bunyikan keran wastafel untuk menutupinya. Ia menangis saat itu juga. Hatinya sakit. Apakah Kris juga sudah melupakan dirinya? Mengapa ia bisa semudah itu bercengkerama dengan gadis lain?

Samar kemudian Rinrin ingat sesuatu. Kejadian terakhir di rumah sakit itu. Tangisnya kembali pecah. Kris. Bukankah pemuda itu yang menyelamatkannya? Yang menarik gadis itu untuk kembali pada kehidupan. Kris memberikan semangat untuknya. Namun, Kris juga yang menginginkan Rinrin melupakan tentangnya.

Sesak. Sesak. Mengapa begini sesak.

~XXX~

Aegy mengutak-atik makanannya tanpa minat. Seluruh pasangan sedang bercengkerama dengan kekasihnya masing-masing. Rinrin tak kembali. Apa terjadi sesuatu dengannya? Tapi setidaknya Aegy tahu, Kris pasti menyusulnya. Suho, dia sedang apa?

Aegy mencoba menguatkan hati, menatap Suho lagi. Gadis itu benar-benar rindu dengan raMyun-nya. Tepat pada saat itu Suho juga sedang menatapnya. Mereka berdua terjebak dalam pandangan masing-masing.

Lama mereka dalam posisi itu.

“Suho-ya.. Kau tidak habiskan makananmu?” tanya Taeyeon. Saat itu Suho langsung tersadar.

“Ah ne.. Akan kuhabiskan.” Ia sedikit membungkuk. Merasa tidak enak dengan sunbaenya itu.

Suho segera mencuri kesempatan lagi. Aegy. Kemana yeoja itu? Suho mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan. Tidak ada! Dimana Aegy!?

“Suho-ya, ada apa?” Taeyeon terkejut saat melihat Suho tiba-tiba berdiri. Namun Suho mengabaikan gadis itu. Ia langsung berlari keluar tanpa pikir panjang.

~XXX~

“Dramatis sekali kehidupan mereka…” Hye Min memperhatikan kepergian Suho. Sudah jelas ia lihat namja itu pasti akan mengejar Aegy.

“Iya saeng.. Mereka harus menghadapi cobaan sulit seperti ini.” Min Rin bertopang dagu.

“Semoga Aegy dan Rin eonni tidak salah mengambil keputusan. Kasihan Kris oppa dan HoHo oppa,” bisik Haeyeon.

Mereka bertiga terlihat tidak bersemangat. Kurang lebih ppappiyong memang telah mengetahui segalanya. Aegy dan Rinrin telah menjelaskan semuanya pada mereka. Walau pun sempat terjadi perselisihan diantara mereka, tapi pada kenyataannya ini tidak bisa diganggu gugat.

Apa yang kalian lakukan saat kalian harus dihadapkan pada dua pilihan sulit? Kebahagiaan kalian atau keluarga?

“Setidaknya mereka tahu apa yang mereka lakukan. Dan Kris gege juga Suho oppa tahu apa yang lebih penting bagi mereka..” balas Je Hwa singkat. Ia memang tidak terlalu senang ada gadis lain yang mendekati EXO oppa mereka.

“Semoga pernikahannya batal..” desis Hyeon Hyo. Semua mata langsung menatap pada yeoja itu.

“Apa yang kau katakan Hyo Xin? Dan kalian bilang tentang apa. Aku sama sekali tidak mengerti!” celetuk Luhan. Sedari tadi ia perhatikan para yeoja bicara. Tapi tetap saja Luhan tak bisa mencerna topik yang mereka bicarakan.

“Aku tidak suka melihat mereka berpisah..” Tao menggumam. “Kris gege selalu uring-uringan sejak berpisah dengan kakak ipar,” bisik Tao.

“Begitu juga Suho hyung. Kau tak tahu Tao? Dia sering melamun!! Aku bahkan takut jika dia gila karena ini. Oh astaga! Gadis memang bisa membuat pria gila!” Dio mengacak rambutnya frustasi. Haeyeon menatap skeptis ke arah Dio.

“Oppa… Apakah kau akan gila juga jika kutinggal?” godanya.

“Andwae!! Kau jangan sekali-kali mengatakan itu Yeon-ah!! Please, stay by my side..” pinta Dio.

Semua orang yang ada disana semakin sweatdrop.

“Noona… Aku bingung. Kenapa laki-laki bisa selemah itu karena wanita?” timpal Sehun. Rupanya ia juga ikut mengamati keadaan.

Je Hwa tersenyum dan menatap namja itu. “Kau akan tahu suatu saat nanti Sehun-ah. Saat kau mengerti apa itu artinya cinta dan pengorbanan,” bisik Lee Je Hwa.

Sehun tersenyum. Tidak perlu nanti atau suatu saat. Sekarang Sehun telah mengerti, mengapa laki-laki bisa gila karena masalah cinta. “Aku padamu noona..” tanggap Sehun. Je Hwa tertawa.

“Kau mengerti lebih cepat dari yang kubayangkan..”

Chan Yeol menatap kosong ke arah Hye Min. Ia sama seperti Luhan. Blank tentang semua hal. “Darling bisa kau jelaskan. Aku masih blank. Dan apa maksudnya pernikahan?”

Hye Min menatap Chan Yeol dan tersenyum getir. “Darling, jangan memaksakan dirimu untuk memikirkan hal ini..” Hye Min mengatur nafasnya, ia kemudian berujar. “Sebenarnya hari pernikahan telah ditentukan.”

Seketika semua orang yang disana bungkam. Sedangkan member SNSD yang tidak tahu arah tujuan bicara orang-orang itu hanya bisa terdiam tanpa kata. Suasana yang canggung.

~XXX~ 

Kris menyandarkan tubuh di tembok. Ia begitu cemas. Terlihat dari ekspresi wajahnya yang tidak biasa. Ada guratan kekhawatiran disana. Meskipun ia berusaha untuk tidak peduli, tapi nyatanya itu tidak bisa ia lakukan. Entahlah, sepertinya ada ikatan kuat yang mengharuskan Kris tetap memperhatikannya walaupun gadis itu menyakitinya dalam dan menanam luka.

“Kris..” bisik suara itu. Suara yang benar-benar ia rindukan. Namja itu langsung menegakkan tubuhnya. Ia menatap Rinrin yang terlihat bingung. Sepertinya Rinrin sudah kembali sehat.

“Kau sudah lebih baik?” tanyanya mencoba bersikap biasa.

Rinrin tersenyum. “Aku baik-baik saja.”

Kelegaan menyelimuti hati namja itu. Ia tadi benar-benar terkejut saat tahu Rinrin makan kepiting. Ia ingat, dulu saat jalan-jalan di pantai dengan Rinrin, yeoja itu pernah tak sengaja mencoba kepiting. Hasilnya Rinrin sesak nafas dan mual-mual. Rinrin sampai menangis, gadis itu pikir dia akan mati saat itu juga.

Namun kepala gadis itu tiba-tiba berkedut. Efek makan kepiting benar-benar membuatnya lemah. Rinrin berusaha meraih tembok agar tidak terjatuh. Namun, sebuah tangan kuat menopangnya.

“Kris?”

Rinrin menatap Kris yang kini ada dihadapannya. Namja itu benar-benar merindukan saat-saat berada di dekat yeoja ini. Wajah pucat gadis itu membuatnya tak bisa berdiam diri. Tubuh yang lemah dan harus ia lindungi.

“Lain kali, kau harus lebih hati-hati Shin Rinrin.”

Rinrin mengangguk. Ia menghela nafas sejenak, mencari oksigen. Sampai detik ini jika berada di dekat Kris membuatnya sesak nafas dan debaran jantungnya semakin berlomba dengan waktu.

“Sedang apa disini?” tanya Rinrin mencoba mengatur emosi. Kris terlihat tak punya jawaban cadangan. Ia hanya menggeleng, kemudian melepaskan rengkuhannya.

Rinrin tertegun. Saat itu Kris kemudian membalikkan tubuhnya. “Ayo kembali..” ucapnya sedikit canggung.

Namun langkah namja itu tertahan saat ia rasakan genggaman tangan Rinrin mencengkramnya. Ia berbalik menatap gadis itu. Sorot mata yang bisa membuat Kris bertekuk lutut padanya. Mata bening Rinrin dan keinginannya. Gadis yang sampai saat ini sangat dicintainya.

“Kris, bisakah kau membawaku lari saat ini juga? Kumohon..”

~XXX~

 

Aegy menendang kasar batu kerikil yang ada dihadapannya. Aish! Harinya benar-benar buruk. Dimulai saat dia harus mendengar semua ceramah dari Ppapiyong, melihat Suho bersama dengan, Tae.. Tae.. atau siapalah itu. Dan sekarang saat dia ingin membeli es krim untuk menenangkan diri malah tutup. Ck! Benar-benar sengsara.

“Arrggghhhh!!!!! Kenapa tidak ada toko yang menjual es krim eoh! tidak kah kalian tahu aku butuh itu?! Arrrhhh!!! Menyebalkan!!!!!” Jerit Aegy kencang. Untung saja saat itu suasana sepi, jika tidak mati lah dia karena malu. Tunggu! Sepi?

Aegy mengedarkan pandangannya. Hanya terlihat kawasan pertokoan asing yang sudah tutup karena sudah malam. “Ini dimana?” desisnya pelan. Tadi dia memang hanya berjalan ke minimarket tidak jauh dari restorant tapi karena disana stok es krimnya habis maka Aegy berjalan mencari toko lain, dan sepertinya dia nyasar.

“Lebih baik aku kembali kejalan yang tadi,” sontak Aegy menepuk keningnya. “Tadi aku lewat mana ya?” Aegy menatap persimpangan jalan dengan ragu. Ke kanan? Atau ke kiri? Aish! Dia paling tidak suka untuk memilih. Tapi hidup itu penuh dengan pilihan bukan? Tergantung mana yang akan kau pilih? Kau akan bahagia atau kau akan menderita. Dan hey~ kenapa jadi membahas masalah ini?

“Tidak adakah orang yang lewat sini?” terlihat raut wajah Aegy yang sedikit takut.

“Gukkk.. guukkk~”

Hanya terdengar suara gonggongan anjing yang menjawab pertanyaan Aegy. Tunggu, itu suara anjing? Seketika wajah Aegy langsung pucat pasi. “Omo! Kenapa ada suara itu segala sih” dengan takut Aegy meneliti sekelilingnya. Takut jika benda berbulu dengan gigi yang besar-besar itu mendekatinya. Aegy phobia dengan anjing.

“Kyaaaaaaaaaaa!!!!!!!” jerit Aegy tujuh oktaf (?) saat melihat seekor anjing tengah berlari santai (?) ke arahnya. Sontak Aegy langsung lari menghindar. “Eomma!! Help me!!! Huuaaaaa!!!”

“Guuukkk.. guuukkk!!”

~XXX~

Suho mengedarkan pandangannya. Matanya masih sibuk mencari sosok itu. Shin Aegy. Bocah itu benar-benar selalu membuat orang khawatir. “Aish! Dia pergi kemana sih?!” Suho mengacak rambutnya kasar. Wajah tampannya terlihat sangat cemas, dia tahu tempat ini asing bagi Aegy. Apalagi anak itu buta arah dan tidak tahu tempat. “Jangan-jangan dia nyasar?” desisnya pelan.

Suho kini berlari kearah pertokoan yang sedikit sepi. Perasaannya mengatakan jika tadi Aegy lewat sana. Lagipula kenapa juga dia jalan-jalan keluar sementara dia tidak tahu daerah sini? Atau karena tadi, saat Taeyeon sunbae memperhatikannya? Apakah Aegy merasa kesal dan akhirnya dia pergi dari sana? Bolehkah Suho berharap kali ini?

Suho menggelengkan kepalanya cepat. Dia harus segera menghilangkan pikiran seperti itu di kepalanya.

“Husshh.. husshhh… sana pergi!”

Suho mempertajam pendengarannya. Bukankah itu seperti suara Aegy? Dimana dia?

“Aegy-ah?”

Suho berjalan perlahan mendekat kearah sumber suara. “Omo! Aegy-ah!” pekiknya saat melihat Aegy yang tengah berlari kencang kearahnya.

Brruuukkk!

Dengan sukses Aegy menubruk Suho hingga kini mereka jatuh terduduk. Aegy langsung membenamkan kepalanya didada bidang Suho. “Jauhkan benda itu dariku.. aku mohon..” Suho menatap kearah belakang Aegy. Tampak seekor anjing jenis Golden Retriever  tampak sedang duduk dengan tenang. Anjing itu menatap Aegy dan Suho tidak mengerti, kepalanya tampak di miringkan dan membuatnya tampak lucu.

“Dia sudah pergi?” Suara Aegy masih terdengar parau. Dia benar-benar takut dengan anjing. Suho melirik sekilas ke arah Aegy yang masih membenamkan wajah di dadanya. Rasanya nyaman. Sudah lama sekali dia tidak memeluk yeoja ini. Rasanya benar-benar sesak saat mengingat mereka sudah berakhir. “Kau tenanglah, aku akan mengusirnya.”

Suho tampak mengibas-ngibaskan tangannya kepada sang anjing pertanda untuk menjauh. Tapi tampaknya sang anjing tidak mengerti dan malah ingin beranjak mendekat ke arah Suho dan Aegy. Sontak Suho langsung menatap tajam anjing itu dan berhasil membuatnya pergi.

“Dia sudah pergi Aegy-ah..” desis Suho pelan. Aegy mengangkat kepalanya perlahan. Wajahnya masih terlihat pucat. “Gwenchana?” Suho meneliti setiap inci wajah Aegy. Takut jika gadis itu terluka. Tapi bukankah gadis itu memang sudah terluka? Dihatinya..

~To Be Continued~

Kris jelek~~ Ayo bawa kabur Shin Rinrin >.< *teriak pake toa~

Ehem.. HoAe~ kekeke

Yahhh bagian ini emang ga terlalu nyesek :3

tapi tetep aja nyesek kalau mengingat mereka udah mau nikah T^T *elus HoKris

Oke.. ga banyak capcus lagi, silahkan tinggalkan comentar maupun likenya.. author sangat-sangat berharap  jangan ada SILENT READER… setidaknya kalian mengapresiasi karya author… gomawo bgt buat yg selama ini udah selalu coment and ngikutin kisah ini dari awal.. 2 part lagi kisah ini akan segera selesai ^^ AMIN~~ 

23 responses »

  1. wahhh bawa kabur aja tuh c rinrin nya kris jelekk !!
    wkwkkwwk kawin lari (?) aja sekalian😄
    ehh busyett itu daginf kepiting ko bsa bikin rinrin sesek ??
    ajaib amatt o.o
    wahhh ini mah sama aja ya thor kependekan -_-v
    suerr dehh
    baru aja baca udah tebece (?) lagi u.u
    ditunggu banget kelanjutannya !!
    kalo bisa jangan lama2 yaa
    heheheh
    FIGHTING !!!

    • aku seSUJU denganmu😄 bawa kabur rinrin~~ *digeplak
      kawin lari?? -__-
      hehe.. rinrin alergi sama kepiting jdi dia sesek klo makan tuh makanan.. sebnarnya sih dia alergi sma seafood O.o
      eh ini masih pendek?? O.o
      ya tapi setidaknya aku update cepet kan :3
      oke … makasih lagi semangatnya😄 kau sllu mnjadi semangatku :3 gomawoo *bow with kris jelek

      • aku selalu ada untukmu thor😄
        iya juga sih thor updatenya cepet ^^
        SARANGHAMNIDA ^^
        maksud dari pendek sih cuman pas k-rinnya aja hehehe
        kebanyakan disini HoAe nya -_-
        terusin ya thor ff nya ^^

      • senangnyaaa😄
        he,em.. kejar target soalnya😀 hehe
        Nado saranghamnida :3
        hahaha iya jga sih O.o k-rin-nya pendek. aku jga bru sadar -_-
        wkwk~ sekali2 hoae byk kan gpp hyunmi-sshi😛
        iyaa pasti terus kok ^^

  2. wkwkwk tapi orang ganteng mah mau nangis sampe matanya merah + beler bgitu juga, tetep aja cakep…
    Yg bikin penasaran, KyuSeob gak mau melepas RinAe… N KrisHo juga msih tetap berharap RinAe kembali…

    Ririn chingu, drama Korea aja bnyakan cuma 1 jalan cerita cinta segi 3, nah ini malah 2… ( kan authornya juga 2) terlihat sama tp ternyata masalah mereka itu berbeda n sama2 menarik… (udah muji nih, hrus minta recehan #plakk)

  3. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 9 : “You And I”<< FF EXO Colaboration SJ & Beast « ★EXOplanet★

  4. Ping-balik: >>Let’s Get Married Part 10 : “Finally…”<< ENDING « ★EXOplanet★

  5. What Kris dan Jessica cocok?
    No!
    Big no!!!
    Ayolah kris bawa rinrin kabur ke cina atau kanada…..
    Kayaknya yg g bakal mudah menyerah yoseob nih……

  6. Wah makin lama penderitaan nya ririn dan aegy semakin dalam buat sediiihhh…
    Uwaahhhh T°T
    Malah mereka mau menikah pula,..
    Wahhh ff nya seru seseru serunya thor buat berdebar jalan ceritanya seru dan menegangkan thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s