>>The Lady in Red Part 4 “The Same People”<<

Standar

 

Tittle : Lady in Red

MAIN CAST :

ALL MEMBER EXO

Disclaimer : EXO belong to themselves but this story original by me!

Genre : Horror, mistery, dark

Author : Ririn Cross

Rated : T

Warning : Horror inside, so becareful if there “Someone Behind You”


I’m hidden in the dark

Just wait me to…

kill you


Part sebelumnya:

Lukisan itu terjatuh tepat menimpa kaki Kai sehingga ia terluka. Kris menemukan “diary merah” dari pemilik rumah yang merupakan awal petaka dari semua kejadian aneh di dalam rumah itu. Disana tertulis tanggal 27 Oktober yaitu hari ini hari dimana dia akan membalaskan dendam kematiannya! Balas dendam diawali dengan teriakan Tao.

Link Part Sebelumnya : 

Lady in Red Part 1 (PC)  | Lady in Red Part 1 (Mobile)

Lady in Red Part 2 (PC) |  Lady in Red Part 2 (Mobile)

Lady in Red Part 3 (PC) | Lady in Red Part 3 (mobile)

+++ – Lady in Red Part 4-+++

+++ – The Same People -+++


+-KRIS POV-+++

“Arghhhhhh!”

Kami semua kontan menatap satu sama lain. Lay segera berlari mendahuluiku untuk pergi ke sumber suara.

“Itu Kai!” Luhan terlihat menggeram. Pendengaran anak ini cukup bagus. Aku saja tidak terlalu jelas karena suara rintik hujan sedikit menyamarkan suasana di sekitar kami.

Luhan bergegas menyusul Lay. Namun, ia sempat berbalik dan menatapku yang masih berdiri di tempat. ” Jangan sentuh bagian wajahnya Kris! Oke?”

“Haaa?” Aku kaget saat mendapati tanganku hampir membelai wajah di lukisan gadis itu dan larangan Luhan yang tepat waktu. Siapa yang menggerakkan tanganku?! Mana mungkin ini bergerak sendiri. Buru-buru aku menaruh bingkai itu di tempatnya dengan diary yang kukantongi. Benar-benar foto yang tidak beres.

Aku segera melangkahkan kakiku menyusul yang lain. Kurasa aku yang terakhir karena semua orang telah berkumpul di sana, di kamar Tao.

Tao tampak gemetaran. Ia memeluk lengannya sendiri. Aku merasa ingin memeluknya, tapi kekacauan ini menghentikanku untuk melangkah lebih jauh. Ini bahkan sangat buruk.

“Ada apa ini?” Suara Chen terdengar bertanya.

“Kai… Kai tadi ia disitu! Lampunya!” Tao terdengar meracau tidak jelas, rasa takut jelas terlihat dari suaranya yang bergetar.

“Tenanglah…” Baek Hyun tampak berujar. Ia merayap mendekati Tao yang tampak ketakutan. Si baby panda itu mulai tenang karena Baekhyun mendekatinya dengan lembut, ia lalu menatap lurus ke lantai memberi tanda pada kami. Pandanganku yang ingin tahu akhirnya mengikuti pada apa yang ia tunjukkan.

Astaga!

Lampu kamar besar itu pecah dan berserakan kemana-mana. Seperti dibanting dengan keras dari atas. Siapa yang melakukan ini?

Chen terlihat mulai memeriksa kondisi lampu itu bersama Chanyeol dan Luhan, sedangkan aku masih sibuk menerka-nerka dengan pikiran sendiri apa yang terjadi sebenarnya, hingga pikiranku jauh melayang entah kemana.

“Kai… Kai!” Tao terus melolongkan nama itu, memecah konsentrasiku dan menimbulkan kerutan di dahi member yang lain. Mereka tak pernah melihat Tao seshock ini bahkan menggumamkan nama Kai berkali-kali.

“Ada apa dengan Kai? Apa kami perlu mencarinya?” Suho mencoba menenangkan Tao yang saat itu terlihat depresi.

“Lampu itu…” Tao menunjuk-nunjuk gemetar ke arah lampu yang sudah hancur, dengan pecahan-pecahan yang berserakan hampir memenuhi lantai ruangan. Sungguh, kau bisa tertusuk jika tidak berhati-hati melangkah di sana.

“KAI TERTIMPA LAMPU ITU!” jeritnya histeris.

Kami semua menatap Tao penuh tanda tanya. Aku menaburkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan untuk memastikan. Benar. Kai tidak ada bersama kami saat ini? Lantas, kemana dia padahal sesaat yang lalu bukankah teriakannya?

“Maksudmu?” Xiumin mengerutkan alis mendengar jeritan Tao yang mulai tidak wajar. Namun Tao justru melipat kaki dan memeluknya ketakutan seolah ingin menyembunyikan diri. Ia terlihat seperti orang depresi saat ini.

Aku sudah tidak tahan ingin menghampirinya. Segera aku menerobos kerumunan itu, menyenggol bahu Xiumin dan Sehun yang berdiri di depan pintu. Kyung Soo tampak di depannya sedang berdiri membeku, apalagi setelah mendengar kata-kata Tao selanjutnya. Begitu pula aku.

“Seseorang di belakangnya…di belakang Kai…” Tao menangis terisak diikuti suasana kamar yang mulai mendingin, membuat bulu kuduk kami meremang tiba-tiba.

“Seseorang?” Aku menautkan alis.

“Ya, seorang gadis dengan gaun merah darah…” ucapnya gemetaran.

“Sudah kuduga…” Luhan bergumam. “Ini akan sulit.”


~XXX~

Petir menyambar-nyambar mewarnai pendengaran seluruh penghuni rumah klasik ini. Hujan bukannya makin mereda, justru badai sepertinya mulai menambah kesan seram suasana malam ini. Seluruh penghuninya tampak berwajah muram sejak insiden menghilangnya sang main rapper EXO K– Kim Jong In alias Kai beberapa saat yang lalu. Tak ada yang tersenyum, hanya ada helaan nafas dalam dan wajah yang tertekuk.

“Sial!” Suho terlihat meninju sofa ruang tengah. Kekesalannya terlihat menumpuk. Ia tidak bisa tenang seperti biasanya.

“Tenang hyung. Kau tidak boleh terbawa emosi,” ujar Sehun. Sang magnae terlihat mengelus bahu Suho. Ia mulai menyalurkan sugesti positif pada sang leader.

“Ini tidak masuk akal! Dimana Jong In!?” Suho menggeram.

Tidak bisa disalahkan bagaimana frustasinya dia. Aku pun tidak kalah frustasi ketika mengingat kami kehilangan satu member saat ini. Pukulan berat bagi leader tentunya, karena tidak bisa menjaga anggotanya tetap utuh di masa-masa sulit. Apalagi kami sudah seperti saudara. Aku mengerti perasaanmu Joon Myeon.

Kami semua telah mencari pemuda berkulit tan itu sejak siang tadi ke berbagai sudut rumah. Meskipun hari hujan tapi tidak menyurutkan semangat kami untuk menemukan Kai, dan kini setelah hari menjelang sore sosok Kim Jong In sama sekali tidak tampak. Seperti menghilang ditelan bumi.

“Kurasa… Yang Tao katakan mungkin benar, hyung.” Chen menimpali.

Aku menghela nafas kasar melihat situasi yang buruk seperti ini. Kuacak rambut frustasi dan menyelanya. “Tao tidak mungkin berbohong, tapi…” Aku sengaja memotong kalimat dan menghela nafas pelan. “Ini sedikit ganjil.” Seketika suasana menjadi sepi, semua orang bungkam tak mengatakan apapun. Mereka semua yang kini sedang terduduk lesu di sofa warna krem di ruang tengah –kecuali Baek Hyun, dan Xiumin yang sedang menenangkan Tao di kamarnya, agak jauh dari ruangan kami ini yang berada di depan– akhirnya tampak mengangguk lemah setelah mencerna ucapanku. Secara tidak langsung mereka menyetujui pendapatku, karena pada kenyataannya bahkan kami tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Kai di rumah ini. Benar-benar menghilang tanpa jejak.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?” Chanyeol dengan suara bassnya memecahkan keheningan yang sempat tercipta beberapa saat lalu.

Sejujurnya aku bahkan tidak tahu. Namun, satu hal, kita harus menemukan Kai lalu meninggalkan tempat berbahaya ini. Entah mengapa firasatku mengatakan akan ada hal buruk yang menimpa kami lagi. Aku tak menyuarakannya dan hanya memilih diam karena terlalu lelah untuk bicara. Kurasa yang lain sama bingungnya denganku.

Pria berwajah kotak –Chen– yang duduk tepat di sampingku terlihat berpikir. Ia lalu memandang kami semua mengabaikan pertanyaan Chanyeol. “Sudah mencoba menelepon?”

“Percuma.” Lay menyahut. “Bahkan di sini sama sekali tidak ada sinyal. Kita terisolasi.”

Aku dan sebagian dari kami mengerang. Lay benar. Kita seperti hidup di lingkungan primitif tanpa seorang pun bisa membantu bebas dari tempat ini.

Chen menatap Lay. Ia menghela nafas dalam. “Mengapa aku merasa bahwa kita sedang dalam teror?”

Benar sekali. Aku menahan nafas mendengarnya, mengingat tanggal itu. 27 Oktober. Tepat sekarang. Wanita bergaun merah itu. Apa ini hanya sebuah kebetulan saja?

Luhan tampak memejamkan mata. Ia juga tampak diam sejak tadi, namun sepertinya sekarang ia sedang meditasi. Lay terlihat memijat pelipisnya. Entah setuju atau tidak dengan pendapat Chen, tapi itu kenyataan yang terjadi sekarang. Mereka sedang dalam teror. Teror oleh sesosok hantu bergaun merah yang hanya sebagian orang sadar akan hal itu.

Kualihkan pandangan pada seorang pria mungil yang sejak tadi bahkan tak bersuara, Kyung Soo sedang termenung di sisi lain sofa. Pandangannya kosong. Bahkan aku tak yakin ia masih mempunyai nyawa atau tidak. Ia sama sekali tidak bicara setelah vonis menghilangnya Kai beberapa jam yang lalu. Lalu, kulihat Chanyeol yang berdiri.

“Kau mau kemana?” kutanya pada pria yang tidak lebih tinggi dariku itu.

“Aku haus. Kau mau air hyung?”

“Tidak.” Aku menolak secara tegas.

“Bagaimana dengan kalian?” Chanyeol terlihat menawari member lain yang hadir di sana. Namun, sebagian besar menggeleng, sebagian lainnya membisu. Tidak berselera.

“Baiklah.” Chanyeol mengangkat bahu lalu berjalan meninggalkan ruangan.

Sepeninggal Chanyeol kulihat Kyung Soo juga pergi meninggalkan ruangan ini. Entah mengapa aku mengkhawatirkan pria mungil bermata doe itu. Lalu aku beranjak mengikutinya.

+++-KRIS POV END-+++


~XXX~

“Tao sepertinya mulai tenang.” Xiumin merapikan selimut yang dikenakan pria bermata panda itu sambil menatap Baekhyun yang sedang duduk di dekat pintu, berjaga-jaga sambil membolak-balik buku dongeng yang ia temukan di laci meja kamar. Tao benar-benar menggigil ketakutan saat ini, tapi setidaknya sekarang lebih baik. Daritadi ia menggumamkan nama Kai, dan “maaf” berulang-ulang membuat Xiumin hanya menghela nafas dalam.

Xiumin harus membuatnya tertidur, menghindari agar Tao tidak larut dalam pikiran-pikiran buruknya. Dan sepertinya sekarang Tao mulai lelah.

“Ini kemajuan hyung.” Baekhyun tersenyum. Tak sia-sia juga tadi ia membaca buku dongeng keras-keras agar Tao mendengarnya, setidaknya itu bisa sedikit menenangkan, bukan?

Xiumin ikut tersenyum.

“Hyung aku haus…” Tao menggumam lirih. Xiumin segera menatap pria bermata panda itu.

“Baekhyun…” Xiumin segera mengalihkan tatapan pada Baekhyun yang telah berdiri. Ternyata, ia sudah tau apa tugasnya sebelum diperintah.

“Aku mengerti. Tunggu sebentar, oke?” Baekhyun segera beranjak dari tempat itu.

Ia segera melaksanakan titah Xiumin. Pria bereyeliner itu berjalan melewati lorong rumah yang besar ini. Maklum, jalan menuju dapur memang harus melewati tiga lorong yang berkelok dan saat ini Baekhyun tengah berjalan melewati lorong pertama.

Ia sebenarnya bukan penakut, tapi entah mengapa Baekhyun merasa suasana tiba-tiba mendadak menjadi dingin dan tidak enak. Dinding yang bercat abu-abu kuno dengan beberapa ukiran aneh seperti sebuah labirin seperti mengurungnya, ini terlihat sangat panjang. Padahal sesungguhnya ini lorong sempit yang berukuran empat meter saja panjangnya. Mungkin, lampu yang remang-remang ini sepertinya mendukung keadaan menjadi semakin menakutkan.

Suram.

Baekhyun mencoba tak peduli dan terus berjalan setelah melewati lorong ketiga. Satu tikungan lagi dan ia akan sampai ke dapur. Ia berharap semoga tidak terjadi hal buruk. Perasaannya sedikit tidak tenang saat ini.

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan Byun Baekhyun, tenangnya mencoba meyakinkan pada diri sendiri.

GRUSAKK

Baekhyun terperanjat. Hatinya dag dig dug menerka apa yang ada di depannya. Bayangan apa itu hitam-hitam di sudut kelokan? Baekhyun menyipitkan matanya.

Benda kecil yang akhirnya lari karena melihat sosoknya yang mendekat. “Hanya tikus. Untunglah, hahaha…” Ia terkekeh menertawakan diri sendiri yang terlihat memalukan mungkin untuk saat ini.

Akhirnya Baek Hyun sampai dan menjejakkan kaki di dapur dengan selamat.

“Benar kan~ Semua aman.” Baekhyun tersenyum bangga seolah baru saja menghadapi uji nyali.

Ia lantas mengambil gelas yang terletak di rak dapur dekat wastafel. Pria mungil itu lalu mengambil air dari dispenser. Ia tekan tombol warm kemudian bergantian mengisi dengan air biasa. Ia mencampur dua larutan itu menjadi satu agar mencapai panas yang diinginkan. Tidak terlalu panas, juga tak terlalu dingin. Mana mungkin ia langsung memberi Tao air panas yang membuat lidah terbakar, atau air yang sedingin es pada si baby panda yang masih begitu terguncang? Ia takkan setega itu meskipun kadang ia sering jahil melakukannya jika iseng pada member yang lain, karena Baekhyun tahu keadaan saat ini sedang tidak bersahabat bagi mereka.

Baekhyun menggenggam gelas itu berniat untuk kembali. Ia lantas berbalik hendak menuju kamar Tao.

“Hahh!”

Ia terkejut karena tiba-tiba ada sosok yang mengagetkannya dengan kehadirannya yang tiba-tiba. Bagaimana tidak terkejut. Tiba-tiba Baekhyun melihat Chanyeol berdiri tepat di belakangnya saat ini dengan wajah kaku.

“Park Chanyeol! Jangan membuatku terkejut!” Baekhyun sewot. Chanyeol hanya tertawa nyaring setelahnya, ia menertawakan Baekhyun yang terlihat ketakutan beberapa saat yang lalu.

“Lihatlah, wajahmu yang lucu itu. Kau pasti ketakutan. Hahahahaha ya ampun perutku sakit.” Chanyeol memegang perutnya, namun masih saja ia tertawa.

“Tidak ada yang lucu.”

Baekhyun hanya mempoutkan bibirnya kesal, namun itu malah terlihat lucu. Chanyeol masih terkekeh geli akibat tingkah lucu pria mungil itu.

“Hentikan Chanyeol!” pinta Baekhyun. Saat ini bukan moment yang pas untuk tertawa mengingat salah satu teman kalian hilang, bukan?

Baekhyun hendak meninggalkan Chanyeol karena tak mau meladeni kebodohan si tiang idiot dan kelakuan absurdnya itu, namun Chanyeol sudah terlebih dulu menahan pundaknya. “Baekhyun…”


~XXX~

“Baekhyun lama sekali.” Xiumin terlihat menggumam.

“Ge…” Tao terlihat merintih. “Aku haus.”

“Sebentar ya Tao. Baekhyun sedang mengambil air untukmu.” Xiumin menenangkan. Tao mengangguk patuh. Ia benar-benar terlihat lemah saat itu. Wajahnya yang berkantung mata, tampak sembab karena sejak tadi menangis akibat kasus hilangnya Kai. Pipinya jadi terlihat makin tirus saja membuatnya semakin terlihat menyedihkan.

Xiumin hendak bangkit menyusul Baekhyun namun langkahnya terhenti ketika melihat sesosok pria jangkung berambut hitam kemerahan dengan kaos biru Chelsea-nya yang melangkah melewati pintu kamar Tao.

“Chanyeol!” teriak Xiumin keras yang sudah pasti dapat didengar oleh semua penghuni rumah. Mungkin Xiumin sedang bersemangat atau ia agak kesal karena Baekhyun terlalu lama?

Chanyeol menghentikan langkahnya, lalu melongokkan wajahnya ke kamar Tao. “Ya hyung?!” jawab pria bertelinga lebar itu dengan sedikit penasaran. Mata besarnya terlihat mengerjap-ngerjap lucu tanda ia sungguh penasaran mengapa Xiumin memanggilnya.

“Panggilkan Baekhyun di dapur! Dia lama sekali!” Xiumin berteriak lagi tanpa sadar.

Chanyeol menarik bibirnya dari sudut ke sudut lantas membuat tanda lingkaran yang menyatukan ujung jari telunjuk dan ibu jarinya. “Oke!”


~XXX~

“Chanyeol!” Baekhyun mendengar suara Xiumin hyung dari arah kamar Tao. Baekhyun hendak berteriak memberitahukan pada hyungnya itu keberadaan Chanyeol, namun teriakan berikutnya membuat Baekhyun berdiri mematung di tempat.

“Ya hyung?!” Suara Chanyeol.

“Panggilkan Baekhyun di dapur! Dia lama sekali!”

“Oke!”

Baekhyun menatap lurus ke depan diantara efek gelap terang petir yang dramatis, ingat hari masih hujan deras bahkan hingga malam ini. Tangan pria mungil itu tampak bergetar hebat dengan gelas di dalam cengkeramannya.

Lalu. Siapa Chanyeol yang kini berdiri di hadapannya dengan senyum menyeringai jika yang sedang berbicara dengan Xiumin hyung barusan adalah Chanyeol juga?

Ya Tuhan seru Baekhyun dalam hati.


+++-To Be Continued-+++


Akhirnya FF ini lanjut kembali xD Semoga masih ada yang mau membacanya… maaf sekali karena aku melupakannya dan justru berkutat dengan FF King Hades (jika yang suka action, detektif, crime direkomendasikan baca FF ini) dan Secret of My Heart. /sungkem/

Untuk masalah castnya, ini general member EXO tapi aku fokus pada KRIS sebagai role dari cerita, kadang-kadang aku bercerita dari sudut pandangnya karena dia yang menentukan bagaimana cerita ini nantinya akan dibawa atau berakhir.

Bagaimana dengan chapter ini? Kuharap masih sama mengerikannya seperti chapter sebelumnya, atau selera hororku mulai berkurang? Tapi jujur ini aku buat dengan agak berdebar-debar karena aku membuatnya tengah malam dengan kaki yang mendingin secara tiba-tiba –itu terjadi jika aku sedang didekati oleh makhluk kau tau apalah itu–, mungkin benar kata orang kalau sedang membicarakan hantu pasti objek yang dikatakan itu sedang berada di dekat kalian. Jadi hati-hati, “someone behind you” hahahaha… Apalagi ini FF sengaja kupost hampir bertepatan jam 12 malam… Semoga menambah kesan seramnya! :v

Author butuh kritik, saran, dan masukannya lagi, please don’t be a silent reader kalau ingin cerita ini segera dilanjut. So, Mind to review?

17 responses »

  1. AAA~~ ini semakin penuhh misteri~ Joah~ Joah~
    kunde, apa yang kau lakukan dengan yeobo(?)ku eonnie? Y^Y
    kembalikan kkamjong ku huhu😥
    kasihan s panda ampe kyk gtu, btw ini d fokusin sm s Tiang-ge yh eonn?
    dn d ending, jgn blang korban(?) slanjut’a s bebek? aigoo~ semoga kau baik-baik saja :”
    ku tunggu lanjutan’a eonnie, jangan lama”neee~ haha~

    • aigooo kau sudah menunggu2nya??
      kkamjong.. maafkan unn yg mmbuatnya menghilang.. itu tuntutan cerita/? /plak.
      iya kris begitu2 bias unn /duar/
      oke maaf ya saeng lama T_T unn lg skripsi

  2. Akhirnya. .. setelah sekian lama… hehehe…
    eon kalo posting agak cepet ya! ak kadang kecewa lho udah berkali2 liat tp gak ada2..
    kayaknya pointnya itu kris sama luhan deh…

  3. Yampun, baru baca lagi ff ini ternyata makin seru ya😀
    Nah loh Kai nya ngilang!!
    Nah loh Baekhyun ketemu Chanyeol KW(?) !!!
    Apa Baekhyun juga bakal ngilang kaya Kai??
    Next chap buruan update ya thornim!!!😉

  4. Ehhh….uri chanyeol kok ada dua????tu setan selera tinggi ugha niru orang yang cakep jadi pengen liat reaksi baekhyun pas tau chanyeol ada dua kalau aku jadi baekhyun mah udah ku lempar sepatu…ehh kai kemana tuh????….Thorrr kau tau aku nungguin banget ff kamu aku kira udah nggak dilanjut baru ketemu lagi tadi tapi kok part 5nya belum ada…plisss jangan dipublis setahun sekali aku udah penasaran banget

  5. aaaaaaa suka banget ama blog ini >________<
    unni,aku udaah baca semua ff di blog ini,bagus semuaaaaaaaaa ^——^
    Jjanggggggg!!!!
    Daebakkkkkkk!!!!!
    part 5nya cepetan di publis ya,pleaseeeee ^________^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s