★ [K-Rin] The Moon That Missing The Sun ★

Standar

kris-rinrinthemoonthatmissingthesun

Cast :

>> Kris Wu

>> Shin Rin Rin

Author : Ririn Cross

Genre : Marriage Life, Romance, Comedy

Disclaimer : EXO belong to themselves, but this story original by me. Don’t copas anywhere!

Recomended Song : Maafkan Aku – Enda Ungu

Rated : PG-17

Warning : Misstypo, Alur yang terlalu cepat, gaya penulisanku yang berubah-ubah

———————

Ketika bulan merindukan matahari~

 

~XXX~

 

            Angin malam itu berhembus tenang menerobos gemerisik daun-daun, namun Rinrin masih terpekur, menatap keluar jendela dengan pandangan penuh kerinduan. Sorot matanya yang dalam, tampak kesepian. Ia menghela nafas ketika menatap jarum jam menampakkan detak ke-12, tepat tengah malam. Seperti menunggu seseorang.

Gadis itu merapatkan mantel. Kembali ia menatap rembulan yang tampak sendirian di atas sana. Meski banyak bintang di sisinya, tetapi sosok yang ia rindukan tidak ada di sana, saat ini. Ketika bulan ingin sebuah kehangatan, ia tak bisa mendapatkannya. Ketika bulan telah bertemu dengannya di siang yang cerah, ia tak bisa merangkulnya karena sinarnya kalah akan pancaran matahari. Jadi, bulan selamanya tetap menjadi bulan, sosok yang akan terus merindukan matahari.

“Hhh~” Lagi-lagi Rinrin menghela nafas panjang. Nasib rembulan tidak berbeda jauh dengan diri gadis itu. Ia sangat merindukan matahari, namun sayang ia harus menahan kerinduan itu untuk waktu yang tidak dapat ia perkirakan. Di saat pagi  menjelang bahkan ia tak dapat melihat senyuman mataharinya. Ia hanya bisa duduk manis dengan secangkir teh di tangan dan melihat ke layar datar menampilkan wajah suaminya menjelang comeback stage untuk tahun keduanya di industri hiburan ini. Perjuangan yang berat.

Ia butuh  udara segar. Tak ada harapan ia menunggu. Kali ini Kris pasti takkan datang. Sudah lewat tengah malam, dan sejauh ini hampir dua bulan mereka tidak bertemu.

Begitu menyedihkan ya nasib istri seorang idola itu? Rinrin tersenyum miris.

Ketika kejenuhan dan kebosanan semakin melingkupinya, sebuah  ide terlintas di pikiran gadis itu. Dengan berjingkat ia menyambar mantel yang tergantung di sisi tembok, tepat di sebelah kanan ranjangnya dan Aegy –mereka berdua masih gemar tidur bersama meski Rinrin sudah menikah. Menikah hanyalah status, bahkan Kris dan Rinrin tidak pernah melalukan lebih, tidak jika waktu mereka pun cukup untuk memecahkan bagaimana membuat mimisan Kris berhenti ketika menyentuh Rinrin lebih dalam/? Oke laki-laki itu memang payah ketika berhadapan dengan istrinya.

Rinrin berusaha untuk tidak menimbulkan bunyi seberisik apapun. Aegy tampak pulas dengan posisi telentang di ranjang miliknya, menguasai ranjang. Sangat lucu. Setelah berhasil mendapatkan mantel bepergiannya, Rinrin tampak puas, ia mulai berbalik dan mengendap keluar.

KRAKK… Oh tidak! Rinrin tak sengaja menginjak bolpoin yang tadi pagi terjatuh dan malas ia ambil? Ia merutuki diri sendiri, jika Aegy menyadari ia masih terbangun dan belum tidur pasti gadis itu akan mengomelinya.

“Enghhhhh~” Aegy terlihat menggulingkan badannya ke samping memeluk guling sambil menggumamkan kata-kata yang tidak Rinrin mengerti. Syukurlah, ia tidak bangun. Aegy sedang kelelahan dan kurang enak badan, jadi wajar dia sama sekali tidak terganggu dengan kebisingan sesaat. Bagus. Rinrin bersorak senang dalam hati. Ia lalu menutup pintu hati-hati.

Gadis itu segera pergi menuju suatu tempat. Tempat di mana ia bisa mengamati sang matahari dari  jauh.

 

~XXX~

 

“Hari ini teaser foto terakhir untuk Chen dan Baekhyun, dan kalian masih terus melakukan kesalahan saat recording music video!! Oh shit!” Sutradara melemparkan skrip dengan wajah merah meledak-ledak. Seluruh staf tampak hening, sedangkan member EXO terlihat menunduk. Mereka berada dalam suasana tegang saat itu. Bahkan suara sepatu sedikit pun tampak menggema di telinga mereka, suatu  keadaan yang sangat tidak nyaman.

“Maafkan kami hyung, kami akan bekerja keras untuk take berikutnya.” Suho membungkuk. Ia mewakili seluruh anak buahnya bicara. Tanggung jawab seorang leader memang sungguh berat dan diuji untuk saat-saat seperti ini.

“Haha~ Tentu saja! Setelah 20 kali kesalahan kuharap ini yang terakhir!”

“Kami berjanji!” Seluruh member EXO membungkuk bersamaan.

Bahkan ketika tengah malam seperti ini mereka masih bekerja keras. Begitulah sulitnya menjalani hidup sebagai seorang idola. Rinrin hanya bisa melihat dari kerumunan dengan rasa cemas. Kris tampak begitu letih. Ia bisa melihat itu. Matanya lelah dan gadis itu tahu untuk comeback new album seperti ini terkadang para selebritis mengalami tekanan, tuntutan untuk hasil yang lebih baik dan memuaskan daripada sebelumnya. Jika lebih buruk bukan tidak mungkin mereka akan mendapatkan cacian dari sang CEO. Mereka bilang itu hanya sebagai motivasi, tapi kebanyakan menganggap itu sebagai tekanan. Oleh karena itu, tidak jarang banyak idola yang mengalami depresi dan bunuh diri? Sungguh memprihatinkan.

Kris Jelek fighting! Rinrin berteriak dalam hati. Meski tidak terdengar tapi ia berharap saluran energi darinya bisa menambah semangat untuk Kris. Kris tiba-tiba memalingkan wajahnya saat itu. Mengamati sekitar tempat Rinrin bersembunyi dengan penyamarannya sebagai salah satu staf.

Oh tidak, Rinrin berharap Kris tidak tahu bahwa ia ada di sini. Selalu seperti ini, Rinrin mengendap tiap malam. Mungkin karena rindunya yang tak terkira pada Kris. Ia hanya bisa bersembunyi dan tidak menampakkan diri. Kris tidak pernah tahu dan sekarang Rinrin berharap Kris tidak akan mengetahuinya. Gadis itu bersembunyi dengan sangat sempurna. Yah, Rinrin cocok menjadi mata-mata. Namun, ia tak menyadari bahwa sosoknya tertangkap oleh mata kucing Baekhyun.

 

~XXX~

 

Jarum jam menunjukkan pukul 02:06 KST dini hari, dan tepuk tangan puas sang sutradara bergema diikuti sorakan dari para kru. Mereka puas. Syuting music video telah selesai. Setelah tahap ini akan dilakukan editing dan akan siap diluncurkan pada hari H. Member EXO akan mendapatkan libur untuk beberapa hari sebelum persiapan comeback, istilahnya hari tenang sebelum ujian, bukankah itu wajar?

“Kerja yang bagus anak-anak!!” Sutradara Hong menepuk pundak masing-masing member. Sehun tampak terkejut, namun ia tersenyum, karena tahu ia takkan dimarahi lagi. Member yang lain tak kalah senang dan langsung memeluk satu sama lain, serta secara bersamaan mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh tim. Sedangkan beberapa saat setelah itu, pangeran naga terlihat mencemaskan sesuatu.

“Kris, jangan melamun!” Xiu Min menepuk pundak Kris agak kencang.

“Haa??” Kris tampak bengong.

“Ayo kita pesta!!” Chanyeol merangkul pundak Kris. Setelah itu member EXO mulai meninggalkan tempat syuting disusul para kru dan staf yang berpartisipasi dalam pembuatan acara itu.

Rinrin menghela nafas lega. Akhirnya kegiatan suaminya selesai dengan lancar. Ia berharap EXO sukses dalam comeback stage kali ini. Yah, senyum Kris adalah segalanya untuk Rinrin, dan gadis itu puas melihat wajah Kris, meskipun ia lelah tapi Kris tampak bahagia karena telah menyelesaikan semuanya dengan baik meski hari telah selarut ini.

Rinrin mulai membuka penyamarannya setelah berjalan keluar dari gedung SM dan berjalan pelan menuju ke tempat mobilnya bersembunyi. Butuh waktu 30 menit untuk menuju apartemennya jika ditempuh menggunakan mobil. Tentu saja Rinrin memarkirkannya agak jauh, jika di dekat van anak-anak EXO, bisa jadi ia ketahuan.

Gadis itu kembali menatap langit, rembulan tampak bersinar begitu suram. Meski begitu, Rinrin masih sangat menyukai sinarnya. Namun, tiba-tiba ada segerombolan awan yang menutupi bulan itu. Suasana menjadi sedikit gelap. Bahkan, Rinrin tidak menyadari jika ia melewati lorong jalan pepohonan yang minim penerangan.

Tempat parkir berada di luar dan melewati taman. Jika siang hari tempat ini memang asri dan banyak orang lalu lalang, tapi jika dilihat-lihat sekarang terlihat spooky. Yeah, Rinrin memang bukan gadis penakut, tapi ia tidak berharap bertemu sosok-sosok aneh di malam ketika  ia sendirian berjalan di kegelapan seperti ini.

Ia memacu langkah semakin cepat, ia rapatkan mantel lebih erat. Hawa dingin yang membuatnya merasakan sensasi aneh di tengkuknya. Ketika ia menatap lurus ke depan, beberapa sosok mulai muncul menghadang langkah gadis itu. Rinrin tercekat.

Orang-orang itu mulai tersenyum dalam kegelapan.

Rinrin mencengkeram jas mantelnya erat. Apakah karate bisa berguna untuk keadaan genting seperti ini? Rinrin kalah jumlah, orang-orang itu bertiga dan lelaki semua, sedangkan Rinrin sendirian hanya seorang wanita. Cih, ini memalukan, mengeroyok seorang gadis muda istri orang itu kan hal tabu!

Rinrin memilih untuk memutar langkahnya  dan berlari sekuat tenaga, ia tak peduli apapun lagi, toh di arah yang lainnya tempat itu mulai sepi dan kosong.

“Hey berhenti!” Orang-orang itu berteriak.

Rinrin semakin memacu langkahnya lebih cepat, ia tidak membawa semprotan merica penangkal lelaki hidung belang, dan entah kenapa ia merasa takut saja dengan orang-orang tidak dikenal itu. Bisa jadi mereka para pencabul gila, tapi mengapa Rinrin merasa pernah melihat mereka. Aha! Bahkan Rinrin tidak sempat melihat jelas wajah mereka, karena keadaan cukup menakutkan bagaimana bisa gadis itu merasa mengenali sosok yang menghadangnya?

Dari arah berlawanan mulai tampak beberapa sosok yang juga mulai menutupi jalan gadis  itu. Oh tidak, sial, siapalagi mereka. Satu, dua, empat, lebih dari itu! Tamatlah riwayat gadis itu sekarang.

Rinrin terjebak di tengah-tengah kepungan orang-orang itu. Kegelapan ini membuatnya terasa berputar. Bayang-bayang gelap masa lalu berputar di pikirannya. Entah kenapa lututnya tiba-tiba lemas, dan air matanya mulai menggenang di pelupuk mata indahnya. “Eomma…” Ia memeluk lengannya sendiri lantas terisak.

Ketika itu ada sebuah tangan terulur hendak menyentuhnya dan insting bertahan Rinrin kembali siaga. Semoga ia berhasil, karatenya harus berguna di saat-saat seperti ini. Rinrin memelintir lengan pria itu, menekan punggungnya dengan siku, dan menyerang organ vital yang tentu sangat menyakitkan di bawah sana, tidak terlalu keras tapi sepertinya hal itu menyebabkan efek samping.

“Arghhhhh!!” Orang itu menjerit kesakitan dan ambruk berlutut di depan gadis itu.

“Hyung!” terlihat beberapa orang mengerumuni mereka dan menolong pemuda itu, sedangkan Rinrin tampak menggigit bibir bawahnya, hampir pingsan mengetahui siapa yang ia serang. Suara berat yang familier.

“Ini karena kau menakuti kakak ipar, Kai!”

“Kenapa aku yang disalahkan! Bukankah ini ide Baek Hyun hyung untuk memberi kejutan pada Noona!”

“Sudah sudah! Kenapa saling menyalahkan, kalian tidak lihat bagaimana keadan Kris sekarang!” Kyung Soo terlihat melerai, sedangkan yang lain langsung memapah Kris.

Tapi Rinrin merasa bahwa tidak seharusnya seperti ini.

~XXX~

 

“Kau tidak apa-apa Ge?” Lay terlihat sedikit menahan nyeri saat melihat Kris menahan rasa sakitnya.

I’m okay. ” jawab Kris dengan sedikit rintihan? “It’s not my style,” tambahnya, membuat seluruh penghuni ruangan itu yang semula kasihan jadi sweatdrop.

“Ini air hangatnya untuk mengompres.” Chen muncul dari belakang lalu mendekati Kris dan hendak duduk di sampingnya. Ia berusaha menyingkirkan Baek Hyun yang terlihat sewot dan menolak. Chen mendecak dan memutuskan duduk di sisi satunya, tempat Lay tadi karena pemuda itu sudah mengundurkan diri, memberikan ruang untuk Chen. Pemuda yang baik.

Sementara itu, Sehun tampak mengekor di belakanlg sang lead vocal EXO M dengan wajah khawatir menatap Kris. “Sakit sekali ya, hyung?” Sehun ikut meringis melihat keadaan Kris. Ia prihatin melihat hyung leader EXO M itu benar-benar terlihat, menyedihkan?

Kris menggeleng. Sungguh ia bahkan terlihat tidak bisa menjawab lagi, ia tak punya tenaga untuk itu. Rasanya mungkin luar biasa nyeri, seperti kau baru tertimpa tangga/? Atau tersengat sesuatu yang mempunyai daya lebih tinggi beberapa volt dari listrik rumahmu. Begitulah. Ah lebih buruk dari itu, tentu saja.

“Hush.. Berhenti bertanya Sehun-ah, ini bukan waktu yang tepat.” Chen hendak mencari-cari sumber sakit, tapi Kris melotot. Ia menyambar kompres itu, tapi ia tak berniat melakukannya di sini. Tidak ketika semua mata memandangnya prihatin dan meringis. Sedangkan gadis itu, istrinya, tampak terpuruk di sofa paling ujung. Menunduk, merasa sangat bersalah, dan segala hal yang ada dalam lubuk hatinya hanya sebuah penyesalan.

“Ma..afkan aku…” Rinrin menunduk, sangat bersalah terhadap apa yang dia lakukan. Semua mata kini beralih fokus pada gadis itu. “Apa tidak sebaiknya kita ke rumah sakit saja?” Rinrin terlihat gemetar.

“Itu terlalu beresiko, Kakak ipar. Dan yah, kurasa dalam beberapa jam saja akan sembuh seperti sedia kala?” Tao menjawab agak ragu. Ia duduk berhadapan dengan Rinrin di ujung sofa yang berlawanan, dan kata-kata Tao itu lumayan sugestif.

“Benarkah?”

Baek Hyun menoyor kepala Tao sesaat mendengar responnya tadi. “Sembarangan..” ucapnya.

“Ah hyung! Kenapa kau menoyorku!”

“Kau mengatakan hal yang sedikit mustahil, Tao.” Baek Hyun mencibir. “Mana ada pria yang bisa sembuh dengan cepat saat sesuatu yang berharga miliknya dihantam/? begitu keras.” Baek Hyun bicara terang-terangan dan itu membuat sebagian member sedikit melotot padanya. “Baiklah, aku tidak akan bicara apapun.” Pria mungil itu menghempaskan diri ke sofa dan melupakan apa yang ia katakan tadi.

Kris bangkit sedikit tertatih. Chan Yeol hendak membantunya, namun pemuda itu menepis tangan panjang Chan Yeol. “Hyung kau masih belum sembuh.” Jerapah EXO itu terlihat khawatir, tidak peduli perdebatan yang terjadi di sudut lain. Kris menggeleng dan tetap kukuh berjalan agak pincang ke arah istrinya.

Kris menjatuhkan diri ke hadapan istrinya, dan berbisik. “Kau harus merawatku..” Dengan sedikit ancaman di dalamnya. Rinrin bergidik melihat bagaimana Kris mengucapkan itu.

Seluruh member EXO berada di sana masih tetap memberikan pandangan prihatin, pada pria yang kini berada dalam dekapan Rinrin.

Luhan yang sejak tadi diam tampak tersenyum miring. Meski dalam kegelapan, namun ia dapat mengawasi bagaimana pertahanan Kris dan penyerangan tadi, dan ia yakin Kris tidak sampai diserang terlalu dalam. Untuk itulah mengapa dia terlihat tenang, sebagai member yang lebih tua ia tahu saat di mana Kris sedang serius, atau justru mengerjai yang lain. Mungkin, hal ini sama seperti yang ada dalam pikiran polos Tao atau Suho yang juga kalem seperti biasanya, namun sekiranya lebih baik seperti ini.

 

~XXX~

 

            Kris terlihat memejamkan mata dan tersenyum ke arah Rinrin yang begitu telaten merawatnya. Mengelus punggung Kris yang sedikit memar akibat serangannya tadi, dan sekarang, “Kris Jelek…”

“Hm??”

“Itu.. Em.. Masih sakit?” Rinrin bicara sedikit takut. Seorang gadis perawan membicarakan hal itu memang agak sedikit tabu, tapi apa boleh buat jika itu kesalahannya.

“Periksalah coba?” Kris menyeringai.

Rinrin terlihat gelagapan dan tak punya kata untuk diucapkan. Tidak mungkin ia lakukan itu sekarang! Apakah ini yang sering orang lain bilang sebagai permainan ‘dokter-dokteran’! Dasar pervert!

Kris terlihat bersorak dalam hati bisa membuat istrinya tampak pucat hanya dengan kata-katanya itu. Tidaklah terlalu vulgar bukan?

“Hahahahaha…” Kris tergelak. Rinrin mengerutkan alisnya menatap sang suami penuh selidik.

“Memangnya apa yang lucu?” Rinrin menyipitkan matanya merasa diejek. Ia tidak suka ada orang lain yang meremehkannya, meski itu suaminya sendiri.

“Wajahmu lucu, Putri Tidur.. Hahahaha.” Kris kembali terbahak, dan semakin membuat wajah gadis itu makin merona.

“Apanya yang lucu, eoh!” Rinrin mencubit lengan Kris, dan namja itu merintih.

“Awww sakit…” jerit pemuda itu. Rinrin tampak panik mendapati Kris kesakitan seperti itu, lantas ia memeriksa pemuda itu lagi. Namun sedetik kemudian tawa Kris kembali pecah. Merasa menjadi lelucon Rinrin semakin memasang ekspresi kesal.

            “Kau membohongiku!”

“Jika tidak begini, aku tidak akan bisa bersamamu.” Kris menarik pinggang Rinrin dan membuat gadis itu jatuh dalam dekapannya. Kris bisa menatap wajah istrinya dari jarak yang sangat dekat. Bisa merasakan hembusan nafas gadis itu. Bisa melihat bibir mungil yang terbuka, dan berucap. “Jadi? Kau menipuku? Bagamana dengan anu –ah itu, Kris Jelek!”

“Tidak. Bukankah kau bisa merasakannya jika menendangnya?”

“A..aniyo! Molla!” Rinrin tampak gelagapan. Yah, tentu saja, gadis itu ternyata menendang memang hanya mengenai sisi paha Kris. Bukan sesuatu yang sangat intim,  dan berarti akting Kris tadi sempurna di hadapan member lain. Namun, dengan alasan apa Kris melakukan hal  ini?

“Aku merindukanmu…” Kris menenggelamkan sisi wajahnya ke leher Rinrin. Menghirup bau istrinya yang benar-benar sangat ia rindukan.  Mendekap gadis itu sangat erat dan tak ingin kehilangannya lagi.

Rinrin tersentak. Seperti ada aliran listrik yang merayapi seluruh tubuhnya. Respon terhadap rangsangan Kris lambat tapi akhirnya ia bergerak juga. Gadis itu memeluk Kris penuh kasih sayang, ia sama halnya dengan pemuda itu, benar-benar merindukan sentuhan, kehangatan, dan segala hal yang ada dalam diri Kris. Bukankah bulan memang sedang merindukan matahari? Begitu pula sebaliknya.

Delapan minggu bukan waktu yang singkat, dan mereka tidak berkomunikasi saat-saat itu, bukan berarti sama sekali tidak, mungkin hanya sekedar pesan singkat dan telepon menanyakan kabar, itu saja dalam seminggu tidak tentu. Kris benar-benar sibuk dengan persiapan comeback EXO yang sebentar lagi, sedangkan Rinrin sibuk dengan deadline skripsi yang hampir membuatnya stres.

“Tapi kenapa kau harus berbohong?” Rinrin mengusap rambut Kris seraya mencium puncak kepala pemuda itu.

Kris terdiam sejenak. Ia masih tidak ingin melepaskan diri dari aroma wangi yang memikatnya. Berada dalam selubung dewi yang sangat ia cintai bahkan seumur hidup pun Kris rela jika harus berpura-pura sakit bila Rinrin akan menyayanginya seperti ini terus?

“Kau tahu, aku begitu mencemaskanmu, Kris Jelek..” Rinrin terdengar sedikit melankolis saat ini. Ia sungguh cemas, dan Kris tahu itu. Pemuda itu tersenyum sekilas. “Seperti alasan yang sama ketika kau diam-diam mengintip kami melakukan latihan atau syuting music video? Bukankah seperti itu, dear?” Kris menegakkan wajah bertatapan langsung dengan Rinrin yang tampak salah tingkah. “Jadi kau menguntitku, Putri Tidur?”

“Mwo??” Rinrin kaget. Sejak kapan pria ini tahu kehadirannya? Pantas saja para alien itu hampir mengerjainya tadi saat pulang. Menyebalkan sekali! “A..aniyo! Hanya memantau, apakah kau bekerja dengan benar atau hanya bermain-main!” Rinrin mengelak. Jelas sekali dusta yang terpancar dari mata indahnya.

“Kau tidak bisa membohongiku!” Kris tersenyum miring. Kris tahu dari Baek Hyun, dan ia begitu terkejut mendapati informasi bahwa Rinrin –istrinya sendiri, bahkan sering mengendap-endap di kegelapan untuk melihat mereka dari jauh. Kenapa gadis itu tidak bisa menampakkan diri saja? Toh manajer hyung sudah tahu dengan hubungan mereka dan bisa saja sang manajer sedikit berdusta kepada para staf. Sungguh merepotkan membuat Kris benar-benar mengkhawatirkannya. Terlebih Kris sangat cemas begitu Rinrin ketakutan dikepung oleh member EXO di kegelapan. Kris baru ingat Rinrin takut gelap dan hendak memeluk gadis itu, namun malah serangan yang ia dapat.

Tetapi siapa menyangka, hal itu bagus juga untuk Kris, karena dengan berpura-pura sakit maka ia bisa bersama Rinrin lebih lama. Jika hanya bertemu biasa mungkin mereka akan sekedar mengobrol, dan manajer mengantar Rinrin pulang ke apartemen, meninggalkan Kris dengan kerinduan yang masih belum terbayar. Akan sangat merepotkan. Oleh karena itu, member EXO yang lain sepakat tidak mengatakan pada siapapun, jika mereka bicara, bisa saja Rinrin tidak diperbolehkan menginap di dorm EXO, di kamar Kris dan Chen –yang sementara ini mengungsi ke kamar Xiumin dan Luhan. Lagipula jika Kris benar-benar terancam di bagian itu, bisa-bisa comeback EXO diundur dan mengacaukan semuanya. Hahaha~ akan jadi sebuah masalah serius, untung saja tidak terjadi seperti itu.

“Ngomong-omong mumpung kita sedang berdua dan tak ada yang mengganggu, emm bagusnya melakukan apa ya, Putri Tidur?” Tatapan namja itu tampak nakal. Rinrin tampak kaget. Ia memandang wajah sayu Kris, makin ke sini mengapa ia makin takut dengan ucapan Kris ya? Jadi, mungkin ini niat Kris yang sebenarnya? Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan!

“Kau mau benar-benar kutendang ya!?” Rinrin sedikit melotot dengan nada mengancam. Ia merasa dalam bahaya saat ini karena merasa melihat singa –ah bukan, naga yang lapar lebih tepat.

“Galak sekali.” Kris tertawa lagi sambil menyentil dahi Rinrin. Rinrin mengerucutkan bibir tanda kesal. Kris menempelkan bibirnya pada bibir plum Rinrin yang masih terlihat kesal. Sangat lembut namun cukup singkat hingga Rinrin hanya merasa satu kerjapan saja mereka bersatu, namun telah membuat rona merah muda di pipi gadis itu. Penyerangan tiba-tiba yang manis dan sukses membuat Rinrin melupakan rasa kesalnya yang mendalam/?. Ia mengakhiri dengan mengecup singkat dahi Rinrin. Kecupan yang begitu hangat dan dalam.

Namja itu lalu menyandarkan kepalanya di bahu Rinrin. “Jangan tinggalkan aku…” desisnya. Dan si pangeran terlihat mulai memejamkan mata. Rinrin menatap sendu suaminya, Kris benar-benar terlihat lelah, dan sepertinya mengasuh bayi naga besar ini sudah tugasnya. Rinrin merangkul lengan namja itu, menarik selimut, lalu mengecup singkat kening sang Pangeran.

“Tidurlah. Mentari kan berlalu, dan sambutlah pagi nanti dengan senyumanmu…”


 

Dengan mantra itu segera membuat matahari tertidur dalam pelukan hangat sang rembulan. Tenang dan damai, menyatukan mereka dalam selubung Bima Sakti.


 

-END-

Sebuah One  Shot yang cukup panjang bukan? :3 

Are u missing me??
Ini untuk mengawali comeback kisah K-Rin. Setelah ini Tantangan Part 2 akan segera dikerjakan.. Mohon dukungannya dari berbagai pihak ya ^^ Please comentar untuk tulisan ini bagi yang mengharapkan kisah K-Rin dilanjutkan?

Gomawo untuk all reader ^^ I love you~ 

21 responses »

  1. unnie~~~~~😄 saeng kembali/? ‘3’ hihi~~
    aku suka ceritanya, keliatan banget kalo Rin unnie rindu dengan Pangeran Es-nya, serindu aku dengan Min-ge/? T.T
    Kalian nikahkan? Kenapa nggak lakuin aja? ‘o’? /smirk/

    oh iya, sebenernya aku…. aku…. mau bilang kalo…. tulisan unnie makin keren T_Tb aku iri~~~ hiks/?

    • Uwooo saengieee😀 Makasih udah mampir di sini “Menikah hanyalah status, bahkan Kris dan Rinrin tidak pernah melalukan lebih, tidak jika waktu mereka pun cukup untuk memecahkan bagaimana membuat mimisan Kris berhenti ketika menyentuh Rinrin lebih dalam/? Oke laki-laki itu memang payah ketika berhadapan dengan istrinya.”
      hahahaha :v

      eh jinja tulisan unnie makin keren?😮 Unn udah lama ga nulis dan hasilnya beginilah .-.
      tulisanmu kan juga bagus lho saengieee :* sekali lagi makasih udh mampir ksini ya… ^^

    • Uwooo saengieee😀 Makasih udah mampir di sini :3
      Iya unn rindu banget sama pangeran es jelek itu ‘^’ huhuhu
      Iyaa.. udah nikah tapi ngga mungkin itu karenakau harus ingat bagian ini/? lho : “Menikah hanyalah status, bahkan Kris dan Rinrin tidak pernah melalukan lebih, tidak jika waktu mereka pun cukup untuk memecahkan bagaimana membuat mimisan Kris berhenti ketika menyentuh Rinrin lebih dalam/? Oke laki-laki itu memang payah ketika berhadapan dengan istrinya.”
      hahahaha :v

      eh jinja tulisan unnie makin keren?😮 Unn udah lama ga nulis dan hasilnya beginilah .-.
      tulisanmu kan juga bagus lho saengieee :* sekali lagi makasih udh mampir ksini ya… ^^

      • menikah hanya status/? oke, saeng emang pervy orangnya -3- hehe lupakan😄
        biasalah, saeng juga lama nggak nulis hehehe~ jinjja? tulisan saeng bagus?? gomawo unnie :*

      • tunggu aja di FF Unn yang tantangan, nanti kita selesaikan masalah mimisan Kris :v wakakak biar K-Rin segera punya anak…
        unn ngakak masa lol kau lucu saeng
        iyaa unn suka juga cara berceritamu lho saeng ‘3’ makanya setelah UN coba lanjut aja tulisanmu :3
        cheonma saengie😀 hahaha

  2. yang tantangan belum saeng baca -3- aku baca dulu ya~~~😄 wkwk
    bentar bentar, lucu yang mana? O_O
    hehe iya aku pasti nulis lagi kok, setelah semua pelajaran menyingkir dari otakku/?😀 wkwk

  3. Ahhh ff tkhr itu kpn yah?? Uda lama bgt ga baca K.Rin hahahaha..
    Ketika Bulan Merindukan Matahari asseeekk hahahaha.. Mw bgt dikepung ama anak2 exo d tngh kglapan kya rin #loh😀
    hadeh kris bisa aja yah boong.a,gpp demi bisa melepas rindu ama sang istri wkwkwk kpn coba K.rin bwt baby.a?? Hahaha

  4. Kyaaaa~ entah kenapa feel Kris tuh cm brsa d FF eonn doank haks!😀
    ini sweeettt~ bangt! pengantar tdur yang sukses bkin envy *seret Kai* >,,< d tunggu buat shot yang lain ne eonnie? *peluk Kai* annyeonghihaseooo~ *kunciin K-Rin di kamar* /plok/😀

    • eh jinja? emang di ff yg lain gmna? :3
      wakakaka kmu bawa2 kai di kasur, mau apa hayooo saeng/? :v
      okee sip.. makasih ya udh mampir disini ne saengie…
      astaga –‘ tetep ga bsa K-Rin dikunciin, Kris hrus sembuhin mimisannya dlu lol

      • entahlah .. mungkin udah nyaman sama karekater ‘Tiang Listrik’ yang eonn buat >,<
        kasur? knpa bawa"kasur? berat eonn, Kai cm lg manja krna lelah~ sm kyk Kris-ge hoho *abaikan😀
        brarti kita tunggu .. akan-kan penyakit laknat(?) itu hilang?? *jengjeng *pinjem gitar Yeol*😀

  5. Aaaaaaah~ aku sudah menantikan ini dari lamaaaaaa >~<

    Kangen unnie banget hiks…
    Ceritanya sweet bgt unn, kata2nya udh kaya novelis hihi😀
    Keep writing unnie ^-^
    Fighting !!

  6. anyeong saeng ni eon park kyung eun aka desi komalasari msh ingatkah???

    aigooooo jd crtx bru come back nich,lma bgt hiatusx….naega chin jja jjoa haha sk bgt dech ma 1shot ni .bza menghibur ht eon yg galau mikirin kris ….d tunggu tantangan part 2 x ^_^

    semoga krin cpt2 dech melepas malam pertamax dech haha

  7. Terus menulis tentang Kris~ setidaknya aku bisa terus inget Kris *lebay* Kalimat yg digunakan indah sekali terus lagi penggunaan majasnya sangat manis.
    Aku tunggu ff K-Rin selanjutnyaa~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s