>>[FF EXO] Break Down Part 4 – Ending <<

Standar

break down

Main Cast :

>>Kris EXO-M

>>Shin Rinrin

>>Park Jung Soo

>>Shin Aegy

>>Suho EXO K

Guest Star : 

>> Kim Ryeo Wook

Disclaimer : EXO belong to themselves, but this ff is min!!  Don’t copas anywhere 

Author : Ririn Cross

FB : Ririn Cross, Twitter : @RirinCross

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Kekerasan, Kris Marriage Life

Rated : 15+

Warning : OOC maybe, and many more.

Link Part Sebelumnya : 

Break Down Part 1

Break Down Part 2

Break Down Part 3

Recomended Song :

– Break Down – Super Junior M

—————————————————–

On the way take off our armour
Will run faster will all our might
Catching up to protect you
You won’t get hurt
Even if I’ll be wounded I don’t care
for you

—————————————————–

 

~XXX~

DOR

Bunyi tembakan terdengar sekali lagi diiringi jatuhnya yeoja itu ke lantai.

Kris membuka mata dan menatap Rinrin yang tersungkur dengan tangan gemetar.

Rinrin terlihat merapatkan kakinya dan memasukkan wajahnya ke dalam lipatan kedua tangannya. Pistol ia jatuhkan disisinya. “Hiks… Hiks…” Terdengar jelas isakannya. Kris tak peduli lagi. Kini ia menghampiri Rinrin dan menyentuh yeoja itu walau sedikit ragu.

Wajah sembab Rinrin dengan air mata yang mengalir deras menyambutnya. Membuat Kris merasakan pedih yang berlipat-lipat. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan, tapi ia tak bisa jika harus melihat Rinrin menangis. Kris segera merengkuh Rinrin dalam pelukannya. Air mata yeoja itu mengalir semakin deras dan membasahi kemeja putih Kris yang terbuka. Ia terus meraung dan mencakar-cakar Kris. Namun namja itu justru mengeratkan pelukannya.

I’m sorry. I’m so sorry,” desis Kris penuh penyesalan.

“Kau jahat!!” Rinrin menepuk-nepuk dada namja itu. Namun Kris membiarkannya. “Kau kejam! Kau jelek! Huaaaaaa….. hiks… ” Rinrin menangis keras. Ia meraung hebat. Hatinya sudah penuh. Semuanya meluap tumpah dalam tangisan ini.

“Bencilah aku..” desis Kris sambil menempelkan dagunya di pundak Rinrin. Ia merenungi kesalahan yang ia lakukan.

“Ya, aku memang sangat membencimu Kris Jelek!! Benci, sangat benci!” Rinrin melepaskan pelukannya. Ia kembali menangis keras dan menutup wajahnya. Hatinya seperti meledak ingin keluar. Bagaimana tidak. Ia menyaksikan sendiri suaminya bersentuhan dengan wanita lain, dengan mata kepala sendiri. Sakit, sangat sakit melebihi apapun. ia benar-benar merasa kesakitan.

“Mianhaeyo…” Kris tertunduk. Ia benar-benar tak tahan melihat Rinrin menangis. Apalagi ini karena ulahnya.  Namja itu hampir berkaca-kaca. Ia kemudian mendekati Rinrin lagi dan membuat yeoja itu menatap matanya.“Meski begitu aku tetap mencintaimu walaupun aku sudah tak pantas lagi untuk mengatakan ini setelah apa yang kulakukan. Mungkin,” jawab Kris sambil mengusap air mata yang masih mengalir membentuk sungai kecil di pipi yeoja itu. “Maaf telah menyakitimu.” Namja itu tertunduk. Bahunya gemetar. Sang leader kembali melawan nasib.

Mereka berdua menghabiskan waktu beberapa lama dalam kekalutan. Rinrin kemudian menatap Kris, masih dengan wajah sembab. Ia mengelus bahu namja itu, kemudian membawa Kris dalam pelukannya, membawa Kris dalam dekapan hangatnya. Ia menepuk pundak Kris dan terus memeluk Kris erat.

Kini mereka sudah mulai tenang. Rinrin sedikit tersenyum lemah. Sepertinya ia lelah menangis. Setidaknya membuat hati Kris lebih tenang.

“Kau masih marah?” tanya Kris.

Rinrin tidak menggeleng, tidak juga mengangguk. Ia menghela nafas dalam. “Kau pabo, Kris jelek!” umpat yeoja itu.

“Yeah, I’m so stupid.” Kris mengadili dirinya sendiri.

Rinrin mendecak. “Bagaimana kau bisa tidur dengan wanita lain padahal kau sendiri belum pernah menyentuh! –ku…”  Rinrin sedikit merendahkan nada bicaranya pada kata ‘ku’ yang terakhir. Ia menggigit bibir sambil menatap Kris, membuat darah Kris berdesir. Hasrat apa ini?

Rinrin menatap Kris. Namun, sedetik kemudian wajah yeoja itu berubah saat ia lihat Kris mengerutkan alisnya. “Bukan bagaimana. Kau suamiku, tentu saja kau tidak boleh berselingkuh. Apalagi dihadapanku, apalagi dengan wanita murahan berlingerie tadi. Walaupun aku tahu itu permainan dari ahjussi. Tapi, itu sangat mengerikan.” Rinrin mengerucutkan bibirnya. Ia berusaha mengubah topik karena sekilas ia  melihat tatapan Kris yang seolah hendak menerkamnya.

Kris tertawa.  Kemudian ia mendekatkan dahinya dengan dahi Rinrin. “Jadi, kau telah memaafkanku? Kau tidak ingin membunuhku lagi, Putri Tidur?”

“Menurutmu?” Rinrin malah balik bertanya.

Kris sedikit menatap ke arah pistol yang masih  ada di samping Rinrin. Senjata yang sangat berbahaya.  Ia menelan saliva. “Mungkin…” Namja itu menggeleng.

“Lain kali jika kau melakukan hal yang sama kau tidak akan selamat Kris Jelek…” Rinrin tersenyum, kemudian menyingkirkan pistol itu dengan melemparnya ke sudut ruangan. “Aku memaafkanmu kali ini.”

 

~XXX~

 

Jungsoo terlihat berputar-putar di ruang santai. Layar itu telah mati dan ia tidak dapat mengetahui keadaan Rinrin dan Kris di dalam sana. Apa  yang terjadi sebenarnya? Namja tampan itu menggigiti kuku jarinya. Ia benar-benar sangat cemas. Terlebih saat melihat wanita bayarannya keluar dari kamar dengan tergesa  tanpa menoleh pada Jungsoo. Ia keluar dari rumah itu dengan ketakutan.

“Aku tak bisa mengejarnya, Tuan.” Ryeowook melapor dan itu justru mengagetkan Jungsoo.

“Sejak kapan kau ada disitu Ryeowook-ah?!”

“Baru saja. Dan saya melihat tuan mondar-mandir mengelilingi tempat ini seperti setrika listrik,” canda Ryeowook. Jungsoo menatap Ryeowook jengah.

“Aku sedang tidak bisa bercanda. Dan kenapa kau masih memanggilku tuan, ingat, panggil aku hyung!”

“Ah.. Baik.. Tu- hyung.” Ryeowook sedikit ragu namun pada akhirnya bisa mengucapkan itu.

Jungsoo tersenyum tipis. Ia lebih suka dipanggil ‘hyung’ daripada Tuan. Terlebih Jungsoo juga telah menganggap Ryeowook seperti keluarganya sendiri. Ketekunan dan kerja keras Ryeowook selalu dapat membuat Jungsoo puas.

“Jadi, wanita penghibur itu menghilang?” tanya Jungsoo. Namun pandangannya masih tak lepas dari kamar tempat Kris dan Rinrin berada. Ia masih cemas.

“Ne. Dia tak bisa kami temukan.” Ryeowook memperjelas. “Saya merasa lalai akan tugas ini, hyung.” Ryeowook menunduk dan meminta maaf.

Jungsoo menghela nafas. “Ya sudah tak apa. Lupakan masalah ini.”

 

CKLEK

 

Suara terbukanya pintu kamar memudarkan konsentrasi namja itu. Ryeowook yang mengetahui kondisi segera pamit mundur. Sedangkan Jungsoo  memperluas tatapannya, ia melihat Rinrin berjalan sambil menggandeng Kris di sisinya. Terlihat jelas wajah sembab Rinrin. Jungsoo merasa bersalah melihat itu.

“Rin-ah chagi…” Jungsoo hampir memeluk Rinrin tapi yeoja itu menghentikannya.

“Tunggu ahjussi…” Yeoja itu tersenyum tipis. Jungsoo terdiam lalu mundur beberapa langkah. Apakah Rinrin masih marah padanya.

Yeoja itu menghela nafas perlahan. “Mengapa ahjussi melakukan semua ini?” Rinrin terlihat kecewa saat mengatakan itu.

Jungsoo memandang lantai. Ia tak berani menatap keponakannya. “Katakan padaku, kenapa ahjussi membuat permainan yang menjijikkan ini?” Rinrin masih berdiri di tempat, rahangnya mulai mengeras. Ia marah pada ahjussinya. Namun remasan tangan Kris menenangkan emosi yeoja itu. Rinrin harus bisa bersikap tenang.

“Karena ahjussi menyayangimu…” Jungsoo menatap Rinrin dengan wajah  merana. “Kau adalah keponakan yang paling ahjussi sayangi. Tidak bolehkah ahjussi mencemaskan keadaanmu?” Suara Jungsoo terdengar getir. Senyum pahit menghiasi wajah laki-laki itu. “Tidak bolehkah ahjussi mencurigai laki-laki itu?”

Rinrin terdiam. Ia menunggu Jungsoo melanjutkan. “Ahjussi tidak mengenalnya, tapi dia telah menjadi suamimu. Tidakkah ahjussi salah jika perlu mewaspadainya?” Jungsoo kemudian menghela nafas berat. “Setelah ahjussi tahu dia adalah seorang anggota grup idola sebenarnya ahjussi tak menyetujuinya. Kau akan sering ditinggal pergi olehnya. Ia selalu dikelilingi banyak gadis. Sedangkan kau, hanya bisa diam dan menunggunya. Bukankah begitu Rin? Itu yang terjadi padamu bukan?” Jungsoo menatap langsung pada Rinrin. “Karena itulah Ahjussi mencoba mengujinya dengan wanita itu. Apabila ia tak berhasil, ia bukan suami yang baik untukmu. Namun, ternyata ahjussi salah. Dia mencintaimu, Rin. Dia berhasil menghindari wanita itu.”

“Jadi hanya untuk menguji?” Rinrin menengadahkan pandangannya. “Seharusnya ahjussi bisa menggunakan cara lain. Misalnya lomba lari, atau apa. Cara seperti ini tidak menyenangkan ahjussi. Aku mencintai pria ini, tapi melihatnya ‘bermain’ dengan wanita lain itu menyakitkan.” Rinrin mengucap dengan menggeleng. Ia memijat pelipisnya. Ini benar-benar hanya sebuah permainan.

Kris menatap Rinrin. Ia menyadari kekhawatiran Jungsoo. Tidak salah jika ahjussi itu mencemaskan Rinrin. Pada kenyataannya yang dikatakan oleh Jungsoo semua itu benar. Kris tidak mempunyai cukup waktu untuk bersama Rinrin. Kehidupan selebritis membatasinya berhubungan, bahkan dengan istrinya sendiri. Kadang bisa hampir seminggu ia tak bisa bertemu dengan Rinrin. Jika jadwal sedang sibuk-sibuknya, tidak menutup kemungkinan mereka bisa tak bertemu sama sekali dalam waktu dua atau tiga minggu. Itu mengerikan, tapi hal itu adalah suatu fakta yang tak bisa dibantah.

“Mianhamnida.” Kris membungkukkan badannya. Ia menyadari kesalahannya. “Aku memang bukan suami yang baik untuk keponakan kesayanganmu.” Kris kemudian membungkuk lagi, kemudian ia menatap pada Jungsoo. “Tapi aku bersumpah, aku akan selalu mencintainya dan menjaganya sampai akhir hayatku.” Janji itu terucap dari mulut Kris dengan tegas. Jungsoo menatap tak percaya pada Kris. Namun, sorot mata pemuda itu menandakan ketegasan yang nyata. Ia tidak berbohong dan serius dengan perkataannya.

“Kau serius dengan ucapanmu anak muda?” Jungsoo mencoba meyakinkan kembali.

“Tentu saja. Aku sangat serius jika berhubungan dengan Rinrin.”  Kris mengangguk mantap.

Jungsoo tersenyum cerah. Ia bisa memegang ucapan namja itu. “Baiklah. Aku merestui kalian. Aku menitipkan Rinrin padamu, Kris.” Rinrin dan Kris langsung saling tatap. Rinrin tampak berbinar dan Kris tak kalah bahagia. Namja itu hendak memeluk istrinya namun ternyata Rinrin telah menghambur terlebih dulu kepelukan Jungsoo. “Gomawo oppa… Kau sungguh baik.” Kris yang masih di tempat hanya bisa memeluk udara kosong. Dan sisanya, Kris hanya bisa menekuk wajahnya karena dilupakan.

“Demi kau apapun akan ahjussi lakukan. Ahjussi sekarang mengerti bagaimana kuatnya cinta kalian berdua.” Jungsoo mengelus rambut panjang Rinrin. “Mianhae, ahjussi tidak akan mengulangi tes bodoh seperti itu lagi.”

Rinrin mengangguk. Ia kembali memeluk Jungsoo penuh sayang. Ahjussinya benar-benar sangat baik. Sedangkan Kris, menatap kedua orang itu dengan sedikit menarik senyum. Ia lega semua cobaan ini telah berakhir.

“Hey, kau kemari naik apa?” Jungsoo mengerutkan alis. Rinrin telah melepaskan pelukannya dan kembali ke sisi Kris yang dengan cepat menarik pinggang yeoja itu. Membuat Rinrin sedikit mengomel.

“Err, naik mobil, ahjussi.” Rinrin menjawab ragu.

“Malam-malam begini!?” Jungsoo membulatkan matanya.

“Hehe..” Rinrin hanya bisa tersenyum. Sementara itu Kris juga tak kalah terkejut.

“Dia mengebut, tu-  eh hyung!” Ryeowook yang masih berada di sana membocorkan keadaan. Rinrin menatap kesal ke arah Ryeowook. “Kenapa kau mengatakannya oppa!”

“Kau memang mengebut, kan nona Shin. Kukira tadi mobilsetan yang datang. Aku hampir takut.” Ryeowook menjelaskan dengan gerak lucu.

“Ya! Shin Rinrin! Jangan ngebut!” Jungsoo dan Kris mengucapkan kalimat itu hampir bersamaan. Rinrin terdiam menatap kedua orang itu yang tiba-tiba kompak.

“Kalian cocok…” ujarnya kemudian tersenyum geli. Jungsoo menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sedangkan Kris menggerak-gerakkan ujung sepatunya di lantai.

Jungsoo kemudian melirik jam. Hampir menjelang pukul 3 pagi. “Rin-ah, dan Kris. Sebaiknya kalian istirahat. Sudah hampir jam 3. Naiklah…” Jungsoo berujar.

Rinrin dan Kris bersamaan menatap jam. Pantas saja badan mereka sangat lelah. Ternyata sudah hampir menjelang pagi. “Naiklah ke kamar. Ryeowook, kau juga tidurlah.” Jungsoo memerintah. Ryeowook mengangguk dan mengundurkan diri dari tempat itu.

“Kenapa masih berdiri di sini?” Jungsoo menatap Rinrin dan Kris yang masih terdiam.

“Tapi ahjussi… Kau tidak ingin meminjamkan kunci kamar lain?” Rinrin berucap.

Jungsoo mengerutkan alisnya. “Untuk apa?”

“Untukku tidur. Di kamar itu biar Kris jelek~” Rinrin mengucap dengan innocent.

“Kenapa harus terpisah. Bukankah kalian suami istri?” Rinrin dan Kris seketika bungkam. Jungsoo semakin menyipitkan mata curiga. “Jadi, kalian belum pernah tidur bersama ya!?” Jungsoo mencoba menebak.

“Aniyo! Kami pernah tidur bersama.” Rinrin membantah.

“Tapi kenapa kau menolak!?” Jungsoo menyipitkan matanya. “Apa tidur bersama yang kalian maksud itu hanya tidur? Tidak lebih dari ‘tidur’?” Jungsoo memperjelas. Rinrin dan Kris mengangguk pasti. Jungsoo menganga tak percaya. “Lalu malam pertama kalian!?”

“Kami… tidak melakukan apa-apa ahjussi. Jangan kaget seperti itu.” Rinrin menjawab dengan menggelengkan kepalanya. “Ayo ahjussi berikan kuncinya. Aku sudah mengantuk.” Rinrin mulai merengek.

“Baiklah.” Jungsoo kemudian naik. Rinrin dan Kris mengikuti. Hingga mereka tiba di depan kamar itu, kemudian memasukinya. “Kris, kau tidur disini.” Rinrin melepaskan genggaman tangan namja itu. “Iya kan ahjussi?” Rinrin  menatap Jungsoo di belakangnya sambil tersenyum. Jungsoo hanya mengangguk.

“Lalu kunci kamarku?” Rinrin meminta. Namun Jungsoo menggeleng. Ia segera mencabut kunci kamar ini lalu dengan segera ia keluar dari kamar itu dan menguncinya. “Ya!! Ahjussi!! Apa yang kau lakukan!?” Terdengar suara Rinrin yang menggedor-gedor pintu.

Namun Jungsoo malah tersenyum menyeringai. “Pintu akan kubukakan jika kalian sudah memutuskan untuk memberi ahjussi  momongan!”

“Dasar ahjussi! Bukakan!”

“Keputusan ahjussi tak bisa diganggu gugat. Buat anak dulu baru kalian bisa keluar!”

 

~XXX~

 

“Ahjussi babo..” Rinrin menepuk pelan pintu yang tidak mungkin terbuka itu. Ia lelah. Tapi mengapa pamannya justru memikirkan hal yang tidak-tidak?

“Kris jelek..” Rinrin menatap Kris yang berdiri di sisinya. “Bagaimana ini?”

“A…aku tidak tahu.” Kris menggeleng canggung.

“Kita tidak bisa keluar. “

Mereka berada dalam keheningan untuk beberapa saat. Memikirkan solusi terbaik. Namun, mata Kris tiba-tiba terpaut pada pistol itu. Pistol yang masih teronggok di sudut ruangan.  Pandangannya pun berlari ke arah lain. Ia memandang sudut ruangan tempat jatuhnya dua kamera penyadap ruangan itu. Rinrin tadi mengarahkan bidikannya tepat pada dua CCTV yang ada disana. Sekali tembak dan hancur. Tadi itu Rinrin menembak bukan untuk menembak Kris, tapi untuk memusnahkan kamera pengintai tersebut yang kini hanya tinggal bangkai.  “Darimana kau belajar menembak?” Kris mengerutkan dahinya.

“Eh?” Rinrin kemudian mengikuti arah pandangan Kris. “Dari Soo Ahjussi… Aku snipper  terhebat yang pernah ia miliki.” Rinrin tersenyum. Yeoja itu kemudian memungutnya kembali dan meletakkannya pelan pistol itu di sudut laci. Lalu menghampiri Kris yang telah menantinya.

“Pamanmu mengerikan…” Kris menggeleng.

“Hey, dia itu ahjussi terkeren. Kau tidak boleh meremehkannya.” Rinrin memiringkan kepala dan tersenyum.

Kris mengangguk. Benar sekali. Hampir Kris termakan jebakan dari ahjussi itu lagi. “Aku harus waspada..” Kris menggelengkan kepala, kemudian menatap Rinrin. “Juga terhadapmu..” Kris menyibak poninya dan membuatnya terlihat keren di mata Rinrin. Yeoja itu menepuk-nepuk pipinya, mencoba menyadarkan diri.

“Mengapa aku juga?” Rinrin terkejut.

“Kau terlihat sangat cantik saat marah. Ini aneh, tapi aku jujur.” Kris menjawab bukan berdusta, pada kenyataannya itu benar, namun ia tidak ingin mengungkapkan bahwa Rinrin juga terlihat mengerikan pada saat yang bersamaan.

Deathglare Rinrin menghujam Kris. “Berarti kalau aku tidak marah aku tidak cantik?”

“Aniyaaa… Kau cantik apapun keadaannya.” Kris rasa ia mulai salah bicara. Namun, saat melihat senyum manis Rinrin setidaknya dapat membuat Kris berdebar. Senyum yang sangat ia sukai.

“Kris jelek… Kau tahu, aku benar-benar takut tadi.” Rinrin menatap lurus Kris.

“Takut karena apa?” Kris mendekati Rinrin, memegang pundak yeoja itu.

“Takut kau akan ‘melakukan sesuatu’ dengan wanita itu. Tidakkah kau tergoda dengannya? Bukankah dia sangat, errr… Seksi?” Rinrin menggeleng dan menatap tak mengerti ke arah Kris. Kris segera melepas pegangannya pada pundak Rinrin. Namja itu terlihat sulit bicara. Lebih tepatnya sulit memilih kata-kata. Ia mengacak rambutnya.

“Kau harus tahu, Putri Tidur. Wanita itu sama sekali tidak menarik dan tidak seksi.” Kris sengaja memutus perkataannya dan menatap intens ke arah Rinrin. Mulut yeoja itu terbuka hendak mengatakan protes. “Hanya tatapan matamu, senyum manismu, dan sentuhan lembutmu yang dapat membuatku tergoda dan membuat denyut jantungku tidak beraturan.”

“Kau sedang merayuku?” Rinrin menyipitkan mata curiga. Kris menggeleng.

“Itu kenyataan.” Kris menjawab. Kris kemudian menggenggam tangan Rinrin, dan menuntun tangan itu ke dadanya. Saat Rinrin menyentuh dada Kris dengan telapak tangannya, ia dapat merasakan detak jantung Kris yang tidak teratur, berdetak lebih cepat daripada biasanya. Sepertinya itu memang benar. Kris tidak berbohong.

“Bagaimana? Kau percaya?”

Rinrin mengangguk. “Kau tidak bohong.” Namja itu lalu tersenyum miring. Ia kemudian membawa Rinrin dalam gendongannya dan menidurkannya di ranjang.

Kris mengecup puncak kepala Rinrin. Ia kemudian merebahkan diri bersisian dengan istrinya, sama-sama menatap langit-langit kamar. Hening beberapa saat. “Bagaimana jika kita melakukannya malam ini?”

Rinrin tak menjawab. Namun tangan yeoja itu kini memeluk tubuh Kris. Kris menautkan alisnya dan memandang wajah Rinrin. Matanya terpejam. Ia tidur!! Aigoo!

“Ya! Putri Tidur..” Kris menatap frustasi ke arah Rinrin.

Rinrin membuka sebelah matanya. “Lima menit. Biarkan aku istirahat sebentar pangeran es jelek.” Rinrin kembali mengeratkan pelukannya pada Kris. Seperti memeluk guling. Ia merasa nyaman, hangat dan tidurnya semakin lelap.

“Ah baiklah. Setelah lima menit lalu?” Kris akhirnya melingkarkan tangannya mendekap Rinrin, membuat yeoja itu semakin nyaman.

“Aku bisa mempertimbangkan permintaan ahjussi.” Rinrin tersenyum lemah. Kemudian menelusupkan kepalanya lebih dalam ke dada namja itu.  Ia tak sadar jika perkataannya itu membuat Kris bukan hanya berdebar, jantungnya sudah bekerja tidak beraturan.

“Kris jelek… Jantungmu berdebar terlalu keras. Bisa kau kurangi volumenya?” Rinrin meracau.

“Jika kau terus mendekatinya justru itu akan meledak.” Kris menjawab. Rinrin hanya tersenyum kecil. “Just wait a moment,” bisiknya.

Of course.” Kris mengangguk paham.

 

~XXX~

 

Esoknya…

 

“Menurut kalian, bagaimana sarapan ini?” Jungsoo menyelesaikan suapan terakhirnya. Ia menatap Rinrin yang hampir menggigit beefnya. “Sungguh nikmat,” jawab Kris.

“Ini yang memasak Ryeowook oppa, Kris jelek. Kau harus makan banyak. Dia koki terhebat yang pernah kutemui.” Rinrin terlihat bersemangat. Ia kemudian menyuapkan potongan daging yang telah ia iris pada Kris.  Kris terpaksa menelannya, namun ia menikmati itu. “Untuk obat penambah darah, supaya kau lebih sehat.” Rinrin melanjutkan dan kembali menyuapi Kris. Sedangkan Jungsoo menatap keponakannya dengan tersenyum. Rinrin terlihat sangat bahagia.

 

Tak berapa lama akhirnya sarapan itu selesai.

 

“Aku belum mengabari Aegy..” Rinrin menggeleng. Ia langsung merogoh saku, mencari ponselnya.

“Memangnya kenapa?” Kembali Jungsoo dan Kris mengucapkan hal yang sama.

“Kalian memang sangat cocok.” Rinrin tersenyum. Kemudian melanjutkan. Ia menekan nomor Aegy, mencoba menyambungkan. Tersambung tapi tidak diangkat. Rinrin  mengulanginya lagi. “Jangan-jangan dia masih tidur.” Rinrin menunjukkan wajah datar.

“Aegy?”

“Ne ahjussi. Semalam Aegy menemaniku mencari Kris di apartemen EXO. Tapi ia kutinggal disana~” Rinrin menjawab santai.

“Ya! Shin Rinrin! Kenapa kau tinggalkan sepupumu di asrama para namja!” Jungsoo mulai khawatir.

“Tidak usah terlalu berlebihan ahjussi. Disana ada Myunpa yang akan melindunginya.” Kris mengangguk. “Lagipula anak-anak EXO innoncent semua, tidak mungkin juga ada yang berani menyentuh Aegy atau mereka akan mati setelah itu.” Rinrin menjawab dengan cengiran. Jungsoo menepuk jidatnya. Kris menyetujui. ‘Mana ada yang bisa melawan yeoja itu,’ batinnya sambil meminum air putih.

“Hyung!! Hyung!!” Ryeowook datang dan histeris.

“Ada apa?!” tanya Jungsoo.

Ryeowook menatap Rinrin. “Di kamar Rinrin.” Kemudian ia memandang Kris. “dan Tuan Kris tidur semalam, ada banyak noda darah!”

“Mwo!?” Jungsoo kaget. Ia menatap tak percaya pada Rinrin dan Kris. “Jadi kalian melakukannya?”

Belum sempat Kris bicara Rinrin telah menginjak kaki namja itu. Kris hanya bisa meringis dan menatap Rinrin. Rinrin tak menggubrisnya.“Seperti yang kau inginkan, ahjussiku tersayang.”  Rinrin memberikan senyuman termanisnya. Kris hanya bisa menggeleng tak mengerti. Ia lebih memilih meminum air putihnya daripada stress.

“Sepertinya aku akan segera mendapatkan momongan dari kalian.” Jungsoo terlihat lega sekali. Ryeowook mengangguk dan mengacungkan jempol.

Kris langsung tersedak air putih yang ia minum. Langsung Rinrin menenangkan suaminya dan tersenyum kecil ke arah Leeteuk.

“Pelan-pelan…” Leeteuk menggeleng tak mengerti.

“Tidak apa ahjussi, dia sering begini.” Rinrin mengusap punggung Kris. Kris lagi-lagi hanya bisa menghela nafas kuat.

 

~XXX~

 

“Ayo kita pulang~” Rinrin mengikatkan sabuk pengamannya. Kris berdiri di balik kemudi menatap Rinrin yang kelihatannya kesulitan mengikat benda itu.

“Kenapa kau tidak bilang jujur saja  pada hyung kalau kita belum melakukannya?” Kris membantu Rinrin mengikatkan benda itu.  Setelah sabuk pengaman telah terikat mereka masih dalam posisi yang sama.

Rinrin mendesah. “Terkadang berbohong untuk kebaikan itu lebih baik,” jawab Rinrin. “Pada kenyataannya kau belum bisa bukan?” Rinrin menunjukkan wajah meragukan.

“Aku bisa…” Kris yakin.

“Coba buktikan!” Rinrin justru lebih menantangnya.

Kris menelan salivanya susah payah. Bagaimana ini? Bagaimana kalau masih belum bisa?

“Cepatlah Kris jelek. Buktikan jika kau bisa…” Rinrin kali ini sedikit memohon.

Kris kemudian mengangguk. Ia mengulurkan tangan panjangnya mencapai baju Rinrin. Rinrin sendiri agak takut juga, namun ini demi Kris.

Namja itu mulai melepas kancing baju Rinrin satu persatu. Agak gemetar namja itu melakukannya. Namun belum tiga kancing terbuka Kris sudah merasakan ada cairan hangat mengalir dari hidungnya.

“Ya!! Kris jelek! Kau mimisan lagi! Omo..” Rinrin menjerit. Ia segera menyambar tissue mobil kemudian menyeka darah yang masih mengalir dari hidung Kris.

“Sudah kubilang jangan memaksakan diri.” Rinrin terlihat cemas. Kris hanya bisa memegang tissue itu dan mengusap darah mimisannya dengan dada naik turun. Jantungnya masih tak terkendali. “Ahjussi pasti akan menertawakanmu jika aku bilang darah itu adalah darah mimisan milikmu karena kau mimisan parah semalam dan itu karena perjuangan membuka bajuku.” Rinrin mendengus kesal. Kris membuang tissue itu. Darahnya telah berhenti mengalir. Namja itu mengacak rambutnya frustasi.

“Kau benar, Putri Tidur. Dan itu pasti akan terdengar sangat konyol.”

“Tentu. Itu akan sangat lucu.” Rinrin tersenyum geli. Kris mengerucutkan bibirnya. “Bagaimana? Sudah lebih baik?” Tanya Rinrin sambil memeriksa hidung Kris. Kris mengangguk.

“Aku heran~ Kenapa kau bisa mimisan? Padahal semalam itu bukankah kau hampir melakukan dengan wanita itu?” Rinrin menggeleng tak mengerti.

Kris menatap tajam Rinrin. “Jangan ingatkan aku pada kejadian itu.” Kris terlihat enggan. “Entahlah, saat bersama wanita itu aku tak merasakan apapun.”

“Ah berarti saat bersamaku kau merasakan sesuatu?” Rinrin menyimpulkan.

“Memang seperti itu bukan?”

“Coba lihat lagi?? Siapa tahu bisa?” Rinrin masih penasaran. Bagaimana bisa Kris mimisan hanya gara-gara melihatnya membuka baju (?), sedangkan tadi malam ia disuguhi pemandangan indah yang melebihi ini. Kris menggeleng. Ia takut mimisan lagi, itu memperburuk citranya di mata Rinrin.

“Baiklah. Kita pikirkan bagaimana mengatasi ini.” Rinrin mendesah kecewa. Ia jadi merasa bersalah karena membuat Kris seperti ini. Apa salahnya hingga Kris harus berkorban dan menghabiskan tetes darahnya demi dia? Ini benar-benar darah miliknya. Sungguh, ini tidak logis.

“Maafkan aku..” Kris terlihat menyesal.

“Gwaenchana..” Rinrin tersenyum lemah. “Bagaimana kalau dengan menutup mata?” Tiba-tiba Rinrin menyarankan.

“Tidak akan menyenangkan, Putri Tidur.” Kris membalas dengan wajah datar. Aih, Rinrin langsung cemberut. Pada kenyataannya ini memang sulit.

Tiba-tiba ada yang mengetuk kaca jendela luar mobil. Kris terpaksa membukanya.

“Kenapa belum jalan?” tanya Jungsoo. Namun sedetik kemudian ia ternganga, “Shin Rinrin bajumu masih terbuka! Ya! Kris! Bagaimana bisa kalian mau melakukannya lagi di dalam mobil?!” Kris tampak shock dengan dugaan Jungsoo. Sementara itu,  Rinrin segera mengancingkan bajunya cepat. Sedangkan Jungsoo langsung menjitak Kris. “Tunggulah sampai kalian tiba di rumah.”

Kris meringis, lalu ia mengelus kepalanya yang kena jitak Jungsoo.  “Baik hyung. Kami pulang dulu~” Kris berpamitan.

“Dadah ahjussi! muah…” Rinrin melambaikan tangannya dan melemparkan flying kiss.

 

Mobil mereka pun melaju untuk segera kembali ke rumah.

 

“Sial, dia menganggap kita berbuat macam-macam lagi,” desis Kris.

“Sudahlah. Sekarang lebih baik kita ke apotik.” Rinrin tersenyum.

“Untuk apa?” Kris mengerutkan alisnya.

“Membeli obat penambah darah.” Kris terkejut, ia hendak protes tapi Rinrin tak memberinya kesempatan. “Kau sudah kehilangan banyak darah semalam. Ditambah mimisan barusan. Kau butuh obat itu untuk jadwalmu nanti. Kau tidak bisa protes lagi, suamiku tersayang.” Rinrin menggoda Kris. Namja itu menggeram sesaat.

“Baiklah. Tapi ingat Nyonya Wu. Jika aku sudah tidak mimisan lagi, tunggu pembalasanku.” Kris menyeringai.

Rinrin terdiam seolah berpikir. Namun kemudian ia mengangguk setuju. “Akan kutunggu saatnya. Jika kau bisa~” Rinrin menyentil hidung Kris. Kris hanya bisa meringis.

 

~XXX~

 

EPILOG

“Kita harus ambil jalan kemana lagi Ae-chan?”

“Aku tak tahu. Tapi, RaMyun pabo! Ini dimana!?”
“Bukankah ini jalan yang kau tunjukkan?”

“Huwaaaa!!! Bagaimana mungkin kita tersesat. Aku lupa membawa ponsel lagi!”

“Aku juga tak mengerti,” jawab Suho pasrah.

 

_END_

 

Akhirnya selesai… Saya update cepet karena harus menyelesaikan banyak hal T.T *plak

Oke… sangat ditunggu RCLnya yahhh…. Komentar kalian nutrisi (?) bagi author.. Please, Don’t be a silent reader ^^
Author sangat menghargai komentar sekecil apapun :) 
Gomawo sekali lagi bagi semua yg telah bersedia membaca dari awal sampai akhir… *deep bow*

Saya mungkin akan comeback dengan Lady in Red part 2 yang udh cukup jamuran, tapi ga tau kapan ._. *plak

 

47 responses »

  1. bhuhhahhahahha😄 KRIS MIMISAN!!!!!!!! LOL *ngakak guling2*
    ya ampun!!!! ga keren banget sih lo tuijang!!!! *toyor pala kris😛
    soo~~~ selamat kan aku!!!! aku nyasaaarrrrrr!!!!! buatin sequel!!! temuin aku!!!!!!
    huwaaaaaa!!! tega bgt sih??? masa nyasar????? *nangis meraung2* berdua lagi sama si pabo TT.TT
    huaaaaaaaa TT.TT *gelindingan dijalan*
    btw makin parah aja tuh si tuijang?? kaga bisa buat dede dong???? -______- *penonton kecewa**duak

    • iyaaa… dia MIMISAN!!!! *shock -____-
      ntahlah.. dia benran sangat ga keren disini… *jambak kris*
      jiahahahaha…. kau sndiri sih😄 gpp kan.. kalian jadi bisa berduaan.. udh kukasih kesempatan itu😛
      ntar kuusahakan.. Alhamdulillah laptopku udh sembuh jdi bisa comeback..keke
      kau pikirannya buat dede terus -____- mgkn klo dirimu sama suho udh buat duluan, mimisan kris sembuh (?) O.o

      • hahahha😄 dia kan emang ga keren say????😛
        kesempatan apa eoh???
        kan aku lagi marah gegara marry you😛
        eummm~ pokok’a aku minta sequel!!! *dijitak*
        hahahhaha ~ abis aku pengen ada baby :3
        gaaaaaaaaaaaaa~~~😛

  2. Eonni-yaaaaa!! Mana klimaks nya??? Ah eonni , saeng sweatdrop , kirain bakal bikin(?) skrg , eh trnyata ngga #Zzz
    kapan eonni,kapan??
    Ayolaaah di tunggu nih eon \(-^o^-)/
    jgn membuat saeng dan sehuna menunggu trlalu lama ^^

    • iyaaa saeng??? klimaksnya udhh tuh?? hehhe
      -_____- drimu sngat brharap ya mrka melakukan (?) sesuatu lebih….
      nunggu kris sembuh dari mimisan dong bru bisa X3
      kalian masih kecil.. masih byk jalan yg dilakukan smbil menunggu😛
      gomawo saeng ^^

      • Iya saeng memang sangat mengharapkan yg lebih(?) eon :3 wkwkwkwks Aduh itu kris appa pake mimisan sgala haha! Kayak di film2 aja😄
        aah kris appa ini~ sehuna aja ga smpe mimisan~ #Hah?? #NahLoh 0.o!
        Oke d tunggu ya eon “sesuatu” nya wkwkwkwk :3 jgn ampe kduluan ama saeng😄 #PLAKKK

  3. miminnnnnn kerennnn buanget plus buat ngakak hahahaha
    itu si kris ISTI ya, ikatan suami takut istri wkwkwk
    min kok kris nya mimisan? dia ga bisa punyaa anak ya .____.
    min, bikin one shoot K-rin tentang mimisan n sembuh mimisan nya kris doonnng😀

    • hehehehe…. iyaaa kan😄
      itu endingnya aneh .___.
      kyaknya sih iya.. dia termasuk ISTI… *dijitak
      klo udh sembuh mgkn bisa pnya O.o
      hehehe.. oke.. aku usahakan😀
      brrti klo kris udh sembuh bisa itu dong -_- *pikir2 dulu
      gomawo ya🙂

  4. Ya ampun……
    Ternyata masih blum juga ya?
    Aigoo kris -.-
    di saat RinRin udah mau, teryata dirimu -.-
    klo gini trus kapan Ace dapet adik? Kan kasian Ace butuh teman wkwkwkwkwk….
    Itu HoAe couple udah sampe mana ya nyasarnya….

    • iyaa.. belum😄 hehehee
      bener skli tuh.. trnyata kris malah?? ._.
      klo mimisan kris udh smbuh mungkin ACE bru pnya adik :3
      hoae nyasarnya smpai busan kali😄
      gomawo cho charis :*

  5. wahhahahahhahahahahhaha #guling2 >.<
    yaa ampunnn x_x
    dikirain beneran ngelakuin itu lhooo -_-
    tapi ga papa ada skinship nya kekkeke
    sempet kaget pas tahu ada darah di kamar nya -_-
    dikira darahh apaan
    ehh ternyata c duizhang mimisan cuman gara2 suruh buka baju rinrin wakakkakakka
    ehh ehh c duizhan dapet ilham (?) dari mana ampe nangis laagi ya #digetokkris
    ini kayaknya alurnya kecepetan deh unn -_-v
    ditunggu kelanjutannya ya unn
    wokehh ???

    • whahahaha iyaaaa😄 *ikut ngakak
      ternyata enggak kan😄
      lmyn ya ada skinship dkit :3
      emang darah apa??😛
      duizhang pnya sedikit kelainan ._____. *dicekek kris
      dari donghae oppa, dia belajar nangis :3 hehehe
      he,em.. aku jga pikir2 stelah dirasa jga kcepetan T.T huaaaa………
      okee okeeeee… gomawo hyunmi-ya :*
      btw… aku kok rindu padamu ya?? O.o

      • aku rindu padamuu juga unn :* #peluk
        udah diwanti2 kenapa c unni ga di reply2 coment2 nya -_-
        lagi sibuk kali ya unn
        hwehehehhe
        aku padamuu unn :* :* #diseretkai

  6. hahahahahahahhaha😄
    Kris mimisan?! bwahahahahahaha😄 *digetok Kris >.<
    sumpah unn, ngakak guling2 bacanya😄
    sudah kuduga Ririn bakalan nembak CCTV nya😀 #yeeeey
    buat lagi unn yg keren2

  7. Aaaa~ udah sampe part ending T_T
    mian unnie , saeng belum sempet baca part 3 sama 4 , lagi study tour ke jogja *deketyasamapurworejo?*

    nanti kalo udah selese tour nya pasti baca kok^^ sekarang titip like dulu
    #bow

  8. BHAHAHAHAHAHA,,,
    ngakak bener baca epilog’na,,,
    bisa2’na rinrin sampai lupa aegy ?? Hahahaha
    *ngakak gag berhenti
    *dijitak kyu ppa,,,
    kris juga baru mulai sedikit aja udah mimisan,,, hahaha
    bener2 innocent tuch bocah
    *dibacokkrisnrin
    bagus rin,,,
    aq menunggu karyamu selanjut’na,,,
    udah lburan kan ??
    Aq aja masih ujian,,,
    *dduuaakk, mlah curcol,,,
    rin-ah hwaiting,,,😀

  9. Akhirnya…. Selesai juga…. Happy ending…keren bgt..
    Again n again JoonMyeon oppa bikin aku nyesek… Sbr ryeoni sbr… Itu oppaku jd pembantunya jung soo oppa yah…. Pantesan dr kemaren2 gax pulang2 ternyata dia dpt pekerjaan baru*abaikan*tinggalkan ryeowook oppa sejenak*
    aku juga mw bawa pistol kyak rinrin, buat nembak Joonmyeon oppa. Abisnya dia nakal, main cium2 cewek lain aja, gax tau apa ini bininya nunggu2 di rumah.
    Keren bgt thor. Di tunggu ff yg lainnya.. Kalo blh req, yg castnya Onew SHINee yah*maksa*

    • iyaaaaaaaaaaa akhrnyaaa :3
      gomawo ryeoni
      sbar yaa :3 *puk2
      wkwkwk… ryeong oppa jd kepala pelayan😄
      dia kan mendukung skli dlm cerita ini >.< *hug wookie *diseret kris
      .______. mati dong suho oppa…..
      oke.. gomawo ^^

      • Bener tu thor…..!!!!
        Gax jd deh nembak Suho oppa, aku cerain aja dia.. Soalnya aku kemaren di ajak nikah sama onew shinee#kembali ke mantan#
        jd nikah ama onew oppa aja #pecinta para leader a.k.a leader lovers#abaikan#
        kalo boleh tau umurnya brapa thor?
        lain kali bikin yg castnya Chanyeol juga ya#pasang puppyeyes#
        Di tunggu karya2 selanjutnya,
        bangapseumnida author yg imut2 kyak semut, kalo ngomng suka mangut2, sebelum tidur minta di urut, kalo marah suka cemberut, kalo senyum kyak marmut#peace#kabur sebelum ditabok#

  10. Aaaaaa~ unnie mian baru sempet baca sekarang T_T

    pulang tour langsung sibuk buat KTI , jadi ga sempet buka2 inet. . .

    Kris kau begitu memalukan dan somplak(?) hahahaha *digetokAce*
    masa gitu aja mimisan . . Padahal kan rin unnie udah ngajakin(?) *eh?ngajak apa nantang yah ? o,0*

    tau lah , kan saeng espiway(?) unn^^
    ga dapet apa2 , cuma dapet daster doang buat mommy . . Hehe

    keep fighting :* *bawaspandukbarengdio*
    di tunggu next ff nya !

  11. Demi apaaaa
    Jadi ceritanya darah mimisan kris nohh xD
    Masa dg yoeja genit yg dibawa jungsoo dy gak mimisan dg rin dy mimisan xD
    Trus aegy masa gak tau rumah pamannya sndri??
    Apa emg minat nyasar ama suho yaa xD
    Astagaaa..sumpahh ini ff endingnya kocakk
    Maafkan eonnie yg komennya borongan di part akhir xD

  12. w.o.w kris mimisan. Wkwk ini lucu, ah aku ga bisa ngungkapin ff ini dengan kata2 eon, yg pasti ini bagus.
    Dann hahahahahaha, itu orng ber2 nyasaaaarr

  13. Untung bukan kris yng ditembak ,

    Tp itu kenapa kris mimisan kalau mau buka bajunya rinrin , apa kris punya penyakit ya .
    Tp betul juga kata rinrin waktu kris liat cewek yng pakai lingeri gag mimisan .
    Kris aned deh

  14. Huwaaaa,, itu endingnya tak terduga(?).
    awalnya Rinrin yang selalu was-was kalau Kris ada didepatnya dan melakukan sesuatu.
    Tapi disini Kris malah yang kayanya was-was sama yang dilakuin Rinrin.😀
    Kyaaaa! keren ~~

  15. hahahaa kocakk! aneh bangettt..kalo kris mimisan terus kapan itunyaa ahelaaah*mecum* daebakkk eonniii{} ~ sequellllnyo ditungguuuu

  16. fiuhhh…akhirnya nemu ff kamu.
    kemarin sempet baca tapi lupa di bookmark jadinya hilang deh..T.T
    bdw,anyeong sist
    91line disini.salam kenal ^,^
    mian,baru ikut komen sekarang.

    Cerita rin sama kris makin seru ajah nih
    Dan ternyata mereka belum pernah ‘itu’ ya??
    tapi lucu ya ternyata yang bikin mereka kaya gitu karena kris suka mimisan??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s