>>[FF Kris] One Night Time Lover <<

Standar

Tittle : One Night Time Lover

Cast : 

>>Kris Wu 

>>Heo Gayoon

 

Subcast :

>>Min Hyo Sun

>>Byun Baek Hyun

 

Author : Ririn Cross 

 

Pict by : Isalavianhenyryeosomnia 

 

Genre : Romance, Hurt/Comfort

 

Disclaimer : Chara milik diri mereka sendiri (Kris dari EXO, Heo Gayoon dari 4Minute) dan Tuhan YME. Saya dan daddy sayang yang memainkan peran ini karena ini drama yang kami buat secara tidak sengaja ‘-‘ (?) *plak 

 

Rated : T++ (Pg : 17)

 

Length : Oneshoot

 

Warning : OOC, saya ga bisa lepas dari salah ketik, makanya typo bertebaran dimana-mana, dan saya rasa bahasaku mulai kacau(?) T_T

—————————–

Setting : Club Malam

—————————–

Dentuman musik mewarnai riuhnya Diamond House. Seorang yeoja dengan dress hitam selutut menyilangkan kedua tangannya dan bersandar pada tembok di sudut club. Mata elangnya tak henti menatap sesuatu yang sejak awal membuatnya tertarik. Sejak ia menginjakkan kaki ke tempat ini sosok itu terus menyita perhatiannya. Sedikitpun yeoja itu tak melepas pandangan, hingga sebuah tepukan membuyarkan kesadarannya.

“Heo Gayoon…”

“Mm ya?” Sedikit linglung ia menjawab panggilan dari sahabatnya.

Min Hyo Sun sedikit mengerutkan alis. “Kau sakit? Sedari tadi diam saja?”

Yeoja bernama Gayoon itu  menggeleng. Sedikit melirik ke arah sosok itu. Ia masih disana, dan tetap sendirian. Gayoon menghela nafas lega.

“Ya!! Kau sedang mencuri pandang ke arah namja itu!” Hyo Sun menunjuk tepat ke arah Kris. Gayoon membulatkan matanya. Segera ia bekap mulut cerewet Hyo Sun.

“Aniyo!”

“Hmmpphh!” Gumaman Hyo Sun membuat Gayoon memutuskan untuk melepas bekapannya. Kasihan juga ia melihat sahabatnya tersiksa. Sedikit kesal Hyo Sun mendengus. “Aku tidak percaya! Kau pasti tertarik padanya sayang~”

“Tidak seperti yang kau lihat Hyo!” Gayoon mengelak.

“Aku tidak yakin.” Hyo Sun menyipitkan matanya.

“Kau terlihat mencurigaiku..” jawab Gayoon ragu.

“Oh ayolah… Sahabatku ini tertarik pada seorang pria itu suatu keajaiban!” Sebuah jitakan langsung mendarat cantik di kepala Hyo Sun. “Ya! Kenapa kau menjitakku!”

“Karena kau berisik!”

Hyo Sun menggerutu. Beberapa saat kemudian mata yeoja itu mengawasi ada pergerakan aneh dari beberapa sudut. Ia langsung menatap Gayoon. “Hey kawan~ Cepatlah bergerak, atau nanti gadis-gadis itu akan mendahuluimu.” Ia segera mendorong Gayoon ke tempat Kris.

~XXX~

Pemuda itu menarik pandangannya dari sudut club. Gadis bergaun hitam itu melihatnya, terus mengawasinya sejak tadi dan itu membuatnya ingin segera menghampirinya.

Yeoja itu mungkin tertarik padanya. Namun, belum tentu juga. Kris tidak ingin menebak-nebak. Satu botol lagi dan ia akan berdiri menghampiri yeoja itu. Tekadnya sudah bulat, karena sesungguhnya ia memang tertarik untuk terus menatap wajah manis yeoja itu.

“Vodka satu botol lagi!” Namja bersurai emas kecokelatan itu –Kris– memberikan isyarat pada bartender. Sang bartender segera mengangguk dan melaksanakan titahnya.

“Ehem… Halo cowok tampan….”

Namja itu mengalihkan fokus, sedikit terkejut namun segera menyamarkan ekspresinya. Ia menatap kedatangan yeoja yang tiba-tiba menyapanya secara langsung dengan nada sedikit gugup.

Pemuda itu, Kris Wu,dengan alisnya yang tegas. Sorot mata tajam. Hidung yang mancung. Dahi berkerut yang menampakkan kharismanya. Surai emas kecoklatan yang membingkai wajah tampan miliknya. Bahkan wajahnya yang mengernyit pun terlihat tampan. Oh God, dia sempurna.

“Hai juga,” balas Kris beberapa saat kemudian dengan suara bassnya.

“Sendirian?” Tanya Gayoon berbasa-basi menutupi rasa canggungnya.

“Menurut penglihatanmu?” balas namja itu dingin. Tak menatapnya lagi karena sang bartender memberikan sebotol vodka padanya.

“Ini, tuan.”

“Gomawo..” Kris mengangguk. Ia kembali menatap pada yeoja itu. Heo Gayoon, yeoja berambut panjang sedikit bergelombang, wajah yang manis tapi terlihat kaku, tubuh kurusnya berbalut dress hitam sederhana yang manis.

“Uhm, sepertinya begitu..” balas yeoja itu kemudian.

Hening. Tak ada pembicaraan di antara mereka. Hanya suara musik dan keriuhan club  yang mewarnai kebisuan dua makhluk yang bahkan belum mengetahui nama masing-masing.

“Boleh aku duduk di sampingmu?” Keberanian sedikit muncul dalam diri Gayoon. Hyo Sun mendorongnya sampai sejauh ini. Jika tidak bisa sungguh ini hal  yang sia-sia.

“Dengan senang hati ku persilahkan.” Kris menjawab sedikit lebih santai, pemuda itu kelihatan menikmativodka dalam genggamannya.

Gayoon segera menempati posisi di samping pemuda itu. Ia duduk, lalu menatap Kris secara terang-terangan. Rasa canggung dan gugupnya hilang entah kemana. “Kau tidak ingin membagi minuman itu denganku?”

Pemuda itu mengerutkan alisnya. Gadis yang berani.

Kris membalas tatapan Gayoon. Ia terlihat semakin tertarik dengan yeoja ini. “Mau?” Kris memamerkan gelasnya. Sedetik kemudian setelah Kris menatap wajah yeoja itu ia berucap, “Kau punya masalah, eum?”

“Tentu..” Gayoon mengangguk. Ia memberi jeda untuk menjawab pertanyaan Kris yang entah kenapa terdengar seperti sebuah perhatian. Jangan terlalu berharap. “Hm.. Apakah aku terlihat seperti dalam masalah?” Gayoon menjawab dengan nada datar.

Kris menuangkan vodka di gelas lain. “Hanya menebak dan sepertinya tebakanku benar.”

Kris hendak memberikan gelas pada Gayoon namun ia berhenti sesaat karena gadis itu tak lagi menatapnya. Ia menatap ke arah lain yang sama sekali tidak terfokus padanya. Baru sekali ini namja itu melihat ada yeoja yang bisa menepis pesonanya.

“Apa yang kau lihat di sana? Sepertinya lebih menarik dari seseorang yang ada di hadapanmu ini?”

Gayoon terkejut dengan pertanyaan Kris yang tiba-tiba. Matanya yang tadi menyapu ruangan kembali menatap Kris. Ia sejenak tadi melemparkan senyum sinis ke arah gadis-gadis bar yang tiba-tiba mengurungkan niatnya. Padahal, tadi sebelum ia berhasil mencapai tempat ini kelihatannya mereka begitu bersemangat mendekati Kris.

“Ng? Kau terlalu sok tau tuan tampan..” balas Gayoon ketus. Namja itu memberikan isyarat untuk menerima gelas darinya.

Gayoon menatap mata Kris lagi, pria ini menunggu jawaban. Ia harus berpikir cepat untuk menjawab pertanyaan Kris berikutnya.  “Aniya, disana tidak lebih menarik.. Aku hanya menghindari tatapanmu.”Sungguh ini bukan dusta, pandangan itu benar-benar memikat.

“By the way, terima kasih vodkanya.” Gayoon tersenyum kemudian meneguk alkohol itu. Rasanya pahit dan memusingkan, gumamnya dalam hati.

Kris mengerutkan alisnya. “Benarkah aku sok tau?” Kris melemparkan pertanyaan retoris. Gayoon mengangguk pelan. Ia masih mencoba menghabiskan sisa vodka di gelasnya sambil menunggu jawaban Kris. “Hmm tapi mata indahmu tidak bisa berbohong nona cantik. Apakah menghindari itu lebih menyenangkan, eum?” Kris tak melepaskan tatapannya dari Gayoon. Bahkan saat menuangkan minuman itu ia terus menatap Gayoon.

Sedikit salah tingkah Gayoon saat pemuda itu memanggilnya nona cantik, walaupun itu analogi yang muncul dari panggilan yang ia berikan yaitu tuan tampan. Terlebih Kris mulai merayunya.

“Ehem… Begitukah? Memang apa yang bisa kau baca dari tatapan mataku?” Gayoon kembali menatap Kris. Sungguh, menghindari itu lebih menyenangkan tapi juga menyiksa karena sorot mata  pemuda ini seperti magnet yang terus ingin menarik dirinya masuk ke dalam tatapannya.

“Hmmmm, sulit untuk dikatakan nona.” Kris seperti dapat membaca pikiran Gayoon, ia kemudian membalas dengan sedikit berbisik, “Jangan menyiksa diri sendiri.”  Degup jantung Gayoon seketika tidak teratur. Laki-laki ini bagaimana bisa tau isi hatinya?

Saat ia menatap Kris, pemuda itu dengan cepat mendekatkan wajahnya. Bahkan tanpa persetujuan apapun darinya, Kris mencuri kecupan dari bibir mungil Gayoon. “Rasa vodka jauh lebih nikmat saat berada di bibirmu.”

Gadis itu terlihat blank sesaat. Siapa yang tidak terkejut jika dikecup secara tiba-tiba? Beruntung Gayoon tidak menampar Kris.

“Mwo? Memangnya bisa seperti itu?” Kris mengangguk. “Aish.. Kau membuatku semakin tersiksa dengan sikapmu tuan tampan.” Gayoon terlihat mulai frustasi.

Kris menatap sedikit geli melihat reaksi Gayoon. Hingga yeoja itu kembali mengarahkan tatapan matanya pada Kris, dan secara refleks ia menyentuh wajah namja itu.

Kris tidak menolak sentuhannya.“Kenyataannya memang bisa nona. Kau tersiksa tapi terlihat menikmati, sayang.”  Bahkan Kris justru membiarkannya terus menyentuhnya. Kris kembali menuangkan vodka ke dalam gelas mereka.

“Astaga aku tidak tahu itu, tuan.” Gayoon menarik tangannya, menyadari perbuatan bawah sadarnya.

“Tapi sekarang sudah tau kan?” Kris menimpali.

“Iya.. Aku cukup paham.” Gayoon menyimpulkan. “Hmm.. Sepertinya aku memang tak bisa menyembunyikannya darimu.” Gayoon bertopang dagu sambil menatap ke arah Kris yang masih menuangkan vodka.

Kris menarik sudut bibirnya. “Dan tidak akan pernah bisa,” balas pemuda itu sambil menaruh botol ke meja bar.

“Arraseo tuan tampan…”

“Baguslah..” Kris kembali menarik sudut bibirnya. Ekspresi dingin yang sejak awal jadi citranya pudar di mata Gayoon. Pria ini begitu hangat.

“Berfikir untuk minum bersama?” Kris menawarkan sambil mengangkat dua gelas.

“Tentu saja.” Gayoon tersenyum, kemudian mengambil salah satunya. “Cheers~”

“Cheers…” Gelas mereka bersentuhan, menghasilkan bunyi ‘ting’ yang indah. Kris berkedip kemudian ia meminum vodka itu tanpa mengalihkan tatapan dari Gayoon.

Gadis itu menyadarinya dan bertanya, “Apa yang kau lihat hingga tak berkonsentrasi dengan minumanmu?” Ia menyelesaikan satu tegukkan kemudian balas menatap Kris dengan matanya yang indah. Ia terlihat penasaran.

Kris menghentikan minumnya. “Kau mau tau eum apa yang mmbuatku tidak konsentrasi dengan minuman ini?” Sedikit berteka-teki ia menjawab. Gayoon hanya bisa mengerutkan alis. Kris mulai meneguk habis minumannya.

“Hm,, aku akan sangat senang jika kau mau mengatakan alasannya.” Gayoon menatap Kris lebih intens. Gelas masih tergenggam kuat di tangannya.

Kris mendekatkan wajahnya lagi pada Gayoon. Deru nafas namja itu dapat Gayoon rasakan. “Alasannya, tak lain dan tak bukan karena dirimu, nona.” Kris berbisik tepat di telinga Gayoon. Sensasi aneh membuat Gayoon sedikit bergetar. Namun, Kris segera menarik diri.

“Sungguh begitu?” Gayoon masih tidak yakin. Ia mendecak saat melihat Kris meminum vodka langsung dari botolnya. Ia kesal namja itu justru tertarik dengan minuman itu. Secepat kilat Gayoon mengambil botol itu dari tangan Kris lalu menyingkirkannya. “Berhentilah minum tuan tampan! Kau hampir mabuk,” tegurnya.

“Apa perlu aku berteriak nona…? Heyyy kau menggangguku sayang…” Pria ini benar-benar mulai mabuk.

“Andwae! Tidak perlu. Ini sudah cukup.” Gayoon kembali mengelus pipi Kris. “Dan perlu kau tahu, aku akan terus menganggumu sampai kau bosan tuan yang tampan,” balas Gayoon. Kris melakukan smirk.  Sentuhan Gayoon begitu membuat Kris nyaman. Ia lalu memegang tangan yeoja itu.

“Aku tidak akan bosan sayang, jadi kembalikan minumanku…”

“Tidak akan.. kau terlihat lebih bernafsu dengan botol itu daripada denganku…” Gadis ini juga mulai mabuk karena pengaruh alkohol.

Gayoon dengan berani mencium Kris. Ia kesal karena Kris lebih menginginkan botol itu daripada dirinya. Lagipula, bukankah pria ini telah mencuri kecupannya, tidak masalah bukan jika ia memulai untuk mencuri ciumannya juga?

Kris membalas ciuman Gayoon. Saat yeoja itu hendak menarik dirinya namja itu menahannya. Kris menahan tengkuk Gayoon dan memperdalam ciuman. Hingga mereka membutuhkan udara untuk sekedar bernafas.

“Ayolah sayang. Kau ingin menyiksaku, eum?” Kris menghentikan ciuman, ia menatap Gayoon lembut kemudian melanjutkan ciuman panas mereka. Namja itu mulai melumat bibir mungil Gayoon. Merasakan kerasnya vodka menjadi manis di dalam bibir gadis itu.

Gayoon kemudian menghentikan ciuman sesaat, masih kesal ia menimpali. “Memangnya keadaanmu akan seburuk itu tanpa minumanmu tuan tampan?”

Kris juga terlihat kesal. “Aish ternyata kau bawel nona! Ah jangan panggil aku tuan tampan panggil saja Kris.” Kris menarik yeoja itu kemudian melanjutkan ciuman. Gayoon membalas lumatan terakhir yang diberikan Kris sambil mengalungkan kedua tangannya di leher namja itu. Kris lalu mulai menghisap bibir yeoja itu, lalu kembali melumatnya ganas. Mereka menikmati ciuman panas yang semakin panas itu.

Kembali di saat mereka membutuhkan oksigen mereka saling melepas tautan. “Baiklah Kris. Panggil aku Gayoon. Bawel itu untuk kebaikanmu sayang…” Wajah yeoja itu terlihat memerah.

“Oke Gayoon. Terima kasih untuk perhatianmu.” Kris mengusap rambut yeoja itu dengan penuh kasih sayang, kemudian mereka melanjutkan ciuman yang lagi-lagi tertunda karena obrolan mereka. Hingga Gayoon mengakhiri ciuman itu dan melepaskannya.

“Ini minumanmu. Kau lebih menginginkannya, bukan?” Gadis itu memberikan botol vodka pada Kris. Ia kemudian bangkit dari tempat duduknya, merapikan sedikit penampilannya dan beranjak menjauh dari tempat ini.

PRANG

“Mwo?!!” Kris berdiri. Dengan sengaja namja itu membanting botol vodka hingga hancur berkeping-keping. Menyita perhatian dari seluruh penghuni klub malam itu. Menjadikan sebuah tontonan gratis yang menarik untuk mereka.

Pemuda itu tak peduli. Kekesalannya memuncak. Ia tak rela jika harus berakhir seperti ini. Gadis itu akan pergi. Pergi setelah membuatnya menjadi gila . “Kau mau kemana, eum?”

“Hanya ingin memberimu ruang lebih luas,” jawab Gayoon datar. “Hey kenapa kau banting vodkamu??” Gayoon menatap serpihan-serpihan botol yang telah hancur itu.

“Ruang lebih luas apa? Kau berdiri membuatku sesak nafas! Oke ini berlebihan, bukan?” Kris bicara panjang lebar membuat Gayoon terpaku di tempatnya.

“Masalah botol ini biarkan saja, itu punyaku jadi terserah mau aku apakan toh tidak ada yang berani menegurku.” Kris semakin bicara tidak jelas. Gayoon menatap pemuda itu tak mengerti. Ia mencoba mendekati Kris.

“Kris kau serius?” Ia menaruh tangannya di depan dada Kris, menarik kerah namja itu, merapikannya.

“Apa aku terlihat bercanda?” Rahang Kris mengeras. Gayoon menggeleng lemah.

“Jangan lakukan lagi. Pecahan-pecahan itu bisa melukaimu. Aku yang akan melarangmu jika kau mau.” Gayoon kemudian memeluk Kris. Ia juga tak  peduli saat semua mata kembali menatap mereka.

“Kau harus tau. Itu akan lebih melukaiku jika kau pergi dari hadapanku.” Kris membalas pelukan Gayoon.

Gayoon melepas pelukannya dan menangkup pipi namja itu. “Tanpa kau minta aku akan selalu ada untukmu. Tapi, aku butuh sedikit bukti.”

Kris menatap Gayoon. “Jinjaaa? Kau tidak bohong kan? Lalu bukti apa yang kau inginkan?” Kris tidak percaya, ia mencoba meyakinkan jawaban Gayoon.

“Ne, i’m  yours.” Gayoon balas menatap Kris. Ia memainkan kancing baju pemuda itu. “Jika kau mau memberikan hatimu untukku tentunya~”

“Aku sudah memberikannya bahkan sebelum kau menyapaku, hatiku sudah milikmu sayang.” Kris menatap langsung mata Gayoon. “SARANGHAE,” ucapnya lantang kemudian ia mencium bibir yeoja itu.

“Nado saranghae…” Gayoon kemudian membalas ciumannya kemudian jatuh tertidur di pelukan Kris. Ia mabuk.

——————————-

-Epilog-

 

“Lihat Xiumin hyung… Kris gege apa yang ia lakukan!!” Chen melapor pada Xiumin yang saat berdiri kaku di tempat menatap adegan yang dimainkan leader EXO M di depan umum itu.

Sementara itu Min Hyo Sun yang ada di sudut ruangan terlihat bengong. Tidak percaya dengan penglihatannya. Heo Gayoon yang polos menjadi seperti itu hanya karena sosok leader EXO M yang tentunya sudah ia ketahui identitasnya. Lalu kenapa ia tidak memberitahu Heo Gayoon sahabatnya sejak awal?! Entahlah, mungkin agar ia berusaha.

“Hyo…” Seseorang  memanggil namanya.

“Ne.. Twin hyung?” Hyosun menatap sosok Baekhyun yang tersenyum ke arahnya.

“Ayo kita pulang. Hari sudah begitu larut.”

“Emh tapi…” Hyo Sun tersenyum dan ia melirik sejenak ke arah dua pasangan baru yang masih menjadi tontonan seru itu. “Tenanglah, Kris hyung pasti akan mengantar Gayoon pulang~”

“Kau yakin dia bisa dipercaya hyung?” Panggilan tidak biasa yang selalu diucapkan Hyo Sun, dia paling anti dengan kata ‘oppa’.

“Sangat yakin. Kajja…” Baek Hyun memberikan uluran tangan ke arah Hyo Sun. Ia menarik senyum simpul. Hyo Sun menyambutnya dan hanya bisa tersipu. Jarang sekali mereka melakukan skinship seperti ini. Walau begitu ini sudah sangat membuat Hyo Sun bahagia.

Cinta memang tak bisa diduga. Bisa datang kapan saja bahkan datang begitu cepat menghampiri mereka di malam itu.  Happy satnight.

~END~

Big thanks buat Jeje yang udah ngeditin cover Ffnya~  You’re the best my sist.. lope lope dah😄

Juga buat Hyo yang maksa dapat peran.. :3 Gimana say?

Ah dan tentu saja untuk karakter cowok cool yang keren di atas.. Daddy sayang I Love You *plok*

Udah lama ga ngetik FF    T^T Mianhae kalau gaje~ Sepertinya gaya tulisanku menjadi berbeda? ._. Mind to RCL? ‘-‘

14 responses »

  1. wach udah lama bru nongol un :):)
    keren sich,tpi aq lebih suka sama k-rin couple.
    kangen dech.buatin k-rin couple.heehhee
    smngat truss

  2. Keren…
    Tpi aq kirain tdi ff krin trnyata bkan tpi ttap bgus kok
    pdhal d tnggu ff krin
    di tunggu karya ff slanjutnya atao ff lady in the red d lanjutin gtuchhh biar tau ending nya,,,,

  3. Rinrin aku suka bangat ama dandi kamu boleh bhakti aku mau kamu buat dandi untuk aku kalau boleh ada aku punya

    fb @shahidatulatiera@gmail.com
    Wechat @EASah123

    di tunggu ya ( °•° )

    • Sory silap tulis
      Aku suka bangat ama fanfic kamu boleh Ngak kamu buatan aku fanfic Kalau boleh add facebook aku atau wechat aku ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s