>>[K-Rin] Irama Perpisahan (Hujan, Rain, Ame, Bi) <<

Standar

Main Cast :

>>Shin Rinrin

>>Kris

Other : You can find next in the story

Disclaimer : EXO belong to themselves but this ff original by me!! Don’t copas anywhere🙂

Author : Ririn Cross

FB : Ririn Cross, Twitter : @RirinCross

Genre : Angst, Sad, Romance, Friendship

Rated : T

Warning : AU! OOC maybe, and many more.

 

Hujan menandai perpisahan dengan mengikatkan janji untuk setia.

Hujan menjadi saksi keteguhan hati untuk saling percaya walaupun jarak sebagai pemisah.

Hujan meninggalkan irama perpisahan yang manis di dunia.

Namun, siapa yang tahu bahwa rintik hujan juga akan mencipta haru dan mengoles luka?

 

“Hujan, Rain, Ame, Bi”

“Sebentar lagi hujan…” desis seorang gadis yang mengenakan topi hitam. Ia masih menerawang menatap langit. Kedua rekannya yang saat itu sedang berjalan bersamanya berhenti sejenak, kemudian mereka menatap tak mengerti ke arah gadis bertopi hitam itu.

Angin bertiup lembut menerpa tubuh mereka. Dedaunan bergesekan mendendangkan nyanyian alam. Awan berarak perlahan membentuk barisan sekumpulan domba. Serangga  beterbangan mengitari bunga-bunga. Matahari tersenyum di langit yang begitu cerah. Mustahil hujan turun di cuaca sebaik ini?

“Apa maksudmu Ri-ah?” tanya salah satu dari mereka, gadis yang terlihat paling kurus namun bermata indah itu menatap tak mengerti.  Gadis bertopi hitam itu hanya menanggapi dengan senyuman. Senyuman yang mempunyai banyak makna dan menyembunyikan berbagai perasaan. Semua ketenangan itu berbeda jauh dengan apa yang terjadi di depan mata, terlebih sangat berbeda jauh dengan suasana hatinya. Entahlah, hujan sepertinya memang akan datang. Ia yakin dengan hal itu karena ia berharap hujan dapat menghapus luka dari irama perpisahan yang mulai mengiringi langkahnya.

Tak jauh dari tempat keberadaan ketiga gadis tersebut ada seorang pemuda tampan berkulit putih pucat yang menyadari kehadiran mereka. Pemuda itu tersenyum, dan segera berteriak. “Rinrin, Aegy, Je Hwa!! Kemarilah…” Ia memanggil ketiga gadis itu sambil melambaikan tangannya.

“RaMyun-ah….” Aegy, gadis kurus bermata indah itu langsung bersemangat saat melihat pemuda yang ternyata kekasih hatinya sedang berseru kepada mereka. Ia segera berlari menyongsong Suho. Kakinya berayun cepat dan begitu bersemangat. Tak berapa lama kemudian, gadis itu  telah bergabung dengan rombongan meninggalkan kedua rekannya di tempat.

Rinrin, gadis bertopi hitam itu menatap kepergian sepupunya dengan pandangan yang penuh rasa iri. Ia kemudian menaburkan tatapan pada rombongan itu. Matanya menyapu kerumunan, kemudian ia terpaku pada sosok pemuda paling jangkung diantaranya. Tiba-tiba dada Rinrin terasa sesak. Ia menatap pemuda itu dengan senyum getir. Pemuda itu juga sedang mengarahkan tatapan pada Rinrin. Kedua manik mata mereka bertemu. Kedua insan itu mencoba menyelami dan membaca pikiran masing-masing. Pemuda itu menangkap ada sorot kesedihan dari wajah gadis itu. Gadis bertopi hitam itu kemudian mencoba menghindari pandangan mata, jika terus melihatnya ia yakin, ia takkan rela melepasnya.

“Ayo Rin.. Mereka sudah menunggu..“ Je Hwa mencoba mengajak Rinrin untuk bergabung dengan yang lain.  Rinrin hanya mengangguk tanpa mengatakan sepatah katapun. Je Hwa hanya tertegun saat melihat Rinrin berjalan menjauhinya. Langkah gadis itu terlihat berat, kepalanya terus bersembunyi di balik topi hitamnya namun matanya terpejam merasakan sensasi alam.

“Hm… Bau hujan..” desis Rinrin perlahan lalu sedikit menyunggingkan senyum.

Je Hwa hanya menggelengkan kepala tak mengerti. Gadis itu lalu menatap ke arah langit mencoba mencari kepastian dari keraguan. Ia masih tak percaya. Terlalu banyak teka-teki yang belum  ia mengerti.

~XXX~

Serombongan anak muda, seperti iring-iringan kematian sedang berdiri di hadapan serombongan lainnya yang sedang menenteng koper besar. Semuanya lelaki, kecuali tiga gadis itu yang baru saja bergabung  dalam rombongan. Jumlah mereka tidak bisa dibilang sedikit.

Mereka berdiri di samping barang bawaan masing-masing, sepertinya mereka akan melakukan perjalanan jauh. Terbukti dari koper-koper besar yang mereka bawa. Tentu saja, sebagian dari mereka memang akan meninggalkan tempat ini jauh pergi ke negeri seberang.

“Kami harus pergi sekarang…” Seorang yang paling chubby diantara anak muda itu mencoba tersenyum. Namanya Xiumin. Ia memecahkan kesunyian yang tadi sejenak menyelimuti rombongan itu. Mereka semua memang sedang larut dalam pikiran masing-masing. Atmosfir kesedihan terlihat jelas menyelimuti tempat ini.

“Hati-hati di jalan ya,” balas Suho, kemudian menjabat tangan Xiumin. Ia mengawalinya untuk menuntun yang lain. Caranya benar-benar berhasil, kedua belah pihak mulai saling berinteraksi.

“Tentu saja. Kalian juga,” balas Xiumin sambil menepuk pundak Suho. Pria chubby namun manis itu kemudian mundur memberikan kesempatan pada kawannya yang lain untuk berpamitan dengan Suho. Satu persatu dari rombongan yang berjalan menyalami rekannya, saling berpelukan menunjukkan rasa solidaritas. Perpisahan memang bukan akhir dari segalanya, tapi perpisahan itu merupakan awal yang baru. Setidaknya mereka berharap dapat bertemu lagi.

Saat itu, berdirilah seorang pria tampan dengan senyum manis, namanya Luhan, dia adalah pemuda keturunan China asli. Ia mengikuti yang lain, pergi memeluk sahabat-sahabatnya, saling berpamitan. Hingga kemudian Luhan berhenti di hadapan sosok pemuda tinggi namun terlihat sangat pemalu, Sehun, seseorang yang telah ia anggap sebagai adik sendiri.

“Sehun-ah…” panggil Luhan. Namun, pemuda bernama Sehun itu hanya diam tak membalas panggilan dan uluran tangannya. Luhan terlihat khawatir karena tak mendapat respon dari Sehun. Ia menatap Sehun yang saat itu tertunduk. “Kau menangis?” tanya Luhan. Ia melihat bahu Sehun yang bergetar.

Sehun tersentak. Ia tak ingin kakaknya itu tahu yang sebenarnya. “Aku tak menangis… Kau tak usah cemaskan aku hyung.” Sehun kemudian mengusap wajahnya. “Aku hanya kelilipan,” dustanya. Terlihat sekali itu merupakan suatu kebohongan. Sehun tak bisa menyembunyikan apapun dari Luhan.

Luhan tersenyum tipis namun terasa pahit. Sehun memang cengeng, tapi Sehun juga pemuda yang kuat, Luhan kenal dekat dengannya. Namun walau itu benar, ia tak suka ada orang lain yang mengatakan bahwa Sehun itu cengeng. Sehun hanya terlalu perasa. Untuk itu wajar jika ia memang sedih dan menangis dalam keadaan ini. Luhan memakluminya, ia benar-benar mengerti dengan keadaan Sehun.

“Jaga diri ya… Kalau ada masalah ceritakan saja..” Luhan berucap pelan. Sehun meresponnya dengan anggukkan. Sedangkan Luhan sendiri juga hampir menangis saat mengucapkan itu. Ternyata sama saja, perpisahan itu tidak main-main. Luhan memang sedikit tidak rela, tapi ini keputusannya dan demi tim, ia harus melakukannya. Luhan kemudian memberikan pelukan lama pada Sehun. Ia memang sudah menganggap Sehun seperti adik kandungnya sendiri. Berpisah dengan Sehun sesuatu yang berat, tapi ia yakin, karena hal inilah Sehun akan bisa jadi lebih dewasa. Mereka punya jalan masing-masing yang harus ditempuh.

Luhan kemudian berjalan lagi, ia menatap dua orang gadis yang sedang sesenggukkan.“Han ge…” desis Aegy. Luhan tersenyum tipis lagi. Je Hwa yang di sebelah Aegy pun menutupi mukanya dengan tangan, ia benar-benar sedih, itu terlihat jelas.

Luhan kemudian  menenangkan dua gadis itu. Rasanya berat jika berpisah dengan orang yang mereka sayangi. Tapi tak ada pilihan lain. Ini pun mereka lakukan untuk kebaikan bersama. Luhan harus melanjutkan langkahnya. Namun ia tiba-tiba menengadahkan wajah, menatap langit. Kekasihnya tidak datang, ia rasa karena Hyeon Hyo tidak menginginkan sebuah perpisahan. Lagipula, Hye Min, Haeyeon dan Min Rin juga tidak turut serta. Min Rin sudah pasti karena ia juga tak rela harus berpisah dengan Tao, sedangkan Hye Min karena dia ada jadwal ujian, sedangkan Haeyeon harus mengantar ahjumhanya check up ke rumah sakit. Satu orang yang kemungkinan juga sebenarnya tidak ingin hadir dalam acara yang tidak diinginkan ini, Shin Rinrin. Yeoja bertopi hitam yang terlihat sedang menentang langit di ujung sana.

Luhan tersenyum tipis, kemudian menuju tempat Rinrin sambil sesekali menatap Kapten timnya yang sedari tadi memperhatikan gadis itu namun tak berniat mendekati. Rinrin sendiri malah asyik dengan kegiatannya, menatap langit yang sekarang sudah berubah gelap. Ia benar-benar berharap hujan cepatlah turun. Entahlah, suasana hatinya benar-benar seperti warna langit yang gelap itu.

“Rinrin…” sapa Luhan lembut. Pemuda itu telah berdiri di hadapannya dengan senyum manis.  Rinrin agak terkejut dengan kedatangan Luhan yang tiba-tiba, rupanya dia tadi sedikit melamun.

“Lulu oppa…” Rinrin mencoba tersenyum walau sekedar senyum palsu.

“Jaga diri ya. Oppa akan pulang dan tak tahu kapan akan kembali,” bisik Luhan. Ia berpesan seolah memang mereka seperti takkan bertemu lagi. Hati gadis itu semakin terluka. Tentu saja, semua tak pasti jadi memang ia tak bisa berharap lebih banyak. Rinrin mengambil nafas sejenak. Berat, ia perlu lebih banyak oksigen untuk menghadapi hari ini.

“Iya oppa..” balas Rinrin. Ia mengangguk. Luhan tersenyum manis lagi. Ia tahu kata-katanya tadi sedikit ambigu. Tapi, ia memang tak bisa menjanjikan. Semuanya masih samar dan belum jelas.  “Sebenarnya kecewa, padahal sebentar lagi ulang tahunmu. Sepertinya tidak bisa kita rayakan bersama..” lanjut Rinrin sambil tersenyum masam.

“Kapan-kapan kita bisa merayakannya,” janji Luhan. Entahlah, ia tetap yakin mereka akan bertemu lagi. “Kau kan adikku tersayang, kita pasti akan bertemu lagi. Sekarang jangan bicara seolah kita tak mungkin bertemu lagi, oke?”

Rinrin tersenyum kecil dan mengangguk. Kali ini ia mendapat sedikit pencerahan. Tak ada senyum getir, ia merasa kata-kata Luhan tadi membuatnya sedikit lega. “Alright.. Berjuang ya untuk turnamenmu oppa! Kau  pasti bisa!” Rinrin mencoba memberi semangat kepada Luhan sekaligus pada diri sendiri.

“Tentu…” Luhan tersenyum. Senyumannya lagi-lagi, benar-benar sangat manis. Hening sejenak diantara mereka. Mata Luhan kembali menangkap sosok kapten timnya yang sekarang lebih gencar mengamati mereka. ‘Dasar pria itu,’ batin Luhan.

Luhan kemudian menatap ke arah Rinrin yang masih berdiri di tempatnya. “Kau tidak ingin memberi ucapan perpisahan pada kapten kami?” Luhan bicara pada Rinrin sambal melirik pada Kapten-nya yang masih berdiri tak berpindah dari posisinya saat menatap gadis itu. Rinrin menggeleng.

Luhan terbelalak, namun ia kemudian tersenyum. “KRIS!!” Luhan memanggil nama kaptennya dengan kencang. Membuat Kris yang sedari tadi terdiam langsung sadar.  Semua mata sontak menatap ke arah Kris yang kini mulai diseret Luhan untuk mendekati Rinrin. Pemuda itu terlihat sedikit canggung.

Ucapkan sepatah dua patah kata untuknya…” Luhan berbisik pada pemuda paling jangkung di timnya itu menggunakan bahasa China.

Tak berapa lama kemudian, Rinrin dan Kris kini saling berhadapan. Sedangkan yang lainnya mulai menjauh, dan sibuk untuk berpamitan dengan teman-temannya yang lain. Mereka tak ingin jadi lalat pengganggu. Termasuk Luhan yang sekarang sedang bergabung untuk menghentikan Tao yang menangis. Setidaknya ia yang sekarang memegang Tao, anggota termuda dari tim itu. Kris sebagai kapten tim sekarang harus bisa fokus dan gentle untuk menyelesaikan masalahnya dengan Rinrin, kekasihnya.

Keduanya terdiam agak lama, terperangkap dalam kebisuan. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing dan tak ada yang berniat mengawali pembicaraan hingga terdengar suara Rinrin memecahkan kesunyian diantara keduanya.

“Kau mau pergi?” tanya Rinrin langsung. Suaranya sedikit parau, tapi ia harus berusaha untuk tegar. “Pergilah…” lanjutnya tanpa menunggu balasan dari Kris. Pemuda itu tertegun. Ia menatap gadis itu tak mengerti.

“Putri Tidur?” Panggilan sayang itu meluncur spontan dari bibir Kris dengan cepat. Rinrin bergetar mendengarnya. Kalau seperti ini bagaimana ia bisa melepaskannya. Mendengar pemuda itu menyapanya dengan panggilan sayang saja membuatnya tak ingin berpisah, apalagi kalau menatap matanya itu.

“Pergilah.. Jaga dirimu..” Rinrin mencoba mengontrol emosi namun berusaha menghindari kontak mata dan kontak fisik dari pemuda di hadapannya ini. Ia menggigit bibir, menahan perasaannya. Sesak. Matanya pun sudah terasa panas. Namun ia tak boleh menangis apapun yang terjadi. Kris yang tadi berniat menyentuh Rinrin terlihat mengurungkan niatnya. Pemuda itu mengepalkan tangannya. Berusaha menahan hasratnya.

“Percayalah padaku,” bisik Kris perlahan. Rinrin segera menatap ke arah pemuda itu. Ia mendengar keteguhan dan janji yang dalam dari makna ucapannya. Wajah tampan Kris menyambutnya dengan senyum lembut. Senyum yang jarang sekali ia tunjukkan pada siapapun dan hanya berlaku padanya. Senyum yang termanis yang pernah ia lihat. Pertahanan gadis itu pun runtuh. Air mata yang ia tahan sudah tak terbendung lagi.

Rintik-rintik hujan turun bersamaan dengan melelehnya air mata Rinrin. Gadis itu menangis seiring dengan derasnya hujan. Teman-teman yang lainnya mulai ribut dan menyelamatkan diri dari siraman air kehidupan itu, tetapi tidak dengan keduanya. Kris justru langsung membawa Rinrin dalam pelukannya. Ia tak peduli hujan itu membasahi dirinya. Ia hanya ingin melindungi gadisnya, apa yang seharusnya menjadi miliknya. Sedangkan tangis Rinrin makin hebat. Ia terisak dalam pelukan hangat Kris. Mereka berdua melepaskan perpisahan di bawah derasnya rintik hujan yang membasahi bumi ini, menyapu luka yang sempat tercipta di dalam hati gadis itu.

 

~XXX~

 

Kuterbiasa, tersenyum walaupun hatiku menangis.’

 

Rinrin menatap jendela luar mobil dengan pandangan kosong. Matanya terus menatap langit dimana pesawat kekasihnya telah lepas landas. Gadis itu hanya dapat menghela nafas.

“Ri-ah.. Kau harus sabar ya..” Aegy mencoba memberi dukungan pada sepupunya yang memang lebih akrab ia panggil ‘Ri-ah’. Rasanya tentu saja sangat berat jika harus ditinggal kekasih pergi, untuk itu ia sangat memahami Rinrin. Gadis itu pasti akan kesepian tanpa Kris.

“Iya Rin, kau pasti kuat. Kris gege akan segera kembali. Yakinlah…” Je Hwa ikut menyemangati. Ia mengerti keadaan Rinrin. Betapa sedihnya gadis itu, sehingga banyak yang tak dapat ia pahami dari ekspresi Rinrin.

“Ne. Aku mengerti.” Gadis itu mengukir senyum.

Mereka berada dalam diam. Sehun dan Lee Je Hwa terlihat sibuk bercanda, Aegy terlihat bosan dan sibuk dengan ponselnya karena Suho naik mobil satunya bersama rombongan lain. Sedangkan, Rinrin sendiri hanya bisa menatap langit. Hujan sedang turun.

Saat itu Rinrin melihat seekor kupu-kupu hitam melintas dihadapannya. Jigoku chou. Kupu-kupu neraka.

Namun sedetik kemudian sebuah guncangan hebat membuat penghuni mobil itu berteriak histeris. Teriakan Aegy. Rinrin melihat sekelilingnya, mencari sepupunya itu. Semuanya berputar. Ia raih orang terdekat dan memeluknya. Melindungi orang itu.

CKITTT

BRAKKK

 

~XXX~

 

Seorang pemuda jangkung tengah berdiri mematung di depan sebuah gundukan nisan berhiaskan sebuket anggrek. Ia menundukkan wajahnya. Menatap nama yang tertera di batu keramat itu.

Kekasihnya telah pergi. Pergi ke tempat yang takkan bisa ia jangkau lagi. Sebutir luruhan bening meluncur di wajah tampan pemuda itu. Ia meninju tanah dengan sekuat tenaga.

“Mengapa kau pergi lebih dulu sebelum aku memenuhi janjiku?” Ia kemudian menatap langit. “Mengapa Tuhan? Mengapa kau tidak adil padaku?” Kris meremas rambutnya frustasi.

“Mengapa? Mengapa kau mengambil sesuatu yang berharga dalam hidupku, sebelum aku dapat membahagiakannya?!” Kris menjatuhkan diri tanah.

“Mengapa kau tidak ambil saja nyawaku!?” Pemuda tampan itu –Kris– terlihat bergetar. Suaranya semakin parau. Buliran air semakin deras mengalir di wajahnya. Perasaan kehilangan yang seolah merobek sebagian jiwanya. Janji terakhir yang ia ucapkan. Senyuman gadis itu yang menguatkan kepergiannya, namun ia tak menyangka itu akan jadi senyuman terakhir yang Rinrin berikan untuknya.

Ia peluk nisan itu kuat. Seolah itu benar-benar tubuh Rinrin. “Putri Tidur bangunlah, aku datang padamu. Seperti janjiku..”

-FLASHBACK-

“Aku akan melepasmu…” bisik Rinrin lirih. Kris tidak memberikan respon apapun hingga gadis itu meneruskan ucapannya. “Disana, kau mungkin akan mendapat gadis yang lebih baik dariku.” Isak tangis terdengar semakin dalam dari gadis itu. Kris tertegun.

Tentu saja, Rinrin harus merelakan kekasihnya pergi jauh meninggalkannya. Kris adalah lelaki yang membuat Rinrin jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun, Kris juga yang harus memutuskan ikatan ini karena ia harus mengejar impiannya ke negeri China.

“Kau bicara apa?” Kris tak mengerti. Ia membuat gadis itu menatapnya. “Memangnya aku terlihat seperti akan mati hingga kau mau melepasku?” Lelaki itu bertanya karena dia memang tak bisa mencerna perkataan Rinrin.

“Tidak… Bukan begitu…” elak Rinrin. Ia bahkan tak mengerti dengan ucapannya sendiri. Ia sedikit sulit untuk menyampaikan segala yang ia rasakan. Tapi Kris seharusnya bisa mengerti yang dia katakan, ah tidak, dia sendiri saja tidak mengerti pada dirinya sendiri, bagaimana kekasihnya bisa tahu tentang apa yang ia rasakan. Kris semakin mengerutkan alisnya saat melihat ekspresi gadis itu.

“Kita tidak mungkin bersama lagi, Kris. Kau pasti akan kecewa dengan hubungan yang jauh ini…” terang Rinrin.

“Siapa bilang?” tanya Kris mengerutkan alisnya.

Rinrin menghela nafas, mencoba melanjutkan. “Kau pasti akan kesepian disana. Kau bisa mencari kekasih ba-“ Belum selesai Rinrin bicara Kris menyela.

“Cukup. Kekasihku satu-satunya hanya Rinrin. Shin Rinrin,” tegas pemuda jangkung itu kukuh.

Sekali lagi, kedua manik mata mereka bertemu. Sorot mata Kris, itu kelemahan Rinrin. Sorot mata bening yang tegas, dan mata itu memang yang selama ini terus mengawasinya. Bahkan di saat Rinrin tak mengetahuinya pun mata itu terus mengawasinya. Sorot mata yang mengerti akan perasaannya dan sorot mata paling indah yang ia kagumi.

Rinrin mengelus pipi pemuda itu. Matanya masih berkaca-kaca. Kris kemudian menangkap tangan Rinrin. Ia menggenggamnya perlahan, lalu pemuda itu mencium punggung tangan gadis itu.

“Jadi, tunggulah aku.. Aku pasti kembali padamu,” lanjut pemuda itu sambil tersenyum.

Rinrin menggigit bibirnya. Ada banyak perasaan bergejolak di dalam hatinya. Akhirnya Rinrin mencoba menatap Kris. Mengukir sebuah senyum di wajah cantiknya. Setidaknya ia tak ingin membuat Kris khawatir dengan keadaannya saat ini. “Ne, aku percaya..” bisiknya lirih.

“Pangeran Es-mu, aku Wu Yi Fan berjanji, hanya akan kembali padamu, Shin Rinrin putri tidurku. Maut pun tidak akan bisa memisahkan kita.” Kris telah mengikat Rinrin dalam suatu benang yang tak terlihat. Rinrin hanya bisa tersenyum lemah, namun Kris segera membawanya dalam pelukan. “Ne.. Aku akan percaya,” bisik gadis itu.

-FLASHBACK END-

“Mengapa kau tak menjawab? Kau bilang akan percaya padaku bukan? Aku telah kembali, hanya untukmu. Bangunlah Putri Tidur..” bisik Kris.

Namun hanya kesunyian yang membalas sapaan pemuda itu. Desau angin yang bergesekan dengan dedaunan, sepi merayap dan mengurung tempat ini dalam genggamannya.

Kris hanya tertegun beberapa saat. Pikirannya kosong. “Kau pasti takut disana karena sendirian? Apakah kau kedinginan?” racau pemuda itu. “Putri Tidur.. Ikutlah denganku atau…” Pemuda itu menatap pusara Rinrin untuk beberapa detik.  Sebuah senyum kelam tiba-tiba terukir di wajah tampannya yang merana. “Tunggulah sebentar lagi, aku sepertinya yang akan menyusulmu. Aku akan menghangatkanmu Putri Tidur..” Kris lalu mencium nisan itu lembut, memeluknya kembali dengan erat seperti memeluk kekasihnya sendiri. “Seperti yang pernah kubilang, maut pun tidak akan pernah bisa memisahkan kita. Aku mencintaimu.. Aku sangat mencintaimu melebihi apapun di dunia ini…”

~XXX~

“Ae-chan.. Berjalanlah sedikit lebih pelan..” Suho memapah Aegy. Namun kekasihnya itu hanya tersenyum kecil. “Aku sudah lebih baik RaMyun Pabo, ini tidak seberapa dibanding luka hatiku..” bisik gadis itu sambil menatap pintu pemakaman yang kini ada di depan matanya.

“Seharusnya aku yang mati saat itu.. Seandainya Ri-ah tak melindungiku saat kecelakaan tempo hari mungkin ia masih bisa hidup.” Aegy menghela nafas dalam. Ada banyak penyesalan di dalam hatinya. Penyesalan yang membawanya dalam keterpurukan.

“Jangan katakan itu, Rinrin melindungimu karena dia sayang padamu. Hiduplah dengan baik seperti pesannya,” bisik Suho sambil merangkul bahu kekasihnya itu.

“Tapi…”

“Ssstt.. Cukup Ae-chan.. Ayo kita menjenguk Rinrin, sepertinya Kris masih disana..” Suho sedikit terlihat sendu saat mengatakan itu. Hati Kris pasti hancur saat ini. Suho hanya berharap pemuda itu bisa menerima takdir.

Pasangan itu melangkahkan kakinya menuju nisan paling ujung yang berada di bawah lindungan sebuah pohon besar.

“Aaaa…” Aegy tiba-tiba menjerit dan terjatuh dari tumpuannya. Ia menatap kaku ke nisan di depannya.

“KRIS!?” Suho berseru. Ia lihat pria jangkung itu terbaring di samping nisan dengan sebuah belati yang menusuk perutnya. Darah segar mengalir dari luka yang menganga disana.

_TBC?

            Ini berbeda dari kisah K-Rin yang biasanya.. Cuma oneshot yang pengen dibuat author karena iseng :3 *plak*

            Bagaimana? Angstnya dapat ga?? T.T ini pertama kalinya ending tragis yang kubuat. Kritik, saran, like comentnya author tunggu banget ya🙂 Gomawo bagi yang udah bersedia baca FF abal ini.. *deep bow*

            Pencarian cast yeoja di cancel >.< *ditimpuk reader* Mianhae.. jeongmal.. so, tunggu ff2 berikutnya ya.. gomawo ^^

 

41 responses »

  1. yak shin rinrin!!!! apa yang kau lakukan eoh?!?!?!?!??!?!?!
    mati????!?!?!? ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!! *gali kuburan ri-ah*
    astaga!!!!!!!!!!!! aku lagi nyesek baca kau mati!!!!!! ya ampun!!!!!! *tusuk2 tangan*
    demi apa aku nangis baca ini!!! aaaaaaaaahhh!!! bangkit sekarang juga wahai shin rinrin?!
    dan apa maksud cast itu apa???? apa Krin bubar gtu??? o.O
    aaaaaaaaaaahhh!!! btw ada typo say dikit,,,😛
    tapi ceritanya bagus ko bikin nyesek!!! *sinis*
    ga mau tahu!!! nih FF harus cepat berakhir!!! *lho

    • -___- kan shin rinrin disitu yang mati *jedaarrr
      kau mengerikan.. masa mau gali kuburan =____=
      huaaaaaaa aku jga ga tau knpa mati T^T *plak
      knpa kau jdi semakin mengerikan dengan tusuk2 tangan bgtu hey? -_-
      kau menangis sayang?? waeyo?? O.o *elus2 myunpa.. kau ingin mmbangkitkan setan ya?? >.< *tebar menyan
      aaaaaa ada typo?? ya ampun T^T aku bner2 ceroboh T.T
      enggak tau knpa pengen cari cast yeoja O.o hahahaha *plak
      gomawo say😄 *hug n kiss
      kau senang skli klo ff ini berakhir ya?? -_-

      • ish!!! kenapa pake acara mati segala sih -___- *mainin boneka voodoe*
        biarin!! biar aku nikahin tiang listrik itu sama mayat!! *tunjuk2 mayat ri-ah*
        aish!! kau buat stres!!! *unyeng2 suho*
        tapi jangan elus ramyun jug kali -___- *jambak kris*
        ga banyak ko say,, cuma satu atau bberapa itu o.O *digetok*
        mang kau ikhlas??? -_- atau pake usulku kemarin itu aja,,
        aku sih bisa jawab kuis itu,, tapi aku ga cinta sama kris jadi aku gugur ya??? :O *dijitak suho*
        iya!! sangat amat senang!!! *masih sensi*

      • kau makin mengerikan -__-
        hyaaaaa kau gila!! kris jelek udah gila, ditambah kau lagi -____- ya ampun.. aigoo jinja.. ck, itu mayat rinrin ngapain di nikahin sma kris jelek -_-
        wkwk~ kau lucu😄
        lgi pengen elus2 myunpa~ kan kulitnya halus😛 *lindungi kris
        aku mah ikhlas2 aja O.o *dijewer..
        mgkn aku pkirkan dlu usulmu itu.. readerku jga pada ga berani daftar gr2 mrka udh cocok sma k-rin -__-‘
        MANA BISA!!? kalau sama kau malah aku ga relaaaaaaaaaaaaaa!!
        ne ne -_- santai. slow down baby~ keke

      • huhhahha😄 aku memang mengerikan baby~ *colek dagu kris :P*
        hhah😄 hey~ yang gila itu kris,, klo aegy itu hanya kurang waras *nahlo*
        biar sehidup semati -_- *ngek*
        iya,, Krin lebih cocok!!! mg dah ada yg ikut casting? :O
        wae??? kan aku jauh lebih dekat😛 *tepe2 kris*

      • -__________- jangan colek2 kris jelek!!!! *masukin myunpa ke kulkas
        kris itu krna tuntutan peran O.o nah malah lebih aneh aegy😛
        sehidup semati?? gila aja -_-
        ada yaaaa =_=
        aku jdi bingung nih..ck O.o

      • hahah😄 dagunya menggoda😛 *ditimpuk*
        hay,,, tiang listrik itu juga tidak kalah anehnya dengan diriku ri-ah!! *tunjuk2 kris*
        nde~ kan cinta sehidup semati *gubrak*
        dah ada??? terus aku masuk hitungan ga nih? *dicincang*
        dah kau aja tapi pake nama lain -_-
        atau ternyata kau belum mati~ hahahha😄 *gali kuburan ri-ah lagi*

  2. Aaaa~! Sediiih ! *meluk Kris oppa *huaaaa!! >.< T.T
    Ending nya menyakitkaan!!
    serasa nonton film😥 daebak daebak ini ff! Bikin lg dong ff nyaa eonni #eh bingung mau manggil apa ;-D *puppy eyes kling kling! ^.<

    • iyaa.. menyedihkan T.T hikss…
      tragis bgt ya.. T.T
      sngat menyakitkan T.T *hug kyu *eh?
      jeongmal?? kayak nonton film eh?? kok bsa?? O.o
      iyaa nnti psti dibikin lagi ^^
      aku angkatan 93😄 kmu berapa??
      hehe.. gomawo ya udah mampir :3

  3. Ne cheonmaneyo eonniii ^^ ne eonni,jinjja,kayak nonton film T.T #hikshiks😥 aku msih kbawa suasana ff eonni #dipeluk sehun
    yee!! Klau gitu d tunggu yaa ff slanjutnya! #ceria ngedadak(?) ^o^ aku line 95 eonni,hehe B)

    • ah… trnyta kau adikku😄 dapat saeng bru nih :3 hoho
      sptinya ini trmsuk film tragis ya saeng T.T
      pdhl unn agak pesimis dg ff ini T.T
      biasmu sehun?? O.o
      iyaaa saeng😄 sip🙂 tunggu ya…
      kau seline sma youngmin~ keke

  4. 😦 demi apa… Rinrin meninggal huaaa #pingsan .. #Bangun lg, tp aku suka ff yg seperti ini, yg sdih bgt sampai bikin terurai air mata #eah

    yg penting ini gk nyambung sma ff yg biasa… Hehe

    itu ada audisi couple Kris, syarat pertama lngsung gugur hahaha
    (mianhae Kris, aku memang fans kamu bahkan BIGFANS, tp tp tp tp, aku juga membencimu, #disemburnaga #digigitvampiregagal #dilemparkeplanetEXOOOOO

    • kau hbat bsa lngsung trbangun dri pingsan O.o *shock
      iya… tpi tragisnya.. ah feelnya udah dpt kan aichan?? aku sedikit ga pede dibagian berurai air mata T.T *plak
      haha iya.. klo nymbung ke biasanya rinrinnya jga mikir2 dulu ninggalin mati namja tampan seganteng kris? wlopun dia tahu seandainya kris itu menduda tetep aja banyak yeoja yg naksir dia -____- *garuk tembok
      kenapa kau membencinya?? O.O karena kau terlalu mencintainya yah??? kekeke *evillaugh breng kyu
      coba aja aichan?? kenapa tidakkkk😄 *ngiklan

  5. hehehe sama seperti alasan Ming untuk Kyu, aku membencinya karna aku tidak bisa membencinya… Hahaha #ciaigajelagi

    aduh yg lain aja deh (katanya nyesek???) terus terang aku gak PD,*ngumpet di balik pohon kehidupan* haha alasan yg aneh…

    Oh ya, kadang2 aneh+lucu tentang gambaran2(?) member EXO, pria Chubbi tp manis…
    Pria tampan dngn senyum manis…
    Apalagi ya… Pokoknya itu lucu deh
    untuk yg sdih2nya udah dpt kok, yaaa sebenarnya kurang tragis #plakk #dideathglareRinrin

    • hahaha iya kan😄 ck~ pangeran iblis kadang2 mmg romantis sma ming oppa O.o

      -____- knpa tak mencoba saja?? kan siapa tau sesuatu nnti O.o
      iya bner2 alasan aneh O.o

      entahlah pengen gambarin kyk gtu😄
      karena sebagian besar mereka di mataku itu terlihat manis :3 hahaha *emang gula
      aku merasa ga dapet T.T ini bkan genreku soalnya sih ya T.T

      • kenapa gak mencoba?
        Entahlah, mungkin karna udah bca ff K-Rin lama bgt jd udah rela n gk bisa lah jd main cast yeojanya nanti #eahapasih cz aku maunya ma Baekhyun hahaha…… Mianhae Kris kamu sama Rinrin benar2 udah masuk hayalan aku…. Jd agak aneh aja, kalau aku yg jd (gmana alasan ini masuk akal gak) emang agak2 gaje, tp ya begitulah aku…, hehe *bow breng Seungho*

      • aiyah O.o jdi begitu.. aigoo-yaa.. aku tak menyangka k-rin bgtu udah melekat dg imagenya T,T *terharu *pletak
        -____- baekki jomblo abadi😄 *dilempar ke dorm SJ
        mungkin krna kebiasaan juga sih T.T
        ah ne… aku tidak menyangka kau smpe spti itu T.T
        aku jdi ga tega klo udh kyk gini T.T
        ah… ne.. gwaenchana aichan🙂 yah kita liat aja nnti kris gmna🙂

      • komen udah kayak orang bener, #eh melankolis bgt ya…. Kamu tau sendiri kan Ririn chingu, segimana aku nyeseknya dngn couple ini sampai2 sering nyungseb di pelukan Xiumim (nah loh), maksudku bantal #songong *Xiumin di samain sama bantal* kesini2 malah jd biasa, hehe

        tp kalau nanti ada couple brunya Kris, no problem kok… Aku bkal baca… N tentu aja ningkalin jejak gaje yg bnyak kayak sekarang ini, haha
        (ini komen yg keberapa ya, 1 ff penuh ma komenan aku doang, nyadar diri hehe)

      • jangan trllu mellow aichan >.< aish… k-rin sih~ *ditoyor kris
        iya sih… mrka trllu gmna gtu -_- *authornya siape
        xiumin = bantal = mirip O.o *jedaaar
        akhrnya dirimu terbiasa dengan mereka??😄 *lirik k-rin
        gomawo yah aichan😄 kau harus slalu meninggalkan jejak karena kutakkan seperti noah yang 'menghapus jejakmu' *eaaaa

  6. Loh? Jgn pesimis eonni :)) ini ff daebak eonni ^^ ne,bias aku sehun😄 #peluk sehun manis {}
    eonni aku nyalonin diri jd cast yeoja ff eonni #hehe coba2 ^^
    prtama aku bca,aku lgsung kirim prsyaratan di atas ke fb eonni :)) pngumuman yg trpilih kpn eonni? #harap2 cemas

    • gomawo ya saeng.. soalnya unn ga jago dlam genre ini T.T
      wahhhh bgslah😄 kekeox?? O.o
      eh??? boleh boleh.. coba aja saeng ^^
      udah kirim belum saeng jawabannya ke inbox?? O.o
      pengumumannya 2 hari setelah penutupan kuis :3 hehe

      • Ne cheonmaneyo eonni ^^ saeng udh krim kmaren ke fb eonni,skrg tinggal nunggu hsilnya eonni =.= #dagdigdughatiku
        #dielus-elus sehun
        eonni,itu yg kpilih jd cast di kbarin nya lewat apa ? Lewat fb lg eonni??

      • saeng… beneran ga ada lho😦
        FB unn ppnya apa coba?? O.o
        padahal unn bka inbox fb tiap hri lho….
        kirim ulang deh…😦
        eh… tpi setelah nasehat dri berbagai pihak pada ga setuju unn cari cast yeoja lain -_- *jedaaaarr *disambit
        fbmu yg apa saeng?? O.o

  7. Jung hyun mii disiinniiiiiiiii
    huaaaaaa
    authorr aku nangisssss huaa kenapa rinrin nya meninggal ??
    apakah ini kelanjutan ff nya k-rin ??
    oh my godd
    aku sebenernya juga pengen jadi pengganti nya rinrin #plakk
    tapi aku udahh suka bangett sama k-rin couplee
    hyaaaaa
    k-rin nya ko jadi gii T_T
    jujur nih ya thor awal nya aku aga ga ngerti sama ceritanya -_-
    aku sampe bolak balik bacanya juga
    ampe muter2 ni pala -_-
    ayo thor jangan bikin aku lumutan lagii nungguin k-rinnya ^^
    ohh iya authorr hari ini aku ulang tahun lekekekke😄 #bangga
    ff ini pas banget jadi hadiah ultah saya kekkek
    soalnya saya galau ga baca ff k-rin lagi kekeke
    ditunggu ff yang lainnya ya thor !!
    FIGHTING !!
    ANNYEONGG

    • huaaaaa knpa kau menangis T.T
      eh.. hari ini ultahmu hyunmi-sshi?? kyaaaaaaaa saengil chukkae hamnida ya >.<
      best wishes for you… traktirannya jangan lpa yah :3 keke *plak
      enggak.. ini oneshot AU yang berbeda kok🙂
      hahaha pengen ya??😄 ck… tenang aja… k-rin biasa g akan bgini…
      ah mianhae mmbuatmu tidak mengerti T.T mgkn agak belibet emang di awal.. kan cuma oneshot iseng yg aneh T.T hehe
      eh.. dibaca bolak-balik?? O.o
      iyaa.. mian ya… k-rin sesegera mgkn akan comeback🙂
      makasih ya udah jadiin ff ini sesuatu buatmu😄
      ne.. kupersembahkan jga jadi gift untukmu :3
      oke.. FIGHTING!!
      gomawo hyunmi-sshi ^^

  8. haaai aku datang untuk comment😄
    ini bacanya kapan, komennya kapan -_-
    oke langsung saja
    ceritanya sedih unn 😥 *ngabisin tisu selusin
    sad nya ngena bgt, huwaaaa gak rela rinrin meninggal TT^TT
    Kris, tanggung jawab apa yg kau lakukan pada unnie ku? #eh? o.O *ngamuk ke org yg salah*
    tapi ffnya tetep daebak kok unn
    di tunggu ff yg lainnya yaaa😀
    unnie fighting (ง`▽´)ง

  9. WOW,,,
    fantastic baby,,,
    bener2 ddaebak thor,,,
    * eh ngemeng2 ini ririncross yg kuliah di undip itu bukan ??
    Admin big family of elf indo ??

  10. eoh, eonni,
    aku lagi seru baca ternyata rinrin-nya mati ? ciyus TBC ? kalo beneran tbc , next nya yang cepet ya ^^
    oh iya, kalo bisa kris nya juga ikut mati eon *dikubur kris* , dan juga jangan ada yang nyelametin kris *lirik HoAe*

    tapi sumpah eon , aku nangis loh pas adegan kris di kuburan rinrin😥

  11. Tragis endingnya :3
    Pas Kris nya pergi udah sedih, pas pertamaan aku kira Kris yang pergi duluan karena Rinrin pake topi hitam :3
    Taunya malah Rinrin yang duluan pergi =,=
    Emang angst/? sih, tapi yang penting mereka berdua sama-sama pergi – mati

    Komennya kepanjangan ya? Maklum lah readers baru(?) jarang-jarang nemuin blog khusus Kris-OC, biasanya paling sering itu Krissica, entah kenapa aku kurang sreg sama couple itu :’v

    Komennya makin panjang, yaudahlah thor. Makasih udah diizinin baca. Terus berkarya! :’v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s