>>[FF EXO] What is Love <<

Standar

Tittle : What is Love (sekuel LET’S BREAK)

Main Cast :

>> Park Chan Yeol

>> Park Hye Min

>>Byun Baek Hyun

>> EXO Member and All Couple

Author : Ririn Cross

FB : Ririn Cross

Twitter : @RirinCross

Genre : Romance-Comedy, Drama, Hurt/Comfort

Disclaimer : EXO’s belong to themselves, but this story original by me! Don’t copas anywhere~

Rated : T++

WARNING : Saya ga bisa lepas dari salah ketik, makanya typo bertebaran dimana2 T.T 

Ini FF lama yang udah pernah ku publish di FB tapi belum ku publish di blog ini… Ceritanya masih seputar habis mereka dari petualangan Diamond House dan ini menjadi sekuel dari LET’S BREAK. Karena itulah all couple + ppappiyong masih bertahan di dorm EXO M in China~ 

K-RIN belum menikah ya~

Oke.. yang banyak basa-basi lagi.. Kita cek ceritanya yuk ^^

 

~XXX~

 

“Chan Yeol hyung, Park Hye Min!!! Awas saja kalian!!!” Tao memutar-mutarkan tongkat wushu-nya dengan penuh amarah membuat sebagian alat-alat dapur beterbangan (?). Sial sekali, adegan yang sangat ia tunggu-tunggu gagal hanya karena pasangan usil itu.

 

Mereka akhirnya berkejar-kejaran di seluruh asrama EXO-M, walaupun di tengah malam seperti ini. Entahlah, amarah Tao memang sedang memuncak. YeolHye salah strategi, tidak seharusnya mereka mengganggu TaoRin kalau tidak ingin mendapat amukan dari magnae Tao yang imut tapi berotot kawat bertulang besi -emang Gatotkaca?-.

 

Chan Yeol dan Hye Min bersembunyi di dapur. Mereka pikir itu tempat paling aman. Namun salah, ternyata Tao mengetahui strategi mereka.

 

“Mau kabur kemana lagi kalian?” Tao melakukan smirk. Ia menudingkan tongkat wushu pada Chan Yeol.

 

“Darling, sembunyi di belakangku!” Chan Yeol menutupi tubuh Hye Min. Ia akan melindungi kekasihnya itu apapun yang terjadi.

 

“Tapi darling, bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan gigimu? Aku akan sangat sedih…” Hye Min terlihat tak rela, tentu saja karena gigi Chan Yeol adalah bagian favoritnya. Satu lawan satu dengan Tao si Kungfu Panda adalah hal terbodoh dalam hidup Chan Yeol, kekuatan mereka berbeda level. Ibaratnya Tao setinggi langit, Chan Yeol dalam kungfu sedalam samudra. Poor Chan Yeol.

 

“Tenanglah darling. Aku akan selamat. Seandainya tidak, aku punya banyak gigi palsu cadangan…” bisik Chan Yeol.

 

“Hmm.. baguslah, asalkan bukan yeoja cadangan saja…”

 

Chan Yeol lalu menatap Hye Min. “Mwo?! Kenapa kau bicara seolah aku suka berselingkuh darling?”

 

~XXX~

 

“Kau benar-benar tidur?” Kris melirik Rinrin yang terlelap. Pemuda itu mencoba menyentuh kekasihnya namun terlihat wajah letih Rinrin. Perlahan Kris membawa gadis itu, dan membaringkannya ke ranjang. Kris melepaskan jaket yang dikenakan Rinrin. Betapa terkejutnya pemuda itu. Ada banyak luka memar di lengan Rinrin. “Kau berkelahi lagi?” tanya Kris.

 

Terlihat ekspresi penyesalan dari leader EXO M itu. Ekspresi yang takkan pernah ia tunjukkan kepada siapapun, selain kepada orang yang paling ia sayangi. “Mengapa kau selalu membahayakan dirimu sendiri Putri Tidur…” Kris mengusap wajah Rinrin.

 

Sementara itu di sisi lain ranjang, tempat HoAe. Aegy dan Suho masih belum memulai permainan karena mereka terkejut melihat apa yang Kris dan Rinrin lakukan. “Myunpa, menurutmu apa yang akan mereka lakukan?” Aegy cengo.

 

“Entahlah…” Suho menggeleng. “Ayo main… kau bilang ingin main kan?” Suho merengek. Mengapa jadi namja itu yang lebih antusias daripada Aegy sendiri?

 

“Baiklah…” Aegy menganggukan kepala. Tidak curiga sedikit pun dengan sikap Suho. 

 

Gangman dokkaebi, jjak!

Isanghago areumdaun ddokkaebi nara..

 

Lagu terus berputar. Dimana mereka saling membentuk batu, gunting, atau kertas kemudian memukul, terutama bagi yang kalah. Suho menunjukkan tanda-tanda kemenangan.

 

PLAK

 

“Aish.. Sakit sekali ramyun pabo!” Aegy mengelus kepalanya. Sudah jitakan ketiga yang diberikan oleh kekasihnya itu.

 

“Hehehe… Kau harus bersiasat Ae-chan..” Suho melakukan smirk. Aegy mendesis, ia tak ingin kalah. Ia bertekad menang. Mereka melanjutkan permainan Rock, paper and scissors lagi. (Untuk detilnya siapa yang pernah nonton Super Junior Full House pasti tahu permainan ini, di episode 2, perjalanan menuju Gangwondo🙂 )

 

JEDAR, KLONTANG

 

Suara itu membuat Suho dan Aegy menghentikan permainannya. Sedangkan Kris langsung bangkit. Sebenarnya apa yang terjadi?

 

“Kita lanjutkan nanti…” bisik Suho. Aegy mengangguk. Mereka kemudian segera berlari menuju TKP, tempat suara yang mengagetkan seluruh penghuni asrama EXO-M ini.

 

~XXX~

 

“Aniyo! Firasat saja…” balas Hye Min ketus. Suasana menjadi panas. Hyemin terlihat menyilangkan kedua tangan di depan dada.

 

Sementara itu Tao di seberang hanya cengo. Apa-apaan ini? Kenapa jadi drama perselingkuhan dadakan?

 

“Argh!! Kalian mengesalkan! Bagaimana kalian bisa bercanda di saat seperti ini!” seru magnae Tao frustasi. Ia tak sengaja mendengar pembicaraan bodoh YeolHye.

 

“DIAM!!” bentak YeolHye bersamaan. “Kami sedang tidak bercanda!” seru Chan Yeol dan Park Hye Min bersamaan. Tao mengkeret. Ia takut kalau hyungnya sudah mulai marah-marah. Bagaimana ini? Mengapa keadaan malah menyudutkannya? Ini semua tidak adil.

 

“Aish.. Aku tak mungkin melakukannya. Walaupun aku punya banyak gigi palsu cadangan, tapi yeoja di hatiku hanya kau seorang Park Hye Min sayang…” rayu Chan Yeol. Kali ini dengan sungguh-sungguh.

 

“Aku tidak percaya..”

 

Semua kini telah berkumpul di dapur karena insiden mencengangkan ini. Kecuali HanHyo yang masih belum kembali dari petualangan mereka. Sementara itu Sehun dan Je Hwa sepertinya masih betah berduaan di kamar –dalam konteks ini karena Je Hwa sakit–. Rinrin ternyata bangun karena suara gaduh itu dan menyusul ke TKP. Di sini sudah ramai seperti nonton drama on air.

 

“Darling.. mengapa kau jadi marah seperti ini? Apa salahku?”  Chan Yeol bingung. Hye Min kenapa jadi begitu sensitif?

 

“Aniyo.. kau berubah!” balas Hye Min. Chan Yeol terdiam mencerna kata-kata Hye Min.  Ia menyilangkan tangannya lalu berjalan keluar dapur tanpa ekspresi. Sepertinya Hye Min benar-benar marah?

 

“Bro…” Baekhyun yang ada di sana langsung menepuk pundak Chan Yeol rekan seperjuangannya, couple tersexy-nya sekaligus soulmate dalam hidupnya.

 

No problem. I can solve it..” bisik Chan Yeol sambil tersenyum. Ia menguatkan diri sendiri sekaligus menentramkan orang lain. Baekhyun mengangguk, ia juga membagi senyumnya pada Chan Yeol, menguatkannya. Akhirnya Baekhyun membiarkan Chan Yeol pergi, setidaknya untuk menenangkan diri.

 

“Aku percaya padanya walaupun aku tak mengerti maksud ucapannya …” komentar Baekhyun setelah Chan Yeol berlalu.

 

GUBRAK

 

Member lain yang ada di dapur jatuh berjama’ah mendengar quotes terakhir lead vocal EXO-K tersebut.

 

 

~XXX~

 

Hye Min terlihat menatap langit-langit kamar milik Xiumin yang kotak-kotak. Pintu telah ia kunci rapat-rapat. Ia sedang menenangkan diri.

Gadis itu mengangkat telapak tangannya ke langit. Membayangkan sesuatu yang mungkin akan terlepas dari genggamannya. Gadis itu menangkupkan telapak tangannya ke langit, menangkap udara kosong. Berusaha meraih cintanya yang mungkin akan pergi. Ini membuatnya begitu frustasi.

Gadis itu mulai memikirkan perseteruannya tadi dengan Chan Yeol. Ini pertama kalinya ia marah besar pada kekasihnya. Entahlah, ia hanya ingin marah saja. Namun, perasaannya merasakan sesuatu yang tidak enak. Firasat. Ya, ada sebuah perasaan dimana Hye Min merasakan bahwa ia meragukan kesetiaan Chan Yeol.

 

Saat di ruang santai tadi pun Hye Min mencium gelagat aneh Chan Yeol. Trik yang dipakai Hye Min memang berhasil, ia bisa membuat Chan Yeol bertekuk lutut padanya saat itu. Namun, mengapa pemuda itu sepertinya terpaksa untuk menciumnya? Hye Min tak melihat ketulusan dari Park Chan Yeol yang biasanya.

 

“Apakah ia tidak mencintaiku?” Hye Min bergumam pada dirinya sendiri. Sebenarnya, What is Love?

 

~XXX~

 

TOK TOK TOK

 

Pintu di ketuk namun Hye Min tetap terbelenggu dalam kebisuan. Ia tahu siapa yang melakukannya.

 

“Buka pintunya.. Kau di dalam kan Hye Min?”

 

Gadis itu mendesah kecewa. Mengapa bukan seperti yang ia harapkan? Apakah benar sesuatu yang ia khawatirkan itu akan terjadi. Andwae! Jangan sampai!

Hye Min langsung bangkit.. “Bacon oppa kau di luar?” tanya Hye Min.

 

“Ne ini aku.. Kau tak mau membuka pintu untukku?”

 

Hye Min berpikir. Apakah ia harus membukanya atau tidak? Jangan-jangan Baekhyun berkomplot dengan Chan Yeol? Hye Min curiga. “Apakah disana ada Chan Yeol?”

 

“Tidak ada.. Kau bisa percaya padaku..”

 

~XXX~

 

_FLASHBACK_

 

“Kim Ye Jin itu mantan Chan Yeol ya?” bisik seorang gadis.

 

“Iya… Kudengar begitu. Mereka putus karena Chan Yeol oppa telah dipastikan debut dengan EXO-K..” balas gadis lainnya.

 

“Ah… Kisah cinta yang menyedihkan..” komentar gadis satunya.

 

“Tapi ada gosip yang bilang, EXO akan melatih trainee untuk GB SM selanjutnya. Kemungkinan Chan Yeol akan bertemu Ye  Jin kembali.”

 

“Jeongmal? Wah itu keajaiban… Bisa saja kan mereka CLBK?”

 

“Mungkin.. aku juga tak mengerti. Yah, apalagi mereka sangat cocok..”

 

JDERRR

 

Kalimat terakhir itu membuat Hye Min –yang duduk di bangku belakang kedua gadis siswa SMA yang sedang menggosip di bis itu– langsung sesak nafas. Apa maksudnya mereka cocok? Apa maksudnya mereka akan bertemu kembali? Akankah Chan Yeol meninggalkan dirinya demi kembali pada mantan kekasihnya?

 

Hye Min buru-buru menghentikan bis dan turun. Hatinya benar-benar tidak enak. Terlebih Chan Yeol sudah beberapa hari ini tak menemuinya.

 

_FLASHBACK END_

 

 

“Apakah karena hal itu kau begitu galau?” tanya Baekhyun setelah mendengar penuturan Hye Min. Curhatan gadis itu ternyata didengarkan dengan baik oleh Baekhyun.

 

Hye Min mengangguk.

 

“Aish.. Kau berpikir terlalu jauh Park Hye Min. Chan Yeol tidak akan seperti itu. Ia sudah melupakan Kim Ye Jin, hanya kau yang terpikir dalam benaknya.. dan aku…” jelas Baekhyun. Namun ia segera mendapat tatapan tajam dari Hye Min. “Ralat yang terakhir… hanya kau, dan orang tuanya…” Baekhyun meringis.

 

“Aku hanya berspekulasi oppa. Setidaknya kalau memang itu benar, dan itu demi kebaikannya aku rela..” Hye Min berusaha menahan air matanya. “Karena aku mencintainya.. aku ingin melihatnya bahagia..” bisik Hye Min.

 

“Mwo!!?” Baekhyun terkejut. “Aniyo! Bagaimana bisa seperti itu!? Kau bicara seperti kalian akan berpisah saja. Aku tak setuju!” Baekhyun menyilangkan tangannya melakukan penolakan keras.

 

“Seandainya saja memang terjadi.. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan bukan?”

 

“Tapi bukankah takdirmu memang bersama Chan Yeol. Kau tak bisa menyangkalnya itu!”

 

“Entahlah..” Hye Min mendesah. Ia tidak mengerti. Gadis itu  kemudian melihat wajah cemberut Baekhyun. “Kau lucu sekali oppa..” Hye Min tertawa melihat ekspresi lucu Baekhyun. Sedangkan Baekhyun hanya bengong di tempat. Apanya yang lucu? Mengapa topik pembicaraan jadi berubah? Tapi setidaknya Baekhyun merasa senang telah menghadirkan kembali senyuman di wajah manis Hye Min.

 

“Oppa.. Berjanjilah padaku, jangan ceritakan ini semua pada Chan Yeol. Aku akan berusaha mencari jawaban atas pertanyaanku sendiri.. Jeongmal gomawo…” lanjut Hye Min sambil menatap Baekhyun.

 

“Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian…” Baekhyun memeluk Hye Min. Saat itulah Chan Yeol berdiri di depan pintu, menatap pemandangan yang sama sekali tak ia inginkan. Namja itu mengepalkan tangannya lalu berbalik kembali keluar ruangan.

 

~XXX~

 

Keesokan paginya….

 

Semua telah berkumpul di meja makan. Kecuali…

 

“Dimana Luhan dan Hyeon Hyo?! Mereka masih belum pulang?” Suho menatap member lainnya tak mengerti. Mereka semua menggeleng.

 

“Lalu Sehun dan Lee Je Hwa…??” Suho menginterogasi.

 

“Masih di kamar.. Sehun sedang membawakan sarapan untuk Je Hwa noona..” Dio mengangkat tangan, memberikan jawaban kepada leader. Suho mengangguk maklum. Sehun kini mulai tumbuh dewasa, ia bisa merawat Je Hwa dengan sabar.

 

“Min Rin dan Tao kemana?!” Suho menginterogasi lagi.

 

“Ke pantai.. Tao bilang akan menenangkan diri, dan Min Rin eonni menemaninya karena khawatir terjadi sesuatu jika Tao sendirian…” jawab Hae Yeon. Suho lagi-lagi mengangguk.

 

“Kai, Xiumin, Chen, dan Lay kemana?!”

 

“Mereka melakukan kencan buta kapten… laporan selesai..” Baekhyun menjawabnya dengan sempurna.

 

“Mwo?! Kencan buta!?” Suho terkejut. Baekhyun mengangguk. Suho mendecak. “Lalu mengapa kau tak mengikuti mereka Baekhyunnie?”

 

DOR

 

Ini pelecehan namanya. Baekhyun memang tidak ikut karena ia memang tidak mau. Bukan karena ia tak laku. Dzingg…. Pemuda itu lalu menatap Rinrin yang duduk di depannya. Ah, lagi-lagi perasaan itu. Pemuda itu kemudian menunduk.

 

“Eh.. Terus Shin Aegy dimana??” Suho terlihat cemas. Ia tiba-tiba mengalihkan topik pembicaraan lagi. “Huaa.. chagiku hilang…” Suho tiba-tiba OOC.

 

PLETAK

 

“Aku di belakangmu Ramyun pabo jelek…” Gadis itu mendaratkan sebuah jitakan pelan supaya Suho tersadar, ia berkacak pinggang menatap kelakuan konyol kekasihnya. Sementara itu kini Suho bungkam. Ia tak cerewet bertanya ini itu lagi.

 

Mereka makan dalam suasana tenang. Tidak gaduh seperti biasanya. Entahlah, mungkin karena kurangnya personil dan suasana yang masih belum menyenangkan sejak konflik tadi malam. Kris bahkan tak lepas dari mengamati gerak-gerik Rinrin. Rinrin sendiri merasa ia tetap harus tenang agar tak membuat Kris khawatir. Ia tak ingin Kris tahu apa yang terjadi padanya, walau sebenarnya Kris telah tahu apa yang terjadi.

 

Sementara itu Aegy makan dengan lahap. Maklum ia begitu lapar. Tersesat dan di tawan di Diamond House membuatnya kelaparan tidak seperti biasanya. Nafsu makannya bertambah. Sering-sering saja seperti ini. Itu akan membuat Aegy hidup lebih sehat. Suho dari kursinya hanya bisa tersenyum menatap kekasihnya. Bayinya yang lucu, Shin Aegy.

 

Sedangkan Hye Min dan Chan Yeol terdiam menikmati makanannya. Benar-benar suasana yang tidak enak. Mereka tidak seperti biasanya. Mereka begitu aneh.

 

Dio dan Haeyeon malah saling suap menyuap. Entahlah, mereka mungkin ingin menunjukkan rasa kasih sayang melalui makanan. “Enak sekali oppa…” bisik Haeyeon.

 

“Tentu saja.. Aku membuatnya dengan bumbu rahasia…” balas Dio.

 

“Apa itu? Mungkin aku bisa menggunakannya?” Haeyeon terlihat antusias.

 

“Itu bumbu langka..” Dio berlagak sok misterius. Haeyeon semakin penasaran. Entahlah, akhir-akhir ini Dio begitu so sweet padanya. Namja itu sepertinya salah makan.

 

“Oppa-ya.. Jebal, katakan apa itu..” Haeyeon merengek. Dio tersenyum lalu ia meraih dagu Haeyeon. “Kau ingin tahu chagiya?”

 

Haeyeon mengangguk. “Cepat beritahu…”

 

“Kau pasti akan terkejut…”

 

“Aku tidak punya penyakit jantung. Semua akan aman terkendali oppa..” balas Haeyeon.

 

“Kau sekarang begitu pintar membalas kata-kataku..” Dio tersenyum.

 

“Tentu saja.. Sekarang cepat beritahu bumbu langka apa itu?” bisik Haeyeon menggoda iman Dio. Jantung namja imut itu langsung bergejolak hebat seperti dilanda tsunami (?).

 

“Itu adalah bumbu cinta.. Cintaku padamu membuat masakanku mencintaimu dengan kelezatannya..”

 

TLEK

 

“Aku selesai…” seru Park Hye Min. Ia meninggalkan ruangan itu tanpa syarat. Chan Yeol yang melihatnya segera menghentikan makannya juga. Ia begitu kesal dengan suasana tidak enak ini.

 

“Hey magnae!! Dan kau Kyungkyung oppa!! Bisa tidak kalian berhenti bermesra-mesraan di meja makan!!!” teriak Aegy galak.

 

“Hyaaa… eonni sirik ih…” balas Haeyeon.

 

“Mwoya?!!!”

 

“Ayo oppa.. kita lanjutkan di dapur..” Haeyeon menarik tangan Kyungsoo menjauh dari ruangan itu. Sementara itu Aegy merah padam menghadapi ulah dari salah satu magnae mereka. “Aish.. jinja… Anak muda jaman sekarang benar-benar keterlaluan!!!” Aegy meniup poninya, kesal.

 

“Kau terlihat seperti orangtua.. Bukankah kau lebih parah dari itu Shin Aegy, kau dan Myunpa..” Rinrin bertopang dagu. Ia ternyata telah menyelesaikan sarapannya.

 

“Ya!! Ri-ah! Mengapa kau malah menyudutkanku?”

 

“Sudah sudah.. tenanglah Aegy..” Suho segera memeluk kekasihnya itu, menenangkan.

 

“Mulai skinship lagi,” bisik Kris.

 

“Jadi kau setuju dengan ku Pangeran Es jelek?” Rinrin lalu menatap pemuda itu berbinar-binar. Kris jadi salah tingkah. Ia pura-pura menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

 

~XXX~

 

 

Hye Min menghela nafas. Suasana di ruang makan tadi tidak membuatnya nyaman. Ia kesal, ia iri, ia ingin melakukan hal itu juga dengan Chan Yeol, tapi mengapa sekarang sepertinya tidak bisa. Mengapa sepertinya akan sulit?

 

Kemarin bahkan saat marah Chan Yeol tak berusaha menyusul dan menenangkannya. Sekarang apalagi? Haruskah berakhir seperti ini? Hye Min menangis dalam diam. Ia menyesali nasibnya sendiri.

 

Gadis itu kemudian keluar dari kamar Xiu Min. Ia ingin meluruskan masalah yang ada. Jika didiamkan terus takkan ada artinya. Hanya akan membuat prasangka dan menambah luka di jiwa. Ia ingin menemui Chan Yeol.

 

~XXX~

 

Chan Yeol berdiri di pinggir kolam ikan. Asrama EXO-M memang difasilitasi dengan sebuah kolam dengan air mancur dan taman kecil di tengah-tengahnya. Begitu indah dan ini dapat digunakan sebagai tempat untuk menyendiri yang tenang.

 

Pemuda itu memandang air kolam yang bening. “Darling…” panggil namja itu. “Duduklah di dekatku…” ujar namja itu. Ternyata Park Hye Min telah datang.

Hye Min terkejut. Mengapa Chan Yeol bisa tahu kehadirannya? Bukankah Hye Min berusaha tak menimbulkan suara sekecil mungkin? Apakah memang Chan Yeol begitu ajaib seajaib orangnya sehingga bisa merasakan kehadiran tanpa melihatnya? Entahlah..

 

Mereka berdua terdiam lama. Memainkan air disela jemari kaki mereka.

 

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,” bisik Chan Yeol. Hye Min langsung menatap pemuda itu.

 

“Apa yang kau katakan?”

Chan Yeol tersenyum kemudian menatap kekasihnya itu. “Aku, Park Chan Yeol, ingin mencintai Park Hye Min dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu…”

 

“Kau bicara apa?!” Hye Min semakin tak mengerti. Apakah Chan Yeol sakit? Mengapa tiba-tiba pemuda itu bisa melantunkan sajak?

 

“Pengakuan ku…” Chan Yeol tersenyum. Ia menatap Hye Min lekat.

 

“Tapi… kau dan Kim Ye  Jin…” Hye Min tak jadi melanjutkan perkataannya, ia tak kuat mengatakan itu.

 

“Kau bicara apa? Dia masa laluku…” balas Chan Yeol sambil mengacak rambut Hye Min.

 

“Tapi…” Lagi-lagi Hye Min berusaha meyakinkan, atau memastikan. “Kau bisa saja mengakhiri ini semua. Cintamu dan Heejin saja gagal, tidak ada kepastian tentang hubungan kita..”

 

“Kau tak perlu meragukanku darling… Aku mencintaimu apa adanya. Bukan karena kau pelampiasan, atau karena pelarian. Aku benar-benar mencintaimu tanpa syarat.. karena kau adalah Park Hye Min…”  Chan Yeol menatap langsung ke manik mata Hye Min. Gadis itu terkesiap. Mengapa kata-kata Chan Yeol membuat dadanya bergetar. Tak ada kebohongan di dalam sorot mata bening Chan Yeol.

 

Namun, Hye Min masih tidak ingin terpengaruh dengan perkataan Chan Yeol. Bisa saja pemuda itu membual. Bukankah laki-laki itu pintar sekali merayu?

 

“Lalu.. Mengapa tempo hari sepertinya kau menolakku.. Kau terpaksa hendak menciumku..” desis Hye Min.

Chan Yeol sekarang terdiam. Hye Min memperhatikan ekspresi kaku pemuda itu. Apakah Chan Yeol memang tak bisa melakukannya lagi? Apakah benar Chan Yeol telah berubah? Dan Chan Yeol tak menginginkannya?

 

“Sekarang aku yang bertanya.. Kemarin apa yang kau lakukan dengan Baekhyun di kamar!?” Ekspresi Chan Yeol mengeras. Hye Min terkesiap. Apakah Chan Yeol melihat mereka? Bagaimana ini?

 

“A..aku tidak melakukan apapun dengannya…” jawab Hye Min lirih. Tak mungkin ia memberitahu bahwa ia curhat tentang kegalauannya dengan Baekhyun oppa. Pasti Chan Yeol akan tertawa jika mendengarnya, jika pemuda itu memang dalam mood baik. “Kau belum menjawab pertanyaanku sebelum ini..” ujar Hye Min tegas.

 

“Kau ingin kucium kan.. Baiklah…” Chan Yeol segera membalikkan tubuh Hye Min menghadap dirinya. Dengan cepat pemuda itu mencium bibir tipis Hye Min. Lidahnya memaksa Hye Min untuk membuka mulutnya. Hye Min yang terkejut tak bisa menerima itu. Ia bungkam. Apa yang terjadi? Ada apa dengan Chan Yeol? Mengapa kekasihnya seperti ini?

 

PLAK

 

“Kau brengsek!” Sebuah tamparan keras mendarat di pipi  Chan Yeol. Hye Min berlari sambil membekap mulutnya. Tangisan menghiasi langkahnya dalam pelarian.

 

~XXX~

 

“Kau mau kemana Hye Min?!” tanya Rinrin yang tak sengaja melihat Hye Min mengemasi barang-barangnya.

 

“Pulang…”

 

“Mwo?! Kau ingin kembali ke Korea?”

 

“Ne…”

 

“Apa yang terjadi?”

 

Hye Min menggeleng. Gadis itu segera menenteng tasnya. Ia memang hanya membawa sedikit baju dan beberapa barang-barang kecil, tidak terlalu berat. Hye Min berlari menuruni tangga. Ia tak mempedulikan teriakan Rinrin, sapaan Suho, dan gonggongan anjing tetangga. Gadis itu segera menghentikan taksi.

 

Airport, sir..” ujar gadis itu dalam bahasa Inggris.

 

 

~XXX~

 

Baekhyun yang menatap YeolHye couple itu merasa bersalah.

 

“Mengapa kau lakukan itu!?” Baekhyun datang dan langsung memegang kerah Chan Yeol. Pemuda itu harus melakukannya dengan sedikit berjinjit, untuk menyeimbangkan tinggi mereka. “Hye Min tidak bersalah! Mengapa kau lampiaskan semua padanya!” Baekhyun langsung mengarahkan pukulan pada Chan Yeol.

 

“Kau pikir siapa yang membuat gadis itu seperti ini!? Dia begitu memikirkanmu Chan Yeol babo!” teriak Baekhyun.

 

“Memikirkan dalam hal apa?! Saat kalian berduaan begitu?!”

 

Baekhyun ternganga. Jadi karena ini Chan Yeol emosi. “Kau cemburu karena itu?! Cih…” Baekhyun mendecih. “Itu karena kau tidak gentle! Harusnya kau bisa lebih memahaminya!”

 

“Aku terus memahaminya! Apa lagi yang perlu kulakukan?” rahang Chan Yeol mengeras.

 

“Kau harus bisa hapuskan keraguannya!! Dia hanya tak percaya pada diri sendiri! Ia bukan egois, tapi ia ingin pikirkan yang terbaik untukmu! Bahkan dia bilang, dia rela kau kembali pada mantan kekasihmu itu jika memang kau menginginkannya! Itu semua demi kebahagiaanmu!”

Chanyeol terdiam. Kata-kata Baekhyun mulai menggelitik relung hatinya.

“Kau tahu? Betapa takutnya dia karena memikirkan segala kemungkinan yang terjadi, dimana kau bisa saja meninggalkannya karena Kim Ye Jin. Dan kau bahkan tak membuatnya percaya akan cintamu padanya!” Baekhyun bicara panjang lebar. Ia luapkan semua yang tak terungkapkan dari Park Hye Min.

 

Sementara itu Chan Yeol hanya bisa tertegun. Ia mencerna perkataan Baekhyun. Pemuda itu kemudian berjongkok. Menyibakkan rambut panjangnya. Mencoba menyusun keping-keping puzzle perasaannya. Menjernihkan pikirannya. Menjawab ketidak mengertian yang ada. Semua telah jelas.

 

Ini apakah berarti ia telah menyakiti Hye Min dengan mengatakan semua itu, dengan perlakuan kasarnya, dan ketidakjelasannya. “Argh!!” Chan Yeol mengacak rambutnya frustasi. Ia benar-benar bodoh, tidak tahu isi hati dari kekasihnya sendiri. Apa keinginan dan harapan dari seorang Park Hye Min.

 

“Aku sudah melanggar janjiku pada Hye Min. Kau akan terus babo jika berdiri disitu dan tidak bergerak di saat Hye Min melakukan penerbangan ke Seoul!” Baekhyun melangkah pergi meninggalkan Chan Yeol yang terkesiap.

 

“Ke Seoul?!”

 

~XXX~

 

Chan Yeol mengendarai motor milik Kris dengan cepat. Ia memacu gas pada kecepatan maksimal. Ia tak peduli apapun yang terjadi, saat ini ia harus dapat menyusul Park Hye Min.

 

Pemuda itu melepas helmnya. Akhirnya ia sampai di Bandara Internasional Beijiing. Chan Yeol segera berlari masuk. Ia melihat penerbangan ke Seoul. Sebentar lagi. Aish… Apakah ia punya cukup waktu untuk mengejar Park Hye Min? Chan Yeol, kau pasti bisa! Ia menyemangati dirinya sendiri.

Pemuda itu memeriksa seluruh isi bandara. Loket pembayaran tiket, tempat penitipan barang, dan terminal menuju ke pesawat. Hampir frustasi pemuda itu mengelilingi bandara, hingga ia mendapati Hye Min sedang berjalan menuju pintu masuk pemeriksaan tiket.

 

“Park Hye Min…” desis pemuda itu tanpa suara. Dengan cepat Chan Yeol berlari. Ia meraih tangan Hye Min cepat dan memeluk gadis itu.

 

“Chan Yeol..?!” desisnya tak percaya.

 

“Biarkan sebentar seperti ini…” Chan Yeol mendekap Hye Min lebih hangat. Orang-orang mulai tertarik melihat pemandangan itu.

 

“Tapi…disini ada banyak orang..” Hye Min berbisik. Ia takut Chan Yeol akan kena skandal. Ini bisa mengganggu karier Chan Yeol.

 

“Stt… Gwaenchana…” Chan Yeol tetap mendekap Hye Min erat. Ia tak peduli dengan apapun lagi. Beberapa saat kemudian Chan Yeol menatap manik mata Hye Min dengan penuh kelembutan. “Saat itu aku bukan terpaksa akan menciummu, tapi karena aku tak sanggup menahan diri jika di depanmu. Aku takut akan menyakitimu dan menginginkan lebih… Ini semua karena aku mencintaimu Park Hye Min.”

“Benarkah? Kau tahu, sehari tanpa memikirkanmu membuatku susah untuk melanjutkan hidup.  Maaf karena telah meragukan cintamu. Karena sejujurnya, kau telah menjadi virus dan candu di kehidupanku,” ungkap Hyemin.

“Menjadi virus dan candu dalam hidupmu adalah sebagian dari tujuan hidupku. Maafkan aku karena telah membuatmu ragu, mulai sekarang kita harus saling percaya,” bisik Chanyeol.

Hye Min benar-benar merasakan ketulusan Chan Yeol saat ini. Gadis itu menangis sesenggukkan.

Chan Yeol mengusap air matanya, kemudian ia mencium lembut Hye Min. Hye Min terkejut, namun kemudian ia membalasnya, membalas kecupan hangat Chan Yeol. Mereka berdua lupa daratan. Bahkan mereka tidak sadar sudah banyak sinar blitz melingkupi mereka.  Ingat mas mbak, ini di bandara. ._.

 

“Stop! Tidak boleh ada yang memotret! Kami sedang syuting CF!” Sutradara Baekhyun beraksi. Dengan topi dan cerutu tak nyala ia menuding-nudingkan teropong.

 

“Hey!! Hapus gambar yang kau ambil!!” Kris dengan baju angkatan laut (?) melihat seorang bapak-bapak yang sedang asyik memakai kameranya untuk mengabadikan moment istimewa ini.

 

Camera.. Rolling action!!

 

~XXX~

 

“Subhanallah.. ini sesuatu banget ya..” Xiu Min terlihat tak percaya.

 

“Kyaaaa!! Hye Min eonni! Ini kau bukan?! Kalian melakukannya di airport? Lihat ini Xiao Lu Baby….” Hyeon Hyo tiba-tiba telah hadir disana, menunjuk-nunjuk surat kabar. “Chan Yeol ternyata lebih agresif daripada Suho…” Luhan berkomentar.

 

“Kau benar melakukannya hyung?!” tanya Tao. Ia melihat Chan Yeol yang anteng di sofa tak memberikan respon. “Kalau aku pasti tak sanggup…” Tao membayangkannya dengan lesu. Sambil melirik Min Rin yang mengerucutkan bibirnya tanda kesal. “Ah.. sanggup kok..” Senyum Min Rin kemudian mengembang.

 

“Mereka mulai menyaingi kita Myunnie…” Aegy menatap Suho galau. Suho hanya termenung.

 

“Menakutkan…” komentar Rinrin. Ia kemudian melirik Kris. Kris menatapnya sejenak namun kemudian membuang pandangannya ke jendela.

 

“Aigoo… Bahkan satu jam itu bisa menyajikan lebih dari satu hidangan.” Dio tak percaya. “Mereka niat sekali oppa…” balas Haeyeon.

 

“Park Hye Min!!!” Lee Je Hwa merah padam. Hye Min yang baru saja bergabung langsung terkejut. “Kau sangat daebakk chagi!”

 

“Hah dalam hal apa?!” Hye Min benar-benar tak mengerti.

 

“Noona… ini..” Sehun menunjukkan sesuatu di surat kabar itu.

 

CHAN YEOL EXO-K MENJADI MODEL CF FASHION AIRPORT BEIJING (Headline)

-Shoot kissing scene more than one hours- (Sub-tittle)

 

 

“Apa-apaan ini?!” Hye Min terbelalak melihat headline surat kabar sore itu. “PARK CHAN YEOL!” teriaknya kencang.

 

“Oh iya… Dan ini videonya…” Baekhyun segera memutar DVD yang ada. Hyemin dan Chan Yeol seketika terkejut. “BYUN BAEKHYUN!!!”

 

 

~What is Love FINISH~

 

Yuhuuu… ini YeolHye~~ *sorak sorai bareng kris jelek

 

Aigoo.. saya bahkan tak bisa membayangkan ini. Part awal begitu gaje, part  akhir begitu mellow + gaje.. 

Tunggu ya siapa couple selanjutnya yang jadi korban :3 *smirk bareng kris jelek

RCL ayooo~~ yang banyak sekalian tebar dollar amerika (?) kalo punya O.o *plak

08.09.12 (03.40)

26 responses »

      • Emang knp eon? Kaga boleh yaa😦 *mojok di sudut ruangan*

        iih baru tauuuu ;D
        *colek2 tgn yeollie oppa*

      • Ahihihi~ \( ^o^ )/ *mendadak ceria*
        saeng memang ada dimana2 eon.. *brgentayangan(?) bareng thehun*

        iya nih siapa yg bkin yeollie oppa jd bgitu?? *celingak clinguk* (‘_’ ) ( ‘_’)
        jd pengen dibkinin ff nih sm eonni,abisnya ff eonni pd daebak ^^

      • kau lucu saeng😀 *cubit2 saeng + thehun
        aishh~~ kalian brdua kyk hantu aja, gentayangan >.<

        mgkn krna dia belajar byk dari eunhyuk oppa? *eh??
        eunhyuk : kok aku dibawa2? -_-
        daebakk?? hehe…gomawo ya saeng😄
        pdhl ff unn mnrt unn biasa aja "_"a hehe

  1. Astagfirullah halazimm #tepukikjidatketembok
    My virus channie yeollie baby kelebihan kalsum(?) Kuu #lebay
    Pas di awalnya galau thor ehh pas ke bawah malah ngakak aku wkakkaka
    Itu apa lagi kissing scene nya more than one hours -_-
    Omo kalau gitu k-rin harus lebih dari yeolhye couple !! #dikepretauthor
    Hehheheh
    Aku ini terlalu terobsesi ama k-rin ya kekkek #minjenketawaalasetankyu
    Hehehhe
    Ditunggu couple2 lainnya yang lebih gokil lagi thor !!
    Daebakk thorr😀

    • hahahaha😄
      kalsium kan hyunmi-sshi?? dia mmg sedang kelebihan dan sngt brsemangat krna itu😀
      iyaa.. di awal itu galau bgt >.< aish…
      -____- knpa akhrnya jdi nembus ke k-rin??
      k-rin ga tahan klo selama itu?? *toel2 kris jelek
      tertawamu bener2 mirip kyu… -_- *tepok jidat kris jelek
      oke…. tungguin yah hyunmi-sshi.. gomawo udah mmpir ~ *hug

  2. “Chan Yeol mengusap air matanya, kemudian ia mencium lembut Hye Min. Hye Min terkejut, namun kemudian ia membalasnya, membalas kecupan hangat Chan Yeol. Mereka berdua lupa daratan. Bahkan mereka tidak sadar sudah banyak sinar blitz melingkupi mereka. Ingat mas mbak, ini di bandara. ._.

    “Stop! Tidak boleh ada yang memotret! Kami sedang syuting CF!” Sutradara Baekhyun beraksi. Dengan topi dan cerutu tak nyala ia menuding-nudingkan teropong.

    “Hey!! Hapus gambar yang kau ambil!!” Kris dengan baju angkatan laut (?) melihat seorang bapak-bapak yang sedang asyik memakai kameranya untuk mengabadikan moment istimewa ini.

    “Camera.. Rolling action!!””

    Hahahaahh, ngakak pas baca di bagian iniiii😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s