>>[FF EXO] BREAK DOWN Part 3<<

Standar

break down

Main Cast :

>>Kris EXO-M

>>Shin Rinrin

>>Park Jung Soo

>>Shin Aegy

>>Suho EXO K

Guest Star : 

>> Kim Ryeo Wook

Disclaimer : EXO belong to themselves, but this ff is min!!  Don’t copas anywhere 

Author : Ririn Cross

FB : Ririn Cross, Twitter : @RirinCross

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Kekerasan, Kris Marriage Life

Rated : 15+

Warning : OOC maybe, and many more.

Link Part Sebelumnya : 

Break Down Part 1

Break Down Part 2

Recomended Song :

– Break Down – Super Junior M

—————————————————–

Thought I almost found myself again
but I failed once more
You Breaking me down breaking me down

—————————————————–

Jungsoo terduduk dan tenggelam dalam pikirannya. Ia memikirkan keponakannya yang paling besar, Shin Rinrin. Bahkan sampai sekarang ia masih tak yakin jika keponakannya telah menikah. Bukan karena Rinrin menikah mendahului dirinya, ini lebih karena Jungsoo masih belum dapat melepaskan Rinrin ke dunia luar. Apalagi berada dekat dengan namja lain, selain dirinya, appanya, dan tentu saja sang kakek. Selama ini Jungsoo selalu menasehati Rinrin agar serius dengan kuliahnya, jangan berpacaran, apalagi menikah. Ia juga termasuk yang menentang pernikahan Rinrin dengan Kyuhyun waktu itu. Namun sayang, ia tidak dapat menyampaikannya secara langsung karena kebetulan saat itu Jungsoo sedang ada bisnis di Los Angeles, membuatnya harus tinggal beberapa bulan disana. Ia sangat terkejut mendapat kabar tentang batalnya pernikahan Kyuhyun dengan Rinrin, tetapi lebih terkejut lagi saat ia mendengar bahwa keponakannya menikah dengan seorang pemuda anggota grup idola bernama Kris Wu, atau Wu Yi Fan.

Jungsoo tidak mengenalnya sama sekali. Dan pada pandangan pertama Jungsoo bisa mengambil kesimpulan, Kris sepertinya sangat populer dan digilai banyak gadis. Imbas dari kepopuleran Kris pasti juga membuat Rinrin tertekan. Jungsoo tahu, pernikahan keponakannya dengan Kris tidak jadi konsumsi publik. Hanya beberapa kerabat dan orang-orang terdekat saja yang mengetahui itu. Bahkan Jungsoo ragu, apakah pihak keluarga Kris tahu tentang ini?

Park Jung Soo adalah saudara dari ibu Rinrin. Park Ara yang sekarang telah menjadi nyonya Shin sejak menikah dengan ayah Rinrin, Shin Dong Hae. Ia masih  belum terlalu tua untuk menjadi ahjussi. Pemuda 83 line itu  saja masih belum mempunyai pendamping hidup. Begitu miris juga hidupnya, di saat keponakan tersayangnya justru telah menikah duluan, dia malah belum. Itu karena jiwa seni dari namja berdimple ini cukup tinggi. Ia mempunyai banyak yeoja di luar sana, namun ia masih belum ada bayangan untuk memberikan ikatan lebih. Ia masih belum menemukan cinta sejati.

oppaaa

Jungsoo terpaku pada layar. Ia menatap sinis sambil memegang dagunya. “Ternyata namja itu sama saja,” decih Jungsoo. Ia kemudian menatap selembar dokumen yang telah ia persiapkan. Jika Kris benar-benar jatuh dalam pelukan wanita jalang itu dan ‘melakukan’ hal yang tidak seharusnya ia lakukan ,maka, mau tak mau pria itu harus menandatangani surat cerai atas Rinrin! Jungsoo tak mau Rinrin bersanding dengan namja buruk seperti Kris.

Matanya kini terfokus kembali pada layar. Kris dan wanita itu.

 

~XXX~

 

Dengan cepat Rinrin  memacu mobilnya menuju tempat yang ia yakini benar adalah tempat dimana ahjussinya dan Kris berada. Setelah 15 menit menyetir dengan kecepatan penuh, Rinrin akhirnya sampai di depan sebuah rumah yang sangat mewah. Gerbangnya tinggi, halamannya sangat luas, dan hampir bisa disebut istana. Ini adalah rumah Jungsoo yang berada paling dekat dengan jantung kota Seoul. Namun, Jungsoo jarang sekali mampir. Paling seminggu sekali ia berkunjung ke rumahnya yang ini

Bu Young Street

Tulisan itu terpampang di papan penunjuk jalan tepat di depan rumah itu. Park Ha adalah istilah lain untuk Bu Young, atau yang lebih kita kenal sebagai teratai. Dari situlah Rinrin tahu dimana tempat ahjussinya berada.

Dengan segera Rinrin memasuki gerbang itu. “Buka pintunya!” teriaknya emosi. Ia harus menuntut penjelasan dari ahjussinya. Untuk apa ada permainan seperti ini?

“Nona Rinrin, bagaimana Anda bisa disini!?” Sang kepala butler, Kim Ryeowook, datang tergesa-gesa membuka gerbang untuk Rinrin.

proxy (13)

 

“Gomawo oppa..” jawab Rinrin. Ini karena Ryeowook masih terpaut 6 tahun lebih tua daripada dirinya, dan cukup muda bagi usianya untuk dipanggi ahjussi.

“Dimana ahjussi?”

“Di ruang tengah…” Namun Ryeowook tak melanjutkan. Ia takut salah bicara. Bagaimana mungkin ia akan bercerita bahwa Jungsoo datang sambil membawa wanita nakal dan seorang pemuda jangkung tinggi yang begitu tampan? Biar ia simpan dulu keterangan ini.

“Oke.” Rinrin mengangguk. Kemudian berjalan cepat menuju pintu utama rumah itu. Ia membukanya kasar. Segera Rinrin menuju tempat Jungsoo yang seperti biasa, berada di ruang santai sambil menonton layar flat yang entah menayangkan sebuah tontonan baginya. Pria itu juga menyanding latte favoritnya.

“Ahjussi apa maksudmu dengan semua ini!? Dan dimana Kri–“ Seketika lidah Rinrin kelu. Yeoja itu  tak jadi melanjutkan kata-katanya karena di layar besar yang ada di depannya ia dapat melihat Kris yang mulai ‘bermain’ dengan seorang wanita cantik memakai lingerie super tipis. Ah, bahkan kalau bisa dibilang bra milik wanita itu pun terlihat jelas. Ia juga mengenakan celana G-string. Serta bergerak erotis sambil mendekati Kris.

“HENTIKAN!!!” jerit Rinrin. Yeoja itu menangkup mulutnya, tak percaya dengan pemandangan menjijikkan itu. Jungsoo yang tidak memprediksi kedatangan Rinrin tampak terkejut. Ia mengirim surat ini pada malam hari tujuannya agar Rinrin tidak menyadarinya. Tapi mengapa sekarang Rinrin hadir di tempat ini dan berhasil membongkar semua permainan miliknya lebih dulu.

“Rin-ah..” Jungsoo mengerang. Ia tampak menyesal saat melihat keponakannya kembali berlinang air mata. Kali ini tanpa isakan. Hanya airmata yang terus menerus mengalir dari sudut matanya. Ia berdiri dan mendekati Rinrin namun Rinrin menghempaskan tangannya. Tak pernah ia lihat Rinrin semarah ini.

“Permainan apa yang kau mulai!? Kenapa harus Kris! Dan kenapa harus ada wanita sialan itu!” Rinrin menunjuk-nunjuk layar. Hatinya benar-benar sakit seperti ditusuk ribuan jarum.

Jungsoo menatap layar kembali. Terlihat Kris berhasil terjerat dalam godaan wanita itu. Wanita itu menindih tubuh jangkung Kris yang seolah hanya bisa pasrah.

Rinrin menyeka air matanya. Ia berlari cepat menuju buffet di dekat layar flat. Ia menatap sesuatu yang ia butuhkan dari meja buffet berornamen itu. Senjata milik Jungsoo. Setelah ia mendapatkannya, dengan cepat Rinrin menatap ruangan yang ada di dalam video itu. Itu kamar tamu yang berada tepat di sebelah kanan tangga.

“Hentikan Rin! Benda itu berbahaya!” Jungsoo mencoba mencegah keponakannya bertindak bodoh.

“Berikan kunci ruangan itu atau aku akan menghancurkannya dengan satu tembakan!” Rinrin mengancam.   Ia menggenggam pistol itu sedikit gemetar. Air matanya tak terbendung lagi. Jungsoo terpaksa memenuhi permintaan Rinrin. Ahjussi tampan itu memberikan kunci ruangan yang dimaksud.

Segera RInrin melesat menuju ruangan pertama yang dekat dengan tangga lantai dua. Ia berlari kesana sambil mengusap air mata yang masih tak berhenti mengalir di wajahnya. Dengan tergesa ia membuka kamar itu.

Jungsoo hanya dapat menghela nafas pelan. Ia menatap layar itu lagi. Kris mendorong wanita itu kuat menjauhi dirinya. Jungsoo tercengang. Kris dapat menguasai dirinya lagi dan menghindari wanita itu. Mungkin namja itu ingat dengan keponakannya? Apakah benar Kris mencintai Rinrin dengan tulus? Bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi? Bagaimana jika namja itu mati di tangan Rinrin?

Jungsoo hanya dapat duduk dan menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya dari layar itu sambil menyesali apa yang ia lakukan. Ia telah membuat keponakan yang ia sayangi menangis dan berada pada puncak kemarahannya.

 

 

~XXX~

 

Hampir wanita itu memulai pekerjaannya lebih lanjut dengan mencium Kris namun Kris segera tersadar saat bibir wanita itu hendak menyentuh bibirnya. Wajah kecewa Rinrin hadir di dalam pikiran Kris. Duizhang segera mendorong wanita itu menjauh darinya dengan kuat.

“Get out, please!”

Hampir ia melakukan hal yang seharusnya tidak ia lakukan. Kris gemetar menatap telapak tangannya. Ia menyentuh wanita selain istrinya. Kris meremas rambutnya frustasi. Bagaimana ini? Ia hampir mengkhianati Rinrin.

 

BLAK

 

Tiba-tiba terdengar suara keras dari luar. Pintu ruangan itu membuka keras karena tendangan Rinrin. Keadaan membuat akal sehat yeoja itu tidak berjalan seperti biasa. Emosi memenuhi batinnya. Terlihat sangat jelas, aura hitam ada di sekitar yeoja itu.

“Putri Tidur..” Kris mencelos. Ia begitu terkejut saat mendapati sosok Rinrin yang mulai mendekatinya. Yeoja itu berjalan pasti ke arah Kris dan wanita itu. Ia tersenyum sinis menatap busana suaminya yang telah terbuka akibat ulah wanita itu. Lebih jijik lagi saat ia arahkan pandangan pada wanita murahan itu. Pandangannya seolah merendahkan.

“Aku bisa menjelaskan..” Kris berusaha bicara. Namun, Rinrin mengacuhkannya.

“Sudah puas bermain-mainnya?” tanya Rinrin. Ia menatap miring ke arah Kris, dilanjutkan ke wanita itu lagi.

“Kami baru saja akan memulai,” jawab wanita itu tersenyum sinis. Rinrin menghela nafas pelan, hatinya berkedut sakit. Harus kuat. Ia menegakkan tubuhnya kembali.

“Putri Tidur. Ini tidak seperti yang kau lihat.” Kris hendak bangkit namun segera ditahan dengan satu tangan Rinrin. Kemudian kata itu keluar dari mulutnya, “Diam!” Rinrin menatap tajam ke arah Kris. Kris mundur tak berani melanjutkan.

Pandangan Rinrin kembali pada wanita itu. Rinrin menatap intens dari ujung kaki sampai ujung kepala wanita nakal itu. Wanita itu juga menatap balik Rinrin dengan pandangan tidak suka.  “Kau pikir kau cukup cantik sehingga berani menggoda laki-laki itu?” Lalu Rinrin menatap Kris,  kemudian kembali menatap wanita itu dengan senyum yang sinis. Kris hanya bisa diam di sisi tempat tidur. Ia tak bisa menghentikkan Rinrin, bahkan ia tak tahu apa yang akan Rinrin lakukan setelah ini.

“B…bahkan lebih dari yang kau pikir. Aku berhasil menggodanya.”  Wanita itu sedikit takut dengan Rinrin. Senyum Rinrin terlihat seperti senyum iblis. Sorot mata Rinrin bahkan lebih tajam, seakan bisa mengiris tubuhnya menjadi beberapa bagian.

“Selamat, sepertinya kau memang berhasil.” Rinrin tersenyum tipis. Senyum palsu. “Tapi sebaiknya kau keluar dari ruangan ini jika tidak ingin terluka,” ancam Rinrin secara halus.

“Aku belum menyelesaikan pekerjaanku. Aku tidak akan pergi!” Wanita itu kukuh.

PLAK

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi putih wanita jalang itu. “Pekerjaan menggoda suamiku maksudmu, hah?” Rinrin tersenyum sinis setelah berhasil membungkam mulut wanita itu dengan tamparannya.

“Aku tidak takut denganmu!” Wanita itu menjawab.

Rinrin kembali tersenyum sinis. Tangannya kemudian menelusup diantara saku mantel bepergiannya. Ia menodongkan senjata itu tepat di kepala si wanita penggoda. “KELUAR ATAU KUBUNUH KAU, WANITA JALANG!” teriakan Rinrin memenuhi ruangan itu. Rinrin mengacungkan pistol yang berada di tangannya. Kris tersentak. Darimana Rinrin mendapatkan senjata api tersebut.

Seketika si wanita jalang  merinding.  Wanita itu kemudian menyambar kain penutup tubuhnya dan tanpa mengatakan apapun ia segera lari keluar dari ruangan itu. Kris sendiri terduduk kaku di tempatnya. Ia tahu Rinrin pasti akan marah. Tapi ia tidak menyangka Rinrin akan benar-benar semarah ini. Ah, tapi memang wajar jika Rinrin marah, mungkin seharusnya lebih marah dari ini. Pistol itu menyita perhatian Kris. Mungkin ia memang akan berakhir di tangan istrinya sendiri.

Rinrin kini mengubah posisinya menghadap Kris. Mata tajamnya bertemu dengan mata elang Kris yang redup. “Apakah kau ingin membunuhku saat ini juga?” tanya Kris.

Rinrin tak menjawab. Ia berbalik dan berjalan ke arah pintu. Ia menutup pintu itu dan menguncinya dari dalam. Ia kembali mendekati Kris yang kini telah turun dari ranjang dan berdiri di hadapannya.

Gurat rasa bersalah menghiasi wajah tampan namja itu. Namun, tiada kata apapun, Rinrin telah menodongkan senjata itu tepat ke dadanya. Mereka hanya terpaut jarak 2 meter. Dan dapat dipastikan, jika Rinrin menarik pelatuk pistolnya, peluru akan melesat tepat menembus jantung Kris. Ia akan mati seketika.

Kris tahu, lelaki pengkhianat seperti dia memang tak pantas mendapatkan kasih tulus dari ‘Putri Tidur’ yang sangat dicintainya.

“Oke, aku mengerti.” Kris berucap dan tersenyum. Ia hanya bisa pasrah dan menutup matanya saat Rinrin telah menarik setengah dari pelatuk pistol hitam itu. Sebelumnya, namja itu membisikkan sesuatu yang bahkan tidak terdengar namun dapat terpancar jelas.

 

~XXX~

 

“Bisa cepat sedikit tidak RaMyun-ah! Kita sudah menyia-nyiakan banyak waktu.” Aegy terlihat putus asa. Ia masih khawatir jika Rinrin berbuat sesuatu yang buruk. Sepupunya itu terkadang mengkhawatirkan jika sedang marah atau galau luar biasa. Aegy ingat saat dipaksa menikah, Rinrin bahkan pernah menelan banyak obat tidur hingga overdosis hanya untuk menghilangkan stress. Belum lagi kejadian yang Aegy tak tahu saat di Diamond House. Rinrin bahkan menyembunyikan belati untuk membunuh dirinya sendiri jika mereka tidak dapat bebas dari tempat maksiat itu dan berakhir di tangan pria hidung belang.

“Sebentar Ae-chan.. Sekarang jalan mana yang harus kita ambil?” Suho terlihat cukup frustasi. Ia tak bisa mengejar kecepatan Rinrin yang luar biasa saat mengemudi tadi. Mereka tidak tahu tempat tujuannya dan itu membuat Suho mulai menyerah. “Apakah kau mengenal tempat ini?”  Suho mencoba mengorek informasi dari Aegy.

Namun Aegy menggeleng, ia terlihat begitu merana. Ia tidak dapat berpikir jernih saat ini. Apa yang harus ia lakukan? Semua gelap dan bahkan jarum jam menunjukkan hampir pukul 2 dini hari.

Suho menepikan mobilnya kemudian mematikan mesin. Mereka dalam keheningan beberapa saat. Leader EXO K tersebut lalu menatap Aegy yang terdiam dan menunduk. Suho mencoba mengelus pundak Aegy perlahan. Dilihatnya mata yeoja itu sedikit berkaca-kaca saat menatapnya. Suho tahu apa yang membuat Aegy seperti ini. Rasa cemasnya. Yeoja itu memang sudah mulai mencoba untuk sedikit rileks, tapi tidak bisa. Ia merasa sesuatu yang buruk akan segera terjadi.

“Bagaimana kalau ia melakukan hal bodoh lagi?” Aegy bicara pada Suho.

“Dia tahu apa yang sebaiknya ia lakukan.” Suho mencoba menenangkan.

“Tapi dia sedang dalam kondisi tidak baik. Ia mendengar Tiang Listrik itu tidur dengan wanita lain, tidakkah itu hal terburuk yang pernah ada, RaMyun pabo?”

Suho terdiam. Itu memang sangat buruk. “Mungkin Kris bisa menjelaskan.” Suho kemudian membuat tubuh Aegy menghadapnya. “Mereka telah dewasa dan tahu apa jalan yang mereka ambil. Mungkin ini hanya sedikit salah paham. Aku tak percaya Kris melakukan hal itu. Ia begitu mencintai Rinrin, tidak ada yang lain. Bahkan melirik wanita lain pun tidak pernah, jadi mustahil jika ia bersedia tidur dengan wanita lain. Semua akan baik-baik saja Ae-chan. Percaya padaku..”  Suho meletakkan kedua tangannya di pundak Aegy.

“Jeongmal??” Aegy menatap Suho. Suho mengangguk. Manik mereka bertemu. Aegy dapat melihat kejujuran dari mata namja itu.

“Tentu saja.” Senyum manis merekah dari bibir Suho. Aegy yang mendapat sugesti positif dari senyuman itu, sehingga ia ikut tersenyum walau diiringi dengan jatuhnya butir air mata yang telah menggenang di pelupuk mata indahnya. Ia tersenyum salah tingkah. Namun, Suho telah lebih dulu menghapusnya dan menambahkan sedikit ciuman lembut yang singkat pada Aegy.

Aegy mengerjap. Begitu singkat bahkan ia tak sadar kini Suho telah kembali fokus pada setir dan bersiap melaju. “Sekarang kita kemana?”

Aegy kemudian menatap jalanan di depannya. Ia seperti mengenal tempat ini, tapi ia ragu. “Kiri…” perintahnya dan Suho segera memacu mobil menuju ke arah yang Aegy tunjuk.

 

~XXX~

 

Jungsoo menahan nafas untuk beberapa saat setelah melihat apa yang dilakukan keponakannya. Matanya kembali terfokus pada layar flat di depannya. Ini semua memang permainan konyol ciptaannya. Namun Jungsoo mempunyai maksud yang jelas. Ia hanya ingin menguji seberapa besar kesetiaan Kris pada Rinrin. Apakah pria itu memang pantas bersanding dengan keponakan yang paling ia sayangi, Shin Rin Rin? Ataukah ia hanya lelaki pengecut yang bisa saja mempermainkan keponakannya dan meninggalkan Rinrin saat karirnya semakin melejit? Pria itu hidup di glamour-nya dunia selebritis, tidak menutup kemungkinan bagi Kris untuk mencampakkan Rinrin dengan mudah dan mencari wanita lain. Bukankah begitu kehidupan para idol ternama?

Tapi ternyata pandangan Jungsoo salah besar. Kris bahkan tidak tergoda dengan wanita cantik berlingerie sekalipun, bahkan ia menolak wanita  itu. Terlebih untuk saat ini dimana Rinrin berada dalam puncak emosinya dan bisa saja yeoja itu membunuh Kris dengan pistol yang ia pegang,  namun pemuda itu justru mendekati Rinrin dengan pasrah dan bersiap mati di hadapannya. Ia sama sekali tak berniat membela diri. Ia menyerahkan semuanya pada Rinrin, itu dapat Jungsoo lihat jelas dari layar dihadapannya. Saat Kris menutup matanya dan menunggu diadili.

Kris tersenyum setelah ia bilang  ia mengerti. Kemudian kata terakhir yang tidak ia serukan tapi ia ucapkan lirih adalah, ‘Aku mencintaimu.’ Itu yang Jungsoo tangkap dari makna terakhir kata-kata Kris sebelum Rinrin menekan pelatuk pistol miliknya.

DOR

Jungsoo memilih untuk memejamkan mata saat layar menjadi gelap.

 

_To Be Continued_

Sekarang gantian ada abang Wookie yang jadi tamu tak diundang (?)  Dia kepala butler terkece dan paling imut menurut saya~ kkk *digeplak Ryeosomnia*

Huaaaaaa~ Kau menyakiti hatiku,,, gimana tuh nasib Kris pada akhirnya?? O.o part ini mantap ga?? Saya merasa puas dapat mengusir wanita murahan itu disini~ Wkwkwk *plak

oke readers tercinta… Silahkan tinggalkan RCL yah :) 

gomawo atas coment maupun like kalian~ semoga kalian diberkati~ Amin!!

Next.. kita ketemu di part berikutnya ^^ *deep bow

32 responses »

  1. *tempeleng shin rinrin* -________-
    sudah sedikit tertebak lah isi cerita’a nanti~ *sok tahu kumat*
    itu!!! ngapa si HoAe skinship mulu sih?!?!?!?!
    nyosor mulu sih u suho?! *tempeleng suho*
    hiaaaa!!! ada wookie!!!!! *jerit2 heboh*
    lanjutan’a kilat lagi!!!!!!!! ane pengen liat kris mati!!!! *tawa nista*
    btw piku ajhussi ganteng amat ya??? *digetok suho*

    • kenapa aku yg ditempeleng??? -_______-
      iyaaa…. crtanya mah gtu -_-
      huakakakaka…. aku suka hoae skinship :3
      jangan salahkan suho dong~😄
      kejam kau sama namjamu~
      *tutup kuping* kau berisik say -_-
      seneng bgt ya kau liat suami orang mati?? =_=
      Ahjussiku memang tampan :3 itu tuh yg slama ini kujadikan wallpaper hape… bukan kris jelek atau kyu.. tapi Soo oppa yg paling tampan❤
      kayak screen saverku dari jaman dulu smpai skrg jga cma Heechul oppa di don't don

      • kepalamu minta ditempeleng -_- *kabur
        ck!! cepet tamat!!! *todong piso*
        isshhhh,,, aku sebel!!! *jambak suho*
        btw,, itu krin dah dikamar~ sekalian bwt dede aja ya???😛
        iya~ penderitaan kris adalah kebahagiaanku😛
        hahahha😄 aku suka om2 itu!!!
        ck! bilang aja kau malas ganti??? *kabur

      • knpa kepalaku?? -_-
        tamatnya entaran~~ kan masih ada oppa2ku yg kece.. masa cpt tamat >.<
        kasian suho kau siksa terus -_-
        apanya yg buat dede?? -___- seneng bgt sih ngliat mrka gtu…
        kris malang bener ya pnya sodara ipar kayak kmu -____-
        aniyaa… ga tau knpa…hahaha~ soalnya kau tau sndiri~ aku setia sma dua oppaku trsyang itu :*

  2. kyaaaaaaaaaaaaaaaa
    baru pulang les langsung up to date ke blog ini >..< #unyeng2ace
    hahahha aku pikir bakal nembak apaan gituu ehh malah nembak cctv nya -_-
    wahhh wahhh mau ngapain nih ?? #otakmulaiyadong
    ecieee ceoet bikin anakk !!! #demo
    hahhaha next part kebut lagi ya unn !!😀

    • eh??? iyaaaa langsung ke blog ini??
      sptinya dirimu sibuk skali hyunmi-ya?? O.o
      iyaaaa nembak cctv.. kan sayang bgt tuh klo nembak kris jelek… mati gmna?? -_____- rinrin janda kembang (?) dong *duak
      ga mau ngpa2in ko :O
      bikin anak?? haisshhh
      okeeee sipp😄 tungguin ya
      gomawo :*

      • huahhahahah janda kembang ?? (?)
        iya nih un kebut2an di jalan >.<
        cuman mau cepet sampe rumah kkekekke
        ampe ni penampilan yang awalnya rapi jadi kaya kena badai cetar cetar menggelegar (?) (!) #ketularansyahrini -_-v

      • iyaahhhh…dia kan belum disentuh (?) sama kris soalnya… jadinya klo ditinggal mati brrti janda kembang dong😮
        eh?? kau kebut2an di jalan!? aigooo hati2~
        lihat ke dpn ya klo ngebut, jangan ke belakang >.<

    • hihihihi
      seremmm banget kau rinrin o.o #tutupmata
      aku kira yeoja lemah lembut sepertimu tidak akan melakukan hal seperti itu kekeeeke
      omaygatt bagus tuh tampiling (?) aja c wanita jalang nya !! :p
      rinrin punya senyum sini kaya iblis (?) kan berguru sama gww (?) (!) wkwkkwkwkw

      • skli2 rinrin harus jadi seram untuk membela diri (?) hyunmi~
        rinrin kalau udah ngamuk jangan ditanya…dia bisa lebih mengerikan dari setan sklipun (?) *ditampar
        tempeleng (?) tentu saja😄 nempeleng itu yeoja sungguh menyenangkan.. apalagi mengusirnya😄 kkkk~~ *evillaugh with kyu
        jiaaahhhhh….. iyaa yaa..dirimu jga mantap snyum iblisnya >.<
        tapi rinrin juga belajar dari suami pertamanya~ Kyu❤ *dicekek kris

  3. hyaaaaaaaaa~ itu kenapaaa? \(!!˚☐˚)/
    jgn bilang Rinrin nembak Kris beneran, gaboleh unn gaboleh *korban ff
    part ini mantep unn, mantep bgt sampe geregetan sendiri bacanya >.<
    ayo unn dilanjut lagi hehe😀

  4. ebusyet dah,it si kris kok di dor min?
    Ah mimin tegaan ni buat ceritanya.
    Min,kris nya ga ketembak beneran kan?
    Min,next nya cepetaan ya, penasaraan bget akunya.
    Ud cukup dong min adegan2 ngerinya,yg romantis nya skrg
    Masa si hoae mulu skinship.
    Overall,onnie jjang!😀

  5. Ping-balik: >>[FF EXO] Break Down Part 4 – Ending << « ★EXOplanet★

  6. wwwwooowww,,,
    rinrin emejing,,,
    emosi’na sungguh mengerikan,,,
    apa yang terjadi pada kris ??
    Apa dia mati ??
    Aaaahhh,,,
    benar2 menegangkan,,,

  7. Kris… Jahatnya engkau padamu eonnie(?)
    Menduakannya(?)
    Settdehh suho sm aegy lama bener nyampenya-_- gua rasa dia muter2 dulu._.V
    Next unn…
    Gece ya gece*apaini*.-.V

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s