[K-Rin] Kris Imagination Part 2 – End

Standar

KRINYOUNG

Main Cast :

>>Kris EXO-M

>>Shin Rinrin

>>Ace Wu

>>Jo Youngmin

Other :

You Can find next in the story

Disclaimer : EXO belong to themselves, but this ff & Kris is mine!! *plak* Don’t copas anywhere 

Author : Ririn Cross

FB : Ririn Cross, Twitter : @RirinCross

Genre : Romance, Comedy, Hurt/Comfort, Imagination, Kris Marriage Life

Rated : T

Warning : OOC maybe, and many more.

Link Part Sebelumnya :

Kris Imagination Part 1

—————————————————–

~XXX~

 

Kris memacu langkahnya menjauh dari tempat itu. Hatinya benar-benar sakit saat melihatnya, melihat Rinrin dengan namja itu. Mungkin benar yang dikatakan Ace, ia tidak tahu kehidupan Rinrin di kampusnya. Sekali lihat saja Kris sudah tahu, namja yang bersama Rinrin tadi terlihat menyukai Rinrin. Ia terus tersenyum pada istrinya. Kesal. Puncak amarah Kris terus mengalir ke ubun-ubun.

Dia membuka pintu mobil dengan kasar. Kemudian menutupnya sangat keras.

“Daddy…” Ace terkejut melihat sikap ayahnya yang seperti orang kehilangan akal. Kris tak mempedulikannya. Ia menyalakan mesin mobil dan berniat menginjak gas. Namun, Rinrin telah menghadang namja itu di depan mobil.

“Itu Mommy, Daddy…” Ace mencoba menyadarkan Kris sambil menunjuk ke arah Rinrin.

Terpaksa Kris mematikan kembali mesinnya. Ia keluar dari mobil, berjalan ke arahnya dan berdiri tepat menghadap yeoja itu. Rinrin seolah mendapat kesempatan. Ia sedikit tersenyum saat Kris mendekatinya.

“Kris jelek…” panggil yeoja itu. “Sedang apa disini?” tanyanya gugup.

Kris melemparkan tatapan dingin. “Melihat istriku bermesraan dengan namja lain.” Hati Rinrin seketika mencelos.

“Itu tidak seperti yang kau lihat…” Bibir Rinrin bergetar, dan entah mengapa wajah yeoja itu semakin memucat.

“Tapi mataku tidak menangkap ada hal yang salah. Kau dan lelaki itu, bukankah… kalian main bersama?”

Rinrin mengepalkan tangannya. Pundaknya semakin bergetar.  Ini hanya sesuatu yang salah paham, tapi mengapa ia jadi sebegitu buruknya di mata Kris. Oh Tuhan.

“Rin-ah!” Suara itu memanggil Rinrin dan membuat Kris menatap sosok yang mulai  mendekati mereka berdua. Yeoja itu mendesah kuat saat mendapati Youngmin mendekati mereka. Ia menatap Kris yang terlihat menggertakkan giginya.

“Kau bisa pulang dengannya, bukan? Bye..” Kris berucap dingin kemudian ia meninggalkan Rinrin dengan Youngmin yang menghampirinya.

“Kris!!” teriak Rinrin begitu menyadari Kris kembali ke mobil. Kini pemuda itu sungguh-sungguh menyalakan mesin mobil, meninggalkan Rinrin dalam kekecewaan.

“Aku khawatir padamu.. Eung apakah aku mengganggu?” Youngmin sedikit merasa bersalah. Rinrin menatap namja imut nan tampan itu dengan sendu.

“Gwaenchana.” Rinrin mencoba tersenyum.

“Bagaimana? Kita jadi pulang?”

“Kau duluan saja…” Rinrin tersenyum getir. Ia kemudian berjalan entah kemana. Sedangkan Youngmin terdiam di tempat. Ia tak bisa membiarkan itu.

“Shin Rin Rin tunggu!!” teriak Youngmin. “Aku menyukaimu!” seru pemuda itu. Rinrin tertegun. Yeoja itu menghentikan langkahnya. Berbalik menatap Youngmin dengan senyumnya. Senyum kesedihan. “Terima kasih, tapi maaf aku mencintai suamiku.”

Youngmin diam mematung di tempat. Tak mengerti dengan maksud gadis itu. Apakah Rinrin bercanda? Atau hanya ingin menghindar. Entahlah, tapi yang jelas, Youngmin telah ditolak. Namja itu hanya bisa tersenyum getir dan bicara pada diri sendiri, “Youngmin, kau tidak beruntung dalam cinta.”

Rinrin kemudian berjalan menuju sebuah taman tak jauh dari kampus. Ia mendudukkan tubuhnya disana. Nafasnya mulai memutih, wajahnya sudah sangat pucat. Ia menatap langit. Butiran-butiran tipis mulai turun dari langit. Ia tersenyum. Mencoba tersenyum sangat manis karena tahu siapa yang ia pikirkan saat ini. Legenda mengatakan, jika kau memikirkan seseorang saat salju pertama musim dingin turun itu berarti orang yang kau pikirkan itu adalah cinta sejatimu.

“Pangeran es… Aku rindu kehangatanmu.”

~XXX~

“Ya! Ya Daddy! Apa-apaan ini. Kau meninggalkan Mommy disana sendiri?” Ace protes. Ia tak suka dengan sikap Kris yang seperti ini. Manik hitamnya menatap tajam ke arah Kris.

“Dia sudah bersama namja itu,” jawab Kris. Matanya masih terfokus pada jalanan di depan. Perasaan di hatinya semakin membara. Cemburu. Tentu saja itu yang ia rasakan. Ia menekan kakinya kuat pada pedal gas. Mobil melaju semakin cepat seperti angin.

“Kau juga berniat membunuh kita berdua dengan cara seperti ini!? Turunkan kecepatanmu, Daddy!” sentak Ace kesal. Ia tak habis pikir dengan Kris. “Kalau kau ingin mati jangan dengan cara seperti ini!!”

CKIIITTTT

Kris menginjak rem dan perlahan laju mobil memelan. Perlahan tapi pasti, mobil itu terhenti sempurna dengan Kris yang membenamkan wajahnya di setir. Pandangan matanya kemudian menatap jalanan lengang di depannya. Hampir mencapai pukul 2 dini hari tentu saja jalanan sangat sepi. Terlebih, butiran-butiran es mulai menyentuh permukaan bumi. Orang-orang tentu saja lebih memilih bergelung di kasur yang hangat dan terbang ke negeri mimpi daripada kebut-kebutan pada malam hari dan merasakan es yang mulai menusuk kulit.

“Daddy…” Ace tertegun menatap Kris yang tampak merana dan terlihat frustasi.

“Mengapa dia melakukan itu padaku?” Kris bertanya. Namun, ia sama sekali tak menatap Ace. Bahunya bergetar. Ia tahu ini salah. Tapi, tidak seharusnya seperti ini juga. “Namja itu, kelihatannya mencintaimu Mommy-mu, Ace. Mereka berdua berjalan bersama.” Kris mengacak rambutnya frustasi.

“Daddy…” Ace kini mencoba mengelus pundak Kris. Ia memeluk appanya dengan tangannya yang mungil. “Bukan begitu.” Ia membenamkan wajahnya di lengan Kris. “Mommy tidak mungkin seperti itu. Mommy hanya mencintaimu, Daddy. Namja itu hanya bertepuk sebelah tangan.” Ace meyakinkan.

Kris tersenyum lemah menatap Ace. Kemudian ia mengangkat boneka itu tepat di depannya. “Sungguh begitukah?” Tampak mata Kris yang berkaca-kaca. Ace mengangguk yakin.

“Tapi dia berciuman dengannya–“ Kris sengaja memutus kalimatnya. “Yah, walau hanya di dalam drama.” Namja jangkung bersurai kecokelatan itu menatap lemah pada sang baby Alpaca.

“Aniyo! Daddy, pabo.” Ace mengerucutkan bibirnya kemudian berusaha menekan pelipis Kris.

“Ya! Berani sekali kau menoyor, Daddy.” Kris terlihat kesal.

“Anak SD pun tahu itu hanya pura-pura, Daddy. Apakah kau tidak melihat itu hanya permainan blocking?” Ace sedikit menggeram. Sangat kesal dengan kebodohan tiba-tiba yang mendera Kris. Saat cemburu, semua hal seolah berubah nyata di depannya. Ini namanya cemburu buta.

“Jadi?” Kris malah balik bertanya.

“Jadi seharusnya Daddy berputar balik menjemput Mommy!! Tidak tahukah kau Dad, salju mulai menebal.” Ace menatap keluar. Kris sama halnya dengan Ace, menatap butiran salju yang mulai memutih, di setiap sisi jalan.

Sontak Kris segera menghidupkan mesin, menekan persneling. Ia memutar balik mobil dan segera meluncur kali ini tetap dengan kecepatan penuh.

“Ya Daddy!! Kurangi kecepatanmu!” Kris menggeleng. Ia bahkan memacu gas lebih kuat, membuat Ace hampir terpelanting karena tidak menggunakan sabuk pengaman.

~XXX~

Rinrin masih menatap butiran salju yang menerpanya. Hatinya kalut. Kris sepertinya marah besar padanya dan itu membuatnya tidak bisa memikirkan apapun selain namja itu. Mungkin ia juga yang salah. Kris patut marah. Kris patut marah akan semua yang ia lakukan.

Mata Rinrin mulai berkaca-kaca. Tangannya mencengkeram erat bangku taman yang ia duduki. Pandangan yeoja itu mulai kabur. Hujan salju semakin deras namun ia sama sekali tidak berniat berteduh. Hanya sinar remang lampu taman yang menghiasi kesunyian di tempat ini.

Buku-buku jarinya telah membeku. Gadis itu sepertinya mulai mati rasa. Dingin telah menelusup ke dalam dirinya bukan karena turunnya salju, dingin itu datang sejak melihat tatapan dingin Kris. Menyebar setelah melihat namja itu pergi meninggalkannya. Menambah kebekuan saat salju turun menyelimuti tempat ini. Dingin es tak sebanding dengan bekunya hati Rinrin saat ini. Semuanya telah membeku, termasuk hatinya.

~XXX~

Kris melangkahkan kakinya di gerbang kampus tempat terakhir ia meninggalkan Rinrin. Disana ia melihat namja yang bersama Rinrin masih mematung di tempat. Namja itu seperti menyesali sesuatu hal. Kris ragu untuk menanyakan dimana Rinrin.

“Bertanyalah pada dia, Daddy.” Ace menyenggol Kris yang masih setia duduk di belakang kemudi. Bimbang karena tidak mendapati sosok Rinrin berada disana. Kemana Putri TIdur-nya berada? Ia tidak bersama namja itu?

Tak punya pilihan. Kris akhirnya turun dari mobil. Ia berjalan pasti menuju Youngmin yang masih terdiam. Mereka berdua seolah tak peduli akan lebatnya salju. Akhirnya kini mereka berhadapan.

“Permisi. Kau yang bersama, Rinrin?” Kris membuka pembicaraan, membuat Youngmin tersentak. Tentu saja, baru saja ia ditolak. Terlihat sekali ia patah hati.

“Ne. Waeyo?” jawabnya lirih.

“Dimana dia sekarang?” Kris bertanya.

“Dia berjalan kesana…” Youngmin menunjuk ke suatu arah. Kris mengikuti arah itu dan membungkuk. “Gomawo…” bisiknya.

“Tunggu…”
Youngmin menghentikan langkah Kris. “Untuk apa kau mencari Rinrin?” Youngmin ingin mencoba memastikan. Ia ingat, namja yang ia hentikan ini adalah namja yang Rinrin temui tadi. Namja yang mungkin membuat Rinrin meninggalkannya.

Kris tersenyum kecil.  Tanpa berbalik ia menjawab, “Karena aku nampyeonnya.”

~XXX~

Kris terus menelusuri jalanan itu. Untuk apa Rinrin berjalan ke tempat ini bukannya pulang ke rumah dengan namja tadi.Bukankah lebih aman jika yeoja itu pulang bersama laki-laki tadi daripada ke tempat aneh seperti ini. Ah entahlah, Kris berada dalam kebingungan. Ia khawatir terjadi sesuatu pada Rinrin. Namun, tentu saja ia akan cemburu jika Rinrin menerima ajakan namja itu.

Kris menemukan sebuah taman tak jauh setelah berjalan. Senyumnya terukir di wajah tampannya ketika melihat sosok yang ia cari tampak terduduk di bangku taman sendirian. Kris memacu langkahnya mendekati yeoja itu. Sedikit lebih pelan.

Kris kini telah hadir di hadapan Rinrin. “Putri Tidur…” panggilnya.

Rinrin memalingkan tatapannya pada suara itu. Pada sosok jangkung yang telah berdiri di depannya. Terlihat, yeoja itu sedikit tersentak. Bola matanya yang semula berkaca-kaca menjadi sedikit menyipit. Terlihat jelas pandangan kekecewaan menyelimuti iris hitamnya. Kabut menutupi tatapannya. Ia sangat kecewa.

Kris berusaha mensejajarkan posisinya dengan Rinrin. “Ayo kita pulang…” ajak Kris. Ia berniat mengenggam yeoja itu namun Rinrin menghindar.

“Pulanglah…” Rinrin berucap lirih. ia menghindari kontak mata dari Kris.

Kris mengerutkan alisnya, tidak mengerti dengan jawaban Rinrin. Apakah yeoja itu sakit? “Kita akan pulang bersama. Ayo…” Kris mencoba membujuk.

“Setelah tadi kau bersikap seolah tak percaya padaku, dengan mudah kini kau tersenyum dan mengajakku pulang seolah tidak terjadi apa-apa?” Rinrin menekankan tiap kata-katanya. Entah mengapa, amarah itu membuncah di dalam dadanya.

Kris tertegun. “Apa maksudmu?”

“Seharusnya aku yang bertanya…” Rinrin menatap Kris. “Kau datang tiba-tiba, marah-marah padaku, dan k au pergi meninggalkanku.” Bibir Rinrin bergetar saat mengungkapkannya. Tangannya mengepal kuat mencengkeram kursi tempat ia duduk. Salju semakin deras menyiram mereka berdua.

“Aku menunggumu, melihatmu, dan pada akhirnya kau keluar dengan namja itu tidakkah kau bayangkan bagaimana perasaanku?” Rahang Kris mengeras. Emosinya terpancing. Mereka berdua dalam kondisi yang sama.

Rinrin tersenyum sinis. “Youngmin maksudmu?” Yeoja itu kemudian membuang tatapannya. “Kami hanya teman. Dan ia berniat mengantarku karena hari telah larut. Aku tak tahu kau di luar, kau tak menghubungiku dan tiba-tiba muncul seperti itu. Bagaimana aku akan tahu?”

“Bagaimana dengan kissing scene di dalam dramamu? Aku bahkan sama sekali tak mengetahui itu! Walaupun itu hanya permainan blocking tapi itu bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dengan mudah!” Gemeretak gigi Kris membuat suasana semakin panas.

Rinrin kali ini terdiam. “Aku sudah mengatakannya padamu.” Yeoja itu menghela nafas berat. “Bahkan saat itu kau sama sekali tak peduli. Tidak ingatkah kau?” Rinrin kali ini menatap mata Kris dengan mata berkaca-kaca. Sekali sentak luruhan di dalamnya akan segera jatuh.

_FLASHBACK_

Kris terlihat sibuk dengan segala persiapan. Sebentar lagi SM TOWN, seluruh artis SM berusaha keras melakukan terbaik. Termasuk EXO. Mereka latihan siang malam. Demi untuk menunjukkan performa yang menakjubkan.

“Kris gege.. Bisa kita istirahat sebentar?” Chen memegang lututnya. Setelah dance practice dia yang memang lebih kuat dalam hal vocal mencoba meminta keringanan waktu, karena kemampuannya dance tidak terlalu mahir. Semua member memang juga terlihat lelah. Keringat membasahi hampir seluruh tubuh mereka. Kris hendak menggeleng, namun dering ponsel mengalihkannya.

“Oke. 5 menit.” Kris memberi kode. Yang lain tersenyum dan langsung berbaring di ruang latihan. Sedangkan Lay terlihat masih sibuk dengan dance-nya.

“Hello” Kris sedikit menjauh dari ruang latihan.

Yeobosoyeo… Kris Jelek…

“Yeah? Ada apa Putri Tidur?”

Kau sedang sibuk?

“Lumayan..” Kris sedikit menatap member yang lain.

“Aku hanya ingin mengatakan padamu. Aku casting dan terpilih menjadi salah satu pemain utama dalam drama kampusku….” Rinrin mengoceh dengan senang. Kris tersenyum. Ia dapat merasakan bahwa Rinrin benar-benar bahagia. Saat itu masuklah Key dan Amber.

“Yo Kris…” seru Amber.

Kris melambaikan tangan. Sepertinya mereka memang harus saatnya untuk latihan ‘Like A G6’.

Halo Kris?

“Oh ya?” Kris segera mengarahkan fokus pada ponselnya lagi. Ia kehilangan beberapa saat Rinrin bicara.

Bagaimana, apakah kau mengijinkan adanya kissing scene?” Yeoja itu kelihatan ragu saat mengatakannya.

“Ayo kita mulai kawan..” Key memberi kode.

“Lakukan sesukamu. Aku sedang sibuk, kita lanjutkan nanti Putri Tidur.” Kris segera mengakhiri panggilan teleponnya.

_FLASHBACK END_

Lakukan sesukamu… Bukankah itu yang kau katakan?” Rinrin menatap Kris nanar. “Mungkin kalau saat itu kau marah aku akan sangat senang, tapi ternyata tidak…” Luruhan bening lolos membasahi wajah Rinrin. Ia menunduk. Tak ingin Kris melihatnya. “Tapi kau benar-benar sangat tak peduli waktu itu.” Rinrin mulai terisak.

Bahu Kris bergetar. Jadi ini kesalahannya? Kris sukses menjejakkan lututnya di tanah bersalju. Ia berlutut di hadapan Rinrin, menyesali perbuatannya.  “Maafkan aku Putri Tidur..”

“Aniya… Mungkin aku yang salah, menganggu di saat kesibukanmu.” Rinrin terisak tapi ia sedikit tertawa. Menertawakan kebodohannya.

Kris menggenggam tangan dingin Rinrin. Ia menatap langsung pada yeoja itu.  Wajah pucat Rinrin yang menangis. “Uljima..” Kris menghapus air mata yeoja itu. Kemudian ia memeluk Rinrin erat. “Mianhae… Jeongmal mianhae..”

~XXX~

Kris menghentikan mobilnya tepat di basement apartement Rinrin. “Sudah sampai ya, Daddy?” Ace menggeliat. Ia menatap sekeliling sambil mengucek-ucek matanya.

Kris hanya mengangguk. Ia kemudian menatap kursi di sampingnya. Rinrin tampak tertidur lelap di kursi itu dengan mantel bepergian Kris. Dia terlihat kelelahan. Tentu saja karena pentas drama membutuhkan banyak energi, ditambah perdebatannya dengan Kris membuat yeoja itu lelah. Deru nafasnya teratur, matanya terpejam dan ia terlihat tenang. Kris tak berkedip saat menatapnya. Selalu saja ia merasa senang jika melihat Rinrin tertidur. Dia sangat cantik, dan terlihat polos. Begitu menggoda iman Kris untuk segera menyentuhnya.

“Daddy menatap Mommy seperti ingin menerkamnya saja,” seloroh Ace.

Kris langsung melirik Ace tajam. “Ace Wu!!”

Ace malah tertawa saat melihat ekspresi Kris yang seperti itu. “Jangan terburu-buru, Daddy. Mommy sepertinya sangat lelah. Kau bisa menunggunya nanti, bukan?” Ace semakin menggoda Kris.

“Memangnya aku terlihat seperti sangat menginginkannya ya?” Kris mendengus kesal.

“Ehm…  Begitulah.” Ace memutar bola matanya. Ia ingin menggoda Kris lagi tapi tiba-tiba Rinrin menggeliat. Sejenak kemudian yeoja itu membuka matanya perlahan. Ia menatap sekeliling. Kemudian menatap Kris di sampingnya yang masih kesal karena ulah Ace.

“Ng… Pangeran Es, kita sudah sampai?”

“Kau terbangun?” Kris segera menatap pada Rinrin. Yeoja itu tersenyum tipis. Kemudian mengeratkan mantel Kris ditubuhnya.

“Kau sangat berisik. Bagaimana aku tidak terbangun.” Rinrin membenarkan posisinya. Kepalanya sedikit pening. “Ngomong-omong, kau bicara dengan siapa duizhang?” Rinrin kembali melirik pada Kris.

Kris merasa menyesal. Ini gara-gara perdebatan konyolnya dengan Ace, membuat Rinrin terbangun. Bicara soal Ace, dia kan yang ia ajak bicara. “Aku bicara dengan Ace,” jawab Kris.

Rinrin menautkan alisnya. Menatap Kris, kemudian bergantian  pada Ace yang duduk di jok belakang. “Kau tidak gila bukan?”

“Aku tidak gila. Aku memang bicara dengan Ace, Putri Tidur. Ace anak kita bisa bicara.” Kris terlihat berbinar-binar.

Rinrin sontak mengulurkan tangannya untuk memeriksa dahi Kris. “Tidak panas… Atau kau hanya mengigau?”

Kris menggenggam tangan Rinrin. “Aku serius, Ace hidup Putri Tidur. Kau harus percaya.” Kris ngotot.

Rinrin menggelengkan kepalanya tak mengerti. Suaminya benar-benar sudah gila. Kris segera menyambar Ace dan menggendongnya di depannya. “Boy.. Mommymu ingin bicara padamu. Bangun nak..” Kris mencoba bicara pada Ace.

Hening.

Beberapa menit kemudian…

“Ace… Daddy ingin kau bicara pada Mommy..” Kris mulai lelah. Sedangkan Rinrin memijat pelipisnya, ia bisa stres kalau melihat suaminya mulai melakukan hal yang tidak-tidak. Tentu saja, bicara dengan boneka adalah hal yang tidak wajar. Apalagi menganggap boneka itu hidup.

“Cukup Kris Jelek. Sebegitu inginnya kah kau memiliki anak? Kendalikan imajinasimu.”  Rinrin menyipitkan matanya.

“Bukan begitu Putri Tidur. Ini benar, tadi ia bisa bicara. Bahkan kami ngobrol banyak.” Kris terlihat meyakinkan. Rinrin mendecak. Sepertinya kadar stres Kris sudah mulai akut.

Ia menatap Kris beberapa saat, kemudian Rinrin segera menangkup kedua pipi Kris. “Kita akan segera punya anak yang nyata. Tapi tunggulah sebentar lagi.”

Kris mengerjap. Ia memang masih sedikit shock saat Ace tidak meresponnya lagi. Jika Ace menjawab, itu bisa menjadi bukti nyata bahwa ia tidak gila, tapi Ace yang tak menjawab membuatnya seolah-olah memang seperti orang tidak waras. Namun, tawaran dari ‘Putri Tidur’-nya begitu meyakinkan.“Benarkah?”

Rinrin tersenyum manis dan mengangguk. “Ehm. Tapi Ace tetap menjadi anak kita..”

Kris tampak bahagia. Ia kemudian membawa Rinrin dalam dekapannya. “Aku menantikan saat-saat itu.” Ia tersenyum. Mereka berpelukan beberapa lama.

Mereka kemudian saling bertatapan. Menyelami pandangan satu sama lain. Kris semakin mendekatkan wajahnya pada Rinrin yang mulai menutup matanya. Deru nafas Kris dapat Rinrin rasakan.

Namun, saat itu tak sengaja Kris menatap Ace yang tiba-tiba berkedip padanya, seolah berkata –“Daddy, lanjutkan!~”

“Dia berkedip,” desis Kris.

“Siapa?” Rinrin membuka matanya.

“Ace…”

“Kau benar-benar sudah gila!” Rinrin mendorong Kris menjauh darinya lalu keluar dari dalam mobil dengan wajah kesal.

_FIN_

Akhirnya Kris imagination selesai >.< Huwaa~~ Ace…. *dekep erat2

Oke.. ditunggu RCLnya.. Please… coment kalian adalah makanan bagi author :)  

gamshae~.. kita ketemu lagi di next FF selanjutnya ^^ :)  

NB : Ppappiyong & EXO juga hijrah ke fb~ nanti kami akan share EXO FF yang dari jaman2 dulu kesana juga~ jadi silahkan like fp ini (tinggal klik linknya doang kok) => EXO Ppappiyong Fanfiction 

gomawo ^^

35 responses »

  1. 😄 guling2 ngakak😄
    Kris ge,kau benar2 stres xD *ditoyor papa wu fan
    Aku suka aku suka xD
    Imajinasi yang brlebihan,saking ngebetnya pengen punya anak xD
    Ayo bikin ayo bikin xD *dorong k-rin ke kamar
    Like it :* *cium ACE xD

    • hahaha.. dia sangat stres unn😄 *dijitak*
      iyaaa kris jelek trllu ingin -___-
      jahhhhh …. tunggu waktunya nnti unn O.o
      jaga Ace baik2 jgn smpe kucel >.< *plak
      kau sllu yg prtama unn :3 gomawo

  2. LOL… Kris, Ace bicara kan sbgai dirimu yg lain… (gtu kan maksudnya?)

    yg sbr ya Rinrin, menghadapi si papa.. Kalau lg error ya gtu.. #ditendang

    Rinrin dah ksh sinyal tuh, *suit suit #GoDaddyGo

    • Bingo! ai-chan… iyaa… ace itu sisi lain kris O.o
      tntu saja.. rinrin bisa bersabar kok😄 wkwk *dijitak
      -_____- apanya yg sinyal… ah gimana lgi >.< mrka udah suami istri wajar klo skinship *dicekek kyu

  3. chiyeee… Si papa marah… Sampai ngebut gtu… Sampai cemburu gaje, taunya salah sendiri juga, udah gk nelpon *gmana Rin tau kalau dia nungguin
    ternyata Kissing scenenya pun udah diomongin… Wkwkwk

    *ada partnya Key nyelip #yippiii

    Rin-ah Ace ngomong itu hnya imaginenya Kris kan *sama kaya judulnya* dan itu hanya sisi Kris yg lain.. #sotoy

    • dia mah emosian -_-
      bener jga…. kan dia sndiri yang nggak ngasih tau…
      biar mnunjukkan alsannya cemburu~ wkwkwk *digeplak kris

      ah iyaaaaaaaaaa key😄 *duaarr

      iyaa… ace hnya imajinasi kris yang ntah mngapa sptinya ingin bgt pnya anak… akibat dari anak2 ajaibnya spti ace itulah kris mulai berpkir tidak-tidak .__.

  4. wah, bahaya tuh
    Kris mulai gak waras -_- *ditoyor kris
    hyaaaa tengkyuu Ace, berkat dirimu Mama Rinrin mau buat dede baru😀 kekeke *plak
    kasian si youngyoung patah hati T.T
    di tunggu ff yg lainnya ya unn :**

    • namanya jga lagi kalap saeng -__-
      jiahhhh kau snang skli keliatannya saeng??? -_-
      tenang aja…. young2 tetap aman kok, itu hanya tuntutan peran ._. *dicekek kris
      oke saeng… gomawooo :**

  5. Huahahahhaha
    authorr
    jung hyun mi heree ^^
    aku pake akun yang satu lagi -_-v

    hhehehehe
    lol banget sih c bang kris -_-
    pengen liat deh rinrin yang cemburu😉
    jangan c bang kris mulu kekeke
    okey thor ditunggu ff lainnya ^^9
    annyeongg😀

    #trekk #jentikinjari #backsoundgagall
    yang penting maksudnya aku bisa teleportasi -_-v
    maklum jadi istri c bang Kai jadi ketularan -,-v #digorokexotic

    • hyunmiiiiii >.<
      knpa kau tertawa?? O.o
      halo halo~~
      gpp mau pake akun yg mana aja😄

      iyaaa… abang kris klo cmburu aneh -_-
      dulu pas mrka pacaran lebih sering rinrin yang cemburu ._.
      klo skrg mah rinrinnya santai *pletak*
      tpi nnti ada saatnya kok nnti kubuat rinrin cemburu lagi :3 tpi dia trllu cuek sih T.T

      oke.. annyeong😄 dtunggu jga kehadiranmu :**
      ah.. iyaaa aku maklum -_- kau enak ya mau kemana aja gampang *toel2 kai

      • kan nampyeonmu bisa terbang #kedipmatakekris #ditabokauthor
        oohohoho
        oke ditunggu rinrinnya dibakar api (?) cemburu nee~
        kekkeke #readersarap

        authorr kapan2 bikin ff k-rin nc (?) (!) #kaburr

  6. aaa unnie keren >.< kris cemburu berat :3
    si kris dianggap gila gara2 ace wkaka xD
    kris ngebet punya anak~ ayo cepat buat *plak xD
    ditunggu fd yg lain unn^^~

    • iyaaa saeng😄 kris lucu kan klo cemburu~ hehe
      wkwkaka.. pada knyataannya dia gila krna berimajinasi sndiri ._. *dijitak
      ya ya! kau jga senang kliatannya masalah k-rin buat anak -_-
      oke saeng..gomawo🙂

  7. Hahaha:D Kocak abist! Gk kebayang dah Kriss bisa jdi Gila bneran. Aigoo:o sumpah pertengahn.a aq nangis, tp pas ending.a smw.a terasa trbayar. Eonn aq suka. Ntung gk TBC lgi. Klw gk aih..😮 ! Gumawo eonn😉

  8. Wahaha! ;D kris appa kris appa~ ^^ untung youngmin yg nyempil disitu eon,kalau minwoo yg disitu,saeng galau sketika :@ jd kapan bkin anak nya eon??
    #trektektekdungces

      • Ne~ ^^ *peluk minwoo* *diplototin sehun* Eonni-ah jgn trlalu lama ya menunggu nyaaa😀
        *toel2 eonni*

      • jaga adik unn baik2 ya >.< minwoo itu bener2 udh kyk dongsaeng unn sndri O.o
        -___- butuh proses saeng~ O.o susah~ spti yg dibilang kris, membuatnya itu tidak gampang (?)
        kamu main2 dlu aja sama sehun~ hahaha

      • Ne,algaeseumnida eonniii~ ;D *hug minwoo* *ditarik sehun* Kris appaaa~ jgn mngecewakanku ndeee? *winkwink* *senyum pepso ala yeollie oppa* ayo kita main sehunaaa , pai pai eonniii~ slamat mnikmatii(?) (-^o^-)
        *evil laugh*

  9. min.. Lanjut dong k-rin nya,aku ud bbrapa hr buka tp gda y bru.
    Ff disini cerita nya keren2 n natural. Daebak pokok nya. Lnjt ya min k-rin nya🙂

  10. Huahuahua.. *ini pedes ato ngakak ye -_-

    jiahh papa wufan terlalu berharap yah :3

    Ace Wu, kamu tega *lho?* kamu membuat papa wufan dikira tak waras sama mommy kamu -_-
    #dijitak ace

    aissh gara2 ace, kagak jadi dah -_- *muka suram (_ _)

    waw, ada amber hyung *o* *amberians kambuh

    ohya, ini part galau cekalih T_T *elap aer mata

    FF lainnya saya tunggu ne *^o^*
    #tebar winks

  11. uhhuuii~ yadongnya kris kumat wkwkw, ayo kris terkam si rinrin xD *ngakak aduh thor, endingnya lucu banget. Di ff ini aku suka banget sama Ace Wu. Dia itu boneka apaan sih? Imut banget gituhh.. Gemes deh *^.^*

  12. Cemburu tanda cinta marah tanda sayang,..:*
    so sweeet deh K-Rin couple,.suka bnget sma ni couple,.:*;) *pelukNciumkris*:*

    keren,asiiiik thor,..
    Daebak,.!!:)

    sukses slalu untk author,..:)

  13. Aaaa, kris oppa lucu banget!!! :3 dia jadi kayak orang nge-blank gitu ya kalo lagi berdua sama istrinya’-‘ bagus thor, ffnya asik. Hehehehe keep writing!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s