>>[FF EXO] Special Kris Day! << Kris Birthday

Standar

Tittle : Special Kris’s Day!

 

Main Cast :

~Wu Yi Fan (Kris)

~Shin Rinrin (OC)

Suport cast :

~ All member EXO and couple

Author : Aegyoppa

Genre : Romance, little action and little comedy (?)

Lenght : oneshoot but longshoot

Disclaimer : EXO’s belong to themselves, but this story original by me! Don’t copas anywhere,

WARNING : OOC, saya ga bisa lepas dari salah ketik, makanya typo bertebaran dimana-dimana. Alur kecepetan dan cerita ga jelas.

“Ini FF buatan Aegy untukku dan Kris jelek~ Kekeke.. Jadi mohon dibaca ya… Special buat Birthdaynya Kris ^w^ Tuan Wu yang tersayang~ *ditabok Kyu* Happy birthday Pangeran Es Jelek.. Semoga kau selalu sehat dan berada di jalanmu… Happy birthday my chinese-canadian prince ^^

Mian telat ngepostnya.. Ini sebenarnya udah selesai kemarin, tapi karena aku harus nanganin project 7th Anniv Super Junior di BFEI jadi sedikit telat.. Jeongmal gomawo buat Aegy yang udah mau susah-susah buat FF ini :3 kau yang terbaik sayang >.< *kecup Suho *plak”

 

 

~ ( ^,^ ~ )( ~ ^,^ ) ~

Tampak seorang yeoja sedang asyik membolak-balik menu dihadapannya. Sesekali dia menggigit bibirnya karena bingung dengan apa yang dia pilih. “Yang ini terlihat enak, tapi aku juga mau makan yang ini,” gumamnya. Matanya masih sibuk menjelajahi buku menu dihadapannya.

SREK

Matanya kini teralih saat dia mendengar suara decitan kursi di depannya. “Mianhae aku terlambat.” Seru seorang namja tampan yang kini duduk di hadapannya dengan senyum tipis menghiasi wajahnya.

Yeoja itu tersenyum simpul. “Tidak apa-apa, kau berlari?” Tangannya kini menyikap peluh yang mengalir di pelipis namja tampan itu.

Senyuman bahagia terlukis jelas di wajah tampan sang namja. Tangannya menahan tangan sang yeoja dan mengelusnya sayang. “Aku tidak ingin kau menunggu terlalu lama, Putri tidur..” desisnya.

“Aish.. Kris jelek. Ah, kau mau makan apa?”

“Apapun yang kau pesankan..”

Rinrin –Sang Putri tidur– mengangguk paham kemudian kembali memilih menu. “Aku ingin makan teriyaki, kau mau Pangeran Es?”

Kris mengangguk setuju. “Terserah kau saja.”

“Baiklah, pelayan~”

~ ( ^,^ ~ )( ~ ^,^ ) ~

Tak jauh dari café

 

“Kalian sudah siap?”

“Iya, target sudah terlihat.”

 

“Bagus. Laksanakan.”

Seorang pria bermata sipit yang sedang melakukan panggilan itu segera memutuskan panggilannya dan mulai memakai topeng penyamarannya.  “Saatnya beraksi,” desisnya kemudian.

“Eh, sekarang hyung? Aku sedikit ragu..” ujar namja bermata panda yang sedang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

PLETAK

Sebuah jitakan kecil berhasil mendarat dengan sempurna di kepala namja bermata panda itu. “Jangan banyak bicara. Sekarang cepat pakai topengmu, kau mau Yeoja galak itu mengamuk? Aku sih lebih takut dengannya,”seru namja bermata sipit itu seraya memeluk dirinya sendiri sambil membayangkan apa yang akan terjadi jika dia gagal menjalankan perintah-nya.

“Tapi aku tidak tega, nanti jika Gege mengamuk bagaimana?”

“Aish! Diam lah. ini seru sekali, aku benar-benar kagum dengan ide anak it,.” seru namja kurus yang kini tengah ber-smirk ria.

“Otakmu sama saja dengan bocah itu magnae.” gerutu namja bermata panda itu. “Dan kau hyung, kenapa yeoja-mu itu otaknya kriminal sekali sih? Namjanya malaikat, tapi yeojanya iblis,” cibirnya kepada namja berkulit putih pucat yang duduk dibelakang kemudi mobil.

Namja berkulit putih pucat yang di maksud pun hanya tersenyum dan kembali fokus kepada sasaranmereka yang kini tengah berjalan mendekat ke arah mobil mereka. “Justru karena itulah dia terlihat menarik. Kajja! Kita mulai.”

“Aku suka adegan seperti ini,” seru namja lain dengan senyum ceria mengembang di wajahnya.

“Ish, jangan berisik! Cepat, mereka mendekat,” seru namja berwajah bulat seperti bakpao. Namja itu masih serius mengamati keadaan sekitarnya. “Ayo kita mulai.”

~ ( ^,^ ~ )( ~ ^,^ ) ~

Rinrin dan Kris menikmati perjalanan mereka setelah selesai menghabiskan makan siang. Rencananya mereka ingin menonton bioskop karena sudah lama tidak pergi berdua. Maklum saja, jadwal Kris yang padat sangat sulit untuk pasangan Pengantin baru ini menghabiskan waktu berdua. Seperti saat ini.

“Rasanya sudah lama aku tidak menggenggam tangan ini,” seru Kris dan mengeratkan genggamannya pada Rinrin.

“Baru juga dua hari yang lalu kita bertemu,” cibir Rinrin.

“Dua hari itu terlalu lama Putri tidur, aku ingin bertemu dan menggenggam tangan ‘istri’ku setiap hari dan setiap saat. Seperti ini.”

BLUSH

Perkataan Kris sukses membuat wajah Rinrin memerah. Bukan karena tautan tangan mereka. Melainkan dengan ucapan Kris yang menyebutnya ‘Istri-ku’. Meskipun mereka kini telah resmi menikah, tapi Rinrin masih malu jika Kris memanggilnya dengan sebutan ‘Istri’.

“Kau demam? Wajahmu merah?”

“Ah?” Rinrin sontak menangkup kedua pipinya dan mengeleng cepat. “Aku tidak demam,” elaknya.

“Yang benar?” kini tangan panjang Kris menangkup wajah Rinrin mendekat ke arahnya. Namja itu sedikit membungkuk untuk menyamakan tinggi dengan istri-nya ini. Perlahan Kris menempelkan keningnya ke kening Rinrin. “Tidak panas,” desisnya.

Rinrin hanya bisa mematung di tempat. Jantungnya berdetak dengan sangat cepat. Berada dalam jarak sedekat ini dengan Kris membuatnya gugup. “A_aku tidak apa-apa.. Kri_Kris..”

“Kau yakin?”

Rinrin mengangguk tertahan karena Kris masih betah menempelkan kening mereka berdua. Sampai sebuah suara menginterupsi kegiatan mereka.

“Serahkan yeoja itu!”

Kris sontak mengalihkan pandangannya. Kini tampak lima orang bertopeng tengah berdiri dihadapannya. Tiga diantaranya terlihat tinggi dan dua orang lagi terlihat chibi alias tidak terlalu tinggi.

“Siapa kalian!?” Tanya Kris waspada. Dia menarik tubuh Rinrin ke belakang tubuhnya agar dia mudah untuk melindunginya.

“Kau tidak perlu tahu!” ujar salah satu namja bertopeng itu dan langsung menyerang Kris dengan tinjunya. Namun dengan gerakan refleks Kris yang cepat, tinju itu hanya mengenai udara kosong. “Cih! Kalian jangan diam saja, cepat bawa gadis itu!” perintahnya dan mulai menyerang Kris lagi.

Kini Kris dan namja bertopeng itu tampak bertarung sengit. Dua orang temannya yang bertubuh tinggi membantunya. Sehingga kini terjadi perkelahian tiga lawan satu.

Sementara dua orang lain sedang mencoba menculik Rinrin. “Jangan harap bisa semudah itu!” desis Rinrin sambil memasang kuda-kudanya.

“Aish! Aku lupa kalau anak ini bisa berkelahi,” desis salah satu namja bertopeng.

“Tapi wanita tetap lah wanita. Kau serang dia dari depan, dan aku dari belakang hyung.” Titah namja bertopeng yang berpostur lebih tinggi daripada namja bertopeng yang lain.

Namja itu mengangguk mengerti dan memulai serangannya terhadap Rinrin.  Dengan cepat dia menarik tangan Rinrin dan memutarnya ke belakang. Sehingga kini posisi namja itu berada di belakang.

Rinrin meringis pelan. Dia mulai mengumpulkan tenaganya dan bersiap untuk menyikut namja di belakangnya. Tapi sebelum dia benar-benar melayangkan aksinya..

DUK

Dengan sekali pukulan Rinrin pun jatuh tak sadarkan diri.

“Yak! Apa yang kau lakukan?” tanya namja yang sedang menahan tubuh Rinrin. Dia terlihat sedikit panik.

“Aku hanya memukul titik kesadarannya hyung, tidak apa-apa. dia hanya pingsan, ayo cepat bawa ke mobil. Aku akan membantu yang lain dulu.”

Namja itu mengangguk dan segera mengangkat tubuh Rinrin menuju mobil Van hitam yang telah disediakan. Disana terdapat namja berkulit putih pucat yang sudah siap untuk menjalankan Van nya.

“Masukkan perlahan, mana yang lain?” serunya sambil melirik dari arah kaca spion saat namja bertopeng itu memasukkan tubuh Rinrin ke dalam Van.

“Masih menangani Kris hyung, aku rasa itu tidak mudah.”

“Aku mengerti, naiklah. Kita jemput saja mereka dan tinggalkan Kris. Kita hanya membutuhkan Rinrin.” Namja bertopeng itu mengangguk setuju.

Kris menangkis semua serangan yang terarah padanya. Walaupun kini dia diserang empat orang sekaligus, tapi ia tidaklah mudah untuk dikalahkan. Kris kembali melayangkan tinjunya ke arah pria bertopeng yang tingginya hampir menyamainya. “Jangan harap kalian bisa pergi dengan membawa istriku!” desis Kris dengan amarah di dalamnya.

Pukulan Kris berhasil mengenai salah satu pria bertopeng itu. Tapi sepertinya itu bukan masalah baginya. Karena sekarang dia mulai membalas pukulan Kris dengan tendangannya dan berhasil membuat Kris tersungkur ke belakang.

CKIT

“Ayo cepat masuk!” seru pria bertopeng yang berada dalam Van hitam. Tanpa pikir panjang para pria bertopeng itu langsung masuk kedalam mobil dan meninggalkan Kris yang masih tersungkur.

“Haaaa.. ini benar-benar menegangkan. Lebih daripada menonton film action!” seru salah satu pria bertopeng seraya melepas topengnya.

“Kau benar. Aku harap gege tidak apa-apa setelah ku tendang tadi.”

“Tenanglah, Kris bukan namja lemah. Sekarang kita bawa Rinrin ke tempat yang aman.”

~ ( ^,^ ~ )( ~ ^,^ ) ~

Kris berjalan sedikit tertatih akibat rasa nyeri akibat tendangan di perutnya. Tangannya masih sibuk menghubungi nomor Rinrin.

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif”

Kris mendesah pelan. Ini sudah kesekian kaliannya dia menghubungi Rinrin. Tapi ponsel yeoja itu sepertinya memang sengaja dimatikan oleh para penculik.

“Hyung! Kau kenapa?!” teriak Kyungsoo atau Dio, saat Kris memasuki dorm dengan terpincang-pincang. Dengan cekatan Dio langsung mendudukkan Kris di sofa terdekat.

“Omo! Kris oppa kenapa Dororo?” pekik Hae Yeon dari arah dapur. Dio menggeleng pelan. “Tolong ambilkan Kris hyung air chagi,”

Hae Yeon mengangguk paham dan langsung melesat ke arah dapur.

“Kemana yang lain?” Tanya Kris dengan alis bertaut. Tumben sekali dorm sepi. Biasanya kalau jadwal mereka senggang, para yeoja akan datang berkumpul. Tapi kali ini dia tidak menemukan siapapun kecuali Dio dan Hae Yeon.

“Mereka sedang pergi. Lay hyung, Kai dan Chen pergi berbelanja. Luhan dan Sehun sedang double date. Xiumin, Chanyeol dan Baekhyun hyung sedang pergi entah kemana. Terakhir Suho hyung pergi menemui Aegy.” Seketika tubuh Kris menegang saat mendengar nama Aegy. Bagaimana ini? Apa dia harus menghubungi Aegy dan mengatakan bahwa Rinrin diculik?

Keringat dingin mengalir di dahinya yang indah. Kecemasan yang teramat sangat meliputi dirinya. “Oppa! Ini airmu, minumlah agar kau lebih baik.” Kris tersentak saat Hae Yeon menyodorkan segelas air untuknya. Dia mengambil gelas itu perlahan dan meminumnya sedikit.

“Sebenarnya kau kenapa hyung? Apa terjadi sesuatu? Bukankah tadi kau pergi menemui Rinrin?”

Kris hanya tertunduk. Hae Yeon dan Dio hanya saling melempar pandangan. “Rinrin.. di culik…” desis Kris pelan sepelan hembusan angin.

“MWO?!” pekik Hae Yeon dan Dio bersamaan. “Bagaimana bisa? siapa yang mengincar Rinrin eonnie oppa? Apa kau sudah menghubungi polisi?” Tanya Hae Yeon beruntun.

Kris hanya menggeleng pelan. Dia bingung. “Aku tidak tahu.”

“Lalu, apa Aegy sudah tahu soal ini?” Tanya Dio hati-hati.

Lagi-lagi Kris menggeleng. “Aku takut dia akan mengamuk.” Desisnya.

“Tapi dia akan lebih mengamuk lagi jika kau menyembunyikannya oppa, coba kau bicara padanya. Aku akan mengabari yang lain agar bisa mencari Rinrin eonnie,” seru Hae Yeon.

Dio mengangguk setuju. “Benar hyung, kau beritahu Aegy saja. Biar kami urus yang lain agar membantu mencari Rinrin.”

Dio dan Hae Yeon langsung beranjak menjauh dari Kris. Keduanya tengah sibuk menghubungi para member EXO dan Ppappiyong family. Sedangkan Kris menatap ponselnya diam. Entah kenapa dia sedikit ragu menghubungi Aegy. Apa lagi kalau dia menghubungi untuk memberitahu berita buruk.

 

“Tapi dia akan lebih mengamuk lagi jika kau menyembunyikannya oppa”

Perkataan Hae Yeon berputar kembali di kepalanya. Oke. Yeoja itu memang sedikit mengerikan. Kau harus terima nasibmu Kris, pikirnya. Sebelum akhirnya dia menekan nomor ponsel Aegy dan menghubunginya.

 

“Ahh~ tiang listrik~ ada apa menghubungiku?”

‘Benar-benar blak-blakan sekali bocah ini’ -_-

 

“Halo~ kau masih disana?”

Kris berdeham pelan sebagai jawaban. Kau harus siap Kris. “Begini Aegy-ah..”

 

“Nde? Ada apa?”

“Rinrin..”

 

“Ri-ah kenapa? Bukankah dia bersamamu?”

“Memang, tapi dia… diculik..”

 

“MWO?!?! APA KATAMU!!! DICULIK!!” Sontak Kris langsung menjauhkan ponselnya karena suara teriakkan Aegy yang membuat telinganya berdengung.

 

“YA!!! Bagaimana bisa!? Apa kau tidak menjaganya tiang listrik!?”

“Tentu aku menjaganya Shin Aegy! Jangan berkata seolah aku tidak melakukan apa-apa! Aku sempat menahan sebentar, tapi saat itu aku sendirian sedangkan mereka berlima.”

 

“Aish! Jinjja!! Lalu kau sudah lapor polisi?! Dimana kau sekarang?!  Lalu dimana Ri-ah diculik?”

“Belum..” Kris menarik nafas sebentar. “Mungkin nanti aku akan memberi laporan.”

 

Aish! Lalu kau dimana? Aku akan segera kesana. Aku rasa kita butuh rencana.”

“Arraseo. Sekarang aku berada di dorm.”

 

“Baiklah..”

Kris mengakhiri panggilannya dengan Aegy. Pikirannya menerawang jauh. Rinrin.. apakah yeoja itu baik-baik saja?

~ ( ^,^ ~ )( ~ ^,^ ) ~

Rinrin mengerjapkan matanya perlahan mencoba membiasakan diri dengan cahaya. Matanya menatap sekeliling. Ini dimana? Seperti kamar, tapi ini bukan kamarnya. Ini seperti.. hotel?

“Kau sudah bangun chagi~” Rinrin sontak membulatkan matanya tidak percaya. “KAU!?”

“Uwo~ reaksimu berlebihan sekali chagi~”

“Jangan tertawa SHIN AEGY!!! Kenapa aku ada disini?”

Aegy masih setia tertawa dengan keras saat melihat Rinrin yang kini tengah menatapnya tajam. “Haha,, oke, oke, aku jelaskan. Tapi tidak usah bertampang seperti itu Ri-ah, kau tampak menyeramkan,” ledek Aegy yang langsung mendapat lemparan bantal dari Rinrin.

“Kau pikir ini lucu?!” Marah Rinrin.

“Hoho~ mianhae~ kau tahu? Ini sangat seru!” Aegy menyipitkan matanya dan tersenyum licik. Sedangkan Rinrin masih menatap Aegy tajam. “Aku menunggu Shin Aegy.”

“Baiklah aku jelaskan, kau ini tidak sabaran sekali,” gerutu Aegy. Kini dia mengambil posisi untuk bersandar di samping Rinrin. “Kau ingat hari ini tanggal berapa?”

“Tanggal 6, wae?”

“Bagus! Dan kau tahu hari ini hari apa?”

“Tentu! Hari ini kan Kris jelek ulang tahu_” Perkataan Rinrin terhenti saat dia menyadari sesuatu. “Jangan bilang kalau kau sedang..”

Aegy mengangguk senang. “Tepat sekali! Dan semua sedang ambil bagian dalam drama ini.”

“Semua?” Aegy mengangguk. “Jadi semua sudah tahu?” lagi-lagi Aegy mengangguk. “Berarti hanya aku yang belum tahu?” pekik Rinrin.

Aegy hanya tersenyum tiga jari dan membuat V sign dengan jarinya. “Aku memang sengaja tidak memberitahumu di awal. Karena tidak akan seru.”

PLETAK

Rinrin menjitak kepala Aegy dengan gemas. “Kenapa menjitakku sih!?” protes Aegy dengan bibir mengerucut.

“Kau itu benar-benar ya..”

“Benar-benar apa? Aku cantik? Aku imut? Aku manis?” tanya Aegy narsis. Tapi sedetik kemudian dia menutup kepalanya sendiri saat Rinrin bersiap untuk kembali menjitak kepalanya. “Arra, arra, aku memang sengaja tidak memberitahumu karena agar Kris tidak curiga dari awal.”

“Dan membuatku merasa takut karena diculik begitu?”

Aegy menggosok-gosokkan telapak tangannya. “Mianhae, aku hanya ingin mendapat kesan yang sempurna untuk adegan penculikan. Kalau kau tahu dari awal, belum tentu Kris langsung percaya dengan aktingmu.”

Rinrin menatap Aegy datar. “Kau meragukan kemampuan beraktingku.”

Lagi-lagi Aegy membentuk V sign dengan jarinya. “Aku tidak ragu. Hanya rasanya kurang puas. Dengan begini kan aku juga bisa mengerjaimu.” Aegy menjulurkan lidahnya.

Rinrin mendengus pelan. “Lalu, setelah ini apa yang akan kita lakukan?”

Aegy kembali tersenyum. Matanya terlihat berbinar. “Aku butuh dirimu untuk melakukan ini. Kita buat ini seperti nyata.”

Rinrin hanya menatap Aegy tidak mengerti. Terkadang sepupunya ini sulit untuk ditebak.

“Bumma, HyoHyo, Min Rin eonnie! Ayo kita mulai beraksi.” Teriak  Aegy sebelum Je Hwa, Hyeon Hyo dan Min Rin masuk ke dalam kamar.

“Bumma siap Yeppo.” – Je Hwa-

“Aku siap saeng!” – Min Rin-

“Aku juga Siap eonnie!” – Hyeon Hyo-

“Bagus, sekarang kalian bisa mulai. Aku akan menemui tiang listrik itu dulu.”

“Mwo? Ya! apa yang ingin kalian lakukan? Ya! Shin Aegy? Kyaaaaa…”

BLAM

“Siapa yang menjerit?” tanya Suho memalingkan pandangannya ke arah Aegy saat yeoja itu baru saja keluar dari kamar.

“Tentu saja Ri-ah~” jawab Aegy santai dan mengambil posisi duduk di samping Suho dan langsung berkutat dengan ponsel Rinrin yang ada di tangannya.

“Idemu benar-benar gila Aegy-ah, harusnya kau lihat saat kami menculik Rinrin.” Cerita Sehun semangat. Aegy hanya tersenyum simpul. “Aku tahu. Karena aku sudah membayangkannya.”

“Jadi sekarang bagaimana?” Tanya Xiumin yang masih sibuk dengan ponselnya. Sepertinya dia sedang berkirim pesan dengan seseorang. Mungkin kah yeojachingunya? Molla, hanya Xiumin dan Tuhan yang tahu. *duak*

“Sebagian ada yang disini dan sebagian lagi kembali ke dorm.”

“Aku rasa kita harus kembali Ae-chan, tidak mungkin kalau kau tidak hadir sementara sepupumu diculik.” Aegy mengangguk paham mendengar usul Suho. “Eh, Kikkie oppa mana? Chan-Chan dan Hye Min juga tidak ada?” tanya Aegy saat menyadari ada yang kurang dari para ‘pelaku penculikan’.

“Baekhyun hyung, Chan Yeol hyung dan Hye Min kembali terlebih dahulu. Dia bilang agar tidak mencurigakan,” jawab Sehun.

“Baiklah. HunHun kau tunggu disini.” Sehun mengangguk paham. “Tunggu, lalu kemana Luhan gege dan TaoTao?” tanya Aegy lagi.

“Mereka sedang membeli perlengkapan pesta, Ae-chan,” jawab Suho.

Aegy mengangguk-angguk paham. Kini dia bangkit dari duduknya dan menghampiri Xiumin. “Kajja kita pulang, saatnya kita berakting~ XiuPao~!” seru Aegy seraya menggandeng lengan Xiumin manja. Xiumin mengangguk setuju.

Tapi sebuah tangan tiba-tiba menghentikan langkah Aegy dan Xiumin. “Hey hey.. tidakkah kau ingat ada aku disini Ae-chan?” Suho menatap datar tangan Aegy yang masih merangkul lengan Xiumin.

“Hahaha, tidak usah berwajah seperti itu Suho-ya.” Xiumin tertawa kecil dan melepaskan tangan Aegy dari lengannya. “Lebih baik kau dengannya Aegy-ah, kau tidak ingin dia berubah jadi iblis kan saat marah?” bisik Xiumin yang tentu masih bisa didengar oleh Suho karena jarak mereka yang dekat.

Xiumin tersenyum dan menepuk bahu Suho sebelum dia benar-benar menghilang di balik pintu.

“Ck, ada aura tidak enak disini. Je Hwa noona~ ijinkan aku membantumu~” seru Sehun yang langsung meninggalkan HoAe yang masih diam.

Hening. Suho hanya menatap Aegy dalam diam. Sedangkan Aegy hanya membalas tatapan Suho tanpa ingin membuka suaranya. Aegy senantiasa menatap namjachingunya dengan seksama. Sepertinya ada yang berbeda dengan Suho. Bukan karena aura cemburu yang Suho keluarkan, melainkan..

“Kau memotong rambutmu RaMyun-ah?” Suara Aegy memecahkan keheningan diantara mereka. Suho hanya menampakkan wajah terkejutnya yang lucu menurut Aegy.

Perlahan Aegy beranjak mendekat ke arah Suho. Tangannya terulur menyentuh kepala Suho dan membelainya lembut. “Kau sangat tampan dengan rambut ini. Kenapa aku bisa tidak meyadarinya tadi? Kapan kau memotongnya?”

“Eh?” Suho sedikit terkejut dengan sikap ceria Aegy yang masih membelai rambutnya. “Aku memotongnya baru-baru ini.” Ya, Suho memang memotong rambutnya lebih pendek. Itu adalah bagian dari rencana comeback EXO sebentar lagi.

“Sangat manis, aku suka~” tangan Aegy kini beralih mencubit ke dua pipi Suho gemas. “Kau tampak lebih muda~”

“Ya! kau pikir aku sudah tua? aku masih muda tahu,” bela Suho tidak terima. Secara tidak langsung Aegy mengatakan dia sudah tua kan?

Aegy tertawa kecil. Dia selalu suka saat menggoda Suho dan setiap ekspresi Suho saat dia mulai menggodanya. “Aku tahu. Sekarang kita pergi, sebelum ‘Tiang listrik’ itu curiga.”

“Ck! Kau suka sekali sih mengganti nama orang dengan julukan yang aneh-aneh?”

“Itu agar aku mudah mengingat nama mereka RaMyun-ah, kau tahu kan daya ingat ku ini sedikit..” Aegy memutar telunjuknya di samping kepalanya. Suho tertawa pelan. “Aku tahu. daya ingatmu itu benar-benar payah.”

“Aish! Tidak usah diperjelas pabo!”

Suho tertawa puas dan mengacak rambut Aegy gemas. “Arra, ayo kita pergi.” Suho mengulurkan tangannya. Aegy mengangguk dan memembalas uluran tangan Suho. “Kajja.”

~ ( ^,^ ~ )( ~ ^,^ ) ~

At EXO dorm

Kini Kris, Dio, Hae Yeon, Aegy, Suho, Chan Yeol, Hye Min, Lay, Chen, Xiu Min, Baek Hyun dan Kai sedang duduk melingkar di meja makan. Wajah mereka tampak muram.

Kris pun tidak ubahnya seperti mayat hidup yang hanya menatap kosong ponselnya. Masih terlihat jelas pesan dari para penculik.

 

Jika kau ingin yeoja ini selamat. Jangan lapor polisi. Jika kau berani lapor polisi, aku tidak akan segan-segan untuk ‘mengotori’ tubuh yeoja cantik ini. Atau mungkin membunuhnya?

Kris menelan ludahnya kasar. Otaknya benar-benar tidak bisa berfikir sekarang ini. Mengotori? Bunuh? Astaga! Bahkan dia yang sudah menikah dengan Rinrin pun belum pernah menyentuh tubuh yeoja itu, dan sekarang penculik itu bilang ingin mengotorinya? Kris mengepalkan tangannya geram. Dia benar-benar kesal sekarang ini.

BRAK!

Kris menggebrak meja dan membuat semua mata terarah padanya.

“Kenapa hyung?” Tanya Lay cemas.

“Aku tidak bisa diam saja Lay, aku harus segera mencari Rinrin.”

“Tapi kau ingin mencari kemana hyung? Memang kau punya petunjuk?” tanya Kai

Kris menggeleng pelan dan mendesah. “Aku tidak tahu..” kemudian dia kembali terduduk dengan lemas.

“Apa kau tidak ingat dengan tampang penculiknya?” tanya Hye Min.

Lagi-lagi Kris menggeleng. Semua terlihat menghela nafas.

“Apa yang harus kita lakukan? Kita tidak bisa lapor polisi, lalu bagaimana dengan nasib Ri-ah, RaMyun-ah? Aku takut..” desis Aegy perlahan. kepalanya tertunduk dan tubuhnya bergetar. Bukan karena dia menahan tangis, melainkan karena dia sedang menahan tawanya agar tidak meledak saat itu juga.

“Tenanglah Ae-chan..” Suho mengelus-ngelus punggung Aegy pelan. sebenarnya dia tahu jika Aegy sedang menahan tawa sekarang.

Kris yang tidak menyadarinya pun hanya ikut tertunduk mendengar ucapan Aegy. Dia juga sama takutnya dengan Aegy. Terlebih lagi Rinrin adalah istrinya. Dia merasa gagal menjadi seorang suami.

“Lebih baik kita mencari Rinrin, berdiam diri seperti ini juga tidak ada gunanya kan?” usul Chen.

“Tapi kita akan mencari kemana oppa? Bahkan Kris gege pun tidak tahu Rinrin eonnie dibawa kemana.” ujar Hae Yeon.

“Tapi setidaknya itu jauh lebih baik dari pada kita hanya berdiam diri disini.”

“Aku setuju dengan usul Chen,” terang Baek Hyun. Chan Yeol dan Hye Min pun ikut mengangguk-angguk setuju. Wajah mereka sudah memerah karena menahan tawa. Jadi sebisa mungkin mereka ingin segera pergi agar bisa tertawa tanpa ketahuan oleh Kris tentu saja.

“Tapi kita akan mencari kemana? Kota Seoul ini sangat luas. Mungkin saja kan Rinrin eonnie juga sudah dibawa kabur keluar Kota atau lebih parahnya lagi ke luar Negeri.” Hae Yeon terlihat khawatir.

Dio mengelus punggung Hae Yeon lembut. “Jangan berfikiran seperti itu chagi, jangan membuat semua makin panik.”

“Ta_” perkataan Hae Yeon terputus karena Dio meletakkan jari telunjuknya di bibir Hae Yeon. “Tenanglah..” desisnya kemudian. Hae Yeon mengangguk paham. Sebenarnya dia tahu jika ini adalah sekedar akting, tapi entah kenapa rasa cemas benar-benar meliputinya saat ini. Mungkin dia terlalu mendalami perannya.

“Aku setuju dengan Chen. Aku akan mencari Rinrin.” Kris langsung bangkit dari duduknya.

“Hey, tiang listrik! Tunggu! Kau ingin mencari kemana?” teriak  Aegy yang ikut bangkit menyusul Kris.

“Eh?” langkah Aegy langsung terhenti saat melihat manager EXO di depan pintu bersama dengan Kris.

“Wae?” Bisik Suho yang sudah berada disamping Aegy. Matanya mengikuti arah pandang Aegy dan kemudian mengangguk. “Sepertinya manager hyung sedang mengingatkan jadwal untuk merayakan ulang tahun Kris bersama fans.”

Sontak Aegy langsung menoleh ke arah Suho. “Aku lupa kalian ada acara seperti itu!” Aegy menepuk keningnya sendiri.

“Kau ini, lalu bagaimana?” tanya Suho yang masih berbisik. “Tentu harus menunggu acara kalian selesai dulu bukan?” Suho mengangguk.

“Ah, hyung sudah selesai.” Suho lantas mendekati Kris yang masih terpaku di depan pintu. Dia menepuk pundak Kris pelan. “Gwenchana?” tanyanya lembut.

“Bagaimana aku bisa hadir di acara pesta ulang tahunku sementara gadis yang aku cintai tidak tahu nasibnya seperti apa.” Tubuh Kris merosot ke lantai. Kini dia mengacak rambutnya frustasi. “Shin Rinrin!!”

~ ( ^,^ ~ )( ~ ^,^ ) ~

Rinrin tampak meringkuk di pojok ruangan dengan memeluk kedua lututnya. Pandangannya matanya tajam waspada. Pipinya penuh dengan luka lebam. Di sudut bibirnya terdapat bercak darah segar. Baju yang dipakainya sedikit sobek di bagian lengannya dan jangan lupakan rambutnya yang berantakan seperti orang gila.

KLIK

“Yak! Selesai~ kurasa gambar yang ini sangat bagus,” seru Se Hun semangat. Matanya masih terus memperhatikan gambar di layar ponselnya.

“Sepertinya kau sangat menikmati peranmu Chubby,” Je Hwa tersenyum kecil ke arah Rinrin yang beranjak dari pojok ruangan dan mendudukkan dirinya di sofa.

“Aku tidak menikmati bunda, tapi aku hanya professional,” ujar Rinrin seraya mengambil cermin dan pembersih make up guna menghapus make upnya. Tentu saja luka lebam dan bercak darah di sudut bibirnya adalah make up yang dihasilkan oleh Je Hwa, Hyeon Hyo dan juga Min Rin.

“Tapi kau terlihat meyakinkan Rinrin.” Sehun masih berdecak kagum dengan hasil gambarnya.

“Apa sebagus itu jika di kamera?” tanya Min Rin yang sedang meniup balon untuk persiapan pesta. Sehun mengangguk dan langsung memberikan ponselnya pada Min Rin.

Tanpa pikir panjang, Min Rin langsung mengambil ponsel Sehun dan melihat gambar Rinrin dengan seksama. Tao yang duduk disamping Min Rin pun ikut ambil bagian melihat.

“Woah~ Kakak ipar keren!” puji Tao. Bahkan kini dia mengacungkan kedua ibu jarinya. Min Rin mengangguk setuju. “Kau hebat saeng~” desisnya.

“Kau harusnya jadi artis saja eon,” usul Hyeon Hyo yang sedang memberikan balon untuk luhan. “Yang ini tiup juga ya Xiao Lu.” Sedangkan Luhan yang masih meniup balon hanya memberi tatapan Yang-ini-juga?

“Aku tidak mau, aku lebih suka dengan keadaanku sekarang.” Rinrin meletakkan cermin di atas meja. Ia bangkit dari duduknya dan sedikit meregangkan tubuhnya. “Sekarang sudah selesaikan? Aku ingin ganti baju,” seru Rinrin seraya berjalan ke arah kamar mandi.

BRAK!

“Aku datang~”

Pandangan semua orang langsung teralih pada suara gebrakan pintu. Dan ulah siapa lagi kalau bukan dia, si biang rusuh. Shin Aegy.

“Apa persiapan di sini sudah siap?” Tanya Aegy yang langsung mendudukkan dirinya di sofa.

“Sedikit lagi. Yang lain mana?” kini Luhan berbalik bertanya karena hanya melihat Aegy, Suho dan juga Baekhyun yang datang.

“Chen, Lay ikut Kris mencari Rinrin. Lalu Hae Yeon dan Kyungsoo sedang membeli cake untuk Kris,” jelas Suho yang kini ikut duduk di samping Aegy.

“Lalu YoYeol dan Hye Min?” Je Hwa tampak mengerutkan alisnya.

“Pergi kencan. Cih! Modus sekali bocah itu,” dengus Baekhyun. Dia menaruh kantung plastik belanjaannya dengan sedikit kasar. Sepertinya dia sedikit cemburu karena Chanyeol soulmatenya lebih memilih Hyemin daripada dirinya. Hey hey -_-

“Hyung bawa makanan ya?” Seru Sehun yang langsung mengobrak-abrik (?) kantung plastik yang dibawa Baekhyun. Dan Baekhyun pun hanya menganggukkan kepala untuk menjawab pertanyaan Sehun.

“Lalu Kai?” Tanya Tao.

“Pergi dengan yeojanya,” sahut Suho. Sedangkan yang lain tampak mengangguk-angguk mengerti.

“Hey~ mana Ri-ah, lalu bagaimana hasil fotonya?” tanya Aegy antusias.

“Ini.” Min Rin memberikan ponsel Sehun kepada Aegy. Baekhyun dan Suho pun langsung merapat ke arah Aegy karena penasaran dengan hasilnya.

“Woaaahh~” ketiganya tampak berdecak kagum serta menggeleng-gelengkan kepala.

“Haruskah kalian bersikap berlebihan seperti itu?” ujar Rinrin dari arah kamar mandi. Kini dia sudah selesai mengganti pakaiannya.

“Tapi kau benar-benar keren Rin-ah!” Puji Baekhyun. Bahkan kini dia mengangkat kedua ibu jarinya sama seperti halnya dengan Tao tadi.

“Aish! Kalian berlebihan.”

“Kami tidak berlebihan. Ah, dan kau tahu bagaimana wajah Tiang listrik itu saat kau diculik?” Rinrin menatap Aegy datar. Kenapa yeoja ini terdengar senang sekali? “Paling dia hanya menunjukkan wajah dinginnya itu.”

Aegy tersenyum dan menggeleng cepat. “Kau salah. Harusnya kau lihat, dia terlihat sangat frustasi.” Aegy tertawa senang. Bahkan kini dia bertepuk tangan.

Pletak!

Sebuah jitakan kecil mendarat di kepala Aegy. “Jangan tertawa. Harusnya kau kasihan melihat Kris hyung seperti itu Ae-chan.” Aegy mengerucutkan bibirnya. “Biar saja. Kapan lagi bisa melihat wajahTiang listrik yang sedang khawatir, Aku bosan melihat wajah dinginya. Lagi pula kita jadi tahukan sebesar apa Tiang listrik itu mencintai Rinrin.”

Rinrin tertegun. Pikirannya jauh melayang menuju satu orang. Kris. Benarkah namja itu mengkhawatirkannya? Benarkah namja itu sangat mencintainya?

“Yang Aegy katakan memang benar. Aku belum pernah melihat wajah Kris hyung sepanik itu.” Suara lembut Baekhyun menyadarkan Rinrin dari lamunan kecilnya. Rinrin tersenyum dan mengangguk pelan. Ya, dia harus percaya. Kris itu suaminya kan? Tentu dia harus merasa khawatir.

“Oh ya eon, foto ini mau diapakan?” tanya Hyeon Hyo yang kini sedang mengemut lolipopnya.

Aegy menyeringai  kecil. “Tentu akan ku tunjukkan pada Tiang listrik itu.” Kini Aegy menyeringai lebar. Membuat semua yang ada disana membidik ngeri karena aura hitam yang dikeluarkan Aegy.

“Sepertinya aku tidak boleh membiarkan Ae-chan terlalu sering melihat film action atau misteri lagi,” gumam Suho sambil menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi.

“Sudahlah, lebih baik kita hias ruangan ini sebelum kita kehabisan waktu,” titah Je Hwa. Semua tampak mengangguk setuju.

Kini mereka mulai menghias ruangan. Mulai dari pojok ruangan yang mereka hias dengan balon-balon. Lalu langit-langit mereka beri dengan pita-pita panjang yang berwarna-warni.

Semuanya tampak senang melakukannya. Bahkan kini Hyeon Hyo tengah asik bermain-main dengan balon. Sementara Luhan sudah gemas karena menunggunya dari tadi. “Hyo Xin! Berhenti main dengan balon itu, aku sudah pegal berdiri disini.” Hyeon Hyo tertawa senang melihat wajah bête Luhan. “Ini. Wajahmu sangat tampan jika kau marah Xiao Lu~” goda Hyeon Hyo. Kemudian tangannya mengulurkan balon pada Luhan untuk ditempelkan di langit-langit kamar.

“Noona~ lihat~” pandangan Je Hwa teralih pada Sehun yang kini sedang mengikat pita pada lehernya dan membentuknya seperti kado. Dan jangan lupakan puppy eyesnya yang menambah kesan manis tersendiri dari seorang Oh Sehun. “Bagaimana noona, aku menggemaskan tidak?”

Je Hwa tersenyum dan mengacak rambut Sehun gemas. “Tidak perlu pakai seperti ini Sehunnie. Kau diam pun, kau sangat menggemaskan.” Dan kini keduanya hanya tersipu malu.

“Kau sudah menyiapkan hadiah untuk Kris hyung, Rin-ah?” Rinrin mengangguk dan mulai menempelkan pita-pita pada dinding. “Kau beri hadiah apa?”

Rinrin tersenyum sekilas pada Baekhyun. “Hanya sesuatu oppa. Aku juga tidak yakin. Kau tahu kan Kris jelek itu pasti sudah mendapat banyak hadiah dari fansnya?” Baekhyun mengangguk setuju. Dulu saat dirinya ulang tahun pun dia mendapat banyak hadiah dari fans.

Kini keduanya kembali menempel hiasan di dinding dalam diam. Tak jauh dari sana. Tampak Min Rin menatap semua couple (Ex : Rinrin dan Baekhyun) dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Kris gege enak ya? saat ulang tahun di beri kejutan seperti ini. Saat Suho oppa ulang tahun juga Aegy memberinya kejutan. Hanya aku yang tidak memberikan kejutan pada Tao.”

“Noona..” Tao menatap Min Rin sendu. “Aku.. aku juga ingin diberi kejutan seperti mereka,” lirih Min Rin yang masih bisa terdengar oleh Tao.

Tiba-tiba Min Rin tertawa kecil. “Haha, lupakan apa yang aku bicarakan Tao-ah. Aku hanya asal bicara.” Min Rin langsung mengalihkan pandangannya dan kembali berkutat dengan pita-pita di tangannya.

“Mianhae noona..” Batin Tao.

“Kau kenapa Ae-chan? Kenapa menatap Tao dan Min Rin seperti itu?” Suho menatap Aegy tidak mengerti. Sudah dari tadi yeoja itu hanya menatap lurus ke arah Tao dan Min Rin yang sedang menyusun pita-pita. “Sepertinya kita butuh satu cake dan kejutan lagi.”

Suho mengerutkan alisnya. “Kau bicara apa sih?” Aegy menatap Suho dan tersenyum lembut. “Hanya sesuatu.” Kemudian tangan Aegy bergerak lincah menekan-nekan tombol di ponselnya.

 

“Yeoboseo”

“HaeHae, aku butuh 1 cake lagi. Tapi jangan tunjukkan pada siapapun.”

 

“Eh, untuk apa eonnie?”

“Sudah turuti saja. Nanti aku jelaskan.”

 

“Arra. Aku akan beli satu lagi.”

“Bagus. Aku tunggu.”

 

“Nde.”

Piip

Aegy memutuskan panggilannya dan tersenyum puas. Matanya melirik jam tangan yang melingkar indah di pergelangan tangannya. “Baiklah, para namja kalian boleh kembali. EXO M punya jadwalbukan?” Luhan dan Tao mengangguk.

“Oke, kalian kembalilah. Aku akan selesaikan urusan disini. Tinggal menunggu klimaks dan kita akan selesai.” Aegy kembali menyeringai.

“Aigoo.. kerasukan setan apa yeojaku ini,” hela Suho lelah.

~ ( ^,^ ~ )( ~ ^,^ ) ~

Kris hanya menunduk lesu. Hari ini dia sudah mencari Rinrin kemana-mana, namun hasilnya nihil. Yeoja itu lenyap bagaikan ditelan bumi.

“Kau baik-baik saja gege?” Kris tersenyum singkat ke arah Tao yang kini berdiri di hadapannya. “Aku baik-baik saja.”

“Kau harus kuat hyung. Suho dan yang lain akan mencari Rinrin selama kita merayakan ulang tahunmu.” Lay menepuk bahu Kris pelan. berusaha mencoba menyalurkan kekuatan pada leadernya itu.

“Setidaknya kau harus tersenyum saat ini Kris. Demi fans. Jangan biarkan mereka curiga,” saran Xiumin yang diiringi anggukan kecil dari Chen.

Kris mengangguk singkat. Ia menghela nafas panjang dan kemudian menyungingkan sebuah senyuman yang jarang sekali dia sunggingkan seharian ini. “Aku mengerti,” ujarnya kemudian. Namja tinggi itu menatap baby Alpaca dengan syal biru dan kacamata hitam yang sedang terduduk manis di sofa. “Kau harus menemani appa nak, hingga eommamu pulang.”

Para member yang lain pun tersenyum, sedikit geli melihat tingkah aneh Kris. “Sekarang kita temui para fans dan merayakan ulang tahunmu Duizhang~” seru Luhan semangat. Yang lain pun mengangguk setuju.

Kini para pria tampan itu memasuki SM Building yang mereka gunakan untuk merayakan pesta. Puluhan atau bahkan ratusan fans sudah menunggu dengan sangat tidak sabar. Suara teriakan mereka membahana ke seluruh ruangan ketika para namja itu mulai memperkenalkan diri.

Semua tampak terlihat bahagia. Mereka tampak bercanda dan tertawa bersama. Mulai dari acara pembukaan, tiup lilin dan sesi permainan dan sampai sesi terakhir. Terdengar nada kecewa dari para fans saat mengetahui acara telah usai. Tapi mereka tetap memberikan dukungan terhadap para pria tampan itu.

“Xie Xie..” ujar EXO M sebelum mereka pergi meninggalkan acara.

Di belakang panggung.

Dengan tergesa-gesa Kris tampak melihat ponselnya. Karena tadi ponselnya sempat bergetar. Berharap jika Rinrin yang menghubunginya. Tapi harapannya sirna saat melihat ponselnya. Tangannya bergetar hebat. Tampak Rinrin tengah meringkuk dipojok ruangan dengan wajah lebam dan baju yang sobek.

 

Ah, aku dengar dari yeojamu kau berulang tahun hari ini? Kalau begitu selamat ya~ aku beri kau hadiah yang sangat indah. Dia cantik bukan? Jika kau ingin dia selamat, temui aku di Hotel XXX temui aku di kamar 21293.

“Kris, waeyo?” Tanya Xiumin yang terlihat khawatir.

“Gwenchana?” Luhan pun ikut bertanya karena melihat wajah pucat Kris.

“Gege…”

“Rinrin.. aku harus menemui Rinrin!” Kris langsung berlari menerjang orang-orang yang sedang berlalu lalang di depannya. Di kepalanya hanya ada Rinrin. dia tidak perduli lagi dengan teriakan para member yang menyuruhnya untuk berhenti,  ia bahkan meninggalkan boneka baby Alpacanya tersayang yang kini teronggok di sudut ruangan begitu saja. Dia terus berlari ke tempat itu. Dia harus menyelamatkan Rinrin..

“Aigo.. anak itu cepat juga larinya ya?” Xiumin tampak menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Memang dia kenapa?” tanya Chen bingung. Dia memang mengetahui rencana penculikan Rinrin. Tapi dia tidak tahu apa yang baru saja di terima Kris hingga wajahnya berubah pucat pasi.

“Paling itu kerjaan Aegy, anak itu sudah kerasukan setan sepertinya,” cibir Tao.

“Tapi idenya lumayan bagus lho~” ujar Luhan dengan wajah innoncentnya. Membuat semua menatapnya horror.

“Lebih baik kita susul dia,” saran Lay.

Para member pun mengangguk setuju. “Ayo.”

~ ( ^,^ ~ )( ~ ^,^ ) ~

Kris turun dari taksi dengan tergesa-gesa. Keringatnya bercucuran. Nafasnya tersengal-senggal.

“Pemisi. Kamar nomor 21293 dimana?”

“Di.. dilantai 29 tuan..”

“Terima kasih.” Kris langsung berlalu dan mencari kamar yang dimaksud.

‘Shin Rinrin. Aku harap kau tidak apa-apa.’ Namun namja itu mendesah frustasi saat mengingat perihal foto tadi. Ia berharap semoga tidak terlambat.

~ ( ^,^ ~ )( ~ ^,^ ) ~

“Kau gila menyuruhku memakai baju ini Shin Aegy!” Aegy menutup telinganya saat mendengar teriakan dari Rinrin. “Bisakah kau diam, hanya untuk hari ini. Tidak kah kau ingin membuat Kris senang?” balas Aegy.

“Tapi kau tahu kan aku tidak pernah memakai yang seperti ini sebelumnya?”

“Ya kalau begitu kau pakai untuk kali ini saja.”

“Tapi ini membuatku risih.”

“Kau harus terbiasa!”

“Menurutmu siapa yang akan menang Hyo-ah?”

“Aku pilih Rin eonnie.”

Hyeon Hyo dan Hae Yeon tampak memperhatikan pertengkaran ‘tidak penting’ dari kedua sepupu itu dengan seksama. “Aku pilih Aegy eonnie. Sepertinya dia benar untuk kali ini.”

“Baik, kalau Rin eonnie yang menang. Kalau aku menang, kau harus traktir aku lollipop nde?” Hae Yeon mengangguk setuju. “Baik! Kalau aku yang menang. Kau harus memasak untukku selama seminggu.”

“Ok_”

PLETAK! PLETAK!

Dua buah jitakan mendarat tepat dikepala Hae Yeon dan Hyeon Hyo dengan sempurna. Keduanya pun hanya meringis sambil mengelus-ngelus kepalanya.

“Kau pikir aku tidak dengar apa yang kalian bicarakan eoh!?” kini Rinrin dan Aegy tengah berkacak pinggang dan menatap duo magnae mereka dengan tajam.

“Dua magnae melawan AeRin couple. Aku pilih AeRin. Kau pilih siapa eonnie?” Min Rin mengelus-elus dagunya. Dia tampak berfikir keras atas pertanyaan Hyemin. “Aku rasa AeRin lebih unggul daripada dua magnae itu.”

“Aku setuju dengan Min Rin. Aku pilih AeRin couple!” sambung Je Hwa.

“Oke, kalau gitu aku juga pilih AeRin.”

“Ya!!! eonnie!!!!!” hardik Aegy, Rinrin, Hyeon Hyo dan Hae Yeon bersamaan. Sedangkan Min Rin, Hye Min dan Je Hwa hanya tersenyum tidak jelas.

“Ck, ramai sekali. Ada apa ini?”

“Iya, seperti di pasar saja.”

“Darling~”

Pletak!

“Yak! Appo hyung, kau juga Baekhyun. Kenapa ikut-ikutan Suho hyung yang menjitakku.” Chanyeol mengerucutkan bibirnya lucu.

“Karena kau berisik Park Chanyeol,” dengus Baekhyun.

“Darling~ Baekkie jahat padaku~” Chanyeol langsung berlari memeluk Hye Min sebelum Baekhyun menjitak kepalanya lagi untuk yang kedua kalinya.

“Dia tidak akan menyakitimu Darling~” Hye Min mengelus rambut keemasan Chanyeol lembut.

“Ahh.. mulai lagi..” semua tampak menghela nafas melihat kelakuan YeolHye couple.

“Jadi Kris masih belum datang?” tanya Suho yang kini sudah duduk di samping Aegy. “Belum. XiuPao juga belum datang.” Aegy mengerucutkan bibirnya.

“Mereka sedang menuju kemari. Jadi ada kemungkinan mereka bersama dengan Kris,” ujar Kai yang baru saja mendapat kabar dari Luhan.

“Woah~ pertunjukan akan segera dimulai. Rin-ah, bisakah aku melihat saat kau memberikan cake itu pada Kris hyung?” mata Sehun tampak berbinar lucu.

“Tidak! Enak saja! Biarkan pengantin baru itu menikmati malam mereka berdua.”

Pletak!

“Ya! Ri-ah! Sudah berapa kali kau menjitakku hari ini eoh?!”

Rinrin mendengus kesal. “Apa maksudmu dengan pengantin baru menikmati malam mereka berdua eoh?!” Aegy hanya tersenyum tiga jari. “tentu malam kalian. Kau harus cepat-cepat membuatkan aku keponakan yang lucu Ri-ah~” goda Aegy dengan kerlingan nakal.

Seketika wajah Rinrin langsung memerah. “Dasar bocah gila! Kenapa kau tidak membuatnya terlebih dulu dengan Myunpa? Kalian kan lebih berpotensi mengingat kalian adalah skinship couple,” cibir Rinrin.

“Ya! apa maksudmu hmmppp…”  Aegy melirik tajam ke arah Suho yang kini tengah membekap mulutnya. “Tidak bisakah kau lebih tenang Ae-chan. Kau membuat Xiumin hyung dan yang lain bingung.”

Aegy membulatkan matanya dengan sempurna. “Sejak kapan kalian datang? Lalu Kris mana?!” pekiknya setelah Suho membebaskan bekapannya.

“Kris pergi terlebih dulu. Sepertinya dia sedang mencari kamar yang kau maksud Aegy-ah,” seru Luhan seraya menghampiri Hyeon Hyo dan merangkul pundak yeoja itu lembut.

“Kamar itu hanya berbeda satu lantai dengan kamar ini. Kalau begitu kau harus bersiap-siap Ri-ah.” Rinrin mengangguk ke arah Aegy. “Baiklah..”

“Ah, mana TaoTao?”

“Aku disini, kenapa?” jawab Tao yang sedang duduk di samping Min Rin.

“Ikut aku sebentar.” Tanpa mendengar jawaban dari mulut Tao, Aegy langsung membawa namja itu ke kamar mandi. *what?*

“Hey, ada apa ini?” Tanya Min Rin panik. Pandangannya matanya terarah pada Suho. “Aku tidak tahu.” Suho hanya menaikkan bahunya.

“Paling hanya membicarakan sesuatu. Tidak mungkin dia berani berselingkuh terang-terangan,” terang Rinrin santai.

“Siapa yang kau sebut berselingkuh Ri-ah!?” Aegy melipat kedua tangannya di depan. Dia telah kembali dari urusannya di kamar mandi bersama Tao. “Aku tidak akan pernah melakukan hal konyol seperti itu! Lagipula jika aku ingin berselingkuh, tentu aku akan mencari yang lebih dari RaMyun pabo itu.”

“Jadi maksudmu pandaku tidak lebih dari Suho oppa begitu?” Tanya Min Rin menyelidik. Dia tidak suka ada yang menjelek-jelekkan Pandanya. Tao-nya.

“Hey~ aku hanya bicara eonnie, aku tidak bilang Pandamu itu tidak lebih baik dari RaMyun,” jawab Aegy santai.

“Tapi kau secara tidak langsung mengatakan Pandaku tidak lebih dari Suho mu itu!” Min Rin mulai tidak terima melihat tingkah santai Aegy.

“Hey! Bisa kah kalian diam! Kita tidak sedang ada di medan perang sekarang. Chubby, sebaiknya kau lihat Kris gege. Siapa tahu dia sudah berada di kamar itu. Sebelum dia pergi lagi karena mengira kau tidak ada.”

Rinrin menggangguk paham dan pergi dengan cake di tangannya. Je Hwa kini menatap Aegy dan Min Rin tajam. “Kalau kalian ingin bertengkar, kalian bisa melanjutkannya di luar. Aku tidak ingin melihat pertengkaran atau perdebatan konyol kalian lagi.”

Aegy dan Min Rin mengangguk paham. Keduanya kini tengah duduk di tempatnya masing-masing.

“Kau harus bisa menjaga mulutmu Ae-chan..” Suho mengelus rambut Aegy dengan pelan. “Aku tahu..” Aegy hanya menundukkan kepalanya. Moodnya berubah sekarang.

Tak jauh dari sana.

“Noona, tenanglah.. aku tidak akan mengkhianatimu. Tadi Aegy hanya sedang memberitahu sesuatu.” Min Rin sontak menatap Tao dengan pandangan menyelidik. “Apa itu?”

Tao menggaruk tengkuknya ragu. “Eung,, itu..”

“Hey! Sepertinya Kris hyung sudah di depan kamar itu,” teriak Kai yang membuat semua orang menatapnya.

“Tahu darimana kau Kkamjong?” tanya Kyungsoo.

“Aku tadi mengeceknya. Sepertinya akan seru. Ayo kita intip mereka.”

Hening. Semua orang tampak berdiam diri. Tapi sedetik kemudian mereka saling berlari keluar untuk melihat ke kamar yang di pesan khusus.

“Mereka itu kenapa heboh sekali sih?” gumam Min Rin yang berdiri paling akhir. Dia malas harus berebut pintu seperti eonnie dan saengnya yang lain. “Pelan-pelan juga bisa kan? Toh kamar itu tidak akan berlari,” gumamnya lagi.

TEP!

Tiba-tiba lampu kamar hotel mati. “Tao.. Tao..”

~ ( ^,^ ~ )( ~ ^,^ ) ~

Kris menatap gagang pintu di depannya dengan gugup. Keringat dingin mengalir di pelipisnya. Di kepalanya terbayang-bayang gambar keadaan Rinrin yang di kirimkan oleh sang penculik. Rinrin tampak sangat buruk dengan rambut berantakan. Baju sobek di sana-sini. Dan luka lebam di pipinya.

Kris mengepalkan tangannya kuat-kuat. Dia bersumpah tidak akan memaafkan siapapun yang berani melakukan hal ini pada istrinya.

CLEK

Kris membuka pintu kamar Hotel dengan perlahan. Gelap. Itulah pemandangan yang pertama kali menyambutnya di dalam sana. “Putri tidur..” panggil Kris hati-hati. Dia masih harus waspada. Takut jika ternyata ini adalah perangkap dari para penculik itu.

“Putri tidur.. kau dengar aku?”

KLIK.

Lampu ruangan tiba-tiba menyala. Membuat Kris sedikit terkejut.

“Saengil Chukkae Hamnida~ Saengil Chukkae Hamnida~”

Kris mempertajam pendengarannya. Suara itu.. Kris kenal betul suara itu. Sontak Kris membalikkan badannya. Dan bola matanya pun membulat dengan sempurna.

“Saranghaneun Kris Jelek~ Saengil Chukkae Hamnida~”

“Putri tidur..” Kris tidak percaya dengan yang dilihatnya saat ini. Tampak Rinrin tengah tersenyum manis dihadapannya dengan membawa cake besar di tangannya. Ah, dan jangan lupakan bahwa Rinrin sedang mengunakan dress warna shappire blue selutut dengan hiasan pita kecil yang melilit di pinggang rampingnya yang membuatnya semakin tambah cantik.

“Kau…”

“Tutup matamu dan buatlah permohonan. Cake ini membuatku pegal.”

“Tapi.. bukankah kau?”

“Akan ku jelaskan nanti, sekarang lebih baik kau berdoa dan tiup lilinmu Kris jelek.”

Kris mengangguk kaku. Sebenarnya dia sangat penasaran saat ini, tapi lebih baik dia menuruti perintah istrinya ini.

Kris pun menutup matanya dan berdoa. ‘I hope I can be o good leader, standing for EXO’s member, can make EXOstan smile and proud to be EXO’s family, the last.. I hope and promise that I can be a good husband for Shin Rinrin, keeping, protecting, and loving her until the end.’

Fiuuhh..

Kris kembali membuka matanya dan menatap Rinrin dalam. “Saengil Chukkae hamnida Kris Jelek~Please always keep smile, keep spirit, stay  and stand on your way. I love you for a deep feeling until whenever my Duizhang..” 

 

Kris mengangguk dan menangkup kedua pipi Rinrin. Matanya terlihat memerah menahan emosinya. “Kemana kau seharian ini? Aku pikir kau..”

Rinrin tersenyum. Ia melepaskan tangan Kris dari kedua pipinya dan meletakkan cake itu di meja terdekat. “Ini hanya sebagian dari ide gila Shin Aegy, Kris jelek~”

Kris mebelalakkan matanya. “MWO?! Aegy katamu!” Rinrin mengangguk. “Siapa lagi dalang dari permainan ini. Tapi aku juga sedikit menikmatinya sih~”

“Ya!” Rinrin tertawa kecil. Lalu memeluk Kris dengan erat. “Aku menikmati karena aku jadi tahu.. kalau kau.. begitu mencemaskanku..”

Kris kembali menangkup kedua pipi Rinrin. Diangkatnya wajah cantik itu untuk menatapnya. “Tentu aku akan mencemaskanmu bukan? Aku suamimu Shin Rinrin.. jadi aku akan selalu mencemaskanmu.”

Rinrin kembali tersenyum. Hatinya terasa hangat mendengar perkataan Kris. Seharusnya dia tidak boleh meragukan Kris. Seharusnya dia tahu kalau suaminya ini akan selalu mencemaskan dirinya. Harusnya dia tahu itu.

“Ah,, aku punya kado untukmu.” Kris menautkan kedua alisnya saat Rinrin melepaskan pelukannya dan beranjak menuju laci yang terdapat di sudut ruangan. Kemudian dia kembali menghampiri Kris dengan sebuah kotak ditangannya.

“Bukalah. Aku benar-benar tidak punya ide memberimu apa. Jadi aku membuatnya sendiri.”

“Apa ini?”

“Kau akan tahu setelah membukanya.”

Kris membuka kotak itu dan mengambil sebuah.. gelang?

“Gelang?” Kris masih menautkan kedua alisnya. Matanya masih menatap Gelang ditangannya. Gelang yang berwarna hitam dengan 3 manik ditengah gelangnya. Dua manik berbentuk segilima seperti bintang disisi kanan kiri dan berbentuk bulat dibagian tengah .

“Jadi, kau hanya memberiku sebuah gelang?” Tanya Kris dengan alis bertaut.

Rinrin mengangguk. “Memang kau mau apa? Yang pentingkan ketulusannya. Ah, dan aku juga pakai..” ujar Rinrin sambil memamerkan gelang serupa yang melingkar manis di pergelangan tangannya.

Kris tersenyum dan mengacak rambut Rinrin gemas. Lalu dengan sekali tarikan, Kris membawa Rinrin ke dalam dekapannya. “Gomawo putri tidur..” Rinrin mengangguk pelan dalam pelukan Kris. “Apapun untukmu Kris Jelek..”

Kris sedikit melonggarkan pelukannya. Dia kembali menatap Rinrin dengan sedikit membungkukkan badannya. “Apa aku boleh mengajukan satu permintaan?”

Rinrin menatap Kris bingung. Tapi sedetik kemudian ia mengangguk setuju.

Kris tersenyum. Kini dia mendekatkan wajahnya “Would you be mine tonight? bisiknya di telinga Rinrin. Membuat yeoja itu sedikit menggeliat karena geli. Dengan sedikit ragu Rinrin menatap Kris. “I’m your,my prince.. Forever..” desis Rinrin sebelum Kris mempertemukan bibir mereka berdua.

~ ( ^,^ ~ )( ~ ^,^ ) ~

“Eonnie.. Aegy.. Duo magnae.. dimana kalian? Tao? Apa ada orang?” seru Min Rin sambil meraba-raba (?) sekitarnya untuk mencari tombol lampu. Dia masih belum menemukannya sejak tadi.

CKLEK

Tiba-tiba matanya menatap sebuah cahaya kecil.  “Tao? Kau kah itu?” Tanya Min Rin ragu. Cahaya itu semakin lama semakin mendekat. Dan di iringi suara nyanyian seseorang.

“Saengil Chukkae Hamnida~ Saengil Chukkae Hamnida~ Saranghaneun uri Noona~ Saengil Chukkae Hamnida~”

“Ta-Tao?” Min Rin menutup mulutnya tidak percaya.

Tao tersenyum kecil. “Maaf suaraku tidak bagus noona, sekarang cepat tiup lilinmu.”

Min Rin masih terdiam dalam posisinya. Otaknya masih sulit untuk sekedar mencerna apa yang terjadi saat ini.

“Tiuplah noona, akan ku jelaskan nanti..”

Min Rin menutup matanya dengan ragu. “Jangan lupa berdoa~” bisik Tao yang membuat aliran darah Min Rin berdesir hebat.

Min Rin kembali berkonsrentrasi (?) untuk berdoa dalam hati. Kemudian meniup lilin kecil itu dengan sekali tiupan.

“Saengil Chukkae Hamnida Min Rin noona~” ujar Tao seraya mengecup pelan bibir Min Rin. “Sebentar,” ujarnya sambil memberikan cake yang dipegangnya ke tangan Min Rin.

KLIK

Lampu ruangan kamar Hotel pun menyala. Rupanya tadi Tao sedang menyalakan lampu.

“Kau suka noona?” Tanya Tao yang sudah kembali berdiri di hadapan Min Rin.

“Tapi ulang tahun ku kan sudah lewat Tao, yang ulang tahun sekarang kan Kris gege.” ujar Min Rin polos.

Tao tersenyum manis. Mengambil cake dari tangan Min Rin dan memindahkannya ke meja kecil terdekat. “Ulang tahunmu memang sudah lewat nonna, tapi anggap saja sekarang kau sedang berulang tahun lagi.”

“Maksudmu?” Min Rin masih tidak mengerti. Alisnya bertaut tanda dia bingung.

“Aku hanya ingin menebus kesalahanku karena tidak bisa merayakannya berdua denganmu noona, dan tadi saat Aegy menyeretku ke kamar mandi adalah karena dia memberitahuku soal kejutan kecil untukmu.”

Min Rin menatap Tao lekat.  Di kepalanya tiba-tiba muncul nama Aegy. Dia sedikit menyesal telah bertengkar dengan Aegy tadi.

“Ta.. Tao..” Tao tersenyum dan mengelus pelan pipi Min Rin. Ditatapnya dengan rasa cinta yang teramat sangat. “Gomawo Tao-ah.. gomawo..” bisik Min Rin sebelum sedetik kemudian menghambur kepelukan Tao.

“Saranghae noona.. jeongmal.. tetap lah sehat dan berada disampingku.”

Min Rin mengangguk dalam pelukan Tao. Airmatanya mengalir kecil. Dia sangat senang, Walau hanya ada cake dan nyanyian sumbang dari seorang Huang Zi Tao. Ya.. dia bahagia karena ada Tao disisinya. Tao yang selalu berusaha membuatnya senang. Itu merupakan hadiah ulang tahun yang indah baginya.

‘Gomawo Aegy-ah.. jeongmal gomawo..’

~ ( ^,^ ~ )( ~ ^,^ ) ~

Tampak segerombolan orang tengah menguping di depan kamar bernomor 21293. Siapa lagi kalau bukan EXO member dan Ppapiyong.

“Apa kau bisa mendengarnya Sehun-ah?” – Kai-

“Tidak, aku tidak mendengar apa-apa. Kalau kalian hyungdeul?” – Sehun-

Semua menggeleng kompak. Sementara para yeoja menatap mereka dengan wajah datar.

“Mereka bodoh ya? Sudah tentukan hotel memiliki kamar dengan peredam suara?” desis Aegy.

“Mereka melakukan hal yang percuma..” cibir Hyeon Hyo

“Namja kurang kerjaan,” sambar Je Hwa.

“Dan tidak punya etika,” timpal Hae Yeon.

“Ha~ lebih baik kita pulang. Darling~ ayo kita pulang dan berkencan~” Hye Min langsung menarik tangan Chan Yeol yang sedang sibuk berdesakan itu menjauh. “Tapi aku penasaran dengan yang di lakukan Kris hyung darling~”

“Kalian kan bisa bertanya pada mereka besok. Sehunnie, ayo kita kembali.” Sehun hanya menghela nafas kecewa. “Baik noona~”

“Xiao Lu~”

“Dororo~”

Kedua magnae itu langsung merangkul lengan namja mereka dengan manja. “Kita juga harus pulang. Aku merindukanmu~”

“Arra, kita pulang..” Luhan mengacak pelan rambut Hyeon Hyo.

“Aku lapar Dororo~” seru Hae Yeon manja.

“Baiklah, kita akan makan sesampai dirumah.” Hae Yeon mengangguk setuju.

“Yah~ tidak seru~ semua pulang dengan pasangan masing-masing” seru Chen cemberut.

“Iya, lebih baik kita main hyung. Aku malas dirumah,” usul Kai yang di angguki oleh Lay, Chen, Xiu Min dan juga Baekhyun. Maklum saja, hanya tinggal mereka yang tidak ditegur atau dibawa pergi oleh yeojachingu masing-masing.

Hanya tertinggal Suho yang masih diam ditempatnya.

“Kau ingin berdiri disana sampai kapan RaMyun-ah, ayo kita kembali.” Aegy mengulurkan tangannya. Suho mengangguk ia menyambut uluran tangan Aegy dan menggenggamnya lembut.

Mereka berjalan berdampingan dengan tangan yang masih bertaut. “Tadi.. kau sedang apa dengan Tao di..” Suho tidak melanjutkan kata-katanya. Lidahnya terasa kelu jika mengingat kejadian dimana Aegy langsung menarik tangan Tao dan membawanya ke kamar mandi -_-

“Tidak ada. Aku hanya memberi saran agar memberikan Min Rin eonnie sedikit kejutan kecil.”

“Lho, Aku tidak tahu kalau Min Rin hari ini juga berulang tahun?” Tanya Suho bingung.

“Min Rin eonnie memang tidak ulang tahun hari ini ko, dia kan bulan September, sama seperti ku,” jawab Aegy santai

“Lalu? Kenapa Tao juga memberikan kejutan?”

Aegy menatap jengah Suho. namja ini benar-benar lamban ternyata. Apa sangat sulit menebak alasan kenapa Tao juga memberikan Min Rin kejutan? “Itu karena Tao tidak ada saat Min Rin ulang tahun kemarin, kau ingat kan kalian ada jadwal SMTOWN di Indonesia? Nah, Min Rin eonnie ulang tahun saat kalian berada di Indonesia. Jadi aku sarankan TaoTao untuk menggantinya sekarang.”

Suho menautkan alisnya. Sepertinya sedang berfikir. Lalu sedetik kemudian dia mengangguk tanda mengerti. Tapi tiba-tiba pandangannya berubah menjadi sendu. “Mianhae.. aku juga tidak ada saat kau berulang tahun Ae-chan.”

Aegy menatap Suho heran. “Kenapa meminta maaf, Kau kan sudah mengucapkan selamat padaku?”

“Tapi, karena jadwalku yang padat. Aku jadi tidak bisa memberimu kejutan seperti yang lain.” Suho tertunduk.

Aegy tersenyum kecil. Tangan mungilnya menangkup kedua pipi Suho, membuat namja tampan itu menatapnya. “Jangan berwajah seperti ini, bagiku ulang tahun adalah hal yang biasa dan tidak terlalu penting. Aku sudah sangat senang kalau kau ingat dengan ulang tahunku. Aku juga cukup senang dengan hadiahmu ini.” Aegy menyentuh kalung yang berbandul berbentuk tetesan air seperti simbol elemen Suho. namun sedikit berbeda di bagian tengahnya karena berganti dengan bintang-bintang kecil. Suho bilang, agar Aegy selalu mengingatnya jika dia melihat kalung itu. Lagi pula Aegy memang suka dengan simbol Suho itu. Jadi dia sangat senang saat Suho memberinya kalung itu.

“Dan aku tidak membutuhkan apa pun lagi. Kecuali..” Aegy menggantung kalimatnya.

“Kecuali?”

“Kecuali dirimu RaMyun-ah, aku tidak perlu hadiah atau apapun. Asal kau ada disampingku, itu sudah cukup bagiku.”

Suho tersenyum manis dan berganti menangkup kedua pipi Aegy. “Tentu aku akan selalu berada disampingmu Shin Aegy, selamanya..”

Aegy mengangguk. “Sekarang kita pulang.” Aegy menggandeng tangan Suho erat. Dia selalu suka saat menggenggam tangan besar Suho. Hangat.

“Oh ya, nanti kau menginap ya? Temani aku.  Sepertinya Rinrin tidak akan pulang malam ini.”

“MWO?” Suho membulatkan matanya dengan sempurna.

“Aish! Ekspresimu berlebihan, aku kan hanya memintamu menemaniku karena tidak ada Rinrin.”

“Ta-Tapi..”

“Sudahlah, Kajja!! Aku sudah rindu dengan kasurku~”

“Ya! Shin Aegy!”

EPILOG

 

Kris mulai mendorong tubuh Rinrin perlahan ke ranjang disela-sela tautan mereka. Mereka terpisah karena membutuhkan raupan oksigen yang lebih.

“Putri Tidur.. Kau benar-benar sangat manis..” bisik Kris membelai pipi yeoja itu. “Jadilah ibu untuk anak-anakku.. Lahirkanlah bayi yang manis untukku..” bisik Kris.

Rinrin hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Namun sedetik kemudian yeoja itu mengerutkan alisnya. “Ngomong-omong soal bayi? Bukankah kau sudah punya satu?” Yeoja itu tersenyum menggoda.

Kris mengerutkan alisnya.

“Baby Alpaca-mu..”

Seketika hening.

“Alpaca… Ace.. Aceku..”

“Wae??” Rinrin kini menegakkan tubuhnya melihat perubahan ekspresi suaminya itu.

“Dimana Ace-ku!? Dimana anakku!? Putri Tidur! Anak kita ketinggalan di suatu tempat yang bahkan aku lupa dimana menaruhnya!!”

Rinrin sweatdrop melihat tingkah Kris yang tiba-tiba out of character. Namja itu terlihat sangat frustasi.

“Aish jinja..” Rinrin menyibak poninya. “Ayo kita cari! Aku tahu kau tidak akan tenang sebelum menemukannya.” Rinrin segera menarik Kris mengikutinya keluar dari ruangan itu.

END 

Hiaaaaaaaaaaaaa!!!!! Jangan bantai saya karena buat cerita aneh bin gaje!!! >///< *tutup muka pake serbet (?)* ane ga boong deh. Ini FF ancur bgt, ga ada feel. Kalimat berantakan. Argh!! Tiang listrik mianhae!!! *dicekek kris* tapi ~ target tanggal 6 ku tercapai dong~ *toel2 kris**dijitak rinrin* sekali lagi~ SAENGIL CHUKKAE HAMNIDA KRIS!!! >.< semoga sehat dan tambah ekspresi wajahmu! *dijitak* doa’a yg standar ajalah,, yg penting mah berikan saya keponakan baru~*smirk**dijambak*

Yasudahlah~ akhir kata (?) saya ucapkan terima kasih untuk yang sudah baca dan koment😀 dan gomawo buat Ri-ah chagi yang dah post FF gaje diriku~ *kecup2 kris**kabur sebelum dihajar* – Aegy

“Dan ending gaje itu saya yang buat😄 *ditabok Aegy* 

Oh iyaaa… kenalkan~~ Keluarga baru kami… Kris jelek dengan baby Alpaca-nya yang bernama ACE.. dia resmi jadi anggota ke-7 EXO-M tadi malam ^^dia jadi anak Kris dan otomatis dia anak Shin Rinrin juga kan?? LOL

Oh iyaa.. kalian lihat cincin yang melingkar di jari Kris?? Itu cincin pernikahan K-Rin~ *dibantai EXO fans*

Jangan lupa yang udah baca atau ga sengaja mampir.. mohon RCLnya ya ^^ Jeongmal gomawo *BOW*

Please don’t be a silent reader ^^

24 responses »

  1. Wah wah ga nyangka Aegy pnya otak kriminal #digamparAegy
    Semua.a jg pda jaat beud yh ama Kris oppa kkk kasian lan kris oppa..

    Yeay Saengil Chukaeyo nae oppa #plaak
    Uri duizhang Kris hoho
    smga pnjang umur,shat sllu dan cpet ksh ade bwt alpaca #eh

    • jiaaaaaahhhh,,, si ji yeon nyangkut di sini o.O
      baru aku mau post di blog -_- *ngek
      otak kriminalku hanya muncul disaat2 tertentu ko😛 *dijitak*
      hahahha😄 jahat itu indah ji yeon~ *dicekek*

    • hahaha begitu2 dia otaknya berisi ribuan ide gila😄
      ne,, kris jelek mmg kasian jiyeon-sshi.. tpi gmna lagi… udh perannya -_- *ditimpuk
      Amin… makasih doanya untuk Kris :3 *ngewakilin ceritanya~ *eh?

      • hahaha😄 aku lagi mau post di blog tadi😀
        eh liat ji yeon mampir disini, jadi ya ikut ngerusuh😛
        bhuhahha😄 tentu~ aku kan anak baik😀 *hueekkk

      • aish kau -_- tpi udah dirimu post kan di blog? O.o *tadi udah liat
        iyaaa kau anak yg sngat baik hingga kau bsa memikirkan ide gila itu -_- *cabutin bulu mata suho

  2. huaaaaa
    saengil chukkae kris !!
    wah aegy otaknya emang kriinal semua #ditendangaegy

    c boneka alpacanya penghancur suasana yadong nya -_-
    lanjutinnn ya ff k-rin nya thorr
    ditunggu banget lhoo
    daebak lah ff nya !! ^^

    • Aegy memang terobsesi tuh dengan hal2 spti itu😄 *ditabok
      sptinya dirimu ga rela klo suasana yadongnya terganggu?? -___-
      iyaa psti lanjut kok :3 kan kris jelek selalu bersama ku😄 *ditampar kyu
      ini buatan aegy lho.. daebakk ya :3

  3. selamat ulang tahun bang naga yg ke 22.000 tahun, semoga panjang umur dan berhasil jd vampire(?) supaya pangeran es cepat mencair dan aku gak ngatain kamu jelek lagi… Nyalain kembang api (bantuin Yeol)

    mian aku bca dulu ya… #duaarr ngomong panjang lebar, taunya belum baca…

      • maklum dia kan naga dan Usianya dah ribuan tahun(entah ngarang dmana)…
        Itu anaknya maen tinggalin aja, jd gak jadi “itu”nya kan… Hadeuh hadeuh hadeuh… *geleng-geleng kepala Baekhyun*

        itu nama panggilan Aegy buat member Exo, napa jd aneh semua… Wkwkwk

        #ehem ada moment Tao Minrin lg nih, chiyee si maknae Eksis nih ye , chiyee chiyee #ditendangkeplanetEXO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s