>>[FF EXO] I Want To Protect You – Circle Of Love<<

Standar

want protect u

 

Main Cast :

>> Huang Zhi Tao

>> Han Min Rin

Other : 

>>K-Rin, HoAe, You can find next in the story~

 

Author : Ririn Cross

FB : Ririn Cross

Twitter : @RirinCross

 

Cre Pict : Fikafasha (Fika Yulianti Fasha)

 

Warning : Typo anywhere.. so I’m so sorry T^T

 

Genre : Romance, little action

 

Recommended Song :

I Want to Protect You – Yuna Ito

 

Sekuel dari Diamond House again, dan Let’s Break serta What is Love.. Ini bagiannya Tao sama Min Rin. So~ Check it out gimana kisah cinta Tao magnae EXO-M dan seorang Han Min Rin.

 

 

 

~XXX~

 

“Mengapa kau selalu memaksakan diri? Keras kepala!”

 

“Aku tidak keras kepala noona.”

 

“Huang Zi Tao, lukamu masih belum pulih dan kau tetap memaksa untuk berkelahi, tidakkah itu yang disebut dengan keras kepala?!” Min Rin menekankan tiap kata-katanya. Ia sudah jengah menasehati Tao. Namja itu sama sekali tak pernah mendengarkannya.

 

Tao segera menyambar tangan Min Rin yang saat itu sedang mengoleskan obat pada pinggangnya. Ia membalikkan tubuhnya dan menghadap Min Rin kekasihnya. “Noona.. Dengarkan aku.” Tao memegang pundak Min Rin, meyakinkan langsung pada yeoja itu. “Aku melakukan ini semua demi keselamatanmu. Kau seharusnya tidak sepanik ini noona. Aku pun hanya mengalami sedikit cedera. Ini akan segera sembuh.” Tao mencoba menenangkan. Ia tersenyum kecil.

 

Min Rin menghela nafas. Ia memang tak bisa melarang Tao. Jika kemauan anak ini sudah bulat takkan ada yang bisa menghalangi.

 

Yah mungkin hanya Kris sebagai perkecualian, namja itu pasti akan menuruti segala yang Tao inginkan. Begitupula Tao, jika Kris sudah bertitah ia akan mengikutinya. Kris selalu jadi sosok kakak yang baik untuk Tao. Hey, jika minta pada Kris mungkin bisa saja Tao mengikuti nasehatnya. Min Rin mengangguk. Ide cemerlang.

 

“Baiklah, terserah apa yang ingin kau lakukan,” ujar Min Rin. Ia beranjak dari tempat  itu dengan wajah ditekuk.

 

“Noona…” Tao memanggil, namun Min Rin tak mempedulikan suara namja itu.

 

 

~XXX~

 

Gege.. Bantulah aku..” rengek Min Rin.

 

Kris menautkan alisnya menatap Min Rin. Sudah yang ketiga kalinya gadis itu meminta namun Kris menolak. “Kau ingin aku menghentikan Tao untuk berkelahi?”

 

“Ne gege.. Kau bisa melakukannya bukan?” Min Rin mencoba menunjukkan aegyonya.

 

Kris berjengit. “Tidak bisa Min Rin-ah,” jawab duizhang itu. Ia kembali fokus pada  ‘The Greatest Salesman in The World’ buku karya Og Mandino, salah satu buku dari motivator dunia favoritnya.

 

Gege. Mengapa kau menolak? Kau pasti bisa kan?” Min Rin mulai meminta lagi. Kali ini ia hampir menyentuh tangan Kris, namun sebuah suara menginterupsi.

 

“Eonni!! Jauhkan tanganmu dari Kris jelek..”

 

Seketika Kris dan Min Rin teralih ke sumber suara. Terlihat Rinrin sedang berdiri sambil membawa nampan berisi cemilan dan air dingin, wajahnya terlihat kesal.

 

“Err… Mianhae saeng, eonni tidak sengaja..” Min Rin segera menarik dirinya menjauh dari Kris. Jika lebih dekat lagi bisa gawat. Sedangkan Kris sudah menutup buku yang ia baca, begitu menyadari kehadiran kekasihnya.

 

“Kau membawa apa?” Kris mencoba mencairkan suasana. Rinrin menghela nafas. Ia meletakkan nampan itu perlahan.

 

“Biskuit coklat dan brownies. Makan saja kalau kau lapar,” jawab yeoja itu. Kini pandangan Rinrin beralih kepada eonninya. “Mianhae eon. Aku terkadang sering lepas kendali.” Rinrin merasa menyesal telah membentak eonninya hanya gara-gara ia melihat Min Rin hampir ‘menyentuh’ Kris. Hanya hampir. Coba kalau sudah menyentuh, emosi gadis itu bisa lebih meluap. -_-

 

Kris sedikit menarik senyumnya menatap yeojanya yang kadang aneh itu. “Jangan tertawa jelek.” Rinrin mengalihkan fokus pada Kris. Namun Kris tetap saja tak bisa mengendalikan senyumnya. Ia suka jika Rinrin mulai cemburu, karena yeoja itu akan terlihat semakin manis.

 

“Gwaenchana saeng.” Min Rin memakluminya. Ia kadang tersenyum geli jika melihat tingkah K-Rin couple. Tentu saja, Kris itu sangat tampan, tenar, dan charming, siapapun bisa menyukainya, bahkan termasuk Min Rin sendiri. Saat awal ia bertemu dengan EXO-M jujur, dia tertarik pada Kris, jika tidak ingat kalau Rinrin adalah kekasih Kris mungkin sudah ia kejar namja itu. Karena itulah Rinrin sedikit antipati dengan banyak yeoja, dia selalu memperingatkan Kris untuk tidak terus tebar pesona, karena kadar ketampanannya yang sangat berlebih itu bisa membuat banyak gadis menyukainya.

 

Hey, tapi mengapa jadi membicarakan tentang Kris? Bukankah kekasih Min Rin adalah Tao.

 

“Ne eonni. By the way, sepertinya kau ada masalah? Waeyo?” Rinrin kemudian duduk di sebelah Kris. Kata-kata gadis itu membuyarkan lamunan Min Rin.

 

“Eung..  Itu, aku hanya ingin meminta Wu Fan gege untuk menghentikan kebiasaan berkelahi Tao,” jawab Min Rin. Ia menghela nafas. “Dia sering terluka akhir-akhir ini karena kebiasaannya itu,” jelasnya.

 

“Cedera pinggangnya makin parah. Terlebih selepas dari pantai tadi ia malah berkelahi melawan mafia-mafia jalanan.” Min Rin mengakhiri cerita. Terlihat kesedihan meliputinya.  Rinrin merasa kasihan juga melihat itu. Tentu saja Min Rin sangat khawatir pada Tao.

 

Rinrin kemudian menatap Kris. “Kau tak bisa membantunya Pangeran Es?”

 

Kris yang saat itu selesai mengunyah biskuit terlihat menggeleng. “Tao sudah besar. Dia tahu apa yang harus ia lakukan.”

 

Min Rin menghela nafas kembali. Sepertinya Kris memang tak bisa dibujuk lagi.

 

“Baiklah. Tidak masalah. Gomawo Kris gege, Rin saeng.” Min Rin lalu mundur dari tempat itu. Perasaannya masih tak menentu. Khawatir memikirkan Tao.

 

Selepas Min Rin pergi.

 

“Bukankah dia adik kecilmu? Tidakkah kau khawatir juga pada Tao adik ipar?” Rinrin menekankan kata-katanya tentang adik kecil. Hoo.. tentu saja, jika melihat kedekatan Kris dan Tao yang lebih dikenal dengan TaoRis couple itu membuat Rinrin sedikit tak yakin jika Kris tidak ikut mencemaskan ‘adik kecil’nya itu.

 

Kris menatap Rinrin. Yeoja itu masih tidak paham akan sikap Kris. Namun Kris segera menggenggam tangannya.  “Dia namja, Putri Tidurku sayang.. Kau tau, namja itu akan kuat. Terlebih jika demi kekasihnya..”

 

“Jadi..?” Rinrin masih terlihat bingung.

 

Kris mengangguk. “Seperti aku yang mencoba tampan untuk dirimu..”

 

Mata Rinrin membulat. “Percaya diri sekali kau Pangeran Es jelek.”

 

“Oh tentu, percaya diri itu perlu. Lagipula, meski aku jelek kau pasti tetap mencintaiku kan?” Kris mulai menggoda kekasihnya. Rinrin mengerucutkan bibirnya. Yah, mau jelek atau tidak, Rinrin memang tetap akan mencintai Kris. Bukankah cinta itu memang tidak membutuhkan alasan?

 

~XXX~

 

Min Rin terus memutari EXO-M dorm tersebut. Ia melihat Suho dan Aegy sibuk bergelut di sofa. Kelihatannya mereka sendiri yang paling happy. Dilihat dari insiden yang baru saja terjadi beberapa waktu lalu, HanHyo yang putus namun nyambung lagi gara-gara masalah Nancy sang nenek Luhan, lalu YeolHye yang hampir break gara-gara mantan Chan Yeol,  Lee Je Hwa dan Sehun masih tak terlihat, sepertinya karena demam Je Hwa masih belum pulih, sedangkan Dio dan Haeyeon mulai berperang di dapur. Min Rin rasa yang paling adem ayem setelah insiden Diamond House tetap adalah HoAe.

 

Aish. Apa-apaan itu. Bahkan mereka mulai saling menatap. Hm, Suho mulai tersenyum seduktif, sedangkan Aegy terlihat bergelayut manja. Mereka mulai mendekat, dan hey, apakah itu tandanya mereka akan berciuman?!

 

“STOP!!” teriak Min Rin sebelum terlambat.

 

Eonni!!” jerit Aegy. Mengapa sekarang giliran Min Rin yang jadi penghancur mood untuknya. Sedangkan Suho menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Hampir saja, jika tak ada Min Rin mungkin ia sudah mendapatkan itu.

 

“Ada apa Min Rin-ah? Sepertinya terjadi sesuatu?” Suho mencoba mengalihkan topik. Aegy memberikan deathglare pada namjanya, namun Suho hanya bisa tersenyum kaku.

 

Min Rin kemudian duduk menghadap Suho dan Aegy.

 

“Kalian punya idekah, bagaimana menghalangi Tao agar tidak berkelahi lagi?” Min Rin langsung to the point.

 

Suho dan Aegy langsung saling bertatapan. “Maksudmu menyuruh Tao berhenti bermain wushu?!”

 

Min Rin mengangguk.

 

“Itu mustahil eonni.” Aegy menggeleng.

 

“Ne. Akan sulit.” Suho membalas. “Sebenarnya apa yang menganggumu Min Rin? Bukankah sejauh ini Tao baik-baik saja. Yah, walau mungkin dia memang butuh sedikit perawatan akibat cedera.”

 

Min Rin menerawang. Ia menatap lurus ke depan. Pikirannya mulai menjelajah. Tidak adakah satu orang pun yang bisa mengerti kekhawatirannya?

 

~XXX~

 

_FLASHBACK_

 

“Tao-ah, noona mau itu~” Min Rin menunjuk penjual es krim.

 

Tao tersenyum. “Tunggu disini noona..” Min Rin mengangguk. Ia duduk sambil memperhatikan matahari terbenam di tepian pantai. Meskipun suasana pantai China dan Korea itu tidaklah jauh berbeda namun Min Rin tetap suka dan menikmatinya.

 

Yeoja itu merentangkan tangannya. Min Rin menikmati hembusan angin. Rambut panjangnya berkibar tertiup angin. Hm. Ia mencium aroma laut, menenangkan.

 

“Noona..” Tao saat itu sudah selesai dengan urusannya. Ia membeli dua buah ice cream cone  rasa coklat vanilla. Namja itu tersenyum saat melihat Min Rin masih asyik dengan kegiatannya. Magnae EXO-M itu melangkah perlahan. Ia hanya ingin memastikan Min Rin tetap menikmati keasyikannya tanpa terganggu oleh kehadirannya.

 

Namun, sebelum Tao mencapai tempat itu tiba-tiba ada dua orang pria lewat dan tersenyum seduktif pada Min Rin. Tao merasakan firasat tidak baik. Benar juga. Kedua pria itu mulai mendekati Min Rin, dan mencolek yeoja itu. Namun Min Rin mundur menghindari mereka hingga ia terjatuh.

 

Min Rin terlihat ketakutan setelahnya. Tanpa pikir panjang Tao berlari, ia melupakan es krimnya, dengan sigap ia menyingkirkan dua orang itu dari hadapan Min Rin.

 

“Menyingkir kalian atau mati!?” teriak Tao tegas.

 

“Tao-ah..” Min Rin hampir menangis saat itu, tapi Tao telah mendekap tubuhnya erat.

 

“Noona.. Kau tetap disini ya. Aku akan melindungimu.” Tao mencium puncak kepala Min RIn, kemudian pemuda itu bangkit. “Akan kubereskan mereka secepat mungkin noona..” bisik Tao.

 

“Tao-ah, jangan,” pinta Min Rin.

 

Namun terlambat, Min Rin menatap punggung Tao yang mulai menjauh. Tao telah menetapkan hati untuk melawan dua orang pria brengsek yang menganggu Min Rin tadi.

 

_________________________________

 

Tao rupanya menantang dua orang itu.

 

“Kau berani sekali mengganggu kesenangan kami anak muda. Tidak tahukah kalau kami ini mafia penguasa daerah ini,” ujar salah satu pria brengsek itu.

 

“Aku tak peduli!” Tao mengucapkannya dengan sangat lantang, giginya gemeretak penuh amarah. Sorot kebencian tergambar jelas dari wajah magnae EXO-M itu.

 

“Kami hanya ingin bermain sebentar dengannya. Kau tidak seharusnya melawan kami, anak kecil ingusan..” balas salah satunya.

 

Darah Tao semakin memanas. “Berani kalian mengatakan itu lagi tentang Min Rin noona, kalian akan mati!”

 

“Oh jadi namanya Min Rin? Cantik sekali~” Salah satu pria itu masih saja mempermainkan Tao. Tao kini sudah pada puncaknya.

 

Ia layangkan tendangan, telak mengenai perut salah satu pria itu. Pria satunya menatap sinis pada Tao. Pria itu arahkan pukulan pada magnae EXO M tersebut, tapi sayang, Tao bisa menghindar dengan lincah. Tao melakukan tendangan salto, dan mencapai pelipis pria yang belum terluka tadi.

 

Tidak sampai disitu. Ternyata salah satu pria itu mengambil sebuah tongkat kayu dan memukulkannya tepat pada pinggang Tao. Tao meringis kesakitan, pinggangnya berkedut. Cedera lamanya masih belum sembuh tapi sudah dikejutkan dengan pukulan itu. Dengan sisa tenaga Tao mencoba menendang pria itu. Ia rebut tongkat yang jatuh. Kemudian memulai gerakan wushu yang selama ini ia kuasai.

________________________________

 

“Noona.. Aku berhasil membereskan mereka..” Tao tersenyum dengan sudut bibir sedikit berdarah. Namun beberapa saat kemudian pemuda itu limbung.

 

“Tao!! Kau terluka! Astaga!”

 

“Gwaenchana noona,” bisik Tao.

 

_END OF FLASHBACK_

 

~XXX~

 

Tao mengaduk latte-nya dengan gusar. Akankah ia datang? Sudah hampir satu jam Tao menunggu di tempat ini, kedinginan, dan sepertinya kafe ini akan tutup. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, udara musim gugur yang dingin menusuk membuat Tao sedikit merapatkan mantelnya.

 

Tao melemparkan pandangan keluar kafe. Sedikit berharap pemuda itu akan kedatangannya. Pemuda itu tersenyum miris mengingat perdebatan terakhir yang terjadi diantara mereka.

 

Tepat saat Tao hampir menyeruput tetes terakhir latte-nya ia datang. Pangeran panda tersebut langsung tersenyum cerah.

 

“Noona…” bisiknya. Ia lihat seorang yeoja cantik masuk dari arah pintu café.

 

“Kau sudah lama disini?” tanya yeoja itu –datar.  Namja itu tersenyum getir. Sepertinya Min Rin masih begitu marah padanya.

 

“Noona masih marah padaku?” tanya Tao. “Mianhae..”

 

Min Rin tertegun menatap Tao. “Jika kau berjanji untuk tidak berkelahi lagi noona akan baik-baik saja.”

 

Mata Tao membulat. Itu pilihan yang sangat sulit. Ia tetap  tidak bisa melakukannya. “Kau tidak perlu mempermasalahkan hal itu lagi noona. Sekarang pesanlah sesuatu.” Tao mencoba mengalihkan topik.

 

Yeoja itu menghela nafas sejenak. Masih tetap tidak bisa sepertinya.

 

“Noona boleh memesan apa yang noona suka. Ini sebagai ganti kelalaianku kemarin hingga noona tidak mendapatkan es krim yang noona inginkan..” Tao tersenyum. Min Rin seketika tertegun.

 

~XXX~

 

“Tao-ah, kau tahu kan noona tidak suka melihatmu berkelahi?”

 

“Aku tahu noona.” Namja itu menunduk.

 

“Jadi bisakah kau berjanji untuk tidak berkelahi demi noona?”

 

Tao menghentikan langkahnya. Ia berdiri menghadap Min Rin, ada sedikit jarak diantara mereka.

 

Angin musim gugur bertiup mengisi kebisuan diantara mereka. Tao dengan kebimbangannya, dan Min Rin dengan pendiriannya.

 

“Aku tetap tidak bisa noona..”

 

Min Rin menatap pemuda itu. Yeoja itu tersenyum miris. “Baiklah.” Min Rin menghela nafas perlahan. “Kau bahkan tidak mau memenuhi permintaanku. Sepertinya aku memang tidak cukup berarti untukmu.”

 

Min Rin menahan air matanya agar tidak jatuh disana. Sudah cukup ia cemas khawatir akan keadaan pemuda itu. Jika Tao memang tetap pada keteguhannya ia tak bisa berbuat apapun lagi. Min Rin hanya khawatir Tao akan terluka. Setiap kali melihat Tao berkelahi atau memaksakan diri untuk berlatih itu membuat Min Rin sedih, ia juga merasakan sakit saat Tao terluka. Tapi sepertinya Tao bahkan tidak mempedulikan hal itu, bukan tak peduli, itu lebih pada keras kepala.

 

“Noona…” Tao berusaha menahan kepergian Min Rin. Tapi yeoja itu memutuskan untuk tidak mendengarkan panggilan Tao. Tao segera menangkap tangan Min Rin. Tidak akan ia biarkan Min Rin pergi.

 

“Lepaskan aku..”

 

“Tidak akan..” Tao mengunci genggamannya. Ia langsung mendekap tubuh mungil Min Rin dalam pelukannya. “Noona.. Kau menyakiti  hatiku dengan mengatakannya.” Namja itu memperdalam pelukannya. “Kau sangat berarti untukku noona. Jangan pernah katakan itu lagi..”

 

Min Rin tertegun. Ia memang masih terkejut dengan pelukan yang Tao berikan, tapi gadis itu belum ingin membalas pelukan Pangeran Pandanya ini.

 

“Maafkan aku noona…” bisik Tao lagi. “Aku tak bisa memenuhi permintaanmu karena janjiku pada diri sendiri. Bukan karena aku tak peduli padamu.”

 

Min Rin masih terdiam. Ia rasakan pelukan Tao semakin erat. “Dan saat aku melihat lelaki-lelaki bejat itu mengganggumu, aku tak bisa mengendalikan emosi. Maaf karena membuatmu takut dan khawatir. Kau tahu noona? Aku merasa terluka saat melihatmu ketakutan seperti itu. Aku merasa gagal.”

 

“Maaf membuatmu khawatir, maaf membuatmu cemas. Itu kulakukan karena janji selamanya yang pernah kuucap, untuk melindungimu dan tidak akan membiarkanmu terluka..”

 

Seketika dada Min Rin sesak. Betapa bodohnya ia meragukan Tao. Meskipun namja ini lebih muda, entah mengapa cara berpikirnya bahkan saat ini lebih dewasa daripada yang ia kira. Tao hanya mencemaskanmu Han Min Rin, ia sangat peduli padamu karena itu ia melakukannya. Bukankah seharusnya kau mengerti dengan kondisinya? Min Rin menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang baru ia lakukan.

 

“Karena aku sangat mencintaimu Han Min Rin..” bisik Tao. Ia kemudian menatap manik mata Min Rin lembut. Kedua iris mereka bertemu. Tao terlihat tulus dengan ucapannya, membuat dada Min RIn bergetar. Ia tahu, namja di depannya ini sedang mengatakan yang sejujurnya.

 

Seketika  airmata Min Rin meleleh. Tao adalah seseorang yang saat ini memang ia inginkan. Seorang namja yang mau menerima Min Rin apa adanya dengan segala kekurangan, namja yang rela berkorban apapun demi dirinya bahkan ia sepertinya akan melakukan apapun untuk melindungi Min Rin, seseorang yang kekanakan namun bisa menjadi dewasa dan serius kala ia mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya, seorang magnae yang polos namun sangat serius untuk berlatih. Itulah Tao, namja yang Min Rin cintai.

 

“Apa kau masih belum memaafkanku noona? Kau menangis karena kecewa padaku?” Tao terlihat sendu. Sedari tadi Min Rin memang tidak membalas apapun yang ia katakan.

 

“Aniyo…” Min Rin menggeleng. Ia mencoba menghapus air mata itu. “Noona sekarang telah mengerti semuanya Tao. Maafkan noona.” balas Min Rin.

 

Hal itu membuat Tao menyunggingkan seulas senyum lembut. Senyum yang jarang dijumpai pada wajahnya yang manis itu. Senyum yang hanya ditunjukkan pada kekasihnya, Han Min Rin.

 

“Gomawo noona..” Tao langsung mencium punggung tangan Min Rin.

 

“Berjanjilah, jangan membahayakan diri sendiri. Kau harus menjaga dirimu, jika kau sakit noona akan ikut sakit.”

 

Tao  mengangguk mantap. Min Rin tersenyum. Hatinya sudah cukup lega sekarang. Perang dingin diantara mereka sudah usai.

 

Saat itu kedua iris mereka bertemu kembali. Pandangan lembut Min Rin membuat Tao harus sedikit menahan diri.

 

“Noona, kau sangat cantik…” bisik magnae itu tanpa sadar.

 

Mata Min Rin membulat. Sepertinya Pangeran Pandanya itu sudah mulai pintar merayu. Lalu tanpa sadar tangan Tao telah membelai pipi lembut Min Rin. Gadis itu kaget.

 

“Bolehkah.. Aku menciummu?” Tanya Tao dengan gentle.

 

Min Rin mematung di tempat. Hingga sedetik kemudian ia mengangguk. Tao menampakkan senyum menawan. Min Rin membalas senyuman kekasihnya itu. Merasa mendapat kesempatan, Tao perlahan memperpendek jarak diantara mereka. Pangeran panda itu memegang tengkuk Min Rin lembut. Min Rin memejamkan matanya, dapat ia rasakan hembusan nafas kekasihnya itu. Lalu mereka bertaut dalam sebuah moment yang manis.

 

~XXX~

 

_EPILOG_

 

“Tidak bisa dibiarkan!”

 

“Ssstt.. Berhenti Kris jelek!” Rinrin menahan tangan Kris. Namja itu hendak maju melabrak Tao.

 

“Tapi ia masih kecil!! Aish!” Kris mengacak rambutnya frustasi.

 

“Bukankah kau pernah bilang, ‘Tao sudah besar. Dia tahu apa yang harus ia lakukan,’” balas Rinrin tepat di telinga Kris. Namja jangkung itu bungkam.

 

“Kenapa kau membalikkan kata-kataku..” balas Kris kesal.

 

“Karena aku selalu mengingat kata-katamu Kris jelek..” Rinrin tersenyum sangat manis. Kris tertegun saat menatap wajah Rinrin, namun ia segera mengalihkan topik.

 

“Tapi tetap saja. Darimana Tao belajar hal itu..” bisik Kris.

 

Rinrin berpikir. “Mungkin…” Ia langsung mengalihkan tatapannya pada HoAe yang masih fokus pada TaoRin.

 

“Ramyun pabo! Me..mereka.. berciuman..” desis Aegy tak percaya.

 

“Aigoo-ya..” Suho menghela nafas dengan susah payah. Kemudian dua orang itu tetap saja masih memperhatikan adegan itu. “Mereka menikmatinya…” tambah Suho. Aegy mengangguk.

 

“Kenapa kalian menatap kami seperti itu?” tanya Aegy setelah sadar.

 

Kris menepuk jidatnya frustasi. Jadi, HoAe yang mempengaruhi Tao ya?? Rupanya begitu. Rinrin mengagguk dan tersenyum puas. “Kau harus merelakan adik kecilmu menjadi dewasa Pangeran Es..” Rinrin tersenyum.

 

_FIN_

 

Ini FF lama juga yang ada di FB >.< 

Gimana pendapatnya tentang TaoRin couple ini?? 
RCL yahh.. please🙂

selanjutnyaaa… ntah siapa yang akan saya kerjain lagi dari ppappiyong *ctaarrr..  so tunggu next time yeah :) 

jeongmal gomawo bagi yang udah mau baca… *deep bow with kris

KABAR BARU UNTUK READERS SEKALIAN~ Ppappiyong & EXO juga hijrah ke fb~ nanti kami akan share EXO FF yang dari jaman2 dulu kesana juga~ jadi silahkan like fp ini (tinggal klik linknya doang) => EXO Ppappiyong Fanfiction 

Gomawoyo ^^

23 responses »

  1. Banyak skinship!
    #eaa ciuss ne?

    Omo.. ZiTao kamu nakal sekali >.<
    #jitak ZiTao

    TaoRin couple emang couple yg keren, cool dan apa adanya (?) gak kayak HoAe dan K-Rin yg heboh =='
    #dijitak 2 kopel bersamaan

    eonni, aku mau request FF boleh tak? Tapi bukan EXO😀

  2. . Meski cerita.a d bwt khusus ttng TaoRin Couple, tpi keromantisan K-Rin ttp yg no.1.

    Tao Gege bAik bnget! Bhkn dy rela tubuh.a remuk demi Kekasih.a!

    Author keren mengarang sbwh Cerita! Yg tiap kali baca dr awal s/d akhir gk bosan*mgkn krn ad K-Rin Couple* Gumawo Thor. Sukses! FF next aq tgg:)!

  3. Jungg hyunnn miii hereeee !!!
    tuh kan thorr T.T
    aku baru apdet (?) lagi -_-
    mian ya author ku tersayangg u.u
    well, demi apa ff nya romantiss bangett *.*
    min rin nya perhatiann banget ama c bang (?) tao😀
    dannn kyaaaa ada k-rin nya heheheh
    lanjut deh thor cerita selanjutnya ditunggu kekeek😀

    • halo jung hyun miii.. aku kangen padamu lho ._.
      iyaa gpp. sptinya dirimu bener2 sngt sibuk >.< yg pntg kau datang dan update🙂
      uwaa.. iya skli2 taorin itu romantis :3
      hahaha~ iya ada k-rin :3
      makasih ya…. aku menunggumu :3

  4. huaaa .. RomanTEESS baNGETT ..
    jdi pngen nangis .. sat Abang Tao ngomong s’Romantieeekk gitu ke Min Rin eon *pletak

    dia adlh Panda tr’Imut yg prnah ku lihat ,tpi kadang” tatapan ny itu menusuk hati ku #jegerr
    *jdi naksir Abang Tao #diinjek Min Rin Eon

    FF in Keren, TaoMin(?) couple, ku ksih nma gitu boleh gak?? #ditimpukin
    Daebak chingu =D

  5. ahehe, aku suka Abang Panda sjak bca FF kmu Rin Eon(?) #boleh kh aku panggil diri mu dgn sbutan Eon?

    di smua FF Eon, Abang Panda kliatan lucu(?) jdi aku menyukai ny, dn ttapan mata ny yg tajam itu

    aku makiin cintaaa sam Abang Taoo #ditampol Min Rin Eon
    ne, nado gomawo ,, Lanjutkan *pletak =D

    • lhooo kok bisa jdi suka krna bca ff eon?? O.o
      iyaaa boleh kok🙂 aku 93 line.. sptiny kmu lebih muda ya saeng😀
      hahaha~~ iya ya… tao adik ipar mmg lucu😄
      tatapan matanya mmg sngt tajam :3 itu ciri khas si panda😀
      lanjutkan cintamu itu ^^
      oke…hahaha gomawo lagi juga ya saeng😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s